.:JunHee Veiled:. Joonmyun’s Blind Date

blinddate

Joonmyun’s Blind Date || Junhee Universe, Romance, Comedy, Friendship || Oneshot || PG15+

Kim Joonmyun / EXO Suho || Oh Jaehee / OC 

Hwang Kwanghee / ZE:A || Kim Jongin / EXO Kai || Lee Hana / OC

© neez

 

 

Kalau saja Joonmyun tahu jika Kwanghee mengajaknya bertemu hari ini hanya untuk mengatakan hal setidak penting ini, lebih baik Joonmyun tadi mengikuti kata hatinya saja untuk datang ke rumah Jaehee. Apalagi kekasihnya itu sekarang sedang hobi pamer!

   Pamer wajahnya, tentu saja. Setelah melewati fase ’ganti kulit’ yang menyakitkan dan membuat tingkat emosi Jaehee seperti saat ia menstruasi, akhirnya kulit wajahnya kembali terlihat cerah, sehat, dan tentu saja kinclong. Meski Joonmyun berulang kali mengatakan bahwa biar pun wajahnya ada jerawat dan masih berkelupas, Jaehee tetap cantik, gadis itu tetap tidak percaya dan malah memelototi Joonmyun hingga mengancam tidak mau bertemu dengannya lagi.

   Memang harus Joonmyun akui, wajah Jaehee pasca perawatan di dermatologis jauh lebih bersih dan licin dibandingkan sebelum-sebelumnya, tetapi meskipun Jaehee tidak melakukan peeling, Joonmyun tetap tidak masalah!

   Pertama kali ia bertemu Jaehee memang kekasihnya sedang dalam keadaan full make up dengan tatanan rambut dan gaun yang indah. Tapi tidak lantas membuatnya langsung jatuh cinta, meski ia harus mengakui bahwa Jaehee sangat cantik. Ia justru jatuh cinta karena sifat dan keterusterangan gadis itu di saat pertamakali mereka berjumpa. Masalah wajah, baginya kecantikan seseorang itu kan relatif. Ia bisa saja berargumentasi bahwa Jaehee adalah gadis tercantik di dunia, tetapi tidak semua orang akan setuju dengannya, bukan?

   Dan ia melihat wajah polos Jaehee tanpa make up setelah mereka berkencan, saat ia main ke apartemen Jaehee. Di hadapannya, ketika mereka baru pertamakali berkencan, Jaehee sama sekali tidak keberatan menunjukkan wajah polos tanpa make up, bahkan wajah benar-benar baru bangun tidur. Tapi bahkan, pada saat itu, Joonmyun tetap merasa kekasihnya cantik. Tanpa make up dan dengan sedikit ehem liur di sekeliling bibirnya. Joonmyun jadi geli sendiri jika ingat, betapa slebor-nya Jaehee di hadapannya dulu, meski jika keluar ia akan memakai make up. Berbeda dengan sekarang, setelah perasaan mereka benar-benar sama. Ia belum pernah melihat Jaehee begitu khawatir dengan penampilannya seperti ini. Gadis itu mungkin tidak mau mengakuinya, tapi Joonmyun punya firasat bahwa ini ada hubungannya dengan mantan kekasihnya yang berprofesi sebagai member girl group.

   Kembali pada sahabatnya, Kwanghee Hyung. Hari ini mereka bertemu di sebuah kafe, di bilangan Gangnam, yang merupakan milik salah seorang entertainer ternama juga, sehingga privasi di tempat ini cukup terjaga dengan baik. Joonmyun mengira, Kwanghee akan mengajaknya bertemu untuk makan saja, tapi tidak pernah menyangka Kwanghee akan bicara mengenai…

   ”Ayolah, Joonmyun-ah, kau harus kencan!”

   Joonmyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan melirik Kwanghee dari sudut matanya. ”Tapi, aku… ehem, belum punya waktu untuk berkencan, Hyung.” Jawabnya lirih. Ia tidak berani menatap mata Kwanghee secara langsung, karena ia tahu ia bukan pria yang pandai berbohong.

   Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa ia memilih berbohong, bahkan pada sahabatnya sendiri mengenai statusnya sekarang. Dan bukan karena ia malu mengakui kekasihnya, tetapi ia merasa lebih sedikit yang mengetahui kisah cinta diam-diam mereka, lebih baik. Semakin banyak orang yang tahu, rahasia itu akan semakin rawan terbongkar, bukan? Apalagi dengan orang macam Kwanghee. Cukup Kyu line saja yang tahu selain EXO dan keluarganya. Itu pun Kyu line tahu karena memeriksa ponselnya dengan sembarangan!

   ”Apanya yang tidak punya waktu?! Semua orang punya waktu kalau memang benar-benar berniat!” balas Kwanghee tidak sabar. ”Dengar, dengar… aku punya seorang teman yang sangat cantik, dan kurasa dia tipemu, Joonmyun-ah!”

   Tapi pacarku lebih cantik dimataku, batin Joonmyun. Ia hanya bisa menghela napas, kenapa sahabatnya ini begitu pemaksa sekali? ”Cantik itu relatif, Hyung. Dan tahu darimana kau tipeku?” kekeh Joonmyun.

   ”Kau pasti tidak suka wanita yang berisik, kan?”

   Joonmyun termenung. Rasanya kalau Jaehee yang berisik, ia tidak akan keberatan.

   ”Pokoknya, gadis ini tipemu sekali. Aku akan atur pertemuan kalian. Bagaimana? Malam-malam saja seperti ini… malah kalau berjalan sukses, kalian bisa langsung berkencan. Apartemennya dekat sini…”

   ”Anhi, anhiHyung, kenapa kau begitu bersemangat?”

   ”Kau ini seperti biksu saja, Joonmyun-ah. Aku ragu kau bisa mendekati seorang gadis!” Kwanghee kini berdecak, meremehkan.

   Astaga, dia tidak tahu saja~

   ”Apa yang harus kulakukan agar kau berhenti menjodoh-jodohkanku dengan wanita, Hyung? Aku yakin aku bisa cari pacar sendiri…” ringis Joonmyun tanpa bermaksud membuat Kwanghee tersinggung. ”Bukannya aku tidak percaya bahwa gadis yang kau kenalkan tidak cantik… tapi kurasa aku…”

   ”Aku akan berhenti kalau aku melihatmu bisa mencari gadis sendiri, Joonmyun-ah. Kau harus bisa berkencan…”

   Tapi, aku bisa berkencan. Batin Joonmyun keki.

