.:JunHee Veiled:. Moves Like Jagger

moves like jagger

Moves Like Jagger || Romance, Humor || Oneshot || PG17 (Eyyaaa)

Kim Joonmyun / EXO Suho || Oh Jaehee / OC 

© neez

Moves Like Jagger

Sung by : 

Joonmyun’s Favorite Band : Maroon 5

feat

Jaehee’s Favorite Singer : Christina Aguilera

Kim Joonmyun adalah kekasih yang tidak pernah selalu bisa ditebak. Buktinya selama berkencan dengan Joonmyun selama lebih dari satu tahun, Jaehee masih sulit memprediksikan kapan ke-random-an Joonmyun muncul, atau mood swings Joonmyun muncul.

   Seperti malam ini, ketika sepertinya jadwal latihan individu Joonmyun sudah selesai lebih cepat, dan tanpa mengabari apa-apa, dia langsung meluncur ke apartemen Jaehee, dan mengagetkan Jaehee yang sedang menonton televisi dengan gaya slebor.

   Joonmyun lebih banyak mendapati Jaehee di rumah belakangan ini, begitu dia tanya apa Jiho tidak mengajaknya makan diluar lagi, Jaehee menjawab jujur kalau Jiho masih mengajaknya, tetapi dia yang tidak mau, karena bosan jalan-jalan makan diluar terus, meski alasan sebenarnya adalah karena tidak mau saja jalan keluar dengan laki-laki lain.

   Kurang etis.

   ”Sudah makan belum?” bisik Joonmyun pada telinga Jaehee. Ya, mereka berdua menghabiskan setengah jam terakhir dengan sesi cuddle cuddle lucu. Dimana Jaehee berbaring di karpet, meniduri bantal besar, dengan Joonmyun menyangga hampir setengah tubuh Jaehee, dan ia berbaring miring memeluk gadisnya itu. Tangan Joonmyun tidak berhenti mengelus rambut dan perut Jaehee, sementara Jaehee sendiri menggenggam erat tangan Joonmyun yang bermain-main di perutnya.

   Jaehee menggeleng, matanya terpancang pada layar yang menayangkan siaran ulang serial lawas Friends.

   ”Mau makan?”

   Jaehee mengangguk, tetap tidak menoleh.

   ”Mau makan apa?”

   Jaehee menyahut, ”Apa saja.”

   Joonmyun memutar matanya dan mencubit pelan perut Jaehee yang sedikit kenyal, dan membuat Jaehee memekik dan membrengut, cemberut dan melotot pada Joonmyun yang menatapnya polos tak berdosa.

   ”Apa? Aku kan bertanya.”

   ”Kalau perutku biru bagaimana? Kau laki-laki mencubit perempuan, cubitanmu ala ibu tiri, Myeonie~” sungut Jaehee.

   ”Berlebihan. Aku kan tidak kencang-kencang mencubitnya. Makanya kalau ditanya jawab yang benar. Mau makan apa?”

   ”Ayam.”

   ”Aduh, Jongin makan ayam, disini kau mau makan ayam juga?” keluh Joonmyun, nampak muak.

   Jaehee cemberut, ”Ya sudah sup iga.”

   ”Nah, setidaknya lebih sehat.” Joonmyun meluruskan tubuhnya melepaskan pelukannya pada Jaehee dan mengambil ponselnya, untuk kemudian menghubungi restoran yang menyediakan sup iga, untuk diantar ke alamat Jaehee.

   Setelah selesai memesan, Joonmyun kembali duduk di samping Jaehee yang sudah mematikan televisi karena acaranya sudah selesai. Dan Joonmyun tiba-tiba bertanya, ”Sayang, penyanyi favoritmu siapa?”

   ”Eh? Kenapa memangnya?” tanya Jaehee heran.

   ”Penasaran saja. Aku tidak pernah tahu penyanyi favoritmu.”

   ”Hmm, internasional? Atau Korea?”

   Joonmyun bersandar pada kaki sofa dengan kedua tangan menopang kepalanya, ”Kalau Korea sih aku sudah tahu, Fly To The Sky…” ujarnya sinis. ”Dan U Kiss, geurae?”

   ”Ih, begitu…” Jaehee memukul pelan bahu Joonmyun. ”Kan mereka itu selain EXO, favoritku ya EXO…”

   ”Arasseo, arasseo, tapi yang aku mau tau penyanyi internasional. Solo…”

   Jaehee berpikir, dan menjawabnya lambat-lambat, ”Banyak sih sebenarnya lagu yang aku suka. Tapi kalau penyanyi… Beyonce, dan, ah!” Jaehee menepukkan tangannya bersemangat, kedua matanya berbinar. ”Christina Aguilera! Sejak kecil aku suka dia!”

   Alis Joonmyun terangkat, ”Christina Aguilera?”

   ”Eoh, kau tahu kan?”

   ”Hmm, yang menyanyikan lagu genie genie?”

   ”Genie in the bottle, Kim Joonmyun,”

   ”Iya itu maksudnya…” seloroh Joonmyun, kemudian dia menepukkan kedua tangannya. ”Nah, mumpung ternyata kau suka dengan Christina Aguilera, aku mau minta tolong padamu, Sayang.”

   Jaehee mengernyit, menatap pacarnya yang mendadak bersemangat itu dengan curiga. ”Wae?”

   ”Aku mau minta tolong, kenapa kau menatapku begitu?”

   ”Karena aku mencium sesuatu yang mencurigakan dari caramu minta tolong, Pacarku Sayang.”

