[SeRin Dream] Let’s Start It

serin luxion

Lets Start It | Ay | Oh Sehun, Moon Chaerin, Kim Jinwoo, Do Hanji, Others | Humor, Romance | G | Canon

Please read Moon Chaerin‘s profile before read this fanfiction

INDAYLee Staff

*****

Chaerin menghempaskan tubuhnya ke sofa. Melirik ke berbagai arah di dalam apartemennya. Dia baru menyadari kekopongan apartemennya. Terlalu sepi dan dia hanya sendiri. Dia mulai kesepian? Jinwoo sudah beberapa hari meninggalkan apartemennya. Kembali ke rumah mereka yang hanya ditinggali sendirian. Hayoung juga sibuk dengan kegiatan pribadinya. Selalu menolak untuk diajak menginap.

Ada pikiran untuk mengajak Do Hanji. Teman barunya. Tapi Jinwoo sepertinya tidak menyukai ide tersebut. Sampai membahas berkali-kali di acara makan malam mereka. Tidak baik membawa masuk orang asing ke tempat tinggal kita. Setidaknya Hanji itu baru dikenalnya tempo hari. Dia tidak mengenal asal usul gadis itu.

Sangat menyebalkan jika Jinwoo meragukan temannya. Meskipun dia sendiri menjadi was-was. Tapi, dia bisa merasakan bahwa Hanji adalah orang yang baik. Tidak akan melakukan hal jahat kepadanya. Toh, apa keuntungan Hanji melakukan hal itu? Jinwoo sendiri tidak berkaca pada sikapnnya sendiri. Tidakkah dia tahu apa yang dilakukannya di malam sebelumnya? Dia mengajak empat pemuda asing masuk ke dalam apartemennya.

Mengingat acara makan malam itu membuat pipinya merona. Hangat tiba-tiba. Dia ingin jungkir balik saat itu juga. Sehun yang dilihatnya malam itu tidak semenyebalkan apa yang selama ini dia pikirkan. Sehun yang dulu pertama kali berbicara dengannya. Tidak sehun yang menyebalkan di malam mereka melakukan perjanjian. Dia bahkan tidak mengira seorang Sehun akan datang ke tempatnya. Hanya untuk memenuhi permintaan kakaknya –Jinwoo. Hal seperti inilah yang membuatnya merasa ingin mereset ulang isi kepala Jinwoo.

Chaerin duduk tegak. Dia ingat melewatkan bagian terpenting dalam acara makan malam itu. dia bahkan sudah mencoba mengingatnya sejak dia berangkat tidur malam itu.

“Sehun. Aku lupa berterima kasih.”

Chaerin mendesah. Benar-benar bodoh.

“Apa aku sebaiknya meneleponnya?”

Dia membuka kontak teleponnya. Mencari nomor kontak Sehun disana. sedetik kemudian dia menekan tombol kembali berkali-kali. Bergulung-gulung di sofanya, hingga bunyi debaman tubuhnya sendiri menggema di seluruh ruangan.

“AAAAH. KENAPA AKU JADI MEMIKIRKAN ALBINO KETUS ITU? MOLLA. MOLLA.”

Chaerin mencoba bersikap biasa saja. Dia mengambil nafas panjang pendek secara teratur. Siapa tahu itu bisa mengalihkan pikirannya ke hal penting lainnya.

Bunyi notifikasi dari ponselnya menarik pikirannya kembali lagi. Line dari HanjiDo.

“Hanji-shi.”

Dia ingin sekali melemparkan ponselnya ke wajah Jinwoo. Hingga Jinwoo sadar bahwa pemikiran pendeknya tentang Do Hanji teman barunya salah besar. Gadis itu baik sekali. Lihatlah sekarang di percakapan mereka. Meskipun dia masih harus bersikap hati-hati sekali. Bagaimanapun perkataan kakaknya harus dia dengarkan. Jinwoo –satu-satunya orang yang menjaganya di Korea selama orang tua mereka tidak ada. Hanji menawarkan backstage pass padanya. Dia gila kalau menolah itu. diam-diam dia merasa sangat menyukai gadis ini. Jika semua orang bersikap baik seperti ini. Tidak seharusnya dia menutup diri selama ini.

Salahkan orangtuanya yang seakan menutupnya dari segala hubungan sosial. Dengan tinggal sendiri saat ini, dia merasa benar-benar hidup. Kini dia bisa membuktikan. Jika diluar sana benar-benar ada orang baik.

“Nemonemo.”

Dia hampir saja lupa kepada ikan badutnya. Ikannya itu belum diberi makan seharian. Dia bisa menangis seharian jika Nemonemo mati. Satu-satunya peliharaan yang dia punya. Temannya berbicara selama ini jika sendirian.

Nemonemo. Kalau kau bisa bicara. Katakan pada Jinwoo Oppa. Do Hanji itu teman yang baik.”

Chaerin merasa sangat bodoh hari ini. Dia hampir tidak memikirkan apapun selain senang sekali dan ingin sekali mengatakan berterimakasih yang berulang. Mereka janjian jam 4 di venue.Tepat saat suara sepatu menyeruak mengisi pendengarannya.

“Chaerin-ah. Kau sudah makan? Aku lapar sekali.”

Jinwoo sudah berdiri di dekat sofa. Memijat pelipisnya karena tiba-tiba saja kepalanya menjadi pusing. Ibunya baru saja meneleponnya. Menanyakan kabar kemajuan acara perjodohan yang sudah disiapkan khusus chaerin menyita pikirannya. Membayangkan perasaan Chaerin yang susah sekali diidentifikasi berada dalam posisi apa tidak bisa membuatnya merasa tenang sama sekali.

Sehun, pemuda yang dikenalkan padanya tempo hari juga tidak buruk. Orangnya baik dan bersikap cukup sopan. Sesekali melirik ke adiknya penuh perhatian. Keduanya terlihat seperti bocah SMA yang ketahuan pacaran. Terlihat malu-malu. Dia tahu betul. Tidak mungkin ibunya akan menyetujui ini. Oleh karena itu. selama dia bisa dia ingin memperjuangkannya.

Oppa, aku barusan dihubungi temanku yang pernah ku ceritakan padamu. Do Hanji.”

Mata Jinwoo terpejam kuat. Dia sedang malas memikirkan apapun sebenarnya. Adiknya seperti tidak mau tahu keadaannya. Malah mengajaknya berbincang sebelum menyiapkan makanan.

Oppa tahu kan. Sebentar lagi EXO akan mengadakan Luxion. Jadi aku akan..”

“Kau tidak berniat menonton konser bersama orang asing kan? Aku tidak akan mengijinkannya.”

Tanpa menatap apapun. Jinwoo menjawabnya dengan nada dingin. Dia tidak suka jika adiknya bermain-main dengan orang yang baru dikenalnya. Mereka belum tentu benar-benar berniat baik kepadanya. Banyak orang yang berkedok baik malah melakukan kejahatan. Jinwoo tidak ingin adiknya mengalami hal tersebut. Menonton konser dengan orang asing. Adalah option terakhir yang akan dilakukannya. Masa bodoh jika adiknya akan menangis dan mogok seperti biasanya.

Opppaaaaaa….”