   ”Bagaimana?!” tanya Kwanghee penuh semangat, dan sedikit meremehkan sebenarnya. ”Apa kau bisa melakukannya, leader EXO? Sudahlah, jangan takut… kalau kau hati-hati, kau takkan ketahuan oleh fans kalau kau berkencan…”

   Menghela napasnya, Joonmyun memijit pelipisnya.

   ”Bagaimana?”

   ”Tapi aku benar-benar belum ingin berkencan, Hyung.”

   ”Omong kosong! Tidak ada laki-laki yang bisa tahan tidak berkencan!” tukas Kwanghee. ”Kau mau hormonmu itu sakit-sakit? Salah-salah, kau bisa-bisa benar-benar jadi kakek tua…”

   Apa-apaan Kwanghee Hyung ini?

   ”Bagaimana?”

   ”Baiklah akan kupikirkan. Oke, Hyung?”

*           *           *

 

Ting. Tong. Ting. Tong.

   Ting. Tong. Ting. Tong.

   Ting. Tong. Ting.

   KLEK.

   ”Oh, Noona… kukira anak kecil main-main bel?” alis Jongin terangkat tinggi melihat Jaehee di depan pintu apartemen Hana. Sebenarnya ia sedang menunggu Hana kembali dari kampusnya, dan sekarang sebetulnya sudah waktunya kekasihnya itu pulang.

   Yang muncul tapi malah kekasih Hyung-nya tercinta.

   ”Mianhae.” Jaehee melangkah masuk dan menutup pintu, sambil berjalan cepat ke ruang tengah dengan serampangan, tidak peduli dengan Jongin yang terheran-heran dengan sikapnya.

   Jongin beranjak ke dapur dan mengambil gelas. Setidaknya, karena disini rumah kekasihnya, ia harus bertindak seperti tuan rumah, ”Noona, kau mau minum?”

   Menjilat bibirnya yang kering, Jaehee menjawab singkat, sebelum melipat kedua tangannya, dan kedua kakinya bersila di atas sofa. Tak lama Jongin kembali dari dapur dan membawakannya minum.

   ”Ada apa, Noona?” tanya Jongin penasaran.

   Jaehee menyeringai, berusaha menutupi kegugupannya. Ia menerima gelas yang disodorkan Jongin dan menenggaknya dalam sekali teguk. Jongin geleng-geleng kepala. Jaehee dan Joonmyun sama saja, pikirnya. Berubah jadi unta kalau sudah bertemu air.

   ”Jadi,” kata Jaehee begitu sudah menurunkan gelasnya dan menatap Jongin, menyeringai, dan menaik-naikkan alisnya meniru kebiasaan Joonmyun. ”Bagaimana?”

   ”Apanya yang bagaimana Noona?” tanya Jongin heran.

   ”Jangan pura-pura. Kau dan Hana kemarin berlibur ke Amerika Serikat, kan? Bagaimana?” alis Jaehee terangkat-angkat lagi. ”Jangan bohong, Kim Jongin. Kau apakan Hana disana?”

   Wajah Jongin berubah merah seketika.

   ”Oh iya, bagaimana gaun tidur putih yang Hana pakai? Apa cocok?”

   ”Astaga! Noona! Bagaimana… bagaimana…” Jongin bahkan tidak mampu merangkai kata-kata dipojokkan Jaehee seperti itu, dan yang lebih menyebalkannya lagi, Jaehee malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Jongin yang misuh-misuh seperti ini.

   Jaehee mengibaskan rambut ala Cheon Song Yi-nya ke kebelakang dengan lagak sok penting, ”Tentu saja aku tahu. Dan sudahlah, Jongin-ah, tidak perlu malu-malu padaku. Kalian pergi disaat hari kedewasaan Hana. Kau kira aku tidak tahu apa maumu, eoh? Eiy, jinjjaboys will be boys.”

   ”Ya begitulah, Noona…”

   ”Begitu bagaimana?” desak Jaehee dengan nada menggoda. ”Aku tahu kau pasti melakukan sesuatu disana. Lagipula, gaun tidur Hana itu tidak mungkin tidak… err, apa istilahnya… turn you on, ya kan?”

   Jongin memilih tidak menjawab, dan malah balik bertanya, ”Oh itu darimu, Noona?”

   ”Itu punyaku,” Jaehee bersandar di sofa, ”Dan aku tidak pernah gagal kalau mengenakan gaun itu.” Ia mengedipkan matanya pada Jongin yang terbelalak kaget, lalu terkekeh. ”Sudahlah, tidak usah malu-malu. Aku tahu Hana dan Joonmyun sama-sama polos dan bodoh, hah…” dia menggelengkan kepalanya, ”Kenapa kita bisa berkencan dengan dua orang super polos di dunia?”

   Jongin mengangguk-angguk setuju, ”Matjayeo, Noona. Kenapa mereka berdua bisa begitu bodoh?”

   ”Entahlah. Aku pun heran sampai saat ini masih ada pria sekonservatif Joonmyun di dunia ini. Hana juga, sudah dewasa tetap saja polos…”

   ”Bukan polos, Noona, dia bodoh!” decak Jongin putus asa.

   Tiba-tiba mereka berdua tertawa geli. Kalau Joonmyun dan Hana mendengar percakapan mereka, bisa dipastikan keduanya akan mulai merengek-rengek tidak jelas.

   ”Keundae…” Jaehee tersenyum lembut pada Jongin, ”Mau sebodoh dan sepolos apa pun, kita tetap saja tidak bisa berpaling. Sayang sekali…”

   ”Kau benar, Noona…”

   ”Apa yang benar?” tanya Hana tiba-tiba penasaran, sambil memegang sepatunya dan menatap Jaehee serta Jongin dengan mata dipicingkan curiga. Ia bisa mendengar suara tawa keduanya. Dan ia sedikit kesal saat ia dihiraukan ketika memberi salam.

   Jaehee dan Jongin buru-buru menoleh, dan wajah keduanya memerah seketika. Setengah malu dan setengah kaget. Mata Hana semakin menyipit curiga menatap keduanya.

   ”Kau sudah pulang, Han-ah. Kenapa tidak memberi salam?” tanya Jongin.

   ”Aku tidak dengar kau pulang.”

   Hana berkacak pinggang. ”Itu karena kalian sibuk tertawa-tawa berdua! Malhaebwa, apa yang kalian bicarakan?” ia menatap Jaehee dan Jongin bergantian, dengan mata melotot, berusaha galak. Tapi Jaehee malah mendapatinya mirip dengan berang-berang di film Narnia yang marah-marah. Persis Joonmyun, yang mau marah seperti apa pun malah tampak seperti kelinci berbulu putih yang lucu.