   Pipi Joonmyun memerah, ”Baru kali ini kau memanggilku ’pacarku sayang’ lho. Woaah…” dan ia terjebak dalam kebahagiaannya sendiri dengan bertepuk tangan dan nampak terharu.

   ”Apa sih?!” Jaehee jadi ikut malu, dan berdiri lari ke dapur untuk mengambil minuman.

   ”Kau memanggilku ’pacarku sayang’ tadi, Sayangku.”

   ”Lalu? Tidak suka?!” seru Jaehee balik.

   ”Neomu joha~”

   ”Kalau begitu diam!”

   Dan Joonmyun terkekeh, ikut berdiri mengikuti Jaehee, yang sekali lagi tengah membungkuk mencari-cari di dalam kulkas. Untunglah kali ini anak itu memakai pakaian normal, meski celana pendek dan kaus longgar yang terkadang memamerkan bahunya.

   Asal tidak transparan lagi, Ya Tuhan…

   ”Kau mau minum?” tawar Jaehee.

   ”Oh, ada susu?”

   Jaehee menutup pintu minuman dinginnya, dan membuka pintu sebelahnya, ”Kalau susu disini…” ia menarik keluar karton susu dan menyerahkannya pada Joonmyun sementara dia sendiri menggenggam sekaleng Diet Coke.

   ”Aku serius, mau minta tolong padamu,”

   ”Minta tolong apa?”

   ”Sebenarnya ini untuk projekku di konser EXO,” jelas Joonmyun setelah menenggak susu putih tersebut.

   Jaehee menurunkan kaleng Diet Coke itu dari bibirnya. ”Projek konser?”

   ”Eoh, kau pasti bisa menebak kan kalau aku dapat kesempatan solo lagi. Nah kalau tahun lalu aku menyanyi, tahun ini aku mau menari.”

   Dan Jaehee menyemburkan minuman bersoda itu, karena kaget mendengar pernyataan Joonmyun barusan. Kim Joonmyun, dance? Astaga, para koreografer itu sudah gila atau stress menyuruh seorang leader EXO yang tidak bisa menari tanpa terlihat awkward ini.

   Joonmyun melirik Jaehee sinis. ”Aku tahu kau tidak mempercayainya, Sayang. Terima kasih banyak.”

   ”Ani, bukan begitu…” Jaehee buru-buru meralat ekspresinya. ”Hanya kaget, kenapa kau bisa menari?”

   ”Aku kan mau menari juga!” seru Joonmyun.

   ”Oke, oke… fine,” Jaehee mencoba mengendalikan dirinya agar tidak tertawa terbahak-bahak. ”Lalu kau mau minta bantuan apa?”

   ”Aku akan membawakan Moves Like Jagger,” Joonmyun bisa melihat kedua mata Jaehee membelalak tidak percaya akan apa yang ia katakan, tapi toh melanjutkan kata-katanya sebelum gadis di depannya menginterupsi, ”Dan kau harus membantuku, aku belum begitu lancar menarikannya.”

   ”Ya! Kau tidak salah minta bantuanku? Sejak kapan aku bisa menari?”

   ”Ayolah, Sayang, sekarang semua member sedang sibuk dengan persiapan solo mereka. Aku tidak bisa minta tolong Jongin karena dia juga sedang menyiapkan solonya dengan serius.”

   ”Lalu kau mau minta tolong apa?” tanya Jaehee sedikit malas. ”Jjamkaman!” Jaehee  mengangkat kedua tangannya, lalu kedua matanya menyipit melirik Joonmyun dengan tatapan yang tak kalah sadis dari pemeran-pemeran antagonis di K-Drama. ”Tunggu sebentar, tadi kau bilang kau mau minta tolong padaku, kan?”

   Joonmyun mengangguk-angguk cepat, bak hiasan bunga matahari di dashboard mobil.

   ”Jadi, agar supaya jelas,” Jaehee melipat kedua tangannya. ”Kau mau mengatakan kalau kau akan, err… berdansa Moves Like Jagger?” lagi, Joonmyun mengangguk, dengan wajah penuh senyumnya. ”Dengan dancer?”

   Akhirnya, Joonmyun kini paham apa yang Jaehee maksud, ia memiringkan kepalanya dan balas bertanya, ”Apa aku mencium ada yang sedang cemburu?”

   ”Mwoya! Aku hanya bertanya kau akan berdansa Moves Like Jagger dengan dancer?!” Jaehee menghentakkan kakinya, wajahnya merah, campuran malu, kesal, dan tentu saja cemburu. Dan semua itu justru membuatnya semakin terlihat menggemaskan di mata Joonmyun yang memang sengaja menggodanya.

   ”Lalu?” tanya Joonmyun tanpa dosa.

   ”Lalu jawab!!!”

   ”Ya tentu saja dengan dancer. Tapi semua dancer juga kini tengah sibuk, makanya aku minta tolong padamu, Sayang…”

   ”HUH, SHIREO!!!”

   ”Ah, wae… kau tidak kasihan padaku?”

   ”Minta tolong dancer sana!”

   ”Tapi aku mau minta tolong padamu…”

   TING. TONG.

   ”Ah, makanannya datang sepertinya, jjamkaman,” Joonmyun mengeluarkan dompetnya dan menjejalkan Jaehee kartu berwarna hitam dan mendorong gadis yang mirip Garfield yang lasagna-nya di curi ke arah pintu untuk segera menjawab tamu yang datang.

