[KaiNa Piece] Through the Vacation #2A

ttv copy

© IMA 2015

Kim Jongin — Lee Hana

Please kindly read Lee Hana’s profile before read this story

#1

[KaiNa Piece] Through the Vacation

May 18th, 2015

10.12 AM DST

 ‘Mowning~. Aku pergi duluan, Han-ah. Jangan lupa sarapan.’

Kening Hana berkerut begitu membaca chat yang masuk ke kakaonya. Tubuh Hana masih terbungkus selimut dan ia masih enggan beranjak dari kasur sedikit pun. Walaupun matahari sudah tinggi dan menerangi seluruh kamar hotelnya, Hana tetap tidak berniat untuk bangun pagi. Ia menggeleng pelan sembari mengetikkan pesan balasan untuk Kai lalu kembali memejamkan mata.

Semalaman mereka berdebat banyak hal. Termasuk permintaan Kai agar Hana mau menemaninya bertemu Jae Won di Santa beach. Tapi Hana sudah memiliki janji dengan ayahnya untuk bertemu di salah satu cafe  di Los Angeles sebelum Kai mengajaknya pergi. Hana menghembuskan napas panjang ketika melihat jam di sudut layar ponselnya. Dengan terpaksa Hana bangkit dari tempat tidur dan berjalan malas menuju kamar mandi.

“Ah, matda,” Hana berbalik kembali menuju kopernya dan memilih baju yang bisa ia pakai. Namun tangannya terhenti ketika melihat salah satu sudut kopernya yang berisi gaun tidur milik Jae Hee. Hingga ingatan mengenai obrolan mereka sebelum keberangkatan ke LA kembali muncul di kepalanya.

*

Siang itu Hana sedang menyiapkan pakaian yang akan dibawa ke LA bersama Jae Hee di apartemennya. Setelah memberitahu Jae Hee mengenai tiket yang diberikan Kai kemarin, hari itu Jae Hee langsung muncul di apartemennya bahkan sebelum Hana bangun. Kekasih dari Joonmyun itu menceramahi banyak hal, padahal Hana belum sepenuhnya bangun.

Hana duduk bersila di dekat kopernya sementara Jae Hee sibuk memilih baju dari lemari Hana. “Kau harus tampil cantik, Hana-ya. Kalian akan liburan bersama. Aigoo~.”

“Memangnya kenapa, eonni? Pasti sama saja,” Hana mengerucutkan bibir seraya melipat-lipat baju yang dipilihkan Jae Hee.

“Hah, kau ini tidak peka sekali sih,” Jae Hee berjalan cepat menghampiri tempat tidur Hana, ia duduk di sisi sambil memperhatikan Hana. “Dia mau menghabiskan waktu berdua saja denganmu, Hana. Kau harus tampil berbeda.”

“Kita sudah sering berdua di apartemenku, eonni. Pasti sekarang sama saja, hanya berbeda tempat saja,” Hana mengangkat kepala dan mendapati sebuah sentilan di puncak kepalanya. “Ah! Kenapa eonni menyentil keningku?!”

“Otakmu itu aish,” Jae Hee maju sedikit dan berbisik di dekat wajah Hana. “Jong In pasti punya alasan kenapa mengajakmu liburan berdua. Bayangkan kalian tidur di kasur yang sama, bangun di kasur yang sama, pergi bersama-sama, dan kemana pun bersama-sama. Apa namanya kalau bukan honeymoon?”

“Y-ya! Eonni, aku tidak berpikiran apapun selain tidur,” wajah Hana tiba-tiba memanas begitu membayangkan tidur bersama Kai selama di LA. Uh, pasti Hana akan kesulitan untuk bernapas selama di sana.

“Naah! Karena itu, selama kalian hanya berdua di sana, kau harus membuat Jong In terkesan,” Jae Hee merogoh tas karton yang dibawanya saat ke apartemen Hana tadi lalu mengeluarkan tiga potong gaun tidur ke hadapan Hana.

“Mwo?!”

“Jong In pasti senang melihatmu pakai baju ini. Kau bilang hanya tidur ‘kan? Jadi tidak apa-apa kalau pakai dress ini,” Jae Hee menaik-turunkan alisnya, padahal ia memiliki maksud lain dibalik ucapannya. Tapi namanya Lee Hana, ia yakin gadis polos itu hanya akan menurutinya tanpa berpikir maksud aneh yang lain.

Hana hanya mengangguk sambil menerima dress itu dari tangan Jae Hee. “Ini hanya gaun tidur biasa ‘kan? Bukan yang tipis berenda-renda atau yang aneh-aneh semacam itu?” tanyanya seraya mengangkat satu gaun tidur milik Jae Hee dan terlihat normal.

“Cha! Masukkan sekarang,” Jae Hee merebut gaun tidur itu kembali dan memasukkannya ke dalam koper Hana. “Kau tahu, kadang kelinci berbulu putih pun bisa berubah menjadi serigala kalau lihat wanita pakai gaun tidur.”

“Memangnya kenapa? Gaunnya masih terlihat biasa saja -.-,” jawab Hana, namun ia melihat wajah Jae Hee memerah sedetik kemudian. “Ya! Eonni pakai gaun ini di depan Joonmyun oppa, eoh? Lalu apa maksudnya kelinci berubah jadi—HMMPH!”

“Berisik,” Jae Hee masih menutup mulut Hana dengan tangannya. “Pokoknya pakai gaun ini di depan Jong In. Kita lihat apa beruang bisa berubah jadi serigala juga atau tidak.”

Kening Hana berkerut heran namun mengangguk saja menuruti ucapan Jae Hee. Sebenarnya Hana penasaran juga kenapa Jae Hee bisa berkata seperti itu menyangkut Joonmyun. Apa efeknya sama juga pada Kai atau tidak.

