.:JunHee Veiled:. Lee Jiho [PG-17]

 junheelagi

JunHee Veiled || “Lee Jiho” || Romance, Friendship, Family || Oneshot || PG17 (di depan doang kok)

Kim Joonmyun / EXO Suho || Oh Jaehee / OC || Kim Jongin / EXO Kai || Lee Jiho ||

© Neez

”Sudah harus pergi?”

Joonmyun mengulurkan tangan kirinya yang bebas, karena tangan kanannya tengah menjadi bantal temporer, bagi gadis yang telah menjadi kekasihnya selama satu tahun lebih itu. Hari ini adalah jadwal latihan invidu bagi para member, dan karena beberapa ruang latihan juga dipakai oleh grup SM lainnya, maka hari ini, Joonmyun mendapatkan waktu bebas selama lima jam, dan tidak perlu ditanya lagi bagaimana Joonmyun menghabiskan waktu senggangnya.

Semenjak kejadian kekasihnya hendak dibawa berpesiar oleh pria lain, Joonmyun berusaha semakin peka dan semakin sensitif dengan sekitar, dan agaknya sikap itu mendatangkan kemujuran, karena lihat, betapa manjanya gadis dalam pelukannya sekarang.

Rasanya perjuangannya menjadi lebih menunjukkan sisi protektifnya diakumulasikan dengan sibuknya jadwalnya benar-benar menjadi kado terbaik bagi seorang leader EXO. Tadi saja begitu ia sengaja tidak bilang kalau hendak berkunjung, dan tiba-tiba muncul di depan pintu apartemennya, Joonmyun bersumpah ia nyaris melihat setitik air mata keluar dari pelupuk mata cantik Jaehee. Belum apa-apa, gadis itu sudah meloncat dan memeluknya erat-erat, yang kalau ia tidak menggunakan akal sehatnya, ia biarkan saja mereka berpelukan di depan pintu, supaya tetangga––atau Jiho sekalian, melihat. Tetapi, seorang Kim Joonmyun bukanlah putra profesor ternama kalau tidak menggunakan akal sehatnya. (Walau member EXO sedikit meragukan).

Jaehee ribut sekali, mengatakan dia belum belanja, dan heboh di dapur ingin menyiapkan makan siang untuknya, sementara Joonmyun-nya sendiri, tidak keberatan untuk pesan antar, tapi Jaehee tetaplah Jaehee, keras kepala, ingin menyediakan Joonmyun masakan buatan tangannya sendiri. Maka satu jam pertama, Jaehee lari turun ke bawah dan menyebrang jalanan besar untuk berbelanja di swalayan dan membeli beberapa bahan pokok.

”Dan hanya ada ham, kimchi, sayuran beku, kentang beku, smoked beefaish, anak ini kenapa senang sekali makan makanan tidak sehat.” Gumam Joonmyun memeriksa isi lemari es dua pintu di dapur saat Jaehee masih berbelanja. ”Dan di sebelah sini… heol, soft drink, bir, mokgeolli, soju… aish, gadis ini suka minum rupanya… bagaimana aku tidak tahu?” gumam Joonmyun sambil terus memeriksa isi pintu sebelah kiri lemari es, yang isinya jauh lebih banyak daripada pintu sebelah kanan. ”Harusnya kalau dia suka alkohol, beli alkohol yang untuk obat, lebih sehat. Makanan beku dan alkohol, anak itu mau meninggalkanku duluan atau bagaimana?” gerutu Joonmyun beralih ke lemari-lemari berwarna putih di atas dapur kekasihnya itu.

Semakin banyaklah gerutuan keluar dari bibir pink pria itu, tatkala melihat berbagai jenis ramyeon, bumbu-bumbu, dan makanan kaleng yang belum dibuka. Ia berdecak, ”Anak itu benar-benar makanannya tidak ada yang sehat, harusnya aku membawakannya makanan sehat.” Ia beralih ke lemari satunya, dan mendapati berbagai jenis pasta di dalam botol-botol.

Satu keahlian Jaehee dalam memasak, yaitu dalam mengolah pasta. Tetapi pasta tentunya tidak terlalu sehat juga, bukan? Pasta buatan Jaehee rata-rata mengandung banyak lemak, karena ia tidak suka menggunakan susu tanpa atau rendah lemak. Menurutnya hambar.

Dan kemudian Jaehee datang membawakan sayur mayur serta ayam dan makanan laut yang segar. Jaehee membuatkan Joonmyun sup seafood serta kimchi dan ham yang ditumis sebagai pelengkap.

Ini memang bukan kali pertama Joonmyun mencicipi masakan Jaehee, tetapi rasanya setelah memendam kerinduan yang amat dalam, dan ternyata kekasihnya juga sama besar merindukannya, lalu mendapatkan perhatian juga, karena Jaehee tak mau memasakkan Joonmyun makanan beku.

Eothe? Enak?” tanya Jaehee takut-takut saat Joonmyun baru mencicipi sup seafood-nya.

Joonmyun mencecap-cecap bibirnya, sehingga mata Jaehee terpana tak sanggup berpaling dari pemandangan yang begitu menawan tersebut, tapi kemudian begitu kedua mata Joonmyun melengkung membentuk bulan sabit, lalu ia mengacungkan jempolnya, Jaehee benar-benar merasa lega.

”Kau yang buat pasti enak,” gumam Joonmyun sambil melahap nasinya.

”Eyy, tidak juga.” Geleng Jaehee, tapi kedua pipi gembulnya bersemu, menandakan ia amat sangat tersanjung dengan pujian yang diberikan Joonmyun kepadanya.

Setelah makan, keduanya duduk di depan televisi layar datar, yang kali besarnya dua kali lipat televisi Jaehee yang lama, sewaktu di apartemen lama, (kata Jaehee televisi ini termasuk perabotan yang dijual oleh pemilik apartemen sebelumnya), sambil makan apel bagi Jaehee, jeruk untuk Joonmyun, dan mereka menonton serial kesukaan Jaehee yang lain, Chicago Fire.