   Bersungut-sungut Jaehee membuka pintu apartemennya. Pegawai restoran iga itu membungkuk memberi salam dan mulai mengeluarkan dua mangkuk sup iga, acar, dan nasi yang dipesan Joonmyun tadi dan meletakkannya di atas meja kecil di samping rak sepatu Jaehee.

   Selesai memberitahukan harganya, petugas itu mengeluarkan mesin EDC dan menggesek kartu hitam Joonmyun, yang  ditandatangani oleh Jaehee. Begitu pegawai restoran itu pergi, Joonmyun muncul dan membantu Jaehee membawa makanan itu ke ruang makan, meletakkannya di atas meja makan.

   ”Setelah makan, kita latihan…” Joonmyun tersenyum lebar, kelewat ceria, hingga ingin rasanya Jaehee meleempari wajahnya dengan sendok. Joonmyun masih terus menahan senyum saat melihat gadisnya menusuk-nusuk iga yang sama sekali tidak bersalah dengan sumpitnya. Karena mungkin membayangkannya menari bersama dancer.

   Joonmyun geleng-geleng. Memang hubungan mereka membaik, beberapa bulan belakangan. Tiada hari tanpa sesuatu yang manis diantara mereka berdua. Tapi tetap saja, dalam hal cemburu dan mengungkapkan perasaannya, Jaehee masih cukup kesulitan dalam melakukannya. Joonmyun tidak membesar-besarkannya juga, toh dengan melihat ekspresi Jaehee yang sengaja ia pancing untuk cemburu, Jaehee termakan juga.

   ”Ayo! Kita latihan. Sudah kenyang, sudah bersemangat! Dan aku akan memakai kostumku untuk nanti di atas panggung,” menyeret Jaehee yang ogah-ogahan menuju walk in closet-nya yang cukup besar dengan kaca yang besar di dindingnya, tempat Joonmyun hendak berlatih.

   Jaehee menggaruk tengkuknya yang tak gatal, melihat bayangannya di kaca besar yang terlihat kesal. ”Lalu aku ikut ganti baju?”

   ”Tak perlu, sudah cukup begitu.” Joonmyun kembali dari luar membawa tas besarnya yang tadi ia bawa-bawa ke apartemen Jaehee dan meletakkannya di meja rias Jaehee, dibukanya ritsleting tas hitam itu dan ia mulai mengeluarkan alat-alat make up.

   Alis Jaehee mengerut, ”Itu untuk apa?”

   ”Kostumku.” Sahut Joonmyun berbalik menyerahkan sebungkus botol-botol kecil yang mirip seperti botol eyeliner cair yang biasa Jaehee gunakan. ”Igeo, dan ini… kuasnya.”

   Jaehee menerima bungkusan berisi botol-botol kecil dan satu tas penuh kuas Bobi Brown dari tangan Joonmyun. Alih-alih marah, ekspresi di wajahnya yang sedikit bulat itu berubah menjadi bingung.

   ”Kostum?” tanyanya.

   Joonmyun mengangguk.

   ”Ini…” Jaehee membaca botolnya. ”Ini kan… tattoo?”

   ”Tato temporer.” Joonmyun mengangguk.

   Jaehee masih tampak tidak mengerti, dan wajahnya menggemaskan sekali hingga Joonmyun ingin menciumnya. Tetapi ia sudah memikirkan rencana ini matang-matang. Bahkan berdebat dengan dirinya sendiri apa ia harus melakukan ini atau melakukan hal lain, tetapi akhirnya rencana ini yang menang. Ia dan Jiho sudah melakukan tantangan perang terbuka, dan ia sudah berjanji akan memenangkan hati Jaehee terus, dengan menebarkan pesonanya pada gadis yang terkadang bisa sangat polos, seperti saat ini.

   ”Katanya kostum.”

   Joonmyun memutar matanya dan berbalik memunggungi kekasihnya sambil menatap bayangannya di kaca. Ia bergumam, ”Bagaimana kau bisa tidak mengerti maksudku, Sayang?” bisiknya. Dengan satu gerakan cepat, Joonmyun melepaskan kain terakhir yang membungkus tubuh bagian atasnya.

   Kedua bola mata Jaehee nyaris keluar dari tempatnya, ia melotot meski hanya menatap punggung Joonmyun yang putih mulus dengan sedikit ruam kemerahan dan kebiruan, hasil jerih payahnya berjam-jam berlatih di ruang latihan gedung SM Entertainment.

   Tetapi lihat. Tubuh yang dulu jika terbungkus masih terlihat begitu kecil dan kurus, kini telah berubah seiring bertambahnya usia si pemilik tubuh, dan latihan dance rutin, ditambah lagi fitness rutin yang selalu Joonmyun ikuti. Tulang punggung Joonmyun terlihat lurus dan menonjol, karena otot punggungnya sudah mulai terlihat. Lengan yang selalu jadi tempat tidur untuk Jaehee, yang terlihat nyaman namun kokoh itu kini menunjukkan eskistensinya dan mungkin hasil latihan berjam-jam yang Joonmyun lakukan.

   Satu kata. Sempurna!

   Jaehee menelan ludahnya kuat-kuat. Otaknya sering macet sejak lama tinggal bersama Hana, salahkan gadis polos itu yang mungkin kini sudah menularkan beberapa virus loading lama-nya. Ia tidak paham, ia tidak mengerti.