***

Karena jarak yang tidak begitu jauh dari tempatnya menginap, Hana memutuskan untuk berjalan kaki sambil menyalakan GPS di ponselnya. Sesekali Hana melirik toko-toko yang dilewatinya, merasa tertarik dengan berbagai macam jenis merk pakaian ataupun sepatu yang dipajang di sana. Hana melirik jam tangannya sekali lagi, masih ada cukup waktu jika Hana berkeliling sebentar di salah satu toko pakaian di sana.

Hana mendorong pintu kaca salah satu toko pakaian, membungkuk singkat pada pelayan wanita yang menyambutnya lalu berjalan santai menuju rak yang berisi banyak pakaian. Ia berpikiran untuk membelikan Yun Woo oleh-oleh walaupun lelaki itu belum meminta.

Setelah selama 15 menit berkeliling, Hana mendapatkan tiga potong baju dan satu pasang sepatu untuk diberikan pada Yun Woo nanti. Senyuman geli muncul di bibirnya, ia membayangkan wajah kesal Yun Woo ketika diminta tolong untuk membuatkan surat izin kemarin. Ia tiba-tiba saja merasa bersalah pada temannya itu. Yun Woo sudah terlalu banyak menolongnya sementara ia lebih sering membentak atau memarahi lelaki itu.

Tapi Hana senang karena bisa berteman dengan Yun Woo.

Langkah Hana melambat di depan cafe –tempat bertemunya dengan Jung Dae, ia mengirim pesan pada ayahnya lalu melangkah masuk ke dalam sana. Hana baru saja akan memilih meja di sudut cafe ketika melihat ayahnya melambaikan tangan dari salah satu meja.

Appa!” pekik Hana kelewat senang lalu berlari ke arah meja yang ditempati ayahnya, tidak peduli tatapan aneh dari orang-orang yang berada di sana. Hana menaruh tas kartonnya di dekat kaki meja dan langsung memeluk erat ayahnya yang berdiri di sana. Mungkin terlalu erat. Hana tidak peduli karena ia begitu merindukan ayahnya.

Sejak perceraian kedua orangtuanya dua tahun silam, Hana tidak pernah bertemu dengan Jung Dae lagi. Mereka hanya berbincang di kakao atau terkadang melakukan video call dengannya, bertanya mengenai kuliah dan banyak hal hingga Hana terkadang tidak tidur semalaman karena perbedaan waktu yang cukup jauh antara Korea dan Amerika. Sejak kecil Hana memang lebih dekat dengan Jung Dae daripada dengan Ha Jin, sementara Jiho sebaliknya. Dan Hana merindukan Jung Dae seperti mau mati rasanya. Hingga tangisannya pun pecah ketika Jung Dae mengusap-ngusap kepala dan punggungnya.

Bogoshipeo, appa. Jinjja,” Hana terisak dalam pelukan ayahnya. Ia tidak peduli bahwa ia lebih terlihat seperti seorang bocah lima tahun yang mengadu pada ayahnya karena diganggu bocah nakal. Ia tidak peduli bahwa seluruh pengunjung di dalam cafe itu memperhatikannya dengan aneh. Dan ia tidak peduli bahwa jas yang dipakai ayahnya akan basah karena air matanya.

You’re such a giant baby, Hana. Stop crying, they staring at us right now,” bisik Jung Dae dari balik rambut panjang Hana, namun anak gadisnya itu malah mempererat pelukan itu. Jung Dae hanya tersenyum simpul lalu kembali mengusap puncak kepala Hana, karena bagaimana pun keadaan keluarganya sekarang, Hana akan tetap menjadi anak kesayangannya.

.

How are you, dear? I was so busy these days, sorry for not calling you lately,” Jung Dae tersenyum simpul, memberikan kehangatan ke dalam rongga dada Hana –begitu menyadari bahwa ayahnya terlihat baik-baik saja.

Hana balas tersenyum. “Never as fine as today.”

“You’re so adorable, Hana. I almost didn’t recognize you just now. How can you grow up beautifully like this?” tanya Jung Dae namun Hana hanya terkekeh pelan menanggapi ayahnya.

Appa, jangan berlebihan,” jawab Hana dan Jung Dae yang kali ini tertawa pelan karena ucapannya.

“Dimana Jong In? Kenapa tidak mengantarmu?” tanya Jung Dae seraya melirik ke sekitar dari balik kaca yang menjadi dinding cafe itu.

“Dia ada urusan. Kita juga tidak mungkin berjalan-jalan bebas di sini, appa, banyak paparazzi,” jawab Hana seraya meraih minumannya, green tea frappe, dan menyesapnya dalam beberapa teguk.

“Bagaimana kalau kau tersesat atau diculik di sini? Bagaimana bisa Jong In membiarkanmu jalan-jalan sendirian?” Jung Dae bertanya dengan nada serius kali ini dan Hana berusaha meredakan kekhawatiran ayahnya dengan senyuman lebar.

“Buktinya aku masih bisa sampai di cafe. Tenang saja appa, aku bisa melindungi diri,” jawab Hana yakin, namun kerutan kekhawatiran di kening ayahnya masih terlihat jelas.

“Tidak kalau kau di Amerika, Hana.”

“Tapi aku yang minta Jong In tidak mengantar. Hari ini aku mau kencan berdua dengan appa,” Hana pun akhirnya terpaksa berbohong agar Jung Dae tidak lagi bertanya mengenai keberadaan Kai. Bohong untuk kebaikan tidak apa-apa bukan?

Ck, kau sedang membela pacarmu, eoh? Kau tetap tidak bisa berbohong pada appa, sayang,” Jung Dae tersenyum geli begitu melihat Hana sedikit panik di tempat duduknya.

“Tapi aku serius mau kencan berdua dengan appa,” Hana mengerucutkan bibir kesal dan kembali membuat Jung Dae tertawa pelan.

“Apa anakku sedang merajuk sekarang?” Jung Dae melirik Hana yang masih mengerucutkan bibir dengan lucunya di sana. Kai sangat beruntung bisa memiliki hati anak perempuan satu-satunya itu selama ini.

