.:JunHee Veiled:. Rising Sun

rising sun

Rising Sun || JunHee Universe, Romance, Angst || PG || Oneshot

Oh Jaehee / OC || Kim Joonmyun / EXO Suho || Park Minkyu || Byun Yohan || EXO Member

© neez

15 April 2015

Setelah hampir satu bulan bekerja dengannya, tetapi kenapa rasanya Minkyu jauh lebih mengetahui tentang rahasia kelamnya, dibandingkan saat ia dan Joonmyun berkencan?

   Hal itu terjadi di suatu sore, ketika dalam satu Minggu, jadwal pekerjaan yang padat ditambah dengan insomnia Jaehee yang tak kunjung membaik, disertai datang bulan, Jaehee akhirnya mengalami mental breakdown, ia nyaris histeris di dalam kantornya.

   Jika bukan karena ketenangan Minkyu, yang langsung menghubungi Haejin, ibunya, yang langsung buru-buru datang membawakan Jaehee obat penenang, Minkyu mungkin tidak akan tahu kalau Jaehee memiliki riwayat depresi yang cukup akut, yang disebabkan oleh patah hati. Awalnya, Minkyu berpikir, untuk apa segitu down-nya jika putus bercinta? Bukankah masih banyak laki-laki diluar sana, yang mungkin lebih bisa menghargai Jaehee lebih daripada Joonmyun, tetapi dengan melihat kasus depresi Jaehee ini, Minkyu akhirny memahami satu hal. Setiap orang memiliki masalah dan daya tahan untuk menghadapi masalah secara berbeda. Setiap orang memiliki pembawaan, dan pengalaman serta perasaan dan logika yang berbeda, sehingga sebagai sahabat, ya ia bisa menyebut dirinya sahabat Jaehee sekarang, ia dapat mengerti apa yang dilalui Jaehee begitu berat, sehingga wajar saja gadis itu begitu tertekan dengan segala yang ia hadapi.

   Sedikit banyak, Minkyu kesal pada mantan kekasih Jaehee, yang menyebabkan gadis ini depresi. Dan tentu saja kesal sekali, pada Joonmyun yang begitu bodohnya. Tapi, rasa kesalnya semakin lama semakin bertambah besar justru pada salah seorang sahabat karibnya yang lain, yang ia tahu, merupakan penyebab pemicu segala permasalahan ini. Kalau saja hati Minkyu tidak tertambat pada Hana, mungkin ia juga bisa jatuh cinta pada Jaehee.

   Bayangkan, cari gadis dimana lagi yang bisa begitu setia dan begitu mendedikasikan dirinya pada kekasihnya di zaman seperti ini coba?

   ”Minkyu-ssi, tolong saya jaga Jaehee ya. Kalau bisa obatnya jangan sampai lupa. Segera, setelah proyek di Swiss selesai, saya akan ambil cuti untuk fokus pada Jaehee,” Haejin dengan sangat menyesal memberitahu Minkyu malam setelah Jaehee histeris di kantornya, ”Saya lihat, Jaehee cukup dekat denganmu.”

   ”Ne, Sajangnim.”

   Bukan hanya karena perintah seorang direktur kepada bawahannya, tetapi juga karena rasa persahabatannya pada gadis itu. Gadis malang, ia berharap Jaehee segera mendapatkan laki-laki baik yang akan menyembuhkannya dari patah hati berkepanjangan. Apalagi setelah Jaehee mengatakan bahwa Joonmyun itu sudah punya kekasih lagi. Hah~ laki-laki macam apa?!

   ”Apa ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi rasa frustasinya, Sajangnim?” tanya Minkyu sungguh-sungguh pada Haejin yang menghela napas dan memilin-milin jarinya, ekspresinya gundah. Kali ini, Minkyu bukan melihat sosok tegas berwibawa seorang direktur yang terkenal bertangan dingin dalam menjalankan Skyline, tetapi seorang ibu yang sangat mengkhawatirkan kesehatan putrinya.

   ”Sebetulnya Dokter Jaehee sudah memberitahu cara mudah untuk keluar dari masalah ini… tapi anak itu, sejak kecil…” dan Haejin mulai berkaca-kaca, ”Ia lebih suka menyimpan semuanya sendiri, dan merasa bisa menyelesaikan semua masalahnya sendiri. Kebiasaannya tidak berbagi soal beban yang ia rasakan itulah yang menyebabkan semua ini… Minkyu-ssi, aku tidak bisa menyalahkan Jaehee sepenuhnya yang tidak mau berbagi. Sebagai orangtua, aku dan suamiku tidak begitu memperhatikan putri kami…”

   Minkyu menatap pintu kamar Jaehee dengan sedih, sebelum kembali mengalihkan pandangannya pada sang Direktur.

   ”…kami begitu terpaku pada bisnis kami yang mulai berkembang, sehingga putri kami satu-satunya, justru kehilangan perhatian kami. Kami selalu memuji-mujinya bahwa ia gadis pintar yang tidak pernah menyusahkan orangtuanya… mungkin karena itulah ia tidak mau menceritakan kesusahan dan kesedihan yang ia alami. Karena kami menganggapnya selalu sebagai anak baik yang tidak pernah bermasalah…” Haejin mengusap matanya yang basah, ”Lambat laun, hubungan kami semakin merenggang… dan saat itu, untungnya ia sudah memiliki sahabat baik… hanya saja…”

   Minkyu mengangguk paham, ”Sahabatnya yang kemudian jadi kekasihnya, justru mengkhianatinya…”

   ”Aku tidak bisa membayangkan bagaimana,.. bagaimana perasaan gadis itu, Minkyu-ssi,” isak Haejin ke dalam kedua tangannya, ”Seolah… ia dikhianati semua orang di sekitarnya. Dikhianati orangtuanya, dikhianati orang-orang yang ia percaya… dan sekarang… tolong dia, Minkyu-ssi… tolong putriku… jadilah sahabatnya… dan tolong… jangan tinggalkan dia seperti Pirath… dan Joonmyun.”

*           *           *

”Yohan Hyung, ada waktu?”

   ”Ada, ada… kebetulan hari ini rekaman akan dimulai setelah tengah malam. Kau mau bertemu dimana, Joonmyun-ah?”

   ”Hmm, Hyung, tidak keberatan kalau kita makan di dekat KBS? Setelah ini, aku ada schedule di radio Yoo Inna Sunbaenim.”

   ”Keurae, di restoran hanwoo yang berbeda satu jalan dengan KBS bagaimana?”

   ”Call! Gomawo, Hyung… sampai ketemu.” Joonmyun memutuskan panggilannya setelah Byun Yohan menjawab pesannya, menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.

   Tok. Tok. Tok.

   ”Hyung, mau makan tidak?” tanya Baekhyun sambil menyembulkan kepalanya ke dalam kamar super berantakan yang dihuni oleh Joonmyun dan Sehun. Jangan ditanya kenapa berantakan, takkan ada yang tahu sampai kiamat, mau sampai kapan Joonmyun tidak merapikan gunungan pakaiannya yang diletakan di bekas tempat tidur Baekhyun berada.

