.:JunHee Veiled:. No Makeup Beats Beauty From Within

2015-06-16 21.06.46

No Makeup Beats Beauty From Within || JunHee Universe, Romance, Friendship, Comedy || PG13

Oh Jaehee / OC || Kim Joonmyun / EXO Suho || Trio Beagles

© neez

”Jangan datang kesini!”

   ”Wae?”

   ”Pokoknya jangan datang kesini!” suara Jaehee terdengar kesal, gusar, dan tidak fokus dari sambungan telepon.

   Joonmyun tidak mengerti. Ada apa dengan Jaehee? Semenjak gadis itu kembali ke Seoul bersamanya beberapa pekan yang lalu, memang mereka tidak bisa selalu menghabiskan waktu bersama-sama. Kesibukan Joonmyun yang dikejar deadline untuk menyelesaikan film perdananya, ditambah dengan latihan konser yang terus menerus membuatnya sedikit mengabaikan Jaehee.

   Tetapi bukankah, sudah biasa? Padahal jika ada waktu luang sedikit saja, Joonmyun pasti menyempatkan diri untuk mampir ke apartemen kekasihnya itu. Dan yang membuat Joonmyun tidak terlalu merasa bersalah untuk meninggalkan Jaehee adalah, gadis itu tengah mengerjakan sebuah projek.

   Ya, Joonmyun baru tahu bahwa Jaehee memiliki sebuah projek, yang gadisnya itu akui ia kerjakan ketika mereka berpisah, untuk membuatnya tidak terlalu memikirkan Joonmyun. Dan karena projek yang Jaehee lakukan, yaitu mendesain pakaian, merupakan hal yang positif, dan Joonmyun bisa melihat bagaimana gadisnya itu menikmati pekerjaannya, Joonmyun jadi sedikit ’kebablasan’ untuk tidak terlalu perhatian.

   Apakah karena itu, Jaehee jadi marah sekarang?

   ”Tapi kan…” Joonmyun tidak menyadari bahwa suaranya nyaris berubah menjadi sebuah rengekan, ”Aku baru selesai syuting Glory Day, Sayang~ dan aku punya waktu sebentar sebelum ke Taiwan.”

   ”Ya bertemunya nanti saja kalau sudah dari Taiwan!”

   ”Tapi sudah satu minggu kita tidak bertemu!” Joonmyun balas berseru. Seperti biasa, kelinci kecil berbulu putih yang lucu ini, tidak bisa tidak menggemaskan jika marah-marah.

   Dan Jaehee balas memberengut juga kepadanya. ”Baru juga satu minggu!” seruan Jaehee tersebut membuat Joonmyun tidak bisa membalas apa pun lagi, karena lidahnya kelu! Demi penguasa bumi dan surga, sejak kapan Oh Jaehee bisa berseru segalak itu kepadanya? Ketika tersadar untuk menyahuti kekasihnya, Jaehee sudah mengucapkan salam perpisahan dan sambungan telepon mereka terputus.

   Akhirnya, tanpa bisa menolak kemalangan trio beagles menjadi sasaran dari curhatan Joonmyun yang kurang penting itu setelah sambungan telepon tadi terputus.

   Baekhyun sudah hampir menguap. Chanyeol mengangkat alisnya tinggi sekali, hingga hampir menghilang dibalik poni rambut keperakannya, sementara Jongdae—bisa ditebak pria jomblo satu itu sudah melayangkan tatapan tajam membunuh pada Joonmhyun, yang tidak disadari sama sekali olehnya karena masih sibuk berkeluh kesah.

   Apa boleh buat? Sekesal-kesalnya pada leader mereka, mereka juga tidak tega menghentikan ucapan Joonmyun begitu saja kan?

   ”Baru satu minggu, Hyung~ benar kata Noona…” ujar Baekhyun akhirnya, setelah Joonmyun selesai meratap.

   ”Tapi, Baekhyun-ah, tidak mungkin! Satu minggu itu, tujuh dikali dua puluh empat jam. Bisa kau hitung itu berapa lama!?” tanya Joonmyun dengan nada super berlebihan. ”Aku hanya punya waktu hari ini sampai kita berangkat ke Taiwan. Dan kami selalu bisa meluangkan waktu untuk saling bertemu… kenapa sekarang tidak?”

   ”Mungkin Noona sibuk,” sahut Chanyeol tidak sabar.

   ”Pekerjaan Noona kan bukan hanya menungguimu, Hyung!” tambah Jongdae lebih tidak sabar lagi.

   Dan mendadak Joonmyun duduk di hadapan mereka bertiga dengan wajah sedih sekali. ”Begitukah?” tanyanya memelas, ”Jadi bukan aku yang jadi perhatiannya lagi? Begitu maksud kalian, ya?”