Appa harus mengajakku berkeliling Los Angeles seharian ini, call?” Hana mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan Jung Dae.

Dan Jung Dae berjanji akan membatalkan semua jadwal rapatnya hari itu demi kencan dengan Hana. Ia balas menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Hana. “Call, Hana.”

.

.

.

Berkeliling di pusat kota Los Angeles sampai ke Hollywood benar-benar membuat Hana kelewat senang. Hana tidak berhenti tersenyum sejak Jung Dae merangkulnya keluar dari cafe tadi siang. Hana bahkan harus menyadarkan dirinya sendiri bahwa itu bukan hanya sekedar mimpi. Ia benar-benar bertemu dan berkencan dengan ayahnya. Hana merasa seperti kembali lagi menjadi anak-anak yang diajak ayahnya pergi ke taman bermain. Walaupun hanya berkeliling dengan mobil dan terkadang jalan kaki, Hana tetap merasa sangat senang.

Di sore menjelang malam itu, Hana akhirnya merengek kelaparan dan meminta Jung Dae mengajaknya ke restoran terbaik di Los Angeles. Jung Dae hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan Hana hingga mereka akhirnya duduk di salah satu restoran yang paling ramai di sana.

How is it, Hana?” tanya Jung Dae setelah mereka selesai memesan makanan pada pelayan.

Hana mengitarkan pandangannya pada seluruh sudut restoran yang dipenuhi orang sebelum menangkap pertanyaan Jung Dae. “How about what?”

“About our date,” balas Jung Dae. Ia kemudian melihat senyum lebar menghiasi bibir Hana.

It’s the best date that I ever had in my life, appa,” Hana tersenyum senang pada Jung Dae, namun ayahnya itu malah menaikkan sebelah alisnya.

Even compared to your date with Jong In?” tanya Jung Dae tak yakin.

Hana mengerucutkan bibirnya. “We rarely go out like this, so today is still the best for me.”

How’s your mom doing?” tanya Jung Dae tiba-tiba. Senyuman lebar di bibir Hana perlahan menghilang, walaupun masih tersisa senyuman simpul di bibir gadis itu, Jung Dae mulai merasa tidak enak entah kenapa.

Eomma sekarang jadi kepala bagian desain produk di satu perusahaan. Eomma selalu pergi ke luar kota setiap satu minggu sekali, kadang pulang larut malam, dan kadang tidak pulang. Aku takut eomma sakit, eomma bekerja terlalu keras akhir-akhir ini,” jelas Hana seraya menghembuskan napas panjang.

So Hana didn’t know about money issue.

I’m sorry, Hana,” Jung Dae berujar pelan, sontak membuat Hana mengangkat kepalanya.

Gadis itu menyunggingkan senyum manisnya. “Appa tidak perlu minta maaf. Walaupun aku tidak tahu alasan kenapa appa dan eomma  bercerai, aku menghormati keputusan kalian. Awalnya memang sakit, tapi aku sedang berusaha melewati ini semua.”

“Terima kasih, Hana-ya. Kau harus hidup dengan baik di sana. Jangan lupa perhatikan kesehatan ibumu, dia seseorang yang mudah stres, jadi kau harus memperhatikannya, eoh?” Jung Dae mengusap punggung tangan Hana yang berada di atas meja, mencoba menenangkan perasaan gadis itu. “Titip salam untuk Jiho dan Min Kyu. Kedua kakak laki-lakimu itu harus perhatikan kesehatan juga, jangan bekerja terlalu keras.”

Pembicaraan keduanya menggantung di udara ketika seorang pelayan mengantarkan makanan pesanan mereka. Jung Dae menggumam terima kasih pada sang pelayan lalu kembali memfokuskan diri pada acara makan sore –menjelang malamnya bersama Hana.

“Eh, kenapa makanannya lebih?” tanya Hana entah pada siapa ketika melihat satu porsi makanan lain di sebelah ayahnya. “Appa pesan dua makanan? Apa pelayannya yang salah?”

Anhi, aku memang memesan dua makanan,” jawab Jung Dae, sementara Hana hanya mengangguk ringan.

Keurae. Selamat makan, appa,” Hana tersenyum lebar sebelum menyuapkan makan malamnya.

Namun Jung Dae hanya memandangi anak gadisnya. Senyuman simpul masih menghiasi bibir Jung Dae karena berhasil membuat Hana bahagia bersamanya hari itu. Ia pasti akan sangat merindukan anak perempuan satu-satunya yang paling ia sayangi itu. Ia hanya berharap yang terbaik untuk kehidupan Hana, apapun, termasuk pasangan hidup. Ia tidak mau pernikahan Hana hancur seperti dirinya, dan ia harus memastikan bahwa Hana mendapat pria terbaik di hidupnya.

Melihat mood Hana yang sangat baik, Jung Dae harap ia tidak salah timing untuk memperkenalkan seseorang pada gadis itu.

“Hana.”

Eum?” tanya Hana seraya mengangkat kepalanya.

“Aku mau mengenalkan seseorang—.”

Babe?”

Kepala Hana sontak menoleh pada seorang wanita yang berdiri di dekat mejanya. Wanita berambut cokelat terang itu menatap ayahnya dan Hana secara bergantian. Hana menghentikan makannya, menatap heran pada sosok wanita berkulit sedikit gelap dengan wajah seperti putri-putri dalam film latin yang sering ditontonnya itu. Wanita itu sepertinya berusia awal 30-an, ekspresi heran masih terpetak jelas di wajah wanita itu, seolah meminta penjelasan pada Jung Dae.

“Hana-ya,” Jung Dae beranjak dari kursinya seraya meraih tangan wanita itu.

Dan Hana merasa perutnya seperti diaduk-aduk dengan cepat, terasa mual begitu melihat sorot mata ayahnya pada wanita itu. “Siapa dia, appa?”