   Joonmyun berdiri dan tersenyum, ”Makan saja duluan, aku mau bertemu Yohan Hyung dulu, nanti jemput aku satu jalan sebelum KBS, ya?”

   ”Kau akan naik apa kesana, Hyung?”

   ”Taksi saja.”

   Dan setelah membungkus dirinya dengan baik, agar tidak mudah dikenali oleh penggemarnya, dan memesan taksi untuk langsung menjemputnya dari dalam basement, Joonmyun akhirnya tiba di tempat yang dijanjikan dalam waktu empat puluh lima menit.

   Tak lama ia duduk dan memesan dua porsi hanwoo, Byun Yohan, akhirnya datang juga. Memeluknya dan langsung duduk di hadapannya. Keduanya bertukar kabar seperti biasanya, berbasa-basi menanyakan kesibukan, kegiatan, hingga ke pekerjaan mereka. Joonmyun tahu, Yohan Hyung-nya menerima tawaran drama sebagai pemeran utama, bersama Song Jihyo, yang berjudul Ex-girlfriend Club, sementara Yohan hanya tahu kesibukan Joonmyun yang mempromosikan album terbaru EXO.

   ”Mana album baru untukku?” ledek Yohan.

   Joonmyun terkekeh, ”Aku lupa membawakan untukmu, Hyung. Punyamu sudah kusisihkan padahal… yang terbawa malah hanya untuk Inna Sunbaenim. Besok kuberikan padamu…”

   ”Cish, Kim Joonmyun, kau benar-benar kalau untuk wanita selalu cepat ya,” Yohan geleng-geleng dan menyantap hanwoo-nya setelah mencelupkannya pada saus yang sudah ia racik sendiri sesuai dengan kesukaannya, ”Jadi… ada apa denganmu, hah?”

   ”Hmm?” Joonmyun mengangkat wajahnya dari fokusnya pada pemanggang yang tengah berdesis memasak daging sapi yang mereka pesan.

   ”Kotjimal hajima, aku tahu kalau kau menghubungi tiba-tiba tanpa sebab yang jelas seperti tadi, kau pasti sedang stress… iya kan? Jadi, katakan pada Hyungmu ini, apa masalahmu?”

   Joonmyun meringis. Yohan memang begitu mengenalnya, selain membernya tentunya. Ia tidak mungkin bercerita masalah ini pada membernya, dan tidak akan pernah membernya sekali pun akan  mendengar masalah ini dari bibirnya.

   ”Ah iya, bagaimana kabar pacarmu?” tanya Yohan tiba-tiba, entah sengaja, atau tidak. Bagi Joonmyun, pertanyaan Yohan seolah pertanyaan pancingan padanya yang terlihat ragu-ragu untuk menjelaskan kesusahan yang kini tengah ia alami. ”Kau bilang kau akan mengenalkannya kepadaku…”

   ”Ah…” Joonmyun kembali meringis, dan mengernyitkan hidungnya, dan mengedikkan kedua bahunya, terlihat ’sok’ santai. ”Aku dan dia sudah berpisah, Hyung.”

   Yohan menatap Joonmyun lekat-lekat, tidak jadi melahap hanwoo yang sudah setengah jalan masuk ke dalam mulutnya. Ia justru kembali meletakkan potongan daging sapi yang dibakar medium oleh Joonmyun itu, dan menautkan kedua tangannya, menatap Joonmyun serius.

   Sepertinya ini yang membuat Joonmyun stress, batinnya yakin.

   ”Wae? Bukankah wanita memang begitu? Datang dan pergi…” Joonmyun berusaha menghilangkan kegetiran dari setiap kata-kata yang ia keluarkan, dan matanya tak berani menatap langsung lawan bicaranya, malah justru sibuk menekuni seporsi hanwoo yang baru saja diantarkan oleh pramusaji. ”Tidak ada yang tinggal begitu saja…”

   ”Jadi kau berpisah? Kenapa? Yang kudengar, bukankah hubungan kalian sudah begitu serius?”

   Hati Joonmyun berdenyut mendengar kata ’serius’ yang keluar dari mulut Yohan, dan ia menghela napas, menggeleng. ”Meskipun sudah tahap serius, kami masih bisa putus, Hyung.”

   ”Karena apa?” tanya Yohan penuh selidik, melihat Joonmyun yang seolah ragu-ragu, Yohan menghela napas, ”Joonmyun-ah, aku tahu hal ini sudah mengganggu pikiranmu… dan kau mengajakku kesini bukan hanya untuk makan hanwoo, kan? Ayo, ceritakanlah…”

   Joonmyun meletakkan penjepit daging dan gunting sebelum meraih gelas dan menuangkannya dengan ocha dan meneguknya dalam-dalam, mengusap mulutnya. ”Dia… selingkuh.”

   ”Mwo?!” seru Yohan kaget.

   Joonmyun tersenyum, senyum pedih, yang sudah lama tidak Yohan lihat sejak pria yang sudah ia anggap adiknya ini berkencan dengan gadis yang kalau tidak salah bernama Oh Jaehee itu.

   ”Dia selingkuh? Kau tahu darimana? Kau menangkap basah…?” tanya Yohan tidak percaya.

   Joonmyun menggeleng, ”Aniyo, Hyung… dia bilang sendiri.”

   ”Hah?!” tanya Yohan benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Memang ada ya orang yang berselingkuh mengaku atau bilang sendiri? Atau, karena… memang gadis itu mau minta berpisah. ”Jadi, dia mengaku kalau dia sudah berselingkuh dan agar kalian berpisah, begitu?”

   ”Tidak,” Joonmyun menggeleng.

   ”Lantas?”

   ”Dia bilang kalau dia dan laki-laki itu… berciuman.” Kata Joonmyun pelan.

   Yohan kehilangan kata-kata, ia tidak habis pikir. Bagaimana mungkin gadis itu tega menyakiti hati adiknya ini? Joonmyun memang mungkin bukan laki-laki yang sempurna, tetapi Joonmyun adalah laki-laki yang baik.

   ”Dan kemudian?”

   ”Dia mau menjelaskan, tetapi… sudahlah, aku sudah tidak sanggup mendengarnya lagi, Hyung.”

   Yohan menepuk-nepuk bahu Joonmyun, lalu berteriak pada pelayan, ”Ajumma! Soju satu botol!”

   ”Hyung!”

   ”Kau tahu apa? Kalau kita sedang bersedih, segelas soju selalu membuat perasaan kita lebih baik…”

   Joonmyun terkekeh, ”Tapi, Hyung, aku masih ada jadwal setelah ini. Dan Hyung juga kan masih harus syuting.”

   ”Eyy, jangan terlalu kaku, Joonmyun-ah. Inilah mungkin yang membuat dia meninggalkanmu!” ledek Yohan membuat wajah Joonmyun memerah, ”Kau pasti terlalu kaku! Sudah, lupakan, lupakan gadis bodoh itu… masih banyak gadis lain yang lebih baik. Kau tampan, kau muda, kau kaya, kau terkenal… dia bodoh  telah menyia-nyiakanmu!”