   Baekhyun menepuk wajahnya, Chanyeol geleng-geleng kepala, dan Jongdae menjambak rambutnya.

   ”Kenapa kau jadi berlebihan bak gadis remaja begini?!” seru Jongdae akhirnya mengeluarkan semua rasa frustasinya. ”Aku tahu kau rindu pada Noona, Hyung, tapi dia kan hanya memintamu menunggu hingga setelah pulang konser di Taiwan. Apa susahnya? Mungkin sekarang dia yang sibuk, tidak bisa menemuimu lebih dulu.”
Untuk kesekian kalinya, Joonmyun menghela napas dalam-dalam.

   ”Sudahlah, Hyung. Habiskan saja energimu itu untuk hal lain…” hibur Baekhyun kasihan.

   ”Tapi kenapa dia tidak mau bilang dia sedang sibuk apa? Ya, bukankah dia mencurigakan?”

   ”Mencurigakan bagaimana?” tanya Chanyeol heran.

   ”Jaehee selalu jujur padaku. Dia bersama siapa, dia sedang apa, dia mau apa… atau dia tidak bisa bertemu denganku kenapa…” Joonmyun mengernyitkan dahinya, dan matanya melirik ke atas, berpikir.

   Kesal, Jongdae akhirnya memilih menjadi ’kompor’. ”Eoh! Memang mencurigakan, Hyung. Sangaaaaaat mencurigakan!” Baekhyun dan Chanyeol buru-buru meliriknya tajam.

   ”Mwo?!” seru Joonmyun pada reaksi Jongdae.

   ”Mencurigakan. Kenapa dia tidak mau kau temui? Kenapa dia diam-diam… mungkin dia sedang selingkuh!”

   PLAK!

   ”ADUH! HYUNG!” seru Jongdae yang baru saja di jitak.

   ”Makanya jangan jadi kompor~” desis Chanyeol sambil menyikut lengan Jongdae. ”Sudah lupa kalau Hyung bisa berubah sangat seram kalau menyangkut Jaehee Noona, eoh?”

   Joonmyun bergerak-gerak gelisah pada kursinya. ”Sepertinya dia memang sedang melakukan hal yang mencurigakan? Wajar bukan aku khawatir, eoh? Baekhyun-ah, bagaimana menurutmu?”

   Baekhyun meringis, tidak berani memberi pendapat.

   ”Mungkin dia memang benar-benar ada urusan, Hyung, nanti kalau kita pulang dari Taiwan pasti Noona cerita.” Chanyeol buru-buru menenangkan.

   ”Tapi kenapa dia tidak bisa bercerita sekarang?”

   ”Astaga, Hyung! Kau ini seperti gadis remaja saja… ya mungkin ada alasannya kenapa Noona tidak bisa memberitahumu sekarang. Mungkin, dia mau memberimu kejutan!” ucap Jongdae asal.

   Dan lagi, Baekhyun serta Chanyeol meliriknya tajam karena telah bicara seenak jidatnya.

   ”Kejutan apa?!” seru Joonmyun sambil berdiri dan membuat kursi tempatnya duduk kini terjengkang ke belakang. ”Aku kan sudah selesai ulangtahun. Dan… dia sudah memberiku kado spesial…” kali ini mata Baekhyun, Chanyeol, dan Jongdae terbuka lebar-lebar. Kebalikan dengan Joonmyun yang membayangkan hal yang tidak menyenangkan di kepalanya, bahwa kado spesial seperti dirinya akan diberikan Jaehee pada pria lain. ”ASTAGA! Dia tidak akan memberikan kado itu pada pria lain, kan?”

   Tangan Baekhyun terangkat.

   ”Apa, Baekhyun-ah?”

   ”Memang kado apa?”

   ”Dwaesseo!” potong Joonmyun mondar-mandir, ”Jaehee sedang apa ya? Kenapa dia jadi semakin membuatku khawatir… ah, lebih baik aku kesana! Kalau dia marah itu urusan belakangan.” Dan tanpa pamit, tanpa mengucapkan terima kasih karena sudah menghabiskan waktu tidur siang tiga beagles itu, Joonmyun pergi begitu saja dari hadapan ketiganya.

*           *           *

Pada kenyataannya, Jaehee memang sebetulnya tidak siap. Tidak siap untuk bertemu Joonmyun.

   Mereka sudah cukup lama tidak bertemu (satu minggu, padahal). Dan sebenarnya kesibukan Jaehee sama sekali tidak benar-benar menyibukkan, karena ia sebenarnya selalu bisa meluangkan waktu untuk ibunya dan adik-adiknya. Apalagi untuk Joonmyun, bukan?

