[KaiNa Piece] You Think

You Think

© IMA 2015

Kim Jongin — Lee Hana

Please kindly read Lee Hana’s profile before read this story

©INDAYLee’s staffs 2015

Tidak ada yang jauh lebih menyebalkan dibanding bertengkar dengan Kai tanpa alasan yang jelas seperti biasanya. Lelaki itu kembali tidak mengacuhkan Hana, mengabaikan semua chat yang dikirimkan olehnya dan menganggapnya tidak ada ketika main ke dorm. Tingkah Kai benar-benar membuat rasa kesalnya semakin menumpuk dan hampir meledak jika Suho tidak menahannya. Ia masih bertahan untuk menyukseskan rencana ulang tahun Jae Hee dan memilih untuk balas mengabaikan Kai juga.

Hingga hari ulang tahun Jae Hee tiba dan mereka semua memberikan kejutan pada gadis itu di kondominiumnya di China. Seluruh member bersama Chanra dan Nayeon tertawa bersama membahas banyak hal sementara Hana hanya duduk di sofa, tersenyum sesekali pada kekonyolan yang dibuat Baekhyun  di ruang tengah. Padahal ia dan Kai sudah bertemu sejak beberapa jam yang lalu, namun mereka tidak menegur satu sama lain dan bahkan belum ada yang berani membuka pembicaraan tentang insiden rencana ulang tahun Jae Hee.

Merasa tidak fokus pada pembicaraan di ruang tengah itu, Hana akhirnya beranjak dari sofa dan berjalan ke arah pintu balkon kondominium Jae Hee. Ia menggeser pintunya sambil melangkah kecil untuk berdiri di balkon sempit itu, melawan hembusan angin malam yang membuat tubuhnya sedikit menggigil.

“Kenapa diluar?” suara lembut seorang wanita membuat Hana terkesiap dan berbalik cepat ke arah Jae Hee –yang tersenyum di daun pintu balkon itu.

Hana tersenyum kaku. “Mencari udara segar, eonni.

“Mencari udara segar atau menghindari Jong In, eoh?” Jae Hee tersenyum geli saat melihat Hana yang salah tingkah di depannya, ia kemudian maju selangkah dan berdiri di sebelah Hana. Ia memperhatikan kehidupan malam di negeri tetangga itu sambil menghela napas panjang. “Aku minta maaf lagi ya, Hana-ya. Karena aku, kalian jadi bertengkar seperti ini.”

Mwoya~, ini bukan salah eonni. Aku kesal karena Jong In tetap tidak mau minta maaf padahal dia tahu kalau kejadian kemarin untuk ulang tahun Jae Hee eonni,” Hana mendengus kesal sambil melipat tangannya di depan dada.

Jae Hee terkekeh pelan mendengar nada menggerutu Hana yang terdengar lucu di telinganya. “Kau tidak mau minta maaf pada Jong In karena membuatnya salah paham?”

“Untuk apa? Chi, aku tidak akan mau minta maaf padanya,” balas Hana seraya memajukan bibirnya.

Aigoo, kalian ini, apa susahnya menurunkan gengsi sedikit untuk saling memaafkan satu sama lain? Aku jadi merasa semakin bersalah karena kalian sampai tidak mau bertegur sapa seperti ini,” Jae Hee menopang sikunya pada pagar pembatas balkon dan memasang ekspresi wajah sesedih mungkin.

Eonni, ini bukan salahmu. Wajar kalau kalian salah paham, tapi ‘kan Jong In yang harusnya minta maaf duluan. Aku hanya membuat rencana untuk ulang tahun eonni, kenapa aku yang harus minta maaf padanya?” Hana tetap bersikeras pada pendiriannya dan tidak menerima ucapan Jae Hee sebelumnya.

Jae Hee menggeleng pelan sambil menghela napas panjang. “Ya~, kalian ini sudah pacaran tiga tahun lebih. Tidak ada salahnya minta maaf duluan supaya menjaga hubungan kalian tetap baik, Lee Hana.”

