[LuHanji Yunique] My Only Hope

My Only Hope

My Only Hope | Mut | Luhan, Do Hanji (aku) | Vignette | Angst

©INDAYLee Stuff’s

Memiliki mimpi terlalu tinggi hanya akan meninggalkan sakit di akhir.

-o0o-

Mungkin yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan. Melepasmu pergi begitu saja ketika seluruh hatiku masih kau miliki sepenuhnya kala itu.

Memang tidak ada perubahan besar yang terjadi di dalam hidupku ketika kau pergi. Aku masih bisa mengisi paru-paruku dengan oksigen, aku masih bisa makan dengan lahap seperti yang selalu aku lakukan, nilai-nilai mata kuliahku tidak turun –malah melonjak naik. Aku bahkan masih bisa tersenyum dan tertawa, tak jarang menasihati temanku yang memiliki problem percintaan.

Sayangnya balik semua itu hatiku kopong. Seperti cangkang kerang yang tidak berisi. Kokoh di luar tetapi rapuh di dalam.

Seharusnya aku masih bisa memelukmu sekarang, menghirup oksigen yang membaur dengan napasmu, memainkan jemari tanganmu dan mengelus setiap helai batang rambutmu yang selalu aku sukai. Aku seharusnya masih bisa tidur di pundakmu seperti yang selalu kulakukan ketika kau memboncengku pulang kuliah, bermimpi indah ketika wangi sampomu menguar masuk ke indera penciumanku.

Dan seharusnya ketika aku merindukanmu seperti sekarang ini, kau akan muncul di depan rumahku begitu saja tanpa aku pinta. Seperti ada ikatan batin tak terlihat, kau tahu begitu saja dan akan langsung memelukku tanpa bicara apapun lagi. Tapi sekarang sudah tidak bisa.

Aku merindukanmu.

Boleh kah aku mengatakan itu padamu?

Boleh kah aku menarikmu dan meminta satu kesempatan lagi yang aku sia-siakan dulu?

Aku ingin membalik punggung itu ketika kau berjalan melewatiku tanpa melirikku sama sekali. Aku tidak tahu, kau mungkin melihatku sebelumnya, tapi kemudian kau melangkah cepat dan membalikkan punggungmu, menginggalkan hatiku yang dibawa pergi olehmu.

Tidak ada yang tahu hatiku remuk ketika aku menghabiskan makan siangku dengan penuh paksaan di kantin itu. Membuang muka ke arah aspal yang diterpa matahari terik beberapa kali ketika gundah itu menyambar berkali-kali, membuat tawa dan leluconku sama sekali tidak terdengar lucu siang itu.

Tiba-tiba keinginan untuk menyendiri menggunung besar. Aku ingin mencari bangku terpojok di ruang baca dan menangis di balik buku. Kemudian mengingat saat dimana kau akan mengomel marah karna aku selalu menyendiri. Alasanmu saat itu adalah kau takut jika ada laki-laki tak bertanggung jawab yang melakukan tindak asusila padaku. Tapi aku rela kau marahiku seperti itu, karna tak lama dari omelan panjangmu yang membuat panas ponselku itu, kau akan muncul dari balik pintu dan membelah ruang baca untuk mengambil posisi di sampingku.

Luhan..

Aku masih ingin memanggilmu seperti yang selalu aku lakukan dulu. Menyertakan namamu di setiap kalimat yang aku ucapkan, bahkan tak jarang dalam doa-doaku.

Aku masih ingin mendengarmu yang selalu mengatakan kalau kau menyukai saat dimana aku memanggil namamu. Bahkan kau lebih menyukai aku menyebut namamu ketimbang memberikan panggilan sayang untukmu. Kau akan tersenyum setiap aku memanggil namamu, bahkan ketika kita bertengkar pun kau akan tersenyum ketika namamu keluar dari bibirku.

“Panggil aku seperti itu lagi.”

“Seperti itu bagaimana?”

“Seperti kau mengkatakan bahwa kau mencintaiku untuk selamanya.”

