[HanMyun] Untold Plan

untoldplan

© IMA 2015

Kim Joon Myun (SUHO) — Lee Hana

Kim Jong In (KAI) — Oh Jae Hee

[KaiHee] Secret Affair

Please kindly read Lee Hana’s profile before read this story

[HanMyun] Untold Plan

Ada satu hari dimana Hana merasakan hidupnya benar-benar membosankan karena hanya pergi kuliah dan pulang ke apartemen. Semua jadwal Kai sedang mencekik dan ia sangat jarang saling berkirim chat dengan laki-laki itu akhir-akhir ini. Walaupun terkadang merasa kesepian, Hana tidak akan memaksa Kai membalas pesannya. Kekasihnya itu pasti lebih memilih untuk tidur di sela kesibukannya daripada membalas chat atau mengunjunginya.

Libur musim panas sudah mulai tiba dan di hari pertama liburannya Hana hanya bergelung di atas tempat tidur. Mengecek twitter dan instagram miliknya untuk mencari berita mengenai EXO serta kekasihnya. Ia hanya tertawa pelan ketika sadar bahwa jadwal Kai jauh lebih padat, bahkan bisa pergi ke luar Korea dua kali dalam seminggu.

Suara bel membuat Hana menggeram malas, ia menurunkan ponselnya dan mendengarkan sekali lagi bel yang berbunyi. Sepertinya Ha Jin sudah pergi kerja, karena biasanya wanita itu yang selalu membukakan pintu untuk tamu di pagi hari. Namun suara bel yang terus berbunyi menandakan bahwa ibunya sudah tidak ada di sana.

Dengan malas Hana beranjak turun dari kasur, memakai sandal rumah miliknya sebelum melangkah gontai menuju pintu kamar. Sebelum membuka pintu depan, ia memastikan sosok tamunya di layar intercom lalu mengernyit heran saat menemukan Joonmyun berdiri di sana. Tanpa menunggu lama, Hana segera membuka pintu apartemennya lalu melemparkan tatapan heran pada lelaki itu.

Oppa? Kenapa datang sepagi ini?” tanya Hana memastikan seraya mengucek kedua matanya.

“Pagi? Aigoo, dasar pemalas. Ini sudah jam sebelas siang, Hana-ya,” Joonmyun menggelengkan kepala sambil tersenyum kecil. Ia kemudian mengikuti langkah Hana ke dalam apartemen –setelah dipersilakan tentu saja.

Joonmyun duduk di sofa ruang tengah apartemen Hana, pandangannya mengedar ke seluruh sudut apartemen yang sudah lama tidak dikunjunginya. Biasanya ia akan datang ke sana ketika Hana membutuhkannya –untuk bercerita masalah mengenai Kai. Tapi setelah kedatangan ibunya dan kedua kakak laki-lakinya kembali ke Korea, mereka hanya akan berbicara di media sosial. Tapi tidak sesering dulu karena Hana sepertinya sedang sibuk dengan dunia perkuliahan.

“Ini masih pagi kalau sedang liburan musim panas,” ujar Hana seraya meletakkan satu gelas air di atas meja ruang tengah lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa tepat di sebelah Joonmyun.

“Kau sama saja seperti Jong In. Pemalas,” ucapan Joonmyun membuat Hana memajukan bibirnya dan entah kenapa ia merindukan sosok Hana –yang sudah ia anggap seperti adik sendiri itu.

“Dia yang lebih pemalas. Membalas chatku saja tidak mau,” Hana masih memajukan bibirnya ketika mendengar suara kekehan Joonmyun di sebelahnya.

“Kalian masih sama saja, eoh? Aigoo, aku heran kenapa pasangan dengan gengsi setinggi langit seperti kalian masih bisa bertahan sampai sekarang,” ujar Joonmyun seraya menggelengkan kepalanya.

Hana menghembuskan napas pelan lalu mengendikkan bahu. “Tidak tahu. Kenapa aku masih mau jadi pacarnya, ya?”

Ya! Aku hanya bercanda, Hana-ya. Awas kalau kalian sampai putus lagi seperti waktu itu,” protes Joonmyun sambil mencubit pipi Hana dengan gemas. “Kalian sama-sama merepotkan.”

Arasseo,” Hana kembali mendengus, kali ini ia melipat tangan di depan dada dan mengubah kakinya menjadi bersilang di sofa sambil memutar posisi menghadap Joonmyun. “Kenapa tiba-tiba datang ke sini? Oppa mau memberitahu sesuatu?”

Terlihat Joonmyun yang menghela napas panjang mendengar pertanyaan Hana. Sebenarnya ia malu meminta tolong pada Hana seperti itu. Tapi Jae Hee sedang dekat dengan Hana akhir-akhir ini, jadi ia akan lebih mudah mencari sesuatu yang disukai atau dibutuhkan kekasihnya dari Hana. Serta membantunya merencanakan kejutan ulang tahun untuk Jae Hee.

“Jae Hee sebentar lagi ulang tahun,” Joonmyun memulai intro dari maksud kedatangannya ke sana. Ekspresi Hana masih sama seperti sebelumnya dan ia memutuskan untuk melanjutkannya kembali. “Kau tahu apa yang Jae Hee mau sekarang ini?”

Eumm,” Hana mengetuk jemarinya ke dagu, berpikir keras tentang percakapannya dengan Jae Hee beberapa hari lalu.

“Atau yang Jae Hee butuhkan?”

“Tidak ada. Eonni sedang sibuk dengan usahanya, jadi dia tidak cerita apapun selain kemajuan clothing linenya,” jawab Hana cepat lalu kembali melipat tangan di depan dada.

Kembali helaan napas panjang keluar dari bibir mungil Joonmyun. Padahal ia tidak pernah kesulitan dalam mencari hadiah untuk seorang wanita selama ini. Tapi ia tidak mungkin memberikan kado yang sama setiap tahun untuk wanita yang dicintainya. Ia ingin memberikan kejutan sekaligus hadiah istimewa untuk Jae Hee di ulang tahunnya yang ke 25 tahun ini. Di dorm tidak ada yang bisa ia ajak kerjasama mengenai masalah wanita, karena mereka semua pasti akan meledeknya habis-habisan. Yang ada di pikirannya beberapa hari ini hanya Hana dan berharap gadis itu mau membantunya untuk Jae Hee.