   Jongin bangkit dari duduk bersilanya di bawah dan malah mencubit pipi Hana keras, ”Kau mau tahu saja urusan orang, Han-ah!”

   ”AAAAA, APPEO! Eonnie, Jongin melakukan kekerasan padaku!” rintih Hana menggapai-gapai minta tolong pada Jaehee.

   Jaehee hanya menyeringai, sama sekali tidak berniat menolong Hana. Baginya, Jongin dan Hana sangat menggemaskan jika sedang berdua begini. Membuatnya iri saja, pikirnya.

   ”Oh iya, Noona, kau kesini mencari Hana kan?” tanya Jongin buru-buru sebelum Hana kembali bertanya pembicaraan apa yang ia bahas tadi bersama Jaehee. ”Kenapa Noona mencari Hana?”

   Jaehee berdeham. ”Aku punya masalah yang ingin kubicarakan dengan Hana. Tapi ada kau juga tak apa, sekalian. Barangkali kalian bisa membantu…”

   ”Oh masalah apa, Eonnie?” Hana masih berusaha melepaskan tangan Jongin yang berada pada pipinya.

   Dan mengalirlah keluh kesah Jaehee pada Hana dan Jongin yang mendengarkan dengan seksama sambil duduk bersila di lantai, sementara Jaehee di sofa.

   ”Begitu… bagaimana menurut kalian?”

   Jongin menghela napas, dan berpikir. Sementara Hana berdecak, ”Kenapa Eonnie malah berpikir keras? Eonnie lebih baik pergi dan keluar, lakukan apa yang Eonnie pikirkan, jangan ragu-ragu!”

   ”Kau yakin?” tanya Jaehee, malah ia yang ragu dengan pemikirannya.

   ”Tentu saja!” Hana mengangguk-angguk, ”Eonnie tidak perlu takut. Tidak akan ada yang marah. Dibandingkan siapa pun, Eonnie paling berhak melakukan hal itu, ara?

   Jongin tersenyum miring.

   ”Bagaimana menurutmu, Jongin? Kalau kau kan laki-laki… bagaimana kalau Hana melakukan apa yang ingin kulakukan?”

   Memiringkan kepalanya, berpikir, Jongin mengangguk, ”Kurasa… aku akan bersyukur kalau kekasihku melakukan hal itu, Noona.” Ia melirik Hana penuh arti, dan entah kenapa wajah Hana mendadak memerah.

   Membuat Jaehee ingin muntah!!!

 

*           *           *

From    : Baby~

            Keurae. Kau boleh melakukannya.

            Tapi kau harus jujur padaku

            Tempatnya dimana, jam berapa, bersama siapa!!!

 

Menghela napas kecewa, Joonmyun membalas pesan Jaehee.

 

To        : Baby~

            Oh, aku janji tidak akan lama, Sayang.

            Aku janji kami tidak akan melakukan apa pun selain berkenalan.

            Aku janji ini yang pertama dan yang terakhir kali.

            Aku janji aku tidak akan membiarkan Kwanghee Hyung melakukan ini lagi

            Aku di Cafe Ten, Sektor XX,

            Aku masih bersama Kwanghee Hyung

 

   Dan tak ada balasan lagi dari Jaehee sama sekali. Joonmyun merasa bersalah sekali. Kenapa juga ia harus minta izin untuk melakukan kencan buta dengan kekasihnya. Ia yang terlalu jujur atau bagaimana. Pastilah Jaehee sedih. Tidak seharusnya ia menerima ajakan Kwanghee.

   ”Hyung, tapi tidak ada seorang wanita pun disini…” bisik Joonmyun memperhatikan sekeliling mereka.

   Kwanghee menyuruhnya diam, sambil menyantap hidangan di hadapannya, ”Kau jangan pesimis begitu, Joonmyun-ah. Biasanya disini akan banyak gadis-gadis kuliahan, atau bahkan sudah bekerja… disini merupakan tempat yang bagus, spot yang bagus untuk berkenalan dengan perempuan. Dan…”

   Joonmyun tidak nyaman duduk di tempatnya. Ia gugup, memikirkan bagaimana ia harus mengajak seorang gadis berkenalan, sementara ia tahu ada gadis lain yang menunggunya di rumah. Menantinya pulang, dan tahu bahwa ia akan bertemu gadis lainnya malam ini.

   Ia ingin mengubur dirinya saja rasanya.

   ”Hyung, kurasa ini bukan ide yang bagus…” kata Joonmyun lagi. Ia tidak bisa mengenyahkan rasa bersalah yang bercokol di perutnya mengingat kekasihnya yang tidak pernah kemana-mana, tapi hanya berdiam diri di apartemen dan menungguinya.

   Dan apa yang ia perbuat untuk membalas kesetiaan gadis itu?

   Kencan buta dengan gadis lain?

   Mati saja kau Kim Joonmyun!!!

   ”Nah, nah… itu ada gadis! Itu ada gadis!” seru Kwanghee bersemangat saat melihat seorang gadis memasuki ruangan kafe tersebut, sendirian. Dan Joonmyun menelan ludahnya kuat-kuat saat Kwanghee yang penuh semangat menunjuk-nunjuk gadis yang baru saja masuk itu.

   Gadis itu mengenakan topi dan kacamata hitam. Ia meletakkan tasnya di meja, sebelum duduk dan melepas mantelnya perlahan-lahan. Sayangnya, gadis itu duduk membelakangi mereka berdua.

   ”Ini kesempatanmu, Joonmyun-ah! Gadis itu cantik! Omonaaaa… seksi sekali dia…” puji Kwanghee begitu ia melihat apa yang dikenakan gadis itu saat mantel panjangnya sudah terbuka.

   Joonmyun menyipitkan matanya untuk melihat profil gadis itu.

   ”Ayo!”

   ”Tunggu, Hyung, dia bahkan belum memesan sesuatu!” sanggah Joonmyun, masih tidak begitu ingin melakukan kencan buta yang dipaksa oleh Kwanghee. Kwanghee terpaksa setuju kali ini, karena ia melihat seorang pelayang mendekati gadis itu dan gadis itu sepertinya memesan sesuatu.

   Begitu si pelayan pergi, Kwanghee menyenggol lengan Joonmyun lagi.

   ”Tapi, Hyung…”

   ”Dengar, Joonmyun-ah… di kafe ini, hanya ada kita berdua, dan dia… selebihnya di smoking room diluar. Lebih baik kau berkenalan sekarang, dibandingkan nanti ketika tempat ini sudah diisi orang lagi. Kau bilang kau tidak mau dilihat oleh banyak orang bukan?”