Chaerin merengek. Dia tidak akan melakukannya untuk hal yang tidak penting. Chaerin akan memilih kabur jika permintaannya tidak dituruti. Sejak kapan adiknya ini mempertimbangkan pendapatnya.

“Apa?”

Chaerin berbinar tatkala melihat Jinwoo mulai membuka matanya.

“Aku ingin melihat Sehun. Hanji memberikan tiket gratis padaku. Aku bisa masuk ke backstage. Ini kesempatan langkaaa.”

Jinwoo menatapnya heran. Menelisik penuh rasa ingin tahu. Lalu tersenyum manggut-manggut mengerti.

“Susahnya berbicara dengan gadis yang sedang kasmaran ya. Kau bagaimana dengan takutmu? Kau kan tidak suka keramaian. Aku tidak ingin membelah ribuan fans hanya untuk menyelamatkanmu. Apakah Sehun yang memintanya padamu?”

Jinwoo memainkan alisnya nakal. Menggoda adiknya yang sibuk menutupi rona merah dipipinya. Dia hanya menyebutkan nama Sehun dan adiknya langsung merona. Astaga. Ini benar-benar kasmaran. Tiba-tiba Chaerin membekap mulutnya.

“Jangan pernah berpikiran Oppa mau meneleponnya lagi. Dia sedang sibuk, Oppa.”

Astaga. Adiknya sedang mengancamnya.

Chaerin melepaskan bekapannya begitu saja. Melengos pergi ke dapur menyiapkan makan. Tidak biasanya gadis itu mau menyiapkan makan. Biasanya dia akan mengangkat telepon lalu memesan makanan begitu saja.

“Apa dia yang memintamu datang?”

“Bukan. Hanji yang mengajakku pergi bersamanya. Jadi apa aku dapat ijin?”

Jinwoo mengiyakan begitu saja. Dia hampir terjengkang ke belakang saat tubuh Chaerin menubruknya penuh tenaga. Melingkarkan kedua lengannya melewati punggung. Untuk pertama kali setelah sekian tahun. Jinwoo merasakan pelukan seorang gadis.

“Kau senang?”

Chaerin mengangguk.

“Kau bersemangat sekali melihat kekasihmu. Apa kau tidak cemburu melihat banyak gadis meneriakan namanya?”

Chaerin termenung. Sehun baginya adalah seorang idola. Meskipun tidak menutup pemikiran Chaerin bahwa pemuda itu pasti menganggapnya lebih dari seorang sasaeng fans yang memanfaatkan kebaikannya. Betapa merepotkannya dirinya selama ini dengan perjanjian bodoh yang pernah mereka buat.

Oppa akan mengantarkanmu ke venue. Jangan mengelak lagi.”

*****

Chaerin sedang memperhatikan adanya jerawat di wajahnya ketika lagu Overdose menggema di dalam kamarnya. Ada telepon masuk. Hampir tengah malam, siapa orang gila yang meneleponnya tengah malam seperti sekarang. Dia tidak sedang sibuk, hanya saja menurutnya ini sangat tidak wajar. Bagaimana jika dia sedang tidur. Itu akan sangat mengganggu tidurnya. Padahal tidurnya sangat penting.

“Kau sudah tidur?”

Chaerin melihat layarnya sekali lagi.

“Sehun Oppa?”

“Iya ini aku. Kau belum tidur?”

Chaerin terkekeh pelan. Seorang Oh Sehun meneleponnya tengah malam hanya untuk menanyakan dia sudah tidur atau belum. Dia benar-benar sedang berkhayal. Tadi siang dia baru saja ditawari backstage pass oleh Hanji –teman barunya. Malam harinya dia di telepon Sehun. Dia sedang tidur siang dan bermimpi indah sepanjang hari. Kalau bisa sekalian saja, bel rumahnya berbunyi ditekan oleh seorang Luhan. Dia rasanya mati bahagia.

“Aku bersiap tidur. Jadi ada apa oppa? Tidak sedang latihan?”

Terdengar suara cekikikan di balik suara Sehun samar-samar.

“Kau akan datang menonton kami, kan? Minseok Hyung menanyakanmu terus menerus. Kepalaku pusing mendengarnya.”

Chaerin membayangkan ajakan backstage pass dari Hanji. Dia ingin sekali mengatakan bahwa dia akan datang di hari H. Tapi mendengar ujung dari kalimat yang sungguh tidak ikhlas itu membuatnya sedikit kesal juga. Dia kira Sehun akan memintanya datang. Dia sudah berpikir sudah terlalu jauh. Mimpi indah itu hanya dongeng.

“Bagaimana? Kenapa lama sekali menjawabnya?”

Chaerin sudah gondok setengah mati. Sungguh hati Sehun itu tidak pernah ada hangat-hangatnya. Meskipun dia selalu mawas diri untuk tidak berharap lebih. Nyatanya dia masih terbuai dengan perlakuan manis pemuda itu tempo hari. Menyebalkan sekali.

Dia mengerucutkan bibirnya. Lalu melihat pantulannya di kaca. Dia terkekeh pelan. Ada sebuah ide melintas di kepalanya. Benar sekali. Dia sangat pintar di kadang waktu. Itu sangat berguna.

“Tidak.”

Dia tersenyum puas saat Sehun berteriak kesal disana. Mencak-mencak dengan penolakannya yang sok sekali. Padahal dia sudah ingin menangis jika tidak mendapatkan tiket masuk ataupun mendapatkan tawaran backstage pass dari Hanji. Sekali ini, dia ingin lagi merasakan kepuasan mengerjai pemuda itu. Salah sendiri begitu menyebalkan.

“Aku tidak bisa melihat Luhan Gege. Untuk apa aku pergi kesana?”

Dia ingin sekali mual ketika dalam bisik-bisik dia masih bisa mendengar. Entah suara siapa di balik sana. Ada yang meneriakkan kalimat memalukan. Mengingatkan dengan kejadian bodoh yang terjadi. Kau kan kekasihnya. Harusnya kau datang menontonnya. Dia curiga banyak orang yang menguping pembicaraan mereka.

“Terserah kau saja.”

Pip!

Sehun menutup telepon itu dengan nada kesal. Membuatnya mau tidak mau tertawa. Dia membanting tubuh ke kasurnya. Benar-benar berniat tidur saja. Dia sendiri masih terbahak membayangkan wajah Sehun yang begitu kesal. Ngomong-ngomong soal nada kesal tadi. Apakah Sehun mengharapkannya benar-benar datang menontonnya di Luxion?

“Aaahh … Kenapa aku harus memikirkannya? Kau. Moon Chaerin. Bukan siapa-siapa Oh Sehun. Mimpi saja terus.”

Dia berteriak cukup kencang. Menutup wajah meronanya menggunakan bantal.

*****

“Kau yakin temanmu itu tidak berbohong?”

Jinwoo membenarkan posisi kacamatanya. Mengabaikan pandangan banyak gadis yang melihatnya seakan mau menerkam. Chaerin mendekap kipas yang didapatkannya dari Jinwoo beberapa detik yang lalu dengan antusias. Dia baru pertama kali menonton konser. Terlebih konser yang diadakan EXO kali ini sangat ditunggu oleh EXO-L diseluruh dunia. Dia sangat beruntung bisa berada disini. Sedangkan Jinwoo malah merusak moment dengan meragukan Hanji.