“Kau mau membantuku cari hadiah untuk Jae Hee?” tanya Joonmyun tiba-tiba.

“Memangnya oppa sudah tahu mau membeli apa untuk eonni?” pertanyaan skak mat dari Hana yang membuat Joonmyun kembali terdiam.

“Tahun ini dia 25 tahun. Aku mau membeli sesuatu yang istimewa dan bisa membuat Jae Hee merasa istimewa juga,” papar Joonmyun. Kedua matanya memperhatikan Hana yang tengah berpikir keras, terlihat dari kerutan yang muncul di kening gadis itu. Sudut bibir Joonmyun tertarik ke atas ketika menyadari ekspresi lucu Hana ketika sedang berpikir seperti itu.

Hana berusaha mengesampingkan kebodohannya dan menggali bagian terdalam otaknya untuk mendapatan jawaban atas ucapan Joonmyun. Istimewa. Istimewa. Yang membuat Hana merasa istimewa selama ini ketika Kai memberikan sesuatu yang tidak akan bisa dilupakan olehnya. Atau mungkin sebuah benda yang bisa menyimbolkan perasaan cinta dan bisa dipakai setiap hari entah sampai kapan. Hingga tangan Hana kemudian meraba lehernya sendiri, tempat dimana kalung yang diberikan Kai masih terpasang di sana. Kalung berbandul gajah dan berinisial H yang dibelikan Kai saat pergi ke Thailand tahun 2012 silam, ia masih memakainya sampai sekarang.

“Kalung?” tanya Hana tiba-tiba, membuat sebelah alis Joonmyun terangkat.

Namun Joonmyun menggeleng pelan. “Dia pasti akan melepasnya kalau tidak cocok dengan baju yang dipakai.”

“Cincin?”

Kali ini Joonmyun memberikan apreasiasi tertingginya untuk Hana karena bisa berpikir brilian dalam waktu yang singkat. Ia mencubit kedua pipi Hana sambil tersenyum lebar, mengagumi kepintaran Hana yang bisa keluar di saat terdesak. “Ide yang bagus, Hana!”

“Aduh, pipiku sakit, oppa,” Hana cepat-cepat mendorong tangan Joonmyun dari pipinya, namun lelaki di hadapannya itu malah tertawa pelan.

“Kau harus mengantarku untuk memilih cincinnya,” ujar Joonmyun dengan senyum lembut di bibirnya. Ia mulai membayangkan bagaimana ekspresi senang Jae Hee ketika ia membuatkan kejutan dengan cincin sebagai hadiahnya.

Call!” jawab Hana antusias.

“Tapi tidak boleh ada yang tahu tentang rencana ini bahkan Jong In sekali pun. Kau tahu seberisik apa anak-anak di dorm, eoh?” ucapan Joonmyun hanya dijawab oleh anggukan antusias oleh Hana. Gadis itu melebarkan senyumnya sambil mengaitkan kelingkinya dengan kelingking Joonmyun untuk mensahkan perjanjian mereka.

***

June 14th, 2015

03.21 PM KST

Kebingungan melanda Hana ketika harus mencari alasan agar Kai tidak bertanya macam-macam mengenai kesibukannya. Joonmyun lebih sering datang ke apartemennya untuk berdiskusi masalah Jae Hee dan Hana harus lebih sering berbohong pada Kai juga. Kai selalu ingin datang ke apartemen atau terkadang memintanya datang ke dorm, tapi Hana selalu mengelak. Dan hari ini beruntung Joonmyun tidak datang karena Kai tiba-tiba saja berada di ruang tengah apartemennya –saat Hana pulang dari kantor Jiho.

Ekspresi Kai terlihat tidak baik sore itu.

“Kenapa tiba-tiba datang? Kenapa tidak menghubungiku dulu?” tanya Hana, menghampiri Kai yang tengah tidur-tiduran di sofa sambil menonton televisi.

Kai menolehkan kepalanya untuk menatap Hana lalu segera mengubah posisinya menjadi duduk. “Kau pasti selalu bilang sibuk kalau aku mau datang. Aku menunggumu seharian supaya kau tidak menghindar lagi.”

Hana hanya menghela napas panjang, maklum dengan sikap kekanakkan Kai yang kadang membuatnya kesal. Mungkin setelah ini ia akan mengubah password apartemennya sementara waktu agar Kai tidak bisa masuk seenaknya seperti itu.

“Aku sibuk mengurus summer camp di kampus,” jawab Hana dingin lalu melangkah ke dapur untuk mengambil minum.

Summer camp? Kau mau pergi summer camp?” tanya Kai heran pada sosok Hana yang kembali dari dapur dan duduk di sebelahnya.

Eoh. Aku mau minta izin padamu. Summer campnya di Kangwon-do selama dua minggu, boleh ‘kan?” tanya Hana seraya melebarkan senyum polosnya –yang selalu berhasil membuat orang-orang luluh. Semoga Kai tidak bisa membaca kebohongannya.

Jantung Kai berdegup semakin kencang saat melihat senyum polos gadis itu. Ia susah payah mencuri waktu agar bisa mengunjungi gadisnya, namun sore itu ia malah mendengar kabar yang jauh lebih buruk dari sekedar sibuk. “Kegiatannya wajib? Di tempatnya ada sinyal telepon ‘kan?”

“Itu kegiatan wajib dari setiap klub, jadi aku harus ikut. Tidak tahu, katanya sedikit susah sinyal,” Hana kali ini mengulas senyum simpulnya, masih berharap Kai mengerti dengan keadaannya.

Kai menghela napas panjang seraya mengalihkan tatapannya kembali ke televisi. Dua minggu tanpa berkomunikasi dengan  Hana bisa membuatnya gila. “Boleh. Tapi kau harus mengirim chat kalau dapat sinyal, ara?”