   Hal itu dimulai ketika Love Me Right memulai debutnya di berbagai acara musik. Karena Joonmyun sibuk, Jaehee menolak untuk ikut pergi ke acara-acara musik dan memilih untuk menonton dari televisinya di rumah saja. Dan menunggu EXO tampil, rasanya seperti menunggu jagoan dalam film bukan?

   Tampilnya selalu belakangan.

   Resiko menonton dari awal dan muncul belakangan adalah, Jaehee melihat begitu banyaknya gadis-gadis cantik yang harus promosi bersama-sama dengan EXO. Ditambah lagi berita bahwa sebentar lagi Girls Generation, Sistar, dan AOA akan melakukan comeback.

   Sebagai seorang gadis yang kekasihnya playboy macam Kim Joonmyun itu jelas membuat hatinya was-was. Ditambah lagi MC Music Bank adalah mantan pacar kekasihnya itu.

   Jaehee percaya pada Joonmyun, tetapi ia tetap merasa ia harus melakukan sesuatu. Hingga akhirnya, Jaehee membuat janji temu dengan seorang dermatologis, tanpa sepengetahuan Joonmyun.

   Bukannya Jaehee tidak percaya diri atau apa dengan dirinya. Akui saja, sejak ia sakit kemarin, efek obat-obatan yang ia konsumsi juga berpengaruh pada kulitnya. Wajahnya menjadi sedikit kusam, dan efek begadang membuatnya berjerawat di banyak tempat. Joonmyun memang tidak pernah sekalipun protes, pria itu hanya mempermasalahkan berat badannya yang turun, karena Joonmyun menyukai pipinya yang tembab serta lipatan lemaknya di beberapa tempat di bagian tubuhnya, karena menurut Joonmyun itu membuatnya lucu. Meski jika pergi keluar, Jaehee bisa menutupi wajahnya dengan make up, jika bertemu Joonmyun kan, selalu di dalam rumah. Ia tidak perlu pakai make up, dan untuk itulah ia melakukan perawatan ini.

   Jika wajah full make up-nya bisa dinikmati banyak orang, maka wajah polosnya juga harus bisa dinikmati spesial untuk Joonmyun. Setelah melakukan pertemuan dengan dermatologisnya di sebuah klinik besar di daerah Kangnam, Jaehee melakukan beberapa perawatan rutin untuk wajahnya.

   Termasuk facial dan peeling.

   Dan rupanya, Jaehee lupa memperkirakan bahwa ingin cantik itu menyakitkan, tidak mudah, dan tidak sebentar. Jadi, ketika Joonmyun meneleponnya hari ini dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu. Jelas Jaehee panik dan menolak mentah-mentah permintaan Joonmyun.

   Wajahnya sedang berwarna merah, karena banyak kulit matinya yang mengelupas. Dan jelas itu bukan pemandangan yang ingin Jaehee berikan pada Joonmyun setelah berkonsultasi pada dermatologis, kan? Dia dan hellboy tidak begitu jauh tampangnya sekarang.

   Entah kenapa, Jaehee juga tidak mau memberitahukan Joonmyun perihal ia bertemu dermatologis dan melakukan perawatan pada wajahnya. Ia juga tidak mau mengakui bahwa ia bak kepiting rebus sekarang. Ia malu >////< Joonmyun lebih beruntung soal kulit dibandingkan dirinya. Meski kulit Joonmyun terlalu pucat, menurut Jaehee, tetapi kulit Joonmyun normal dan tidak sensitif seperti dirinya, sehingga wajahnya lebih mulus dibandingkan wajahnya sendiri.

   Jaehee baru saja mengaplikasikan krim pagi untuk membuat wajahnya sedikit manusiawi tatkala bel rumahnya berdering. Tergopoh-gopoh, ia yang hanya mengenakan gaun tidur menghampiri interkom untuk memeriksa siapa yang datang di siang bolong, dan matanya membelalak.

   Joonmyun!
Apa dia tidak mendengarkan kalau Jaehee tidak mau bertemu?

   ”Kau ini sedang apa?!” seru Jaehee pada pengeras suara interkomnya. ”Bukankah aku sudah bilang aku tidak mau bertemu?!”

   ”Wae?” balas Joonmyun gusar. ”Aku sudah disini. Kau ada di dalam. Kenapa kita tidak bisa bertemu? Memangnya kau sedang apa?”

   ”Aku sedang sibuk, Kim Joonmyun!”

   ”Sibuk apaaaaa? Sini, aku bantu… agar kau tidak sibuk!”

   ”Mwoya, lebih baik kau istirahat di rumah daripada begitu!”

   ”Tapi aku sudah di depan rumahmu, Sayaaaaaang, masa kau tidak mau buka…”

   ”Tidak! Kau pulang saja!!!”

   ”Buka pintunya! Atau aku dobrak!”

