[KaiHee] Secret Affair

KaiHee

 Secret Affair || INDAYLee universe, Angst, Romance || Oneshot || PG15

Author  : neez  

Oh Jae Hee || Kim Jong In (KAI) || Kim Joon Myun || Lee Hana

©INDAYLee’s staffs 2015

[KaiHee] Secret Affair

Menatap layar iMac-nya dengan nanar, sesekali tangannya juga bergerak kesana kemari untuk membuat mouse-nya menunjuk ikon-ikon dalam layar retina komputer bermerk Apple tersebut, dan tangannya juga mengetikkan pesan berkali-kali. Jaehee mengembuskan napasnya, sebelum tangannya bergerak meraih gelas berisi air mineral yang sengaja ia letakkan di samping iMac-nya, begitu bibirnya menyentuh bibir gelas tersebut, ia menyadari bahwa air mineral di dalamnya sudah habis.

   Mendesah, karena merasa harinya begitu buruk, Jaehee berjalan gontai menyebrangi ruang tengahnya menuju pantry dan menuangkan air mineral kembali ke dalam gelasnya.

   Ia merasa frustasi.

   Pada dirinya, dan pada Joonmyun.

   Jika mau jujur, lebih pada Joonmyun, sebenarnya. Sikap Joonmyun belakangan ini sudah membuatnya pusing tujuh keliling. Tidak pernah sebelumnya, kekasihnya itu memperlakukannya seperti ini.

   Jaehee berdecak dan mengecek ponselnya kembali.

   Masih belum ada juga pesan darinya. Padahal Joonmyun sudah berjanji akan mengabari sore ini, jika ia bisa datang atau pun jika ia tetap tidak bisa datang hari ini menemui Jaehee.

   Sudah dua minggu, Joonmyun sering sekali membatalkan janjinya untuk menemui Jaehee di apartemennya. Bahkan, ketika Jaehee yang akhirnya merasa kasihan, karena jadwal Joonmyun mungkin terlalu padat sehingga tidak dapat menemuinya,  menawarkan diri untuk datang ke dorm, Joonmyun tetap menolak, dengan alasan The Beagles tidak mau iri.

   -__________- alasan macam apa itu?

   Awalnya, Jaehee merasa curiga, apakah Joonmyun menyembunyikan sesuatu darinya. Tetapi ia berusaha menghilangkan pikiran-pikiran buruk itu dengan selalu berpikiran positif, bahwa memang jadwal Joonmyun padat, dan masih banyak kesibukan lain selain pacaran yang menyita waktunya. Lagipula, Jaehee sendiri juga kan sudah memiliki kesibukan sekarang.

   Tetapi untuk kali ini saja, ia benar-benar ingin Joonmyun menemuinya! Hal ini mengenai masa depannya. Jaehee sudah menekuni bidang jahit menjahit dalam beberapa bulan belakangan, dan pakaian yang ia buat sudah mulai kecil-kecilan dipasarkan oleh ibu dan ayahnya, hingga suatu hari ibunya mengajaknya minum kopi berdua dan membicarakan prospek bisnis pakaian milik Jaehee ini.

   Waktu itu ibunya bicara sangat hati-hati sekali, hingga Jaehee bisa menangkap bahwa ibunya sangat tidak ingin dia merasa diatur atau dikekang lagi oleh kedua orangtuanya.

   ”Apa kau mau membuka usaha clothing line, Jaehee-ya? Eomma dan Appa lihat, kau memiliki bakat alami dalam bidang ini. Kau bahkan tidak bersekolah dalam bidang fashion, kau juga tidak memiliki hobi yang bersangkutan dengan fashion. Tapi lihat, pakaian yang kau buat… semua begitu rapi dan halus, tidak seperti barang asal.”

   ”Clothing line ya, Eomma?” waktu itu Jaehee sedikit terkejut dengan pembicaraan mengenai clothing line ini.

   ”Ne. Kau bisa memproduksi pakaian, atau apa pun di bawah namamu. Dan apa yang Eomma suka dari bisnis ini untukmu? Kau menikmatinya. Jadi kau bisa enjoy menjalankannya, kau bahkan tidak perlu ke kantor setiap hari… nanti juga, kalau sudah ada Baby Kims,” Ibunya memberi Jaehee kedipan nakal, yang membuat wajah Jaehee sontak menjadi merah muda, ”Kau tidak perlu meninggalkan anak-anakmu lama-lama seperti Eomma.”

   Jaehee tersenyum lembut memikirkan ide itu.

   ”Tapi, Eomma tidak memaksa. Eomma hanya menyarankan, kalau kau mau menekuni bidang itu… Eomma dan Appa sangat mendukungmu. Ya, apa pun yang kau pilih, sebenarnya Eomma dan Appa pasti akan mendukungmu…” kekeh ibunya lagi, ”Tapi, sebagai orangtua, kami jelas mau kau memilih sesuatu yang mau kau tekuni.”

   Jaehee menghela napas dalam-dalam dan memikirkan baik-baik ucapan ibunya tersebut.

   ”Kau tahu, kau menyukai fotografi, kan? Kalau kau mau membuka studio foto, kami pun tetap akan mendukungmu… atau kalau kau mau tetap bekerja sebagai fangirl yang tetap bisa menghasilkan uang seperti apa yang kau lakukan selama ini, kami pun tetap mendukungmu.” Ibunya kembali meyakikannya, ”Yang kami inginkan, Jaehee-ya, adalah putri kami memiliki mimpi. Mimpi yang tidak pernah kami, aku dan ayahmu, miliki… karena kami hanya mewujudkan cita-cita orangtua kami. Kau mengerti, kan?”

   Jaehee mengangguk, ”Ne, Eomma.”

   ”Ah,” Haejin terkekeh lagi. ”Kau tahu, Jaehee-ya, sebenarnya aku dan Ayahmu tidak terlalu mengkhawatirkanmu.” Jaehee bisa melihat mata ibunya berkilat-kilat nakal, ”…atau masa depanmu, karena ya… sepertinya calon suamimu akan bisa memberimu makan dengan baik…”

   ”Eomma~” Jaehee memutar kedua matanya, malu.