“Diamlah Oppa. Lebih baik Oppa pulang saja. Atau kau bisa menungguku di mobil. Kau membuat semua orang melihat kearahku.”

Chaerin menekan dada Jinwoo agar segera menjauh darinya. Beberapa gadis di sekitar mereka menyinyirnya karena mengusir Jinwoo sedemikian judesnya.

Waaee?! Aku kan disini untuk menjagamu. Kau yakin temanmu tidak berbohong? Jangan-jangan dia hanya membodohimu. Kau tidak membeli tiket, Rin-ah. Kau mana mungkin bisa masuk ke dalam sana.”

Sesekali Jinwoo tersenyum kaku. Beberapa kali  mereka dilempari senyum oleh gadis-gadis yang melewati mereka. Berupaya menarik perhatiannya. Sama sekali tidak digubris oleh Jinwoo. Dia lebih memusatkan pikirannya untuk mengamankan bison betina di dekatnya agar tidak bertindak macam-macam. Apalagi Chaerin sepertinya sangat bersemangat. Itu lebih berbahaya saja.

“Dia telat. LIHATLAH! KAU DITIPU”

Jinwoo benar-benar lebih menyebalkan daripada nenek-nenek. Dia lebih cerewet dari pada ibu mereka. Sekarang malah semakin membuatnya sebal saja. Chaerin menatap kesal ke kakak laki-laki satu-satunya yang dimilikinya itu dengan tatapan kesal. Dia membuang muka kemudian tersenyum ke arah lain. Dia lebih baik memikirkan apa yang akan ditampilkan Oppadeul dalam konser comeback mereka kali ini. Formasi 10. Memang terasa mengganjal menurutnya. Dia sendiri masih bingung harus bagaimana di dalam nanti. Tidak ada Luhan di dalam sana. Tidak ada biasnya di dalam sana. Tapi masih ada EXO di dalam sana. Idolanya. Itu lebih dari cukup.

“Chaerin-ah!”

Chaerin melirik kesal ke arah Jinwoo yang menatap tajam ke arah gadis yang berlari ke arah mereka. Dia ingin sekali menendang tulang kering Jinwoo saat itu juga. Hanji datang menepati janjinya. Tidak seperti spekulasi Jinwoo yang terlalu berpikiran buruk terhadap orang baru yang mendekatinya. Hanya jinwoo yang masih menganggapnya seperti anak kecil yang perlu dijaga setiap saat. Padahal, dia sering meninggalkan Chaerin sendirian di apartemen saat gadis itu takut sendirian dan kesepian. Huh. Mana sekarang yang bisa dipercaya.

“Apa? Apa? Dia telat! Dia sudah melewati jam yang sudah dia tentukan sendiri. Kau ini. Sudah bagus aku mau menemanimu.”

Jinwoo masih saja menyinyir membela dirinya saat Hanji berlari ke arah mereka. Membuat Chaerin berdecak sebal mendengarnya. Sebenarnya tidak ada yang memaksanya tetap berada disini menemaninya. Bukankah Jinwoo sendiri yang memaksa untuk tetap menunggunya. Sekarang yang mengomel malah dia sendiri.

“Hanji-ya. Kenalkan. Ini kakakku Jinwoo Oppa. Dia sangat menyebalkan. Tapi dia yang terbaik.”

Jinwoo masih meresponnya dingin. Dia masih pusing setelah melihat kelakuan dua gadis di hadapannya ini. Mereka berdua tidak terlihat seperti dua orang yang baru saja berkenalan.  Terlalu akrab. Bahkan mereka berjingkat dan melompat-lompat. Seperti dua anak TK yang lama tidak bertemu temannya. Sungguh dia terlihat seperti baby sitter.

Bye bye, Oppa!”

Jinwoo menatap datar adiknya yang sudah berlari jauh. Meninggalkannya tenggelam diantara fans yang lainnya. Dia melirik sinis. Banyak diantara mereka menbawa barang-barang aneh bersamanya. Seperti kipas, banner dan apa saja itu yang bisa membuatnya sakit mata jika diteruskan melihat. Dia melihat lagi ke arah tadi Chaerin dan temannya berlari. Tapi dia tidak menemukan apa-apa.  Adiknya sudah menghilang begitu saja.

Dia menghela napas keras-keras. Pening di kepalanya tidak juga hilang dari tadi. Lebih baik dia menunggu di mobil atau tiduran di apartemen dulu. Kepalanya pusing sekali melihat banyaknya penonton yang bergerumul seperti semut. Dan diantara mereka semua ada adiknya. Membayangkan adiknya terinjak. Pusing.

*****

Chaerin merasa kakinya melayang. Hanji terus menerus menariknya agar berjalan lebih cepat agar tidak terlihat oleh EXO-L lain yang mengantri di gate. Mereka malah menyusup lewat belakang. Barang bawaan yang banyak cukup membuat mereka kelimpungan. Terlebih sepertinya Hanji malah tidak tahu arah sama sekali menuju ruang ganti member. Beberapa staff melihat mereka biasa saja. Ada beberapa malah mulai curiga melihat mereka berkeliaran. Terlihat seperti anak tersesat yang mencari orang tua mereka.

“Kyaa! Itu suara mereka!”

Dia tidak bisa menyembunyikan nada senangnya. Setelah berputar-putar hampir membuatnya pusing juga. Mereka bisa mendengar suara-suara ribut bersahutan. Dari yang dia dengar, diperkirakan itu suara Baekhyun. Disusul suara member lain yang tertawa. Mungkin mereka semua meredam kegugupan sebelum konser.

“Jangan berisik, Rin-ah.”

Hanji mengingatkannya untuk tidak berisik. Beberapa staff yang dilewatinya sudah menoleh tidak suka melihat mereka berjalan bebas di dalam lorong. Membuatnya mengatupkan bibirnya kuat-kuat. Dia hampir saja kelepasan. Ini kesempatan pertamanya menonton konser. Dan berjalan-jalan di backstage tanpa harus berkejar-kejaran dengan penjaga. Tidak ada lagi adegan gigit telinga lagi. Ini mengingatkannya seperti mengenang pertama kali dia bertemu dengan Oh Sehun. Mengira pemuda itu menyebalkan sekali.

Mereka berdua sudah berdiri di depan pintu yang diyakini sebagai ruang ganti member. Suara tertawa yang bersahutan berasal dari baliknya.

Hanji baru saja memutar kenop pintu. Keduanya perlahan masuk ke dalam area yang tidak pernah tersentuh oleh sembarang fans. Chaerin tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Keduanya baru saja masuk beberapa langkah ketika mata mereka mendapatkan pemandangan yang diluar dugaan. Ini benar-benar ruang ganti. Mereka bisa melihat Sehun, Chanyeol dan Yixing yang sedang berdiri di depan kipas angin –mengeringkan keringat mereka dengan mengangkat baju tinggi-tinggi, dan yang lebih parah dari itu adalah, Minseok, Jongin dan Baekhyun yang sedang mengganti baju.