   Menenggak segelas soju, karena Joonmyun tidak pernah kuat dengan alkohol, ia memikirkan kata-kata penghiburan Yohan barusan. Ya dia tampan, dia muda, dia kaya, dan dia terkenal. Gadis itu akan menyesal telah menyia-nyiakannya!

   Harusnya perasaannya membaik… harusnya.

   ”Hyung, sepertinya Manajerku sudah tiba disini,” Joonmyun memeriksa ponselnya setelah sepuluh menit yang lalu ia dan Yohan menghabiskan satu botol soju. Perasaannya sudah lebih baik.

   ”Begitukah? Ya sudah kau duluan saja, sampai ketemu… telepon aku, oke? Dan jangan pikirkan gadis itu lagi, dia tidak pantas mendapatkan waktu darimu!”

   ”Ne,” Joonmyun berdiri dan memeluk Yohan erat-erat, sebelum meraih mantelnya dan membawanya berjalan keluar restoran tersebut.

*           *           *

Igeo…”

   ”Hah~ obat lagi,” keluh Jaehee melihat butiran-butiran warna-warni bak permen namun berbentuk kapsul yang ada di telapak tangan Minkyu dan sebotol air mineral oksigen yang dipesan Minkyu khusus untuk Jaehee. ”Tidak bolehkah aku tidak minum obat hari ini? Eoh?”

   Minkyu menggelengkan kepalanya, ”Harus!”

   ”Keundae…”

   ”Nanti kau drop lagi seperti kemarin, Jaehee-ya, kau mau satu restoran ini panik, hah?” tanya Minkyu dengan nada tinggi. ”Kalau sampai kau drop lagi, aku takkan tolerir, kau harus ke rumah sakit!”

   Jaehee mengerucutkan bibirnya dan menerima obat-obat dari tangan Minkyu lalu memasukkan semuanya ke dalam mulutnya. Jaehee paling tidak bisa makan obat satu persatu, justru membuatnya semakin mual. Maka setelah memasukkan nyaris sepuluh butir obat ke dalam mulutnya, Minkyu buru-buru meminumkan air minum oksigen tersebut ke dalam mulut Jaehee.

   ”Gomawo, Oppa…” Jaehee menjauhkan tangan Minkyu yang meminumkannya air putih tersebut dan menghela napas. ”Hah~”

   ”Ini, pakai inhaler-nya dulu… dokter bilang dua kali, pagi dan malam… aku tidak bisa jamin kau akan pakai ini atau tidak begitu kau tiba di rumah nanti, ayo…” dan Minkyu kembali menyemprotkan inhaler ke dalam mulut Jaehee, yang berusaha mengatur napasnya setelah oksigen itu masuk ke dalam paru-parunya. Minkyu tersenyum puas, dengan penuh sayang ia membelai-belai kepala Jaehee, ”Jalhaesseo, uri Jaehee…”

   Dan Jaehee membalasnya dengan mehrong.

   ”Ayo habiskan makanannya,” sekarang Minkyu memerintahkannya makan. Astaga, sejak kapan asisten pribadinya ini juga menjelma sebagai baby sitter-nya? Pikir Jaehee. Ya sejak mereka mulai bersahabat, dan sejak Jaehee histeris kemarin. Setidaknya, Minkyu hanya memperlakukannya sebagai bayi, bukan sebagai pesakitan seperti yang dilakukan oleh dokternya di rumah sakit.

   Minkyu dan Jaehee duduk di beranda restoran. Kali ini, Jaehee memilih untuk tidak makan di dalam ruangan, karena ia merasa sudah terkurung di dalam kantornya seharian penuh, sehingga membutuhkan udara segar. Dan Minkyu dengan senang hati menemaninya.

   ”Belum mau pulang?” tanya Minkyu saat melihat Jaehee asyik dengan Galaxy Note-nya menggambar-gambar.

   Jaehee mendongak, ”Oppa sudah mau pulang?”

   ”Anhi, aku mau tambah makanan lagi malah…” seloroh Minkyu, agar Jaehee tidak berpikir bahwa ia bosan.

   ”Ya sudah tambah lagi sana,” kekeh Jaehee sambil meneruskan coret-coretannya.

   Minkyu benar-benar melakukannya. Kebetulan, ia memperhatikan, selera makan Jaehee cukup banyak. Menurut Haejin, dulu ketika depresi, nafsu makan Jaehee hilang seluruhnya sehingga daya tahan tubuhnya lebih cepat drop. Jadi, sekarang, berhubung Jaehee justru senang makan banyak, Minkyu memesankan makanan yang manis-manis untuknya. Makanan manis selalu menjadi teman baik orang yang sedang sedih.

   ”Ah… Oppa, bagaimana dengan baju ini?”

   Minkyu melirik dari kesibukannya membaca jadwal pekerjaannya besok dan menatap sebuah gaun pastel yang baru saja selesai di ’corat-coret’ oleh Jaehee, ”Bagus tidak? Aku bosan dengan baju yang ada di lemariku… tapi lebih malas lagi untuk keluar dan belanja.”

   ”Wae? Bukankah semua wanita suka belanja? Tetapi, ini bagus… cocok untukmu, kalau dijahit dan kau kenakan akan bagus.”

   ”Jinjja?” tanya Jaehee dengan kedua mata berbinar. ”Kalau aku buat untuk seragam di perusahaan bagaimana ya?” kekehnya geli sendiri dengan pemikirannya yang absurd.

   Minkyu tersenyum, ikut geli. ”Tapi kurasa Sajangnim takkan keberatan jika kau membuatkan seragam untuk skyline.”

   ”Jinjja? Tapi ini apa tidak terlalu mewah untuk seragam kantor?”

   ”Memang sih… itu untukmu saja, aku mau lihat bagaimana kalau kau yang pakai, Jaehee-ya.”
”Oke, kalau begitu nanti sampai di rumah akan kucoba buat,” mata Jaehee berbinar-binar.

   Minkyu tersenyum penuh arti dan mengelus kepala gadis itu. Sepertinya, healing time Jaehee datang lebih cepat daripada yang ia harapkan. Dan untuk itu, ia bersyukur sekali. Terutama, pada keinginan Jaehee untuk terus maju dan sembuh dari sakitnya.

*           *           *

”Dimana?”

   ”Kami berputar sebentar, dan isi bensin. Baekhyun sedang ambil atm juga, Hyung tunggu saja di depan restoran, oke?”

   Joonmyun menghela napas dan segera memutuskan sambungannya begitu saja. Bukan tanpa alasan ia kesal. Ia kesal karena pemandangan sepasang manusia, yang tengah bercengkrama di sebuah kafe, tepat di sebrang restoran, tempat ia tengah berdiri.

   Minkyu? Jaehee?

   Apa yang gadis itu pikirkan? Setelah bersama Jiho kini bersama Minkyu? Hebat sekali, batinnya. Apa memang seperti itu sifat asli Oh Jaehee? Selama ini ia benar-benar telah dibutakan oleh cinta.

   Kenapa? Kenapa hatinya tetap sakit melihat Minkyu membelai rambut Jaehee? Melihat Jaehee bersandar pada bahu pria itu, menunjukkan sesuatu dari ponselnya, dan dibelai kembali. Dadanya masih hangus terbakar! Menyaksikan itu dengan kedua matanya, hatinya tetap tidak mau kompromi.

