[TaoRa Affair] (Un)intended

(un)intended

(Un)intended

Ra | Park Chanra (OC), Huang Zitao (EXO), Park Chanyeol (EXO) | Canon

©indayleeplanet2015

February2, 2015

Chanra membuka kedua matanya ketika getaran dari ponsel miliknya semakin menggila.

Ia melirik jam yang menempel di dinding kamarnya. Pukul sebelas malam, membuat Chanra mengerang dan segera bangkit dari kasurnya, mengambil ponselnya yang tergeletak disamping bantal dan membuka group chatnya dengan para kekasih EXO yang terus berbunyi setiap detiknya. 400 chat belum terbaca dan Chanra mulai membacanya perlahan-lahan.

Dan Chanra mengerinyitkan dahinya ketika ia membaca chat dari Jaehee, mengatakan kalau Zitaonya terluka saat recording Idol Star Athletic Championship saat bermain basket, dan terus memaksa bermain sampai akhirnya dia benar-benar terjatuh dan harus dibantu saat berdiri.

Micheoseo?” rutuk Chanra sambil mengetikkan sesuatu pada group chat tersebut, membalas para kekasih EXO yang sudah ribut menanyakan dimana Chanra berada, “Apa dia sudah bosan hidup?”

Tanpa diduga ponsel Chanra tiba-tiba berbunyi, dan layar ponselnya menunjukkan seseorang menghubunginya, yang tak lain dan tak bukan adalah kekasihnya, Zitao.

“Wae?”

‘Chanra-ya, aku-‘

“Aku sudah tahu.”

Aku-

Gege sudah bosan hidup?”

Ani-

Gege sudah bosan melihatku?”

Mwo-

Gege sudah bosan melihat kekasihmu ini baik hati, huh? Mau melihatku marah-marah terus didepan gege?”

‘Mianhae~’

“Tiada maaf bagimu, Huang Zitao-ssi.”

Wae-‘ Zitao yang berada di seberang sana diam, lalu mengobrol dengan orang lain, ‘Mian Chanra-ya, aku harus pergi. Ah- bisakah kau temui aku di dorm nanti? Aku akan pulang sebentar lagi. Aku tahu aku yang seharusnya datang ke apartemenmu malam ini, tapi kau tahu aku tak bisa menyetir karena kakiku sakit, ‘kan? Okay? Bye~’

Mwo? Apa-“

TUT…TUT…TUT

Mwoya?! Dia kira aku ini apa? Suruhannya?”

Tapi pada akhirnya, Chanra segera berdiri, mengambil coat dan kunci mobilnya, dan menuruti perintah dari kekasihnya itu.

***

Dan disinilah Chanra, berdiri dihadapan para member EXO yang ada di dorm (minus Chanyeol yang sudah terkapar di dalam kamarnya) yang memperhatikannya dari atas sampai bawah dengan mata yang hampir tertutup, terheran-heran mengapa dongsaeng-nya memencet bel dorm mereka di tengah malam yang begitu dingin, dan hanya mengenakan piyama tipis yang ditutup dengan coat tebal merahnya.

Wae?” Tanya Chanra polos, “Aku diminta Zitao gege untuk datang.”

He supposed to come to my place but he hurt his leg so he told me to come okay?”

Diantara para pria setengah sadar yang masih menatap Chanra, Chen yang terlihat paling segar menjawab ucapan Chanra, “Mwoya~ menyuruh seorang wanita keluar rumah tengah malam begini? Chanyeol pasti mengamuk dan memotong Tao jika ia tahu.”

“Dan aku rasa Zitao gege sedang beruntung karena Chanyeol oppa tidak terbangun mendengar suara bel.” Chanra tersenyum, melepas coat-nya dan masuk kedalam kamar Tao, meninggalkan para member yang masih belum berbicara satu katapun pada Chanra.

Mendapati kamar Tao kosong dan hanya ada Candy yang tertidur pulas diatas alas berwarna pink-nya, Chanra mendesah kesal kemudian duduk dipinggiran kasur. Tentu saja kosong, Tao bilang kan ia akan pulang ‘sebentar lagi’ , tetapi Chanra justru langsung meluncur kesini  begitu Zitao menyuruhnya. Kentara sekali kalau ia sebenarnya ingin bertemu dengan kekasihnya itu. Bodoh, Park Chanra! Bisa-bisa dia besar kepala nanti!

Chanra mengelus Candy lembut, mengecek keadaan ‘anaknya’ dengan Tao lalu akhirnya Chanra merebahkan tubuhnya ke kasur Tao, membuka ponselnya dan me-refresh timeline twitter-nya, mengecek apakah kekasihnya itu sudah dalam perjalan pulang atau belum. Dan Chanra sekali lagi dibuat kesal oleh kekasihnya, karena salah satu fans-nya mendapati Zitao sedang menikmati makan kelewat malam di salah satu restauran.

“Dia ini niat menemuiku atau tidak sih?!?!”