Arasseo. Tapi kau jangan menunggu, sepertinya banyak kegiatan di summer camp ini jadi aku tidak janji akan ingat mengirim chat padamu,” ucap Hana lalu terkekeh pelan saat Kai melemparkan tatapan sinis padanya.

Walaupun terkadang Kai malas membalas pesan Hana di sela kesibukannya, ia memiliki alasan tersendiri untuk itu. Jika memiliki waktu luang yang banyak, ia baru mau menghubungi Hana dan meminta bertemu atau sekedar berkirim chat yang panjang untuk mengobati rasa rindunya. Selama ini tidak pernah ada yang memberikan efek sebesar itu pada hidupnya selain Hana. Gadis itu bisa membuat hidupnya jungkir balik hanya karena tidak membalas pesannya.

Tatapan Kai tidak lepas dari sosok Hana yang sibuk memainkan ponsel di sebelahnya. Kejadian di LA waktu itu masih terekam jelas di dalam kepala Kai, membuat darahnya berdesir dengan cepat ketika mengingatnya. Padahal ia selalu menahan diri agar tidak melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman dengan Hana. Walaupun kejadian malam itu membuatnya senang, ia merasa bersalah karena hampir melewati batas dan bisa saja mematahkan kepercayaan gadis itu. Ia tidak sanggup membayangkan jika Hana tidak memercayainya lagi.

“Aku harus menyiapkan bajunya sekarang. Kau masih mau di sini?” tanya Hana seraya menoleh dan mengunci tatapan matanya dengan tatapan elang kekasihnya.

“Siapkan saja. Aku masih mau menonton di sini,” jawab Kai lalu Hana beranjak dari sofa meninggalkannya memasuki kamar. Sampai detik itu ia masih heran kenapa ia selalu membutuhkan Hana di sampingnya.

***

June 18th, 2015

06.21 PM KST

Rasa bersalah tidak pernah hilang dari dalam dada Hana sejak ia berbohong mengenai kegiatannya di summer camp. Padahal ia hanya berdiam diri di apartemen, menunggu kabar selanjutnya dari Joonmyun mengenai kejutan untuk Jae Hee. Malam itu ia sudah membuat janji dengan Joonmyun untuk mengantar ke salah satu shopping mall dan mencari hadiah untuk Jae Hee di sana. Dengan memakai skinny jeans dan sweater rajut berwarna pink  yang sedikit longgar, Hana menunggu Joonmyun menjemputnya di basement gedung apartemen.

Sesekali Hana melirik ke kanan kiri, memastikan bahwa tidak ada satu pun member atau manajer EXO yang memergokinya di sana. Ia mengetuk ujung sepatu ketsnya dengan gelisah menunggu kedatangan Joonmyun. Tiba-tiba saja ia merasa seperti seseorang yang akan berselingkuh dari kekasihnya -.-

Suara deru mesin mobil terdengar semakin jelas dan Hana menyadarkan dirinya sendiri saat melihat mobil itu mendekat. Berhenti di depannya lalu tanpa berlama-lama lagi ia segera membuka pintu dan duduk di samping Joonmyun –yang duduk di balik kemudi.

“Kau terlihat panik, Hana-ya.”

“Aku takut ketahuan member EXO,” Hana menghembuskan napas pelan ketika Joonmyun mulai melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir basement gedung apartemen mereka. “Selama dua minggu ini Jong In tidak akan menggangguku. Aku bilang pergi ke summer camp selama dua minggu, jadi akan susah dihubungi.”

Summer camp? Kau serius?” tanya Joonmyun tidak percaya. “Kukira kau hanya bilang sibuk atau apa.”

“Aku risih -.- Bagaimana kalau Jong In tiba-tiba datang saat kau ada di apartemenku? Bocah itu tidak pernah meminta izin untuk datang karena tahu password apartemenku. Hanya cara ini yang bisa digunakan supaya dia tidak seenaknya mendatangiku,” papar Hana dengan nada jengkel di setiap kalimat yang meluncur.

Joonmyun terkekeh pelan, tidak tahan melihat kepolosan Hana –untuk menghindari kekasihnya sendiri. “Arasseo. Tapi kau harus hati-hati, ara? Aku juga sedang menghindari Jae Hee akhir-akhir ini. Semoga dia—.”

Ucapan Joonmyun menggantung di udara ketika terdengar suara dering ponsel. Ia melirik ponselnya yang berada di atas dashboard, berdering dengan keras menandakan telepon masuk dari Jae Hee. Ia memasangkan headset ke telinganya sebelum menjawab telepon gadis itu.

Ne, Baby…”

Kening Hana berkerut begitu mendengar sapaan mesra Joonmyun untuk Jae Hee yang membuat perutnya terasa geli. Ia tidak bisa membayangkan jika Kai memanggilnya seperti itu, pasti membuat bulu kuduknya merinding.

”Sayang, maaf, maaf, aku tidak sempat memberitahumu… ada wawancara mendadak, dan malam ini aku ada photoshoot, sepertinya aku tidak bisa ke apartemenmu lagi. Kau tak apa, kan?” ujar Joonmyun pada Jae Hee di seberang sana sambil melirik Hana melalui sudut matanya.

Hana menegakkan tubuhnya di jok mobil sambil menggelengkan kepala. Merasa bodoh karena mereka berdua sama-sama berbohong pada kekasih masing-masing.

Jeongmal mianhae… aku benar‑benar sibuk beberapa minggu ini, Sayang. Aku janji akan menebusnya, oke? Kau tak apa sendiri di apartemen,kan?”  tanya Joonmyun, terselip nada khawatir di dalamnya.

Hanya percakapan singkat untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum Joonmyun memutus sambungan teleponnya. Tidak ada perbincangan di antara Hana dan Joonmyun sampai keduanya tiba di salah satu shopping mall  terdekat, masih di area Gangnam. Joonmyun memarkirkan mobilnya di basement, memakai penyamaran berupa beanie dan kacamata tebal lalu memasuki area shopping mall tersebut secara berdampingan. Sesekali melihat ke kanan dan kiri, mencari toko perhiasan yang paling baik di sana.