   ”Kau akan kupanggilkan satpam kalau berani mendobrak pintu ini!” balas Jaehee mengancam, meski wajahnya menyimpan senyuman geli. Joonmyun lucu sekali saat mengancam akan mendobrak.

   ”Ayolah, Jaehee-ya, kau benar-benar tidak menantangku untuk benar-benar membuktikan ucapanku kalau aku bisa saja mendobrak pintu apartemenmu, kan?”

   ”Kalau kukatakan aku belum mau menemuimu?”

   ”Tapi kenapaaaaa, kau kan bisa berikan alasannya, kenapa kau tidak mau menemuiku? Memang aku salah apalagi?”

   ”Kau tidak salah apa-apa~”

   ”Lalu kenapa kau tidak mau bertemu?”

   ”Aku sibuk!”

   Dilihatnya, Joonmyun melipat kedua tangannya dan melirik ke arah kamera interkom dengan sinis. ”Kau sedang sibuk apa? Apa kau menyimpan pria lain di dalam, Oh Jaehee?”

   ”Pria lain?” tanya Jaehee heran, lalu tertawa geli saat menyadari bahwa Joonmyun mencurigainya yang tidak mau membukakan pintu karena ada laki-laki lain di dalam sini. ”Ya! Aku sendirian di dalam sini, Kim Joonmyun!!!”

   Dilihatnya, Joonmyun menggerutu sambil melipat kedua tangannya, ”Lalu, kalau tidak ada siapa pun disana, tidak ada yang menghalangimu untuk membuka pintu ini dan menemuiku bukan?”

   ”Astaga, Joonmyun,” Jaehee bahkan memijat pelipisnya, dan kulit dahinya terasa perih kembali. Kulit yang sedang berganti karena peeling memang lebih sensitif, dan Jaehee yakin kini kulit dahinya kembali memerah hanya karena pijatan singkatnya yang frustasi. ”Kalau kukatakan aku sedang tidak bisa menemuimu, kenapa kau tidak pulang saja dan jadi pacar yang baik di dorm?”

   ”Tapi kau membuatku khawatir, Oh Jaehee! Dan kenapa kau memanggilku Joonmyun lagi?”

   ”Ya Tuhan!” rasanya Jaehee mau menjambak rambutnya sendiri jika Joonmyun sudah berubah jadi seperti anak-anak begini. Jaehee tahu apa yang ia lakukan mungkin mencurigakan, dan Joonmyun mungkin masih dalam fase ’paranoid’ karena mereka belum lama kembali menjadi sepasang kekasih.

   ”Ayo, Oh Jaehee, buka!!!”

   ”Waeeee? Kenapa kau tidak bisa percaya saja padaku dan bertemu denganku hari Senin saja nanti?” keluh Jaehee.

   ”Karena kau mencurigakan! Sekarang buka pintunya sebelum aku melapor pada ibumu karena kau aneh, dan menyembunyikan sesuatu di dalam sana! Palli!”

   Menghela napas kesal, Jaehee akhirnya menyahut, ”Baiklah! Akan kubukakan, tapi tunggu sebentar!”

   ”Kau tidak sedang mencoba menyelinapkan laki-laki lain keluar dari dalam apartemenmu, kan?”

   ”KIM JOONMYUN!!!”

   ”Baiklah, baiklah…” Joonmyun memutuskan untuk tutup mulut karena ia bisa merasakan kekasihnya naik darah.

   Jaehee berjalan dengan langkah menghentak menuju kamarnya dan masuk ke dalam walk in closet-nya, membongkar salah satu lemari kecil dan menarik keluar masker hitam besar yang langsung ia kenakan untuk sedikit menyamarkan kelupasan merah di wajahnya yang membuat ronanya seperti kerang rebus.

   Dengan enggan ditariknya terbuka pint apartemennya, dan ia sedikit menyembunyikan tubuh dan wajahnya di balik pintu, menatap ke arah Joonmyun yang mengangkat alisnya tinggi-tinggi.

   ”Wae?” tanya Jaehee tak sabar, melihat mata Joonmyun yang terpaku kepadanya dengan heran. ”Sudah dibukakan, cepat! Mau masuk atau tidak?” tanyanya sedikit galak.

   Joonmyun menatap Jaehee ragu-ragu sebelum melangkah memasuki apartemen Jaehee. Sejujurnya, Joonmyun merasa heran sendiri dengan dirinya. Tidak biasanya ia bertingkah kekanakan seperti ini, tetapi ia merasa ia harus memperjuangkan kerinduannya, apalagi di akhir minggu ini ia dan membernya harus pergi lagi ke luar negeri dan jelas ia tidak bisa menghabiskan akhir pekannya bersama kekasihnya.