Chaerin ingin menutup mata. Tapi semuanya terasa begitu mengagetkan hingga tanpa aba-aba dia melihat Baekhyun berjalan ke arah mereka. Menarik Hanji dalam satu pelukan, masih dengan dada telanjang.

Suara teriakan-teriakan itu hanya mampu dia dengar sebagian. Kala ada sepasang lengan menariknya dalam pelukan. Bahkan dia hanya bisa melihat dada bidang di hadapannya dengan wajah memerah. Wajah Sehun menunduk menatapnya dengan wajah datar.

“Jangan pedulikan mereka. Baekhyun Hyung sedang gila.”

Chaerin menundukkan wajahnya dalam-dalam. Pipinya merona begitu saja. Dia bisa mendengar suara degub jantung yang dia tidak tahu milik siapa. Miliknya, milik Sehun atau keduanya. Hingga suara Baekhyun yang berteriak nyaring dan Sehun melepaskan pelukannya begitu saja. Chaerin merasakan tubuhnya lagi-lagi melayang. Ditarik tangan Hanji yang mengajaknya kembali menyusuri lorong lagi.

Keduanya berjalan dalam diam di lorong-lorong menuju venue. Mungkin Hanji sedang memikirkan hal yang terjadi barusan. Baekhyun memang terlalu aneh untuk menjadi kekasih Hanji. Dia terlalu atraktif.

“Wajahmu merah, Rin-ah.”

Chaerin membuang mukanya. Dia masih merasa sangat malu. Astagaa. Ini sudah keberapa kali Sehun memeluknya demikian. Di depan member lainnya. AARRRGHHH

******

Chaerin merasa sangat mual. Dia tidak mengira akan benar-benar berada dalam venue. Lautan penonton. Mungkin mencapai puluhan ribu. Dia bisa saja jatuh pingsan dan terinjak-injak. Nyalinya menciut begitu saja. Tiba-tiba dia ingin sekali pulang ke rumah lagi. Bersembunyi di balik selimut saja.

Hanji menariknya semakin kuat. Genggaman tangan Hanji semakin kuat di tangannya. Keduanya berkeringat. Sama-sama takut akan keramaian. Berulang kali mereka membuang napas panjang bersamaan.

“Hanji-ya. Ah Kau!”

Keduanya menoleh saat seorang memanggil nama Hanji begitu nyaring. Tak jauh dari tempat mereka berdiri. Chaerin mengenali gadis itu. wajahnya yang terlihat sangat tidak asing.

“Kau! Lee Hana.”

Hanji menoleh kaget dan bingung menatap dua orang yang seperti memancarkan listrik di sekitar mereka lewat tatapan. Hana terlihat lebih takut daripada Chaerin. Karena Chaerin lebih mengeluarkan ekspressi menyeramkannya. Hanji tidak tahu apa-apa. Malah menarik tangan Chaerin semakin mendekati mereka.

“Kalian sudah kenal?”

Tanpa merasa berdosa Hanji masih menanyakan hal sebodoh itu. Dia tidak mengerti sama sekali aura panas yang memancar di sekitarnya. Bahkan Hana sepertinya ingin segera meninggalkan tempatnya dan memilih untuk mendekati seorang wanita separuh baya yang berdiri di sampingnya.

“Kami satu kampus, Ji-ya. Hahahhaa.”

Baik Hana ataupun Chaerin hanya tertawa hambar. Malah Chaerin lebih memusatkan perhatiannya kepada tiga gadis lain yang berdiri di sekitar mereka. Chaerin tidak mengenal mereka tentu saja, tapi entah mengapa wajah salah satunya terasa familiar.

“Oh iya, Chaerin. Karna kau sudah kenal dengan Hana….” Hanji menyikut pinggangnya, kemudian gadis itu menunjuk tiga gadis lain yang tadi Chaerin perhatikan. “Mari kukenalkan pada teman-temanku … hmm, teman-teman Oppadeul.”

Perkenalan itu dimulai dari wanita berambut coklat dengan dahi yang ditutupi poni. Chaerin tidak tahu dimana, tapi rasanya dia pernah melihat mata itu. Mata besar yang akan melengkung sipit jika tertawa. Tidak banyak orang yang Chaerin kenal semasa hidupnya ini. Jadi ruang lingkupnya pasti tidak jauh-jauh dari teman kampusnya yang tidak lebih dari lima jari tangannya, Jinwoo dan EXO.

“Ini Park Chanra.”

“Park?”

Gadis itu tertawa, membuat lengkungan yang sama persis seperti yang Chaerin selalu lihat jika Chanyeol tertawa di vaerity show yang ditontonnya.

“Hahaha …  Aku Park Chanra adiknya Yeol Oppa.” Gadis bernama Chanra itu mengulurkan tangannya, yang kemudian dijabat Chaerin dengan kening berkerut. “Kau pasti bingung karna tiba-tiba ada seorang gadis yang mengaku sebagai adik Park Chanyeol. Tapi ya inilah aku. Adiknya yang disembunyikan.”

Mungkin karena faktor genetik atau apa, Chaerin dapat menyimpulkan kalau Chanra sama menyenangkannya dengan Chanyeol.

“Dan ini adalah Lee Nayeon.”

Hanji gantian menunjuk gadis berkuncir kuda –sama sepertinya- yang sedang asik meminum colanya. Acuh pada Hanji yang menarik-narik ujung kausnya. “Hei, Lee Nayeon! Yak! Aku sedang bicara!”

Gadis yang dipanggil Hanji dengan nama Nayeon itu menoleh dan memberikan glare sekilas, kemudian tersenyum pada Chaerin –sambil mengelap Cola yang tumpah di sekitar lehernya. “Oh, Hai!”

“Hai.” Chaerin menjawab sambil mengibaskan tangannya di udara. Tidak tahu kenapa juga dia harus melambai pada Nayeon. Mungkin grogi. Dia tidak pernah memiliki banyak teman sebelumnya. Tapi dia kini dia terlalu antusias karena dia akhirnya bisa merasakan yang namanya berkenalan. Membuat pertemanan. Ya, mungkin saja mereka mau menjadi temannya seperti Hanji mau menjadi temannya.

“Temanmu, Ji?” Nayeon berteriak. Mencoba mengalahkan kebisingan lain disekitar mereka yang membuat kepala berdengung.

Hanji mengangguk. Dia memberikan isyarat pada Nayeon untuk mendekat dan keduanya berbisik, membicarakan sesuatu yang tidak bisa Chaerin dengar.

“Dia kekasih Sehun.”

“Kau becanda?”

“Tidak, Lee Nayeon.”

Nayeon tidak berkomentar apa-apa lagi. Meninggalkan Hanji untuk kembali meminum Colanya –mengisi tenaga untuk berteriak nanti.

Hanji kemudian beralih pada satu gadis lain, yang begitu diam dan tidak memperhatikan sekitar. Gadis itu memeluk  SLR dengan lensa panjang di depan dadanya –yang Chaerin pikir harganya pasti mahal sekali. Matanya menatap nyalang ke arah panggung yang masih kosong. Sedari awal Chaerin masuk ke Happy Family Zone, gadis itu terus-menerus menekur diri sambil memeluk SLRnya erat-erat. Seperti ada banyak beban yang menumpuk di kepalanya. “Nah. Ini Jaehee Eonni.”