   Dia menyakitimu!

   Dia mengkhianatimu!

   Dia melukaimu!

   Tapi, kau mencintainya…

   Diraihnya ponselnya dan dicarinya sebuah nama, sebelum kembali ditempelkan ponsel tersebut di telinganya, dengan kedua mata, lurus menatap dua sosok yang asyik tertawa tanpa menyadari kehadirannya.

   ”Yeoboseyo.” Ujar suara lembut disana.

   ”Joohyun-ah… aku tahu ini mendadak…” menarik napasnya dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, ”Kau tahu aku adalah laki-laki yang menyukai spontanitas… Joohyun-ah, jadilah kekasihku!”

*           *           *

Senin, 20 April 2015

Skyline Building

Jaehee’s Office

   ”Ttaraaaa… othe, Oppa?”

   Minkyu membelalak, tapi kemudian seulas senyuman muncul pada wajahnya, dan dua buah ibu jarinya diacungkan pada bos sekaligus sahabatnya. ”Wanjeon yeppeo! Ini yang kau buat kemarin, kan?!”

   Jaehee mengangguk-angguk dengan bersemangat, ”Dan dijahit sendiri oleh Oh Jaehee~”

   ”Woah, daebak!” Minkyu bertepuk tangan. ”Kau… woah, ini hebat sekali. Aku tidak menyangka idemu akan selesai hanya dalam waktu… singkat! Jadi selama akhir pekan kau membuat ini?”

   Jaehee mengangguk, ”Menjahit rupanya menyenangkan…” kekehnya, ”Oh iya, aku punya sesuatu untukmu!”

   ”Apa?” tanya Minkyu penasaran. Dilihatnya gadis itu meraih sesuatu dari dalam hand bag-nya dan dikeluarkannya sebuah kemeja, blazer, serta celana panjang bahan berwarna pastel.

   ”Ttaaaarrrraaaa!!!” pamer Jaehee sambil terkekeh. ”Kemarin aku iseng buat sketsa, dan jadilah blazer, kemeja, dan celana panjang. Aku hanya mengira-ngira ukuranmu, karena aku tidak sempat mengukur langsung… coba, coba… Oppa pakai!”

   Minkyu nyaris menitikkan air mata. Bukan, bukan karena diberikan pakaian oleh Jaehee, meski ia juga berterima kasih Jaehee mau susah-susah menjahitkannya baju. Tetapi lebih kepada betapa bahagia dan betapa senangnya Jaehee. Kantung matanya memang masih ada, tetapi kulitnya sudah tidak lagi berpendar ’sedih’ dan wajahnya sudah kembali cerah berwarna.

   ”Gomawo, Jaehee-ya… oke, akan aku pakai… mudah-mudahan muat, atau kalaupun tidak, lebih baik kebesaran agar bisa di potong.”

   ”Ne!” Jaehee memandang Minkyu yang buru-buru masuk ke kamar mandi dan lima menit kemudian keluar sudah mengenakan kemeja, blazer, dan celana panjang yang Jaehee berikan. ”Kyaaaa, Oppa, jinja jalsaengkyeotta!” ia berjingkat-jingkat melihat betapa sempurnanya pakaian yang ia buat. ”Oppa, sini sebentar, bagian pinggangnya dipeniti dulu, supaya lebih terbentuk badannya…”

Minkyu dengan sabar membiarkan Jaehee mengutak-atik bagian belakang kemeja dan blazernya dengan peniti yang ia bawa banyak-banyak sebagai antisipasi jika bajunya terlalu kebesaran. Dan begitu Minkyu memeriksa bayangannya di kaca, ia sudah tampak seperti model betulan.

   ”Woah, kau memang hebat, Jaehee-ya!”

   Tersenyum lebar, ”Jinjja?!” kedua alis Jaehee terangkat tinggi. ”Hanya kebesaran sedikit, kan? Kalau begitu aku akan catat ukuran Oppa, hanya sedikit salah perhitungan di bagian pinggang…” buru-buru Jaehee mengluarkan Galaxy Note 4-nya dan mencatat ukuran Minkyu disana.

   ”Ya,” panggil Minkyu dengan nada bercanda, ”Kalau kau ternyata sehebat ini dalam design, kenapa tidak kau tekuni bidang ini, eoh?” meski sebenarnya ia sungguh-sungguh dengan ucapannya.

   Jaehee terdiam, masih dengan stylus di tangannya. Wajahnya kemudian terangkat, ”Maksud Oppa?”

   Minkyu duduk di salah satu kursi yang ada di depan meja kerja Jaehee dan membalikkan kursi tersebut, agar dia dapat menghadap Jaehee. ”Maksudnya, kita tidak usah sama-sama pura-pura tidak tahu kalau kau payah dalam menjalankan bisnis developer…” Jaehee hanya meringis malu, ”Kau tidak menyukai bidang itu, Jaehee-ya… itu yang membuatmu stress kemarin.” Kata Minkyu baik hati, meski sebenarnya histeris Jaehee kemarin bukan hanya karena masalah pekerjaan, tetapi Jaehee sangat bersyukur Minkyu tidak mengungkit sisi buruknya yang lain, malah justru memberinya poin dan sudut pandang baru.

   ”Eyy, Oppa… ini kan hanya coba-coba, kalau tidak sukses bagaimana?” Jaehee buru-buru menggelengkan kepalanya, meski otaknya sudah mulai melayang-layang memikirkan bisnis yang barusan diusulkan oleh Minkyu. Maklumlah, kedua orangtuanya adalah penggila bisnis, sebagai putrinya, tentu saja sedikit sifat gila bisnis itu menurun bukan?

   ”Itu namanya bisnis, Oh Jaehee! Kau harus berani mencoba… coba kau lihat, dress yang kau pakai sangat bagus! Dan ini, stelan yang kau berikan padaku juga bagus… bayangkan kalau kau bisa mempromosikannya? Kau akan punya clothing line sendiri… mungkin saja bisa sejajar dengan desainer-desainer kesukaanmu, siapa saja itu… Louis Vuitton, Dolce & Gabbana… Guess?”

   Jaehee terkekeh dan memerhatikan Note 4-nya.

   ”Ayolah, bisnis ini bukan tempatmu… kau hanya akan semakin mumet dengan semua yang ada disini, Jaehee-ya.” Nasihat Minkyu serius. ”Kau akan berkembang kalau kau mengerjakan apa yang kau sukai. Seperti kemarin, saat kau jadi master fansite…”

   Jaehee terdiam. Rasanya hidupnya bergerak sangat cepat. Kemarin ia seperti anak-anak remaja pada umumnya, berlarian mengejar idolanya, mengambil gambar mereka. Tapi, harus diakui, ada sisi bisnis yang Jaehee ambil, yang bahkan dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari, bahkan secara mewah. Dan ya, itu terapinya yang paling mujarab setelah ia depresi dulu.