   Menggaruk kepalanya, Joonmyun tidak menatap gadis itu dengan minat sama sekali.

   ”Ayolah, Joonmyun-ah…”

   ”Baiklah.” Lebih cepat ia menyelesaikan ini, lebih baik. Kwanghee tidak akan mendesaknya untuk ikut kencan buta, atau bahkan lebih parah mengenalkannya pada gadis lain. Joonmyun berdiri, mendapatkan seruan fighting dari Kwanghee, sebelum berjalan ke arah gadis itu.

   Entah kenapa, semakin Joonmyun mendekat pada gadis itu, profilnya semakin familiar di mata Joonmyun. Jantungnya berdebar-debar, apalagi begitu ia sampai di hadapan gadis yang sedang menekuni buku menu dengan seriusnya. Kedua matanya melebar melihat siapa gadis yang begitu familiar di hadapannya ini.

   Gadis itu mendongak, dan buru-buru meletakkan buku menunya. Ia tersenyum canggung, dan pandangan matanya bertanya-tanya. ”A…ada apa?”

   ”A…ani…yo…” Joonmyun menjilat bibir bawahnya yang mendadak kering. Ia melirik ke arah Kwanghee yang menatapnya penuh minat dan semangat. Tangan Kwanghee melambai-lambai, menyuruhnya untuk meneruskan perkenalannya dengan gadis ini. ”Bo…bolehkah…”

   Kwanghee mendecakkan lidahnya. Kesabarannya habis, ia berdiri dan dalam waktu singkat saja kini telah berdiri disamping Joonmyun, ia tersenyum pada gadis yang masih menatap Joonmyun dengan penuh tanda tanya. ”Annyeonghaseyo. Maaf mengganggu…”

   ”Ah, aku tahu kau!” gadis itu menunjuk Kwanghee. ”Kau pasti… Hwang Kwanghee dari ZE:A kan?”

   Kwanghee langsung tertawa. Bahagia karena ia lebih dikenal dari leader EXO yang sensasional itu. ”Ah kau benar sekali, salam kenal…” ia menyodorkan tangannya, dan gadis itu malu-malu menjabatnya. ”Apakah kau penggemar ZE:A?”

   ”Ah, aku…” gadis itu menekap mulutnya malu-malu, ”Aku suka dengan Im Siwan…”

   Kwanghee berdecak, ”Selalu Siwan! Ah tapi tak apa-apa, kali ini bukan tentangku…” ia merangkul Joonmyun, ”Apa kau kenal dia, Nona?”

   ”Ah… aniyo…” gadis itu menggeleng. ”Apakah… dia member ZE:A?”

   Dan Kwanghee semakin puas sekali tertawa. Kapan lagi ada gadis yang bisa mempermalukan EXO? Bukannya ia senang EXO dipermalukan, ia hanya merasa bangga untuk pertamakalinya dia memiliki popularitas yang lebih daripada seorang EXO.

   EXO. E. X. O. Kalau kata Sehun.

   ”Dia ini bukan member ZE:A, Nona… dia ini leader dari EXO. Apa kau tahu EXO?” tanya Kwanghee.

   Dan gadis itu menekap mulutnya lagi. Matanya melebar kaget. ”Jinjjayo? Dia member EXO?”

   ”Ne. Sahabatku ini adalah member EXO,” Kwanghee dengan bangga meremas-remas bahu Joonmyun, dan Joonmyun sudah keki sekali di sampingnya. ”Kenalkan, kenalkan… ayo Joonmyun, salam dia!” desis Kwanghee pada telinga Joonmyun dan mendorong lengan Joonmyun agar terulur.

   Joonmyun berdeham, berusaha menjaga sikapnya. Bagaimana pun leader EXO satu ini terkenal dengan manner-nya bukan. Ia mengulurkan tangannya, yang langsung dijabat gadis itu dengan ragu-ragu.

   ”Namaku Kim Joonmyun.” kata Joonmyun lembut.

   Gadis itu tersenyum sambil menjabatnya, ia mendongak dan menjawab, ”Joonmyun-ssi, aku Oh Jaehee. Senang berkenalan denganmu…”

   ”Senang berkenalan denganmu.” Jawab Joonmyun sambil tersenyum.

   ”Omo~” Kwanghee terkikik melihat bagaimana bibir Joonmyun tertarik ke atas membentuk lengkungan yang akan membuat EXO L, khususnya penggemar Joonmyun berteriak-teriak.

   Kim Joonmyun benar-benar tersenyum lembut. Senyuman yang belum pernah Kwanghee lihat!

   Daebak. Pria ini pasti sedang jatuh cinta pada pandangan pertama, pikirnya.

   ”Nona Jaehee sendirian?” tanya Kwanghee, memutus kontak mata indah antara Joonmyun dan Jaehee.

   Jaehee mengangguk. ”Ne,”

   ”Mau bergabung ke meja kami?” tawar Kwanghee.

   ”Ah, gwenchana?” tanya Jaehee ragu-ragu dengan tawaran Kwanghee, dan ia melirik Joonmyun yang tersenyum seolah mempersilakannya untuk bergabung dengan mereka. Akhirnya ia mengangguk. Joonmyun menawarkan diri untuk membawa mantel Jaehee, yang membuat Kwanghee bahagia setengah mati.

   Kini, mereka bertiga sudah duduk berhadapan di meja tempat Joonmyun dan Kwanghee duduk berdua tadi. Dengan seluruh pesanan Jaehee diminta untuk diantarkan pada meja mereka.

   ”Jaehee-ssi, boleh kami tahu apa pekerjaanmu?” tanya Kwanghee penasaran. Karena setelah mereka bertiga duduk, dengan posisi Joonmyun mengambil tempat di samping Jaehee, keduanya tidak mengeluarkan sepatah kata pun, meski  anehnya, tidak terlihat canggung sama sekali.

   Keduanya justru terlihat begitu nyaman diantara satu sama lain.

   ”Aku? Aku sedang tahun akhir di universitas… dan sedang belajar menjadi desainer,” jawab Jaehee pelan sambil memakan samgyeopsal-nya pelan-pelan. Kwanghee mengangguk-angguk, ia menatap Joonmyun yang sibuk memotong-motong daginng, dan menghela napas sebelum menendang kaki pria itu.

   Joonmyun mendongak, sedikit meringis.

   ”Gwenchanayo, Joonmyun-ssi?” tanya Jaehee khawatir, mendengar ringisan Joonmyun.