”Aaah…” Joonmyun menyodorkan jeruk yang sudah ia kupas, dan bersihkan pada mulut Jaehee yang sedikit menganga, karena asyik memperhatikan adegan di hadapannya.

Hmm,” Jaehee mengernyit begitu wangi citrus yang pekat itu memasuki indra penciumannya dan cemberut menatap Joonmyun. ”Kau kan tahu aku tidak suka makan jeruk!”

Joonmyun berdecak, ”Vitamin C-nya besar jeruknya, Sayang.”

”Tidak mau,” Jaehee menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mundur. Ekspresinya itu lucu sekali, seperti anak kecil yang menolak makanan. Joonmyun sebenarnya heran pada gadisnya ini, bagaimana bisa Jaehee tidak menyukai buah-buahan yang sehat dan enak seperti jeruk, pisang, pepaya. Tiga macam buah yang kaya akan vitamin, dan zat-zat yang baik untuk tubuh.

”Aku minum vitamin yang kau suruh beli saja,” tolak Jaehee masih sambil mendorong-dorong tangan Joonmyun yang memaksanya untuk memakan jeruk. ”AAAA, Kim Joonmyun, shireo!”

Joonmyun terkekeh, ”Satu saja, satu saja… eoh?” bujuknya. Meski Joonmyun merayu dengan aegyo pun, Jaehee tidak mempan! Gadis itu benar-benar tidak menyukai jeruk.

Walaupun benar, Jaehee rajin meminum vitamin, omega, dan entah apa namanya, yang semuanya Joonmyun rekomendasikan untuk menjaga kebugaran tubuhnya setelah sakit tempo hari, Joonmyun tetap lebih menyarankan makan buah-buahan dan sayur-sayuran yang lebih alami untuk menambah nutrisi tubuh kekasihnya itu. Bagaimana caranya agar setidaknya Jaehee mau makan sepotong saja jeruk itu?

Dan sebuah ide mendadak melintas dalam otaknya. Sedikit merasa bersalah, Joonmyun melahap jeruk itu, dan tiba-tiba tangannya merangkul bahu Jaehee begitu saja. Untunglah Jaehee sibuk memperhatikan pria bernama Casey yang ada di cerita Chicago Fire itu, dan tidak memperhatikan apa yang tengah ia rencanakan. Dengan satu tangan, diputarnya kepala gadisnya yang tengah serius itu.

Awalnya Jaehee bingung, tetapi begitu Joonmyun memejamkan kedua matanya dan perlahan-lahan mendekat, wajah Jaehee bersemu dan ia bisa merasakan suhu ruangan yang meningkat beberapa kali lipat, apalagi ketika hidung Joonmyun sudah bersentuhan dengan hidungnya sendiri. Ia sudah tidak melakukan apa-apa lagi, kecuali mengikuti Joonmyun saja.

Harum aftershave Joonmyun jelas masih terasa, tercampur pekatnya aroma citrus yang sebenarnya Jaehee benci, tetapi ternyata tidak terlalu buruk setelah bercampur dengan aroma tubuh Joonmyun sendiri. Dan bibir pink yang menawan dan lembab itu begitu…

Kedua bibir mereka akhirnya bertautan, masih dengan Joonmyun yang menekan tengkuknya agar menahan ciuman mereka. Berciuman dengan Joonmyun itu selalu membuat perut Jaehee terbolak-balik, seperti saat menaiki wahana berbahaya di taman hiburan. Karena kita takkan pernah tahu, pelannya ciuman itu akan berakhir dengan tukikan tajam yang membuat napas tercekat.

Hmmph!” Jaehee mengernyit dan nyaris menggigit bibir Joonmyun tatkala merasakan buah jeruk itu di dorong dengan begitu sensualnya menggunakan lidahnya ke dalam mulut Jaehee. Jaehee ingin protes, diremasnya kaus yang dikenakan Joonmyun, hendak melepaskan diri, tetapi tangan Joonmyun di tengkuknya tidak membuatnya mudah melepaskan diri.

Dan apa, ia malah mengerang. Bukan karena menikmati sensasi jeruk yang aneh di dalam mulutnya, tetapi karena Joonmyun! Demi Tuhan, belajar darimana dia?! Lidahnya memijat lembut lidah Jaehee, yang sedikit mati rasa karena rasa buah jeruk yang sangat mengganggu itu. Tangan Joonmyun membelai lembut tengkuk Jaehee yang menegang (karena jeruk, hmph!), akhirnya toh Jaehee menyerah juga karena kelembutan Joonmyun.

Kelembutan? Hell yeah. Kali ini ciuman Joonmyun terkesan lembut tapi tetap panas (dan jeruk itu sudah berhasil Jaehee telan), bayangkan, ia  memiringkan kepalanya agar ciuman mereka semakin dalam. Dan mungkin, kausnya sudah sedikit melar, karena remasan Jaehee.

Perlahan-lahan, Joonmyun melepaskan pangutannya, tetap tidak menjauhkan wajahnya. Hidung mereka, bahkan bibir mereka masih bersentuhan, nafas keduanya yang sedikit terengah masih bertemu satu sama lain.

”Dan itu caranya makan jeruk,” bisik Joonmyun membelai pipi Jaehee.

Setelah insiden jeruk itu, Jaehee memakan apelnya banyak-banyak, agar Joonmyun tidak memanipulasinya lagi. Ia tidak keberatan, sungguh, dengan ciuman-ciuman Joonmyun, karena ia memang merindukannya. Tetapi jeruk? Hell, no! Meski jeruk itu tumbuh dalam mulut Joonmyun, ia tetap tidak akan menyukai buah berwarna jingga itu.

Setelah Chicago Fire, Joonmyun bilang ia masih punya sekitar satu setengah jam lagi sebelum berangkat ke SM. Maka keduanya berpindah ke kamar Jaehee, yang bernuansa putih. Tidak melakukan apa-apa, hanya berbaring di atas ranjang, dengan lengan Joonmyun menjadi bantal untuk Jaehee berbaring.