Setelah lebih dari 30 menit berkeliling, langkah keduanya berhenti di depan gerai Cartier hingga sedetik kemudian Hana yang pertama kali menarik lengan Joonmyun memasuki gerai itu. Kedua mata Hana langsung berbinar begitu melihat berbagai macam perhiasan yang dipajang di sana. Jae Hee pasti senang mendapatkan hadiah sebagus itu dari Joonmyun. Tiba-tiba saja ia yang merasa semakin semangat untuk membuat kejutan ulang tahun Jae Hee.

“Cari yang menurutmu cocok untuk Jae Hee,” pinta Joonmyun seraya mengikuti Hana melihat-lihat etalase yang dipenuhi berbagai macam model cincin.

“Kau mau yang mewah atau sederhana, oppa?” tanya Hana sambil memperhatikan setiap detil cincin yang dilihatnya di dalam etalase.

Joonmyun menaruh  tangannya di dagu. “Apapun yang cocok untuk Jae Hee, Hana-ya.”

Hana hanya mengangguk kecil, tatapan matanya tidak pernah lepas dari setiap cincin yang dilihatnya hingga suara dering ponsel milik Joonmyun membuyarkan konsentrasinya. Ia menoleh ke arah Joonmyun yang tengah menatap layar ponselnya dengan ekspresi tidak terbaca.

Eotokhe, Hana‑ya?” Joonmyun bertanya dengan nada sedikit cemas.

Nugu? Eonnie?” tanya Hana cepat.

”Dia menghubungiku terus sejak siang meminta bertemu. Aish! Kenapa ia selalu membuat segalanya sulit?” jawab Joonmyun yang entah kenapa membuat Hana merasa geli.

”Sabar, Oppa…” kekeh Hana sambil membelai‑belai punggung Joonmyun.

Joonmyun menghela napas panjang, masih mengabaikan panggilan Jae Hee yang masuk ke ponselnya. ”Dia selalu menggangguku sudah dua minggu ini, Hana‑ya,” keluh Joonmyun lagi, ”Eotokhe? Kalau begini terus… aku benar‑benar tidak bisa melanjutkan semua ini.”

Oppa tidak boleh begitu. Kalau kita ketahuan Eonnie bagaimana? Oppa harus terus berakting baik di depan Eonnie agar rencana kita berdua lancar… Oppa ini bagaimana? Masa diganggu Eonnie begitu saja mau menyerah…” ujar Hana berusaha menyemangati Joonmyun yang mulai kehabisan akal untuk menghindari Jae Hee. Ia saja sudah bisa menghindari Kai selama dua minggu ke depan hanya dengan alasan summer camp.

Hembusan napas pelan kembali keluar dari bibi Joonmyun. ”Arasseo, arasseo…” balasnya lalu membelai kepala Hana dengan lembut.

Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, akhirnya Joonmyun berjalan sedikit menjauh dari Hana dan mengangkat telepon dari Jae Hee. ”Sayang, ada apa?”

Dan Hana hanya bisa berdecak pelan mendengar panggilan sayang dari Joonmyun lagi. Rasanya menggelikan jika setiap panggilan masuk disapa dengan nada seperti itu. Hana yakin jika Kai yang melakukannya, ia akan muntah setelahnya.

Hana tidak memperhatikan perbincangan antara Joonmyun dan Jae Hee karena terlalu fokus memilih cincin yang paling bagus –menurutnya. Kepalanya mulai terasa pening karena ia merasa semua cincin di sana terlalu indah untuk dilewatkan dan sepertinya cocok untuk Jae Hee. Ia bahkan kebingungan memilih cincin mana yang paling indah di antara semua keindahan yang ada. Hingga ia memutuskan untuk kembali mendekati Joonmyun saat melihat lelaki itu menurunkan ponselnya.

Sebelah alis Hana terangkat. “Sudah? Aigooo, Oppa begitu cheesy~.”

”Aish! Sudah jangan dibahas, eotokhe? Kau sudah memilih?” terlihat semburat merah muda sedikit mewarnai pipi Joonmyun karena ucapan Hana.

Hana menggigit bibir bawahnya sambil mengalihkan tatapannya kembali pada etalase. ”Apa benar tidak apa‑apa, kalau aku yang memilih… ini kan penting, untuk Oppa juga, bukan hanya untukku…”

”Tentu saja, kau yang pilih~,” Joonmyun tersenyum simpul lalu mencubit pipi Hana dengan gemas. ”Sekarang yang mana?”

”Kalau yang itu bagaimana?” Hana menunjuk salah satu cincin yang ada di etalase. Setelah memilih banyak cincin, entah kenapa ia selalu kembali pada cincin itu. Ia membayangkan Jae Hee yang pasti sangat cantik jika memakai cincin itu.

”Ini?”

”Hmm, yang ini…”

”Oke, boleh kami lihat yang ini?” Joonmyun menunjuk cincin yang dipilih Hana dari etalase kaca yang tinggi.

Setelah penjaga toko mengeluarkannya, kedua mata Hana terlihat semakin berbinar. Ia menatap cincin di hadapannya dengan tatapan kagum dan senang sekaligus. ”Woah… yeppeuda…” pujinya riang.

”Kau yakin yang ini? Tidak mau pilih yang lain? Apakah tidak terlalu sederhana?” tanya Joonmyun lagi, meyakinkan.

”Tidak, aku yakin yang ini!” Hana berseru heboh sambil tersenyum lebar pada Joonmyun.

”Baiklah, mari kita coba,” Joonmyun kemudian mengambil cincin itu dari tempatnya dan memakaikannya pada jemari Hana. Terlihat sangat indah di jari-jari Hana yang lentik walaupun sedikit longgar, namun Joonmyun yakin akan pas dan terlihat jauh lebih indah di jari Jae Hee –karena kekasihnya itu memang sedikit lebih berisi dari Hana. “Kami ambil yang ini.”