Eonni.” Panggil Hanji sambil menepuk pundak Jaehee.

“Eoh?” Kontan gadis itu menoleh cepat, hampir membuat SLRnya tergelincir jatuh jika saja tidak ada tali yang dilingkarkan di sekeliling lehernya, kemudian menatap Hanji dengan bingung. “Kau memanggilku?”

“Iya. Memangnya siapa lagi jika bukan Eonni.”

“Ada apa, Ji-ya?”

Bukannya menatap Hanji, Jaehee malah melayangkan kembali tatapannya ke arah panggung, dan terus sampai ke tepian yang mengarah ke backstage, kemudian termenung.

“Eii, aku sedang berbicara, Eonni.”

Hanji menarik Jaehee untuk kembali menatap ke arahnya dan Chaerin. “Ini temanku, Eonni. Moon Chaerin.”

Keduanya terdiam lama. Jaehee menatap Chaerin lamat-lamat dan tidak kunjung menyodorkan jabat tangan. Chaerin tidak mungkin mengulurkan tangannya terlebih dahulu, karna dia bukan tipe yang mudah ramah terhadap orang asing. Harus orang itu terlebih dulu yang menyambutnya hangat, maka Chaerin akan membalasnya dengan tak kalah hangat.

“Oh Jaehee.” Gadis itu menyebutkan cepat namanya dan kemudian kembali berbalik. Menghadap ke arah pangung dan memainkan tombol-tombol SLRnya.

Chaerin mengulas senyum aneh. Dia bingung kenapa reaksi gadis yang satu itu berbeda sekali dengan yang lainnya. Chaerin kesal karna dia terlihat diacuhkan, tapi dia juga ingin kenal walau dia gengsi.

Chaerin mengubah senyumnya begitu  Hanji menatapnya penuh penyesalan. “Maaf. Jaehee Eonni sepertinya sedang ada masalah.” Hanji tertawa dengan terpaksa. “Ya, itu Oh Jaehee. Sepupu Sehunie.” Sambung Hanji cepat.

Diam-diam Chaerin mencibir dalam hati. Pantas saja reaksinya dingin. Ternyata gadis itu memiliki darah laki-laki albino menyebalkan itu di dalam tubuhnya. Wajar saja jika reaksinya itu sama dinginnya dengan reaksi Sehun. Begitu menyebalkan sampai rasanya Chaerin ingin mengacak-ngacak wajah sok keren Oh Sehun itu.

Chaerin akan mengatakan pada Hanji bahwa dia cukup tersinggung dengan sikap gadis itu ketika cahaya yang menyorot panggung mulai menggelap dengan diikuti teriakan histeris yang bersahut-sahutan di sekitarnya.

Seharusnya Chaerin menggigil dan pusing seperti Hanji yang sudah mengapit tangannya erat-erat. Berdoa dalam hati atau apapun yang bisa membuatnya tenang berada di lautan keramaian seperti ini. Tapi tidak. Chaerin malah berdecak kagum begitu VCR pertama diputar sebegai pembuka.

*****

“Kau melihatnya tadi? Mereka keren sekali.”

Semua orang berbicara bersamaan. Bahkan suara mereka seperti lebah berdengung di kepala Chaerin. Mereka –Chaerin bersama gadis-gadis teman Oppadeul berjalan melewati jalan yang dilewatinya ke venue di awal acara. Semua orang masih sibuk menyanyikan lagu-lagu yang baru saja dibawakan. Penampilan mereka bagus sekali. Diantara mereka semua Chaerin cukup menjaga jarak dengan Jaehee. Gadis itu tampak tidak dalam keadaan baik. Berkali-kali seperti berusaha untuk menolak ikut ke backstage seperti yang lain. Jelas-jelas Park Chanra menggandengnya erat-erat seperti tahanan yang tidak akan dilepaskan sampai kapanpun. Baik Hanji atau Lee Nayeon, mereka sama sekali tidak mempedulikan bahwa kenyataannya Jaehee sepertinya sangat tidak nyaman berada disana.

“Aku ingin ke toilet.”

Semuanya berhenti berjalan. Menatap aneh kepada Jaehee yang semakin pucat dari pertama kali Chaerin lihat. Dia sadar betul berkali-kali gadis itu mengusap dahinya yang berkeringat.

“Baiklah. Tapi Eonni janji tidak akan pergi kemana-mana selain ke toilet kan? Oppa pasti sudah menunggu kita semua.”

Baik Hanji atau Nayeon mengangguk membenarkan perkataan Chanra. Poni gadis itu bergoyang seiring kepalanya yang menunduk-nunduk mencari wajah Jaehee yang ditekuk-tekuk menatap sepatunya. Chaerin merasa ada yang aneh. Untuk apa kabur hanya untuk pergi ke toilet. Semua orang rasanya hanya terlalu berlebihan.

“Aku juga akan ke toilet. Mau bersamaku?”

Chaerin memutar bola matanya sebal karena Jaehee sepertinya tidak setuju dengan perkataannya. Tapi dari sorot matanya dia tahu, Jaehee benar-benar seperti tidak memiliki pilihan lain. Sementara Chaerin dan Jaehee pergi ke toilet. Park Chanra bersedia menunggu mereka di ujung lorong tadi. sedangkan Hanji dan Nayeon sudah terlebih dahulu ke ruang ganti member. Chaerin terkekeh. Memikirkan Hanji tidak ingin membuang waktu untuk memberi selamat kepada kekasihnya.

“Akan aku tunggu disini.”

Jaehee mengernyit heran. Bukannya gadis ini yang tadi mengatakan ingin ke toilet juga. Sekarang malah menyurunnya langsung ke dalam toilet. Dia menunjukkan tanpa minat ke dalam toilet. Lebih senang menunggu di luar toilet.

“Baiklah.”

Chaerin memainkan ujung sepatunya. Dia merasa sebagai baby sitter. Kalau tidak dia menengahi akan menemani Jaehee ke toilet tadi. pasti mereka tidak akan mengijinkan gadis itu ke toilet. Jadi dia berniat membantu Jaehee. Setidaknya dia masih ingat, Jaehee adalah sepupu Oh Sehun. Bagaimanapun juga dia ingin membantu.

“Chaerin-shi. Bolehkan aku meminta tolong? Tolong pegangkan dompet dan ponselku.”

Dua barang yang disebutkan tadi sudah berpindah tangan. Chaerin mendekap erat cheering packnya. Masih memainkan kipasnya saat ponsel Jaehee bergetar. Ada panggilan masuk. Dia menaikkan alisnya heran. My guardian. Dari foto yang dilihatnya itu sangat tidak asing. Rasa-rasanya dia pernah melihat wajah yang demikian. Siapa dan dimana.

Menurut Chaerin sangat tidak sopan jika mengangkat telepon milik orang lain. Hanya saja ponsel Jaehee terlalu sering berdering hingga membuatnya bosan. Masih saja dengan nomor yang sama. My guardian. Dia melirik ke arah toilet. Sepertinya ada yang terserang sakit perut. Karena sudah lama Jaehee belum juga keluar dari toilet.

“Suho Oppa?”