   Dan sekarang, setelah putus dengan Joonmyun, ia mulai menggambar-gambar secara iseng, meski sebenarnya sejak kecil sudah sering menggambar pakaian untuk boneka-boneka barbie-nya, Jaehee baru menyadarinya sekarang, kalau ia sedikit melupakan masalahnya dan sangat enjoy menjalankan aktivitasnya weekend lalu, tanpa menangis, tanpa sakit, dan lebih-lebih tanpa histeris.

   Apakah ini aktivitas baru yang akan menjadi terapi barunya? Menekuni bisnis clothing line?

   ”Ayolah, kau tunggu apa lagi? Kau bisa langsung memulainya…” masih dibujuk oleh Minkyu.

   Jaehee memilih untuk duduk di kursi satunya, menghadap Minkyu, ragu-ragu. ”Kau yakin, Oppa? Aku bahkan tidak yakin…”

   ”Ya, Eommamu tidak akan marah… sepertinya dia ibu yang akan mendukung apa pun cita-cita putrinya, iya kan?” alis Minkyu terangkat, ”Aku yakin kalau kau bilang kau mau menekuni dunia fashion, dia akan setuju dan justru malah akan jadi orang paling bersemangat setelah aku!”

   Tergelak, Jaehee bersandar, ”Ah, aku masih belum tahu, Oppa. Aku bahkan bukan kuliah di bidang desain.”

   ”Hey,” Minkyu meletakkan kedua tangannya pada bahu Jaehee dan membawa tubuh Jaehee menghadapnya, serius. ”Dengar, ini bukan karena harus ada standarisasi atau apa… benar, kebanyakan desainer itu kuliah desain. Tapi, kau sudah punya apa?” ia mengetuk pelipis Jaehee pelan, ”Kau sudah punya bakat itu secara alami. Kau membuat itu semua karena kau menyukainya… bukan karena itu pekerjaanmu, kau mengerti?”

   Menggigit bibirnya, Jaehee masih terlihat ragu.

   ”Dan ingat, segala sesuatu yang kau kerjakan karena kau menyukainya… selalu berhasil baik, meski bukan menjadi yang terbaik di dunia, kau akan senang… seperti saat ini, kau senang melihat aku mengenakan pakaian yang kau buat. Bahagia, itu kuncinya… kalau kita bahagia menjalaninya, kita tentu akan bahagia apa pun hasilnya.”

-Keutt-

 ???

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sneak Peak, Next Veiled… 

Akan di Protect!!!

BRUK!!

   Meringis, dengan air mata sudah berlinangan, Jaehee berusaha menahan diri agar tidak terisak saat Joonmyun memperlakukannya seperti ini. Joonmyun hanya tidak mengerti, Joonmyun hanya tidak tahu.

   Dengan seringaian keji dan kejam, yang mimpi pun tak pernah Jaehee bayangkan seorang Joonmyun dapat melakukannya, kini… ya, Joonmyun memerangkapnya. Satu lengan mengunci kedua tangan Jaehee yang tak berdaya, dan satu lengan diletakkan diatas kepalanya. Tubuh Joonmyun yang jauh lebih kuat daripada dirinya, kini memerangkapnya di lorong apartemennya. Ia tak mungkin berteriak, tak mungkin. Ia tak mau Joonmyun terkena masalah.

   ”Gadis macam apa kau? Setelah menyelingkuhiku dengan Jiho, kini berpaling pada Minkyu, yang notabene sahabat Jiho sendiri?”

   Jaehee bisa mencium aroma soju. Ya, Joonmyun mabuk! Bagaimana ia melawannya?

   ”Aku tidak tahu kalau aku mengencani gadis sepertimu!” dari nada ia mengucapkan ’sepertimu’ seolah-olah kata-kata murahan dilontarkan begitu saja pada wajah Jaehee saat ini. Hatinya tersayat-sayat mendengarnya. ”Untung… aku sudah lepas dari cengkraman busukmu!”

   Air mata itu menetes juga.

   ”Kau… wanita… jahat!” tunjuk Joonmyun.

   ”Ma…maaf…” isak Jaehee.

   Joonmyun melepaskannya dan berbalik, ”Hah~ apa yang kulakukan disini? Buang-buang waktu…” dengan terhuyung ia berjalan menjauhi pintu apartemen dan Jaehee yang masih terpaku dan menangis di tempatnya.

   ”Joonmyun-ah…”

   Joonmyun terus berjalan.

   ”Sakitkah?” tanya Jaehee pelan. ”Sesakit itukah yang kaurasakan?” tanyanya, dan barulah Joonmyun berhenti.

   Ia memang mabuk, tapi tak cukup mabuk untuk tidak mengerti apa yang Jaehee katakan.

   ”Tahu apa kau soal rasa sakit? Gadis sepertimu…? ha~” kekeh Joonmyun meremehkan dan melecehkan.

   Jaehee mengusap air matanya yang semakin deras membanjiri wajahnya. ”Aku mungkin tidak tahu… tapi sesakit itu kah yang kulakukan padamu?”

   ”Apa maksudmu?” Joonmyun berbalik dengan nada jengkel. Demi Tuhan, kenapa ia membenci Jaehee yang menangis? Kenapa ia tetap tidak menyukai jika melihat gadis itu menangis?! Gadis itu sudah mencabik-cabik hatinya!!!

   Jaehee menatapnya lurus, di manik matanya, ”Aku bertanya apa sesakit ini perasaanmu?”

   ”Sesakit apa?!”

   ”Sesakit yang kurasakan sekarang… karena… sakit sekali…” isak Jaehee memegang dadanya dengan kedua tangannya. ”Sakiiiit sekali mendengarmu bicara begitu… kepadaku. Dan sudah puas? Sudah puaskah kau menyakitiku agar aku sama sakitnya denganmu?”

   Joonmyun memalingkan wajahnya.

   ”Sudahkah aku sesakit kau, Joonmyun-ah? Sudahkah aku membayar semua rasa sakitmu?” isak Jaehee. ”Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hatimu kalau… kalau ternyata… apa yang kaulakukan padaku sekarang… tetap belum membayar sakit hatimu…” Jaehee tersedu-sedu dan menunduk, ”Tapi… kalau sudah… maukah kau memaafkanku? Mau kah kau menerima maafku?”

