[KaiNa Piece] How Are You?

HAY

© IMA 2017

Lee Hana — (Introducing) Kim Donghan — Kim Jongin

Please kindly read Lee Hana’s profile before read this story

©INDAYLee’s staffs 2017

How are you?

April 22nd, 2017

13.01 PM KST

Sudah lebih dari satu tahun sejak komunikasi terakhir antara Kai dan Hana. Kai yang selalu berusaha menghubungi Hana pun pada akhirnya menyerah, memberikan waktu bagi Hana untuk menenangkan diri. Begitu pun Hana, yang walaupun mendapat penjelasan dari Jae Hee dan Chanra, tetap belum bisa menerima fakta yang ada. Hubungan mereka menggantung begitu saja, tidak ada kata perpisahan atau apapun dari mulut keduanya.

Berakhir dengan ponsel Hana yang rusak, mengganti nomor dan tidak berusaha menghubungi satu pun member EXO atau menghubungi Jae Hee maupun Chanra. Hana berhak melindungi dirinya sendiri dari sakit hati dengan menghindari lingkaran yang berhubungan dengan lelaki itu. Setelah berusaha melepaskan diri, sekarang Hana bisa memiliki beberapa teman di kampusnya –selain Kang Yun Woo. Hidupnya memang terasa lebih bebas, tapi tidak bisa dipungkiri ada bagian yang hilang di hidupnya.

“Kau mau langsung pulang?” Hana bertanya pada Yun Woo seraya memeluk buku-bukunya –yang akan dipinjam, dengan nada setengah berbisik karena mereka masih berada di lingkungan perpustakaan.

“Mm, aku ada janji dengan So Hee di Star Avenue untuk tugas dokumentasi,” Yun Woo mengambil tasnya dari loker di dekat pintu masuk perpustakaan.

Hana mengangguk singkat seraya memakai tas ranselnya. “Apa aku boleh ikut?”

“Bukannya kau ada janji juga hari ini?” tanya Yun Woo heran sambil membukakan pintu kaca perpustakaan untuk Hana keluar sebelum ia menyusul di belakang gadis itu.

Ah, matda,” Hana menepuk keningnya sendiri sambil menghela napas panjang, tiba-tiba merasakan perutnya menjadi tidak enak. Entah merasa takut, atau terlalu excited, entahlah.

Hana dan Yun Woo menuruni tangga menuju lobi departemen mereka, ketika Hana mendadak berhenti dan siap berlari kembali ke atas karena melihat seseorang menunggunya. Yun Woo bergerak cepat menarik pergelangan tangan Hana, ia memiringkan kepalanya ke arah laki-laki yang bersandar di dinding dekat pintu masuk lobi dengan headset menyumpal kedua telinga.

Hana menggigit bagian dalam bibirnya, “Ara ara, aku tidak akan kabur.”

“Kau yang membuat janji dengannya, kenapa kau yang mau kabur?” Yun Woo berdecak sambil menggelengkan kepalanya lalu menarik tangan Hana segera menuruni tangga bersamanya.

Sejenak Hana memejamkan kedua matanya, mencoba meredakan detak jantung yang mulai menggila saat jaraknya semakin dekat dengan laki-laki ‘yang menunggunya’ itu. Begitu ia dan Yun Woo hanya berjarak dua meter saja, laki-laki di depan mereka mengangkat kepala dan melemparkan senyum –hanya pada Hana saja.

“Donghan-ssi, kami sudah selesai,” ujar Yun Woo seraya memaksa Hana berdiri di sampingnya dan berhadapan dengan Kim Donghan, lelaki yang akhir-akhir ini dekat dengan Hana.

Sudah beberapa bulan ini, entah bagaimana caranya Hana bisa dekat dengan junior yang berbeda satu tahun di bawah mereka itu. Yun Woo memperhatikan bagaimana salah tingkahnya Hana ketika berhadapan dengan Donghan, dan Donghan yang dengan gigihnya mendekati Hana –namun dengan tidak memaksa tentu saja. Lama-lama Hana dan Donghan lebih terlihat sering bersama, dibanding dengan dirinya dan Hana dulu. Tapi anehnya, Hana dan Donghan tidak terikat oleh titel ‘pacaran’.