Chaerin ingat sekarang siapa pemilik wajah di ponsel Jaehee. My guardian. Joonmyun Oppa. Dia melirik ke dalam toilet. Jaehee sedang berkaca. Membuatnya berpikir. Ini bisa saja terjadi. Terlebih jika Baekhyun dan Hanji saja bisa melakukannya. Mungkin saja Joonmyun juga melakukannya. Ini terlalu sederhana untuknya tahu. Jaehee sepupu Oh Sehun. Jelas saja dia bisa memperkirakan darimana hubungan ini akan terjadi. Ah tidak mungkin. Tapi mungkin saja.

“Mungkinkah? Jaehee Eonni kekasih Joonmyun Oppa? Astagaaaaa….”

Chaerin mendekap mulutnya erat. Dia hampir saja menjerit. Jaehee sudah berdiri di depannya mengambil semua barangnya. Menggumamkan beberapa patah kata. Seperti terima kasih dan maaf menunggu lama. Gadis itu tidak sedingin tadi saat berkenalan. Meskipun itu masih saja masuk dalam hitungan dingin.

“Jaehee Eonni.”

Park Chanra berlari ke arahnya. Diikuti beberapa gadis lainnya. Tiba-tiba Jaehee mendekap erat semua barangnya dan bersiap berlari. Sedangkan dia masih bingung dengan keadaan ini hanya bisa mengenggam erat lengan Jaehee. Tanpa disangkanya gadis itu memiliki kekuatan yang luar biasa.

“Lepaskan!”

“Jangaaan! Jaehee Eonni jangan pergi. Oppa sedang,-”

Terlambat. Jaehee berhasil menghempaskan tangan Chaerin kuat-kuat saat Chaerin sedang lengah. Joonmyun sudah berada di dekatnya saat semuanya sibuk mencari keberadaan Jaehee yang cepat sekali menghilang.

“Kumohon. Cari. Dia.”

Tanpa sadar. Chaerin berlari sekuat tenaga. Gadis itu benar-benar. Jaehee. Dia sudah salah menduga baik kepada gadis itu. Bisa-bisanya dia kabur dan membiarkan Joonmyun sedih seperti tadi. Dia bisa melihat wajah sedih leader EXO tadi. Dia ingin menemukan Jaehee.

*****

“Maafkan aku, Oppa. Aku tidak berhasil mengejarnya.”

Chaerin menunduk sedih menatap wajah pilu Joonmyun yang memejamkan matanya erat. Tangannya tidak pernah lepas dari layar ponselnya. Berulang-ulang menghubungi nomor yang sama. Sama frustasinya dengan yang lain.

“Tidak apa-apa. Chaerin-ah. Terima kasih sudah membantu mengejarnya.”

“Tapi..”

“Sudahlah.”

Chaerin merasa lehernya seperti dicekik oleh lengan Sehun yang berkeringat mendekapnya atau lebih tepatnya menyeretnya ke sudut ruangan. Semua orang sibuk dengan dirinya sendiri. Chaerin sempat melihat Baekhyun dan Hanji sedang ribut seolah tidak terjadi apa-apa. Dia sama sekali tidak mengerti.

“Kau jangan mencampuri urusan orang lain. Duduk disini dan jangan membuat masalah.”

Sehun mendiktenya seperti mengajari anak kecil belajar duduk dan makan di atas meja. Nadanya masih menyebalkan dan terkesan dingin. Sehun sendiri memilih mengipasi diri menggunakan kipas yang dibawa Chaerin. Tersenyum geli mendapati wajahnya sendiri ada disana. Gadis itu membeli cheering packnya.

Oppa, ini topi yang tadi kau gunakan?”

Chaerin mengangkat rajutan merah yang tadi dia gunakan untuk perfomance kurcaci mereka. Konsep terbaru mereka.

“Kemarin kau mengatakan tidak mau datang. Sekarang malah ada disini. Kau belajar berbohong? Jangan dipakai mainan. Itu masih digunakan.”

Chaerin mendengus pelan. Dia hanya bertanya malah dijawab judes seperti itu. dia juga tau batasannya. Menyebalkan sekali. Dia memakai topi tadi di kepalanya. Tanpa disangka pas sekali. Dia melihat pantulan wajahnya di layar ponselnya. Time to take a selca.

Oppa, kau tidak mau selca denganku?”

Diam-diam Chaerin iri dengan Hanji yang sedang mengambil foto selca bersama Baekhyun. Mereka romantis sekali. Baekhyun merangkul Hanji yang sedang memakan Marsmallownya, memaksa gadis itu untuk tersenyum dan menatap pada kamera. Yang sayangnya Hanji sama sekali tidak tersenyum dan hanya Baekhyun yang begitu antusias dengan kamera di tangannya. Walaupun mereka sering bertengkar seperti kucing dan tikus, Baekhyun tetap memperhatikan Hanji sekalipun dia seharusnya dilanda lelah setelah konsernya.

Baekji 1

“Jangan filter yg itu, Byunbaek.”

“Memangnya kau mau yang mana?”

“Yang mana saja asal jangan coklat.”

“Baiklah kalau gitu yang B/W aja, ok?”

Ok.”

Chaerin mendengus. Sehun bukannya mengajaknya berbicara atau apa pun, pemuda itu malah mengabaikannya. Memilih untuk duduk bersandar di sofa sampingnya.

1426590490229

“Hei, hei. Jangan bermain dengan itu. Kau ini mau apa sebenarnya?”

Sehun mengambil paksa tudung rajutan itu dari kepala Chaerin. Membuat beberapa helai rambut Chaerin diantaranya ikut tertarik ditangannya. Si pemilik kepala berteriak kesakitan heboh menarik perhatian beberapa member di sekitar mereka. Beberapa diantara mereka hanya terkekeh melihat kelakuan mereka yang seperti anak kecil merebutkan mainan baru.

“Sakit! Sakit! Sakit! Rambutku aduh.”

Masih saja berisik. Sehun membanting tubuh Chaerin yang memberontak ke sofa. Mengungkungnya di bawah tubuhnya yang berkeringat. Chaerin menahan napasnya. Dia bisa mencium keringat bercampur cologne maskulin yang digunakan Sehun. Dia memilih menutup matanya saja erat.

Oppa ... Kau basah.”

“Aku memang basah. Lalu kau mau apa?”

Napas Sehun semakin dekat ke wajahnya.

“Aduh!”

Sehun beralih dari atasnya. Mengusap-usap kepalanya yang dipukul seseorang. Baekhyun ada di sana -memegang sebuah karton yang dilipatnya menjadi sebuah tongkat.

“Jangan berbuat asusila disini.” Dengan tidak sadar diri, Baekhyun mencibir.

Setelahnya Baekhyun meninggalkan mereka berdua kembali ke tempatnya, mengganggu Hanji yang sedang bermain dengan ponselnya. Di beberapa sudut dia bisa melihat Chanra yang berbincang dengan Chanyeol dan Tao. Juga Nayeon yang sibuk bersama member lain. Astaga. Mereka semua gadis yang selama ini disembunyikan Oppadeul dari fans.

Pesan masuk ke dalam ponsel Chaerin. Jinwoo.