Aku tidak tahu apa aku akan terus mencintaimu sampai jangka waktu yang kau sebut dengan ‘selamanya’. Tapi faktanya aku masih melakukannya, aku masih mencintaimu sampai sekarang.

Tidak ada yang pernah tahu kalau aku masih memiliki itu di diriku. Perasaan itu. Tidak ada satupun yang tahu kalau aku masih menyimpan memoar kenangan kita dulu, rapih dan jelas di dalam benakku. Seperti roll film tempo dulu yang begitu berharga dan tak ternilai harganya.

Aku masih sering mengingatnya. Mengenangnya sampai aku tersenyum dan menginginkan itu kembali terulang. Melihat dirimu yang berlari menggiring bola untuk pertama kalinya, merasakan cinta itu muncul lambat laun disaat aku tidak pernah percaya cinta pada pandangan pertama.

Aku ingin kita kembali.

Tidak.

Aku ingin kau kembali.

Melambaikan tangan padaku dan tersenyum manis, senyum yang hanya kau tunjukan padaku. Aku ingin kita yang dulu, yang mencintai tanpa campuran egois. Aku ingin kita yang dulu saling menatap tanpa adanya amarah di belakang kepala.

Aku ingin kedua tangan kita yang bertaut sempurna seperti dulu. Tidak peduli kau yang selalu mengatakan kalau jari-jariku begitu kurus, dia akan selalu terlihat pas jika bersanding dengan jemarimu.

Kau akan mengayunkan tautan tangan kita yang menggantung di udara, kemudian mengatakan betapa bersyukurnya kau bisa mengenalku, sekaligus menjabarkan semua mimpi-mimpimu yang kau susun dengan menyertakanku di dalamnya. Menerbangkan seluruh jiwaku ke langit dengan penuh kesanjungan.

Hanya saja sayangnya apa yang selalu orang katakan itu benar, memiliki mimpi terlalu tinggi hanya akan meninggalkan sakit di akhir.

Begitu menyakitkan sampai rasanya ingin mengiris nadiku sendiri. Tapi semuanya menjadi lebih sakit ketika orang lain menanyakan tentangmu padaku. Otakku buntu ketika Mom berulang kali menanyakan kenapa kau tidak pernah mampir lagi, aku juga tidak tahu karus bereaksi seperti apa ketika teman-temanku membicarakanmu saat jam istirahat. Aku tidak tahu kenapa rasanya bisa sesakit itu ketika orang lain tanpa sadar memaksaku mengingatmu terus-menerus.

Aku memang tidak mencoba melupakanmu, berterima kasih banyak dengan sikap cuekku yang sering membuatku lupa denganmu. Tapi tetap saja ketika namamu terlintas di benakku, palu godam itu menghantam dengan ilustrasi nyata tentang dirimu yang menghujani mataku, seolah-olah aku sedang melihatmu secara langsung.

To: Luhan

Hei, Lu. Tidak bisakah kita kembali lagi?

Hapus, ketik, hapus dan ketik. Hanya itu yang bisa aku lakukan selain mengharapkanmu muncul di tiap mimpiku.

Aku sudah mencoba mengirimimu pesan ribuan kali, meminta semuanya kembali seperti yang aku inginkan. Tapi semuanya hanya menggunung di draftku. Tidak pernah terkirim dan hanya sia-sia terbengkalai di ponselku.

Lu…

Jika aku tidak bisa memintamu kembali. Jika aku tidak bisa meminta kita kembali.

Bolehkah aku memintamu untuk pergi menjauh? Sejauh mungkin sampai aku tidak bisa melihatmu lagi.

Jadi aku bisa bebas -sekalipun hatiku habis tak bersisa kau bawa pergi.

Aku hanya ingin berhenti berharap.

Berharap kalau aku masih bisa memilikimu.

Luhanku.

-o0o-

-CUT-

Holla..

Aku lagi galau, Tiba-tiba aja pas lagi nonton fancamnya Lulu dari my fav fansite, Twinned Poison.