   Haejin melambaikan tangannya, ”Tapi ya, setidaknya… ehem, kami tidak mau putri kami terlihat apa ya… seolah tidak bisa apa-apa. Kau tahu kan bagaimana chaebol-chaebol itu berkomentar? Aigoooo… kepalaku sampai pening kalau mendengar mereka membicarakan putri-putri kaya sepertimu yang menikahi pria tampan kaya, dan mereka hanya mengira kalau putri-putri kaya itu tidak bisa apa-apa. Hmm, mereka sepertinya belum pernah bertemu dengan putrinya Donghae dan Haejin yang bernama Oh Jaehee, keurae?”

   Jaehee hanya tertawa mendengar kata-kata ibunya barusan.

   ”Tapi, ya mungkin saja memang ada putri-putri kaya macam Heather Cho itu, kau tahu dia kan? Yang bisanya memerintah dan tidak punya ehem otak seperti putriku. Untung aku bisa pamer, putriku kuliah politik, pandai fotografi, dan pandai membuatkan ibu dan ayahnya pakaian. Putriku juga memiliki suami yang lembut dan manis~”

   ”Astaga, Eomma! Joonmyun bukan marshmallow!”

   Dan semenjak Joonmyun disamakan oleh marshmallow itulah Jaehee memikirkan baik-baik perkataan ibunya. Ia meminta saran pada Minkyu, yang masih setia menjadi sahabatnya hingga sekarang juga, dan Minkyu mengatakan hal yang serupa, meski dengan kalimat berbeda.

   ”Kau memang perempuan, dan mungkin perempuan nanti akan menikah dan dibawa oleh laki-laki. Tapi, Jaehee-ya, untuk sekarang ini dan mungkin masih sepuluh tahun ke depan, kau belum akan menikah. Belum tentu juga, kau dan Joonmyun akan berakhir di pelaminan. Aku tidak mendoakanmu menjadi perawan tua atau apa… tapi gadis sepertimu, atau gadis dimana pun… harus kuat, tanpa pendamping. Dan kurasa, kau tidak bisa seperti sekarang ini terus menerus. Menunggu Joonmyun di rumah, seperti kau ini istrinya—ya, Joonmyun bahkan tidak melarangmu bekerja, kan? Ia malah selalu merasa bersalah meninggalkanmu di rumah, tapi kau bukan kewajibannya, setidaknya, belum.” Nasihat Minkyu panjang lebar, ”Intinya, Jaehee-ya, duniamu tidak hanya berputar pada Joonmyun saja. Kau harus punya sesuatu yang ingin kau kejar sendiri. Lihat Joonmyun, apa mimpinya terhambat karenamu? Tidak, kan. Kurasa, Joonmyun pun tidak mau mimpimu terhambat padanya.”

   Dan terakhir, satu-satunya orang yang bisa Jaehee mintai saran, hanyalah sahabat pertamanya dan tentu saja terdekatnya, yang juga merangkap sebagai idolanya. Yah, Zhang Yixing.

   Tapi, memang dasar bocah satu ini. Yang membuatnya tertarik adalah ketika Jaehee menyebutkan bahwa mimpinya ada tiga; fangirling, fotografi, dan perancang busana, dan Yixing menanyakan apakah dia bisa membuat pakaian. Tentu saja, Jaehee menjawab ia bisa, dan mulai memamerkan koleksi desain yang ia buat (keduanya bertukar pesan nyaris melalui apa saja), dan CEO Zhang tersebut tiba-tiba saja dua hari lalu mengirimkan sebuah email kerjasama secara official.

   BAYANGKAN!!!

   ”ZHANG YIXING IGEO MWOYA?” jerit Jaehee ketika menghubungi Yixing segera setelah mendapatkan email resmi dari workshop milik CEO Zhang itu.

   Dan si bodoh itu malah terkekeh, ”Kenapa kau teriak-teriak, Jaehee-ya?”

   Tentu saja rasa frustasinya ditumpahkan pada Yixing, karena sejak pertemuan dengan ibunya dua pekan lalu, ia berusaha bertemu dengan Joonmyun namun gagal terus. Ia tahu benar kekasihnya merupakan pria yang bijaksana, maka ia rasa jika ia membicarakan masalah ini kepada Joonmyun, maka Joonmyun pasti akan memberikan solusi yang baik baginya.

   Tetapi pada kenyataannya, bukannya solusi yang Jaehee dapatkan, malah tingkah Joonmyun yang aneh.

   ”Kau tahu kan kalau aku tidak main-main dengan tawaranku? Dan aku menawarimu ini pun bukan karena aku dekat denganmu atau apa,” kata Yixing menjelaskan maksud kiriman email resminya pada Jaehee. ”Ya, tapi sebenarnya ya karena aku dekat juga denganmu, tapi…”

   Jaehee mencubit tulang hidungnya dan berkacak pinggang, masih dengan ponsel di telinga kiri, ”Apa maksudmu, Zhang Yixing?”

   ”Ya, aku menawarimu karena tentu saja aku dekat denganmu~” seloroh Yixing pada akhirnya, ”Tapi tentu saja aku sudah melihat desainmu, bukan? Dan karena personal stylist-ku disini tidak berhenti merayuku, jadi aku mohon maaf harus memecatnya. Aku juga harus mulai proyek modeling disini… dan aku butuh pakaian. Kita sama-sama untung bukan? Dan kau akan menjadi personal stylist-ku? Bukankah itu suatu kebanggaan?”

   ”Astaga, kenapa sejak jadi CEO otakmu jadi miring sebelah, Zhang Yixing?”

