.:JunHee Veiled:. Cam Kiss

camkiss

Cam Kiss || Oneshot || Romance, Friendship || PG17 (Rude Words Becareful)

Oh Jaehee / OC || Kim Joonmyun / EXO Suho || Lee Jiho

© neez

 

”Aku marah padamu!”

Joonmyun yang tengah sibuk melahap roti panggangnya, nyaris tersedak, dan berseru tidak terima. ”Wae? Apa yang kuperbuat?”

”Kau sudah menghancurkan segala kejutan!” tuding Jaehee dengan telunjuknya.

”Kejutan apa?” tanya Joonmyun heran.

Jaehee cemberut, bibirnya sudah jauh lebih mancung daripada hidungnya. Sebenarnya Joonmyun memang harusnya heran dengan sikap Jaehee yang tiba-tiba melancarkan aksi demonya ini. Semalam, Joonmyun datang pukul tiga pagi, katanya baru selesai latihan pukul dua, dan dia langsung mampir sebelum seluruh jadwal gila-gilaannya kembali lagi dan tidak bisa menemui Jaehee.

Jaehee sudah tidur, ketika merasakan sisi lain ranjangnya sedikit bergerak dan turun. Khawatir kalau ada maling, meskipun tidak mungkin, Jaehee buru-buru membuka matanya, dan mendapati Joonmyun yang kelelahan sudah berbaring di sampingnya. Mereka tidak berbicara banyak, hanya mengucapkan halo satu sama lain, sebelum benar-benar terlelap. Tadi pagi, Jaehee bangun lebih dulu (tumben), dan ia menyiapkan roti panggang serta omelet, bahkan dutch coffee untuk Joonmyun yang sedikit parau saat ditanya harus kembali ke SM pukul delapan.

”Aku tidak mengerti.” Joonmyun menggelengkan kepalanya.

”Kenapa kau bilang padaku kalau kau akan membawakan lagu Moves Like Jagger di konser EXO? Ah tidak seru~ aku jadi tahu kau akan membawakan apa, aku jadi tidak berdebar-debar.” Keluh Jaehee masih terus bersungut-sungut macam tanaman hijau di permainan Plant vs Zombie, yang melontarkan meriam.

Akhirnya Joonmyun mengerti apa yang Jaehee maksud. Ia harus menahan tawanya kuat-kuat. Jaehee tidak tahu kalau dia tidak akan menyanyikan lagu Moves Like Jagger di atas panggung. Jaehee tidak tahu kalau sesi latihan Moves Like Jagger yang kemarin dibuat Joonmyun hanya untuk menggodanya saja, dan sekaligus ehem merayunya juga.

Jiho boleh menebar pesona dan berusaha. Jaehee pun, Joonmyun percaya, kalau ia gadis yang setia, dan tidak gampang begitu saja mengkhianatinya. Tetapi semua selalu sah dalam cinta dan perang, maka Joonmyun tidak mau menganggap enteng tantangan Jiho, meski Jaehee pacarnya, ia harus tetap membuat Jaehee terpesona, bahkan kalau perlu tergila-gila sekalian.

”Kenapa? Kau tidak suka kalau kau sudah tahu apa yang akan kubawakan saat konser nanti?”

Keurom.” Jaehee masih menatap Joonmyun penuh perhitungan. ”Kenapa kau harus bilang padaku? Kenapa kau bahkan malah menunjukkannya kepadaku? Kan jadi tidak surprise, tidak ada yang aku nantikan.”

Joonmyun mengangguk-angguk, sok mengerti, tetapi kemudian bertanya, ”Memangnya kau akan menantikannya? Stage-ku?”

Keurom! Aku mau lihat atraksi apalagi yang akan kau tunjukkan selain merayu dan memberi bunga. Hah~ sekarang malah mau mesra-mesraan dengan sexy dancer,” Jaehee geleng-geleng sambil berdiri dan merapikan piring-piring, dan membawa piring itu ke belakang.

Joonmyun mau tertawa, ketika mendapati ponsel Jaehee yang tergeletak di meja makan bergetar dan sedikit berputar. Matanya menangkap sebuah nama yang tidak asing, dan selalu membuatnya siaga. Jaehee nampaknya tidak begitu memperhatikan dering dan getar ponselnya, karena masih sibuk meletakkan piring-piring di bak cuci.

Ehem,” meneguk susunya, Joonmyun sedikit berseru, ”Jaehee-ya, Jiho menghubungimu tuh.”

Jaehee terdiam dari aktivitasnya, lalu bergumam, ”Eoh?”

”Jiho menghubungimu. Mau kuangkat?”

”Tidak usah,” tolak Jaehee sambil meneruskan pekerjaannya. ”Paling mengajak pergi seperti biasa.”

Joonmyun melirik si ponsel yang kini sudah diam tidak bergerak, meski lampu indikatornya masih berkedip-kedip. ”Sudah berapa lama kau tidak jalan-jalan?”

Molla, kenapa memangnya?” Jaehee keluar dari dapur sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang basah setelah mencuci sedikit peralatan makannya tadi.

”Kau jangan di dalam rumah saja, tidak sehat, lho.” Saran Joonmyun.

Jaehee duduk di hadapan Joonmyun dan mengernyitkan hidungnya, ”Tapi, aku memang sedang tidak ingin keluar,” akunya enggan. Meski sebenarnya ia mulai merasa risih dengan Jiho yang senang menghabiskan waktunya dengannya. Bukannya ia tidak senang juga menghabiskan waktu dengan Jiho, Jiho sudah seperti kakak kandung yang tidak pernah ia punyai. Tetapi tetap saja, Jiho adalah Lee Jiho, bukan kakak kandungnya betapa pun dekatnya mereka, dan dia paling tidak suka dengan orang yang suka jalan dengan laki-laki lain padahal sudah punya kekasih.

Jinjja? Kalau aku yang ajak keluar bagaimana?”