Awalnya mereka berbincang mengenai kesibukan masing-masing, tetapi karena mengantuk, dan ngotot tetap tidak mau tidur, keduanya menghabiskan waktu dengan berdiam diri. Meski begitu, tangan Jaehee tidak bisa diam, ia terus membelai wajah Joonmyun, dan Joonmyun melakukan hal yang sama. Membelai dan mengelus rambut hitam kecokelatan Jaehee yang panjang. Sesekali, Jaehee mendongak, dan Joonmyun menunduk untuk mengecupnya pada bibirnya. Kedua kaki mereka saling bertaut satu sama lain, seolah keduanya adalah guling pribadi masing-masing.

Sentuhan Jaehee semakin berani, dari pipi Joonmyun, yang mulai tirus, kepada bibir pink-nya, yang selalu membuat Jaehee terpesona dan iri. Ia membelai-belai bibir Joonmyun, dan Joonmyun mengecupi jemari Jaehee. Kedua mata mereka bertatapan, tersenyum lembut, dan bertukar kata, tanpa suara. Jaehee mengeratkan pelukannya lagi, kali ini meletakkan kepalanya pada dada Joonmyun yang semakin hari semakin bidang, dan tempat yang indah untuk bersandar.

Disana, Jaehee bisa merasakan detak jantung Joonmyun, yang berdebar kencang, seiring dengan gerak tangannya yang mengelus lembut tubuh Joonmyun. Sedikit tercekat, Joonmyun mengecup dahi Jaehee dalam-dalam, dan tangannya ikut membelai lengan Jaehee, dari jemarinya, hingga lengannya. Menebarkan rasa panas yang pekat.

Tidak lebih, mereka hanya saling menyentuh satu sama lain, untuk mengobati kerinduan mereka. Hingga dengan terpaksa, Joonmyun berdiri setelah mengecup dahi Jaehee.

”Aku harus pergi,”

”Sudah harus pergi?”

Joonmyun mengangguk, ”Kalau ada waktu luang lagi aku akan istirahat disini lagi. Dan kau,” ia menunjuk gadis di hadapannya dengan telunjuknya. ”Jangan banyak makan makanan beku, Sayang! Juga ramyeon, dan alkohol. Ya ampun, kau mau mendahului aku pergi dari dunia ini atau bagaimana?!” dan ini dia, kembali lagi Kim Joonmyun yang bawel bak tukang obat.

”Aku kan kadang makan diluar, Myeonie…” jawab Jaehee sambil duduk di tempat tidurnya. Rambut dan bajunya kusut di berbagai tempat akibat sentuhan-sentuhan sensitif pria di hadapannya ini.

”Tetap saja. Dan jangan lupa vitamin, propolis, dan ginsengnya diminum agar tetap sehat, oke? Kumohon makan sayur yang banyak kalau tidak suka banyak buah, atau apel, ne? Kalau mau minum alkohol, jangan lupa minum yang mengandung obat juga, jangan soju, bir, dan teman-temannya saja…” dan Joonmyun tiba-tiba mencubit kedua pipi Jaehee, sehingga wajahnya melebar aneh.

UWAHFFFFHHH…lwepaswan…”

Joonmyun terkekeh dan mengecup dahi Jaehee lagi.

”Aku ke kamar mandi dulu,” Jaehee buru-buru berdiri, berlari ke lemari untuk mengambil panty liners-nya, dan membawanya ke kamar mandi tanpa kata, wajah Joonmyun memerah melihat apa yang dilakukan kekasihnya itu. Ia menghela napasnya dalam-dalam, untuk berpikir jernih.

Sembari menunggu, Joonmyun memandang kamar kekasihnya itu berkeliling. Sudah terasa perbedaan kamar Jaehee di apartemen lama, dengan kamar Jaehee di apartemen baru. Dulu, banyak poster dan foto Yixing. Tapi sekarang, lebih banyak foto dirinya terpajang dimana-mana. ”Kyeopta,” puji Joonmyun saat mendapati boneka Myeontokki milik Jaehee. ”Ternyata dia beli,” dan ia melangkah mendekati meja dengan banyak boneka, termasuk Myeontokki-nya.

Saat itu ia mendapati sebuah map kuning besar. Tertarik, Joonmyun menarik map tersebut dan membukanya.

AKTA JUAL BELI APARTEMEN

TERTANDA

Pihak Pertama : Lee Jiho

Pihak Kedua : Oh Jaehee

Kedua mata Joonmyun membelalak. Jiho? Batinnya. Apartemen ini Jaehee beli dari Jiho? Batinnya lagi, memeriksa perjanjian jual beli itu, dan matanya terbelalak tatkala melihat harga apartemen ini.

CKLEK.

Joonmyun meletakkan map itu di meja dan berbalik, ”Akta apartemennya jangan ditaruh sembarangan, Sayang, kalau hilang bagaimana? Itu kan surat-surat penting.” Pesannya.

”Ah iya! Aku lupa, karena baru lunas, jadi baru diberikan… aku lupa menaruhnya di map.” Jaehee meletakkan bungkus panty liner-nya dan mendekat ke meja yang dimaksud untuk menyimpan aktanya, begitu Joonmyun tiba-tiba memeluknya erat, kepalanya diletakkan di ceruk leher Jaehee, yang masih beraroma sabun favoritnya untuk mandi.

”Aku akan merindukanmu.” Bisiknya, masih belum bisa melupakan nominal yang tertera di akta apartemen Jaehee tadi.

Jaehee balas memeluknya erat. ”Nado, Kim Joonmyun.”

”Jaehee-ya,”

”Hmm?”

”Kalau Jiho nanti mengajakmu makan, dan aku melarangmu pergi…” Joonmyun berkata ragu-ragu, ”Apakah kau akan bosan di rumah?”

Jaehee mengernyit, sedikit bingung dengan pertanyaan Joonmyun barusan, tetapi toh menjawab dengan mantap, ”Tentu saja tidak. Aku sudah biasa tinggal sendirian, jadi meski tidak kemana-mana tidak bosan.”

Jinjja?”

”Hmm, kenapa memang?”

Ani..” geleng Joonmyun pelan. ”Aku tidak akan melarangmu.”