   ”Yeoksi, uri Jaehee, memang… kata-katanya tidak pernah tidak tajam, ckckckck…” ujar Yixing dengan nada datar seolah-olah hanya sedang mengomentari cuaca. ”Tapi, Jaehee-ya, walaupun otakku miring sebelah kau tetap mencintaiku, bukan? Kau tetap Xingmiku kan?” tanyanya penuh harap.

   Jaehee kadang tidak tahu harus jujur atau tidak pada Joonmyun mengenai percakapannya dengan Yixing selama ini. Maka setelah mengatakan dengan serius, bahwa ia akan memikirkan masak-masak tawaran Yixing, Jaehee kembali menghubungi Joonmyun.

   Dan sudah tiga jam sejak Katalk terakhir keduanya, masih belum ada respon.

   ”Aish! Kemana sih anak itu?” dengan kesal Jaehee kembali menekan kombinasi nomor cantik Joonmyun, yang saking cantiknya, Jaehee sampai butuh satu tahun untuk menghapalkannya, dan menempelkan benda tipis tersebut pada telinganya.

   ”Ne, Baby…”

   ”YA! Kau dimana? Bisa bertemu atau tidak?” tanya Jaehee sudah gemas.

   ”Sayang, maaf, maaf, aku tidak sempat memberitahumu… ada wawancara mendadak, dan malam ini aku ada photoshoot, sepertinya aku tidak bisa ke apartemenmu lagi. Kau tak apa, kan?”

   Menghela napas dalam-dalam berusaha menenangkan dirinya, agar tidak meledak marah pada Joonmyun yang nampaknya tidak sensitif sekali, Jaehee terpaksa menjawab, ”Ne. Kau harusnya memberitahu sejak tadi, aku sudah menunggumu.” Tidak bisa dicegah suara Jaehee mirip bocah usia lima tahun yang merajuk karena ayahnya tidak segera pulang.

   ”Jeongmal mianhae… aku benar-benar sibuk beberapa minggu ini, Sayang. Aku janji akan menebusnya, oke? Kau tak apa sendiri di apartemen,kan?” tanya Joonmyun khawatir, seolah-olah selama ini ia selalu menemani dirinya saja, decih Jaehee pahit dalam hati dan menjawab bahwa ia tak apa-apa.

   Ya, satu lagi alasan kenapa Jaehee tidak pernah bisa marah kalau Joonmyun membatalkan janji, yang sebenarnya jarang, namun meningkat akhir-akhir ini intensitasnya. Ya karena Joonmyun terdengar begitu merasa bersalah jika membatalkan janjinya, maka Jaehee yakin sekali bahwa kekasihnya itu benar-benar menyesali absennya dirinya dalam kencan mereka.

   ”Aku butuh penyegaran.” Pikir Jaehee sambil mengetuk-ngetuk meja kerjanya dan menatap kosong ke layar iMac-nya. ”Kalau nanti aku bingung, mungkin aku akan minta saran Minkyu Oppa lagi, tapi untuk sekarang ini yang bisa kupikirkan hanya ke shopping mall dan mencari inspirasi mengenai clothing line sebanyak mungkin,” gumam Jaehee sambil berdiri dan berjalan memasuki kamar tidurnya sambil melepaskan v-neck tee-nya begitu saja, menyisakan bra hitam berenda dan hot pants-nya.

   Jaehee menatap ke arah tumpukan pakaian-pakaiannya, juga gantungan-gantungan dress, blazer, dan pakaian-pakaian lainnya di dalam walk in closet-nya. Udara sudah menghangat karena sudah memasuki akhir Juni. Jaehee memilih kaus v-neck putih yang ukurannya satu nomor lebih kecil dibandingkan ukurannya yang biasa dan skinny jeans biru dongker. Ia ingin terlihat santai, namun tetap terlihat curvy. Setelahnya ia menyapukan make up tipis, agar sesuai dengan pakaiannya saja, lalu berangkat ke shopping mall terdekat di daerah Gangnam.

   Ia tiba di shopping mall mewah tersebut sudah pukul tujuh malam, mengingat sekarang bukan tanggal-tanggal muda ditambah dengan kawasan ini adalah kawasan elit, tidak begitu banyak muda-mudi yang berkeliaran di shopping mall ini. Jaehee bisa bernapas lega begitu melihat butik-butik yang biasa jadi incaran gadis-gadis muda tidak begitu dipadati oleh remaja-remaja yang berisik dan terkadang sampai bertengkar karena memperebutkan salah satu kaus atau dress terbaru. Jaehee memang datang bukan untuk berbelanja, tetapi ia tetap harus melihat seperti apa konsep butik-butik yang digemari oleh anak muda sekarang jika ia mau serius menekuni karier dalam bidang fashion design.

   Akan tetapi, kembali lagi, setiap langkah yang ia lakukan, setiap sentuhan tangannya pada kain-kain halus dan label-label ternama yang ia lihat, hati dan pikirannya kembali kepada seorang Kim Joonmyun!

   Jika tiga tahun yang lalu, Jaehee yang galak akan diberitahu bahwa dalam kurun waktu dua tahun saja, dunianya tak lagi berputar pada bagaimana caranya bertahan hidup tanpa laki-laki akan berubah drastis menjadi seorang wanita yang setiap langkah dan pilihan yang ia buat selalu ia lakukan demi satu orang laki-laki, maka Jaehee galak itu mungkin akan menertawakan orang tersebut.

   Tapi lihat sekarang, kan? Apa pun yang ia lakukan, ia selalu ingat Joonmyun. Ia kira dulu, fotografi dan bisnis fangirling adalah hidupnya, ia kira dengan menyukai dan menjadi fans seorang EXO Lay akan membuatnya bahagia di masa muda. Ia kira, ia akan menjadi fans setia yang selalu mengekori Lay kemana pun pria itu pergi, mengambil setiap momen indah idolanya tersebut, sudah akan membuatnya bahagia. Tapi kenyataannya, semua perkiraannya berubah drastis ketika ia sudah bersama Joonmyun.