Jaehee tersenyum dan menggeleng, ”Kau tahu kau sedang tidak bisa keluar, bukan? Jadi no, aku tidak akan keluar juga karena aku tidak mau mengganggu jadwal latihanmu.” Jawabnya manis.

”Ck,” Joonmyun geleng-geleng. ”Tidak baik terlalu sering di dalam rumah. Rumahmu ini apartemen, Sayang, tidak ada halamannya, tidak ada tumbuhannya. Keluarlah, main dengan Jiho, atau dengan anak-anak Lovelyixing, katamu kau akan membuat projek untuk konser, bukan?”

Jaehee menggaruk kepalanya. Semua yang dikatakan Joonmyun benar.  Tidak ada yang salah sama sekali, tetapi… Jaehee yang merasakan itu semua tidak benar. Mungkin jika Joonmyun memintanya begini ketika mereka baru berkencan dulu, dia tidak akan berpikir dua kali, tetapi sekarang… dia tidak bisa! Bahkan mengurus segala projek untuk Yixing dirasanya sudah berat.

Wae?” tanya Joonmyun melihat keragu-raguan di mata kekasihnya itu.

”Cuma penasaran. Memangnya kau tidak apa-apa kalau aku diajak laki-laki lain makan? Mengurus projek orang lain, yang bukan kau?” tanya Jaehee. Tiba-tiba saja dia mengutarakan isi hatinya yang selama ini dia pendam, sedikit kesal juga karena sepertinya Joonmyun menganggap dirinya yang pergi dengan laki-laki atau mengurus projek laki-laki lain hal biasa.

Joonmyun tersenyum tipis, tetapi manis, ”Tidak.” ia menggeleng. ”Kau sudah mengurus projek Yixing sejak kita belum kenal dulu, kesukaanmu padanya kan sebatas penggemar dan idola. Begitu juga dengan Jiho, kau menganggapnya saudara sendiri, karena kau dekat dengan keluarga Hana, jadi kenapa aku harus khawatir?”

Benar sih, hati kecil Jaehee berbisik, tetapi tetap saja… tidakkah Joonmyun sedikit saja merasa takut? Ia dulu pun seperti Joonmyun, sampai akhirnya kepercayaannya dikhianati dan dia nyaris… Jaehee mengembuskan napasnya kuat-kuat dan mencoba mengenyahkan bayang-bayang masa lalu yang sudah ia geser di pojok ruangan hatinya.

”Jangan terlalu mempercayai pacarmu dengan orang lain yang berlawanan jenis dengannya, Joonmyun-ah,” kata Jaehee serius, dan Joonmyun terhenyak, ”Karena mungkin pacarmu akan mengira kau tidak memperhatikannya atau tidak berharga.” Dan Jaehee berdiri, kemudian menghilang ke dalam kamar.

Joonmyun tersentak, ”Jaehee-ya! Oh Jaehee!” ia segera menyusul Jaehee ke dalam kamar, mendengar suara shower dari kamar mandi. Ia menghela napas, tidak biasanya Jaehee sensitif begini. Terpaksa ia duduk di ranjang menunggu Jaehee keluar setelah mandi.

”Jaehee-ya, dengarkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud membuatmu merasa seperti itu,”

Jaehee hanya diam dan duduk di depan meja riasnya, ”Ara,” gumamnya sambil mengambil serum green tea-nya. Dia melirik Joonmyun pada kaca riasnya, dan sedikit menyesal telah menumpahkan uneg-uneg yang nyaris seumur hidup tidak ia utarakan kepada siapa pun mengenai masa lalunya. Joonmyun terlihat cukup kaget melihatnya berkata seperti tadi, dan terlihat menyesal.

”Tidak, kau tidak mengerti, Jaehee-ya,” kata Joonmyun sambil menggeleng. ”Kau tahu betapa merasa bersalahnya aku melihatmu selalu di rumah seperti ini. Dulu iya, aku selalu kesal karena kau selalu sibuk mengurusi Yixing. Tapi belakangan… sumpah, aku senang kau di rumah karena setiap aku hendak menemuimu kau selalu ada. Tetapi, aku tidak mau egois, Sayang. Kau tetap harus bersosialisasi… aku tahu kau mencintai aktivitasmu sebagai master fansite, kau juga suka jalan-jalan. Jangan karena aku kau tetap di rumah, maksudku begitu… karena akui saja, aku tidak bisa mengajakmu jalan-jalan.”

Jaehee sedikit membanting botol serum berwarna hijau itu berbalik menatap Joonmyun tajam. ”Ya! Apa aku ada mengeluh soal kau tidak mengajakku keluar rumah dan berkencan?! Kalau aku mengeluh, aku tidak akan setuju berkencan denganmu!”

Joonmyun tersenyum lembut, ia menghela napas dan ponselnya bergetar, meliriknya, rupanya pesan datang dari Manajernya yang sudah ada di basement untuk menjemputnya.

”Baiklah, kita tidak usah bertengkar. Kau tahu maksudku karena aku tidak mau kau bosan di rumah, dan aku mengerti kau tidak mau keluar karena mau menungguku. Kita tidak perlu berdebat lagi oke?” senyum Joonmyun. ”Aku tidak mau latihan dan memikirkan kau marah padaku.”

”Kau yang mengajakku bertengkar, Joonmyun.”

”Iya, iya, aku minta maaf… kau tidak harus jalan keluar, kau tidak harus mengurus projek Yixing, kau bisa menungguku di rumah, aku sangat senang.” Kata Joonmyun, tetapi wajah Jaehee tetap keras dan kesal. Joonmyun berdiri, ”Aku pergi dulu ya,” dikecupnya puncak kepala Jaehee, karena sepertinya ia takkan mau dicium bibirnya.