*           *           *

Ketika petang menjemput, dan kesepuluh member EXO diberi waktu untuk break sejenak, setelah dua jam penuh berlatih tanpa istirahat, Joonmyun menghampiri Kai dan duduk bersila disamping laki-laki yang sudah melepas kaus basketnya yang basah untuk berbaring di lantai kayu, bersama member lainnya.

”Jongin-ah, kau tahu berapa harga apartemen Jaehee?”

Yang ditanya, balas menatap Joonmyun heran dan mengernyit dalam-dalam, ”Mana aku tahu, Hyung.”

”Sstttt!” Joonmyun meletakkan jemarinya di depan bibirnya, memperingatkan agar adiknya itu tidak mengeraskan suaranya lagi seperti tempo hari. ”Hari ini aku melihat akta jual beli apartemen Jaehee, dan aku baru tahu kalau apartemen itu sebelumnya adalah milik Jiho.” Kedua mata Jongin melebar ngeri. ”Kalau melihat harganya, aku ragu.”

”Ragu kenapa? Noona ditipu?” bisik Kai.

Joonmyun menggeleng, ”Sekarang coba kau taksir, kira-kira berapa harga apartemen itu? Dari segi lokasinya saja…”

”Hmm, apartemen itu cukup besar untuk Noona seorang diri. Walaupun sedikit lebih kecil daripada apartemen Noona yang lama, kan? Hmm, bisa lebih dari lima ratus juta.” Gumam Kai.

”Jangan lupa, Jaehee membelinya beserta perabotan di dalamnya.”

”Berapa memang harga apartemen yang dijual Jiho pada Noona?” tanya Kai akhirnya.

”Hanya sekitar hampir empat ratus juta won,” jawab Joonmyun.

Kedua mata Kai membelalak, ”Empat ratus juta won?!” serunya, masih dengan suara tertahan. ”Bagaimana mungkin? Apartemen mewah dengan perabotan hanya dijual empat ratus juta won?”

”Itulah,” Joonmyun menggigit bibirnya, sedikit terlihat cemas. ”Kurasa memang Jiho menyukai Jaehee. Dia bahkan rela menjual apartemen mewah dengan harga apartemen biasa seperti itu.”

Kai mengacak rambutnya frustasi, ”Aku tidak habis pikir apa yang kakaknya Hana itu pikirkan. Dia tahu kan, Jaehee Noona itu sudah punya pacar? Apa maksudnya begitu coba?”

”Eh Jongin, kakak iparmu punya perusahaan properti kan? Bisa minta tolong?”

”Hmm?”

*           *           *

Keesokan harinya, setelah semalam ia dan Kai diam-diam menemui suami dari kakak Kai, di Kamong, dan Joonmyun yakin kalau hari ini jadwal latihan individunya masih beberapa jam ke depan, meminta Manajernya yang hendak mengantar Chen dan Sehun ke SM, untuk mampir ke apartemen Jaehee, yang ternyata juga merupakan apartemen Jiho yang baru.

”Nanti aku akan ke SM naik taksi, aku tidak akan lama-lama kok,” pesan Joonmyun, sebelum beranjak masuk ke dalam gedung apartemen. Berjalan ke arah resepsionis, setelah mendapatkan nomor apartemen Jiho, dari Kai yang bertanya pada Hana, Joonmyun menyampaikan maksud kedatangannya pada si resepsionis untuk bertemu dengan penghuni di alamat yang ia sebutkan tadi.

Awalnya, Joonmyun berpikir Jiho tidak akan mengizinkannya datang atau apa, tetapi kemudian si resepsionis memintanya meletakkan kartu identitasnya, dan memberikan kartu pass untuk naik ke lantai apartemen Jiho.

”Halo.”

Joonmyun tersenyum, saat Jiho mempersilakannya masuk ke dalam apartemennya. Yang ternyata dari bentuk dan isi perabotannya hampir sama persis dengan perabotan yang ada di apartemen Jaehee.

”Silakan duduk, apa kau mau minum?” tanya Jiho.

”Apa saja,” jawab Joonmyun sambil melepas mantelnya dan berjalan ke arah sofa di ruang tengah.

Jiho kemudian datang dari dapur membawa dua buah botol kopi bersoda, dan memberikannya satu pada Joonmyun, sebelum duduk di samping Joonmyun dan memandang televisi. Keduanya diam sejenak, sama-sama minum untuk melegakan tenggorokan mereka yang mungkin terasa lebih kering daripada biasanya. Begitu mendengar dari resepsionis siapa yang datang dan menemuinya, alarm seolah berdering begitu saja di kepala Jiho. Ia memang sudah mengira, cepat atau lambat Joonmyun akan mulai melarang-larang Jaehee untuk pergi bersamanya, apalagi setelah insiden kapal pesiar kemarin.

”Jadi, apa yang kau lakukan disini?” tanya Jiho, membuka percakapan. ”Tidak mungkin kan, kau salah alamat.”

”Tidak, aku khusus bertanya pada Jongin dimana apartemenmu, Jiho-ssi.” Sahut Joonmyun meletakkan botol kopi bersodanya di atas meja dan menggeser posisi duduknya untuk menatap Jiho.

Dari samping, lekukan wajahnya mirip sekali dengan adiknya. Banyak kemiripan diantara Jiho dan Hana, kecuali wajah Jiho terlihat dewasa, sementara Hana jelas masih kentara sekali bocahnya.

”Lalu, apa yang mau kau ketahui?”

”Pertama-tama,” Joonmyun meraih sesuatu dari saku sweater yang ia kenakan, sebuah amplop cokelat besar. ”Hmm, ini, untukmu.”

Jiho menerima amplop tersebut dan melirik isinya, kedua matanya melebar, tapi kemudian bibir tipisnya melengkung membentuk seringai. ”Kau mau membayarku untuk berhenti bertemu dengan pacarmu?”

Aniyo,” geleng Joonmyun. ”Itu adalah sisa kekurangan harga apartemen Jaehee.” jawabnya pelan. Seringaian itu menghilang dari bibir Jiho, dan ia langsung melemparkan amplop itu ke atas meja.