   Ia bahkan melepaskan Lovelyixing, meski belum terlalu sepenuhnya, bagaimana pun fansite itulah yang membawanya pada Joonmyun. Tapi, jika Jaehee sekarang sama seperti Jaehee yang dulu, ia takkan pernah ragu meninggalkan apartemennya yang nyaman di Seoul, untuk tinggal di Cina, mengikuti Yixing kemana pun pria itu pergi.

   Tapi sekarang? Ia bahkan ragu meninggalkan apartemennya, kalau-kalau Joonmyun bisa sedikit saja meluangkan waktunya untuk menemuinya. Ia ragu pulang ke Gwangju, karena ia ingin saat Joonmyun bisa menemuinya, ia ada disana. Ia bahkan ragu untuk berlibur sendirian menikmati hanya untuk sekedar menikmati waktu luang, karena ia selalu berharap dalam waktu luangnya, ada Kim Joonmyun disana.

   Ia tidak pernah memprediksikan betapa Joonmyun sudah betul-betul berpengaruh kuat dalam hidupnya. Hingga ia rela meninggalkan zona nyamannya demi menyamai seorang Kim Joonmyun. Ia tidak akan pernah mengeluh meski Joonmyun tidak bisa menemuinya, ia takkan pernah mengeluhkan mengapa mereka tidak bisa keluar apartemen dan hanya bisa berbincang disana.

   Cukup ada Joonmyun, dan itu cukup bagi Jaehee.

   ”Hah~” tidak terhitung sudah berapa kali ia menghela napas hari ini, kali ini sambil mengenakan topi pantai keluaran Gucci. ”Summer collection. Matahari sedang terik-teriknya seharusnya aku bisa saja jalan-jalan ke pantai, tapi…” suaranya menghilang, pandangannya mengabur karena membayangkan dirinya dan Joonmyun di sebuah pantai yang sepi, dimana tak ada siapa pun kecuali mereka berdua. Kulit porselen Joonmyun, berdampingan dengan kulit tan miliknya, tertimpa sinar matahari.

   ”Pasti akan menyenangkan,” ia tersenyum sendiri dan mengembalikan topi tersebut ke pajangannya. ”Bahkan aku tidak mampu keluar negeri meninggalkan bocah itu di Seoul. Dia bahkan bisa seminggu dua kali meninggalkanku ke luar negeri…” gumam Jaehee sambil melihat-lihat tas yang dipajang di etalase paling depan, ”Kenapa aku tidak bisa meninggalkan Korea, padahal belum tentu juga dia bisa menemuiku… apa yang terjadi padaku? Benar kata mereka semua, aku sudah seperti istrinya saja.”

   Tidak enak pada penjaga toko karena hanya melihat-lihat, Jaehee memutuskan membeli topi pantai tersebut. Ia membawa kantung belanjanya keluar dari butik Gucci tersebut dan kembali matanya berusaha melihat-lihat dan mencari inspirasi sekaligus mencuci pikirannya dari kegalauan akan rindu yang mendalam pada Joonmyun yang semakin lama semakin tidak sehat.

   Memang tidak sehat, karena nampaknya Jaehee mulai berhalusinasi melihat sosok kekasihnya dalam balutan penyamaran, yang selalu bisa ia tebak! Di galeri Cartier. Mengucek matanya, karena merasa Joonmyun disana hanya halusinasi, Jaehee kembali mengerjap-ngerjapkan matanya agar bisa memfokuskan matanya pada sosok laki-laki yang tengah mengamati sesuatu di gerai Cartier tersebut.

   Sosok itu tak kunjung pudar juga.

   ”Heoksi… Joonmyun, apa yang dia lakukan?” merapat pada dinding agar tidak terlihat oleh Joonmyun yang serius menatap kaca di Cartier, Jaehee perlahan-lahan melongok ke dalam.

   Jantungnya nyaris copot, karena sosok seperti Joonmyun itu tidak sendiri. Parahnya lagi, bersama seorang wanita, yang tidak dibalut penyamaran sama sekali, dan Jaehee bisa mengenalinya!!!

   ”Mu…mungkin, bukan Joonmyun…” Jaehee buru-buru merogoh tote bag-nya dan mengeluarkan iPhone 6-nya dan men-dial nomor Joonmyun. Entah Jaehee harus merasa beruntung atau tidak dapat mendengar percakapan di dalam, saat sosok Joonmyun dibalut beanie dan kacamata tebal, berikut mantel tersebut merogoh sakunya.

   ”Eotokhe, Hana-ya?”

   Jaehee buru-buru menekap mulutnya, kaget bukan main. Dua sosok di dalam benar-benar sosok yang ia kenali!!!

   ”Nugu? Eonnie?” tanya Hana.

   Jaehee dapat melihat Joonmyun mengangguk, wajahnya terlihat jengkel. Atau tidak, Jaehee tidak bisa memastikan jika Joonmyun terbungkus seperti itu. ”Dia menghubungiku terus sejak siang meminta bertemu. Aish! Kenapa ia selalu membuat segalanya sulit?”

   ”Sabar, Oppa…” kekeh Hana sambil membelai-belai punggung Joonmyun.

   ”Omo!” Jaehee menekap mulutnya kaget melihat perlakuan Hana. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya bisa dibakar api cemburu jika melihat seorang Lee Hana, yang sudah ia anggap adik sendiri, bersama dengan kekasihnya.

   ”Dia selalu menggangguku sudah dua minggu ini, Hana-ya,” keluh Joonmyun lagi, ”Eotokhe? Kalau begini terus… aku benar-benar tidak bisa melanjutkan semua ini.”

   Nyes. Seperti sebongkah es namun es dari alkohol, meluncur di dada Jaehee turun hingga ke perut. Tangannya gemetar, dan mulai panas dingin, Joonmyun bahkan belum menjawab panggilannya.

