CAMPUS SCANDAL (NC-17)

1W7A1622

Campus Scandal

Alternative Universe, Adult, Romance, Campus Life

NC 17 || Ficlet < 1000K

Professor Kim & Student Oh

© neez

“…Realisme yang mempunyai asumsi dasar yang cenderung lebih pesimis terhadap sifat manusia serta selalu ingin mendapatkan segala hal dengan cara yang melibatkan peperangan. Realisme juga menganggap bahwa negara merupakan aktor yang paling utama dalam Hubungan Internasional…”

Dan tak ada satu kata pun yang dapat dicerna ke dalam otak kecil gadis itu, sementara matanya menatap lurus ke depan. Dengan mata tidak lepas dari sebuah kertas yang diletakkan di atas podium cokelat itu, Professor Kim meneruskan kuliahnya…

“…Sedangkan perpsektif liberalisme adalah perspektif yang memandang bahwa manusia pada dasarnya mempunyai sifat yang baik, manusia masih mempunyai hati nurani untuk menciptakan sebuah kedamaian. Perpsektif liberalisme tidak selalu menggap bahwa negara adalah aktor yang mempunyai peran tertinggi dalam Hubungan Internasional, namun organisasi internasional ataupun non-state aktor lainnya dapat menjalankan sebuah Hubungan Internasional. Perspektif liberalisme percaya bahwa untuk mencapai sebuah perdamaian tidak harus diperlukannya sebuah peperangan…”

Jaehee melipat kakinya dan memandang lurus ke depan. Bukannya tertarik pada aktor state dan non state yang tengah dijabarkan oleh Dosen-nya, tapi ia tetap sibuk membayangkan bagaimana jika jari-jarinya yang lentik menelusup diantara helai-helai rambut hitam yang terjatuh di kening dan telinga pria berkacamata di hadapannya ini. Ketika bibir pria itu bergerak, ia terus menelan ludah kuat-kuat karena membayangkan bagaimana bibir mungil dan pink yang selalu basah itu menyusuri bibir miliknya sendiri yang penuh, kemudian membayangkan bagaimana bibir itu menyusuri lehernya yang jenjang hingga tiba di belahan payudaranya. Oh, betapa nikmatnya jika bibir itu menangkup puncaknya dan membasuhnya lembut dengan indra perasanya. Jaehee hanya bisa mendesah berat dan merapatkan kedua kakinya.

Demi Tuhan, membayangkannya saja sudah membuatnya nyaris kehilangan kendali dirinya.

“Kalau begitu, sekian untuk kuliah hari ini. Saya mengharapkan paper minimal sepuluh lembar, analisa kalian mengenai realisme dan liberalisme. Ada di meja saya besok pagi. Oh Jaehee, ikut saya ke kantor, ada yang ingin saya bicarakan mengenai nilai UTS.”

Dan Jaehee mengeluh, nyaris keras-keras. Fantasinya terpaksa terhempas dari langit ke tujuh saat Profesor Kim memerintahnya barusan. Kedua temannya terkikik geli, dan meninggalkannya yang merapikan buku sebelum mengikuti Profesor Kim masuk ke dalam ruangannya, yang berada tepat di belakang kelas ini. Begitu Jaehee mengetuk pintu, ia bisa mendengar jawaban pelan dari Professor Kim. Ia masuk dan menutup pintu di belakangnya sambil melipat kedua tangannya.

“Peruskan kesenangan!”

“Aku tidak akan memanggilmu kalau kau fokus di dalam tadi,” Professor Kim berbalik dan ia sudah melepas kacamatanya. Menatap Jaehee tajam melalui dua mata cokelat onyx-nya. “You spacing out, Jaehee. What are you thinking about?”