   ”Aniyo, gwenchanayo…”

   Kwanghee berkata, ”Ajak dia bicara, babo!” serunya tanpa suara pada Joonmyun yang menghela napas.

   ”Kau sendirian saja, Jaehee-ssi?” tanya Joonmyun.

   Jaehee meringis, dan mengangguk.

   ”Aniyo, gwenchana, jangan tersinggung, Jaehee-ssi… kami hanya heran kenapa gadis secantik dirimu sendirian.” Kata Kwanghee buru-buru dan melempar senyum pasta gigi pada Jaehee.

   Alis Joonmyun terangkat tinggi.

   ”Oh. Kebetulan aku belum makan, tadi aku sibuk mengerjakan sketsaku… tidak terasa sudah malam, dan aku bosan… jadi aku memutuskan jalan-jalan. Kalau kalian berdua? Apa sedang tidak ada jadwal?”

   Kwanghee memberi isyarat agar Joonmyun menjawab pertanyaan itu, dan Joonmyun menjawab, ”Kami hanya sedang makan saja…”

   Kwanghee geleng-geleng. Jawaban macam apa?

   ”Ah…” Jaehee mengangguk-angguk dan kembali melahap nasinya. Ia kemudian terkekeh, ”Apakah tidak apa-apa, kalau kalian dilihat orang sedang bersama seorang gadis?”

   ”Tidak akan ada yang lihat, Jaehee-ssi, tenang saja… tempat ini aman.” Kata Kwanghee meyakinkannya.

   Jaehee mengangguk-angguk.

   ”Hoksi, Jaehee-ssi… apakah kau… sudah punya pacar?”

   Baik Jaehee dan Joonmyun tersedak pada saat yang bersamaan.  Dan Kwanghee terkekeh. Dua orang di hadapannya ini sangat lucu dan serasi, Joonmyun benar-benar mendapatkan jackpot malam ini. Kwanghee bahkan bisa melihat gadis itu sedikit melirik ke arah Joonmyun, yang berpura-pura cool, sebelum menjawab, ”Aku tidak punya pacar, Kwanghee-ssi.”

   ”Dahaengida.” Ucap Kwanghee penuh syukur dan melirik Joonmyun penuh arti. ”Sama seperti Joonmyun.”

   ”Hmm? Bukankah memang idol tidak punya pacar?” tanya Jaehee polos.

   Kwanghee mengibaskan tangannya. ”Tidak semua idol tidak punya pacar. Ayolah, Jaehee-ssi, mana mungkin laki-laki bisa hidup tanpa wanita. Iya, kan?”

   ”Ah, kalau begitu Kwanghee-ssi dan Joonmyun-ssi sudah punya pacar?”

   ”Belum, belum, kami belum.” Kwanghee melirik Joonmyun, ”Kalian berdua sepertinya cocok…”

   Untuk kedua kalinya, Jaehee dan Joonmyun tersedak.

   ”Bahkan kalian berdua tersedak pada saat yang sama. Kalian berdua lucu sekali…”

   Joonmyun menyodorkan segelas air pada Jaehee, ”Kwanghee Hyung memang suka sembarangan bicara, Jaehee-ssi. Kau tahu baik di televisi dan di kehidupan nyata, yah… dia memang begini adanya.”

   Jaehee meringis dan mengangguk-angguk.

   ”Aish. Aku melakukan ini demi kau, Kim Joonmyun!” Kwanghee mengirimkan tatapan tajam yang membuat Joonmyun buru-buru menunduk, ”Jaehee-ssi, bagaimana menurutmu temanku ini? Apakah dia tampan? Err, apakah dia sesuai dengan tipemu…”

   Jaehee melirik Joonmyun diam-diam dan terkekeh, ”Joonmyun-ssi, seperti yang ada di televisi.” Jawabnya apa adanya.

   ”Keurom. Tapi dia adalah pria yang baik…”

   ”Ah…”

   ”Apa dia tipemu?”

   Jaehee hanya tertawa tidak enak, ”Dia tampan.” Dan wajah Joonmyun memerah seketika mendengar jawaban Jaehee.

   ”Assa! Joonmyun, sekarang giliranmu. Bagaimana menurutmu Jaehee-ssi?”

   Joonmyun berdeham sebelum menjawab, ”Dia cantik.”

   ”Aigooo, kalian berdua… ah, ada telepon. Aku harus mengangkat panggilan ini… tunggu ya,”

   Ayolah, harusnya Kwanghee bisa mencari alasan yang jauh lebih masuk akal dibandingkan ada panggilan masuk. Tapi toh Joonmyun dan Jaehee tidak berkata apa-apa begitu Kwanghee berdiri dan meminta diri untuk memberikan waktu, yang ia pikir baik untuk Joonmyun dan Jaehee.

   Keduanya menatap kepergian Kwanghee, sampai pria itu benar-benar menghilang dari pandangan. Dan barulah keduanya menghela napas lega pada saat yang bersamaan.

   ”Aku lega mengikutimu kesini. Untung yang kalian rayu itu aku, kalau wanita lain bagaimana?!” seru Jaehee sengit dan cemberut menatap Joonmyun kesal. ”Dia mengerikan!”

   Joonmyun terkekeh dan mencubit pipi Jaehee, ”Gomawo. Kau benar-benar menyelamatkanku, Sayang. Kukira kau akan benar-benar membiarkanku berkenalan dengan gadis…”

   ”Hanya dalam mimpimu!!!” seru Jaehee sengit.

   Joonmyun tertawa geli melihat Jaehee yang sikapnya berbeda seratus delapan puluh derajat dibandingkan saat ia berakting polos tadi. Kekasihnya ini benar-benar menggemaskan sekali. Apalagi ketika cemberut dan menusuk-nusuk daging tak bersalah di hadapannya seperti ini.

   ”Kau tahu aku takkan melakukannya, kan?” tanya Joonmyun lembut, tangannya merangkul pundak Jaehee dan mendekatkan tubuh gadis itu padanya. ”Kau tahu aku benar-benar lega saat kau yang datang kesini.”

   ”Kau mati kalau kau melakukannya, Kim Joonmyun!” ancam Jaehee.

   ”Aku takkan melakukannya,”

   Jaehee melirik Joonmyun yang nampak begitu bahagia melihatnya ada disini. Dan ia lega sekali. Awalnya ia berpikir Joonmyun akan marah karena menyangka bahwa ia begitu posesif, tetapi ternyata tidak. Reaksi Joonmyun jauh diluar perkiraannya sama sekali.