Wanita yang berdiri dibalik etalase itu kemudian mengangguk kecil, tersenyum simpul sambil memindahkan cincin –yang sudah dilepaskan Hana— ke dalam sebuah kotak beludru berwarna hitam. Setelah membayar cincin itu, Joonmyun malah mengeluarkan cincin itu dari kotaknya lagi, membuat kening Hana berkerut heran.

“Di dorm tidak aman menyimpan barang seperti ini. Bagaimana kalau kau pakai sampai  ulang tahun Jae Hee nanti?” tawar Joonmyun seraya tersenyum simpul –sekaligus memohon pada Hana.

“Tapi oppa, aku ‘kan ceroboh -.- Bagaimana kalau cincinnya jatuh atau hilang?” tanya Hana, sedikit merasa khawatir dengan tawaran Joonmyun.

Joonmyun menggeleng. “Aku yakin kau bisa menjaganya, Hana-ya. Kalung dari Jong In masih ada sampai sekarang, kau pasti bisa menjaga hadiah untuk Jae Hee.”

Arasseo,” Hana hanya menjawab singkat sambil menghela napas panjang. Ia bahkan meragukan dirinya sendiri bisa menjaga cincin itu. Tapi karena hadiah itu untuk eonni yang paling disayanginya, ia pasti akan mengerahkan seluruh tenaga untuk menjaganya agar tidak hilang.

“Ayo pulang.”

Karena malam yang semakin larut, keduanya tidak berniat jalan-jalan kemana pun setelah membeli hadiah untuk Jae Hee. Selame perjalanan dari lantai dimana gerai cartier berada, Hana tak kunjung melipat senyumnya dengan terus memperhatikan cincin yang melingkar di jarinya. Ia sangat tidak sabar untuk memberikannya pada Jae Hee dan melihat senyum lebar yang menghiasi wajah wanita itu –sama sepertinya.

Ketika keluar dari lift di basement, Hana hampir terpeleset genangan air jika saja Joonmyun tidak cepat-cepat menahan tubuhnya –dengan merangkulnya. “Perhatikan jalan, Hana-ya.”

Ne~, oppa. Salahkan cincin ini yang jauh lebih menarik untuk dilihat daripada melihat jalanan,” Hana mengangkat tangan kirinya ke udara sambil berjalan ke mobil Joonmyun –masih dengan tangan lelaki itu yang merangkul bahunya. Menjaganya agar tidak ceroboh lagi.

Bahkan keduanya masih tertawa ketika dua pasang mata menatap sedih dari balik kaca mobil di dalam parkiran itu.

***

July 2nd, 2015

11.12 AM KST

“Apa?! Ke China?!”

Suara Hana terdengar menggema di dalam kamarnya sendiri begitu mendapat telepon dari Joonmyun dan mengabarkan kepergian Jae Hee ke China. Hana mengusap wajahnya frustasi, mulai merasa putus asa karena semua rencana untuk ulang tahun gadis itu akan gagal. Ditambah lagi dengan Kai yang tiba-tiba saja mengantar Jae Hee ke bandara, bukan meminta tolong pada Joonmyun, tapi malah pada kekasihnya.

Oh tiba-tiba saja ia merindukan Kai, sudah selama lebih dari dua minggu ini ia menghindari Kai –karena alasan summer camp. Lelaki itu juga tidak mengiriminya pesan kakao talk lagi, ketika Hana mengirim pesan duluan, Kai tidak juga membalasnya sampai sekarang. Dua minggu tanpa komunikasi yang membuat Hana hampir frustasi sebenarnya. Tapi anehnya Kai bisa berhubungan dengan Jae Hee dan bahkan mengantar wanita itu ke bandara.

‘Hana-ya? Kau masih di sana?’

Hana terkesiap ketika suara Joonmyun terdengar sedikit lebih keras untuk menyadarkannya. “Aku masih disini, oppa. Jadi bagaimana?”

‘Molla. Aku bingung. Mungkin rencananya kita ubah saja. Tanggal 18 EXO ada konser di Beijing, buat pestanya di sana saja.’

Nada bicara Joonmyun yang hampir putus asa juga tiba-tiba saja membuat Hana merasa sedih. Harusnya mereka bisa merayakan ulang tahun Jae Hee secara istimewa di Korea dikelilingi orang-orang yang menyayangi wanita itu. Hana sudah membayangkan pesta kejutan untuk Jae Hee di kepalanya, namun buyar seketika saat mendengar kabar dari Joonmyun.

Arasseo. Aku akan atur semuanya dari awal lagi,” Hana menghembuskan napas pelan sambil memijat pangkal hidungnya.Ah, oppa, kalau Jong In datang, tolong suruh datang ke apartemenku, eoh?”

‘Gomawo, Hana-ya. Ne, aku akan suruh dia datang ke sana nanti. Kkeutna.’

Hana menurunkan ponselnya lalu menatap kosong ke arah pintu kamarnya yang masih tertutup rapat. Biasanya ia tidak pernah memikirkan Kai yang tidak membalas pesannya selama berhari-hari, toh ia sudah terbiasa dengan kesibukan lelaki itu. Tapi kenapa di saat pesannya tidak dibalas, ia bisa mengantar Jae Hee ke bandara? Ah, kenapa Hana mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Kai?

Getaran di ponsel Hana membuat lamunannya buyar seketika. Ia membaca pesan masuk dari Joonmyun yang membuat dadanya terasa sesak entah kenapa.

‘Jong In sedang kelelahan dan tidak mau datang ke sana.’

Sepertinya Hana yang harus memulai langkah duluan menghampiri Kai ke dorm sekarang.

.

.

Kedua tangan Hana terlipat di depan dada ketika melihat Jong In hanya bersandar di sofa dengan kedua telinga disumpal headset. Kedatangannya ke sana sama sekali tidak dianggap, padahal ia sudah berdiri di sana selama lima menit. Apa Kai sedang marah padanya?

Kkaman!” seru Hana, membuat Kyungsoo, Xiumin, dan Joonmyun yang sedang berbincang di meja makan itu pun terdiam seketika.