Mungkin Hana masih membutuhkan waktu untuk memulai dengan yang baru. Lagipula Hana tidak pernah cerita bagaimana statusnya dengan anggota idol grup terkenal itu setelah skandal yang menghebohkan tahun lalu. Tapi ia merasa senang karena Hana tidak lagi murung dalam beberapa bulan terakhir ini karena kehadiran Donghan.

“Ah, ne,” jawab Donghan canggung.

Hana berdehem pelan sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal lalu melirik Yun Woo yang tersenyum menjijikkan ke arahnya. “Aku pergi dulu, Yun Woo-ya.”

Yun Woo hanya mengangguk sekilas, mendorong pelan punggung Hana agar semakin dekat dengan Donghan yang juga berpamitan dengan sedikit membungkukkan badan. Saat melihat keduanya keluar dari lobi, Yun Woo menghela napas panjang dan berbalik menuju cafetaria untuk menemui So Hee.

.

Selama berjalan dari lobi menuju parkiran, Hana dengan gelisah memainkan jarinya di tali tas ransel sambil melirik Donghan yang berjalan di sampingnya. Dengan rambut hitam yang sedikit berantakan menutupi kening, jaket jeans yang di padukan dengan kaos putih di dalam dan celana jeans hitam yang sedikit robek di bagian lutut, sepertinya Donghan sudah siap pergi dengannya hari itu. Sementara Hana hanya memakai kaus besar berwarna baby pink dan celana jeans longgar, terlihat tidak menarik sama sekali.

Hana menggelengkan kepalanya, merutuki pikiran bodohnya yang ingin terlihat cantik di depan Donghan. Toh mereka bukan mau kencan.

Wae wae?” Donghan tiba-tiba bersuara saat melihat Hana menggelengkan kepalanya berkali-kali.

Hana berhenti melangkah untuk melihat Donghan lalu tersenyum canggung. “A-anhi, hanya sedang memikirkan ujian minggu depan.”

Eyy, masih minggu depan. Kau sudah belajar seharian, sekarang kita jalan-jalan, eoh?” Donghan menahan senyumnya saat melihat Hana mengangguk dengan ekspresi muram seraya memasuki kursi penumpang di sebelah kemudi, disusul olehnya sedetik kemudian. “Cha, sekarang kau yang tentukan tujuannya. Mau kemana hari ini?”

Hana mengerutkan kening sembari memakai seatbelt,  berpikir mengenai tempat yang bisa sedikit menghiburnya. Tiba-tiba ia ingat Yun Woo yang akan pergi ke Lotte Star Avenue untuk mengerjakan tugas. “Lotteworld?”

Jinjja?” tanya Donghan tak percaya seraya menaikkan sebelah alisnya. “Hari ini hari sabtu, pasti ramai.”

Saat melihat ekspresi excited Hana berubah kembali menjadi murung, Donghan cepat-cepat  menyalakan mesin dan melajukan mobilnya keluar dari parkiran. “Ara ara, kita ke Lotteworld sekarang.”

Hana menunjukkan cengiran lebar sambil bersorak dalam hati, “Ah iya, nanti malam kau ada acara di Hongdae ‘kan?”

Anhi, hari ini aku libur,” jawab Donghan sembari menatap jalanan di depannya dengan serius, salah satu pemandangan yang disukai Hana.

Hana berdehem pelan, menegakkan duduknya kembali menghadap depan dan mengetuk-ngetukkan tangannya ke atas paha mengikuti irama lagu dari tape mobil. Terkadang Hana merasa canggung jika hanya berdua bersama Donghan saja di dalam mobil. Dan jika sedang diam seperti itu, Hana memikirkan banyak hal sekali di dalam kepalanya. Pertanyaan yang sangat random tapi ia membutuhkan jawabannya.

Apa ia dan Jong In benar-benar sudah berakhir? Apakah kedekatannya dengan Donghan bisa dikatakan selingkuh? Haruskah ia membuka hatinya untuk Donghan? Apa Donghan suka padanya? Apa perasaannya pada Donghan hanya sebatas pelarian saja? Atau haruskah ia berkata tegas pada Jong In untuk mengakhiri hubungan mereka dan memulai kehidupan normalnya bersama laki-laki biasa?

“Hana-ya?”

Ne?” Hana cepat-cepat menoleh dan melihat Donghan mengerutkan kening heran.