Hana, my dear, this is Helena Montova, my secretary and…. my fiance. Helena, this is Lee Hana, my precious daughter.”

Oh sorry, Hana.  Hello~ Nice to meet you,” wanita bernama Helena yang dikenalkan ayahnya itu menyodorkan tangannya pada Hana, namun Hana hanya menatap tangan yang terjulur di depannya.

Jadi makanan yang dipesankan ayahnya tadi untuk wanita itu? Untuk wanita yang menggantikan posisi ibunya di hati Jung Dae? Hana kembali merasakan rasa tidak enak yang mengaduk-aduk perutnya, dan dengan setengah hati menyahut uluran tangan Helena. Ada rasa tercekat yang mengganjal di kerongkongan Hana ketika Helena tersenyum lebar padanya. Dan ia menyadari tatapan ayahnya yang tidak lepas dari wanita itu sejak tadi.

“You have a beautiful daughter. You should shown me her picture earlier,” wanita itu duduk di samping Jung Dae seraya menatap Hana dengan ekspresi bahagianya.

Sementara Hana sudah kehilangan nafsu makannya melihat wanita bernama Helena itu. Apalagi ketika melihat interaksi bersama ayahnya yang semakin membuat perutnya terasa mual. Disaat Hana masih berharap kedua orang tuanya akan bersatu lagi, ia malah ditampar keras-keras saat mengalami kejadian itu. Ayahnya sudah mendapat kekasih baru sekarang, yang menandakan bahwa tidak ada harapan lagi untuk kedua orangtuanya. Entah kenapa Hana merasa dikhianati. Ia merasa dikhianati oleh orang yang paling ia sayangi di hidupnya dan membuat dadanya terasa sesak sekarang.

Kedua mata Hana tidak lagi fokus dan ia hanya menatap Jung Dae dan kekasih barunya yang sedang tertawa bersama.

Hana membutuhkan seseorang untuk menopangnya sekarang.

***

07.12 PM DST

Dengan gelisah Kai berguling-guling di atas tempat tidurnya, ia melirik layar ponselnya terus menerus, berharap Sehun cepat membalas pesannya. Uh, pasti Sehun sedang asik bersama Chaerin sampai tidak mau membalas pesannya. Padahal ia sedang membutuhkan saran dari lelaki itu sekarang. Kai benar-benar bingung dan kalut sendiri, rencana di dalam kepalanya seolah melarikan diri entah kemana.

Kai mengumpat pelan sebelum beranjak dari tempat tidurnya. Ia mengambil kunci kamar Hana lalu keluar dari kamarnya sendiri dan memasuki kamar gadisnya. Hembusan napas keluar dari bibirnya ketika melihat hiasan yang dibuat masih berada di posisi yang sama. Hana belum membalas pesannya dan bisa dipastikan bahwa gadis itu masih menghabiskan waktu bersama ayahnya di suatu tempat. Ia memaklumi, mengingat Hana sudah lama tidak bertemu ayahnya.

Dengan perlahan Kai duduk di sisi tempat tidur, berusaha tidak merusak hiasan yang sudah dibuat  dengan susah payah. Ia kembali menghembuskan napas, ia baru saja akan melihat jam di layar ponselnya ketika menyadari ponselnya berbunyi, menandakan telepon masuk dari seseorang. Dan ia mendapati telepon masuk di LINE dari kekasihnya. Tanpa ragu ia segera mengangkatnya.

Han-ah? Kau dimana?”

Ada jeda selama beberapa saat setelah Kai bertanya seperti itu pada Hana. Kai hanya mendengar suara bising kendaraan dan suara riuh orang-orang yang berbincang di belakang gadis itu.

‘Kkaman?’ tanya Hana memastikan dengan suara bergetar.

Kai tersenyum lega. “Kukira kau diculik atau apa, Han-ah. Sudah selesai?”

‘Eum, aku sudah selesai. Tapi kkaman,’ Hana memberi jeda pada ucapannya di sana, membuat kening Kai berkerut heran. ‘Kakiku sakit dan aku tidak tahu jalan pulang. Aku tidak tahu kemana aku jalan dari restoran tadi. Kau mau menjemputku?’

Ya. Jangan bercanda, Lee Hana!” Kai cepat-cepat mengambil topinya di atas nakas dekat tempat tidur Hana dan melangkah cepat keluar dari kamar gadis itu.

‘Aku tidak sanggup jalan lagi, kkaman. Cepat datang ke sini.’

Ara, kirim lokasimu sekarang juga, Han-ah.”

.

.

Kai bersumpah bahwa ia tidak pernah menemukan sisi Hana yang seperti ini. Hana adalah tipe seseorang yang jika ia masih bisa melakukannya sendiri, maka ia tidak akan meminta bantuan orang lain. Hana bukan tipe seseorang yang manja dan suka merengek seperti wanita pada umumnya. Gadis itu keras kepala, selalu mementingkan gengsinya, dan ceroboh pada apapun yang dilakukannya. Bagaimana bisa Hana berjalan tanpa tentu arah hingga tersesat seperti ini kalau bukan ceroboh namanya.

Napas Kai tersengal ketika ia tiba di kerumunan orang-orang entah di jalan apa –setelah naik taksi dari depan hotel tadi. Langit sudah mulai gelap dan Kai sedikit kesulitan mencari Hana dari balik topi yang dipakainya. Ia mengecek posisi Hana sekali lagi lalu memutar tubuhnya saat menyadari bahwa Hana berada tidak jauh dari sana. Matanya menangkap Hana yang sedang berdiri di depan sebuah toko, tatapan matanya kosong, rambutnya berantakan, dan tangannya terjuntai lemah di sisi tubuh. Ia seperti melihat seorang anak yang kehilangan orangtuanya diantara kerumunan.