   ”Lalu apa yang akan kau lakukan? Sepertinya Kwanghee ingin sekali kau punya pacar…”

   ”Katakan saja kalau kita nanti bertukar nomor ponsel dan jadi dekat. Walaupun sebaiknya dia tidak pernah tahu kalau kita berkencan sampai nanti undangan pernikahan kita sampai padanya…” ucap Joonmyun ringan dan memotong-motong daging ke atas piring Jaehee, ia tidak menyadari wajah Jaehee yang berubah merah padam mendengar ucapannya. ”Sayang, kau benar belum makan? Sudah malam begini…”

   ”Ya! Apa maksudmu undangan pernikahan?”

   Joonmyun mendongak, dan terkekeh melihat wajah Jaehee yang memerah. ”Wae? Memang kau tidak mau menikah denganku?”

   ”Tidak! Aku tidak mau dilamar dengan tidak romantis seperti ini!” seloroh Jaehee.

   ”Arasseo, nanti kau akan kulamar dengan romantis. Di bawah langit penuh bintang…”

   Tapi Jaehee menekap mulutnya dan memelototinya, ”Ya, Kim Joonmyun, apa kau tahu arti surprise?”

   Joonmyun mengangguk-angguk.

   ”Nah, wanita itu suka surprise. Jadi tidak perlu kau beritahu, ara?”

   Dan Joonmyun kembali terbahak-bahak. ”Keundae, kau cantik sekali malam ini, Sayang. Mau bertemu siapa kau secantik ini?”

   ”Mau kencan buta~” Jaehee menjulurkan lidahnya, yang langsung ditangkap dengan bibir Joonmyun. Sungguh, Joonmyun sudah menahan diri, karena ini di tempat umum, dan Kwanghee bisa saja kembali kapan saja dan melihat mereka. Tapi persetan dengan Kwanghee, toh tempat ini aman katanya.

   Jaehee cantik sekali malam ini. Ia terlihat begitu bersinar, dalam balutan blouse hitam sedikit ketat, celana jins pendek kebanggaannya, sepatu sandal putih, dan rambut hitam bergelombangnya dibiarkan tergerai. Yang membuat kekasihnya ini tambah cantik adalah kecemburuannya, dan keinginannya untuk muncul sendiri dan menyelamatkan Joonmyun dari situasi serba salah ini.

   Dan tentu saja karena Joonmyun selalu menyukai rasa bibir Jaehee. Jaehee selalu mengenakan lipstik yang hampir menyerupai warna asli bibirnya, dengan sedikit aroma stroberi yang lengket. Dan Joonmyun selalu menyukai bagaimana ia menggigit bibir bawah Jaehee dan menyesapnya, kemudian menyapukan lidahnya lagi di bibir atas gadis itu sehingga seluruh lipstik Jaehee terhapus, dan gadis itu terpaksa marah-marah dan mengenakan lipstiknya lagi.

   Tidak terkecuali kali ini, Jaehee malah mengalungkan kedua lengannya pada leher Joonmyun dan membawa pria itu memperdalam ciuman mereka. Ciuman keduanya terlepas karena kekehan geli satu sama lain, tetapi selalu saja ada yang memulai untuk melanjutkan kembali pangutan mereka.

   ”Hmm… sebenarnya aku belum puas menciummu, tapi, kurasa Kwanghee Hyung akan kembali dan penasaran dengan progres kita.” Kekeh Joonmyun setelah melepaskan ciuman memabukkan. Ciuman dengan Jaehee selalu memabukkan. Ia mengecup bibir Jaehee sekilas sebelum menjauhkan diri, begitu juga dengan Jaehee yang terkekeh-kekeh merapikan rambutnya.

   Benar saja, lima menit kemudian Kwanghee kembali dengan senyuman lebarnya. Ia berbisik pada Joonmyun, saat Jaehee pamit untuk ke kamar mandi berkata akan merapikan dandanannya. Kwanghee berpikir, tentu saja wanita akan merapikan riasan setelah makan, bukan? ”Jadi, bagaimana? Kau suka kan pada Jaehee-ssi? Jangan bohong, Kim Joonmyun. Aku tahu kau menyukainya…”

   Joonmyun memutar matanya, ”Aku memang suka padanya. Dia tipeku.”

   ”Jinjja?!” kedua mata Kwanghee melebar senang.

   ”Hmm.” Joonmyun mengangguk malu-malu, yang Kwanghee pikir karena memang malu-malu, dan bukan karena hal yang tadi ia dan Jaehee lakukan saat Kwanghee tak ada.

   ”Lalu?”

   ”Lalu aku berjanji akan mengantarkannya pulang.” Sahut Joonmyun malu-malu.

   ”Assa! Aku tak menyangka kau bisa secepat ini dalam mendekati seorang gadis, Kim Joonmyun! Oh ya, nanti kalau di rumahnya, ia menawarimu ramyeon kau harus menerimanya. Arasseo?”

   Joonmyun tersenyum penuh arti, Jaehee akan menawarkannya lebih dari sekedar ramyeon. Dan Joonmyun dengan senang hati akan menikmatinya.

-Keutt-

Hmm, tadinya aku semangat untuk cari-cari waktu di sela-sela kesibukanku untuk update JunHee karena semangat kalian. Tapi ngeliat komen di part lalu yg merosot banget, semangatku merosot banget lho~ statistik pembacanya tetep sama yang komen malah makin sedikit.

Mungkin tulisanku mulai membosankan? Gak apa-apa, aku lebih suka kalian kasih saran dan kritik supaya mungkin aku bisa evaluasi… aku yakin pembacaku sebenernya udah baca, cuma mereka memilih skip ffku dan baca yang lain, dan bukannya aku iri atau apa… aku jadi berpikir, apa tulisanku udah gak enak lagi untuk dibaca? Kalau iya, gapapa bilang aja ^^ aku akan cooling down dan cari-cari inspirasi. Daripada dikacangin huhuhuhu

Kalau komen di part ini masih sedikit, dan ffku di skip lagi sama pembaca setiaku… aku mungkin gak akan bela-belain lagi nulis JunHee sambil skripsi. Mungkin karena mabok skripsi tulisanku jadi menarik dibaca, ya gak sih? Hehehehe… oke selamat berpuasa~

bye-yeom

neez

39 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Joonmyun’s Blind Date

  1. kimkaaaaaacrush says:

    Ya ampun junhee blind date …. cieeee … pake acara tipu-tipu kwanghee …… kkkkkkk …. belum tau aja si kwanghee kalo junhee ini habis rujuk ….. dan sekarang saat saat lovey dovey junhee ….. sukaaaaa ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
    Btw obrolan jaehee sama kai bener-bener bikin mikir misi kaina di amerika sukses ….
    Kak nisyaaaa semangat terus yaaa nulis junhee apalagi yang sweet sweet momen gini . Semangat jg buat skripsinya 🙂