”Aku tidak menerimanya. Jaehee sudah membayar lunas apartemen itu!”

”Jaehee tidak tahu harga sebenarnya apartemen dengan perabotan itu, Jiho-ssi. Aku khawatir kalau dia tahu, dia akan marah padamu.” Senyum Joonmyun lembut. Jiho di hadapannya mengepalkan tangannya. ”Jaehee bukan gadis yang kekurangan uang, Jiho-ssi, dan harga diri anak itu cukup tinggi walaupun dia sangat lembut sekarang.”

”Apa maksudmu? Lalu kenapa kau yang membayarkan ini? Aku juga bukan orang yang kekuarangan uang.” Jawab Jiho.

”Aku tahu, kau bukan orang yang kekurangan uang. Apalagi kau berani menjual begitu murah apartemen mewahmu beserta isi perabotannya, tetapi uang itu hakmu kok. Jadi kau bukannya kekurangan uang, itu memang uangmu.” Jawab Joonmyun lugas.

Jiho menghela napas, lalu melirik Joonmyun tajam. ”Kita sudahi saja basa-basi diantara kita.”

”Aku memang tidak berbasa-basi, Lee Jiho-ssi.”

”Senyummu memuakkan, Kim Joonmyun-ssi.”

Dan Joonmyun memberikannya senyuman miring, yang sama sekali tidak ada mengindikasikan kebaikan di dalamnya. ”Aku tersenyum karena terbiasa. Kalau begitu, aku mulai saja… aku tahu kau menyukai Jaehee, tetapi aku tidak akan melarangmu untuk mendekatinya. Aku bersyukur karena banyak yang menyayangi Jaehee, termasuk keluargamu. Kau juga menggantikanku untuk mengajak Jaehee jalan-jalan keluar, mengajak makan diluar, disaat aku tidak bisa. Jadi aku sangat berterima kasih, untuk Jaehee.”

Senyum puas terukir di wajah Jiho, ”Kau tidak perlu berterima kasih, aku melakukannya untuk Jaehee. Kau harusnya lihat betapa senangnya dia makan dan jalan-jalan diluar.”

Joonmyun tersenyum, meski ada kilatan marah bercampur sedih disana. ”Aku yakin dia pasti senang,” dan kata-kata Joonmyun membuat senyum terhapus di wajah Jiho. ”Walau bersama laki-laki lain, atau bersama orang lain yang bukan aku, selama dia senang, pasti aku ikut senang.”

”Cish, jangan munafik, Kim Joonmyun!”

”Aku tidak munafik, Lee Jiho-ssi. Aku memang sedih karena bukan aku yang membawanya jalan-jalan keluar. Mengajaknya ke kapal pesiar mewah di hari valentine. Kami bahkan baru sekali nonton di bioskop bersama-sama. Tetapi, meski dengan orang lain ia merasa senang, aku pun ikut senang.” Jelas Joonmyun panjang lebar. ”Aku tidak pernah merasa harus mengikatnya di dalam rumah, Jiho-ssi. Kalau dia mau jalan-jalan keluar, dia akan jalan-jalan keluar. Tidak perlu denganku.”

”Tapi kau melarangnya pergi di hari valentine kemarin.” Tandas Jiho. ”Katakan padaku, Kim Joonmyun. Apa yang bisa kau lakukan di hari valentine dengan Jaehee? Apakah kau bisa mengajaknya berkencan diluar? Jelas kau tidak bisa. Apakah kau bisa mengajaknya makan diluar? Jelas kau tidak bisa, meski kau mampu. Dan apakah kau bisa bahkan hanya sekedar mampir di rumahnya?” tanya Jiho dengan tingkat kesinisan yang semakin tinggi. ”Kurasa walaupun kemarin kalian beramai-ramai berkumpul, bukan itu yang kumaksud.”

Meski tangan Joonmyun gatal untuk menghajar wajah bak pualam di hadapannya itu, Joonmyun tetap berusaha tenang. Apalagi kata-kata yang dilontarkan Jiho adalah benar.

”Ya, mungkin sekarang Jaehee diam saja, atau bisa menerima semua pekerjaanmu itu. Tapi mau sampai kapan?” kekeh Jiho melipat kakinya, dan menatap Joonmyun sambil melipat tangannya juga sekarang. ”Katakan padaku, kau dan Kim Jongin. Kalian berdua sama saja… kalian hanya bisa memberi Jaehee dan Hana materi, bukan perhatian dan kasih sayang. Sampai sekarang aku membiarkan Hana dan Jongin berkencan karena Hana begitu mencintai Jongin, begitu juga dengan Jaehee.”

”Kau benar, Jiho-ssi,” Joonmyun mengangguk, mengendalikan dirinya sebaik mungkin. ”Aku tidak bisa mengajaknya makan diluar. Aku juga tidak bisa mengajaknya berkencan bebas diluar, dan aku tidak bisa sering mampir ke rumahnya.” Dan senyum kemenangan muncul di wajah Joonmyun, ”Tapi kau salah kalau kau bilang aku dan Jongin hanya bisa memberi Jaehee dan Hana materi. Kau tahu mereka akan tersinggung jika mendengarmu, bukan?”

Jiho terdiam.

”Aku dan Jongin mungkin hanya punya kasih sayang untuk mereka berdua. Materi? Mereka berdua dilimpahkan materi, aku yakin. Apalagi Jaehee, bahkan menurutku kekayaan seluruh member EXO jika ditambah masih bisa lebih banyak kekayaan Jaehee.” kekeh Joonmyun geli. ”Tapi percayalah, Jiho-ssi. Jika kami diberikan sedikit waktu luang, hal pertama yang akan kami lakukan adalah mencari mereka, dan membayar segala waktu kami meninggalkan mereka.”

”Dan mau sampai kapan?”