Jaehee meletakkan tasnya begitu saja di lantai dan berjalan mendekati Professor Kim, setiap langkahnya, dua mata cokelat itu tak henti menatapnya tajam dan mengintimidasi. Namun Jaehee tidak peduli, ia menarik ringan kerah sweater Professor Kim dan mempertemukan bibirnya yang sudah haus untuk merasakan bibir kecil, merah muda, dan basah milik Professor Kim. Sudah cukup pertahanannya selama dua jam di dalam kelas tadi tidak tersalurkan, dan dia tidak peduli bahwa ini ada di ruangan sang Professor, tidak peduli ini di kampus, dan tidak peduli juga sinar matahari menyinari mereka berdua dari jendela ruang kerja Professor Kim.

“Jaehee… YA!” Protes Professor Kim sementara gadis di hadapannya sudah membuatnya gila dengan menyedot semua oksigen dari dalam mulutnya, serta menyedot akal sehatnya dengan kedua tangannya yang lihai. Segera saja ia sudah tidak mengenakan sweater, dan dasi kupu-kupunya sudah menghilang entah kemana.

Keduanya terengah-engah. Tangan Jaehee tak berhenti mengagumi dan merasakan kepuasan mendalam begitu hasratnya untuk menelusupkan jemarinya di dalam helai demi helai rambut hitam Professor Kim akhirnya terslarukan, begitu juga dengan merasakan sekujur tubuhnya disentuh oleh indera pengecap dan perasa sang dosen. Ia ingin melanjutkan, tangannya mengelus pelan tubuh indah Professor Kim yang basah, namun masih membara karena gairah.

“Aku harus menghukummu!”

Please, punish me~” kikik Jaehee ke telinga Professor Kim dan menggigit telinganya.

“Jaehee-ya, geumanhae…”

No! Aku belum… ah~” Jaehee kembali mendesah hebat saat tubuhnya yang sensitif disentuh kembali oleh dua buah jemari Professor Kim yang indah. Oh Jaehee ingat jemari, itu adalah jemari-jemari yang sama yang digunakan oleh Professor Kim untuk menuliskan definisi Marxisme, dan kini jemari itu mengabulkan impiannya, menangkup puncak, menyusuri perut dan berhenti di bawah sana, menggodanya hingga ia menggelinjang liar dan kembali melepaskan kepuasan mendalam.

Pada si jari, untuk kedua kalinya dalam hari ini.

Now, fix your clothes!” titah Professor Kim, bangkit dari lantai sambil memunggungi Jaehee, meraih helai demi helai pakiannya. Jaehee hanya bisa menjilat bibirnya puas memperhatikan betapa indahnya tubuh patung adonis hidup di depannya.

Tangan kekar, otot-otot sempurna, dan urat-urat kebiruan halus membalut setiap inchi tubuh pria ini. Sayang sekali tubuh itu harus dibalut oleh kemeja dan sweater. Jaehee tetap berbaring dan menikmati setiap gerakan Professor Kim yang merapikan diri.

“Tapi… Professor Kim…” rengek Jaehee manja.

Professor Kim menghela napas dan berbalik, menatap gadis ini lelah. “Aku harus mengajar hingga sore. Nanti malam, Jaehee-ya, I keep my promise, okay? Now go back to your class, never mention about it!”

“Huh~” keluh Jaehee sambil berdiri dan mengenakan pakaiannya. “Pasti kau puas setiap mahasiswi memandangimu dan berfantasi dapat tidur di ruangan ini denganmu, kan?!” omelnya kekanak-kanakkan sambil mengenakan celana dalamnya. “I wont disturb you here again, so enjoy your classyou called me earlier, why blame me when I jump on you… you enjoyed it as well.

Baru Jaehee meletakkan tangannya di gagang pintu, dua lengan kekar memeluk tubuhnya posesif dan sebuah kecupan dihadiahkan pada dahinya, lembut dan dalam. “Kau tahu aku pengajar disini. Kita harus profesional. Aku takkan meniduri gadis lain.”

You better, or else…”

“Aku takkan melakukannya, Jaehee-ya… kita sudah saling bersumpah di depan altar,” kekeh Joonmyun geli. Dan membiarkan istrinya, keluar dari ruangan sambil terkekeh-kekeh puas.