   ”Oppa tidak boleh begitu. Kalau kita ketahuan Eonnie bagaimana? Oppa harus terus berakting baik di depan Eonnie agar rencana kita berdua lancar… Oppa ini bagaimana? Masa diganggu Eonnie begitu saja mau menyerah…”

   ”Arasseo, arasseo…” Joonmyun membelai kepala Hana—yang menurut Jaehee, penuh dengan kasih sayang dan membuat matanya melotot dan tanduknya nyaris keluar hendak menerkam Hana begitu saja ke dalam kalau saja Joonmyun tidak menjawab panggilannya.

   ”Sayang, ada apa?”

   Jaehee bisa melihat Hana berdecak saat mendengar sapaan Sayang yang keluar dari bibir Joonmyun, dan memilih melihat-lihat etalase menjauh dari kekasihnya, seolah tidak mau mendengar apa yang akan Joonmyun katakan meski hanya berakting.

   ”Ehem. Kau dimana?” Jaehee berusaha menghalau betapa paraunya suaranya yang sudah menahan tangis tersebut.

   ”Hmm…” ya, Joonmyun terlihat berpikir keras, ”Aku masih ada pemotretan, sebentar lagi… mungkin akan lama. Wae?”

   ”Anhi. Hanya mau mengecek bagaimana keadaanmu…” bisik Jaehee.

   ”Gwenchana. Hmm, sepertinya aku sudah dipanggil… kau baik-baik ya, bye!” Joonmyun buru-buru mematikan sambungan, dan ia terlihat menghela napas lega sekali saat berhasil memutuskan panggilan tersebut.

   Jaehee bisa melihat Hana kembali mendekat, ”Sudah? Aigooo, Oppa begitu cheesy~”

   ”Aish! Sudah jangan dibahas, eotokhe? Kau sudah memilih?”

   ”Apa benar tidak apa-apa, kalau aku yang memilih… ini kan penting, untuk Oppa juga, bukan hanya untukku…”

   ”Tentu saja, kau yang pilih~” Joonmyun mencubit pipi Hana gemas. ”Sekarang yang mana?”

   Hana terkikik dan menunjuk, ”Kalau yang itu bagaimana?”

   ”Ini?”

   ”Hmm, yang ini…”

   ”Oke, boleh kami lihat yang ini?” Joonmyun menunjuk sesuatu dari dalam etalase kaca tinggi.

   Penjaga toko langsung mengeluarkannya, dan Jaehee tidak dapat melihat dengan jelas apa yang diminta Joonmyun, meski kepalanya sudah mulai berputar-putar dan matanya mulai mengabur karena air mata. Ia masih belum bisa percaya jika Joonmyun bisa berkata-kata begitu kejam tentangnya tadi.

   ”Woah… yeppeuda…” puji Hana riang.

   ”Kau yakin yang ini? Tidak mau pilih yang lain? Apakah tidak terlalu sederhana?” tanya Joonmyun.

   ”Tidak, aku yakin yang ini!”

   ”Baiklah, mari kita coba,” Joonmyun kemudian memakaikan sesuatu pada jemari Hana yang lentik, dan Jaehee kini tahu benda apa itu. Benda apa yang tengah mereka berdua cari dan mengapa mereka ada di gerai Cartier.

   Tak mampu melihat kelanjutannya, Jaehee pergi.

*           *           *

Drrrrrrrttttt

Drrrrrrtttttt

Drrrrrttttttt

   Menguap, dengan geragapan Jongin meraba-raba sisi bantalnya, begitu tangannya menemukan ponselnya, ia harus menyipitkan matanya untuk memfokuskan pandangannya melihat nama siapa yang tertera di layar.

   ”Yeoboseyo.” Sahut Jongin buru-buru, tapi ia tidak mendengar sapaan kembali. Ia hanya mendengar suara isakan dan Jongin nyaris panik, namun berhasil mengumpulkan kesadarannya. ”Noona, Jaehee Noona?

   ”J-jongin…”

   ”Noona, ada apa? Kenapa menangis? Apa terjadi sesuatu?”

   ”Bi…bisakah…kau… kesini?” isak Jaehee terdengar semakin keras, dan entah kenapa Jongin merasakan firasat buruk. Untuk apa Jaehee menghubunginya jika terjadi sesuatu?

   ”Joonmyun Hyung?”

   ”Ja…jangan katakan… hiks, pada siapa pun… Jongin, kesini! Palli!”

   Entah kenapa Jongin langsung menurutinya. Ia meminta Jaehee mengirimkan alamat dimana ia bisa menemui gadis yang sudah ia anggap Noona ketiganya itu, dan langsung mengenakan pakaian yang lebih layak, dan meluncur menggunakan taksi ke shopping mall yang disebutkan Jaehee.

   Betapa terkejutnya Jongin saat melihat keadaan Jaehee yang tengah menangis di dalam mobilnya, di pelataran parkir shopping mall tersebut. Jongin buru-buru masuk di kursi penumpang dan bertanya, ”Noona, ada apa? Aku sudah disini, apa yang terjadi? Apa sesuatu telah terjadi?”

   Jaehee mengusap kedua matanya kuat-kuat, tidak memperdulikan betapa jeleknya rupanya sekarang dan menatap Jongin, ”Jongin-ah…” katanya serak, ”Apakah, apakah kau tahu Hana dimana?”

   ”Ha…Hana bilang dia mengikuti summer camp di Kangwondo,”

    Dan Jaehee kembali menangis tersedu-sedu.

   ”Noona, sesuatu tidak terjadi pada Hana, kan?” tanya Jongin sedikit panik. Tentu ia panik! Beberapa hari yang lalu, Hana berpamitan kepadanya bahwa kampusnya akan melakukan summer camp di Kangwondo selama dua minggu. Disana akan sulit menggunakan ponsel, maka Hana memperingatinya bahwa gadis itu mungkin akan sedikit kesulitan memberikan kabar.

   ”Jongin-ah, coba kau hubungi Hana sekarang…” pinta Jaehee pelan.