   ”Hmm,” Joonmyun berbalik, kini menunjukkan tubuh bagian depannya yang memang mungkin belum segagah Siwon Super Junior, apalagi Taecyeon 2PM, tetapi jelas apa yang Jaehee lihat bisa membuat otaknya masuk neraka selama-lamanya, apalagi bayangannya mengenai tangannya yang ingin meluncur naik turun di atasnya.

   Joonmyun tersenyum tipis. Dalam hati ia merasa senang bukan main, ternyata efek dirinya begini besar terhadap kekasihnya. Jiho tidak akan pernah punya kesempatan! Kekehnya dalam hati. Tetapi, sebagai mahasiswa jurusan akting, jelas Joonmyun tidak boleh menunjukkan perasaannya begitu saja agar korbannya mengetahui akal bulusnya.

   ”Tato tubuhku, Jaehee-ya,” tangannya terangkat dan mengelus bahu polos Jaehee, karena kaus longgarnya dan turun ke bawah terus hingga pada jemari Jaehee yang menggenggam erat kantung kuas Bobi Brown. ”Seperti Adam Levine. Kau tahu kan?”

   ”Kau akan berpenampilan begini di panggung?!” tanya Jaehee, suaranya tak lebih dari bisikan. Wajahnya masih sangat shock.

   Joonmyun duduk di meja rias Jaehee dan mengangguk, mata cokelat lembutnya menatap Jaehee, menunggu. ”Tak perlu pola tertentu, apa saja… gambar saja tubuhku, Sayang.” Dan itu membuat Jaehee meneguk liurnya dalam-dalam dan otaknya masih saja sulit mencerna.

   ”Palli!”

   Jaehee menarik napas dalam-dalam dan menggelengkan kepalanya, berusaha kembali pada akal sehatnya. Ia meletakkan botol-botol berisi cairan tato temporer itu di atas meja riasnya dan membuka kuas Bobi Brown itu. Menarik satu kuas yang biasa digunakan untuk concealer, dan menarik keluar botol-botol dari dalam kantung transparan dengan tangan bergetar, Joonmyun menahan senyum.

   ”W-warna a-apa?” tanya Jaehee bingung.

   ”Apa saja, sesukamu saja, Sayang.”

   ”Ehem…” Jaehee batuk-batuk mencari suara di tenggorokannya yang mendadak kering. ”Tapi aku tidak bisa… menggambar…”

   ”Jangan khawatir, ini kan tato temporer, bisa dihapus lebih cepat dengan cairan khusus, Sayang.”

   ”Tapi…”

   ”Yang lihat hanya kau… yang melihat ini hanya kau saja…”

   Entah apa yang merasuki Jaehee, sampai ia menggenggam kuat-kuat botol hitam itu dan mengangguk. Napasnya mulai memburu. Astaga! Tidak ada yang berbeda dari menggambar di kertas gambar, bukan? Gambar saja bebek! Seru pikiran Jaehee yang kesal kenapa dia bisa segugup ini.

   Mencelupkan kuas itu dalam botol tato Jaehee menatap Joonmyun bingung, berusaha tidak mejelalatkan matanya kemana-mana. Kepalanya kosong, melihat tubuh putih polos, ditambah dengan dua mata yang sama polosnya dengan tubuhnya.

   Bagaimana bisa?? Ya Tuhan, ampuni dosa Jaehee, Ya Tuhan…

   ”Kau mau mulai darimana?” tanya Joonmyun tidak membantu sama sekali, padahal ia tahu betul Jaehee mau pingsan sekarang. ”Dari depan? Ya dari depan saja, bagian belakang aku punya cetakan tatonya.”

   ”Keurae,” Jaehee menjawab lemah.

   Seakan belum cukup, Joonmyun menarik Jaehee, yang memekik, napasnya tercekat, untuk duduk di atas pangkuannya. Lengan Jaehee melakukan kontak langsung dengan tubuh dada bidang Joonmyun, ia bisa merasakan lembabnya dada Joonmyun karena pemanas di ruangan ini sudah dinaikkan temperaturnya.

   ”Bagian atas dulu,” bisik Joonmyun, sengaja, pada telinga Jaehee yang berdesir.

   Rasa-rasanya Jaehee hanya meminum Diet Coke, kan? Kenapa dia jadi seperti orang mabuk?

   Pelan-pelan, Jaehee menyentuhkan kuas concealer itu di bahu sebelah kanan Joonmyun, di dekat tempatnya di dekap erat oleh Joonmyun. Ia duduk dengan posisi miring di pangkuannya, ia bisa mencium aroma khas dari parfum Joonmyun yang bercampur dengan keringat, yang justru semakin menambah kadar kemaskulinitasan seorang Kim Joonmyun.

   ”Maaf, aku tidak bisa menggambar dengan baik ya,” Jaehee memperingatkan Joonmyun dengan suara berusaha senormal mungkin. Dan Jaehee menggoreskan kuas itu melintang untuk membentuk pola-pola abstrak pada bahu Joonmyun.

   Disini, mungkin, perhitungan Joonmyun sedikit salah. Ia kira ia yang akan menang dan membuat Jaehee mabuk. Tapi, ia salah! Sentuhan kuas dan tubuh serta tangan gemetar Jaehee yang malu-malu menyentuh tubuh polosnya membuatnya gila juga!

   Jaehee mungkin tidak tahu tetapi goresan demi goresan kuas pada bahu yang menjalar ke arah leher, ditambah dengan napas Jaehee yang serius, dan gigitan bibirnya yang menahan sesuatu di dalam perutnya, membuat Joonmyun juga kehabisan napas dan kehilangan akal sehat.