“Aku tanya, apa kau mau makan dulu?” Donghan menepuk pelan puncak kepala Hana, yang sontak membuat Hana mengulum bibir –berusaha tidak terlihat gugup karena rasa panas yang menyerang wajahnya.

“Aku sudah makan roti di perpus tadi. Kau sudah makan?”

Percakapan yang tidak begitu penting tapi entah kenapa membuat Hana merasa senang. Ia bukan seseorang yang bisa secara terang-terangan menunjukkan perhatian pada orang lain, ia memiliki gengsi setinggi langit, dan sangat mudah berubah mood. Tapi Donghan memiliki sifat yang 180 derajat berbeda darinya, sehingga secara otomatis Hana perlahan bisa mengubah sifat buruknya. Ia mulai perhatian pada Donghan –ataupun Yun Woo, menurunkan gengsinya, dan sedang berusaha mengontrol mood swingnya.

Begitu lagu dari tape berubah menjadi intro lagu yang amat sangat dikenal, kedua tangan Hana terkepal tanpa sadar. Pikirannya secara otomatis memutar waktu, mengingat kejadian di masa lalu yang membuatnya menggigit bagian dalam bibir.

오묘한 그대의 모습에 넋을 놓고 하나뿐인 영혼을 뺏기고 (Omyohan geudaeui mosebe neokseul nohgo Hanabbunin yeonghoneul bbaetgigo).’

“Kau ingat memaksa manajer hyung untuk dapat baris itu ‘kan, kkamjong?!”

“Kau tahu, Hana-ya? Jongin memaksa untuk mendapatkan satu baris di lagu ini. Dia juga take berkali-kali untuk membuat bagian nyanyinya yang satu baris itu terdengar sempurna.”

Tanpa sadar Hana tersenyum geli, tapi merasa sedih juga sekaligus. Ia merindukan semua member EXO, kerusuhan yang selalu dibuat di dorm, dan bagaimana ia menjadi adik kesayangan mereka semua. Haruskah ia berkunjung sesekali ke dorm ketika tidak ada Kai di sana?

Hana hanya menghembuskan napas panjang. Bahkan mengingat kenangan bersama para member saja membuat dadanya sakit karena berkaitan dengan lelaki itu. Hana cepat-cepat mematikan tape di mobil Donghan lalu melipat tangannya di depan dada sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela, menghindari pertanyaan apapun dari Donghan.

“Oh, kita sudah sampai?” tanya Hana antusias saat Donghan memarkirkan mobilnya di depan Lotte Mall dekat Seokchon Lake Park.

Ne, kau melamun terus dari tadi. Ayo turun,” Donghan membuka pintu di sebelahnya bersamaan dengan Hana yang juga turun dari mobil. Melihat keramaian di Seokchon Lake Park dari atas seperti itu membuat Hana sedikit ragu untuk masuk ke Lotteworld.

“Biasanya tidak seramai ini. Apa ada acara lain di Lotteworld?” tanya Donghan yang hanya dijawab dengan mengangkat bahu oleh Hana. “Ah, dwaesseo. Mau masuk sekarang?”

Hana mengangguk semangat dan baru mau melangkah ketika Donghan secara tiba-tiba menggenggam tangannya dan menariknya ke arah pintu masuk Lotteworld. Kedua pipi Hana menghangat dan bisa dipastikan mulai memerah karena rasanya sudah lama sekali ia tidak diperlakukan seperti itu oleh laki-laki. Hana mengulum bibirnya sendiri dan ikut mengantri bersama orang-orang yang akan membeli tiket. Bahkan ketika mengantri pun, Donghan tetap tidak melepaskan tangannya.

“Emm, Donghan-ssi—,”

Ya. Kau masih saja memanggilku seformal itu?” protes Donghan tidak suka, karena rasanya hanya ia saja yang merasa dekat dengan Hana, tapi gadis itu hanya menganggapnya sebagai ‘seseorang yang dikenal’ saja.

“A-ah, mian. Tapi kenapa harus seperti ini?” Hana mengangkat tangan mereka yang bertautan dan Donghan segera memalingkan wajahnya dengan telinga yang mulai memerah. Hana tidak tahan untuk tidak tersenyum geli karena kali ini Donghan yang terlihat salah tingkah.