Kai kemudian melangkah cepat menghampiri Hana, ia berdiri di dekat gadis itu, tapi tetap tidak menyadarkan Hana dari lamunannya. Hingga ketika Kai menyentuh pergelangan tangan Hana, gadisnya itu sedikit terkesiap dan panik, namun berubah menjadi lega ketika menatap matanya. Hana lalu beralih menggenggam tangannya, dengan sangat erat, seolah ia adalah satu-satunya yang bisa menopang gadis itu sekarang.

“Kau datang, kkaman,” Hana tersenyum lemah seraya menjulurkan tangannya yang bebas untuk menyentuh wajah Kai, memastikan bahwa ia tidak salah menggenggam tangan orang atau berhalusinasi mengenai keberadaan Kai di sana.

“Wajahmu pucat, Han-ah,” ujar Kai ketika Hana menurunkan tangannya. Ia juga melihat kedua mata Hana yang memerah entah karena apa

“Mungkin aku terlalu banyak jalan tadi. Ayo pulang sekarang,” Hana semakin mempererat genggaman tangannya pada Kai lalu menarik lelaki itu agar mengikuti langkahnya. Namun ketika Kai tidak bergerak sedikit pun dan menahan tangannya, Hana terpaksa berbalik ke arah laki-laki itu lagi.

“Kau kenapa?” tanya Kai heran. Namun Hana hanya menghembuskan napas pelan sambil menggeleng.

“Kita kembali ke hotel dengan taksi ‘kan? Kakiku tidak sanggup jalan lagi,” Hana kembali memohon, membuat Kai semakin heran tentu saja. Ia seperti melihat Hana yang lain, bukan Hana yang selalu bertingkah menyebalkan di depannya.

Kai hanya mengangguk ringan lalu membawa Hana ke tepi pedestrian, bermaksud mencari taksi yang kosong. Sesekali ia menoleh, memastikan bahwa Hana masih berdiri tegak dan sadar di sampingnya. Hingga sebuah taksi akhirnya berhenti di depan mereka, Kai membukakan pintu dan membiarkan Hana masuk lebih dulu. Bahkan ketika di dalam taksi pun, Hana hanya diam masih sambil terus menggenggam tangannya dengan erat. Dan Kai menyadari bahwa tangan Hana berkeringat dingin, sesekali ia melihat ekspresi Hana mengernyit, seolah merasakan sesuatu, namun berubah menjadi tatapan kosong kembali sedetik kemudian.

“Kau yakin tidak apa-apa?” tanya Kai sekali lagi, namun Hana menjawab dengan sebuah anggukan lagi.

“Aku hanya butuh tidur, Jong In,” Hana menjawab sambil tersenyum lemah pada Kai. Tidak mau membuat lelaki itu khawatir pada keadaannya.

“Han-ah, sesuatu terjadi padamu, eoh? Apa ada orang yang menyakitimu?” Kai mengangkat tangannya dan memegang pipi Hana, mengecek sudut wajah Hana jika ada luka sedikit pun di sana.

Anhi,” Hana tertawa pelan, namun tidak cukup membuat Kai tenang. “Aku hanya kelelahan, kkaman.”

Abeonim dimana? Kenapa tidak mengantarmu pulang ke hotel?”

Pertanyaan dari Kai seperti membubuhkan garam pada luka di hati Hana. Gadis itu berusaha tersenyum walaupun ia sangat ingin menangis saat itu. Ya, ia pasti menangis, tapi tidak di hadapan Kai. Lelaki itu tidak boleh tahu bahwa ia merasa sangat sakit, di dalam dadanya, bahkan membuat Hana kesulitan menarik napas sejak tadi. Dan Kai tidak boleh tahu bahwa ia pergi dari acara makan malam, meninggalkan ayahnya di restoran hingga berjalan tak tentu arah.

Bahkan rasa sakit di dadanya jauh lebih parah dibanding saat ia putus dengan Kai dulu.

Appa ada rapat mendadak tadi, jadi tidak bisa mengantarku pulang,” elak Hana seraya mengalihkan tatapannya ke depan.

Jinjja? Abeonim lebih mementingkan rapat dibanding anaknya yang berjalan-jalan di negara asing sendirian?” tanya Kai tak yakin.

Hana menghela napas panjang lalu mengangguk. Ia hanya berharap Kai menghentikan pembicaraan yang menyangkut ayahnya, karena membuat dadanya semakin sesak. “Eum, sangat tipikal appa.”

Tidak ada perbincangan yang berarti di antara keduanya sepanjang perjalanan menuju hotel. Hana terlalu lelah untuk berbicara, sementara Kai berusaha menutup mulutnya rapat-rapat. Mencoba tidak mengganggu Hana yang sedang dalam mood tidak baik. Begitu turun dari taksi, Hana berjalan lebih dulu darinya sementara Kai mengekori di belakang mengingat ramainya lobi hotel tempat mereka menginap. Namun ia tetap berada di satu lift yang sama bersama Hana dan beberapa orang lainnya.

Tubuh Kai menegang ketika mengingat kejutan yang sudah disiapkannya untuk Hana. Sepertinya akan gagal malam itu karena Hana sedang tidak mood berbicara dengannya. Tapi ia sudah terlanjur menghias kamar Hana, ia tidak tahu harus beralasan apa nanti. Mungkin ia akan meminta Hana mengungsi di kamarnya sebentar sementara ia membereskan hiasan itu.

Lift berhenti di lantai 7, hanya Kai dan Hana yang berjalan keluar di sana dan Kai masih mengekori di belakang. Ia menggigit bagian bibir bawahnya sebelum mendahului Hana dan berdiri di depan kamar gadis itu.

“Kita tukar kamar malam ini,” ujar Kai tiba-tiba.

“Aku sedang tidak mau bercanda, kkaman. Minggir, aku mau masuk,” ujar Hana ketus seraya mendorong Kai dari sana.

“Aku serius, Han-ah. Tukar malam ini, eoh?” Kai bertanya lagi dengan nada serius, namun Hana tetap menggeleng.