   ”Ja! Bahunya sudah digambar. Bahu sebelahnya…”

   Joonmyun hanya mengangguk, takut mengeluarkan suara, sementara Jaehee mengubah posisi duduknya, kini mulai menggambar bahu kiri Joonmyun. ”Tidak perlu sama dengan yang kanan kan?”

   Joonmyun mengangguk, berusaha mempertahankan kesadarannya, dengan mencengkram pinggul Jaehee keras, seolah menahan bobot gadis itu agar tidak bergeser terlalu jauh dari pangkuannya, padahal untuk bertahan tidak melakukan hal yang iya-iya dengan gadis diatas pangkuannya ini.

    Kendalikan dirimu, Kim Joonmyun! Itu hanya kuas!

   ”Ja! Sudah!”

   Joonmyun menelan ludahnya, ”Ka…kalau begitu… dada.”

   ”Ne?!” wajah Jaehee semakin pucat, tetapi di hadapannya Joonmyun begitu bersinar. Begitu gagah, begitu sempurna, begitu tampan, dan begitu memabukkan untuk dilewatkan begitu saja. ”Dada?”

    Joonmyun mengangguk.

   ”Keundae…”

   ”Adam Levine, Jaehee-ya, kau tahu Adam Levine, kan?”

   Jaehee menghela napasnya dalam-dalam dan berusaha berdiri, ”Kalau begitu, aku harus ganti kuas.” Joonmyun melepaskan pelukannya dan membiarkan Jaehee mencari kuas yang lebih sesuai. Kali ini ia menggunakan kuas untuk membentuk alis mata, dan mencelupkannya pelan-pelan sambil terus berusaha menenangkan hatinya yang berdemo.

   Joonmyun tidak lebih baik, ia memejamkan matanya rapat-rapat berusaha mengingat tujuannya hari ini untuk apa. Jaehee, kembali ke hadapannya, dan ekspresi wajah Jaehee lah yang membuat Joonmyun sadar, tidak lagi berpikir macam-macam. Karena ia mau tertawa terbahak-bahak justru melihatnya. Jaehee bak boneka yang dikendalikan oleh tali.

   ”Hmm…” ia bergumam, tidak mengerti harus menggambar dengan posisi bagaimana.

   ”Sini,” Joonmyun menarik Jaehee untuk kembali duduk di pangkuannya, ”Gambarlah,”

   Jaehee menelan ludahnya susah payah, dan Joonmyun juga berdoa dalam hati agar dapat bertahan dalam siksaan nikmat hebat yang sebentar lagi akan melandanya. Dan benar saja, kali ini siksaan yang datang berbentuk ganda! Sial, bukan?

   Tidak hanya kuas yang menyentuh dadanya! Tetapi tangan Jaehee, jemarinya yang lentik itu ikut menyentuhnya, bahkan menekannya agar bidang gambarnya semakin jelas. Keduanya mengembuskan napas berat pada saat yang sama, dan Jaehee mulai menggoreskan kuas itu.

   Menggunakan kuas yang lebih besar, tentu semakin menambah sensasi yang Joonmyun rasakan sekarang. Ekspresi Jaehee yang serius, dan bulir-bulir keringat yang mulai bermunculan di dahi kekasihnya itu juga tidak membantu sama sekali. Joonmyun selalu menyukai setiap ekspresi yang Jaehee buat, karena dulu gadis ini adalah gadis dingin tanpa ekspresi. Ia selalu memasang wajah masam, dan berkata tajam. Setelah cangkangnya terlepas, dan dapat melihat berbagai macam ekspresi wajahnya, Joonmyun menyukai segalanya.

   ”Ah, salah!” Jaehee mengeluh, dan mencari-cari tisu tetapi gerakannya yang ceroboh dan terburu-buru justru membuat cairan tato temporer berwarna hitam itu semakin terjatuh dan bahkan mengenai pakaiannya juga. Joonmyun terkekeh, bukan hanya dia yang grogi, bukan hanya dia yang grogi, batinnya dalam hati melihat Jaehee berusaha melepaskan diri.

   Persetan dengan pertahanan diri, Joonmyun meraih wajah Jaehee dan mengecup bibirnya dalam-dalam. Demi Tuhan, ini di tengah mereka ada sebuah botol yang semakin lama semakin tumbah dan merembeskan tinta tato berwarna hitam. Tetapi Joonmyun tidak peduli, pertahanan dirinya sudah jauh pergi melambai-lambai meninggalkannya, dan dia tidak menyesalinya juga.

   Ini salah satu pesonanya yang disukai Jaehee, kan?

Jaehee terengah-engah mengikuti ritme ciuman Joonmyun yang tumben sekali menuntut lebih darinya. Jaehee seakan berdiri di ujung tebing lepas, dan mereka berdua siap meluncur jatuh ke bawah dalam olahraga ekstrim bungee jumping yang menantang, tapi sekaligus memberi sensasi yang menyenangkan pada perut keduanya.

   ”Joon-myun…hmmhhh… tintanya,” Jaehee berusaha keras memberitahu Joonmyun bahwa mereka kini ketumpahan tinta, tetapi Joonmyun tidak peduli dan terus memberikannya sensasi menyenangkan, dengan mulai menggesekkan tangannya yang gelisah pada bahu kiri Jaehee, yang menjadi korban longgarnya kaus yang ia kenakan, dan satu tangan lagi menelusup masuk ke dalam perut Jaehee, merasakan gurat-gurat halus di perutnya.