Joonmyun melambai pada Jaehee sebelum berjalan keluar dari kamar meninggalkan Jaehee yang mendadak merasakan matanya memanas, karena emosi yang membakar dadanya. Ia tidak bermaksud marah pada Joonmyun, tidak bermaksud juga membuatnya tidak enak, tetapi dia juga punya perasaan. Kenapa Joonmyun bisa membiarkannya pergi begitu saja dengan laki-laki lain? Mengurusi projek pria lain?

Seakan eksistensinya di hidup Joonmyun hanya sekedar saja… ya sekedar saja. Menghela napas menghapus air matanya, ia kembali melakukan perawatan pada wajah sensitifnya mengabaikan hati dan matanya yang rasanya terus ditusuk-tusuk oleh benda tajam.

*           *           *

SM Entertainment

 

”Hah~ kau sih!” gumam Xiumin pada Joonmyun, ”Ketika pacarmu mengorbankan segalanya untukmu tapi kau malah mendorongnya jauh-jauh dengan laki-laki lain. Kadang-kadang aku heran, yang ada di dalam kepalamu itu apa? Otak atau bulu domba?”

Joonmyun membuka tutup botol air meneralnya dan menenggaknya banyak-banyak, baru menjawab, ”Minseok-ah, kau tahu kan bagaimana rasa bersalah itu disini.” Dia menunjuk dadanya, ”Kau harusnya tahu bagaimana berubahnya dia begitu kami sedekat ini, dia bahkan tidak bertemu teman-temannya lagi, hanya di dalam rumah tidak kemana-mana demi menungguku pulang.”

”Kalau begitu kau harusnya bersyukur, Kim Joonmyun!”

”Aku lebih dari bersyukur punya kekasih seperti itu, dia lebih dari yang aku harapkan, Minseok-ah, tapi… ya kita realistis saja. Aku tidak bisa mengajaknya jalan keluar, tidak bisa mengajaknya kencan…”

Xiumin memutar matanya, ”Kau ini pesimis sekali. Dengar, apa dia mengeluh? Kalau dia mengeluh kau persilakan dia jalan, tapi dia tidak mengeluh. Disitu masalahmu dengan Jaehee!”

Joonmyun diam memikirkan kata-kata Xiumin.

”Dengar, kalian sedang dekat-dekatnya, kurasa tidak perlu dihancurkan dengan masalah sepele begini.”

”Kau benar,” Joonmyun setuju dan mengangguk, ”Tapi hadapi saja, kalau kau jadi aku kau akan merasa sangat bersalah, Minseok-ah.”

 

*           *           *

Apartemen Jaehee

 

Untuk kesekian kalinya ponsel itu berdering, dan Jaehee malas sekali bahkan untuk sekedar mengangkatnya. Dia masih merasa tidak ingin pergi kemana-mana dan lebih suka di rumah.

Membosankan apanya? Ya, memang dia kadang merasa bosan. Tapi tidak terlalu. Dia bisa menghabiskan waktunya mengedit foto Joonmyun di setiap stage The Lost Planet yang ia tangkap secara diam-diam. Ia juga bisa menonton serial televisi kesukaannya, dia juga bisa main internet atau game, dan jika lapar ia bisa pesan, atau masak kalau dia ingin.

Tidak ada yang membosankan! Lalu kenapa Joonmyun berkeras memintanya pergi keluar terus? Bersama laki-laki lain pula, memangnya dia tidak takut sesuatu terjadi apa?

”AAARRRGGGHHH!” ketika sekelumit bayang-bayang masa lalu yang membuatnya frustasi datang saat menghadapi masalah yang nyaris sama sekarang ini. Dibantingnya begitu saja bantal bonekanya ke bawah dengan frustasi. Dia sudah berusaha keras untuk tidak memikirkan kenangan-kenangan yang pernah membuatnya terpuruk.

Dia benci kalau sudah teringat kenangan-kenangan buruk itu, karena harinya akan ikut menjadi buruk, dan jika ia tidak melakukan sesuatu seperti self hypno pada pikirannya, ia harus mengonsumsi obat penenang lagi, dan ia tidak mau hal itu terjadi. Tidak ketika dia sudah bisa memulai hidup baru, dia tidak perlu diingatkan lagi, tidak!

”Sebaiknya aku memang pergi keluar,” gumam Jaehee. ”Joonmyun berhasil membuatku harus keluar dari rumah!” geramnya dan akhirnya mengangkat panggilan Jiho.

 

*           *           *

”Akhirnya kau mau juga kuajak keluar. Memang Joonmyun mengurungmu terus di rumah ya?” ledek Jiho.

Ledekan Jiho justru tidak membuat mood Jaehee membaik, tetapi justru semakin menyurut. Karena ia ingat bahwa Joonmyun yang membuatnya harus keluar rumah dengan menurunkan tingkat mood-nya ke tingkat terendah. Jaehee mulai merasa keputusannya untuk ikut Jiho salah.

Jiho mengajaknya menonton pertandingan basket di sebuah stadium di Ilsan. Jaehee tidak terlalu menyukai basket, tetapi karena berpikir basket dan Jiho dapat mengalihkan perhatiannya, ia menyanggupi permintaan Jiho tersebut dan ikut kakak lelaki Hana satu-satunya itu ke stadium.

You don’t look good, HeeHee Honey, what’s wrong with you?”

Jaehee hanya tersenyum tipis dan menggeleng. ”Aku hanya sedikit tidak enak badan.”

”Eh, jinjja? Kenapa kau tidak bilang, tahu begitu aku tidak mengajakmu nonton…” ujar Jiho menyesal.

”Gwenchana, Oppa… aku sedang bosan di rumah.”

”Jujur padaku, apa Joonmyun melarangmu, hah? Apa dia seperti Jongin yang melarang-larang Hana keluar?”

Jaehee memutar matanya, ”Oppa, jangan berlagak seperti kau mengenal Joonmyun!”

Oops, sorry… I didn’t mean to… sepertinya kau sedang kesal.”