“Tapi aku—.”

Dwaesseo. Kalau kau dan Jong In masih belum bisa berbaikan, aku akan merasa semakin bersalah,” ujar Jae Hee dengan nada pelan dan sedih, membuat Hana merasa tidak enak entah kenapa.

Ara, aku akan coba minta maaf nanti,” Hana akhirnya mengalah demi Jae Hee, mengulas senyum singkat pada wanita itu lalu mengikuti ajakan Jae Hee untuk kembali ke dalam.

Dari arah pintu balkon, Hana melihat Kai dan Joonmyun duduk di meja makan, terlibat perbincangan serius jika dilihat dari ekspresi keduanya. Hana mencoba menghiraukan keduanya dan kembali duduk di sofa, tepat di sebelah Chanra –yang sedang tertawa karena kebodohan kakaknya sendiri.

Lagi-lagi Hana tenggelam dalam pikirannya sendiri, memikirkan cara meminta maaf yang tetap tidak menjatuhkan gengsinya di hadapan Kai. Mungkin ia akan mengirim chat singkat lebih dulu dan menunggu lelaki itu membalasnya tanpa harus mengucapkan kata maaf. Lagipula Kai yang salah karena menuduhnya macam-macam dengan Joonmyun. Padahal Kai harusnya bertanya langsung saja daripada mengabaikannya selama beberapa minggu ini, lagipula Kai tahu bahwa ia tidak mungkin macam-macam dengan Joonmyun. Sekarang siapa yang salah? Masih Hana?

“Hana-ya, sepertinya aku akan menginap di sini. Kau mau pulang ke hotel atau bagaimana?” Chanra bertanya tiba-tiba sambil menepuk pelan paha Hana, membuat Hana menoleh cepat dan memfokuskan diri pada gadis itu.

“Aku?” Hana mengitarkan pandangannya pada seluruh member EXO yang mulai membereskan ruang tengah dan beberapa di antaranya bahkan merapikan diri bersiap untuk pulang. “Aku tidak bawa ponsel, Chanra-ya. Ponselku ditinggal di kamar hotel, jadi tidak bisa menginap di sini.”

Keurae?  Tapi kau tidak apa-apa tidur sendirian?”

“Sendirian? Memangnya Nayeon tidak pulang ke hotel juga?” tanya Hana heran dan ia melirik Nayeon yang sudah pulas tidur di ujung sofa dengan posisi meringkuk. “Gwenchana, tempat tidurku jadi lebih luas di sana.” lanjutnya sambil terkekeh pelan saat melihat tatapan sinis dari Chanra.

Sementara Chanra mengangguk pelan dan mengirim isyarat tangan membentuk O di belakang kepala Hana pada Chanyeol. Memberi tanda bahwa rencana mereka untuk membuat Hana di kamar hotel sendirian itu pun berhasil.

***

Perjalanan pulang kembali ke hotel terasa hening bagi Hana. Mereka menaiki dua mobil van, dan Hana memilih van yang tanpa Kai di dalamnya. Ia lebih memilih bersama Chanyeol, Chen, Xiumin, Kyungsoo, dan Lay di dalam van itu agar menghindari Kai sampai tiba dimana mentalnya sudah siap untuk meminta maaf pada lelaki itu. Ah dan perlu diketahui bahwa Joonmyun sepertinya sudah membuat rencana terselubung bersama Jae Hee karena menitipkan ponsel milik Kai padanya agar dikembalikan saat di hotel karena Kai pulang lebih dulu tadi.

Langkah Hana melambat sebelum mencapai pintu kamar hotelnya, memandangi seluruh member EXO yang dengan ekspresi lelahnya memasuki kamar masing-masing, membuat Hana mengurungkan niat untuk bertanya mengenai keberadaan Kai. Hana hanya bisa menghembuskan napas panjang sambil memasuki kamarnya, berniat untuk mengembalikan ponsel Kai besok pagi saja.