“Astaga! Astaga! Oppa, ayo selca denganku!”

Sehun tidak bergerak di tempatnya. Meskipun berkali-kali dia harus menggoyangkan badan Sehun. Pemuda itu sama sekali tidak terganggu dengan kelakuan Chaerin. Malah terkesan menikmati. Chaerin menarik kaus Sehun. Mencoba membuat Sehun gerah dengan sikapnya dan menuruti permintaanya. Jika saja bukan pesan Jinwoo yang membuatnya kelabakan. Menyebalkan sekali dua pria ini. Sama-sama merepotkannya.

Oppaaa!”

“Berisik Moon Chaerin.”

“Jinwoo Oppa memintaku untuk berfoto bersamamu.”

Sehun memutar matanya sebal.

“Lalu aku harus bagaimana?”

Dia masih saja lebih peduli dengan layar Smartphonenya. Tidak peduli meskipun Chaerin akan menggigit kakinya sekalipun. Gadis itu memiliki banyak tenaga untuk membakar gedung. Kalau perlu melemparnya ke atas sekarang juga. Tapi dia tahu, Chaerin tidak akan pernah melakukan hal itu.

“Terserah kau saja. Aku sebal denganmu.”

Barakhirlah Chaerin mengambil gambarnya sendiri dengan background Sehun di baliknya. Gadis itu berusaha memasang senyum terbaiknya yang sayangnya tidak bisa muncul. Ujung-ujungnya Chaerin malah menarik salah satu pipinya dengan cemberut.

serin

Dia kesal setengah mati kepada Sehun. Memang sekarang tidak ada lagi percakapan tentang perjanjian itu. Sehun biasanya membantunya sebisanya. Lalu sekarang malah membuatnya kesal. Menggodanya. Jelas terlihat karena Sehun tidak lagi sedingin biasanya. Dia tidak ingat sejak kapan, yang jelas Sehun bersikap lebih lembut dengannya. Diselipi dengan beberapa kata-kata bernada dingin. Tapi mereka lebih nyaman begitu. Sehun sendiri malah menahannya untuk tetap disana.

“Terkirim!”

“Kau mengambil gambarku dan kau kirim ke Hyung?”

Chaerin mengangguk.

Kyaa~! Tahu tempatmu menaruh dagu, Oh Sehun!”

Chaerin hampir terjungkal dari tempatnya duduk. Saat dia menoleh dia baru sadar dagu Sehun berada di atas pundaknya. Ketika mereka sama-sama menoleh. Sehun hampir saja mencium pipinya. Astaga. Pipinya memerah.

“Hei, gadis bodoh, diam lah! Aku lelah.”

Sehun memejamkan matanya. Pemuda ini sebenarnya lebih muda darinya. Tanpa dia pikirkan dia malah nyaman memanggil Sehun dengan sebutan Oppa. Entah bagaimana reaksi Sehun ketika mengetahui dia lebih tua.

Lady bison, ayo kita pacaran sungguhan!”

*****

-CUT-

XOXO

AY

Mut: Kyaaa~ BaekJi nyempil. Lalalalalla (nyampah bgt). AKU CURIGA CHAERIN BENERAN NYATA. ITU DIA PAKE TOPI KIRCACINYA EXOO. HUWEEEEE~~~

Advertisements

38 thoughts on “[SeRin Dream] Let’s Start It

  1. Veni says:

    Maaakk kaget scane terakhir sehun ngajak pacaran sungguhan. Gue degdegan, berasa gue aja yang diajak sehun pacaran. Momen serin banyakin dong, suka banget sama couple ini. Feelnya dapet, meski gue agak cemburu juga haha

  2. kimkaaaaaacrush says:

    Finally serin couple update~~~yoohooooo ~~~~ suka bgt part ini ….. ya ampun chaerin udah mulai suka sama sehun …. kkkkkkk … lucu bgt .ngaku gih kalo suka ….
    Ya ampun sehun …. lucu bgt waktu nelpon chaerin tengah malam … meski dipaksa minseok ttp aja lucu … kkkk

    Uwaaaaah serin ketemu sama pacar” exo yaasa aduuuh jaehee eonni waeyo?? Kenapa main kabur” gt .. kasihan papa udah ganteng abis/diteaser exodus/ kkkk

    SEHUN…………….. Manis bgt sih sama chaerin… dingin” sok cool …. kkkkkk

    Terima …. terima … moon chaerin terima oh sehun gih . Biar cepet” jadian …
    Ditunggu next chap yaaaa

  3. shantyjung says:

    aku mau diajakin pacaran bnran sama sehunieeeee… baby sehunnn… ya ampun….. aku sukaaaaaa…. lanjutkannnn… huahh… :* /cipok satu satu /

    xoxo

  4. Hikyu says:

    jinwoo ini bener2 kyk emak2 cerewetnyaa syalalala~
    wahhh chaerin udh mulai kenal “gadis” nya oppadeul, moga makin dekat deh
    KYAAAAAAAA APA INI? APA INI?
    ENDINGNYA~~~ AKU TERBANG!!!!!
    yesssss sehun, akhirnya kau bertindak >_<
    aaaahh sumpah aq gregetan :3

  5. Lisa says:

    Huee huee sehun bener2 deh ini, aih ngga ketebak banget kak jalan pikirannyaa.. Tapi sukaa! Yaudah diyain aja jadiannya ahh aku setuju banget deh udah! Setuju banget hahaha
    Btw lady bison lucu juga tuh kak haha, mereka gimana ya nantinyaa? Chaerinkan hyper banget tuh hahaha ditunggu kakanyaaaa

  6. it'sme Min2 says:

    sehunie good jobbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb pacaran aja sama tu lady bison cocok kokkkkk !!! jaehee pake melarikan diri lagi aigooo

  7. FAWN says:

    aku sukaaaaaaaaaaaaa banget series yang satu ini ❤
    Aku sampe senyum-senyum gak jelas pas bacanya, ngena banget feel nya. Apalagi ada visualisasi gambarnya jadi semakin —ugh.

    Magnae romantis banget!!! Cekik aku aja, aku rela. Biarpun dia dingin entah gimana aku ngerasa bagus banget karakternya! Kak (siapapun authornya) next seriesnya dipercepat dong. Gak sabar kelanjutannya ~

    Oya ka, aku udah kirim kakaotalk tapi belum dibalas 😦 aku mau minta pass buat 'Oppa' itu.
    x o x o ~

  8. lunara says:

    Jeng jeng!! Akhirnya diajak pacaran beneran~ kyaaaaaa >.<

    Love is an open doooooorrrrrrr~~~ /nyanyi ala frozen/ (?) Hahaha

  9. Bubble Gum says:

    jaehee nya kenapa ko malah lari ??
    ya ampun kelakuan couple ini ngegemesin bgt, minta dicubit. dan pas bagian terakhir aduhhh lady bison, tapi sumpah pengen teriakkk, yeyeyeye udah jadian beneran aja.