Jaehee menggeleng, mencoba tersenyum, ”Tak apa, Oppa. Aku hanya tidak enak badan, maafkan aku… tidak bermaksud membentakmu. Hanya saja…” tiba-tiba ia menjadi ngeri sendiri melihat seringaian di wajah tampan Jiho, yang telunjuknya terangkat.

Neo… jangan bilang kau dan Joonmyun sedang bertengkar?”

”Bertengkar apa…” Jaehee mengalihkan pandangannya ke tempat lain, ”Oppa, belikan aku minum dan pop corn.”

Jiho tertawa dan merangkul Jaehee, membawanya menuju konter penjual makanan. ”Dengar, aku memang mungkin tidak tahu ada masalah apa diantara kau dan Joonmyun, tetapi sepertinya apa yang dia perbuat bisa membuat gadis manis di sampingku ini berubah ketus.”

Jaehee lupa fakta bahwa dia bisa menjadi sangat ketus dan galak jika sedang kesal. Kim Joonmyun selama ini selalu bisa membuat hatinya tenang dan damai, ia selalu berada dalam kondisi mood yang baik, dan ia kira ia sudah kehilangan temperamen tingginya setelah mulai berkencan serius dengan Joonmyun, tetapi ternyata… temperamen itu masih ada disana.

Mianhae, Oppa, aku benar-benar tidak bermaksud membentakmu,” Jaehee menyesal.

Jiho menggeleng dan mengelus rambut Jaehee, ”Kau pasti benar-benar kesal. Mau cerita?”

Aniya, kami hanya bertengkar kecil tadi pagi sebelum Joonmyun berangkat latihan.”

Tiba-tiba langkah Jiho terhenti, dan ia menoleh, ”Mwo?”

”Hmm?” Jaehee mendongak, heran. ”Kenapa?”

”Apa maksudmu tadi pagi sebelum Joonmyun berangkat latihan?”

”Ya kami bertengkar tadi pagi, Oppa. Tapi tidak parah, dia minta maaf dan berangkat ke SM setelahnya.”

Alis Jiho mengerut, ia terlihat berpikir keras sebelum akhirnya bertanya, ”Jadi pagi-pagi sekali dia ke rumahmu?”

Aniyo, dia ke apartemenku jam tiga pagi, pagi buta, setelah latihan…” Jaehee menghela napas mengingat kata-katanya yang juga tergolong ketus dan kasar pada Joonmyun tadi, hingga laki-laki itu tidak menciumnya saat pamit berangkat seperti biasanya. ”Seharusnya aku tidak marah padanya, itu hanya masalah kecil… gosh, sepertinya aku sedang sensitif sekali belakangan ini, mungkin karena rindu padanya.” Aku Jaehee malu.

Rahang Jiho mengeras, tak ada senyum di wajahnya saat bertanya, ”Jadi maksudmu Kim Joonmyun menghabiskan malam di apartemenmu, Jaehee-ya?” tanyanya.

”Oh,” Jaehee mengangguk mengiyakan dan menarik Jiho ke konter. ”Aku mau popcorn rasa caramel dan ice lemon tea, Oppa?”

Jiho menggeleng dan mengeluarkan dompetnya. Dan entah kenapa setelah membelikan Jaehee popcorn dan minum, sepertinya mood Jiho juga ikut menukik drastis, bahkan mungkin lebih datar dari Jaehee. Ia nyaris tidak membuka percakapan dengan Jaehee kecuali saat menanyakan apakah Jaehee mau ke toilet sebelum pertandingan di mulai, tetapi Jaehee menggeleng dan mengikuti Jiho masuk ke dalam stadium untuk duduk di tempat mereka. Sedikit banyak, Jaehee mensyukuri sikap Jiho yang mendadak diam, karena dia sendiri sedang malas berbincang-bincang.

Pertandingan sebenarnya berlangsung cukup seru bagi para penggemar basket, tetapi Jaehee bukan salah satu penggemar pertandingan ini. Sementara Jiho, mood-nya tidak bisa diajak berkompromi betapa pun ia menyukai permainan di hadapannya. Bayang-bayang Joonmyun yang menghabiskan malam bersama Jaehee membuat pikirannya mampet, tidak tahu harus berpikir apa dan kemana, bahkan ia tidak bisa mencegah otaknya untuk tidak memikirkan kemungkin terliar apa yang Joonmyun lakukan pada gadis di sampingnya ini.

Akui saja, ia dan Jaehee sama-sama pernah lama di luar negeri, dan hubungan kontak fisik diantara laki-laki dan perempuan di luar negeri sana, apalagi di Amerika Serikat, tempat Jaehee bukan hubungan yang main-main, bukan? Meski di Korea Selatan, hubungan semacam itu masih sedikit tabu, walau pun sudah ada beberapa yang menjalankannya, ia tidak pernah membayangkannya sedikit pun jika gadis yang diam-diam disukainya ini melakukannya juga.

Memang tidak ada bukti, tetapi tetap saja, mengizinkan laki-laki yang berstatus sebagai kekasihnya datang ke apartemennya di tengah malam. Apa yang mereka lakukan? Main game?

Dan akui saja, siapa yang bisa tahan dengan gadis disampingnya ini? Pikir Jiho sedikit merana. Jaehee tahu cara merawat dirinya, dan bahkan menampilkan dirinya di depan orang. Meski tidak diberkahi tinggi badan seperti model, tubuh mungil Jaehee adalah idaman pria-pria seperti dirinya untuk dibawa ke dalam pelukan mereka. Kebetulan lama tinggal di daerah panas Amerika Serikat, Arizona, membuat kulit Jaehee cokelat matang ditambah fakta bahwa dia dulu sering kali berenang. Tubuhnya juga tidak tipis dan rata macam papan cuci, jujur saja, Jaehee termasuk gadis yang diberi keberkahan Tuhan di bagian khas wanitanya.