Tubuh Hana terhempas ke atas kasur, ia menatap langit-langit kamar hotelnya sambil mengingat sikap Kai padanya selama pesta ulang tahun Jae Hee tadi. Lelaki itu bahkan tidak meliriknya sama sekali, tertawa lepas bersama yang lain dan sepertinya tidak memikirkan masalah di antara mereka. Mungkin hanya Hana yang berpikir untuk minta maaf, bukan Kai. Lagipula apa yang diharapkan dari laki-laki seperti Kai yang pasti sama-sama memikirkan gengsi dan tidak peduli padanya.

Perhatian Hana teralihkan pada suara dering Katalk dari dalam tas slempangnya. Ia memiringkan tubuh untuk meraih tas slempangnya lalu mengeluarkan ponsel miliknya –dan milik Kai dari dalam sana. Pemberitahuan chat masuk itu berasal dari ponsel kekasihnya, tertera nama Lee Taemin di layar dan membuat kening Hana berkerut heran. Ia duduk bersila di atas tempat tidur sambil mengecek pesan Katalk di ponsel Kai itu.

Lee Taemin

Yah! Kau sudah lihat fotonya?

Tangan Hana dengan gatalnya membalas pertanyaan Taemin, tidak peduli bahwa ia memakai ponsel kekasihnya saat itu.

Foto yang mana?

Lee Taemin

Foto kita di W magazine, Jong In. Masa kau lupa -.- Sudah lihat belum?

Kening Hana semakin berkerut. W magazine? Kai bahkan tidak mengatakan apapun padanya akan melakukan pemotretan di sana bersama Taemin. Ah, Hana lupa kalau ia sedang perang dingin dengan Kai dalam beberapa minggu ini.

Ah yang itu, belum lihat. Kau punya fotonya?

Lee Taemin

Aku akan kirim ke sini.

.

.

.

“Sehun, kau lihat ponselku tidak?”

Sehun yang baru saja keluar dari kamar mandi dikejutkan dengan keadaan kamar yang berantakan dan ekspresi bodoh Kai yang tengah duduk di sisi tempat tidur. Ekspresi panik bercampur sedih terlihat jelas di wajah teman satu kamarnya –di hotel itu, membuat Sehun tidak bisa menahan senyum gelinya.

“Dasar pelupa. Kalau tidak hilang, rusak, kenapa tanganmu ajaib sekali sih, hyung?” gerutu Sehun sambil berjongkok di dekat kopernya dan mencari kaus tipis untuk dipakai tidur.

Kai menggaruk pipinya yang tidak gatal. “Coba telepon ponselku, Sehun-ah. Ini penting, aku harus menghubungi Hana.”

Tangan Sehun yang baru saja meloloskan kaus tipis menutupi tubuh polosnya itu sontak menoleh cepat ke arah Kai. “Menghubungi Hana? Akhirnya?” ujarnya dengan nada menggoda dan senyum geli yang membuat Kai malu setengah mati.

Aish, jangan banyak tanya, Sehun. Cepat telepon ponselku, sepertinya ketinggalan di kondominium Jae Hee noona,” protes Kai dan dibalas Sehun dengan kekehan geli. Sehun beranjak ke nakas dekat tempat tidur, mengambil ponselnya dan mencari nomor Kai di sana. Sambil melirik Kai melalui ujung mata, Sehun menunggu nada sambungnya di angkat oleh seseorang di seberang sana.

“Halo? Hyung apa—eh, Hana?”

Tubuh Kai sontak menegang dan mendekat ke arah Sehun, berusaha meyakinkan pendengarannya –dengan nama yang baru saja di sebut Sehun. Namun yang didapatinya adalah ekspresi wajah Sehun yang memucat, membuat  Kai mengerutkan kening heran. Hingga sedetik kemudian Sehun menjawab ‘Iya’ dan menurunkan ponselnya kembali.

“Apa yang kau lakukan pada Hana, hyung?” tanya Sehun pelan seraya menoleh ke arah Kai, masih dengan wajah pucatnya.