IMG_20170522_022011

“Yun Woo ‘kan sudah cerita kalau kau itu ceroboh. Karena disini ramai, aku takut kau hilang atau dibawa orang lain,” jawab Donghan seraya mengusap tengkuknya berkali-kali, tanpa mau melihat ke arah Hana.

Hana, you still had a boyfriend, right?

Dengan ragu-ragu Hana menarik tangannya dari genggaman Donghan, berusaha membatasi diri karena ia merasa tidak enak. Rasanya tidak benar karena status ‘single’ nya masih belum jelas sampai sekarang.

Ara, aku tidak menggandengmu lagi. Tapi kalau kau hilang, aku tidak tanggung jawab, eoh?” Donghan mendecih pelan sebelum melangkah maju ke depan counter tiket dan membeli dua tiket dengan uangnya sendiri. Tanpa mendengar seruan protes dari Hana, ia mempercepat langkahnya menuju gerbang masuk Lotteworld dan segera menarik pergelangan tangan gadis itu.

Hana memicingkan matanya ke arah Donghan begitu mereka berjalan berdampingan memasuki bagian dalam Lotteworld. “Aku akan mengganti uangmu, eoh?”

Cha! Kau mau naik wahana apa?” tanya Donghan, mengabaikan pertanyaan Hana.

Hana menarik lengan Donghan, menghentikan langkahnya dan menatap mata lelaki itu. “Wae? Aku yang ajak ke sini, kenapa kau yang bayar?”

Anhi, akhir-akhir ini uang dari busking di Hongdae lumayan banyak. Aku ingin menraktirmu, wae?” Donghan menyunggingkan cengiran tanpa dosa, yang dibalas Hana dengan hembusan napas kesal.

Jinjja?” tanya Hana meyakinkan, masih memegangi lengan Donghan dan mengikuti langkah lelaki itu. “Aku traktir makan malam ya nanti?”

“Tidak perlu, aigoo,” Donghan mencubit gemas pipi Hana dan menikmati tangan Hana –yang seperti menggamit lengannya itu. Rasanya ia senang sekali sekarang.

Namun langkah Hana tiba-tiba terhenti dan pandangannya berubah menjadi kosong, terfokus hanya pada satu titik di depan sana. Membuat Donghan penasaran dan mengikuti arah pandangan Hana, terdapat sebuah banner besar di pintu masuk Lotte Star Avenue yang menuliskan ‘EXO Lotte Duty Free Fanmeeting’ yang ramai sekali dimasuki oleh wanita.

“Tidak heran Lotteworld ramai sekali hari ini. Yeokshi, EXO ada di sini,” Donghan bergumam pelan sambil melirik Hana yang masih kehilangan fokus. “Apa kau fans EXO juga? Kukira kau tidak tertarik dengan yang seperti—Ya! Hana-ya! Mau kemana?!”

Seperti ada yang menghantam kepala Hana begitu menyadari bahwa ia hampir saja meruntuhkan dinding tinggi yang selama satu tahun susah payah dibangun olehnya. Hana tidak mengerti kenapa ia merasa takut dan rela berlari melawan arus, menghindari sejauh mungkin apapun yang berhubungan dengan lelaki itu.

‘Han-ah.’

Hana tersungkur jatuh ke depan ketika sekelebat suara Kai menggema di kepalanya. Kedua matanya berkaca-kaca, ia merasakan perih di lututnya dan bagian lain di dalam dada. Ia hanya menatap kosong pada Donghan yang berjongkok di hadapannya, ia tidak bisa mendengar apa yang dikatakan lelaki itu dan hanya bisa mengulum bagian dalam bibir –menahan sakit.

“Lee Hana?!” seruan Donghan kali ini menyadarkan Hana dan ia cepat-cepat menopang sebelah tangan gadis itu untuk membantu berdiri. “Gwenchana?”

Hana mengangguk pelan sambil berusaha menahan air matanya, tidak mau terlihat lemah di hadapan Donghan. “Mian, tadi aku tiba-tiba sakit perut.”

Aigoo, kau membuatku panik saja,” Donghan masih menopang tubuh Hana dan membantu gadis itu berjalan. “Ayo cari toilet.”

Hana hanya mengikuti Donghan yang memegangi lengannya, menembus kerumunan orang menuju arah toilet yang tertera di signage. Setelah menjauh dari kerumunan, Hana menjauhkan diri sambil tersenyum tanpa dosa.