-End-

Should I protect this?

Kalau menurut kalian ini terlalu offensive akan aku protek… tapi menurutku sih nggak, hahahaha. Aku kesamber petir kayaknya bikin beginian. Awalnya karena Papa Chuo mau ngasih seminar, ya ollo dari semua harteeeessss kpop doi doang ngasih seminar jadwalnya, trus jadi bayangin yang iya-iya soal dia jadi Dosen. Wakakakaka, sebenernya… sebenernya, yang kayak gini ada, aku pernah denger ceritanya… dari temenku sendiri yang ‘mengalami’ wuakakakakak jaman sedang udah edan /lapmuka

anywaaayyyyyyy kalau terlalu ofensif komen aja ya, langsung aku protek pasti. Typo mohon dimaafkan, karena kali ini gak pake beta, cuma ngetik langsung publish. /bowbow/ see you on next fic

neez,

Advertisements

18 thoughts on “CAMPUS SCANDAL (NC-17)

  1. it'sme Min2 says:

    Well you don’t need to protect this one because we must protect our self from imagine this happen to us *slap* …. jaehee berasa singa betina lagi ngincar mangsa

  2. FAWN says:

    Gak kuat /lambai-lambai cantik/
    aku rindu papa Junmen rindu Jaehee, rindu couple ini yatuhan —

    Terlalu fokus jadi mikir kemana-mana. Geezzh please lah Junmen, dukun planet mana yang dia sewa buat bikin jampi2? Makin kesini makin jahat. Kan makin ganteng. Makin kurang ajar wajahnya. Nahloh Hun, sorry for a while.

    Jadi gak usah mikir ulang kalo ntar masuk HI trus dosennya kaya begini. Jadi mahasiswa abadi juga gapapa.
    Apa kabar kalo Junmen ngasih kuliah nanti? Selamat garuk tembok buat imajinasi termalang ㅋㅋ

  3. dessaysoy says:

    Astagaaaa ini couple selalu paling-paling kalo udah soal relationship
    Gemes banget gak paham lagi
    Tapi ini keren banget ceritanya
    Gereget, ya meskipun ada beberapa typo jadi baca dua kali dulu baru paham hihi
    Tak apa tapinya :3
    Keep writing~

  4. LEEDAESHI says:

    Kak, aku baca dr awal sampe hampir ending udah niat bgt cuma mau komen : INI MAKSUDNYA APA KAK? YANG AKU BACA INI APA KAK? KENAPA DENGAN JAEHEE KAK? KENAPA DENGAN DOSEN CAKEP ITU JUGA KAK? /pake capslock semua/
    Eh kejawab di bagian ending, mreka pasutri ternyata. Pantes lah. Jangan2 penganten baru makanya masih menggebu2 ㅋㅋㅋ
    Yang ‘nanti malam’ nya kapan dipublish kak? /dilempar kemenyan/

  5. cloudy cho says:

    Idiiihh, jebakan batman hahhaa.. diawal cerita bener” ga nyangka kalo endingnya bakal begitu.. singkat, padat, dan panas wkwkwk.. aahh,, belum selesai baca seriesnya couple ini.. Junhee jjang!!

  6. shinhyerim says:

    Jgn diprotect eonn, protect hati aku aja suhoppa hahahha *lah
    suka deh sama jaehee yg turn on duluan hihi
    Berasa ngebayangin suhoppa itu dosen cupu yg diganggu sm mahasiswi centil huhuuu~

  7. nayatiara says:

    o my god
    i thought it was an affair
    there was a lot of “no way!” running in my head when read it
    thnak god its not kekeke
    thank you for the hard work, waiting for the next one!!

  8. Lintang says:

    Hehehe ketemu lagi kak.sama aku 😀 aku ngubek ngubek google sama twitter dan aku nemuin blog ini 😀 alah kenapa harus end ? Kudu harus ada lanjutanya 😀 baru nemu Couple ini 😀 pengen terua baca

Leave a Reply to shinhyerim Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s