“Aku kenapa? Kita memang sedang perang dingin sih, tapi aku tidak melakukan apa-apa pada Hana,” jawab Kai cepat, namun Sehun hanya menggelengkan kepalanya.

“Kau yakin? Err, Hana terdengar sangat marah tadi. Dia bilang tidak mau bertemu denganmu lagi,” Sehun meneguk ludah gugup seraya menguap bagian belakang kepalanya sendiri.

Wae wae? Memangnya salahku sebesar itu sampai dia tidak mau bertemu lagi? Ya, Oh Sehun, jangan bercanda,” Kai mengguncang lengan Sehun dengan nada setengah merajuk.

Sehun menarik tangannya dari cengkeraman Kai lalu menggeleng. “Kurasa kau harus minta maaf secepatnya. Aku serius.”

Nada bicara Sehun yang tidak main-main membuat Kai bergidik ngeri. Ia segera beranjak dari tempat tidur lalu melangkah ringan keluar dari kamar. Begitu menutup pintu, ia berpapasan dengan Chanra dan Nayeon yang tengah terkikik geli entah karena apa. Sebelah alis Kai terangkat, seingatnya kedua wanita itu satu kamar dengan Hana dan akan menginap di rumah Jae Hee.

“Kenapa kalian ada di sini?”

Omo!” pekik Nayeon seraya menghentikan langkahnya dan menatap Kai dengan ekspresi kagetnya. “A-ah, ada yang tertinggal. Kita baru mengambilnya dari kamar, annyeong.

Tanpa sempat membalas apapun kedua wanita itu berjalan cepat meninggalkan Kai hingga berbelok di koridor. Kai mengendikkan bahu tak acuh lalu melanjutkan langkahnya menuju pintu kamar –yang berjarak beberapa pintu dari kamarnya, letak kamar Hana yang diketahuinya dari Joonmyun tadi. Sebenarnya ia memang berencana meminta maaf lebih dulu saat pulang ke hotel karena sadar sikap dinginnya pada Hana selama ini. Ia harusnya percaya pada Hana dan tidak langsung berprasangka buruk pada kekasih dan hyung-nya sendiri.

Dan ia tidak tahu apa yang membuat Hana menjadi marah –seperti apa yang Sehun jelaskan tadi.

Langkah Kai terhenti di depan pintu kamar Hana, ia menggaruk pipinya yang tidak gatal sebelum berdehem pelan dan mengetuk pelan pintu kamar kekasihnya.

“Lee Hana, buka pintunya,” bisik Kai, namun tidak terdengar jawaban apapun dari balik pintu. Ia kembali mengetuk lebih keras. “Hana?”

“Mau apa ha?! Pergi!”

Kai memundurkan kepalanya, sedikit kaget dengan teriakan Hana dari balik pintu yang –anehnya bisa terdengar keluar. Tidak terdengar suara apapun setelah itu, dengan ragu Kai kembali mendekat dan siap mengetuk lagi ketika pintu di depannya terbuka. Menampilkan sosok Hana dengan rambut berantakan, wajah memerah, dan tidak lupa dengan ekspresi marahnya.

“Mau apa?” tanya Hana dingin.

Kai melihat kanan kiri, memastikan tidak ada orang selain body guard di ujung lorong lalu mendorong Hana cepat-cepat masuk ke kamar. Walaupun memberontak dan berteriak, Kai tetap mendorong gadisnya ke dalam sambil menutup pintu dengan kakinya. Hana langsung melepaskan diri dan memalingkan wajahnya ke arah lain sambil melipat tangan di depan dada.

 “Waeyo?”

“Kau masih tanya kenapa?!” sembur Hana cepat, membuat kening Kai berkerut heran.

“Aku mau minta maaf, Han-ah,” Kai berusaha mendekat namun Hana malah mundur semakin menjauhinya.

“Telat. Pintu maafnya sudah aku tutup beberapa menit yang lalu,” balas Hana ketus, masih tidak mau menatap Kai.

Perlu dijelaskan kenapa Hana bisa sekesal dan semarah itu?