“Sakitnya hilang hehe,” Hana melihat Donghan menghela napas panjang. “Ayo main di outdoor saja. Terlalu banyak orang disini.”

Araseo, kita main di luar saja. Semoga tidak seramai ini,” Donghan mempersilakan Hana berjalan mendahuluinya dan ia segera mensejajarkan langkah dengan gadis itu.

Selama menaiki wahana di outdoor Lotteworld, Hana tidak banyak bicara dan terkadang sering melamun. Walaupun Donghan menyadari ada sesuatu yang mengganggu pikiran gadis itu –setelah kejadian di dalam, ia tidak mau bertanya. Ia lebih memilih untuk mengajak Hana mengobrol, walaupun sering dibalas dengan singkat dan tidak antusias seperti biasanya. Padahal tadinya ia ingin memberitahu Hana mengenai suatu hal yang membuatnya senang setengah mati sejak kemarin, tapi melihat mood Hana seperti itu, mungkin ia akan menyimpan kabar bahagianya sampai besok.

***

11.50 PM KST

Sepanjang perjalanan dari Lotteworld ke tempat makan malam, hingga sampai ke depan apartemen pun, Hana tidak bisa mengembalikan moodnya. Terlalu banyak pikiran mengenai masa lalu yang mengganggu Hana, hingga ia merasa bersalah pada Donghan karena tidak bisa menunjukkan rasa senangnya. Bahkan walaupun Donghan mengantar hingga depan pintu apartemen, Hana hanya bisa mengulas senyum tipis sebagai ucapan terima kasih.

Mian, moodku berantakan hari ini,” Hana berujar pelan sambil menghela napas panjang.

Donghan mengangguk seraya menepuk puncak kepala Hana. “Kalau besok moodmu sudah baik, kita makan siang bersama, eoh?”

Eoh. Besok aku yang traktir, karena kau menraktirku hari ini,” sahut Hana dan dibalas Donghan dengan senyuman simpul.

Ara, aku pulang dulu, ya. Jalja,” Donghan menepuk kepala Hana sekali lagi sebelum melangkah mundur sambil melambaikan tangan.

Hana hanya melambai singkat sampai Donghan menghilang saat menuruni tangga dan segera mengetikkan password apartemen barunya.

Setelah memutus kontak dengan Kai, Hana mengajukan pindah apartemen pada orang tuanya. Ia hanya tinggal sendirian dan memilih apartemen yang dekat dengan kampusnya di pinggiran Seoul. Tidak terlalu mewah, namun cukup nyaman ditempati olehnya yang hanya numpang tidur setiap malam di sana. Butuh waktu lebih dari satu jam untuk pergi ke Seoul dan bahkan hampir dua jam perjalanan pulang dari Lotteworld tadi. Memang melelahkan jika ia harus ke Seoul untuk mengunjungi ibunya atau Jiho, tapi ia lebih lelah jika harus melihat penampakan Kai di setiap subway station di pusat kota Seoul.

Begitu memasuki ruang tamu, Hana dikejutkan dengan sebuket bunga mawar berwarna merah muda yang tergeletak di atas meja tamu. Hana meletakkan tasnya di sofa, menghempas duduk di dekat tasnya lalu meraih buket yang berisi sepuluh tangkai bunga itu ke pangkuannya.

“Pasti Chi oppa,” Hana baru saja akan mengambil ponselnya dari dalam tas, tapi ia lebih dulu menangkap lipatan kartu yang terselip di bagian dalam tangkai bunga. Ia meraih kartu itu dan membuka lipatannya.

그대가 살고 있는 곳에 나도 함께 데려가줘,
 세상의 끝이라도 뒤따라갈 테니, 부디 시야에서 벗어나지 말아줘 .”
Take me together with you to the place where you live,
Even if the world ends, I’ll follow from behind you so please don’t go out of my sight.

Kening Hana berkerut, ia membolak-balik kartu itu dan tidak menemukan nama pengirimnya. Mungkin Jiho atau Min Kyu yang mengirim, karena hanya mereka berdua yang tahu alamat dan bahkan password apartemennya. Tapi melihat kata-kata di dalam kartu yang terlalu cheesy, sepertinya Min Kyu pengirimnya.