******************

Dipikir-pikir Jaehee tuh bodoh apa gimana ya? Menurut kalian gimana? Jaehee yang bodoh? Joonmyun yang bodoh, atau dua-duanya kepalang bodoh? Yang nulis aja putus asa sama mereka berdua #plakk Minkyu kece banget tapi yaaaa… mau dong pesen Minkyunya satu #loh jangan lupa komen ya darlings~ part depan di PW ^^

Advertisements

48 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Rising Sun

  1. Tari0993 says:

    ada yg cemburuuuuu cie cemburu hahaha
    Tp kenapa harus tlpn minta jadian hadeuh si papa ckck Dan salah paham lagi . . .
    Kasian minkyung hidupnya selalu penuh cobaan ga sama hana saingan kai, disini dibilang selingkuhan (?) juga hehe

    Itu itu nextnya kayanya bakal galau to the max nihhhh siap siap stel lagu ballad biar berasa haha

  2. Lisa says:

    Akhirnya update…. hue uda aku tungguin banget nih kak. Cuma ngga sesuai ekspetasi aku kak:3 ini pendek sekali ngga ada moment mereka be2 juga. kak:” kok mereka dipisahinnya lama banget sih kak:” ngga sadar2 juga si junmen huee:”” knapa bodoh banget ngga mau dengerin penjelasan jaenya kemarin:” dan apa2an nih kak knapa junmen malah ngajak jadian si irene aku ngga terima kak:””” junmen cuma buat jaehee kakanya mereka balikkan ya kak. Yakakyaaaa… ditunggu next dan jangan lama2 ya kak hehe semangaaaaattttt… dan kalo bisa yang selanjutnya tolong buat junmen sadar:”

    • Lisa says:

      Haii kakaaa.. kok akhir2 ini couple ini updatenya rada lama yaa:3 maaf bawel sudah penasaran banget sama nasib hubungan couple ini kak:3 maaaafff banget bawel kakanyaaa:3
      Semangat lanjutinnya ya kak. Semangaaattt hihi

      • Lisa says:

        Kak maaf bukannya nyinggung suruh buru2 gitu ya kak:3 aku cuma uda penasaran aja kok. Maaf takut dikira malah buru2in kakaaa… pokonya semangat aja ya kak lanjutinnya hehehe

  3. Kauramints says:

    Sedih baca teaser next chaptnya 😥
    Hmm bodoh ya agak, keras kepala ya banget
    Sebel sama Junmen, kenapa gak kash kesempatan Jaehee jelasin dari awal
    Kasian liat Jaehee yang depresi banget, udah karena kerjaannya dia ditambah lagi soal Junmen 😥
    Semoga di next cha pt masalah mereka bisa clear, selesai, keutt
    Terus balikan lagi of course :’)
    Keep writing
    xoxo

  4. ohsandal says:

    suho curhat ke salah orang deh, ngasih pandangannya pendek banget. lebih suka minkyu sih, walaupun dia cinta dama hana tapi gg ada niat rusak dia beda sama jiho. gg tau mau komentar apalagi ini couple kalau break bikin pusing kepala yah. udah sih putusnya sekali aja ia jangan lagi nanti kalau balikan. makasih udah update^^

  5. baekmyeons says:

    Kyaaa akhirnya updet juga nik kopel..
    Tuhh kan cemburu ah junmen masa jadian sih sma joohyun.. 😠pendek banget kak moment junheeny sedikit syekali
    Junmen bner2 keras kepala deh. Cba deh dngerin penjelasan jaehee sekaliiiii aja biar ada pencerahaaann sma hubungan kaliannn jdiny gak ada salah pahamm.
    Gak sabar nih nis onn buat next chap.
    Hwatinggg🙌

  6. Kkamjong_FC says:

    huaaaaa….lagi !!!!
    kyaknya msalahnya mkin rumit… dan kasian jaehee…
    lbih parah suho mlah udah ngajak joohyun buat jdi kekasihnya.. ckck
    aq udh gak sbar nunggu next partnya…jaehee bner2 trsakiti…smoga suho cpet tau kbenarannya…

  7. Dana says:

    Demiapaaa teasernya aja udah nyesek gitu😭😭😭
    Joonmyun…sebenci itu kah sama jaehee?? Sampe langsung ngajak irene pacaran hueeeee why why whyyyyyy kzl lama2 abisan batu bangett bikin kesimpulan sendiri
    Duhh untung ada minkyu!!! Mau dong minkyu nya satu ehehe abisan sweet banget sihh doi tukannn dia pasti bisa jadi guardian angelnya jaehee
    Minkyu tetep disisi jaehee yaaaa plisss suka banget sama minkyu yg iniiii

  8. LeeDaeShi says:

    Kak nisyaaaa. Kalo mau psen minkyu, aku juga ya 1. Po atau ready nih? 😂😂😂
    Aku memang agak sensi sih sama minkyu kmrn2 yg slalu aja dtg diwaktu yg tepat, tepat dalam artian kalo kaina lagi berantem, pasti dia nongol. Dlu aku ksel tuh. Sensi aja sih sbnrnya ga smpe segitu kselnya. Tapi skrg malah bersyukur, dia datang diwaktu yg tepat setidaknya ketika jaehee butuh.
    Suho aja kayaknya blm liat jaehee histeris smpe segitunya ya, lah ini minkyu yg bru dket sama dia bbrpa wktu udh tau aja gimana pas jaehee nyaris episodic 😨
    Junhee salah paham terus. Gitu aja terus junhee nya sampe aku beneran jadian sama minkyu 😒 ini beneran ksel lho. Dan kselnya lagi, kl nempatin diri di posisi mreka masing2 tnpa tau kebenaran yg ada, ga ada yg salah 😢 eh suho salahnya cuma bagian gamau dgr penjelasan jaehee. Tp ga salah jg, namanya udh mikir diselingkuhin, dgn masa lalu yg kelam pula dianya, wajar kl susah buat dia utk berani ngadepin kenyataan kl aja dgr pernyataan jaehee yg mgkn lebih parah lg. Jaehee salahnya cuma bagian apa ya? Aku aja bingung salah jaehee dimana. Dia korban TT
    Kl dipikir2 ya kan udh bagus bgt tuh jaehee sama minkyu, suho sama irene. Tp ttep aja ya junhee ini ngefeel bgt. Lagian gimana bs jaehee sama minkyu, lah jaehee cinta mati gt sama suho (sok tau). Minkyu juga jelas cinta mati sama hana. Suho irene mah gatau akunya 😂😂😂
    Ga segalau kmrn ya kak /lempar sesajen/
    Tp ttep aja ksel sama suho nih, kok gt sih dia. Kl cemburu ya smperin. Drpd malah ngajak org jadian. Ckckck kekanakan! Mana nih jiwa papanya. Kok mendadak jd gini :3
    Tp syukurlah jaehee ga setersesat suho :’) makasih mas minkyu. Semua karna kamu mas :’) boleh minta tanda tangan ga mas? :’)
    Kata2 terakhir minkyu itu duhhhh. Dan, jadi karna minkyu, jaehee akhirnya kayak menemukan kembali passionnya yg lain? Woaaaa minkyu makin makin deh 😘😘😘😘
    Next chapter di protect? 😨 tp lebih shock lagi baca spoilernya. Kepo ini akunya kepo kak 😭 smoga next chapter junhee sama2 kembali ke pelukan masing2 ya. Kasian mreka kak, kelamaan kurang belaian, ntar malah bersarang laba2 pula hati mreka pfffft
    Kayak biasa, kisahnya ngefeel banget, cara pendeskripsiannya juga bagus bgt. Ga bosen2 nih aku muji kak nisyaaaaa. Top pkoknya. Jjang!!!