Jika ada kejadian yang paling buruk dari bagian liburan musim panas Hana, mungkin ia akan menandainya di hari itu. Di saat ia sudah mulai tenang dan mau minta maaf, Hana harus menahan rasa kesal di kerongkongannya karena foto-foto yang dikirim oleh Taemin beberapa menit yang lalu. Hasil foto W Magazine yang berisi Taemin, Kai, dan Krystal. Rasa panas membakar sesuatu dalam diri Hana ketika melihat foto Kai bersandar pada dada Krystal di atas tempat tidur, walaupun ada Taemin yang juga tidur di atas paha Krystal, namun perhatiannya hanya terfokus pada kekasihnya.

Perlu ditekankan bahwa kepala Kai bersandar tepat di dada Krystal.

Dada. DADA!

Kalian pasti tahu apa yang dimiliki wanita yang digunakan Kai untuk bersandar di foto itu.

Belum lagi foto kedekatan keduanya yang tengkurap bersebelahan dengan jarak dekat di atas kursi serta tangan Kai yang bermain kemana-mana. Dan sialnya itu hanya bagian dari photoshoot majalah, namun bisa membuat mood Hana berubah seketika. Ia harusnya sudah terbiasa dengan resiko foto-foto seperti itu, namun ia tetap merasa kesal saat melihatnya.

Dan kenapa harus Krystal lagi? Sudah cukup kesalahpahaman karena selca editan Kai dan Krystal yang membuatnya kalang kabut dulu, atau foto teaser f(x) –pose berpelukan Kai dan Krystal ketika mereka sedang break dulu. Ah Hana lupa kalau mereka berdua memang tampan dan cantik, sama-sama menjadi visual  di grup, dan apapun yang memakai foto mereka berdua akan laku di pasaran.

“Pulang saja sana,” Hana berbalik kembali ke tempat tidur lalu menenggelamkan diri ke dalam selimut.

Ya, Han-ah. Wae? Aku mau minta maaf, ini serius, aku—,” ucapan Kai terhenti di udara ketika menyadari bahwa ia baru saja menginjak sesuatu yang keras. Ia menunduk dan mendapati sebuah ponsel tergeletak di atas karpet dengan bagian atas layar yang retak, seperti habis membentur sesuatu dengan keras.

Tunggu.

Itu adalah I-phone 6 plus miliknya.

“Han-ah.”

Mwo?!  Keluar dari kamarku!”

Kai mengambil ponselnya dari karpet, memandangi retakan besar di layarnya lalu menghela napas dalam-dalam. “Apa kau melempar ponselku tadi?”

Hening.

Sosok Hana di balik selimut tidak bergeming setelah Kai bertanya seperti itu. Hana meneguk ludah gugup sambil memejamkan matanya rapat-rapat, takut jika Kai berbalik marah padanya. Sungguh, Hana tidak sengaja melempar ponsel Kai ke dinding tadi. Sungguh! Ia sebenarnya mau melempar bantal saja, namun ponsel Kai yang masih berada di genggamannya ikut terlempar dan membentur dinding.

“Lee Hana.”

Nada rendah dan dingin milik Kai itu membuat Hana bergidik. “Jangan mendekat! Kalau belum tahu salahmu apa jangan mendekat!” pekiknya sambil merapatkan selimut yang menutupi tubuhnya.

Langkah Kai kembali terhenti, ia membuka kunci ponselnya –dan merasa beruntung ponselnya masih hidup dan utuh walaupun retak— lalu membuka chat masuk dari Taemin yang belum dibuka. Ia membaca banyak sekali chat yang dikirimkan Taemin. Untuk Hana.

Lee Taemin

Hana! Maafkan aku!

Lee Hana.

Aku tidak tahu kalau kau sedang memegang ponselnya Jong In.

Hana.

Jangan marah… L

Itu hanya pemotretan, ara?

Hey. Lee Hana.