   ”Noona, ada apa ini? Jangan main-main, aku sedang tidak berminat bercanda. Apa yang terjadi pada Hana, eoh?”

   ”Hubungi dia, sekarang! Tanyakan ia ada dimana!” Jaehee balas berseru, tak kalah kesalnya.

   Jongin mencoba mengatur napasnya dan mengeluarkan ponselnya, ia menghubungi Hana dengan jemarinya yang gemetar karena membayangkan sesuatu yang buruk tengah terjadi pada gadisnya itu. Tidak, ia tidak akan rela jika seusatu yang buruk terjadi.

   Ponselnya tersambung.

   Namun tidak diangkat.

   ”Jongin-ah,” bisik Jaehee lagi, ”Sekarang kau lihat siapa yang ada di depan sana.” Sambil menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya. Perlahan-lahan, Jongin mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang dimaksud oleh Jaehee, meski ia sebenarnya kesal dengan sikap Jaehee yang tidak mau menjelaskan secara langsung apa maksudnya.

   Tapi kekesalannya mendadak sirna, digantikan dengan keterkejutan yang luar biasa saat melihat dua sosok yang begitu mudah ia kenali. Tentu saja, ia melihat sendiri saat Joonmyun pamit dan keluar, mengaku hendak bertemu teman-temannya. Dan sosok satunya lagi, berjalan bebas bahkan mengalungkan tangannya pada lengan Joonmyun sambil mengangkat tangan kirinya ke atas memperhatikan sesuatu pada jemarinya.

   ”Hana?” bisik Jongin.

   ”Kau lihat apa yang Hana pakai?” bisik Jaehee serak.

   Jongin menelan ludahnya dan menganggukkan kepalanya, ”Noona, apa mak…sud semua ini?”

   ”Aku tidak tahu, Jongin… tapi,” Jaehee mengusap air matanya lagi dan menatap Jongin sambol tersenyum miris. ”Joonmyun yang membelikan Hana cincin Cartier itu.”

   Dunia Jongin runtuh saat itu juga.

   Dua jam kemudian, keduanya sudah berada di ruang tengah apartemen Jaehee, dan keduanya menenggak masing-masing dua buah kaleng bir, dengan dua kotak ayam goreng di hadapan mereka. Jika kalian melihatnya, mungkin kalian awalnya akan mengira keduanya tengah berpesta. Keduanya tertawa, membicarakan apa pun kecuali kekasih-kekasih mereka yang memiliki kemungkinan besar telah berkencan di belakang mereka.

   ”Dan kemudian…” Jongin menghapus air mata yang keluar saking gelinya tertawa membicarakan bagaimana ia dan Sehun mengerjai Jongdae, ”Jongdae Hyung tetap tidak menyadari bahwa jelinya dimakan oleh Sehun…”

   Dan Jaehee meledak tertawa sampai berguling-guling. So unlady like, Jongin terkekeh geli. Ia tidak pernah melihat Noona-nya ini berlaku seperti ini. Dimatanya, Jaehee Noona itu hampir setipe dengan Joonmyun Hyung-nya, kecuali sedikit lebih seksi—oke sangat seksi!

   Tapi kali ini, Jaehee seperti tidak perduli dan tertawa seperti orang gila berguling di karpet bulu ruang tengah apartemennya. Hingga tawa tersebut berubah menjadi isakkan.

   ”Noona…” panggil Jongin ikut sedih.

   Jaehee kembali duduk dan memeluk lututnya, terisak disana. Ingin sekali Jongin menghibur Noona-nya. Mengatakan bahwa Hyung-nya telah bodoh, menyakiti Jaehee dengan berpaling pada Hana. Tetapi, hatinya juga kembali teriris mengingat hal itu. Ia masih tidak percaya dengan apa yang Hana lakukan padanya, dan pada Jaehee, terutama.

   ”Aku masih tidak percaya mereka tega melakukan ini pada kita, Noona,” bisik Jongin meneguk habis isi kalengnya dan meletakkannya pelan, mengikuti Jaehee melipat kedua kakinya dan meletakkan kepalanya di lutut. ”Aku benar-benar tidak percaya jika aku tidak melihat sendiri.”

   ”Jongin-ah, menurutmu apa salahku?”

   ”Noona, menurutmu juga apa salahku?” balas Jongin lembut.

   ”Kau… pencemburu dan tidak peka!” tunjuk Jaehee sambil terkekeh, ”Joonmyun tapi lebih lebih tidak peka… kenapa Hana mau?” setetes air mata kembali mengalir, ”Joonmyun tidak pula seksi sepertimu, tidak setampan dirimu… tidak setinggi dirimu…” suara Jaehee semakin lama semakin histeris, ”Tapi… kenapa Hana mau?”

   Jongin terdiam. Lehernya sakit.

   ”Beritahu aku, Jongin-ah, apakah mereka memang sedekat itu? Kukira mereka hanya sebatas seperti kakak dan adik. Semua member menyayangi Hana, karena Hana seperti adik kalian… Hana pun sudah seperti adikku sendiri…”

   Jongin mengangguk.

   Sepertinya Jaehee melihat Jongin begitu tertekan mendengar segala rasa frustasinya. Ia lupa, bahwa yang berselingkuh juga kekasih Jongin, dengan kekasihnya. Bukan cuma Hana yang salah, tapi Joonmyun juga bersalah. Tidak adil, jika ia hanya menyalahkan Hana.

   ”Mungkin aku yang kurang baik bagi Joonmyun,” ujar Jaehee lagi, berusaha menenangkan Jongin.

   ”Anhi, aku yang tidak pernah menjadi kekasih yang baik bagi Hana. Kami selalu bertengkar, kami selalu salah paham… seharusnya aku bisa melihatnya, seharusnya aku tahu ada sesuatu yang tidak beres.” Jongin menggelengkan kepalanya. ”Joonmyun Hyung… bagaimana dia bisa begitu tega, padamu… dan padaku.”

   Jaehee menggelengkan kepalanya, mengangkat kalengnya, ”Cheers!”