   Jaehee menutup pintu di belakangnya dan berjalan ke ruang tengah dengan langkah berat, begitu ia melewati Joonmyun yang masih berusaha memfamiliarkan dirinya dengan interior apartemen Jaehee karena sudah lama tidak menginjakkan kakinya disana, barulah ia benar-benar melihat penampilan Jaehee yang ganjil.

   Gaun tidur tipis, dan masker wajah.

   ”Kau kenapa?” tanya Joonmyun heran sambil melepaskan jaketnya.

   Jaehee meletakkan kedua tangannya di pipi, wajahnya yang sudah merah semakin memerah mendengar pertanyaan Joonmyun. Ia buru-buru mengangkat kakinya dan memeluk kedua kakinya ke dalam dadanya, dan membenamkan wajahnya disana karena malu.

   ”Yah, kau kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa kau mengenakan masker?”

   ”Gara-gara kau.” Gumam Jaehee tak jelas karena wajahnya di benamkan ke dalam pangkuannya.

   Joonmyun duduk di sampingnya, Jaehee bisa merasakan sofanya terdorong ke bawah. Ia bisa merasakan Joonmyun merangkulnya, dan satu tangan berusaha mengangkat wajahnya dengan penasaran. ”Yah, apa yang terjadi denganmu? Kau sakit? Seharusnya kau bilang kalau kau sedang sakit, tidak perlu mengatakan tidak mau bertemu denganku atau apa…” keluh Joonmyun.

   ”Aku tidak sakit!” seru Jaehee masih dengan suara teredam.

   ”Lalu kenapa?” tanya Joonmyun sedikit tidak sabar dan berusaha untuk mengangkat wajah Jaehee. ”Kau kenapa? Apa kau tidak rindu padaku? Kita lama tidak bertemu, bahkan kau menolak video call-ku, padahal aku ingin melihatmu… sekarang aku sudah di depanmu, dan kau masih juga tidak mau menatapku…” dan Joonmyun kembali ngomel seperti anak kecil lagi.

   Memang bukan rahasia umum kalau Joonmyun itu mirip ajumma, tanya saja pada Sehun dan trio beagles yang paling sering mendapat semprotan khas dari leader mereka ini. Tetapi dengan Jaehee, Joonmyun selalu bisa menahan ’omelan’-nya, terlebih karena Jaehee tidak membuatnya gila seperti Sehun dan the beagles. Tapi untuk sikap Jaehee yang ganjil ini, Joonmyun mulai tidak sabar.

   ”Karena wajahku belum siap~” rengek Jaehee.

   ”Belum siap kenapa?” awalnya Joonmyun masih belum mengerti, tetapi karena Jaehee mengenakan masker, ia berpikir pastinya Jaehee telah melakukan sesuatu terhadap wajahnya. Maka ia memiringkan kepalanya, ”Apakah kau melakukan sesuatu pada wajahmu? Seperti… errmm, operasi?”

   Dan pertanyaan itu berhasil membuat wajah Jaehee terangkat dan memberikannya tatapan laser yang mungkin bisa menembus tulang. ”Jadi menurutmu ada sesuatu di wajahku yang harus aku perbaiki?”

   ”Anhi bukan begitu,” kekeh Joonmyun geli, sedikit senang karena ia bisa melihat mata cokelat gelap Jaehee lagi. ”Tapi kau menutupi sesuatu, ya kupikir apalagi yang bisa membuat wajahmu belum siap selain—AWW!! AW! OUCH! Jaehee-ya, Sayang! Kenapa aku dicubiiiitttt????”

   Dan Jaehee tidak menjawab, namun tetap memberinya pandangan kesal.

   ”Arasseo, arasseo…” kekeh Joonmyun. ”Tapi, serius… kau kenapa? Kenapa ditutupi masker, dan kenapa karena aku? Kenapa belum siap?” tanpa ia sadari, ia kembali seperti ibu-ibu yang bertanya kepada anaknya.

   Jaehee mendesah berat. ”Baru begitu saja kau sudah meledekku operasi. Menyebalkan,”

   ”Aku kan hanya bercanda, Sayang~”

   ”Jadi kau bercanda? Lalu kalau aku benar melakukan operasi bagaimana?”

   ”Aku tidak akan protes asal kau mengatakannya padaku lebih dulu, atau memberitahuku… tapi serius, kau itu kenapa?” tanya Joonmyun, nada suaranya benar-benar menunjukkan keheranan dan keputusasaan karena Jaehee tak kunjung juga menjawab pertanyaannya.

   Jaehee tetap diam, namun Joonmyun nampaknya hari ini mendapatkan kelebihan tenaga ekstra, atau dirasuki hantu anak-anak yang tidak bisa diam, karena ia begitu ulet untuk membuat Jaehee mengatakan apa yang terjadi kepada dirinya, meski wajah Jaehee sudah begitu masamnya.