Sebelah alis Kai terangkat lalu menscroll ke atas ruang obrolannya di Katalk bersama Taemin. Hingga ia menemukan deretan foto di sana. Ah, hanya hasil pemotretan di W magazine bersama Taemin dan Krystal waktu itu. Lalu dimana letak kesalahan—oh tidak, kenapa foto itu ada di sana?

“Enak, ha? Apa rasanya empuk bersandar di sana?” sindir Hana dari balik selimut. “Tidur-tiduran dengan jarak dekat di kursi dan tempat tidur, enak ‘kan dekat-dekat dengan orang cantik seperti Krystal?”

“Kau marah karena ini?” tanya Kai aneh.

Kenapa masih tanya! Kim Jong In bodoh! Rutuk Hana sambil menggigit bagian dalam bibirnya, menahan rutukan yang bisa keluar menjadi teriakan heboh nanti.

“Apa harus melempar ponselku sampai retak seperti ini? Ya! Lee Hana! Keluar dari dalam selimut sekarang juga!” Kai cepat-cepat berdiri di dekat tempat tidur dan menarik selimut yang menutupi tubuh gadisnya. Namun tenaga Hana lebih kuat dan tetap menarik balik selimut itu. “Han-ah!”

“Tidak mau! Itu balasannya karena kau mendiamkanku dan malah photoshoot mesra dengan Krystal!” balas Hana tak mau kalah masih sambil berusaha menarik selimut yang menutupinya.

Kai menghentikan pergerakannya sambil mendengus pelan. “Lee Hana. Kalau kau tidak mau keluar sekarang, aku akan….”

Pandangan Kai mengedar ke sekeliling kamar hingga terhenti pada ponsel Hana yang tergeletak di atas nakas. Ia menyeringai pelan lalu mengambil ponsel Hana. “Melempar ponselmu ke dinding juga agar sama seperti ponselku.”

ANDWAE!” Hana cepat-cepat bangkit duduk di atas tempat tidur sambil membuka selimut, sepasang matanya langsung tertuju pada Kai yang tengah memiringkan kepala dengan sebelah tangan –berisi ponselnya terangkat ke udara ditambah ekspresi serius. Hana mengatur ekspresi wajahnya menjadi marah kembali seraya memalingkan wajah ke arah lain.

Sudah seringkali Kai menghadapi Hana yang cemburu, namun baru kali ini mendapati kebrutalan Hana sampai melempar ponselnya ke dinding karena kecemburuan itu. Lucu rasanya karena Hana masih gengsi mengakui rasa cemburunya dan bersikap jual mahal, menyalahkan sikap dinginnya tanpa mau berkaca siapa yang salah di antara mereka.

“Memangnya hanya aku yang salah?” Kai akhirnya duduk di sisi tempat tidur, menghadap Hana –yang masih memalingkan wajah ke samping, menghindari kontak mata dengannya. “Ya. Kau duluan yang memulai perang ini.”

“Perang apa?! Kau yang tiba-tiba bersikap dingin dan mendiamkanku di dorm waktu itu!” protes Hana sambil membulatkan kedua matanya, menahan emosi yang hampir meledak karena tuduhan Kai yang dilayangkan padanya.

Ya! Tapi kau yang bohong duluan waktu itu, Han-ah! Kau bilang mau pergi summer camp, tapi apa? Kau malah pergi dengan Joonmyun hyung membeli cincin untuk Jae Hee noona,” Kai lagi-lagi menyalahkan Hana atas semua permasalahan di antara keduanya. -.-

“Sudah tahu cari hadiah kenapa tidak minta maaf?” tembak Hana dengan sebelah alis terangkat, dan bibir sedikit maju, setengah merajuk.

“Kau yang harusnya minta maaf karena membohongiku, Han-ah.”

“Kenapa tidak menegurku duluan?”

“Kenapa aku? Aku sengaja bersikap dingin agar kau sadar.”

Chi, kau yang berpikiran macam-macam, menuduhku selingkuh dengan Joonmyun oppa. Memangnya aku tidak tahu?”