Laki-laki bodoh yang tidak tergoda, dan Kim Joonmyun bodoh kalau tidak pernah tergoda oleh gadis ini! Dan memikirkan apa yang Kim Joonmyun pernah lakukan pada gadis ini membuatnya gila, apalagi status Joonmyun yang jauh lebih di atasnya, sebagai kekasihnya, seolah menjadi kartu pas untuk pria itu melakukan apa saja dengan gadis ini.

Oppa, kau suka basket?”

”Hmm?”

”Kau suka basket?” ulang Jaehee.

Jiho membersihkan tenggorokannya yang terasa tersumbat lalu menjawab, ”Oh, aku sangat menyukai permainan ini.” Jawabnya sekenanya.

”Tapi Oppa tidak begitu terlihat menikmati permainan ini. Apa tadi pertandingannya buruk?”

”Tidak juga, tidak sebagus biasanya memang,” bohong. Pertandingan tadi merupakan salah satu pertandingan terseru yang pernah Jiho saksikan, tetapi dia tidak bisa konsentrasi.

Jaehee mengangguk-angguk, karena tidak paham basket, maka ia pikir benar kalau pertandingannya kurang menarik.

”DAN SEKARANG WAKTUNYA UNTUK CAM KISS!”

Tiba-tiba saja suara membahana dari ruangan khusus untuk siaran dari televisi, atau komentator terdengar. Jaehee sedikit terlonjak dari kursinya saat mendengar pengumuman tersebut ditambah tepuk tangan riuh dari para penonton. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang mereka hebohkan, karena tidak ada cheerleaders yang tampil, apalagi para pemain yang tengah turun minum. Tetapi mengapa suasana di stadium memanas?

Tiba-tiba saja beberapa layar LED yang menampilkan jalannya pertandingan atau skor kini menampilkan sepasang kekasih yang tengah duduk di tempat mereka, beberapa section dari tempat Jiho dan Jaehee sekarang duduk. Begitu keduanya di sorot, seluruh penonton bersorak.

POPPO HAE, POPPO HAE…”

Ne?!” pekik Jaehee.

Jiho menatap layar dengan tertarik, ketika akhirnya pasangan tersebut melakukan ciuman tanpa malu-malu dan membuat gadis disampingnya menekap mulutnya kaget, apalagi para penonton bertepuk tangan riuh seolah-olah adegan ciuman tersebut sama dengan skor tertinggi pertandingan.

Dan kamera menyorot pasangan lainnya, para penonton kembali menyorakkan hal yang sama hingga keduanya berciuman malu-malu.

”Ah jadi ini yang disebut dengan cam kiss,” gumam Jiho.

Cam kiss?” tanya Jaehee.

Jiho mengangguk, ”Minkyu pernah cerita kalau di Korea Selatan, ada kebiasaan melakukan cam kiss di setiap pertandingan. Katanya tidak hanya basket, tapi base ball juga. Pasangan mana pun yang ditangkap oleh kamera harus melakukan kiss, makanya disebut cam kiss…”

”Oh begitu,” Jaehee mengangguk-angguk.

Jiho terkekeh, ”Kau lucu juga, kau kan lama di Amerika, Hee-ya, masa kau belum biasa melihat orang-orang berkeliaran dan berciuman.”

Well, sudah lama aku tidak melihat adegan macam begini, Oppa!”

”Ahahaha…”

”Omo!”

Jiho ikut tersentak, tetapi hatinya melonjak senang. Ini yang ia harapkan sejak melihat adegan cam kiss tadi. Dia dan Jaehee kini masuk dalam sorotan kamera, dan semua penonton mengira dirinya dan Jaehee adalah pasangan. Mereka mulai bersorak-sorai. ”POPPO HAE, POPPO HAE…”

Aniyo, aniyo…” Jaehee dengan panik, dan wajahnya memerah, mengibas-ngibaskan tangannya. ”Kami bukan…hmph!”

”WOAH!”

Jaehee terkesima, para penonton bersorak riuh bahkan sampai bersiul-siul. Ia bisa merasakan wajahnya memanas, dan matanya juga memanas. Tangannya mengepal, ia berusaha mengontrol dirinya untuk tidak emosi atau bahkan menangis.

Karena Jiho menarik dagunya, dan mengecup… tidak, akui saja, Jiho melumat bibir Jaehee dengan panas di depan semua penonton pertandingan basket.

*           *           *

From : Jiho Oppa

Aku tahu aku salah telah menciummu tanpa izin. Tapi aku hanya melakukannya karena cam kiss, kau tahu bukan kalau yang kena sorot harus melakukannya? Mereka mengira kita berkencan…

 

From : Jiho Oppa

            Ya aku memang salah. Aku telah melakukan hal bodoh, tapi tolong jangan perlakukan aku begini… aku benar-benar merasa bersalah Hee-ya

 

From : Jiho Oppa

            Gwenchana? Kau pasti sangat kaget, aku benar-benar merasa bersalah. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya, kau boleh tampar aku…

 

From : Jiho Oppa

            Hanya ingin tahu apakah kau sudah di rumah. Kau pergi begitu saja setelah kejadian tadi itu semakin membuatku merasa menjadi laki-laki paling brengsek di dunia, Jaehee-ya

 

From : Jiho Oppa

            Tidak seharusnya aku melakukan itu, mianhae

 

Jaehee tetap tidak bisa menghapus bayang-bayang itu. Ditambah bayang-bayang masa lalu yang sudah berusaha ia kubur dalam-dalam, yang tadi pagi karena Joonmyun menyeruak ke permukaan, dan Jiho justru semakin membuat kenangan itu nyata.

Jaehee mencuci wajahnya, menyikat giginya dengan kasar sambil menangis. Ya, ia menangisi nasibnya. Bagaimana mungkin ia melakukan perbuatan yang paling ia benci dan paling ia kutuk seumur hidupnya?! Ia membiarkan dirinya dicium oleh laki-laki lain, dan parahnya ia diam saja di perlakukan seperti itu! Wanita macam apa dia?