   Akhirnya, menghela napas karena lelah mendengar ocehan Joonmyun, Jaehee mengangkat kedua tangannya untuk melepaskan masker wajahnya perlahan-lahan dan menunjukkan wajahnya.

   ”Puas?”

   Dan Joonmyun tidak merasa ada yang salah sama sekali dengan wajah Jaehee. Ya memang wajah Jaehee sedikit pink, tapi tidak ada yang aneh, bukan? Jerawat? Bukankah itu normal? Lalu apa?

   ”Aku tidak melihat ada yang aneh dengan wajahmu, Sayang…” gumam Joonmyun heran.

   ”Mwo?! Kau meledekku atau apa?”

   ”Aku tidak meledek,” balas Joonmyun heran, ”Tapi aku benar-benar tidak mengerti apa yang salah dengan wajahmu?”

   ”Aish! Jinjja, apa semua laki-laki memang begini?” mendadak Jaehee meradang, merasa Joonmyun tidak terlalu sensitif. ”Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan wajahku?!”

   Untuk pertamakalinya nyali Joonmyun ciut, sudah lama Jaehee tidak mengomelinya seperti ini. Melihat kekasihnya yang mendadak menggeram seperti kucing tetangganya yang lucu, dan melipat kedua tangannya di dada sedikit banyak membuatnya kaget juga.

   Tapi Jaehee seksi, otokhe

   ”Tapi… memang… sepertinya, tidak ada yang salah…” cicit Joonmyun takut dengan reaksi Jaehee, karena Jaehee masih saja memelototinya, ”Apalagi yang salah?”

   Jaehee cemberut.

   ”Wae? Wae?

   ”Kau tidak lihat wajahku merah-merah seperti kepiting rebus begini, eoh? Tidak melihat kulitku kelupas-kelupas begini, eoh?!”

   Joonmyun meneguk ludahnya lagi, ”A…aku lihat…”

   ”Kau lihat atau setelah aku tunjuk baru terlihat?!” omel Jaehee galak.

   Joonmyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ”Hmm, wajahmu memang terlihat merah, tapi kalau kau tidak bilang… eh… kalau kau tidak bilang kalau terkelupas… aku tidak akan sadar…”

   ”Dasar laki-laki!”

   ”Baiklah, baiklah… aku sudah lihat daritadi…”

   ”JADI WAJAHKU TERKELUPAS PARAH?!” Jaehee yang panik langsung berdiri dan berlari ke kamar untuk memeriksa bayangan wajahnya di depan kaca. ”Ah, apa kubilang! Kenapa kau tidak mau mendengarkanku??? Sudah kukatakan kita bertemu minggu depan saja!”

   Joonmyun mendengus dan berdiri, mengekori Jaehee yang memencet-mencet wajahnya di depan kaca. Ekspresinya seperti mau menangis, ”Sudah peeling itu menyiksa, dan kau disini malah…” Jaehee melirik Joonmyun, mendadak putus asa, dan melempar tubuhnya ke atas kasur, menyelubungi dirinya dengan selimut, berusaha melindungi diri dari dunia luar.

   ”Kau peeling?” tanya Joonmyun sambil mendekat ke tempat tidur dan duduk di tepi tempat tidur Jaehee. ”Untuk apa?” tanyanya bodoh.

   Dan Jaehee malah melolong karena putus asa akan kebodohan kekasihnya ini. Suaranya nyaris menyamai banshee, dan ia tidak berusaha mengubah suaranya menjadi lebih feminim. Untuk apa dia mempercantik diri demi manusia polos bak pilon satu ini? Dia jadi bertanya-tanya sendiri.

   ”Untuk Yixing!!!” sahut Jaehee kesal, pada akhirnya.

   ”YA!!!” omel Joonmyun otomatis. ”Kenapa untuk Yixing?!”

   ”Karena kau bodoh!!!” dan seperti anak-anak pula, Jaehee menendang-nendang tempat tidurnya dari balik selimut.

   Joonmyun terkekeh berjongkok di samping gundukan tubuh Jaehee yang tertutup selimut, ”Jadi kau melakukan semua perawatan dan jadi merah-merah itu untukku, kan?”

   ”Bukan!” sahut Jaehee sinis.

   ”Ayolah, Sayang… jangan begitu…”

   ”Pulang saja sana, Kim Joonmyun!”

   Joonmyun terkekeh dan ikut berbaring, telunjuknya ia gunakan untuk menusuk-nusuk bagian tubuh Jaehee, yang ia perkirakan adalah perut atau pinggangnya, karena empuk. Dan mendengar gerutuan Jaehee, sepertinya tebakannya benar, kekehnya geli. Jaehee lucu sekali!

