[SeRin Montase] Dream?

9051828db6c4a412b8df2ce3e2ab234f

Dream? | Ay | Oh Sehun (EXO), Moon Chaerin (OC) | 1048 words | Non-Canon | Sad, friendship | G

‘Karena orang sepertiku tidak seharusnya memiliki mimpi.’

*****

“Sial.” Aku meninju bahunya pelan. Sebal dengan sikap defense-nya yang terkadang tidak masuk akal. Dipikirannya semua tidak selalu tentang tepat. Dia hidup dengan mengalir seperti apa adanya. Tidak memiliki target. Jika semua anak seumuran kami sudah memikirkan ingin menjadi apa setelah lulus nanti. Dia malah berpikir harus makan apa besok. Bukan karena dia kekurangan, tidak memiliki uang seperti yang ada dalam serial televisi yang biasa kalian lihat. Dia hanya cepat bosan dengan menunya. Dia selalu berpikir hidupnya membosankan. Serba hitam dan putih. Merah terkadang, jika itu dibutuhkan saat-saat kritis. Dia membalas tinjuku. Pelan tapi aku tahu itu belum sepenuhnya kekuatan yang dia miliki. Dia lebih kuat daripada itu dan akan selalu menjadi lebih kuat.

“Kau kenapa sakit lagi? Sungguh tidak menyenangkan memiliki teman sepertimu.” Dia hanya meringis mendengar pernyataanku.

“Moon, berjanjilah satu hal padaku!” Pintanya pelan. Memainkan selang di tangannya. Seakan itu mainan barunya. Dia tidak bisa diam. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan jika aku tidak ada disini menemaninya. “Hun, berhenti memanggilku Moon. Itu nama ayahku.” Dia terkekeh pelan. Seperti mendengar sesuatu yang lucu. Sudah kubilang dia aneh? Ah aku mungkin melupakan satu hal itu. “Atau kau mau kuganti namamu menjadi Oh?” dia mengerling nakal. Sialan. Lagi-lagi dia menggodaku gara-gara surat cinta menyebalkan itu.

“Berhentilah menggangguku, Oh Sehun. Kau menyebalkan.” Aku membelakanginya. Mencoba menyembunyikan semburat merah di kedua pipiku. Astaga aku masih saja malu. Padahal kami sudah berteman sejak kecil. Rumah kami bersebelahan. Karena sangat dekat, balkon kamar kami berhadapan dan hampir menyentuh. Dia bisa saja masuk ke dalam kamarku, seperti yang biasa kulakukan ke dalam kamarnya dengan melompati balkon begitu saja. Aku sering melakukannya ketika ibu mengomeliku karena aku baru saja membeli baju baru yang mungkin tidak akan kugunakan lebih dari dua kali. Aku cepat bosan. Tetapi Sehun tidak melakukannya. Dia bilang lebih menyenangkan ketika melakukan semuanya dengan normal.

Aku mengira, suatu hari nanti aku akan dengan mudahnya meninggalkannya. Aku orang yang mudah bosan dengan sesuatu yang menempel padaku terus menerus. Sehun berbeda. Dia justru membuatku jungkir balik dan dengan gila menulis surat cinta bodoh yang telah dibacanya. Itu titik dimana pertemanan kami menjadi lebih aneh dari biasanya. Seaneh dia yang tidak mau melompati balkon kamarku.

“Hei, berjanjilah satu hal padaku!” Dia menarik lenganku keras. Membuatku berbalik menatapnya. Aku melihatnya. Rambut putihnya dan kulitnya yang pucat. Aku benci ini. Aku tidak pernah bisa untuk tidak menangis setiap kali melihatnya. “Sial.” Aku mengusap kasar aliran kecil di pipiku menggunakan punggung tangan. Dia mengambil alih tanganku, menyimpannya di tangan kiri, sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk mengusap tangisanku.  “Baru saja aku ingin mengatakan berjanjilah untuk tidak menangis. Kau malah menangis. Teman macam apa kau ini?”

Aku memandangnya bersungut. Sungguh Oh Sehun memang makhluk menyebalkan.  Dia menepuk tempat kosong di sampingnya. Jika aku bukan teman yang baik. Tentu saja aku akan lebih memilih ikut dalam pesta salah satu teman sekolah kami malam ini. Bukannya melompati balkon masuk sembarangan ke kamar anak laki-laki yang menyebalkan seperti dia.