Aku kangeeeeennnn banget samamu, Mas. Aku nggak minta kau kembali. Karna aku udah cukup bahagia sama keadaan kamu sekarang. Kamu sehat, kamu baik-baik aja, dan kamu bisa tertawa, bahkan bisa ngelawak sama Lao Gao. Itu semua sudah cukup buat aku, Mas. /Mas -..- panggilannya kaya sejenis Mas-mas es doger/

Biak-baik disana ya mas. Jangan sakit.

Pintaku hanya, nanti jangan pernah ada adegan kissing di drama atau filmmu yang selanjutnya. Aku bisa bunuh diri melihat perempuan lain nyentuh bibirmu itu, Mas. /apa dah/.

Ah sudahlah. Cuma mau nyampaiin aja kalau aku kangen Luhan. Dan aku nggak nyangka ada yg suka pairin BaekJi -…-

MUT

22 thoughts on “[LuHanji Yunique] My Only Hope

  1. Dana says:

    Yg pairin baekji itu aku!!!! Wkwkwkwk maafinnnnn abis kayaknya seru juga kalo mereka bersatu ehehe ampun ^^v
    Tapi tetep luhanji nomer satu kokkk >.<
    Dan ini bahasanya agak beda gimanaaa gitu yaa kesannya lebih mature (sok tau) tp gapapa sekali2 bikin yg beda lah yaa hehe
    Dan aku kangen lulu bangettttt bikin luhanji moment yg banyak donggg
    Ditunggu luhanji momentnya sebelom aku bener2 jadi baekji shipper yuhuuu~

  2. Exolines88 says:

    Siapa sih ka yang gak kangen lufuckinghan. Duuuh feel nyaa, dont u dare playin things with my feel kaa huaaa. Ga mau mikirin luhan segitunya, update nya malah angst gini ㄱㅅㄱ ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

  3. ty says:

    kaaaaak sumpah kak aku bacanya tengah malem dan jadi baper huhuhu :”( kangen banget sama luhaan, kangen banget sama hanji, kangen banget sama kak mut, kangen sama dia *loh.
    kaaaaaak aku baper nih 😦

  4. hyunnie says:

    Yaampun authorrrrrr jangan ngepairingin baekji aaaaaaaaaaaaah cukup luhanji ajaaaa kkkkkkk
    Seriusan baca fic ini di tengah malam yang menjelang pagi malah ikutan ngerasaain kesedihannya hanji /inialay/
    seriusaaaan aku malahan jarang nemuin kabar secuilpun tentang luhan 😔
    mustahil banget sih ya thor kalau lulu balik lagi ke exo , tapi ya itu dia apa yang author bilang aku setuju banget asal dia sehat dan bahagia jangan ada adegan kiss atau ranjang aja di drama atau apalah itu 😭😭😭
    Yang jelas fic ini feelnya ngena dan pas banget bikin orang galau tengah malem gini 😭
    and last LuHanji series lainnya di tunggu 😊😊😊😊

  5. rinhorinhae says:

    hmmm sama. ada kalanya jg rasa kangen itu menghampiri. hmmmm meskipun menyagkal bagaimnpun emg susah melupakan atau move on dr luhan huweeeeeeeeee. tp biasanya ngobatinnya dg baca ff luhan sih haha kok aku malah curcol hahahaha…

    hmmmm lu tdk bisakah kita kmbali lagi ? hmm jwaban nya stu. tak akan pernah bisaaa huhu lu ge ~~~~ ㅠㅠ

    dan semoga luhan gag ad kiss scene hahahahaha bisa rontok nih hatiiiii

  6. nadanada says:

    kak!!!!!!!!! cerita ini sangat sangat sangat keren. Emang sih kita baru tahu penting nya seseorang setelah dia gak ada. Sabar ya hanji. hehehe

  7. blackangel (lollicino) says:

    Astaga sekian lama kutak membuka laman fanfiction kakakz” Indaylee and tibatiba saja semua ff menggunung lol aduh 😂😂
    Baca ff ini sampe lupa ya kalo lulu udah sign out dari exo(?) (kemudian nangis) (kemudian mojok)
    Oh hanji hapuslah air matamu (by the way maaf lagi kena virus drama berlebihan ekhem) dia akan menyayangimu selalu dan kembali hanji (amin amin amin luhan balik ke exo)
    Btw it’s just like a diary ya?? Pengen baca yang baekji-ehm lupa judulnya maaf kak- tapi bagian 1 nya di pass. Dan otw minta selesai comment disini. So curious wkwkwk i wish luhan will still be there in the ff👌👌👌
    Anyway, you’re the best at writing about feelings kak❤️❤️❤️❤️