   ”Kalau kau hanya mau menertawakanku, pulang!” usir Jaehee lagi, tapi kali ini sudah berani menampakkan wajahnya dari balik selimut. Kali ini Joonmyun benar-benar menyadarinya, wajah Jaehee benar-benar merah dengan beberapa kelupasan di hampir setiap inci wajahnya.

   ”Kau tahu, kau sudah mengusirku lebih dari lima kali. Ini tidak sehat untuk hubungan percintaan kita, Sayang.” Goda Joonmyun, membuat Jaehee mendengus. ”Ya, dengarkan aku…”

   Jaehee malah kembali bersembunyi di balik selimut.

   Joonmyun terkekeh kembali dan menarik turun selimut Jaehee, kali ini dengan mengerahkan segala daya upayanya sebagai seorang laki-laki, karena sebagai seorang perempuan, kekuatan Jaehee kadang-kadang tidak bisa diremehkan jika menyangkut hal seperti ini.

   Jaehee membalikkan tubuhnya, dan ikut berbaring menghadap langit-langit seperti dirinya sekarang. Joonmyun berkata, ”Ya, no makeup beats beauty from within…” bisiknya sambil mengecup pipi Jaehee dalam-dalam, membuat wajah kepiting rebus itu, semakin memerah!!!

-Keutt-

Huhuhuhu maaf balik-balik sama ff gaje kayak begini… ide sebenernya ada tapi waktu yang bener-bener nggak ada. Cuma aku ngerasa kayak ada kewajiban harus apdet /menatapi tumpukan data/ Insya Allah habis lebaran sidang skripsi, jadi waktu-waktu sekarang krusial banget buat aku.

Oh iya sebentar lagi puasa, aku minta maaf ya sama salah-salahku yang disengaja atau pun nggak. Kadang aku suka galak, suka nyinyir, dan suka judes… semoga yang berpuasa bisa menjalankan ibadah dengan baik dan lancar, sehat selalu. Trus aku juga mohon mohon mohon doanya supaya kuliahku lancar dan bener-bener bisa lulus bulan Juli ini. Aamiin

Tengkiiiisssss,

neez

Advertisements

23 thoughts on “.:JunHee Veiled:. No Makeup Beats Beauty From Within

  1. heeryaa says:

    Waaaaaah apdetan baru ♡♡♡♡
    Ini selain lagi tersiksa perawatan wajah kayaknya jaehee juga lagi dapet ya-_- judea banget hahhaha

    Joonmyeon mesti ngerti banget tapi dia juga lebay T_T si jongdaenya lucuuuu ngasih tanggapan curhatannya si joonmyeon….

    Fighting kaaaa sidangnya hihi abis sidang semoga once in lifetimenya diupdate XD XD

  2. it'sme Min2 says:

    Peeling emang sakit hadehhhh … tapi demi kulit mulus mari kita lakukan 2 minggu sekali jaehee heheheheee

  3. Dana says:

    Akhirnya junhee moment kyaaaaaa jaehee i feel u banget kokkk beauty is pain :’)
    Sumpah yaa joonmyun disini bawel banget kayak ahjuma rempong hahaha dasarrrr

  4. dhitalulu says:

    Ouuhh,,, -,- kenapa romance bgt? Aq lagi suasana galau ,, uhh 😦 #aq #iri

    si myun besar kepala noh gr2 jaehee ngelakuin itu buat dia,,

    ngomong aq gx ngerti perawatan2 wajh kek gitu :v
    emang peeling itu apaan? 😀

  5. Lisa says:

    Ngga gaje ini kocak hahaha njir jaehee ampe sebegitunya nolak junmyeon huahaha dan junmyeon keanak anakan banget sih haha. Sukaaa… mereka lucu sekali sihhh, gemesh banget kaya baru2 awal pacaran jadinyaa gemeesshhh kak. Huee ditunggu next epsnya kak hehe
    Semangaat kuliah skripsweetnya dan aamin semoga lulus bulan juli ya kak, samaan kaya abang aku hihi. Semangaat kaaa

  6. FAWN says:

    Walopun udah jadi tetua tetap aja kelakuan kayak begono. Dasar Junmen, apasih mentang2 potong rambut kayak anak2 jadi baby gede gitu. Aku #TeamJaehee , mari kita ceburkan Junmen di rawa-rawa.