Kepala Kai menoleh, hanya menatap sebentar ke arah Hana sebelum memusatkan perhatian pada ponselnya kembali.

Ya! Kau ini kenapa sih?!” Hana cepat-cepat loncat ke sofa dan menarik salah satu headset yang dipakai lelaki itu. Namun Kai tetap pada posisinya tanpa mau melihat ke arahnya.

“Tidak apa-apa,” jawab Kai singkat dan dingin.

Hana mendengus pelan dan bersiap untuk meneriaki Kai lagi ketika merasakan tepukan pelan di bahu. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Joonmyun tengah menatapnya. “Oppa. Jong In kenapa sih?”

Molla. Paling dia sedang bad mood,” Joonmyun mengendikkan bahu lalu mengatakan sesuatu dengan bibirnya –tanpa ada suara karena Kai membelakanginya. Dan Hana mengerti maksud tangan Joonmyun yang menyuruhnya masuk ke dalam kamar serta gerakan bibir lelaki itu yang menyebut-nyebut nama Jae Hee.

Joonmyun melangkah duluan ke dalam kamarnya –bersama Sehun. Rasa jengkel masih memenuhi rongga dada Hana karena sikap Kai padanya namun ia mencoba mengabaikan itu semua dan lebih memilih mengikuti Joonmyun ke dalam kamar. Ia melihat laki-laki itu duduk di sisi tempat tidur dengan ekspresi sedikit murung.

Waeyo oppa?” tanya Hana seraya duduk di sebelah Joonmyun.

“Kenapa Jae Hee minta tolong pada Jong In kemarin?” tanya Joonmyun entah pada siapa, karena Hana pun berpikir hal yang sama dan belum mendapatkan jawabannya.

Hana menghembuskan napas pelan. “Molla. Aku juga bingung.”

“Jong In juga menyindir tentang kesibukan dan statusku sebagai pacarnya Jae Hee. Apa kita keterlaluan?” Joonmyun menundukkan kepala sambil menarik napas dalam-dalam.

Hana merasa tidak keterlaluan pada Kai karena ia memberikan alasan yang masuk akal. Mungkin Joonmyun terlalu banyak beralasan sibuk dan mengelak bertemu dengan Jae Hee hingga membuat wanita itu terpaksa meminta tolong pada Kai. Tapi Hana masih heran kenapa Kai malah marah padanya seperti itu.

“Belum ada yang tahu tentang ini ‘kan?” tanya Hana memastikan dan dijawab Joonmyun dengan anggukan pelan.

Tangan Hana terangkat untuk mengusap punggung Joonmyun, menenangkan sosok yang sudah seperti kakaknya sendiri itu. “Kita pasti masih bisa melanjutkannya, oppa.”

Eum, gomawo, Hana-ya.

.

Sementara Kai yang berdiri di balik pintu kamar Joonmyun mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Keduanya terlalu ceroboh dengan membiarkan pintu kamar sedikit terbuka dan membuatnya bisa mendengar jelas percakapan kedua orang itu. Sekarang ia tahu apa yang membuat Jae Hee sampai down dalam dua minggu ini setelah mendengar percakapan mereka. Karena Kai sekarang merasakan rasa mengganjal dan sesak yang menghantam dadanya, tidak sanggup mendengar kenyataan dari wanita yang disayanginya.

Kai menyeringai pelan sebelum berbalik dari depan pintu kamar Joonmyun, melangkah lebar menuju pintu dorm dan keluar dari sana tanpa mengucapkan apapun.

***

July 5th, 2015

01.21 AM KST

Suara riuh tampak terdengar dari salah satu ruang latihan di gedung SM di malam menjelang pagi hari itu. Kedelapan member –minus Lay yang sedang berada di China itu baru saja menyelesaikan latihan rutin mereka. Baekhyun dan Chanyeol terlihat sibuk memilih menu cemilan tengah malam mereka, begitu juga dengan Sehun yang ikut meramaikan suara untuk memperebutkan menu yang paling cocok.

Sementara Kai terdiam di sudut ruangan sambil memainkan ponselnya.

Dan Joonmyun yang juga terdiam di sudut ruang latihan yang lain dengan kedua mata terpejam.

Pemandangan itu mendapat perhatian penuh dari Kyungsoo dan Xiumin yang tidak sibuk berebut menu cemilan. Ada aura aneh yang terpancar dari keduanya dalam beberapa hari terakhir. Keduanya tidak pernah terlihat mengobrol lagi dan selalu menghindari satu sama lain. Ketika Joonmyun ada di meja makan untuk makan malam bersama, Kai selalu masuk ke kamar dan akan keluar setelah Joonmyun menghilang. Begitu pun sebaliknya. Mereka masih tinggal di satu atap tapi selalu menghindari tatap muka.

Ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya dan hanya Kyungsoo serta Xiumin yang menyadarinya.

“Kenapa mereka berdua seperti ini?” tanya Xiumin pada sosok Kyungsoo yang duduk di sebelahnya.

Kyungsoo mengendikkan bahu, ia mengabaikan suara ribut beagles line ­–plus Sehun di belakangnya dan tetap memandangi Joonmyun serta Kai secara bergantian. “Mereka berdua aneh akhir-akhir ini.”

“Apa karena kejadian Hana masuk ke kamar Joonmyun waktu itu? Setelah Jong In berdiri di depan pintu kamar Joonmyun, anak itu langsung keluar dorm dengan ekspresi kesal,” ujar Xiumin berspekulasi mengenai kejadian yang dilihatnya waktu itu.

Molla. Tapi apa yang dilakukan Hana dan Joonmyun hyung memangnya? Aku yakin mereka hanya membahas hal tidak penting di dalam kamar,” Kyungsoo meneguk air minum dari botolnya sambil melirik Chen yang sedang serius melihat ponsel.

“Aku juga heran kenapa mereka malah perang dingin seperti ini. Kau lihat asap di atas kepala mereka?” ucapan Xiumin mengundang tawaan pelan dari Kyungsoo. Keduanya tertawa pelan tanpa sadar bahwa Chen sedang menggeleng pelan setelah membaca salah satu artikel di media China.