   Jaehee tidak bisa menahan desahannya, dan Joonmyun justru semakin berani menaikkan dan memainkan tangannya di bahu dan perutnya. Jaehee menyerah untuk memperingatkan Joonmyun soal tinta, dan justru mengalungkan kedua tangannya pasrah.

   Inilah rasanya jadi Bella Swan waktu mencium Jacob Black yang telanjang dada.

   Dan rasanya fantastis. Joonmyun tahu, tangan Jaehee yang gemetar di tengkuknya. Dilepaskannya ciuman mereka, ia menatap Jaehee lurus pada kedua manik mata, dan tersenyum miring, sambil membawa tangan Jaehee menyentuhkan telapak tangannya tepat pada dadanya.

   Jaehee mencicit, menelan ludah, ”T-t-tinta…” tetapi Joonmyun justru menggoreskan tinta tumpah itu, dengan tangan Jaehee yang sudah menghitam turun hingga pusar, dan menuju pelvisnya. Jaehee menelan ludah kuat-kuat, menatap gerakkan tangannya.

   ”Kau boleh menyentuhku dimana saja, Jaehee-ya,” kata Joonmyun pelan. ”Dimana saja.” Sekali lagi ia menegaskan.

   Jaehee mendongak, dan sesuatu di dalam mata Joonmyun membawanya kembali dalam pelukan laki-laki itu dan mengecupi bibirnya kuat-kuat, meremas rambutnya, hingga tinta di tangannya sudah merayapi seluruh bagian tubuh Joonmyun dan juga tubuhnya.

   Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka berdua sudah berbaring di lantai walk in closet, disamping kursi meja rias, dengan botol tinta, dan tinta hitam yang berada di sekeliling mereka. Sementara Jaehee dan Joonmyun berpelukan tanpa kata, hanya saling merasakan suara degup jantung masing-masing.

   ”Ayo latihan,” kikik Joonmyun.

   Jaehee mendongak, melirik Joonmyun yang kepalanya berada tepat di atas puncak kepalanya sendiri, dan menyahut sinis, ”Yang punya ide untuk mesra-mesraan dan melupakan latihan dan kostum siapa, Kim Joonmyun?”

   ”Habis kau menggemaskan sih,”

   Jaehee terkekeh dan mencubit Joonmyun pada perutnya, yang dicubit mengerang pelan, ”Giliran begini saja dia yang mulai duluan, kemarin sok jual mahal tidak mau, huh~” gumamnya pelan, berusaha agar Joonmyun tidak mendengarnya.

   ”Ayo, berdiri… dan tidak usah berpenampilan sempurna,” Joonmyun menarik Jaehee berdiri menatap penampilan mereka berdua, yang sudah seperti tukang tinta atau habis bertengkar dengan cumi-cumi.

   Menyalakan ponselnya, Joonmyun mengarahkan agar Jaehee duduk di kursi terlebih dahulu, dan baru muncul ketika bagian bridge lagu, seperti bagaimana Christina Aguilera tampil dalam lagu Moves Like Jagger itu.

   Jujur saja, Jaehee mengakui menonton Joonmyun menari itu lebih menyakitkan daripada sakit mata, tetapi apa boleh buat, pacarnya ini sedang berusaha keras untuk menampilkan yang terbaik. Menutupi bibirnya yang berkedut-kedut menahan tawa, ia memutuskan menikmati tubuh polos Joonmyun yang meliuk-liuk saja.

   ”Nah, bagian ini…” Joonmyun tiba-tiba mem-pause lagunya sebelum bagian bridge, dan mengajarkan Jaehee menari. Gerakan yang tidak begitu sulit, tetapi membutuhkan kesadaran cukup, karena sekarang ia harus membelai tubuh polos Joonmyun bak sexy dancer.

   Lima kali putaran, Jaehee rupanya bisa menguasai gerakan yang Joonmyun ajarkan dengan mudah. Bahkan, kalau boleh sombong, Jaehee bisa saja sesumbar, bahwa ia lebih pandai menari daripada Joonmyun sendiri, tetapi Joonmyun bisa ngambek dan pundung di pojok ruangan, jelas Jaehee tidak mau menghabiskan waktu satu jam untuk menenangkan kelinci ngamuk, bukan?

   ”Woah, kau hebat juga,” rupanya Joonmyun juga memuji kebolehan Jaehee dalam menghapal gerakan. ”Kau bisa jadi idol,”

   Jaehee memutar matanya, sambil nyengir. ”Kalau aku jadi artis, nanti kita bisa ketahuan Dispatch kalau kencan, Sayangku.”

   ”Aww, dua kali kau memanggilku ’Sayang’ hari ini.”

   ”Astaga!”

   Jaehee menepuk dahinya kuat-kuat.

   ”Okay, kita latihan satu kali lagi, dan habis itu mandi… astaga lihat, kita sudah mirip Dalmatian.”

   ”Shireo!” dengan usil Jaehee mencolek hidung Joonmyun dengan tinta tato dan membuatnya nampak seperti Rudolf berhidung hitam, atau Mickey Mouse. Jaehee terbahak-bahak hingga terjengkang dan berguling-guling di lantai. Melihat gadisnya yang biasanya kalem bisa terbahak-bahak seperti ini, Joonmyun balas mencelupkan jarinya dan menekan kedua tubuh Jaehee di lantai, hingga gadis itu terkesiap.