  8. Kauramints says:

    I miss Lu-ge too, Mut 😥
    Nyesek banget ngebayangin jadi Hanjinya, kaya kangen tapi yaudah gak bisa apa-apa
    Lu-ge udah pergi terus hanya harapan buat dia balik 😦

    Setuju sama Mut, asalkan Lu-ge bahagia dan sehat, itu udah bikin bahagia banget
    Yaaa sebagai fans yang baik juga, apa pun tindakan bias ttp dukung aja selama itu positif dan gak merugikan banyak orang :’)
    Keep writing
    xoxo

  9. bubblehun says:

    ide2015 hari ini gak update coba baca yang lain nemu ini san sukses baper ngikut galau semangat kuliahnya eonn

  10. WahWah (@DeuLight95) says:

    mut, ini galauuuuuuu sekali … aduuuuh luhan … serius baru baca yang ini dan kita dibuat nyesek . u.u.u kangen bgt lihat luhan …. btw itu fancam luhan di twinned poison bgus-bagus semua yaaa mut … huweeee

  11. Veni says:

    “Hai, lu apakah kita bisa kembali lagi?” yaaak kalimat itu nancep menurutku. Sukses bikin nak perawan baper. Rindu pasti, rindu berat malah. Tapi apalah apalah semua sudah terjadi. Gue hanya bisa mendo’akan lulu di beijing sana -,-

  12. kkamjongiechoco says:

    KAAAAAKKKKKKK IKI OPOOO???? Kak mut tidak sedang nyindir aku kan? ((kenal sama lo juga kagak)) /plok/ Tapi iya deh kak sumpeh, baca ini tuh… seperti bercermin. dari awal sampe akhir sama kaya kisah aku banget, ya cuman bedanya aku masih sekolah yhaaa. kak sedih kak. luhan gaikutan comeback ekso kak;( ah parah tulisam singkat ini membuatku baper *elap ingus*

  13. adindacynthia says:

    Ya ampun Mut, abis baca milkman yang bikin senyam-senyum sekarang baca ini malah galau -_-
    Setiap hari selalu kangen sama Luhan, pengen banget sebenernya dia balik ke EXO, tapi kayaknya dia lebih bahagia sekarang..
    Semoga dia makin sukses deh karirnya, sehat-sehat aja, makin bahagia.. :’)

  14. LeeDaeShi says:

    Kirain bakalan ada ending bahagia. Dr awal udh dibawa galau. Eh sampe akhir galau mulu kan sedih jdnya keinget abang rusa yang telah pergi 😢😢😢
    Kadang memang ada saat2 dimana kita kayak kembali teringat sama kenangan, baik itu yg bahagia atau semi bahagia, dgn org yg berarti dihidup kita. Dalam kasus kali ini luhan.
    Disatu sisi seneng liat dia yg skrg, disisi lain delusi seakan nyedot kita utk terus berharap berharap dan berharap mau itu kita sadari ataupun enggak bahwa kita selalu melakukan pengharapan yg berakhir php cuma demi agar supaya luhan balik. Kris balik. /bahasa apa ini/
    Ikutan galau ditengah malam gini sambil dgr Hurt nya EXO kok semacam erghhhh -_-
    Feeling galaunya dapet. Diksinya aku suka. Penempatan dialognya juga pas menurutku.
    Udh ah ga sanggup komen banyak2 ntar makin galau o<—-<

  15. rosafebryana says:

    Im kinda new for the other couples except kaina, agak bingung juga tiba2 ada baekji soalnya setauku selama ini luhanji dan tiba2 pas update ada baekji. Penasaran sama cerita yg yunique ini!!!!! Baper parah bacanya, keep writing eon! Semangat ngadepin siders;) fighting!

Leave a Reply to nadanada Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s