”Kami tidak tahu sampai kapan,” Joonmyun menjawab lancar. ”Kau mungkin merasa aku dan Jongin tidak cukup untuk Jaehee dan Hana. Tidak perlu, Jiho-ssi, bahkan tanpa kau beritahu, kami sudah menyadarinya. Kami tahu resiko berkencan dengan orang seperti kami. Jika sampai saat ini mereka masih merasa cukup, kami senang. Tetapi jika suatu saat nanti, Jaehee dan Hana merasa kami sudah tidak cukup bagi mereka, kami akan ikhlas.”

”Dan kalian akan melepas mereka?” tanya Jiho.

”Tentu, jika mereka sudah tidak menginginkan kami. Jika mereka memang lebih bahagia tanpa kami.” Jawab Joonmyun. ”Jiho-ssi, aku percaya kau adalah orang baik, dan aku percaya kau menyayangi Jaehee. Jika kau sayang padanya, kau akan membiarkannya bahagia, bukan?”

Jiho menelan ludahnya.

”Kalau begitu, sudah tidak ada lagi yang mau kubicarakan,” Joonmyun berdiri dan meraih mantelnya. ”Aku harus pergi. Valentine kemarin aku tidak mengizinkan Jaehee karena dia protes,” Joonmyun mengedipkan sebelah matanya dengan ramah. ”Kenapa aku membiarkannya pergi dibawa oleh laki-laki lain? Dan hari itu, adalah waktu aku harus egois.”

Jiho tersenyum, ”Kau laki-laki baik, Kim Joonmyun, tak heran dia begitu betah bersamamu.”

Joonmyun terkekeh, ”Percayalah, kau juga orang baik, Lee Jiho-ssi. Aku tidak akan melarang Jaehee pergi denganmu. Kau boleh mengajaknya pergi selama dia memang mau pergi denganmu.”

”Kau tidak takut dia selingkuh denganku?”

”Hahahaha,” Joonmyun tertawa. ”Bohong kalau kubilang tidak takut, Jiho-ssi, aku bahkan takut kalau dia menyadari betapa lebih nyaman berkencan denganmu dibanding denganku.” Joonmyun mengenakan mantelnya dan merapikan kancingnya. ”Tetapi, aku bukan pria yang akan diam saja melihat laki-laki lain menebar pesona pada kekasihku, aku juga akan menebarkan pesonaku kepadanya.”

Jiho tertawa. ”Baiklah, kalau begitu persaingan secara adil.”

”Secara adil.” Joonmyun mengangguk setuju. ”Aku pergi dulu, Hyungnim.”

”Astaga~”

   Jiho masih tersenyum setelah mengantar Joonmyun di pintu apartemennya. Pria itu memang sopan, ramah, tetapi Jiho bisa melihat ketegasan, keteguhan, dan kesinisan yang terpendam pada laki-laki itu. Sedikit banyak, Jiho mengerti soal kekasih gadis yang ia sukai itu.

   Ya, ia menyukai Oh Jaehee.

   Awalnya dia geram dengan Joonmyun yang terlalu banyak membiarkan Jaehee menganggur, seperti Jongin memperlakukan Hana. Tetapi Hana begitu keras kepala, maka Jiho tidak bisa berbuat banyak dan membiarkan Minkyu melakukan bagiannya untuk Hana, sementara Jaehee… ia rasa hanya dia yang bisa melindungi dan pantas menjadi kekasih dari gadis seperti Jaehee.

   Tetapi, melihat bagaimana Joonmyun hari ini, ia mau tak mau harus mengakui, bahwa Joonmyun pun sebetulnya pantas jadi kekasih Jaehee.

-Keutt-

Halooooo… sejujurnya aku mau bertanya, boleh gak sih aku update keseringan begini? Pada bosen? Kalau bosen maap ya, kalo gak dikeluarin dari kepala bisa gila lho penulis itu /halah/ nah bagaimana pendapat kalian soal Jiho-Jaehee-Joonmyun Triple J? Mudah-mudahan ide lancar lagi yaaa…

_neez_

Oiya ada yang mau gabung grup line IDL? Komen dengan id line kalian ya kalo mau, biar dimasukin dan kita bisa spazzing-spazzing soal ff-ff disini. Hehehe

40 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Lee Jiho [PG-17]

  1. it'sme Min2 says:

    Ngga bosen kok setiap hari 3 kali juga gpp bener … jiho bener2 kebuka ya pikiran’a mrk itu memang org2 yg pantas buat hana sama jaehee aigoooooo .. id line aku raramin2 ya hehehee

  2. indaylee says:

    PAPA AKHIRNYA PINTER /sujud syukur/
    Jangan sampai dibodoh2in sama Jongin lagi. Hyung kok kalah saya adiknya sendiri soal cewek. Nggak pernah peka. /Tinkerbell lelah/
    Alhamdulilah ya disini Papa pinter.
    AKU GIGIT GULING BACA PAPA TEGAS BEGITU!!!! PAPA BISA GITU AJAIB BGT KAAKKKK!!
    Kapan lagi kan Joonmyun bisa kaya gitu. Aku suka deh. Bukan langsung marah-marah tapi mancing dulu. Omongannya santai, tapi nyelekit bener si Papa. Mancing lawannya buat marah2. Aku suka bgt kaya gitu. Keliatan berwibawa dan harga dirinya tinggi.
    ITU BARU COWOK!
    Mana gayanya ngasih Jiho uang lagi. Emang dikira Jiho cowok bayaran -..- Hiiihhhh sensi deh eke. Tapi Jiho juga agak ngeselin sih. Udah tau cewke orang masih aja mau bersaing. Kaya nggak ada cewek lain. Kan ada Kak Galuh yg demen bgt samamu, Jiho Oppa.
    Tinggalkan saja Jaehee dan dekati Kak Galuh. Kasian dia ngarep mulu. /ngakak/

    Ini aku komentar apa sih. Maap ngerusuh kak. Udah gitu panjang bener lagi.