Dia sudah menjadi wanita rendah, wanita yang sama seperti wanita yang dulu ia kutuk mati-matian karena telah menghancurkan hidupnya, dan nyaris menghancurkan masa depannya.

Tubuh Jaehee meluncur turun, lemas pada lantai marmer kamar mandi dan ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya terisak.

 

   ”KALIAN BERDUA SIALAN! BANGSAT! BAJINGAN! PELACUR! KAU BILANG KAU SAHABATKU, APA YANG KAU LAKUKAN DI BELAKANGKU HAH?!”

   ”OMONG KOSONG KAU BILANG KAU CINTA PADAKU TAPI APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?! SIALAN!!!”

   ”DASAR WANITA JALANG! WANITA MURAHAN! PELACUR! PERGI KE NERAKA JAHANAM, JUAL SAJA DIRIMU!”

 

Jaehee terisak keras-keras mengingat semua kata-kata kasarnya pada sahabat baiknya, yang menangis terisak-isak memohon ampunannya, memohon maafnya. Bahkan bersimpuh pada kakinya, ia bahkan ingat ketika laki-laki itu minta maaf karena semua terjadi diluar kendalinya.

Dan kini, ia melihat itu semua terjadi kepada dirinya. Dia hanya manusia biasa, tidak bisa menghakimi orang seenaknya, apalagi menghukum mereka. Ia seolah di tampar, karena kini ia melakukan hal yang sama. Ia mengkhianati Joonmyun, ia telah mengkhianati Joonmyun tanpa sengaja.

Tapi apa Joonmyun akan mempercayainya? Atau justru akan membencinya seperti yang ia lakukan dulu, pada sahabatnya dan kekasihnya?

Karma eats you alive

 

*           *           *

SM Entertainment

 

Akhirnya latihan hari ini selesai, dan Joonmyun punya waktu untuk menghubungi Jaehee. Perasaannya masih tidak enak karena pertengkaran kecil mereka tadi pagi, terlebih sepertinya Jaehee benar-benar merasa tersinggung dengan jawabannya yang seolah merelakannya begitu saja pergi dengan laki-laki lain, dan merasa dia bukan wanita yang dihargai oleh kekasihnya.

Ia mencoba menghubungi Jaehee, tetapi operator yang menjawabnya. Hatinya semakin cemas, karena Jaehee jarang mematikan ponselnya. Ia jadi semakin merasa bersalah. Apakah Jaehee benar-benar marah padanya? Mereka sudah lama tidak bertengkar, masa hanya karena masalah Jaehee mau menunggunya dan ia berkeras memaksa Jaehee main mereka jadi begini?

Tadinya Joonmyun tidak mau ke apartemen Jaehee lagi, karena ia mau berkonsentrasi penuh untuk comeback-nya, tetapi pertengkaran ini semakin membuatnya tidak tenang. Akhirnya Manajer mengantarkannya ke apartemen Jaehee pukul dua pagi.

Joonmyun menekan kombinasi angka yang menjadi pass lock apartemen kekasihnya sekaligus tanggal ulang tahunnya.

FAILED.

Hati Joonmyun mencelos, Jaehee merubah pass lock-nya.

o0o

-cut-

INDAYLee Staff

Holaaaaaaa… mendadak galau padahal nungguin Moves Like Jagger? Hahahaha everything happens for reasons… and that’s why they keep doin skinship often because they will meet the downfall, ohhh /slaps yah begitulah namanya juga hidup gak mungkin selalu senang betul??? Tenang aja Moves Like Jagger akan muncul somewhere lol~ 

Mengenai cam kiss karena Ima dan Ra nanya emangnya cam kiss di Korea ada apa nggak, harus aku jelasin disini. Cam Kiss di Korea itu seperti cerita di atas memang ada lho, di pertandingan basket atau baseball, kalian bisa nonton We Got Married-nya KhunToria, Nam Goongmin – Hong Jinyoung, dan terakhir yang baru ngelakuin cam kiss kayaknya sih Song Jaerim – Kim SoEun. Hahahahaha…

Kemaren untuk yang berpikir Jiho menyerah lol lol, Jiho gak menyerah kapten~ dan oh iya, sepertinya bakalan ada satu apdetan lagi sebelum Neez mulai skripsi, jadi nanti kalo udah mulai skripsi agak-agak seret nulis JunHee-nya maklum ya, makanya sekarang mumpung ada ide tuang terus. Mudah-mudahan skripsinya cepet kelar cepet jadi sarjana, cepet bisa susul Papah Kim ke Korea, hehehe bye yeoooom~

Advertisements

41 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Cam Kiss

  1. ohsandal says:

    gg suka part ini dibanding part galau lainnya. ih sebel deh sama jiho, dia baik sebagai kakak tapi enggak buat co. ini namanya main curang bukan adil sesuai yang diobrolin terakhir sama suho. jaehee jadi pihak karma dan suho apa harus kehilangan pacar lagi? bukan karna ditinggalin tapi dilangkahi. jaehee sikapnya jadi lembek ia dibanding awal hub sama suho .-.