Ya! Ya!”

Seruan kencang dari Chen berhasil meredakan keributan dan membuat perhatian seluruh member di ruangan itu tertuju pada sang main vocal. Wajah Chen terlihat sedikit pucat karena artikel yang baru saja dibacanya.  Lelaki itu mengangkat kepala lalu menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan berita menghebohkan itu ke hadapan para member.

“Berita apa? Aku tidak bisa baca dari jarak sejauh ini, chenchen,” ujar Baekhyun seraya menyipitkan kedua matanya berusaha melihat judul artikel yang dibaca  Chen.

Chen menghela napas panjang sebelum mempersingkat judul artikel itu dengan kata-katanya sendiri. Lay hyung ketahuan jalan bersama seorang wanita di China.”

“MWO?!” ketujuh member lainnya berseru bersamaan lalu berebut mendekati Chen untuk melihat artikel itu secara keseluruhan.

Chanyeol yang mendapat ponsel Chen pertama kali segera berdiri dan mengangkat ponsel lelaki itu tinggi-tinggi ke udara, sementara ia sibuk menscroll ke bagian bawah halaman untuk melihat foto-foto buktinya. Kedua mata Chanyeol menyipit, ia mendekatkan ponsel Chen untuk memperjelas gambar itu hingga seketika membelalak saat melihat sosok wanita di dalam foto itu.

“Seolma. Lay hyung jalan dengan Jae Hee noona di China?”

Dan seketika ruang latihan kembali hening, tujuh pasang mata yang ada di sana langsung memperhatikan Joonmyun yang bersandar di salah satu sudut ruang latihan. Kedua mata sang leader yang tadi tertutup pun kini terbuka, menyadari bahwa ia sedang mencari pusat perhatian karena ucapan Chanyeol. Apa yang dilakukan Jae Hee pada dirinya? Apa yang sebenarnya mau ditunjukkan Jae Hee padanya?

*CUT*

Annyeong~

Maaf ya yang udah dibuat kaget di KaiHee sebelumnya haha

ternyata dibelakang kesalah pahaman itu ada ini

yeeaaaay jangan takut yaa

tapi gimana kelanjutan kaina dan junhee haha kita liat saja nanti

Regards,

IMA

Advertisements

45 thoughts on “[HanMyun] Untold Plan

  1. exolines88 says:

    Udah firasat pasti ada sesuatu dibalik hana suho HAHAHAHA salah paham ya.. bisa fatal kalo salah tanggap. Jaehee nya jadi cepet baper gitu?? Sabar dong, dengerin dulu sampe suho jelasin semua 😉 semangat semua! Konflik nya seger banget

  2. adindacynthia says:

    Tuh kan.. Kirain Ima sama Kak nisya udah bosen sama pasangan masing-masing.. -_-
    Keadaannya semakin ruwet.. Apalagi Kai juga ikutan salah paham..
    Penasaran lanjutannya, semoga rencananya berjalan sesuai harapan.. 😀

  3. LEEDAESHI says:

    Tepat sasarannnnn
    Aku tau ga mungkin hana selingkuh dr jongin
    Ga mungkin juga junmyeon tega sama jaehee
    Kan dua pasangan ini lagi masa2 honeymoon yang lovey dovey gtu yaaa
    Dan disini terbongkarlah apa sebenernya yg bikin mereka jadi tukeran pasangan
    Memang sih momentnya pas bgt tiap kali kaihee salah paham sama situasi hanmyeon. ㅋㅋㅋ
    Tapi yg bikin deg2an itu, karna bagian akhir kok malah nambah lagi satu masalah.
    Junmyeon bs murka kalo tau jaehee dan lay 😮
    Saingan beratnya junmyeon kan lay ㅋㅋㅋ
    Semoga salah pahamnya cepat diluruskan yaa :’)

  4. ilmiauliah says:

    seru nih salah paham nya menjadi jadi aiguuu hahhaha ngebayangin ekspresinya kai kalo kesel tuh malah pen ngakak hahhahha

    aduh lanjut kak imaa
    semoga salah pahamnya cepat kelar hihi

    fighting yoo

  5. heeryaa says:

    Nahloooooooh kenapa jalannya jd sama lay?………….

    Mau diapain lagi tuh joonmyeonnya hahaha duh chap selajutnya uda klimaks beluum? Haha

  6. sulastrikimjongin says:

    ohhhh baru paham gw hahaiiii 😀 lucu kali ya ngebayangin wajah Jongin yg kesel ama Hana.. Haha
    ada ap lg nih Jae hee eoni ketauan jalan ama Lay ??
    Aduuh moga aja kesalah pahaman antara 2 pasangan ini cepet selesai ;D

  7. Nafff says:

    Tuh kan ada sesuatu di balik kaihee. Semoga aja kesalahpahaman mereka berempat bisa cepat terselesaikan dan rencana joonmyun sama hana bisa tersampaikan. Kan kasihan juga kalau rencana mereka gagal

  8. nadya says:

    Ternyata ada kisah dibalik cerita yang kemarin, dikira beneran hana selingkuh sama suho tapi ternyata engga.
    Mana jongin nya uda cuek gitu lagi, kan kasihan hana dicuekin gitu.
    Hana kasih tau jongin dong biar jongin gak salah paham lagi,

  9. sisolasi says:

    Ihh jahatnya si jongin
    Kirain aku beneran selingkuh yang di secret affair HAAHAHAHAH
    Ga pas banget sih timingnya hana sama suho pas milih cincin, jadi salah paham wkwk

    • Dira says:

      Wah ternyata junmyeon mau kasih kejutan toh tapi berujung jadi salah paham ckckck jongin juga jadi ikutaan salah paham kan wkwkwk Lanjut eonnnnnnn aku penasaran^^

  10. kyungsoo pacar says:

    ohmegotttt akang junma ati2 ntar mb jaehee nya ngambek beneran gimana, kalo kang jongin nya juga ngambek beneran gimana, kangen kaina momen 😦
    next ya ka imaa, fighting !!!