Sungguh, Hana butuh istirahat sekarang. “Anhi. Minggir sedikit aku—ah annyeonghaseyo.

Kai sontak berbalik ketika Hana menyapa seseorang –yang ternyata tidak ada siapapun di belakang tubuhnya, ketika ia lengah Hana malah mendorong tubuhnya dan memasukkan kartu ke gagang pintu kamar hotelnya dengan cepat. Dan Kai mengumpat dalam hati ketika Hana mengerjainya, ia menghadang langkah Hana yang sudah mau memasuki kamarnya.

Kkaman, aku harus istirahat sekarang,” Hana menatap sinis ke arah Kai yang kembali menghadang pintu yang sudah terbuka. Sebenarnya Hana ingin menangis sekarang juga.

“Tidak boleh. Sebentar aku harus—AAAK!! JANGAN MENGINJAK KAKIKU, LEE HANA!”

Setelah Kai menyingkir karena diinjak olehnya, Hana cepat-cepat menerobos masuk pintu kamarnya. Ia mengabaikan Kai yang masih berteriak di belakang dan memasuki kamarnya dengan dada yang terasa sesak dan siap meledak sebentar lagi. Namun langkah Hana terhenti. Kedua matanya membulat sempurna begitu menemukan kamarnya dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Ada kotak berisi sebuket bunga mawar, parfum, dan kotak yang lebih kecil entah berisi apa, tergeletak di atas tempat tidurnya dengan hiasan kelopak bunga yang ditebar secara acak di atas kasur. Sementara di atas meja kecil dekat jendela, ada satu botol wine lengkap dengan dua gelas yang kosong di kanan kirinya. Ia juga melihat dua piring makanan yang masih ditutup ditambah satu buah lilin di tengah meja yang belum dinyalakan.

Dan detik itu juga Hana menangis, ia berjongkok sambil menutupi wajahnya karena tidak sanggup menahan semuanya lagi. Di saat ia merasa kecewa dan hancur karena ayahnya, Kai rela menyisihkan waktu untuk menghias kamarnya seperti itu. Tapi Hana bahkan bersikap buruk pada Kai selama perjalanan pulang karena moodnya benar-benar sudah rusak.

Kenapa Kai membuatnya semakin lemah? Kenapa Kai harus memberikan kejutan padanya di hari itu?

“Han-ah,” Kai berjalan mendekat dan ikut berjongkok di sebelah gadisnya.

Namun Hana malah semakin tersedu, masih sambil menutup wajahnya dan menangis dengan keras. Kai dengan ragu mendekat sambil berlutut lalu akhirnya menarik Hana ke dalam pelukannya.  Ia tahu bahwa Hana menahan semuanya sejak dalam perjalanan pulang tadi.

“Ada apa?” Kai bertanya dengan nada rendahnya sembari berbisik pelan di telinga Hana.

Namun Hana malah menggeleng di dalam pelukannya. Sungguh, Hana belum bisa menceritakannya pada Kai dalam tangisannya itu. Ia bahkan kesulitan untuk sekedar mengambil napas dan rasanya sangat sakit di bagian dada karena menahannya sejak tadi. Ia tidak peduli kaus yang dipakai Kai basah karena air matanya karena ia benar-benar membutuhkan pelukan hangat dari Kai agar bisa menenangkan perasaannya. Sebelum ia berdiri dan kembali tersenyum pada dunia.

[KaiNa Piece] Through the Vacation—CUT

Password untuk next part! 

1. Marganya Kai

2. Marganya Hana

3. Tanggal lahir Hana dalam format ddmmyyyy

4. Password tersebut terditi dari 14 huruf, digabung tanpa spasi, urutannya seperti diatas.

Aku udh peringatin buat baca abis buka puasa ya, dan pastiin kalian beneran nurut. Aku gamau nambah dosa karena kalian bacanya pas lagi puasa -.- soalnya aku bikinnya juga pas udah buka wkwkwk SILAKAN TEBAK SENDIRI PASSWORDNYA!! Aku ga akan sempet online twitter jadi silakan tebak sendiri dan pastiin juga kalian 17 tahun ke atas buat baca!!!

KLIK DISINI BUAT PART 2B

Jangan lupa komennya ya~ Ketahuan dari statisticnya siapa yang buka lho~

Regards,

IMA♥

89 thoughts on “[KaiNa Piece] Through the Vacation #2A

  1. Lisa says:

    Huaaaa!! Hana terpuuk banget ya abis dikenalin sama pacar ayahnya huee:” kasian hana tapi beruntung juga hana yang punya jongin disisinyaa huee:”

  2. idung jongin says:

    Wadawwww kkaman so sweet :3 jarang2 loh hahaha
    Kania jangan ada endingnya ya :””) i like kaina so much

  3. exolines88 says:

    Oke… sempet tegang gitu looh bacanya, antisipasi something baksl terjadi tapi sejauh ini masih terkendali hhhh /buang napas/ *liat update indaylee*
    WOAAAA TERNYATA DOUBLE UPDATE ㅠㅠㅠ sobs ads rasa bahagia sendiri, ternyata ka ims ngasih ‘bonus’ ramadhan.. keep writing!!!!!! ♡♡♡

  4. serlia says:

    Hana pasti kecewa sama Jung Dae, padahal dia berharap kedua orang tuanya bisa rujuk lagi.

    Tapi untungnya ketika Hana sedih disisinya ada Kai yang bisa denger ceritanya dan bisa jadi sandaran. Beruntungnya Hana

    Kak aku baca 2B sekarang bolehkan? aku lagi halangan jadi gak puasa. Hihi

  5. Nadya says:

    Hana kenapa sama appa nya? Lagi berantem ya gara gara appa nya ngenalin cewek lagi.
    Jongin harus bisa bikin hana tenang nih. Soal nya hana pasti lagi depresi banget.
    Mana jongin tadi nya gak mau kasih kejutan nya lagi, walupun akhirnya hana lihat juga.