Hana mengendikkan bahu dan meletakkan bunga itu kembali ke atas meja, ia beranjak dari sofa memasuki kamarnya dan lagi-lagi menemukan sebuket bunga mawar, kali ini berwarna kuning di atas tempat tidur. Hana menghembuskan napas panjang, meraih buket bunga itu dari atas tempat tidur dan membaca kata-kata di dalam kartu –yang terselip di buket.

낯선 곳을 헤맨다 해도 길을 잃어버린대도,
누구보다 솔직한 나의 맘을 따를거야.”
Even if I must wander through an unfamiliar place, even if I lose my way,
I will follow my heart which is more honest than anyone else’s

“Mwoya? Apa sih ini,” Hana memindahkan buket bunga itu ke atas meja belajarnya dan kali ini memeriksa kamar mandi. Tidak ada buket lainnya, tapi ia menemukan sticky notes yang ditempel di cermin washtafel. Ia mencabutnya dari cermin dan mengeja apa yang tertulis di sana.

‘Apa kabar, Han-ah?’

[KaiNa Piece] How Are You? — CUT




Ima’s Note :

Halo readers semua, how are you?

Sama kaya judulnya yaa wkwk

Udah setaun lebih ngga apdet, dan gatau masih ada yang mau baca atau ngga.

Another cast, Kim Donghan!! Dedek emesh yg jadi kesayangan baru Hana wkwk

 

Sorry for typo(s)

sorry for poster abal

 

Semoga makin mood ngerjainnya pas ekso kombek mwehehe

next episode nyeritain side Jongin, jadi stay tune!! xD

Makasih yang masih mau baca cerita abal ini, love you!

 

Regards, 

IMA♥

Advertisements

24 thoughts on “[KaiNa Piece] How Are You?

  1. Shimmie shimmie kokobop says:

    Waah agak kaget liat indaylee ngepost lagi di twitter.. padahal udah sempet puous harapan ga update lagi.. seneng bgt ka Marwah update!! Aku masih excited sama cerita kaina.. keep writting!!

  2. hana ardhani says:

    Alhamdulillahhhh setahun akhirnya apdet lagii 😭👏makasih ka ima💕 kangeen banget lah sama ini ff,walaupun setahun ga update tapi ini masih aku tunggu tunggu lho beneran😩 secara kaina itu bacaan aku dari 2013 *eh 2012 apa 2013 ya wkwk* ditunggu update yang lainnya ya kak, semangat!

  3. shimmykobop says:

    Kak imaaa!!! Aku kaget bgt tadi waktu buka twitter tiba2 luat tweet updatean kaina 😭 kangen banget sama ff ini 😭 maaf aku dulu sering jadi sider 😣 unameku jg bukan ini dulu, ditunggu pokoknya kelanjutannyaa 😭 bakal rajin komen janjiiiiiii ㅋㅋㅋ

  4. adindacynthia93 says:

    Immaaaaa…. ya ampun kangen banget baca tulisanmu..
    Sekarang lebih keseringan buka wattpad, tadi iseng buka wordpress ternyata dirimu udah up dari 2 hari yang lalu.. ah seneng banget..
    Ditunggu lanjutan dan karya dirimu yang lain ya ima..

  5. Scarlet says:

    Huwaaa udah lama ga liat pasangan ff ini huhuhu aku kaget pas buka twitter tiba-tiba ada update ff ini senengnyaaa udah lama banget ga buka web ini dulu juga uname ku bukan iniii hehehe kutunggu kaaa kelanjutan pasangan ini ^^

  6. oh_sandal says:

    gila ini ditunggu banget loh comebacknya 😂😂😂 sejak kaina tbc rmang udah lama gg baca ff lagi 😂😂😂 selamat kembali 💃💃💃
    ps: aku sampai lupa apa nama id coment aku saking lamanya gg komen wkwkwk

  7. H2 says:

    Mau nangis liat “kaina” muncul lagi
    Akhirnya setelah penantian lebih dari setahun ka ima move on dan mulai nulis lagi 😭😭😭😭😭
    Aku berharap ka ima updatenya ga kelamaan,hana balik lagi ama kai,masalah mereka jangan rumit²
    Aamiin

  8. PutriNami says:

    Pas dapat berita kalau kaistal berakhir, sempet kepikiran kalau kaina bakal balik, tapi aku takutnya cuma sekedar ngarep aja. Ehh pas di cek ternyata kai hana balik lagi. Sumpah kangen banget sama ff ini.