    • kimkaaaaaacrush says:

      Kak niysa ……. efek baru baca chat di grup kemaren yang soal “kode” itu ….. yg katanya udah jelas bgt … akunya hopeless loh …. itu kode apaan sih #hahahaha ….. saking asyiknya baca momen damai junhee jd bawaannya happy terus deh … daripada mikir ini couple bakalan putus lagi … lebih asyik kalo pasangan ini dibikin married sekalian … u.u.u.u pasti seru #eh

  2. natasya says:

    menikmati apa?menikmati apa?menikmati apa?
    wooooooo,aku masih polos T-T
    kidding lh,mwahaha…ga sepolos it kok.
    bhkn ga ad polos2ny sama sekali XD
    lanjut waaaa…kwanghee ngebet bnget nyariin suho pacar..untung yg dtang si jaehee…mwahaha

  3. adindacynthia says:

    Tulisan kakak gak membosankan kok, aku selalu suka tulisan kakak.. 🙂
    Junhee lucu.. 😀
    Kwanghee semangat banget ngejodohin orang, dia gak tau kalo Suho itu mantan pacarnya banyak.. 😀
    Bersyukur yang dateng Jaehee.. Jadi mereka bisa kencan diluar, biasanya kan cuma di apartemen Jaehee doang..
    Emang apa yang terjadi sama Kaina di Amerika? Apa? Dibikin penasaran sama kak nisya.. -_-
    Semangat terus kak, 🙂

  4. Lisa says:

    Ngga kok ngga kaakkk… masih menarik dan masih dinanti bangrt tauuu:3 ahh akhirnya uda muncul moment2 romantis mereka assiikk..
    Yang begini nih kak yang ditunggu dari kemarinkan kaku2 terus tuh hahaha
    Suka kaakk sukaa! Duh untung jaehee gece jadi nya ngga keduluan cewe lain haha. Btw kak yang dipoater bukan kim ji wonkan? Ngga cantik masa kak:3
    Ditunggu next epsnya ya kaaakk, ditunggu ramyeon yang dimaksud kwanghee hehehe. Semangaaattt

  5. dhitalulu says:

    Ohh kwanghee sayang,,kamu malang sekali dikibulin junhee :v ..

    Romancenya dpt,, tpi knp keknya myunie makin pervert? *ehh :v

    mungkin next part hubungan junhee masih direcokin kwanghee keknya seru,,, biar si kwanghee dikibulin mulu :v *evil

  6. it'sme Min2 says:

    kyyaaaaaa ada snapchat kaina d’fase honeymoon omaigad dies !!!!!!!!!!!!!!!!! gila keren gitu dong kalo mau kencan buta ya sama pacar sendiri lbh aman s’kwanghee nih bener2 minta d’getok sana sibukin diri sama uee

  7. H2 Hana says:

    Jaehee skrng posesiv bgt,so sweet deh jadinya..
    Appa harus beruntung tuh punya jaehee unni.makin lama ini kopel makin lucu aja dah.
    Nis un.semangat ya!!

  8. coffeenerds says:

    Halo ka nez, maaf sebelum nya karna aku ini termasuk siders huhu maafkan, aku sebenernya masih baru baca kategori junhee, baru mulai suka ngikutin ceritanya dari jaman joonmyeon putus sama jaehee, dan menurut aku ff kaka enak bgt ko buat dibaca, kalo org org jadi kurang respect anggap aja mungkin mereka trlalu sibuk buat kasih komen, atau mereka berubah jadi siders kaya aku, jgn sampe deh ya ka, aku sebagai readers baru cuma mau nyemangatin kaka aja biar lebih giat bikin ff, hwaiting ka!!
    Salam kenal ya ka^^

  9. FAWN says:

    Kesian ya Kwanghee di tipu habis2an gitu. Ya kali siapa yang bilang Junmyeon itu polos dan gak laku. Jaehee aja jadi begitu (?) sama dia. Nah lo.
    Btw, baju yg di pake Hana itu dari Jaehee kan? Haha Junmyeon aja yang (katanya) polos itu aja gak tahan, gimana kamu ya Jong.

    Joha joha! Ini masuk PG Uhuk, untung aku gak lagi puasa sekarang ._. kan berabe bagian ‘mereka ditinggalkan sebentar’ itu.

    Semangat ya Kak Neez, aku gak bosan kok! Ceritanya masih asyik.

  10. LEEDAESHI says:

    Kak nisyaaaaa. Kok aku shock ya liat judulnya -_- kirain bakalan apaaa gt. Tp liat genrenya comedy jd agak bisa elus dada. Dadanya suho *eh
    Kwanghee -_-
    Bener2 ya emak2 tukang gosip *eh* mas yang satu itu paling heboh sendiri.
    Gatau aja dia siapa junmyeon yg sebenernya 😏😏😏
    Mungkin kl dia tau, dia yg megap2 sendiri kwkwkwkw
    Ada spoiler kaina jugaaaa
    Kok aku liatnya kai sama jaehee senasip dan cocok bgt jd sekutu sepenanggungan lol
    Lucu aja liat mreka gosipin pasangan masing2. Lagi puasa lho, malah ghibahin orang ckckck kelakuan
    Aku memang curiga waktu ada deskripsi kalo suho kayak familiar sama sosok perempuan itu dan jedeeerrrr tepat sekali, jaehee yang nongol disitu HAHAHAHA
    Gimana junhee ga kompak, pacaran aja udah tahunan -_-
    Gatau deh gmna kkaebsongnya kwanghee kalo ntar tau junhee udah jadian jauh sblm dia sok jd mak comblang.
    Kirain bakal ketauan kwanghee saat dia balik ke meja. Eh rupanya kagak.
    Ga papa deh kwkwkwkwk
    Yg penting aku sukaaaaa sama part ini ㅋㅋㅋ

  11. rinhorinhae says:

    daebakkk daebakkk hahahahha blind date sama pacar sendri ahahahhahaha . dan ullala bisa bgt dah junhee mencuri kesempatan ciuman hahahaha untg gg ktahuan kwanghee akwkwk
    dudududuud di tambah lg ad sekelumit dan kisi2(?) kainaaa dsni aaaakkkk mreka berdua ngapainnnd amerika ya alllaaaahhh pkiran ud kotor aja nih wkwkwkwk

  12. nayatiara says:

    cubang kak, lucu banget kekekeke
    aku tadi sempet khawatir waktu baca judulnya, sempet kepikiran “masak baru balikan uda mau gini lagi huhu”
    dan astaga Joonmyeon, aku sayang kamu tapi itu tempat umum cintaa huhu
    have some self control please, you can do anything in Jaehee’s apartmen (?)
    thank you for the hard work, waiting for the next one, i love you kekeke

  13. kailacho says:

    ini salah satu kapel pavorit aq di indaylee ,ska deh mereka tu sweet bangettt

    Terus semangat yah bwat authorx fighting!!!!!