  6. bbhgrlfrns says:

    kaimaa~ udah d tunggu lama, ehh pas tau udah muncul harus tunggu buka, apa bole buat :v tapi aku udah baca yang ini tinggal yang 2B nyicil wkwkwk :v
    ceritanya seru kak, tetap semangat kak, himnesseo eonni 😀

  7. tanianatashia says:

    Kaa imaaa mwehehehe jongin bisa romantis gini nih? Duuh ga sabar
    Dan hana…….ga kebayang rasanya sakitnya :”( hmpph

  8. nayatiara says:

    Hana….. stay strong ya sayang 😦 sedih liatnya
    aku juga bakalan kaya gitu kayaknya kalo papaku ngelakuin hal yg sama
    Jongin, disayang sayang gih pacarnya, kasian Hana-nya

  9. adindacynthia says:

    Sebenernya Kai itu romantis cuma sayang aja gengsinya tinggi..

    Dua-duanya gengsian makanya hubungannya gitu-gitu aja..
    Kasian Hana, itu tuh serasa udah dibawa terbang tinggi terus dijatohin ke bawah..
    Berhubung lagi gak puasa mau baca 2Bnya sekarang boleh kan ya.. 😀

  10. eunhonest says:

    padahal bentar lagi mau nangis eh malah tbc. kai imut kalo lagi bingung. walaupun di chap ini moment kainanya dikit tp keren. ngomong” oleh” buat yunwoo banyak yaa

  11. Andhani says:

    batal gasih aku nangis gara2 ini ?
    sumpah ya aku beneran ga bisa nahan buat ga nangis tadi
    kok rasanya jadi ikutan ga enak gini ya pas appa hana bawa ‘seseorang’ tadi
    sakitttt beneran sakittttt /huhuhu/
    aku juga baru tau di series ini kalo ortu hana udah pisah
    ARGHHH feeling nya dapet banget asli
    ka Ima jahat udah porak-porandakin hati aku pagi2 gini /huwaaaaaaaaaa ><

  12. natasya says:

    mwahahaha…td aku keburu mnta pw yg 2B…trnyt udh ad clue ny..bego aku-_-

    aku tau sih rasany jd hana,ya past nyesek..waktu lg ngarap eh tb2 ad batu….kesandung..jatuh..sakit…

    terhura deh sm si kkamjong…aku mau baca yg 2B dulu XD

  13. Tha says:

    Ah melow banget liat hana nangis kayak gitu, biasanya dia kuat :(((( aku fikir dia bakal nerima…………..tapi yasudahlah:”)

  14. kin says:

    Duuuh aku hampir salah kaprah td kirain ayah hana mo ngenalin hana sama cowok -___- makin ruwet urusannya kalo iya
    Jongin romantis bangeeeet, waaaa penasaran apa yg bakal terjadi habis ini kkkkkk

  15. H2 Hana says:

    Jonginnya lagi bisa so sweet,langka tuh.gak ngeselin kayak part” yg kemaren.jadi hana harus bersyukur punya namja kayak dia di saat dia lg down kayak gini.buat hana un,strong heart ya …

  16. baekmyeons says:

    Omoo! Hanna kenapa?? Syok karena ayahnya mengenalkan wanita lain setelah ibunya? Mungkin kalo aku jadi Hanna pasti begitu kali ya.. apalagi hanna udh seneng seharian ‘ngedate’ bareng ayahnya tiba2 harus menerim kenyataan kalo ayahnya sudah memiliki wanita lagi selain ibunya.
    Jongin romantis banget pke ngehias kamarnya hanna.. ciee yg mau ngeranyain hari kedewasan.. penasaran deh sama part 2b nya ini…

  17. kyungsoo pacar says:

    Hyaaa finally apdet juga, masih aja ributin baju tidur haha, jongin keracunan apa bisa begitu, belajar dari siapa hah? haha duh next part bacanya abis buka ya ini, okai fighting kak ima~

  18. nadanada says:

    ya Ampun kasian banget hana
    aduh aku benci banget sama ayahnya hana merusak liburan aja…
    semoga hana bisa jadi sabar

    jongin selalu jaga hana ya kasian banget nih sama hana haduh

  19. lunara says:

    Sedih bgt liat hana begitu T~T aku mengerti apa yg hana rasakan dan itu sakit bgt T~T huhu
    untung ada jongin disampingnya saat dibutuhkan~

  20. Bubble Gum says:

    Hana udh seneng-seneng bisa date sama ayahnya malah diakhiri dg hal miris kayak gitu. Kasian hana yg udh lama gk ketemu sama ayahnya ehh malah dikasih kejutan kayak begituu sama ayahnya.
    Harusnya ayah hana tau sikon dong kalo mau ngenalin calon ibu baru, huhuhu
    Jongin ciee jd romatis, hehehe hias kamar Hana buat ngerayain hari kedewasaan hana, tapi sayang hana malah nangis gara-gara nahan kesel ke ayahnya

  21. byunbaek says:

    Sakit hati banget jadi hana udh seneng2 terus aahhh….hana ga dicariin appanya?? appanya ga khawatir?? rencana kai gagal -,-.. btw aku 16 tahun+++ pen baca ituuuuu…. emng itu ada ‘itu’nya ? ._. pantesan aja aku kemaren minta pw ga dibales ternyata ga buka twitter, aku juga minta ke line kaka tp blm di bales

  22. Ryeo Uci says:

    Duh senengnya punya pacar kyk jongin.
    Tau aja jongin klo hana lagi sedih dan sakit hati hihii dan bisa menghibur hana dengan kejutannya dia yg sedikit g tepat(?)
    Appanya hana bener2 g bisa ngertiin perasaan anaknya y..padahal hana ngarep klo ke2 org tuanya bisa rujuk lagi tp appanya malah nyari perempuan lain.hadehh makin ruwet nih masalahnya