    Yang jomblo syirik ye —lirik Chen. Makanya cari pasangan, sama Liyin noona juga gapapa. Ikhlas kok bang :’)

    Semangat kak Neez, semoga lulus dan cepet kerja ~

  7. winnurma says:

    junhee update kkk
    demi seorang junmyoon tercinta jaehee rela mah sakit sakit di peeling
    biar wajahnya mulus lagi
    kkk
    smgt kuliahnya eon

  8. rinhorinhae says:

    mohon maap lahir dan batin jg kak neezzzz…
    dan suksesss buat sidang skripsinyaaa 🙂
    btw seneng bgt liat junhee balik kek dlu lg hhhiii

  9. baekmyeons says:

    Huaaaa lama tak baca Junhee akhirnya apdet juga.
    Aigooo Junmyeon bener2 polos apa babo beneran sih. Kasian tuh trio beagles cape dengernya. Apalagi Jongdae yang kayaknya udah ‘mpet’ banget ya sma kelakuan leadernya yang babo begini. *pukpuk bang jongdae*
    Aigooo uri Jaehee mau jadi wanita seutuhnya smpe2 harus peeling segala. Duh junmyeon babo banget sih apalagi pas dia ngmong ‘Kau peeling? Untuk apa?’ Rasanya mau jedotin kepala junmyeon ke tembok ini mah…

    Semangat ya Nisya eonnie buat skripsi sma sidangnya. Semoga juli nanti lulus. Aminn…. maaf lahir batin juga ya kak. Hwaiting!!!

  10. H2 Hana says:

    Junmen kocak,kangen ke jaehee.tapi nyiksa orang lain.jaehee bukan kayak pacar lagi.udah kayak istri nya junmen ckckck

  11. adindacynthia says:

    Kalo Suho lagi galau yang kena sasaran selalu tuh tiga orang ya.. Makanya kalo Suho lagi galau jangan ada yang di dorm biar gak ada yang dijadiin sasaran..
    Semangat kak nis, semoga lancar sidangnya..
    Aku menyusul desember nanti..

  12. kjmlady says:

    mateek kim junmyeon. jongdae kata2nya… wakakakak ini sih seneng bgt denger junmyeon menderita kaya gitu ..v

    kak nisya itu yg exo tampilnya belakangan kayanya curhatan yak (bcs sama aku jugaak kzl nunggunya lol)

    demi apaa lucuuu jaehee gamau ketemu junmyeon tp taunya malah junnyeon ngerasa mukanya jaehee ga knp2.. nyampe yixing di bawa2 lg juga

  13. kimkaaaaaacrush says:

    kyaaaaaaaa ini apaan…. kenapa manis sekali mereka berdua … woaaah~~~~~ seneng bgt liat junhee kayak gini … so sweet .
    jaehee niat banget bikin sesuatu buat junmyeon … suka suka suka . mereka jadi kayak pasangan yang baru jadian . lope love everywhere

  14. LEEDAESHI says:

    Merasa terabaikan nih kayaknya suho. Apalagi baru baikan. Kan lagi masa2 ingin-selalu-bersama-berbagi-suka-dan-duka yaaaa. Serasa dunia milik berdua.
    Suho nya ngebet, eh jaehee malah mati2an nolak lol
    Mana itu cecurut2 exo *eh maap khilaf* bisa bgt ngomporin. Wajar sih kalo menurut aku suho pengen ngabisin waktu berdua jaehee terus. Anggap aja sbg penebusan akan waktu yg hilang wktu mreka bermasalah kmrn itu
    Tapi ya kalo aku jd jaehee juga dgn kondisi hubungan yg bru baikan gini, pengen selalu tampil perfect sih. Namanya juga perempuan. Normal. Dan lagi cinta2nya bgt sama pacar. Baru balikan pula. Ngalah2in manten baru mah pengen tampil sempurnanya.
    Jd ga bs juga salahin jaehee yg kayaknya kok kejam ya sama suho gt. Aku paham kok, pahaaam bg *sambil ngangguk2*
    Tp bagian suho dtg trus smua hal yang terjadi di apartemen jaehee beneran bikin aku pengen saltu dan muntah pelangi. Manis2 ngakak lucu gemesin..
    Kepolosan suho
    Keganasan jaehee
    Menye2nya mereka
    Gemesin smuaaaaa. Pengen dibejek2 trus masukin karung trus lempar mereka langsung ke kua. Hahahaha
    Good job kak nisyaaaa
    Ceritanya seger banget buat hubungan junhee yang juga lagi seger2nyaaaa

  15. nayatiara says:

    pernah peeling sekali dan sakit menurutku huhu 😦
    muka jadi merah padahal cuman dipegang dikit 😦
    so Jaehee i know what you feel girl
    i probably also did the same thing as you
    i even skip class for 2 days cause im too embarrassed to go to university with a red face wkwkwk
    and Joonmyeon , oh my god, i dont know wheter “no makeup beats beauty from within” is the sweetest or the cheesiest thing that i’ve ever heard kekeke

  16. Wulan says:

    Huahhhhhhh….jaehee lucu bgt sichh…menyiksa diri sendiri hahahahaha..dan joonmyun emang polos y kebangetan pisan…walo pun seneng bgt punya cwo yg ngeliat kita bkn dr kecantikan semata…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s