    Yang paling disayang Lulu
    MUT ^^

  3. heeryaa says:

    update keseringan juga gk papa onn~ XDXDXD
    suka banget sama sikapnya si joonmyeon disini… tp btw update ff chaptered si once-once itu kapan onn? nungguin nih T____T meskipun oneshot veiled diapdet juga seneng sih haha cuma penasaran aja lanjutannya si once itu… dan once itu gk di update di indaylee ini ya? cuma di blog ff exo sebelah? apdet ff yg itu dong onn~

  4. adindacynthia says:

    Nggak bosen kok eonni, bagus malah. 😀
    Yeay, akhirnya Suho oppa bertindak juga, alhamdulillah gak pake emosi, coba Jongin yang ada di posisi Suho yang udah-udah malah nonjok Minkyu, malah ngajak Hana break -_-
    Line id : adindacynthia

  5. kjmlady says:

    aku kan gasuka bawang goreng ya, njun mau gak nyuapin aku kaya ke jaehee? TT
    wah bener, jiho suka sama jaehee, padahal kan jaehee udh anggep dia kakak bgt..
    tapi cara junmyeon nyelesaiin nya… huwaa keren nahan emosi gitu, terus kata”nya… daebaaak
    gpp kali kak update mulu hehehe malah kesenengan..
    aku mau dong gabungin grup hehe^^

  6. audryadyn00916 says:

    keren…
    kta2 nya ringan dan mudah di pahami. huaaa… manisnya. suho gentleman banget, romantis lg, karakter tkoh suho disini pas banget sama mukanya. dewasa, tegas, romantis, perhatian. beeeeuh, aku mkin klepek2 deh.
    nice story eon, sering2 aja update ff nya. fighting yoo!!

  7. galakto.galuh.gal says:

    Mau disuapin gituuu. Papa Jun harusnya ngomong ke Jiho oppa aku mau. hehe.

    AFGSSVHDEI INI PAPA JUN TEGAS BANGET. SAMPE KEDER JIHO OPPA. IYA GITU HARUSNYA DARI DULU. TEGASKAN DARI DULU PAPA. BIAR AKU GAK KELEZOTAN PENGEN JAMBAK JIHO OPPA SAKING RAJINNYA KENCAN SAMA JAEHEE EONNIE.

    AKU UDA NGGAK WAS-WAS LAGI. NGGAK TAKUT JIHO OPPA KEGENITAN LAGI. HEHEHE. EH KALO DUIT PEMBAYARANNYA DILUNASIN PAPA. PAPA PUNYA HAK JUGA DONG DI APARTEMEN JAEHEE. CIYE HARTA BERSAMA PERTAMA.

    INI JUDULNYA BUKAN LEE JIHO KAK. TAPI JUNHEE VEILED : BUNUH GALUH SEKARANG JUGA!!!

    JIHO OPPA HUSH HUSH. JAUHIN JAEHEE.

    SINI-SINI DEKET SAMA AKU.. SYALALALA

    XOXO
    GAL

  8. ohsandal says:

    gg bosen, malah seneng bisa rajin bacanya. duh junmyeon jangan terlalu sering bersikap gitu ia bikin terpesona hahaha yaelah gaya banget pake ngewink segala hahaha makasih udah update ^^

  9. Prihartini Khoirun Nissa says:

    Suho daebak bisa membuat jiho diam berkutik begitu wkwk. Ini nanti akan terjadi persaingan ngak sih antara mereka? Eiyy merebutkan jaehee? Wkwk. Penasaran iyyy. Ditungggu kelanjutannya.
    *update setiap hari juga gapap eonni aku malah nunggu di update terus

    xoxo

  10. Lisa says:

    Super kak super ngga bakal bosen kalo disuguhin ff terus sama kakanyaa, seriuss…
    Ahh junmen dewasa banget! Junmen akhirnya turun tangan, junmen akhirnya nunjukin kalo dia bisa jadi laki2 kebanyakan yang marah cewenya dideketin orang… Ahh junmen makin jatuh cinta berkali2 lebih lipat… Junmen keren! Super keren!
    Kakaaa… Ini ngga 17+ tauuu:3 masih dibatas wajar haha, mau mereka nakalan dikit lagi dong hihi:3
    Ditunggu lanjutannya yaa hehe, semangat lanjutinnya kak, selalu suka sama alur2 yang kaka buat hihi
    Btw jiho nyerah ya kak? Kasian dong:3

  11. asabianglala says:

    mas jiho dari pada deketin mba jaehee mending sama mba asha aja yuk sini uda nganggur banget loh malam minggu gini hehehe /apasih /dasarjablay
    /kemudian digeretin si cimol/

    cao, xx
    asha-chan.

  12. Dana says:

    AKHIRNYA JUNMEN BERTINDAKKK GO JUNMEN!!!
    Duhh joonmyun sooo laki, tegas banget dan super bijakk gak heran jiho sampe nyerah gitu hahah eh nyerah gak sih si jiho?? Sotoy gini aku hahaha
    Update sehari 3x kayak minum obat sangatlah oke, atau 5x kayak sembahyang juga boleh bangetttt wkwkwk

  13. H2 Hana says:

    junmen jadi lebih dewasa disini.suka deh liat nya.mulai ngerti yg terbaik buat dia ama junhee….uwwwww so sweet dah.
    si jiho juga untunh gk egois.jadi masalahnya gak panjang.
    buat junhee un…turutin tuh kata” dokter junmen biar gak sakit lagih

  14. yeong_gu says:

    Uwaaaa kereeennnn suka banget ama kata kata joonmyeon pas ngobrol sama jiho..
    Perang dingin antar lelaki arghhh kerennn
    Ketika holang kaya berbicara semua pun teratasi hahaha

  15. @deulight95 says:

    Malahan seneng banget kalo sering update gini , jadi selalu ada yg baru tiap mampir ke INDAYLEE .

    YAampun Jeruk kiss*tepok jidat* …. junmyeon bisa bgt juara …. mesra bgt junhee klo lg ketemu gini … syuuka .