Cheers~” Jongin membenturkan kaleng ketiganya dengan kaleng milik Jaehee.

   ”Noona,” panggil Jongin lagi. Jaehee hanya mendongak dengan mata yang sudah sayu dan sembab pengaruh menangis dan alkohol, ”Apa Noona menyesal?”

   Jaehee berpikir sebentar, sebelum menghela napas, ”Aku menyesal jika akhirnya seperti ini tentu saja, tapi… aku tidak menyesal telah mencintai Joonmyun. Kau juga kan, Jongin?”

   ”Eoh. Noona, kenapa kau bisa begitu mengerti aku? Tidak seperti si bodoh Hana?”

   Jaehee terkekeh, ”Kau pun lebih peka daripada yang kubayangkan, tidak seperti Joonmyun.”

   ”Akan lebih mudah jika kita bisa berkencan, seperti mereka.”

   Dan setetes air mata kembali mengalir meski Jaehee terkekeh, ”Ne, akan lebih mudah, meski jelas kita takkan bisa melupakan mereka.”

*           *           *

1 Juli 2015

Dorm EXO

08.00 KST

”Oh, Jongin-ah, pagi sekali sudah keluar, tumben,” sapa Joonmyun hangat begitu melihat Jongin keluar dari dalam kamarnya. Jongin tahu, Joonmyun tengah merasa bersalah kepadanya. Dan ia juga tahu, Joonmyun sudah merasa bahwa dia telah berubah menjadi dingin kepada Joonmyun semenjak kejadian beberapa minggu lalu. Joonmyun mungkin tidak tahu, Hana juga tidak tahu, bahwa Jongin juga Jaehee telah mengetahui affair keduanya.

   Keduanya kerap bertemu diam-diam di sebuah kafe terpencil. Keduanya juga selalu memamerkan cincin mereka saat keduanya sudah duduk di kafe. Dan Jongin, juga Jaehee sudah cukup muak dengan akting Joonmyun dan Hana.

   ”Keurom.”

   ”Kau mau kemana?” tanya Joonmyun ramah.

   Jongin menyeringai, ”Mengantar Noona ke bandara.”

   ”Noonamu mau kemana Jongin-ah?” tanya Jongdae yang juga ada di ruang tengah bersama keduanya bertanya.

   Jongin selesai mengikat tali sepatunya, berdiri mengencangkan jaket dan topinya, ”Aku lupa. Bukan Noona kandungku… tapi, Jaehee Noona~” Jongin bisa melihat wajah Joonmyun mendadak berubah warna, ia terlihat terkejut, ”Kata Noona kau sibuk, jadi aku yang akan mengantarnya ke bandara… aku pergi~”

   ”Me…memang Jaehee mau kemana?”

   ”Kau tidak tahu? Aneh, dia kan pacarmu…” kata Jongin sambil menyeringai sinis, ”Dia ke Cina Hyung, dia menjadi asisten pribadi Yixing Hyung. Lucu, kenapa kau tak tahu… ah ya, kau sibuk.”

   ”Apa maksudmu, Jongin?!”

   ”Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya mengatakan apa yang Jaehee Noona katakan. Noona bilang kau sibuk! Bye~”

   Dan Jongin menutup pintu tepat di depan wajah Joonmyun.

* CUT *

Nah bingung?

Haloo ini Ima haha aku postin ff ka neez

kalo mau protes atau komen silakan dibawah yaa

ada apa sama hana dan joonmyun? Jongin dan jaehee gimana? Lanjut affair juga sama kaya joonmyun dan hana atau ngga?

Mari kita lihat ~ hing

Thankies~ muah muah

42 thoughts on “[KaiHee] Secret Affair

  1. nadya says:

    Kok hana malah selingkuh sama joonmyun?
    Jongin nya mau dikemana in?
    Masih kurang paham sama cerita ini, apa yang sebener nya terjadi?
    Kenapa hana bisa kaya gitu?
    Apa salah jongi?

  2. adindacynthia says:

    Ini apa dah?
    Kenapa Suho jadi sama Hana?
    Ada apa sebenarnya ini?
    Ini cuma rencana Suho sama Hana? Atau gimana sih?
    Terus gimana nasib Kai sama Jaehee ke depannya?
    Kak nisya… Ima… Ada apa sebenarnya dengan kalian berdua? -_-

  3. ohsandal says:

    suho sama hana bikin kejutan buat jaehee dan kai? susah sih bayangin suho hana selingkuhan. soalnya hana bukan type suho .___. jadi gg ngerti lagi -…-

  4. FAWN says:

    APA? MEREKA AFFAIR? TAPI KOK BISA?
    Gosh. Gak mungkiiiiiiiiiiin.
    Aku kira tadi yang Affair itu KaiHee ternyata JunHana.

  5. LEEDAESHI says:

    Ini pasti kaihee salah paham. Iya kan iya kan???? 😭😭😭
    Iya pasti iyakan iyakan.
    Junmyeon sama hana pasti mau buat kejutan dan ngerencanain berdua.
    Gamau ketahuan jaehee makanya junmyeon sengaja menghindar dlu dr jaehee.
    Iya gt kan kaknis 😭😭😭
    Tapi malah apesnya ketauan sama jaehee dan jonginpun jadi ikutan salah paham
    Terus jongin dan jaehee yg sama2 patah hati jadi deket. Karna senasip, karna sependeritaan, dan sering curhat2an berdua.
    Junmyeon dan hana gatau kalo mreka ketauan juga makin bikin salah paham.
    Iyain dong kak. Iyakan kak 😭😭😭
    Ga mungkin kaina dan junhee karam ditengah jalan.
    Galau nya itu krna diawal kata2nya mama jaehee kayak udabudah kerasa banget si junmyeon bakal jd suami idaman buat jaehee.
    Dan gimana jaehee yg LCC (lagi cinta cintanya) sama junmyeon bikin nyeseknya makin maksimal waktu baca yg diakhir2 ini 😭😭😭
    Semoga cepat dapat pencerahan ya :’)
    Aku ga siap kaina dan junhee karam.
    Apalagi kaina baru ngelakuin salah satu proses ‘pendewasaan’ dan junhee juga masih ada kesisa rasa2 ‘honeymoon’ pasca balikan :’)

  6. Bubble Gum says:

    ini maksudnya apa ? Hana sama Joonmyeon lagi buat kejutan kn buat Jaehee ? huaaaa jngn sampe ada masalah rumit lagi dg affair-nya mereka.
    Jongin-ah jangan macam-macam please, Hana juga.