“Itu karena kau bohong. Sekarang bagaimana aku tidak berpikir macam-macam kalau kalian sama-sama bohong, tapi ternyata berdua di tempat yang sama?”

Hening kemudian menyela perdebatan panas itu. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan napas terengah, mengabaikan hawa panas yang berpendar dari tubuh masing-masing. Hana yang pertama kali memutuskan kontak mata dengan menundukkan kepala sementara Kai menoleh ke samping, memperhatikan jendela kamar Hana yang menampilkan langit malam kota Beijing. Ternyata ada perasaan lain yang lebih mendominasi selain rasa kesal dan marah di dalam diri masing-masing setelah saling menatap tadi.

Kai merindukan Hana, begitu pun sebaliknya.

Mianhae.

Satu kata yang diucapkan bersamaan oleh Kai maupun Hana itu pun berhasil memecahkan dinding es yang memisahkan keduanya selama ini. Kai berdehem pelan, menoleh kembali ke arah Hana lalu tersenyum geli saat melihat Hana yang masih menundukkan kepala dengan penuh rasa bersalah. Ia mengangkat tangannya untuk menepuk pelan puncak kepala gadisnya.

“Aku salah, Han-ah. Mianhae.

“Aku juga, kkaman. Mianhae,” Hana melengkungkan bibirnya ke bawah, membuat ekspresi cemberut dengan tatapan sedih. Begitu mengangkat kepala, jantungnya tiba-tiba saja berdetak di luar kendali saat bisa melihat wajah Kai dengan jelas. Dan sepertinya ia sudah sangat lama tidak bertemu kekasihnya karena lelaki itu semakin bertambah tampan di matanya. “Aku boleh peluk, tidak?”

Pertanyaan bodoh dengan ekspresi polos milik Hana membuat Kai menahan tawa gelinya. Kenapa ia bisa mendapat kekasih bipolar yang bisa berubah 180o hanya dalam beberapa detik? Sebelumnya marah-marah, gengsi, dan keras kepala namun bisa berubah menjadi seseorang yang melankolis dan manja detik berikutnya.

“Tidak boleh,” canda Kai dan berhasil membuat bibir Hana sedikit mengerucut. Ia tertawa geli sambil beringsut mendekat, menarik kepala Hana hingga bersandar di dadanya dan membiarkan lengan Hana melingkar di pinggangnya. Rasanya ia begitu merindukan Hana dan merasa bodoh karena mengabaikan gadis itu selama ini.

Gibun joha,” gumam Hana pelan, masih sambil menikmati irama detak jantung Kai dan aroma tubuh lelaki itu. “Aku tidak benci Krystal. Tapi aku benci melihat kalian di dalam frame yang sama.”

Ara ara, aku tidak akan membuatmu cemburu lagi kalau tahu kekuatan lemparanmu bisa membuat layar ponselku retak, Han-ah,” balas Kai setengah bergurau, sontak mendapat cubitan kecil di pinggang yang malah membuatnya tertawa geli.

Hana menghembus napas kesal namun tetap tidak mau melepaskan pelukan hangat yang sangat dirindukannya itu. Lagipula ia yang minta pelukan itu lebih dulu dan tidak mau melepaskannya lebih dulu juga. Ia menyukai dada bidang Kai yang menjalarkan rasa hangat ke seluruh tubuhnya.

“Han-ah?”

Eoh?”

“Apa kau akan mengganti ponselku nanti?”

.

HP JONGIN SERIUSAN RETAK INI

HP JONGIN SERIUSAN RETAK INI! HAHA  ↑↑↑

.