    Akhirnya junmyeon bertindak juga …. but poor jiho oppa .u.u.u

    May dong gabung ke grup IDL . IDLINE: wahyuni1995 ^^

  16. rinhorinhae says:

    junmyun daebakkk!!!! keren bgt sih jun. cool dan berkarismaaa huhu
    gapapa updte sering jg gpp. yg penting jgn di protect hhii

  17. nayatiara says:

    Suho manly banget siih :’
    pingin punya pacar kayak gitu huhu
    udah selesai kan ya segitiga segitigaannya ? jangan lagi dooong, udahan dong Jiho deketin Jaehee nyaa T.T
    but actually, if this conflict still going strong between them, im expecting a lot for the next chapter, because of this line ”Tetapi, aku bukan pria yang akan diam saja melihat laki-laki lain menebar pesona pada kekasihku, aku juga akan menebarkan pesonaku kepadanya.”
    /mati/
    thank you for the hard work! waiting for the next chapter!!!

  18. LeeDaeShi says:

    Suho akhirnyaaaaaa…………..
    Hasil dr pertapaan bersama mbah jongin akhirnya yaaa suho dpt pencerahan dan ga ilang arah 😂😂😂
    Gemes sih suho diem2 aja liat jiho makin agresif of sama jaehee. Tp syukurnya ga bertahan lama.
    Di apartemennya jaehee, duhhhh, suapin jeruk aja hrus kyk gt -_-
    Enaknya jd jaehee.
    Dan aku suka banget bagian suho ngomong sama jiho. Cara suho jelasin apa yg bs dia dan jongin lakuin utk pasangan mreka. Keren! Uri leader ga salah jd leader hebat! Baper deh jdnya sama suho :*

  19. song hyera says:

    Sempat salah fokus diawal karna judulnya “Jiho” apalagi itu… ASTAGA ORANGE KISSEU!!!!!!! Pasangan ANTIMAINSTREAM. Haha.

    Junmyeon kereeeeen! Terhura sama ke-gentleman-nya. Jiho seharusnya sadar diri kalo emang gak pantas buat Jaehee. /sotoy/

    Suka kalo mereka udah sweet-sweet gini. Kebongkar identitas sebenarnya Junmyeon yang ternyata romance!

  20. lunara says:

    Omo omo~ :O belajar darimana joonmyun mentransfer jeruk lewat kisseu??

    btw aku suka part joonmyun tegas ngomong ke jiho haha

  21. sy_sagita says:

    Wlaupun wktu singkat digunakan sbaik mngkin sma junhee..romantisnya junmyeon,,bner2 bikin iri,,hahahha,,pnasaran saat junmyeon kaget mmlihat nominal harga apartment jaehee n pemilik sblumnya adl jiho,,n untungnya junmyeon tanya sma jongin n mmbantu,,sdikit gilaa jg ya jiho krna ingin mngambil hti jaehee,,klo jaehee tau jg marah tu,,genggsinya tinggi,,junmyeon keren bingit,,bgitulah seharusnya lelaki mlindungi kekasihnya,,weeeeee….n jiho nii beneran licik yoooo jdi dongkol abis nii ma org,,n skrg tinggal 2 lntai dr jaehee pula,,jauh2kan jiho dri junhee,,author please jng pisahin junhee gara2 jiho donk,,dongkol bingit ma nii org,,

  22. dyorawr12 says:

    Huahahahahh men’s talk… gitu dong junmen harus berapi2 kalo mau ngomong sm jiho biar nggak kalah ngegas wkwkwk dibikin minder aja terus junmen sm jiho… pake pesiar dibawa2 jelas salah duh jiho itu pacar oraaaang!!! Junmen gentle baannggeetttt huhuhuhu

  23. nauliueo says:

    Macem di drama-drama ya Allah! Syok ngebayanginnya kalo beneran ada scene men’s talks kayak gitu gimana aaaakkk junmyeonaaaa
    /nuna yg berhati rapuh/

    Sang namja banget lah junmen-jiho ini. looks forward for next chapter kalo gini caranya. Paling sebel sebenernya sama yg segitiga-segitiga-an gini. Tp ga seru juga kalo ga ada konflik orang ketiga.. eaaak.

    Dan, orange kisseu. Heol! Aku juga ga suka jeruk, junmyeoni. Soalnya ngupas & ngebersihinnya proses banget. Boleh diajarin ga, cara biar suka makan jeruk gimana… /merem-merem nyodorin muka. Astaghfirullah.

    Keep writing nis. Semoga makin banyak ide2 segar mampir pas ngeliat junmen kita. 😉

  24. ginggit says:

    bener bener kalem akang suho iih bikin klepek klepek hahaha
    suka sama gaya suho yg ga banyak ngomong ke jaehee tautau action aja depan apartemen jiho wkwk bener bener pria 😀

  25. shinhyerim says:

    Hahhaanjirr ga nolak kalau disuapinnya pk cara begitua mah, nagih malah
    Suhoppa jjang!!
    ishh jiho keluar deh aslinya..tp pic ganteng bgt eonn
    Kalau jd jaehee bingung dah mau pilih yg mana wkwk

  26. Kim heena says:

    Annyeong…aku baru2 bgt baca kisah jaehee sama junmyeon .. biasanya haejin dongek..umm seruu jg..tadi itu teknik ciuman orange kiss…xixixi jadi penasaran di awalnya

  27. handayaniwidya0 says:

    Kampret ni bocah pengin aku bawa pulang.
    pas lagi momen romantis… kagak nguatin… apalagi pas scene orange kiss nyess banget.. sialnya jaehee, dia ga suka jeruk, jadi buru2 dilepas…. tapi kalo aku mah demen banget jeruk.. bisa2 habis tuh bibir junmyeon kalo orenge kiss sama aku.. *ngarep kkk
    dan aku tambah cengo pas baca scene dia ngomong sama jiho…ckckck habis ngecass otak dimana kamu nak??? tumben peka+pinter haha

  28. Wulan says:

    Persaingan yg sehat hahahaha….ihhh joonmyun baik bgt ya..walo pun dia cemburu tp msh berakal..mksd y dia ttp pengertian…

  29. minna says:

    suhooo,,,uri leader,,,
    aigooooo
    ampe jd kagum deh si jiho ama dy,,jadi mengakui suho sbgai namchinny Jae-Hee😃,,

Leave a Reply to Wulan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s