Chanra melempar ponselnya ke sembarang arah, memiringkan badannya menghadap tembok, dan lama kelamaan, matanya yang tadinya terbuka sempurna mulai terasa berat dan Chanra akhirnya tertidur diatas kasur Tao.

Entah sudah berapa lama Chanra tanpa sengaja memejamkan matanya diatas kasur Tao, tapi ia bisa merasakan sebuah tangan tiba-tiba mengelus puncak kepalanya dan sesekali mengelus pipinya dengan perlahan.

Tao sudah pulang.

Begitu membuka kedua matanya dan mendapati Tao duduk disamping kasur dan tersenyum, Chanra segera bangun dari tidurnya dan duduk, “Kapan kau datang?”

“Sekitar…15 menit yang lalu?” Jawab Tao tak yakin, “Kau tidur terlalu nyenyak sampai-sampai kau tidak mendengar kekasihmu yang sedang kesakitan dan butuh istirahat ini datang, Chanra-ya.”

Ah. Iya. Chanra baru ingat sesuatu.

Ya! Suruh siapa kau terlalu memaksakan diri, eoh?!?” Ujar Chanra sambil memukul lengan Tao dan membuat Tao meringis, “Kau mau pincang selamanya ya?!?!”

“Sakit, Chanra-ya~

“Sakit, kau bilang?” Chanra semakin geram, “Pukulan pelan begini kau bilang sakit tetapi kaki terkilir sampai tak bisa jalan kau bilang tidak sakit, Eoh? Apa pengukur rasa sakit di tubuhmu itu error?!”

“Aku tidak bilang kalau kakiku ini tidak sakit kok.”

“Tapi masih memaksa untuk ikut pertandingan sampai selesai?”

“Itu namanya semangat membara untuk bertanding,sayang~”

“Semangat membara untuk bertanding? No. Itu namanya merusak tubuhmu sendiri.”

Tidak terima dihujani oleh kata-kata pedas Chanra, Tao bersuara, “Kau ini kenapa sih, Ra-ya? Sedang PMS? Kenapa kau se-ketus ini sih?”

“Aku begini karena kekasihku yang paling tidak mencintai tubuhnya ini melakukan hal bodoh yang akan membuat dirinya sendiri tersiksa nantinya dan tidak, aku sedang tidak PMS.” Chanra bangun dari kasur dan berdiri dihadapan Tao, melipat kedua tangannya dan menatap Tao kesal, “Gege akan shock kalau gege membuatku marah saat aku sedang PMS.”

Tao diam, kehabisan kata-kata dan menciut dihadapan gadisnya yang emosinya sepertinya sedang meningkat drastis, Tao ingat sih, dulu ia sering melihat Chanra memarahi orang-yang-tidak-mau-ia-sebut-namanya didepannya dan member lainnya, ia pikir Chanra tidak se-menyeramkan itu kalau marah, tapi setelah merasakannya sendiri…heol, Tao berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tak akan membuat Chanra mengamuk seperti ini lagi.

Mianhae~.”Tao menatap Chanra yang masih berapi-api, “Aku kira kakiku tidak separah ini.”

“Tidak ada maaf bagimu, Huang Zitao.” Ujar Chanra ketus.

“Aku janji tidak akan memaksakan diri lagi, eoh? Maafkan aku~”

Ani. Jangan membuat janji kalau gege tidak bisa menepatinya.” Ujar Chanra lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar Tao.

Tao berniat untuk berdiri dan mengikuti Chanra. Tapi, “Auw!” Ia melupakan kakinya yang sedang sedikit membengkak itu dan menapakannya di lantai kamarnya yang sekeras batu itu.

Chanra yang baru saja memutar kenop pintu kamar, segera berbalik dan kembali mendekati Tao yang sudah mengerang kesakitan sambil memegang kakinya yang sakit itu dengan wajah penuh kekhawatiran, “Gwenchana? Apakah sakit sekali?”

Haish jinjja. Kau harusnya berhati-hati, gege! See? gege sendiri yang tersiksa, kan?” Chanra berjongkok, melihat keadaan kaki kiri kekasihnya, “Bagian mana yang sakit?”

Melihat perubahan sikap Chanra yang begitu drastis, Tao terkikik geli, “Pacarku mood-nya gampang sekali berubah, ya? Tadi marah-marah, sekarang sangat perhatian. Aigo~”

“Diamlah.” Jawab Chanra sewot, “Aku marah-marah karena aku khawatir padamu, okay?”

Gadis itu memelankan nada bicaranya, lalu bangkit dan duduk disebelah Tao, “Kenapa gege tidak jera juga sih? Sudah berapa kali kaki gege terluka, hm? Apa gege tidak takut sesuatu yang tidak gege inginkan terjadi pada kaki gege? Tidak mau ‘kan?”

Tao menundukkan kepalanya,menggelengkan kepalanya kemudian mengambil tangan Chanra –seperti biasanya dan memainkannya, “Arraseo. Mianhae, Chanra-ya.”

“Apa gege sudah cek ke rumah sakit?”