CUT

Tebak siapa yang kembali yesh

Sorry pendek, bakal sering apdet lagi kok 🙂

Annyeong~ Kecup basah dari jongin dan taeoh buat kalian yang masih setia nungguin cerita di IDL :* :* :*

Regards,

IMA ♥

66 thoughts on “[KaiNa Piece] You Think

  1. Dira says:

    Akhirnya wonni update!! hurraayyyy^^ Aku kira hpnya kai retak di ff doang ternyata beneran yak’-‘ wkwkwk Kaina lucuuuuu makin so sweet ih, keep writting eon^^

  2. serlia says:

    Bukannya cuma Hana aku juga kesel plus sedih banget pas liat hasil photoshotnya. Huhuhu~ Pasangan ini tuh suka ribut tapi akhir-akhirnya mah baikan lagi. Mungkin ini yaa yang bikin cerita KaiNa itu menarik. Jadi kalo mereka lagi marahan itu udah biasa. Hihi

  3. Jung Hyun Mi says:

    Ngakakkkk gilaaa
    wkwkwk
    kirainn boongan retaknya taunya beneran
    HAHAHAHAHAHAH
    makin sini makin mikir gimana kalo taunya cerita kaina ini emang real ada di jongin hahaha
    yaammpunn kangen banget sama kaina

  4. witakim says:

    seriusan hp jongin retak? atau cuma di ff doang? padahal aku pingin liat reaksi member exo+pasangannya waktu liat kaihana baikan lho.. eh kok udah selesai aja… tp keren tadi marahnya si hana… ayo kawan certia selanjutnya aku tunggu….

  5. ohsandal says:

    aaaaa super terlambat bacanya +_+ baru tau ada update setelah iseng cek acc twitter. huhu kenapa sih kalian gemea gini haha cemburu aja gengsi bilang sayang lebih gengsi. syukur udah akur ia jangam ada salah paham dalam waktu dekat dulu ia mesra mesra aja dulu. ih mau dong tar ada kaina edisin kai sama teoh ^^

  6. Princess bikini pink says:

    Aahhhhh nunggu-in bgt ff KAINA :* mksh k udah di lanjut :*

    makin sweet (y) makin Like makin dan makin apalah apalah heehehehe

    pantas saja aku ingin sekali baca ulang ff KAINA ternyata ada yg baru hehehe

    always waiting karya ff-nya tentunya hehehe

  7. Song Hyun In says:

    Knp kk tdk ksh pict yg fotonya kai taemin dan krystal di W magazine itu ckckck kn yg baca biar tmbh vanas hehehe

    loh ? Loh ? Ko diakhirnya ada kata kiss dari taeoh juga ?? 😮 waahhh kk spertinya sedang terserang syndrom Oh ! My Baby ! Yg dibintangin KAI yaaa ckckcckk

  8. flo says:

    Kak jgn gegra foto W kore jdi benci krystal yaaa krystal my biasa f(x) smua bias aku loo.
    Iya ciw tu bang jongin untng nyandarr lengkeeet jerit2 juga . Namanya kerjaaan ._.aaa

  9. dyndrakm says:

    Wkwkwkw astagaa seriusan aku yg cewe aja ngeliat hana itu lucu bgt kl lg cemburu gt gimana jongin yang ngeliat ya wkwkwkw minta dicium tuh pasti/loh wkwkwk makin sweet ya pls jgn galau2 duluuuu kakkkㅠㅠㅠ aku masih menikmati kelucuan dan kebersamaaan kaina nya wkwkwkwkw mereka terlalu lucu ♡♡ gakuat akhhh wkwkwkw iyasih yg photoshoot ama krystal itu agak errrr…… bikin bete walaupun aku suka krystal tp aku bete ajaa wkwkwkw bayangin aja gmn si hana bete nya pasti bete maxxx itu wkwkwkwkw sabar han jongin emg gt wkwkwkw tp kasian jugasih jongin hpnya ampe retak gt wkwkwk beliin lg han kasian keep writing kak ima^-^

  10. syafirasl says:

    hahaha..kasian banget sama henpon-nya jongin padahal dia gak salah apa apa
    Keren kamu kak bisa terinspirasi dari sebuah foto kaya begitu

  11. rahsarah says:

    wow ampe retak gtu hpnyaaa daebak si hana ngelemparnyaaa
    bener2 ini bocah dua gengsinya tinggi banget tapi untungnya baikkan lagi. lucu bnget hana minta peluk

Leave a Reply to ohsandal Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s