   Joonmyun tersenyum nakal padanya, ”Kau… main-main denganku ya, Jaehee-ya?” dengan posisi Joonmyun yang kini menguasainya, kedua mata Jaehee melebar, kaget, ngeri, tapi senang (walau pasti dia tak akan mengaku), Joonmyun menatap dalam mata Jaehee. ”Coba, kenapa kau menertawakanku? Berani taruhan, kau pasti berpikir aku aneh… hmm?”

   ”A…aniyo…”

   ”Sayang, tanganku yang satu ini bebas lho…” Joonmyun memamerkan kekuatan tangannya, ya satu tangan menahan dua tangan Jaehee di atas kepala, dan satu tangan dilambai-lambaikannya di depan wajah Jaehee. ”Kau mau tanganku ini melakukan sesuatu pada tubuhmu, hmm?”

   ”S-shrio… eh, shireo!”

   ”Lalu katakan tadi kau membayangkan aku apa sampai kau tertawa begitu hmm?”

   ”Tidak membayangkan apa-apa!” bantah Jaehee.

   ”Ddaeng!” Joonmyun menggeleng dan mencubit ringan perut Jaehee, yang sudah diangkat sedikit kaus longgarnya, sehingga perut cokelat itu terlihat kontras bertemu dengan perut putih Joonmyun.

   ”Ahh!” Jaehee mengerang. ”Apo!”

   ”Ayo, mengaku!”

   ”Shireo! Aku tidak memikirkan apa-apa!”

   ”Aku bisa mengangkat baju ini lebih tinggi lho, Sayang!”

   Jaehee menggeram dan wajahnya memerah, tapi mengumpulkan kekuatannya, meski ancaman Joonmyun lebih seperti tawaran manis baginya. Ia balas melotot, ”Buka saja!”

   Ganti Joonmyun yang terkejut, ”Mwo?”

   ”Buka! Buka saja, sini! Perlu aku bantu?!”

   ”Aish!” dan dengan geram Joonmyun malah mencoreng-morengi wajah Jaehee yang gelagapan berusaha menghindar, dan bisa dipastikan wajahnya kini penuh bintik hitam.

   ”KIM JOONMYUN, NEOMU MIWO!”

-Cut-

Mau baca bagian Joonmyun-Jaehee sexy dance Moves Like Jagger? Comment, please ^^

-neez-

35 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Moves Like Jagger

  1. ohsandal says:

    inget ff nisya yang castnya donghae. karakter cowoknya awalnya malu malu buat mulai skinship pertama tapi sekalinya udah selanjutnya jadi pemimpin hahaha /pupuk suho dan donghae/ serius ini suho bakalan perfom dance? :O aduh jaehee pengertian ia gg mau terlalu sering jalan sama cowok lain. kali ini main tinta-tintaan mungkin selanjutnya cinta-cintaan hahaha XD makasih udah update ^^

  2. Dana says:

    Hahahaha joonmyunnn kenapa kau jadi nakal sekarangggg tp aku suks kyaaaaaa
    Omo jaehee how lucky you are bisa ngedance sama joonmyun aaaaa mau baca bagian lengkapnya pas sexy dance plisssssssss

  3. Bubble Gum says:

    ngakak bayangin dance nya joonmyeon, uuuppsss
    hubungan mereka tambah so sweet, berkat adanya gangguan dari kakanya hana, hahaha

  4. tanianatashia says:

    Eiys papa suho ini kenapa jadi usil sih hahaha, tapi ka seriusan itu belepotan tinta kasiaan tauuu wkwkwk. Mau dong kaaaa mau baca yang mereka sexy dance nya hihihi

  5. adindacynthia says:

    Woah, ini apa.. Kenapa Suho bisa berubah gitu, efek Jiho besar juga ternyata…
    Jadi inget pas KaiNa dulu 😀
    Gara-gara Minkyu Jongin berusaha jadi pacar yang lebih baik, semoga hubungan Suho sama Jaehee bisa lebih baik lagi, tambah lagi keromantisannya 😀
    Eh, beneran ngebayangin Suho ngedance 😀
    Mana eonni part Suho-Jaehee sexy dancenya.. kepo nih 😀

  6. Lisa says:

    Mau kak mauuuuu… Ahh mau baca pas mereka dancenyaa
    Huaa mereka makin nakal yaa, tapi sukaa hihi. Jadiii mereka uda bebas banget ya ngeeksplor kasih sayangnyaa. Wah sukaaa ditunggu lanjutannya yaa kak hihi

  7. yeong_gu says:

    Aduh lupa td mau komen apa ya pas baca awal awal hahaha
    Ilang konsentrasi nih gara gara adam levien jadi jadian wkwkwkw
    Intinya sih bikin ngakak hahaha, seketika otak blank hahaha tp tp tp tp laen kali banyakin lah serempetannya *eh haha
    Lalalala udh ah itu aja hello kitty mau dance move like jager bareng abang jongin kkkk

  8. kjmlady says:

    curang!! pada ber cuddle” ria berdua doang TT
    jun dodol, genie genie apaan coba wkwk tau genie nya doang-_-
    hahaha jaehee sama, aku jg kaget! dia mau dance? dance something aja sekalian 😀
    huehehe jaehee jealous sm dancernya
    huekkk ngebayangin punggung.. badan.. otot… malem”… ga nyambung banget aku malah ngebayangin my lady suho focus yg di tlp hk ya allah ampuniiii
    kaaaaaaak nisyaaa aku beneran ga kuat baca ini… salah waktu baca nya TT jun nakal bgt yaudah aku gamau komen ttg bawah”nya, mau lanjut baca drabble aja TT

  9. H2 Hana says:

    huaaa junmen…gak bisa berkata kata but so awesome… dan jaehee un,yg sabar ya ngadepin junmen. “sayangku~~~” eaaaaaa……

  10. it'sme Min2 says:

    pelajaran hari ini mari main tinta sama granpa kkyyaaaaaaaaaaaaa >,<" ,,, trus ada cuddle cuddle lucu itu demi apa saya ampe merinding baca'a lmao

  11. galakto.galuh.gal says:

    ALLAHU AKBAAAR!!!