  10. Dana says:

    FINALLY SERIN MOMENT AAAAAAA SEHUN NEMBAK OMG OMG OMGGGGG
    Suka banget ihhh sehun yg sok sok cuek padahal suka sama chaerin yg sok sok sebel padahal kangen cieeeee met yaaaaa
    Dan jinwoo duhhh posesif banget sih hahaha
    Baekji momentnya juga banyak lagi awww
    Dan jaehee kenapaaaaaa huhu kepo berat sebenernya ada apa dengan junheeeeee!
    Ditunggu serin moment yg lebih seru tp

  11. hyemin says:

    kak! aku baru baca ada couple baru di IDL 😀 ahh maaf aku kudet bnget, sibukk biasaaalah kelas 3 😀
    tapi kak couple ini lucuuu kak! sehun dingin bnget tapi chaerinnya judes tapi cute jugaaa 😀
    aku baca ff ini disaat lgi Ujian sekolah dan besok ujian matematikaaa! tapi gatau knpa gak nyesel bacanyaa 😀
    meski aku belum tau awalnya chaerin dan sehun bisa mau jadian gini, tpi aku janji aku bkal baca. makasih kak udah update! see you!

  12. LeeDaeShi says:

    Bison betina dan albino ketus lol
    Semacam judul dongeng anak2
    Lucu lucu lucu aku suka pasangan -belum jadi- ini. Mereka ngakak, cacat, tp gemesin banget sumvaaaah
    Jinwoo itu kakak apa bodyguard sih. Segitunya bgt jagain chaerin :3
    Aku juga mau dong, dimana gt bisa preorder 1 kakak cowok kayak jinwoo hahahaha
    Chaerin akhirnya kenalan sama gadis2 dibelakang layar exo yaaa.
    Hana xD
    Hayo lu ketemu sama senior kejam hahahaha
    Tp paling aneh sama jaehee. Ada apa sih? 😮
    BaekJi couple ini hampir bikin salkus masaaaa :3
    Jadian aja deh jadian :3 BUAHAHAHAHA
    SeRin :3 :3 :3
    TERIMA DONG SEHUN JADI PACAR KAMU, DARIPADA TIAP HARI NGOMONG MULU SAMA NEMONEMO kwkwkwk
    Kelanjutannya sangat dinantikan :3

  13. Exolines88 says:

    HAHAHAHA Ada banjir dimana sehun jadi sering ngerangkul, meluk sembarangan, skinship skinship yang bikin geregetan gituuu. Sehun tuh ya, gak bisa lebih ekspresif apa? Haha tapi kontras banget sama chaerin yang hyper. Jadi ada penetral nya. Udahlaaaaaah mereka udah klop!! Nanti kalo udah pacaran beneran, jangan tinggalin nemonemo :((

  14. adindacynthia says:

    Kayaknya Sehun beneran mikirin omongan Minseok, sampe ngajak Chaerin pacaran beneran..
    Semoga mereka awet, jangan bikin Sehun galau lagi. 🙂
    Mereka udah punya panggilan sayang masing-masing, lady bison-albino ketus 😀

  15. winnurma says:

    ahh lady bison sama sehun…
    couple baru yg bikin ketawa sendiri
    aku jg mau diajak pacaran sungguhan sama sehun wkwkwk
    keep fighting…

  16. Tari0993 says:

    Baekji oh baekji dmana ada byuncabe pasti eksis dmana mana hahaha
    Buat serin seru binggo ahh sehun cadel diem diem menghanyutkan hahahahaha

  17. sriihayatii says:

    Arrrgghh sehunn akhirnya ngajak pacaran juga.
    Ayoo chaerin terima ajaa ^^
    Lucu banget serin 🙂 mereka saling suka.

  18. missbyun30 says:

    Si Hana tiba tiba ngilang gitu aja -_- lol
    Si Sehun belum pacaran asli aja udah kek gitu, apa lagi pas udah pacaran nanti >< couple ini banyak berantemnya tapi banyak sweetnya juga, bikin gemes :"
    Udah lah Chaerin si aa jangan disia siain, terima ajaaaa 👍

  19. rinhorinhae says:

    duh sehun .. dingin dingin empuk nih wkwkwkwk. suka endingnyaaaa diajak pacaran bnerannn aaaakkkk jujur sih aku gg tau awal mula mreka pacaran soalnya gg bca yg part sblmnya blm smpt minta pw hhhhheeeeee
    tp ituuuu ftonyaaa kek realll smuaaaa ><
    duhh ditunggu bgt lanjutnyaaaaa sehun chaerinnn

  20. Hyena says:

    Uwaa lucu bgt sih sehun sama chaerin, unyu bgt jd iri. Pcran sungguhan?? Astaga cemburu saya. Tp terima dong chaerin. Aiaia cocwit 😀

  21. ohsandal says:

    udah nahan gg baca soalnya heboh digroup galau tapi setelah baca white day jadi aja penasaran. mereka bubar lagi? dari awal jaehee emang salah karna gg jujur. mungkin kalau jujur joom bisa bersikap baik ke jiho dan ke jaehee sendiri buat gg deket laki laki lain biar masalah gg terulang, tapi kalau gini nunggu gimana nasih hubungan mereka deh mari nunggu pikiran hati dan tangan nisya bekerja a

  22. ohsandal says:

    maaf komennya salah masukin -..- duh maaf ia author :’))) belom baca part oppa (soalnya pw baru minta tadi). tapi pengen baca kelanjutannya huhu. masih belom dapet bayangan sehun punya pacar awalaupun beberapa fans bilang sehun pacar impian, dia masih terlalu kekanak kanakan buat pacaran haha /maaf sehun/
    jadi sehun ngajak pacaran beneran nih? ini chaerin mulai lupa tujuan utamanya ke luhan haha maksih udah update, sekali lagi maaf buat kesalah komen 🙂

  23. serlia says:

    Aku suka moment-moment SeRin 😆 kyaaaa…

    Itu scane terakhir ceritanya Sehun nembak Chaerin? Cieee.. Akhirnya Sehun buka hati lagi buat gadis lain

  24. Ristara33 says:

    Sehunieeeeee astagaaa!!! Scene terakhir ngegemesin banget banget banget nget nget! Ga ngebayangin mukanya chaerin pasti merah tapi ngegemesin :3

  25. rosafebryana says:

    Waaaaaaa oh sehun! Kyaaaaa,gemes banget pas tiba2 chaerin dipeluknpas sehunnya masih shirtless ahahahahahha agak byuntae ya. Ohno. Ngga wkakaka. fighting eon, keep writing! Ditunggu banget banget serin updatenya! Gomawo..

  26. Ryeo Uci says:

    Eciee ayo dong chaerin d terima aja ajakan sehun hahaa demen dah nih klo sehun udh mulai romantis (?) hahaa
    Walupun suka bertengkar g jelas tp mereka lucu haha

  27. Azmi Nadhira says:

    pacaran aja sana 😀 penasaran gimana sikap mereka kalo udah pacaran ._.
    Ini authornya sapa sih? siapapun authornya, aku minta pw ff SeRin yang ‘oppa’ dong 🙂 Aku bingung mau minta ke siapa :3

  28. nonamuffin says:

    Ahhh imut baangett coupple inii.. makin cinta deh♥♥
    Cie cadel nembak cieee.. cara penulisannya sama cara ngegambarin suasana nya top bett!!
    Keep writing pokoknya!!!!

Leave a Reply to Galuh Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s