“Oh Sehun.” Dia bergumam kecil. Tangannya tidak lagi memainkan selang, tapi sibuk dengan surai hitam milikku yang dikatakannya jauh lebih menarik. Aku mendongak, mencari wajahnya. Dia menunduk memperlihatkan senyumnya yang aneh kepadaku. Oh Sehun tidak bisa tersenyum dengan baik. Dia selalu menganggap senyumannya keren. Padahal tidak pernah lebih bagus dari sebuah seringaian yang seram. Tapi itu cara dia tersenyum. Sebagai teman aku hanya menerimanya saja.

“Kenapa kamu tidak memiliki cita-cita?” Dia menaikan alisnya. Heran dengan pertanyaanku yang tidak biasanya. “Maksudku, anak seumuran kita sibuk menata hidup untuk mencapai cita-citanya. Mereka sudah mengatur jalan hidup mereka jauh-jauh hari.” Suara ranjang yang berderit cukup lantang malam ini. Sehun merubah gayanya menjadi duduk. Selang mainnya itu hampir melilit leherku, jika saja dia tidak dengan cepat menariknya.

“Memangnya kau memiliki cita-cita apa?” Aku diam. Berusaha mengingat banyak macam pekerjaan yang mungkin bisa kujadikan cita-cita suatu hari nanti. Sampai tangannya menggapai kepalaku dan mengetuknya pelan. Aku mendengus. Dia selalu melakukannya saat aku terlalu lama berpikir. Katanya aku idiot, terlalu lamban berpikir. “Kau memukulku? Memangnya kau memiliki cita-cita?”

Tubuhnya kembali melorot. Sejajar dengan tubuhku yang menghadap ke arahnya. Dia tidak menjawab, malah memilih untuk  meraih pinggangku untuk mendekat kearahnya. Ini bukan sekali kami lakukan. Kami sering tidur bersama saat kecil. Aku rasa ini bukan saatnya dia ingin melakukan hal itu lagi. Usia kami sudah melewati kata anak-anak untuk tidur bersama. Kami tidak memiliki alasan untuk itu.  “Apa yang mau kau lakukan?” Aku memekik pelan. Bagaimanapun keadaannya Oh Sehun tetaplah laki-laki dan aku tetaplah perempuan. Lagi-lagi dia mengeluarkan seringaian itu.

“Tidak melakukan apa-apa. Kau ini kudengar dari Jongin sering keluar bersama laki-laki Cina dari sekolah lain ya?” Apa yang dia bicarakan. Ini belum lewat tengah malam dan dia berbicara tidak teratur. “Mungkin yang kau bicarakan Luhan? Tidak. Aku hanya membantunya mengerjakan tugas saja. Dia mencari model untuk tugas kesenian. Kenapa kau cemburu?”

Aku tahu ini bukan pertama kalinya dia bertanya dengan siapa aku berkencan selama ini. Meskipun dia sudah membaca atau mungkin menyimpan surat itu di dalam salah satu laci meja belajarnya. Dia tetap memperlakukanku seakan kami tidak pernah terjadi apa-apa. Aku membencinya.

“Kau.” Dia memukul pelan kepalaku. Lagi-lagi dia melakukan ini. “ Jangan pernah mau jalan sembarangan dengan laki-laki. Setidaknya biarkan dia mengajakmu kencan. Baru mengajakmu kemana-mana.” Baiklah dia mulai mengawur.

Aku turun dari ranjangnya. Sudah mulai malas berbicara dengannya. Dia tidak akan pernah mengerti perasaanku, dia hanya akan selalu menganggapku sebagai teman saja. “Hei.” Tangannya –juga selang itu, meraih tanganku. “Apa?” aku membalas dengan marah. Dia sedikit berjengit, mungkin terkejut dengan sikapku yang berubah. Selama ini aku selalu diam bila dia menggodaku. “Aku ingin pulang. Bukankah kau sendiri yang bilang. Setidaknya aku harus mengencaninya dulu baru mau diajak jalan kemana-mana.” Aku mengambil nafas sejenak. Kalimat-kalimat itu terus menerus berputar di otakku. Aku pusing. Kepalaku berdenyut-denyut. “Setidaknya aku harus melakukannya kepadamu juga. Kalau kau ingin aku tidur disitu, setidaknya kau mengencaniku.” Aku berbalik hampir mencapai balkon saat suara seraknya menginterupsi kegiatanku melompat balkon.