  11. FAWN says:

    uKirain itu semuamya ide kak Neez doang, kak Ima juga Hahahaha.
    Nah hayolo Kim brothers kalo lagi berantem ngeri ya, gimana coba. Si kkaman juga ‘berasa’ misterius gitu ya, dia gak tiba-tiba suka sama Jaehee kan? Kalo ya, hancurlah sudah.

    Next bakalan dimana? Exoluxion beijing -kah? Angkut semua couple kesana (please) 😥

  12. Dana says:

    Kan ulang tahun kan mau ngesurprisin kan tapi jadi gini kan….
    Dan dibalik kesalahpahaman itu masih ada kesalahpahaman lain duhhhh kapan kelarnya coba kalo gini hoammm
    Yahh ditunggu aja deh adegan baikan dan sweet momentnya kaina junhee, yg pasti sih ya requestku jangan sampe mereka putus(lagi) aja😂

  13. Lisa says:

    Walau uda tau alasannya tetep aja kesel, hueee apa banget sih tinggal bilang hujur sama kai. Kan kai juga jadi salah paham, bisa2 malah ketuker lagi pasangannya. Hueee jangaannn:” ditunggu lanjutannya yaa hihi

  14. byunbaek says:

    tumben banget hana ngeboongnya bisaan, kan kan kan salah paham… kai pasti kesel banget ya, ga kuku liat kaina begitu, tp lucu sih kainya diem2 gitu hananya ga mau didiemin wks, harusnya mas jun klo mau melibatkan hana izin dulu ke kai kan jadinya begini -,-

  15. Jung Hyun Mi says:

    Ihhh jonginnya jangan gitu banget dong sama hana/?
    gasukaaa aa mana jongin yang di la kemarin kkkk
    ayoo kakak kakaku makin penasaran =))
    ngakak jugaa sih(?)
    pas tau lagi dikerjain gimanaa ya reaksinya haha

  16. shazkiasw says:

    Akhirnyaaa,kirain Hana beneran selingkuh kak,tapi seenggaknya Hana kasih tau Jongin biar ga ada salah faham kan,Jongin segitu cintanyaa sama Hanaa 😀 buktinya marahnya segitu bangett, aa keren kak,bikin penasaran bangett 😀 , next nya jangan lama2 kak imaaa 😀

  17. winnurma says:

    tuh kan pake rahasiaan segala kan salah paham jadinya hiuh
    takutnya mlh berlanjut terus
    kgn moment romancenya mereka un
    tlg jgn lama lama heheh

  18. ohsandal says:

    jangan sampai kelamaan nanti malah bikin ruyam hubungan mereka ber4. apalagi suho sama jaehee dan kai sama hana baru berbaikan setelah ada masalah.

  19. Ryeo Uci says:

    Tuh kan tuh kann….hanmyun masti lg merencanakan sesuatu buat jaehee# bener feeling aq # hahaa
    Tp cara mereka salah dan jd lah kesalahpahaman antara kaihee dengan hanmyun emmm..
    Pasti jaehee sengaja deh dateng k lay buat bisa hilangin rasa jengkel k joonmyun

  20. Bubble Gum says:

    Tuh kan pasti Jaehee salah paham. Tapi hrusnya sih Hana gk usah bohong ke Jongin, jd ruwet kn masalahnya.
    Semoga masalahnya cepet beres deh, supaya kedua couple itu bisa mesra-mesraan lagi, ahaha

  21. linda says:

    waahhh kokk kebalikk gini . kn kkamjong cumburuaann
    penasaran ini ntr ceritanya gimnaa
    ditambah jae hee jalan sma lay juga

    keep writing yaa imaa . ditunggu lanjutannya :*
    oh iyaa minal aidin wal faidzin

  22. yantie says:

    Bener kan? Ini salah paaham
    Huhuuuhuu
    Tapi Hana keterlaluan bgt
    Dia salah besar krna ngebo’ongin jongin…
    Huuaahhhuuaa
    Gk heran kalo jongin marah besar
    Tapi plissss segera selesaikan
    Jgn sampai berlarut2
    Sediiihhh
    Huuuhuhuhuhuuu
    Sabar jongin
    Ini hanya salah paham
    Hana gk bakalan pergi darimu kok

    Imaaaa plis next seriesnya yaa
    Jgn lama2

  23. nayatiara says:

    i knew it! i knew the ring was for jaehee!
    but Jaehee, what are you doing girl~ you caught on camera with your boyfriends bandmate, are you planning to make Joonmyeon jealous ?
    thank you for the hard work, waiting for the next one

  24. natasya says:

    sbnrny dr kmrn mau baca tp takut…aku ga suka sm crita2 yg ad konflikny…takut..ntar nangis #maklumbocahalay/#
    awalny aku bingung, it si kkamjong knp??tb2 dingin gtu…
    trus pas aku baca 2 kali.. baru agak nge ehh kl si kkamjong cm dengar stengah pembicaraan hana sm suho…wkwkk..
    lanjut dehh kak..kepo…

  25. natasya says:

    sbnrny dr kmrn mau baca tp takut…aku ga suka sm crita2 yg ad konflikny…takut..ntar nangis #maklumbocahalay/#
    awalny aku bingung, it si kkamjong knp??tb2 dingin gtu…
    trus pas aku baca 2 kali.. baru agak nge ehh kl si kkamjong cm dengar stengah pembicaraan hana sm suho…wkwkk..
    lanjut dehh kak..kepo…
    ㅋㅋㅋㅋㅋ~

  26. rinhorinhae says:

    aku baru bacaaaa *telattttt !! kmren2 gag brani bcaaa. tkut mnerima knytaan sih lol wkwkwkwk but its happy to know klo mreka cuma salah pham hehehee

  27. raisa says:

    Pelajaran berharga..komunikasi itu penting….
    Hati2 kalo mw buat surprise…wkwkwkwk
    Lanjutan ceritax jgn lama2 ya..kagak nahan >.<

Leave a Reply to linda Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s