  23. dhitalulu says:

    Huaaa hana,, sab ar yeth,, jongin akn menjdi penopaangmu dear,

    ck jd apakah ini alasan ortu hana cerai, krn ada wanita lain yg lebih muda? Aq pengennyaa si ayahnya sadar dan lebih milih melindungi perasaan hana drpd perasaannya sendiri,, menurutq itu ortu yg baik kalau berani berkorbn demi kebahagiaan putrinya dn merelakn kebahagiaannya sndr,,

  24. melittledreamer101 says:

    Si hana kasian banget duh liat appanya gitu:”” jonginnya so sweet banget juga:”” berasa jomblo ngenes

  25. AiLian♥ says:

    heol! hai kak, aku yg tadi baru aja mention minta password kekamu. mianhamnida.. aku udh follow kamu dr lama, tapi baru nyadar sekarang! heol!!! jadi… kaihyun itu adalah IMA♥???? ima author skf yg buat fic dengan dan selalu menggunakan Kai sebagai cast utamanya??? aaaaakkkk! maafkan akuu.. kok aku taunya telat banget sih,, anyway aku kan berlangganan ffmu diwp itu kak~ haha.. yahh.. aku harus berusaha lebih keras lagi dong! buat bisa buka part 2B karena aku gatau dobnya hana! okay! aku akan berusaha!!! salam kenal kakk~~ ♥♡♥♡♥♡

  26. FAWN says:

    nah kan jongin, ketahuan gimana rasanya dicuekin member. Makanya ‘berisik’ dikit dong beb di roomchat. Jan muncul 6 jam sekali -_- Sibuk sama Hana sih ㅋㅋ

    Diawal aku kira ini bakal full of romance ternyat ada sisi sayat2 perasaan. Hayati baper, Hayati lelah. Ah sudahlah.
    Dan beneran ini timing-nya pas lagi down pahlawan Jojong dataaaaaang ~

  27. imeldaos says:

    Sedih bgt baca part iniii:’) hana pasti sakit hati bgt, disaat dibawa terbang ke langit secara tiba2 dijatuhin dri ketinggian#apasih-_- tpi dia beruntung punya kai astagaaaaa, kai emg keren!

  28. hyun says:

    halo,halo,,, sebelum baca mau ninggalin jejak dlu!!! sekalian mohon ijin jadi reader baru nih disini!!! Boleh gak tuh???

  29. onindia says:

    duuhhh hanaaa, ikut sedih bacanya :'((
    hana udah senang senang bisa ngabisin waktu bareng ayahnya, eh tiba tiba………. ah sudahlah 😥

    hanaaa yg tabah yg kuat, ingat masih ada jongin yg ada terus buat kamu huhuhu

  30. Hikyu says:

    sedihhh… broken home itu emang nyakitin 😦
    ga nyangka aja, lagi seneng2nya hana “kencan” sama appa-nya, tiba2 jederrrr malah dikenalin ke calon ibu tiri hiks -,-
    kasian jongin kejutannya jadi gak maksimal deh

  31. rinhorinhae says:

    ughhh hana kliatan kecewa bgt sama appanyaaa. pdahal hari itu hari spesialnya hana. appa nya malah gg sadar. dan untgnya ada jongin. jongin so sweet bgt uuhuhuhu
    kkaman… your grow up baby wkwkwkw

  32. ilmiauliah says:

    huaaaa bisa2nya aaku telat baca wkwkw

    aiguh kasian hana, papanya kok udh punya pcr lgi ckkk
    heu fighting hanaya jangan sedih msh ada jongin eaaa

    duh ya jongin knp sweet bgt gini yaeelah enpy bgt kak huhu
    ngakak btw yg hana ngerjain jongin pas mo masuk kmr wkwkwk bayangin ekpresinya jongin itu smcm ga nahan kak hahahha
    makin makin nih hana kira2 part 2b apa yg akan terjadi ya hihi
    oke semangat trs kak nulisnya ♥

  33. Jung Hyun Mi says:

    huaaaaa langsungg update 2😆😆😆
    ributt sendiri nge line ka ima minta pass yg 2b taunya cluenua disini dan ini pun belum kebaca😂😂😂
    terlalu semangat liat part yg diprotect.g
    kasiannn hana nya ya>< aku jadi ceroboh ketularan hana nih.g

  34. aquatics says:

    Kak perempuan itu bukan penyebab ayah sama ibunya hana cerai kan??yaampun kai mau ngerayain hari kedewasaan hana ternyata..ahhh aku mau baca part 2nyaaa

  35. linda says:

    aaa kenapa jung dae ngerusak moment 😥
    kasiian hana . tapii mau gimana lagii . mungkin jung dae butuh pasangan juga . sabaaar uri hanaa *pukpukk

    sweet kai . makin cintaa tau sama kkamjongg . hmmm kai sandarannya hana . surprisenya semoga berhasil di part 2b 😀 penasaraan beneraan mau ngapain mereka selain curhaat wkwkwkk *ketawa setan
    aku udah 23taon kokk . sahh kan bacaa :p

  36. winnurma says:

    ahh kasian hana giliran bisa ketemu ayahnya malah dikenalin sama calon ibu tirinya ikut sedih jadinya
    ahh si jongin romantis abis
    haha nggak sabar nunggu ntar buka puasa buat baca yg 2B kk lihat judulnya aja udah nc-17

  37. kimkaaaaaacrush says:

    Hana~~~~ aduuuuh kamu kasihan sekali u.u.u sekali ketemu ayahnya udah langsung shock dikenalin sama pacar bary ayahnya aka calon ibu tiri *?*
    #pukpuk #bestrong hana ……
    Kirain liburan kaina ke LA bakalan penuh sama momen romantis dan happy ternyata…. huhuhuhu
    Tapi tapi serius ini kai bekum minung obat *?* yaaa … kenapa jadi mania banget di part ini syuuuuuuuuuuka~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s