    Semangat ima. Di tunggu yah cerita selanjutnya.

    Ps. Donghan ini bukan donghan produce 101 kan??

  9. Litasetiani says:

    Eonni, I am totally fine, kaget banget liat kamu update. Rencananya mau baca baca ff kaina lagi karena kangen, eh taunya ada update. Kaget plus seneng kebangetan. Thank you udah mau comeback lagi hehehe, selalu nunggu kaina kok eon.
    Waaaaa ku senang

  10. Jung Hyun Mi says:

    Sumpaaaah aku kagettttt ternyata ka ima udh post si kaina lg😭😭😭
    Yaallah ini si tukang ngesot lantai ngapain lg nyasar kesini😂
    Kangen bgt sm kainaa ih
    Kapan mereka ditemuin lgg?!??!
    Jd kalo disini si kai nya emg selingkuh apa gimna duh
    Ku kangen kaina skl
    Kangen hana jugaaaak
    Ah ga sabar baca kaina lainnya
    Tetap smgt ka imaaaa semoga ttp ada kemauan buat nerusin kaina!!!🙏🙏🙏

  11. Dana says:

    Sumpaaahh iseng kesini gara2 gabisa bobo tau2 ada updatean kaina aaaaaaaakkkkkkk
    Mana sekarang ada dedek donghan awww godaan makin berat yaaa :’)

  12. Miqo_teleporters says:

    DEMI APA GAK NYANGKA BANGET EONNI BAKALAN UPDATE NI FANFIC 😭😭😭 GAK TAU LAGI HARUS NGOMONG APA CZ SENENG BANGET AKHIRNYA EONNI COMEBACK LAGI TERUSIN FF INI.

    FIGHTING FOR THE NEXT PIECE EONNI

  13. Ryeo Uci says:

    Waah apa kabar kainaa couple…sudah setaun lebih ga nongol aq kira ff ini udh ga ada lagi tp pas iseng2 buka ternyata update lagi…senengnya smpe nyengir2 sendiri ahahaha
    Ok walaupun partnya agak sedikit tp cukup menghibur hihii
    Di tunggu nextnya

  14. shantyjung says:

    Ya ampunnn imaa sayang… akhirnya comeback juga…. 😍😍 kabar dsni juga baik2 ajah kok sambil nunggu kamu comeback… jebal… walau ada dedek emeshh jangan putus yah yah…

    Xoxo
    Miss you..

  15. lunara says:

    Aigoo~ udah lama bgt gak liat ada update an nya kaina. Hiks
    Keep writing authornim!
    Ayo buat hana balik lagi ke jongin, kan sekarang jongin sama soojung udah putus😂 hehe

  16. ZAZ says:

    Aaah kenapa seneng bangeet hehehe aku iseng2 liat indaylee dan ada update kaina yeaaay!!
    Aku suka komen di kaina series ini tpi karna lupa username nya jdi gpp ya kak ima pake yg baru..
    Yaa kitaa tau scandal kai tahun kmarin bikin potek hati, jdi buat sementara waktu gaada mood buat baca hehe tpi kak ima kembali sama series favorit aku dan kenapa ya sedih? Kaina udah lama bgt jadiannya skarang berubah jdi awkward lg 😦 hana smoga kmu bisa maafin jongin yaa huhu kalian bisa bareng2 lgi hehe
    Kak ima makasih udah comeback hehe ditunggu update selanjutnya ya kaa^^

  17. Natasya says:

    I think i wanna cry (a lot) right now. Akhirnya update. Walau pun saya telat banget baca nya hehe. Lanjut kal,slalu d tunggu cerita nya muaaah

  18. Dyndrakm says:

    Kak imaㅜㅜ parah aku iseng cek kaina piece dan ternyata… kakak ngepost ff baru!!! Asli aku seneng bgt. Aku baca ini dr jaman sma loh… dan sampe skrng pun aku selalu suka sama ff ini entah kenapa.. karakter jongin disini tuh kyk pas bgt gitu:(( dan aku jg suka sm hananya!!! Tolong bgt kak readers kakak yg lama masih pd setia nungguin, semangat kakak nulisnya! Keep writing kak ima!♡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s