  9. rinhorinhae says:

    ughhh gilaakkkk jun maen nembakkk irene aj wkwkkww
    klo mnurutku sama2 bodohnya ka hahahaha miaaann
    jaehee nya pasrah gag mau nyoba jelasin lagi smuaanyaa. junmyun jg gt gag mau dger pnjlasannn. pdhal kmren dia ud liat jaehee yg semendrita itu tp knp gg nyoba buat dgerin. tob dia sbberny jg cinta. drpd gini smuanya tersiksaaa baik jaehee maupun junmyunn . aku harap next ka nisya bisa ngebuat mreka punya waktu atau seenggaknya waktu tak terduga atau org yg tak terduga buat perncerah hubgan mrekaaa..
    soalny ksian mrekaa . sma aplgi jaehee huhuhu . seharusny junmyun gg nyimpulin gt aj klo jaehee selingkuhhh ughh ㅠㅠ

  10. heeryaa says:

    minkyu nya sih kece berat ya… bakal jatuh gk tuh ke jaehee hahaha serem banget deketnya uda begitu.

    ummm….. joonmyeon sih yang bodoh-_- sebel banget rasanya lagian bukan dengerin jaehee nya dulu kan heol -_-
    dan sneak apeak nya chap depan kayak jadi puncaknya joonmyeon yg uda gk kuat sama perasaannya ya… hahaha ini kalk mereka bisa lewatin itu chao depan dengan baim *?* bakal bisa langsung balikan pasti T_T

    kapan kelar galau nya onn hahaha ini uda berapa chap gk seneng seneng haha kasian joonmyeon XD

  11. kimkaaaaaacrush says:

    Syukurlah jaehee udah ga se-galau & depresi seperti sebelum-belumnya .u.u.u.u minkyu oppa ….. aduuuuuuuuh idaman bgtdi junhee ini …. beda bgt feel di kaina.. hahaha … minkyu cepatlah dapatkan wanita single eoh?? Hana sudah taken by jongin … pfffffftttttt … btw jaehee jg single loh ….. #winkeu

    Duuh …. ga ngerti ini sm junhee …. sama” bodoh dan keras kepala … sampaikapan junmyeon ga tau cerita sebenarnya kalo jaehee ga pernah selingkuh …. /cam kiss kurang ajar/ …….

    Sebel bgt kak nisyaaaaaaaaaa, papa kok gitu bgt sih, tiba” bawa cewek, tiba” ngajak jadian irine .. ughhh ya udh kalo udh punya cewek baru ga usah ganggu jaehee lg . Jaehee jg berhak dpt pacar baru yg lebih baik .

    Hahaha—-

    Ditunggu next chapter ^^

  12. winnurma says:

    haduhh si jonmyoon minta jadia aja cepet banget ckck
    minkyu ‘alim’ bgt disini jadi gak sebel sebel amat hehehe
    lama lama gemes ama junhee masih saling cinta tapi pada ngehindar satu sama lain hihhh jgn bosen ya un fighting

  13. adindacynthia says:

    Suho ngajak orang jadian kayak beli permen, gampang banget mintanya, gak pake mikir lagi.. -_-
    Tapi habis ngajak orang jadian, tuh di part depan masih aja marahin Jaehee… -_-
    Beharap semoga masalah mereka cepet kelar lah, mau mereka sama-sama apa berpisah.. Kasian liat dua-duanya..

  14. it'sme Min2 says:

    Dua2’a sama bodoh sini pasangan depresi susah bgt ngungkapin apa yg mrk pikirin sebener’a .. nah loh sneak peak kok lake berlinang airmata musti kuatin diri nih

  15. Selvi says:

    Di sini mah kedua nya sma2 bodoh sma gengsi nya tinggi banget sih
    Padahal cma gara2 cammkiss aja smpai kyk gini
    Jadi kesell sma mrka berdua
    Tpi moga aj cpat baikan agak mals kalau lhta mrka galau2an terus
    Di tunggu next chapter nya
    Thanks

  16. tanianatashia says:

    Huwaa bisaiat sisi baik nya minkyu disini kak take care nya dia gimana, dewasanya, pengertian nya juga. Jaehee eoni cuma gadikasih kesemoata aja tuh sana papa kim ckck dasaaar

  17. saasarangprincecloud says:

    Hahahaa Good.. 🙌 🙌 Aku suka nih galaunya panjang.. :* :* Dua duanya sama2 bodoh dan gengsinya tinggi.. whaaaat????? Itu malah ngajak orang jadian seenak jidat, nambah masalah aja Ini mah.. Hahahaha.. Jgn balikan dulu syaa.. Udah gak mau dengerin penjelasan jaehee, main nembak orang seenaknya, abis itu mabvk dan Marah marah. Nyebeliiiiiiiinnnnn. #timdepresi hahahaaa..

  18. aghnia98 says:

    aduhhh
    kenapa sedih banget
    andwae, joohyun sama joomyeon pacaran?
    minkyu baik banget
    sabat ya jaehee ,
    eonni, lanjutannya jangan lama” ya
    penasaran banget ni sama nextnya
    fighting eonni 🙂

  19. dhitalulu says:

    Ahh,,apaan,,, myunie ngajak seseorang pacaran??? Huaaaaaa :'(… Junhee kasian sekali kamu nak,,,, jangan depresi lg…. Ntar aq getok kepala myunie biar cepet sadar ttg apa yg dia lakuin.

    Aq b erharap myunhee bisa bersatu lagi,,,, :(…

  20. lunara says:

    Aahhhh joonmyun pabo -__- ish kesel liatnya, jadi pengen timpukin sepatu ke dia biar cepet sadar(?) Huh~
    Mana minkyu nya baik bgt lagi berasa oppa kandungnya jaehee~

    jadi gak sabar baca next veiled nya, suho makin kejam, kapan dia tau klo jaehee punya masa lalu yg kelam?? Heol~

  21. vivinnnire says:

    aku uda lma bnget nungguin ini wkwkw pengen baca terus . wkwk update teruss yaa hahahha
    dan klo memurut ak sih dua”ny bodoh apalgi joinmyun yg gk mw dengerin penjelasan jaehee dulu wkwkw

  22. Hyena says:

    Huaa aku penasaran bgt sama kelanjutannya.
    Cepet2 lanjut eon.
    Beneran kah joonmyun pacaran sama irene yaa?
    Ahh aku ga rela loh,
    mendingan sama jaehee aja

  23. FAWN says:

    Kekasih yang bisa begitu setia dan begitu mendedikasikan dirinya pada kekasihnya? Dulu ada, namanya Junmyeon dan dia berubah ketika negara api menyerang (?) *peace*

    Kirain ini panjang ternyata gak terlalu. Tapi it’s okay, terutama sama sneak peek buat next series! Kak Neez itu manis ALSKJDJFGHYTUQ

    Sudahlah Junmyeon sudah Jaehee kalian balikan aja. Sudah lelah melihat pasangan luxury ini bertengkar. Dan… YA KIM JUNMYEON kamu ngajakin apasih pacaran sama ‘itu’ huh? Gak. Awas aja ya!

    Kak itu kayaknya mereka baikan ya kan kak? Please bilang iya huehuee 😥

    Wait for the next! Semoga berakhir permasalahannya. Kak Neez hwaiting!!

  24. pamelamzdlfh says:

    Yampun kenapa daddy junmyeon jadian huh? Balikan please balikan. Mereka semakin complicated i just can’t.
    Jahee felt sorry for him why didn’t daddy give her one more chance?