  2. Dana says:

    APA INIIII KENAPA JADI GALAU????!!!
    Omg jihooooo apa yg kau lakukaaaannn padahal kemaren udah agak mulai seneng sama jiho gara2 udah mengakui joonmyun tapi kenapaaaaaaaa duh screw you jiho 😦
    Dan sebenernya ada apa dengan masa lalu jaehee??? Yg aku tangkep sih dia pernah dikhianatin pacarnya yg selingkuh sama sahabatnya, iya gak sih haha sotoy amat yakk ehe
    Joonmyunnnn ayo selamatkan jaehee dari bayang2 masa lalunyaaaa huhu couple ini harus keep romantic dongggg ahhhh
    Omg sooo penasaran sama lanjutannyaaaa aaaaaaaakkkkkk

  3. Lisa says:

    Huree kok jadi gini kak:’ kok malah jafi bertengkar:3 well jihonya juga nyebelin masa main sosor2 ajaa kan ngga sopan:3 terus jjnmen sama jaeheenya gimana nih kak? Passlock sampe diganti loh:3 aduhh aku tunggu ya kakanyaaaa

  4. FAWN says:

    ih jiho ngeselin ;A; apasih langsung poppoae gitu aja. Itu pacar orang pelisssss

    Gimana sama reaksi Junmyeon nanti? Gak kebayang bakal ASDFHJKL. Duh konfliknya ulala~

    I’ll wait for next ya kak! Semangat skripsinya 😉

  5. adindacynthia says:

    Yach, kenapa malah jadi berantem sih -_-
    Ngerti maksudnya Suho baik, tapi kenapa ujungnya malah kayak gini. -_-
    Jiho astaga, dia nyari kesempatan dalam kesempitan itu namanya, hadeuh..
    Oh, jadi Jaehee punya masa lalu yang kelam, tapi dia bukan maksud mau ngekhianatin Suho kok, ini bukan karma.
    Yach, kenapa malah gini jadinya -_-

    Aku fikir Junhee update yang Moves like jagger itu.. 😀

  6. @deulight95 says:

    Aaah … bacanya sambil nyesek … bakalan dibuat galau ini sama pasangan junhee … udaah dong galau”.a …. ya ya…. awwww coba aja scene cam kiss jaehee & junmyeon /dreamin/ …

  7. H2 Hana says:

    hueeee what happen here??? jiho oppa parah beneran nih.jangan ganggu mereka oppa
    buat junmen.jan macem” yaaa kalian lg anteng”nya nih awas aja!

  8. Bubble Gum says:

    Suho nya pengertian tapi saking pengertiannya jaehee jd ngerasa kurang berharga, hehehe
    kesel ihhh sama jiho, ko gitu sih, jd jaehee inget masa lalu yg kayanya gk pengen diinget lg

  9. yeong_gu says:

    Heol..
    Part ini bikin emosi ..
    Nisyaaa jangan galau donggg huhuhu

    Pokonya besok besok bikin mereka mesra lagiii
    Ga suka ngeliat mereka berantemmm huhu
    Semangat semangattt hoshh 🙏🙌

  10. galakto.galuh.gal says:

    KULITIN JIHO OPPA.
    BAKAR JIHO OPPA.
    SATAY JIHO OPPA.

    KIRIM BALIK KE JERMAN JIHO OPPA.

    OPPA TIDAKKAH KAU MENGERTI JAEHEE LELAH SAMA SEPERTI HALNYA ESMERALDA LELAH? MENGERTILAH OPPA.

    HANA MANA HANA.
    Abangnya minta dikirim lagi ke Jerman ini.

    Papa Juuun. Aku pengen nangis. Kamu diboongin sama Jiho oppa. Jiho oppa nggak nyerah. eh malah kesempatan dalam kesempitan. /Sini jiho oppa. aku jepit di palung laut/ /Aku makin move on ceritanya sama Jiho oppa ini/

    Masa lalu. biarlah masa lalu. Jaehee terbayang masa lalu. disaat papa Jun sibuk menyiapkan comeback. Oke tanda-tanda galaunya akan semakin dalam. Esmeralda pergi aja dulu. Ntar kebawa galau. heuheuheu

    Semangat kak skripsweetnya. Cepet Lulus. Cepet sadarin Papa Jun. Jodohnya di Indonesia. Minta cepetan dikawinin. uhuuuk.

    XOXO
    GAL

  11. Prihartini Khoirun Nissa says:

    Pas baca judulnya ada kata-kata kiss aku kira jaehee yg melakukan itu dengan suho dan banyak adegan romantis versi mereka- manja-manjaan. Eh dugaanya melanceng banget 100%. Dari yang muali mereka berantem sampe jiho yg nyium jaheee. Entah nanti duho bakal tau apa enggak? Kalo tau penasaran sama reaksinya

  12. nayatiara says:

    jihoooooo what have you done 😦
    thats no no boy, she has someone else 😦
    so Jaehe ex was cheating with her bestfriend ?
    and Jaehee-ya~ why you have to change your pass code 😦
    are you scared that junmyeon will get upset ?
    please dont fight 😦 i love you both , please be good okay
    thank you for the hard woooork, waiting for the next one

  13. kjmlady says:

    kaaak nisyaaa aku br sempet baca huhuhu
    boleh lahya komennya panjang2 kaya makalah wkwk

    iya penipu si njun sambil modus bawa2 moves like jagger-_-
    si jun tuh ya kebangetan baik, apa kebangetan oon, selalu di kasih kesempatan sih buat jiho nya zzzz
    tapi emg niatnya baik sih ya.. dia gapengen jaehee ga bosen, karna dia juga nyadar diri gabisa ngasih lebih buat jaehee huhu kasian kan
    jiho panggilannya kesayangan banget lagi, udh heehee, pake honey embel2nya.. lah si njun-_-
    itu cam kiss serem ya.. kalo dateng nya sama temen cowok gimana cobaa…
    mana jaehee keinget masa lalu nya, aduh itu kenapa gak kaya dulu kan ya jaehee nya?