  7. Nafff says:

    Ini apa? Kenapa hana sama joonmyun sedangkan jongin sama jaehee?
    Ini cuma salah paham kan? Pasti cuma salah paham.
    Wajah joonmyun bukan wajah2 selingkuh sih, jadi pasti gak mungkin kalau punya affair sama hana. Pasti.
    Semoga aja kesalahpahaman ini gak bikin mereka berempat putus atau break

  8. ohvee12 says:

    Wait !!! Ini nyambung ama KaiNa ga sih ?
    Apa cuma FF diluar KaiNa ?
    Tapi kenapa Hana sama Kkamjong jadi gitu ?
    Ah eonni , aku mention twitter belum ada yang bales apa kalian masih sibuk 😦

  9. kyungsoo pacar says:

    kaa ima aku bingung, mereka masalahnya apa, sebenernya joonma sama hana rencanain apa???
    ini gawat kalo kai sm jaehee beneran jadi, aaaa otokehhh

  10. Lisa says:

    Hoahh!! Aku kaget bukan main nihh:3 entah knaoa kesel sama junmen sama hana kesel parah-_- takut jaehee depresi lagi deh kakanyaaa:3 ditunggu nextnya yaa hihi

  11. Jung Hyun Mi says:

    Inii apa ka ima;-;
    plss ini cuman misunderstand kann???
    ahh aku gak ngerti kkkk
    tapi kayanya hana junmen lagi ngerencanain sesuatu buat jaehee(?)
    stay positive ajaa =))
    #TeamKainaforeva♥/?

  12. shazkiasw says:

    Iniii apaaaaa kakk imaa??:”””
    Masa mereka pada selingkuhan semuaaaaa?:””
    Ga mungkin Hana bisa semudah itu nyelingkuhin Jong-In: “””
    Jangan kayak gini dongg :””aku udah cinta banget sama KaiNa:”””
    Aaaa:” ini cuma salah paham kan?:” kemaren kan kaina baru siap honeymoon dari LA
    Masaa pulang2 udah kayak ginii 😥

  13. winnurma says:

    ini.apalagi coba hufet grup indaylee lg pd halau nih
    mgkn jonmyun hana sengaja krn punya rencana atau emg selingkuh?soalnya kak ima sama neez idenya suka amazing kkk
    tp kangen kaina sama junhee

  14. sisolasi says:

    Aku habis baca ulang yg ini hehe soalnya baru mudeng yg di untold plan
    Pas pertama baca yg ini kaget haha
    Mana kebayang muka sedih jongin:(
    Parah nih si jongin balas dendam ceritanya

  15. cileeee says:

    Ini pasti ada something. Oh jgn blg ada apa2 sama hana and junmyeon. Hana kai baru masuk ke tahap yg lbh dewasa kkkkk jgn ada masalah dong, kasian jaehee nya juga

  16. yantie says:

    Seg seg seg
    Sepertinya ini salah paham deh,,, walaupun nyeseg juga seh,,,
    Itu hana ama suho pasti sedang melakukan rencana utk pasangan masing2,,iya kan??
    Tapi jaehee dan jongin terlanjur mengartikan dgn salah,,,
    Huaaaaaaaaaaaaaaaa
    Hana,,,kasian jonginq

  17. nayatiara says:

    what the-
    why thought, why ?
    sebelumnya jaehee sama Joonmyeon pernah salah paham dan masalahnya jadi paanjaaaang
    please cepetan diomongin, please
    Jongin juga jangan nyindir nyindir gitu please, you said you’re the type that’s gonna say what you feel about something directly, i know you hurting, but acting like this will only hurt you more
    thank you for the hard work, waiting for the next one!

  18. Dira says:

    Ini maksudnya apaa???? Ko hana sama jonmyun? Hhuuuuaaaaa hana sama jongin aja, jangan bikin salah paham… eonni keep writting aku menunggu lanjutannyaaaaaaaaa

  19. kjmlady says:

    baru buka idl dan… apa iniii.. knp jun jd sm hana? apa cuman rencana doang beli cincinnya yaa? sbnrnya buat jaehee??

    tp itu jaehee jongin nya malah jd suka beneran berdua gimanaaaa? aaaa andwaeeeeee

  20. rinhorinhae says:

    aku sempet buruk sangka dr liat judulnya aja.. aku kira ini bnerannmmm! wkwkwk aku gg brani bca tkut gag bisa mnerima knyataan. dan baru bca ini stlah tau d special day hahahaha duh duh. miaaaann *bow

  21. gina kim says:

    Aduh aduh
    Sebenarnya ada apa ini? Benarkah hanna jongmyun selingkuh? Apa jongin jaehee salah paham? Duh cepet kelar aja deh buat masalah mereka hehe

  22. rahsarah says:

    sepertinya jongin sma jahee salah paham ini..
    kayana suho mau kasih kejutan ke jaehee dah ga mungkin dia selingkuh ke hana yg jelas2 cinta bnget sma jongin haha
    penasarann kelanjutannya

  23. hanhan31 says:

    Kenapa ? Kenapa ? Wae ? WAE??? gasuka ah jongin sama jaehee, kurang greget kalo mereka sama2 peka. Lagian hana sama suho ada apa? Kenapa pake cincin terus jalan bareng??!!! Greget parah

Leave a Reply to sisolasi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s