  25. kkamjongiechoco says:

    what the……..joonmyun nembak irene?jadi junhee beneran end?ah aku gak relaaa. bikin mereka balikan eon…plis TT-TT aku kangen sm junhee moment yg sweet, joonmyun yang manja sm jaehee yg perhatian. ah:’3

  26. hyunnie says:

    Kalau aku sih dua duanya bodoh kkkkk
    Tapi lebih bodohan si junmeeeh appa -___- harusnya dia mau ngedengerin alesan jaehee gimanaaa
    Huweeeeee jahat banget si junmeeh ngajak irene pacaran :3
    Yaudahlaaaah minkyu sama jaehee ajaaaa :3
    Tapi seriusan thor masih ngenes sama junmeeh yang egoissssss , buat junmeeh tau kek kalau jaehee depresi 😐

  27. Prihartini Khoirun Nissa says:

    Jujur bingung deg disini siapa yg salah? Jaehee apa suho? Terus yg tadi suho joohyun itu beneran? Aku rasa suho cuma cemburu karna ngeliat jaehee sama mnkyu. Entahlah. Btw aku gabisa baca part selanjutanyya mau UN huweeee~
    tetap semangat eonni

    xoxo

  28. Jessica says:

    reader baru numpang lewat ~~~ udah lama ga baca ff kpop ternyata ada yang sebagus ini aaaaa ;; kok justru penasaran sama kisah masa lalu pirath dan jaehee ampe depresi gitu jaeheenya dan joonmyun kok malah lansung nembak irene aaaa bukannya selesaiin dulu tuh masalahnya ama jaehee ntar keburu diambil org lain loh !!

    Next part di protect ya ? gimana minta pw nya ya ? gomawo.

  29. blackangel (lollicino) says:

    Nononono gaada yang bodoh cuma joonmyun aja yang terlalu sensi dan ga sabaran dan egois. Yak joonmyun sangat egois teramat.
    I mean, jaehee gak sejahat itu dan joon bisa lihat, dan cuma karena satu kesalahan doang joonmyun langsung marah??
    Seriously joon kasian jaehee ;-;
    Agak masih gak terima joonmyun jahat gitu ya. Dan jaehee yang kurang keras kepala and kurang galak untuk ngejelasin semua kesalah-pahaman yang terjadi itu ngeselin, OH JAE KAMU PASTI BISA MENGHADAPINYA. Tapi emang joonmyun yang terlalu egois kalo menurut akusih ;-;
    Gasabar buat next veiled.
    Please jae jangan sama pirath (mengingat kemaren ada tanda tanda jae akan ada kisah bersama pirath sepertinya(?)) JunHee harus tetap bersama karena mereka adalah pasangan dewasa paling menye❤️❤️

  30. kjmlady says:

    aakkk baru buka idl akkkk

    ihh disini junhee moment nya meuni gaada pisan huhuhu TT kangen junhee tp di sneak peek mereka kayanya ketemu abs junmyeon ketemu yohan yaa

    minkyu disini baik ngeeetz ih jd melteed sm minkyu.. dia suka sm hana yaa? org ketiga jongin sm hana dong..

    jaehee nyakitin dirinya sendiri cuman biar ngerasaain sakitnya junmyeon juga huhu jaehee-yaaa

    junmyeon paboooooooo

  31. ciciliastfni says:

    Yaampun joonmyun ada apa dengan dirimu? Kau jahat menjadikan irene seperti pelampiasaan:( Gatau ya kenapa aku seneng liat jaehee yg sekarang, dia jd lebih dewasa dan bahagia. Tp kenapa sama minkyu? Coba sama joonmyun. Apa minkyu nanti suka sama jaehee? Aaa tp aku bahagia ko liat jaehee sama minkyu

  32. adf says:

    Part inii ajaaa galauu nya tingkat dewaa gak kebayang amaa next partt. hihihihihiihhihi, ditungguuu kakkk. Juseyooo yah…. Fighting

  33. adf says:

    Part inii ajaaa galauu nya tingkat dewaa gak kebayang amaa next partt. hihihihihiihhihi, ditungguuu kakkk. Juseyooo yah…. Fightingggggg kakaaaa. Hohoho

  34. adf says:

    Part inii ajaaa galauu nya tingkat dewaa gak kebayang amaa next partt. hihihihihiihhihi, ditungguuu kakkk. Juseyooo yah…. Fightingggggg kakaaaa.

  35. nayatiara says:

    what the heck junmyeon, why did you do thaaaat
    omygod, what, i dont even know what am i supposed to say
    my heart, oh my heart
    its so sad eonnii 😦
    everything is just become more complicated than it should be 😦
    stay strong both of you 😦
    thank you for the hard work!!

  36. nauliueo says:

    SEBEELLL IIHHH!!

    Au ah sama Junmyeon & Jaehee. Ga ngerti lagi.

    JM kepalang cemburu, tanpa tau alasan dan kronologisnya sedikitpun. JH juga trllu larut dalam trauma masa lalunya, sampe ngebiarin JM terus kebakar smpe sekarang. Usaha bilang terus terang sih mungkin udah ya.. tp kurang getol, Jaehee-ya.

    JM jg ga seharusnya tiba2 nembak Irene. 😦

    Tapi da gimana lagi, da kita mah apa atuh cuma penikmat. Hahaha pasti author-nya udah mempersiapkan cerita sebagaimana sehingga. Kkkk

    Next chapter lanjuutt!

  37. Dee says:

    apaan joohyun jadi pelarian doang dong berarti? kalo masih saling suka knp gak balik aja sih, dibikin riweuh ni orang berdua wkwk

  38. handayaniwidya0 says:

    bang suho gegabah banget.. gampangan… hadeeeeh.
    jaehee juga sama aja susah mupon trus bukannya nyari solusi buat seenggaknya njelasin yg terjadi sebenernya ke suho tapi malah nyari pelampiasan trus balik depresi lg.
    Intinya mereka berdua sama2 bodoh.. hadeeeeeh makin jereng nih otak kalo dah nemu konflik yg bikin greget.

  39. Wulan says:

    Aduhhhh keburu2 bnr sich klo lg emosi…ngjk jadian sama cwe lain..
    Jaehee y udh lupa gitu ma joonmyun…tp dia jd nemuin bakat dia yg kain hehhehehee…

  40. minna says:

    aigooooo Kim joonmyeooooonn,,knp dengan drimu heh??
    ngajak anak orang jadi gtu ja negara esmonii,,
    huhuhuhuhuhu😭😭😭
    minkyu-ssi,,tolong kasi taw joonmyeon laaah,,aigoooo
    chinguya daebak dah nulisny,,

  41. Raisa Amalia says:

    tsaaah. ternyata ini bulan april tahun lalu. aku too late.. tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali kan yaaa.. wkwk

    gemes loh sama suho, please suho.. dimana ke manly an mu bang. haha
    aku suka karakter minkyu. jadi inget minkymomo *loh

    aku lanjut ke yang lain ya..
    babbaai..

Leave a Reply to Tari0993 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s