  14. LeeDaeShi says:

    Berantem lagi 😮 omooooooooo
    Jd flashback masa lalu ya? Ya ampun jaehee pernah dikhianatin sampe depresi dan minum obat 😮
    Segitu parahnya?
    Suhooooo, kasian dia malah mikir jaehee marah krna kata2nya pdhal kan lebih krna jaehee inget masa lalu kelamnya. Jadi salah paham deh 😦
    Jiho tuh ya ampun ga kapok2nya ya ngejar jaehee. Trus badmood sndiri deh akhir nya pas tau JunHee sering habisin malam bareng :3 ya namanya juga lagi cinta2nya mas. Sama aku aja sini mas jiho lol
    Kzl bgt! Enak aja dia main cium2, kalo aku mah digituin lgsg aku tunjang deh dia /emg ada yg mau kayak gtu ke aku? Lol/
    Biar tau rasa noh si jiho. Tp kan ujung2nya suho jg kena imbasnya. Semoga jaehee ga kenapa2 dan suho bs nerima walaupun secara ga sngaja jaehee udh kecium sama cwo lain~
    Next story ditunggu ya kak
    Dan semangat buat skripsweetnya :’), fighting kak nisaaaaa

  15. Selvi says:

    Sebel banget sma jiho kan jaehee nya jadi galau nanti kasihan jga am suho nya jadi ngak bsa ketemu ama jaehee
    Gimna reaksi suho pas tau klau jaehee ciuman am jiho
    Di tunggu next part nya
    Fighting

  16. Hyena says:

    Ih apaan sih tu jiho, dah tau jg jaehee dh pnya pacar tp masih aj ngedeketin. Kan kasian jaehee nya sampek gitu.
    Keren sangat eon luv luv luv somuch

  17. blackangel (lollicino) says:

    AAAA JIHO WHAT HAVE U DONEE BRUUHHH😱😱😱😱😱 parah parah parah jiho paraahhh tautau langsung narik cium mending kalo yang ditarik aku eak *salah* *dilempar*
    Tapi kasian suho yang kena batunya, gatau apa apa tautau lostcon sama jaehee;-; JIHO OH JIHO
    Baru tau kalo ada yang namanya cam kiss. .-. Unyu sih, tapi malah jadi masalah kalo udah nyorot pasangan yang salah wkwkwkwkwkwk hampir sama pula kisahnya dengan kisahku eak #terjebaknostalgia #iyakbetulsekali #salah #pergiaja wkwkwkwk
    Love it!!😍😍

  18. heeryaa says:

    part ini galau ya ka? dan kenapa pake segala ada camkiss aigoooooo jadi malah bikin si jaehee ngerasa bersalah… btw aku yang belom pernah baca part nya atau memang belum diceritain masa lalunya jaehee? yang bagian
    “Ia dulu pun seperti Joonmyun, sampai akhirnya kepercayaannya dikhianati dan dia nyaris… Jaehee mengembuskan napasnya kuat-kuat dan mencoba mengenyahkan bayang-bayang masa lalu yang sudah ia geser di pojok ruangan hatinya.”
    ini?
    *reader yang baca nya lompat lompat* T____T

  19. winnurma says:

    gregeten bgt sms jihoo
    kalo di kaina seneng bgt sama jihoo kakak idaman kalo disini bawaannya gregetan mulu sih
    perang kayaknya hehe
    sukses buat skripsinya eon fighting

  20. kkamjongiechoco says:

    Kyaaaaaa jiho kenapa harus nge-cam-kiss si jaehee, kenapa jaehee harus ntn pertandingan sm jiho?kenapa gak sm suho?kenapa suho harus ngebolehin jaehee keluar?kenapa jaehee mau diajak keluar sm jiho? okeee terlalu banyak kata kenapa disini wkwk. tapi tetep aja couple ini jd fav aku!!!!><

  21. lunara says:

    Aish! Jeongmal~ jiho oppa wae???
    knp harus kisseu jaehee? Kasian jaehee makin terpuruk gara2 mengingat masa lalunya dulu T.T

  22. dyorawr12 says:

    gimana jaehee ngga ngamuk… well jiho keterlaluan emang banget…! Kasian jaehee jd nggak tenang kan… rasa2nya bakal galau nih… ini kopi kak! Pahit dikit wkwkwk junmen gimana nih junmen penasaran sama reaksinya secara udh terang terangan beliau mengibarkan bendera perang buat Lee Jiho ㅋㅋㅋ~

  23. nauliueo says:

    Bener bener! saking ga kuatnya ngebayangin apa yg bakal kejadian, aku jadi skip skip sambil merengut. ㅠㅠ

    Kasian jaehee, junmen..

    Jiho ngeselin abis. Hih!

  24. Cloudy cho says:

    Kakaaaakk.. kenapa ceritanya jadi galau begini?? Mana Junhee yg sweet adem ayem?? Ahhh, tapi tapi.. namanya hubungan ga ada yg mulus sih hahhaaa..
    Gara” lee jihoo, jaehee jadi begini. Itu kenapa masa lalu yg d kubur dalam”? Kayanya bakalan pelik banget dehh masalahnya. Siapin tissue 😦

  25. ginggit says:

    jaehee ngerasa bersalah sekaligus keinget masa lalunya jdi kasian padahal dia gak bermaksud khianatin suho dasar jihoo brengseeeeek aiiih bejek bejek tuh si jihooo

  26. Aeni Fei Hyun-Ri says:

    Galau ih galau gara-gara cam kiss.. Gimana reaksi Junmyeon kalo liat cam kiss pacarnya ma Jiho? trus kenapa Jaehee ganti pass lock apartemennya? jaehee pernah dikhianatin ya, mantan pacarnya selingkuh ma sahabatnya sendiri.

  27. handayaniwidya0 says:

    ooooo ternyata gini toh kejadian ciumannya jiho jaehee. Asli pengin ane tamong tu si jiho.
    pasti jaehee jadi serba salah… waaaa gimana ya reaksi junmyeon pas tahu cam kiss jiho jaehee. ckckck parah nih. chapter ini sukses bikin erelelelele

  28. Wulan says:

    Ooohhh dia punya bad memory yach…dsr jiho nyari2 kesempatan adja….khan jd kasian jaehee nya…
    Kno d ganti pw apartement y..joonmyun pasti khawatir bgt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s