    INI PAPA NGAPAIN JADI GENIT-GENIT MANJA BEGINDANG KAK??
    KAK ADA KALIMAT ANEH -..- ‘Joonmyun
    balas mencelupkan jarinya dan menekan
    kedua tubuh Jaehee di lantai, hingga gadis
    itu terkesiap.’ Kedua tubuh Jaehee? Jaehee badannya satu aja kan kak?

    Ini dance mwoyaa? Sexy bingit? Serius TLP 2 Bakal begini? Gimana ntr Sehun kak? Aku harus menyiapkan apa?

    Masih ada lanjutannya? Seberapa PG17kah ini nanti bertahan, Naik level NC 17 Looh.
    Heuheu

    XOXO
    GAL

  12. Tommo's says:

    ASTAGHFIRULLAH *elus dada*
    langsung mendadak mupeng pas kata-kata ” Inilah rasanya jadi Bella Swan waktu mencium Jacob Black yang telanjang dada.” muncul di tengah-tengah
    dan bayangin Joonmyun shirtless itu semacam godaan iman parah:’)

  13. heeryaa says:

    skinshipnya…… hahahaaahha sempet curiga ini modusan si joonmyeon buat jaehee…..
    tp 20 menit kemudiannya itu diskip ada apa… haha

  14. Kauramints says:

    Aigooo leader satu ini bisa macem-macem juga ya ckck
    Bukannya latian (katanya) malah hampir yang iya-iya terus sama Jaehee huhu
    Mau dance macem apa sih Myeon?
    Ditunggu next storiesnya
    Keep writing 🙂
    Xoxo

  15. Hana Ardhani says:

    ……..wah ini xD wah mereka xD main tinta,gakebayang papa junmen ngedance TvT skinshipnya makin jadi yaampun xD
    penasaran bagian selanjutnyaa,

    next next nexttt

  16. @deulight95 says:

    Woah woah junmyeonnie … aduuuh nakal banget siiih … aduuuh genit jg …. *tarik nafas” .. aaah reader pusing kkkkkk … selalu suka kok momen junhee …. apalagi sekarang sering skinship manis gt … haha .. ditunggu edisi performnya deh

  17. nayatiara says:

    woaaaaaaah
    getting intense ya….. ._.
    hihihi
    lucu banget sih kalian berdua, gemes kekeke
    imagine junmyeon having solo stage for dancing is just…… hillarious ? sorry junmyeon
    gonna read the next one, bye byee, thank you for the hard work

  18. LeeDaeShi says:

    Kak, ini maksudnya apa kak 😮 kenapaaaa kenapaaaaa kenapaaaaaaaa 😮
    JunHee makin dewasa :’) duh makin intim :’) mreka kok ga langsung nikah aja sih kak 😭😂 ngarep bgt ini akunya sama mreka nikah.
    Duh ngecat dibadan, mau juga dong o<–< ngiri bgt ini aku sama jaehee 😭😂
    Gatau mau komen apa di ff kali ini. Pkoknya wow bgt deh, apalagi di bagian suho modus lol
    Skinship nya itu lho kak ya ampun ya ampun /heboh sendiri/
    Endingnya lol

  19. winnurma says:

    ketawa ketawa sendiri bacanya nahan napas juga kkk
    junmyoon sekarang ahli bgd buat godain jaehee mrk.udah jd psangan skinship skrg kkkk

  20. dyorawr12 says:

    Nggak dapet ngebayangin junmen ngedance gak bisa ngebayanginnya susaaah!!! Hahahaha yah panas kak banget wkwkwk masalahnya si pacar nggak pake baju neeeeh geraaaah mana tahaaan… uhuhuhu pake minta di tatto in junmen apa udh kehilangan ide brillian hahaha tp tingkat kesuksesan 100% woohoo

  21. Cloudy cho says:

    Wohhhooo… Joonmyun…. I cant breath, i cant breath kyaaaa. Iseng banget sumpah.. ini buat pamer” kelebihan ketimbang jihoo kan ya? Hahhhaa.. aduh k’nis.. makin suka aja aku sm Junhee, sweet as always

  22. Dee says:

    wew makin kesini makin dewasa yah :3
    elah mana dimodusin lg si jaehee 😦 jail banget yg ngakunya guardian ini wkwk gakuat sm couple ini gakuat /alay/

  23. handayaniwidya0 says:

    aku ngos2an bacanya… ampe nelen ludah berkali-kali.
    AKU JUGA PENGIN GREPE2 JUMYEON!!! WAAAAA EMAAAAAAKKKKK
    Sumpah skinship mereka ngeri… demen banget peluk2an sambil tidur2an terus pake elus2an plus cium2an segala lagi… hadeeehhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s