“Kau tahu, Moon Chaerin. Aku bukannya tidak memiliki cita-cita. Tapi orang sepertiku, tidak perlu lagi memikirkan cita-cita. Apalagi memikirkan untuk mengencani perempuan. Memilikimu sebagai teman saja aku sudah bersyukur. Orang sepertiku, sudah bisa bernafas sampai sekarang seharusnya sudah bahagia.  Hidupku tidak pernah akan menjadi panjang. Meskipun aku berkencan.” Lalu dia membiarkanku melompat malam itu

Malam-malam selanjutnya balkon di seberang kamarku tidak lagi bercahaya. Lampunya sengaja dimatikan. Semenjak pemuda penghuni kamar itu tidak lagi disana.

*****

*FIN*

Hayo, ada kah yang bisa nebak Ay itu siapa?

Identitas author ini masih di rahasiakan. Mari kita main tebak-tebakan seperti para EXO-L yang lagi main tebak-tebakan pathcodenya EXO. Dia cukup eksentrik loh, entahlah ada yg sadar apa nggak. Karna kayanya banyak juga yg eksentrik sebenernya.

Hayo siapa yang bisa nebak?

Don’t forget to RCL first, ok? ^^

INDAYLee Staff

19 thoughts on “[SeRin Montase] Dream?

  1. Lisa says:

    Wah wah wah pas baca ini kahettr:’ sehunnya sakit ya? Meninggal gitu aja ninggalin chaerin?:’ bahasanya sehun dalem bangeerttt, ngungkapin banget keputusasaannyaa, huee:’ ini nyentuh thor, kereeeennnn

  2. Dana says:

    Tukan udah feeling nih dari awal yg ngomongin cita2 pasti ujungnya bakalan sad ending huuuu baru pertama baca cerita yg sehunnya mati aaaaaaaa 😥

  3. exolines88 says:

    Siapapun itu Ay, u did it bruuuh!! Suka bangeeeet sama gaya penulisan ay ini. Berhubung sehun ultimate bias no.2 saya (setelah nini) ㅋ hmm.. suka gereget sendiri sama friendzone deh. Apalagi yang friendzone nya kritis kaya gini hehhe fighting ay unnie

  4. @deulight95 says:

    Huwaaaaa~~~~ kirain td itu serin dream ternyata lain yaaa …. ada serin montase …. huhuhu sedih bgt sih endingnyaaaa … /nangis dipojokan/

    AY ~~~~ nuguya???

  5. Bubble Gum says:

    Kenapa ceritanya bikin sedihhh T.T pasti nyesek jd moon chaerin, sehunnya sakit, sekedar ngasih harapan aja gk bisa, huaaaa

  6. FAWN says:

    HUAAAAAAA *darurat tissue*
    Padahal aku gak suka sama sad ending tapi kalo udah kebaca setengah jadi nanggung buat gak dituntaskan.
    D A E B A K! Walopun sedih tapi endingnya itu lo~ gak muluk-muluk.

    Pas bagian dialog terakhir Sehunnya itu yang SAKITNYA-AT-GWANGHWAMUN

    ‘Semenjak pemuda penghuni kamar itu tidak lagi disana’ ← disini pas baca nangis buat 10 detik abis itu tarik ingus *ketauan jorok

    Okeh, ini sebenarnya authornya siapa sih? Aku pengen mintak pass buat Se-Rin yang diprotect tapi aku gak punya Line. Aku pake kakaotalk. Boleh gak nanya sama admin yang punya KKT aja?

  7. blackangel (lollicino) says:

    Agak bingung yaaa sama ceritanya -..- perlu waktu lagi untuk memahaminya .-.
    Tapi somehow suka bagian terakhir, endingnya nge gantung tapi ngga biasa gituu gantungnya, malah seakan akan kayak bingung tapi ya begitulah this story has already ended no more story about Sehun because he’s gone. Agak bingungin yaa tapj pokoknya gitu deh hehehe love ity

  8. rosafebryana says:

    ini cerita lain ya? Bukan cerita yg sehun di exo? Miaaaan aku gangerti bagian2 ff gimana, cuma penikmat ff dan selama ini baca di inday cuma kaina doang hehehe. So, serin baru masuk list ffku, but i enjoy reading serin couple! I’ll continue for next serin ff! Fighting eon, mian kalo banyak oceh hihihihi

  9. Wulan says:

    Jd ternyata sehun y skt trzz meninggal..sbnr y dia suka juga ya…tp tw g panjang umur y jd y ngga mw bikin chaerin sedih..

Leave a Reply to winnurma Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s