  14. Dana says:

    Wahahaha bisaan aje nih aktingnya mereka berdua uhhh gemeshhh
    Dan kwanghee yaa duhhh minta dicubit banget sih bawel kayak ahjuma wkwkwk
    Eeeh btw itu kaina di amrik ngapain hayooooo aaaaaaa kepo!!!!!!!!!!!
    Aku selalu suka tulisann kak nez kokkk yah meskipun kadang kalo lg manis tuh kebangetan dan galau tuh bikin pengen sayat nadi ehehe tp variasinya banyakk jadi gak bosenn malah nikin nagihh
    Semangat terus ya kak!!

  15. winnurma says:

    si kwanghee emg ada ada aja bikin kencan buta segala, utg ceweknya cuma jaehee kkkk
    aku mau saran un ffnya harus lbh panjang kkk
    ada kainanya juga kkk
    smgt skripsi un

  16. baekmyeons says:

    Aku gak pernah bosen kok kak sma tulisan2 kak nisya. Justru paling ditunggu banget.
    Cieee Junhee blind date.. Kwanghee disini bener2 lucu abis, gimana dia mau nyariin pacar buat junmyeon, eh gak taunya kenalan sama pacar sendiri.
    Oopsss, itu spoiler Kaina di Amerika?? Aigook Kai – Hanna bener sukses dong. Terima kasih buat gaun Jaehee haahhaha..
    Dan sekarang sepertinya junmyeon sudah mulai genitnya. Itu sampe nyium Jaehee intens gitu untung aja gak ada orang. suka banget deh sma lovey dovey ala Junmyeon – Jaehee yg begini..
    Gak bosen2 nya deh terus semangatin kak Nisya yg lagi sibuk2 nya sma skripsi. Semangat ya eonn!! Lancar skripsi sma sidangnya. Dan bisa update Junhee lagi. Hwaitingg!!!!

  17. lunara says:

    Bahahaha rada lucu jg pasti kwanghee ngira gara2 dia joonmyun sama jaehee bisa pacaran hahaha xD
    mana di restoran mereka msh sempet2 hot kiss~ uuu~><

  18. Bubble Gum says:

    Whahah Kwanghee kena tipu couple JunHee, dia percaya-percaya aja lagi padahal lg dibohongin.
    awal cerita udh bikin deg-degan takut pasangan ini break lagi, ehhh ternyata ujung-ujungnya mengejutkan. apa ini rencana yg disusun Jaehee waktu di apartemen Hana ? ahhh manisnya mereka, malah pake kisseu segala

  19. kjmlady says:

    pas liat judulnya udh mikir mau blind date sm cewe lain.. tp pas liat cast nya kok gaada oc cewe lain wkwkwk sempet bingung

    apa2an ujung2nya blinddate sm pacar sendiri? mana seneng bgt kayanya huahaha lagian si kwanghee mau2 aja di tipu sm itu dua org lol yaudah berhasil lah ceritanya ujung2nya usaha kwanghee

  20. ohsandal says:

    mungkin aku salah satu orang yang skipff kamu, maaf kalau ternyata itu bikin gg nyaman dan bad mood 🙂 sebenernya sedikit sebel pas suho sama irene jadian jadi agak males-malesan bacanya. aku orangnya gampang penasaran dan kepikiran jadi pas kemaren-kemaren diskip dulu ff jaehee biar kalau udah banyak partnya jadi langsunh sekali baca 🙂 maaf ia kalau jadi bikin down buat nulis ff. maksih ia udah diupdate

  21. nauliueo says:

    Yeaaayy Oh Jaehee slay baby slaayy!

    Sebagai fans setia Jaehee, chapter kali ini aku suka banget kemunculannya. Nisya bisa aja bikin plot twist-nya. Hahaha yaa meski ga twist-twist banget sih.. tapi tetep bikin senyum-senyum najong sendiri.

    Suka banget ngikutin bitter-sweet ceritanya JunHee. Ini kalo kejadian di dunia nyata gapapa deh, tp ga perlu go public biar aku gatau. Biar ga cemburu buta. xD

    Go nisya go nisya go! Thanks for updating Junhee series despite of ur busy thesis activites.
    Syemangat selaluuu!

  22. asha93 says:

    Kirain bakal ada twisted-plot gitu di akhir. Ternyata persis banget kayak yang aku duga sejak baca judulnya. Tapi ya gapapa sih, kan terserah yang nulis haha. Heran aja kenapa Kwanghee bs kenal Jaehee. Kayak yang hello, cewek di Korea kan seabrek kok bisa tembusnya ke Jaehee. Bakal kece kalo dijelasin juga kenapa Kwanghee x Jaehee kenal. Tapi ya gapapa sih, namanya juga preference yang nulis wkwkwk.
    Oiya, aku uda komen ya. Biar yang nulis semangat kalau banyak yg komen lol.
    Yuk cus cabut
    bye bye xx

    • indaylee says:

      Hahahaha asha, aku kok ngakak baca komenmu ya… asha bacanya lgsg skip ke bawah kali ya~ Kwanghee mana kenal sama oC-nya, baru juga kenalan di restoran. Gak langsung kenal… baca deh ulang coba, apa part kenalannya sudah hilang jadi tiba2 udah kenal? Wkwkwkwkwk

  23. shinhyerim says:

    Kocak bnr2 kocakkk wkkwkwkw
    Astaga kwanghee bukan hanya mengerikan, jinjaa, sendirinya blm pnya pacar malah nyuruh org nyari pacar hahhaha
    Kirain td cewenya siapa taunya jaehee hahaha daebak daebakk

  24. elsa putri says:

    Si akang kwanghee ngeselin tapi kocak juga 😀 tapi tetep junhee romantis banget. Lanjut kak crita romantisme mereka haha

  25. rahsarah says:

    ya ampun dikira gue bukan jaehee yg dateng huh syukurlah jaehee yg dateng.. wkwkw Kwanghee ga tau ajaaa merekaa berdua udh jadian lama wkwkw
    kangen banget sma merekaaa masaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s