Tao menggeleng, “Besok, kalau sakitnya semakin parah atau tidak hilang aku baru akan mengeceknya ke rumah sakit bersama manager hyung.”

“Baguslah. Sekarang, istirahat.” Chanra berdiri (lagi), menyuruh Tao untuk tiduran di kasur, tapi Tao malah menggeleng, “Shireo~ Ada kau disini kenapa aku harus tidur?”

Gege memang tidak lelah? Istirahatlah.” Chanra lalu mendorong Tao dan memaksa Tao untuk merebahkan tubuhnya di kasur, “Aku akan menemani gege sampai gege tertidur.”

“Tidak mau! Aku masih rindu denganmu, Chanra-ya~ Kau tidak rindu padaku?”

Chanra tertawa geli, “Mwoya gege? Nada bicaramu seperti anak-anak, tahu?”

“Biarkan saja~ yang penting kau tetap disini dan tidak menyuruhku untuk tidur.” Jawab Tao, ia lalu menarik Chanra dan membuatnya ikut berbaring disampingnya, “Atau kau tidur disini saja denganku, hm?”

Shireo! Dasar gege mesum!” Tetapi, berbalik dengan ucapannya, Chanra justru melingkarkan tangannya pada pinggang Tao dan menempelkan dahinya pada dada bidang Tao, “Jika aku tidur disini, bisa-bisa Chanyeol oppa menguliti kita hidup-hidup, gege.”

“Chanyeol hyung tidak akan tahu~” Tao semakin mengeratkan pelukannya pada Chanra, “Menginap disini, ya ya ya?”

No, gege. Aku tidak akan menginap. Besok aku ada kelas pagi. Aku tidak bawa pakaian ganti.”

“Kalau begitu, pulang pagi? Jebaaaal. Aku benar-benar sedang ingin bersamamu, Chanra-ya~. Okay?”

“Hmmm…bagaimana, ya?” Sebenarnya, Chanra memang sudah berencana untuk tetap di dorm sampai pagi sejak ia dalam perjalanan menuju kesini. Tapi, menggoda Zitao sepertinya cukup mengasyikkan melihat sikap Zitao yang sepertinya ingin bermanjaan dengan Chanra.

“Apa aku pulang saja? Sudah lewat tengah malam, aku tak ingin mati membeku dijalan, gege.”

Wae keurae Chanra-ya~

“Lagipula, kalau tiba-tiba eomma atau Yura eonnie datang ke apartemen bagaimana? Bisa-bisa mereka panik karena aku tidak ada disana.”

Dan hening.

Tao tidak merespon ucapan Chanra seperti sebelum-sebelumnya. Chanra merenggangkkan pelukannya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat apa yang Tao lakukan. Tidak, Tao tidak tertidur. Melainkan, menggembungkan pipinya dan memajukan bibirnya kesal, persis seperti anak kecil yang dijahili oleh orang tuanya, sungguh menggemaskan.

“Ya sudah, kau pulang saja. Aku tidak peduli.”

Aigo~ uri Zitao marah, ya?”

Zitao melepas tangannya dari punggung Chanra, lalu mendorong Chanra untuk jauh-jauh darinya, “Sana, pulang!”

Woah, gege mengusirku? Serius?”

“Katanya kau tidak mau membeku dijalan? Sana, sana!”

Tawa Chanra meledak begitu saja. padahal ia berencana untuk menggoda Tao agak lama. Tetapi, melihat ekspresi Tao yang lucu, Chanra tak bisa menahan tawanya. Chanra –yang sudah berada diujung kasur dan akan jatuh jika Tao mendorongnya lagi- mendekati Tao dan memeluknya, “Aku hanya bercanda~. Gege pikir aku tidak rindu dengan gege?”

Tao mendesah, “Kau menyebalkan sekali, Chanra-ya.”

“Tapi gege suka, ‘kan?” Goda Chanra

Ani. Aku mencintainya.”

Dan Chanra tertawa canggung. Bahagia, sekaligus malu dan geli, “Ugh, kenapa tiba-tiba bilang itu sih, gege?”

Tao tidak menjawab pertanyaan Chanra. Ia hanya menggelengkan kepalanya, mengeratkan pelukannya pada Chanra, dan mencium puncak kepala Chanra, menarik napasnya menghirup aroma almond yang menguar dari rambut Chanra, “Bogoshipo.”

Nado.” Jawab Chanra singkat. Setelah tadi menghujani Tao dengan begitu banyak ocehan dan candaan, sekarang Chanra benar-benar melepas rindunya dengan Tao, menikmati waktu berduanya dengan kekasihnya yang sangat sibuk, memeluk kekasihnya erat-erat dan menghirup wangi maskulinnya sampai bosan, tanpa perlu banyak bicara lagi.

***

“Jadi, bagaimana harimu, Chanra-ya?”

Setelah hampir selama 30 menit menghabiskan waktu berdua dalam diam, Tao dan Chanra akhirnya saling melepas pelukannya dan merebahkan tubuhnya bersampingan, dengan posisi tangan kanan Tao direntangkan dan digunakan sebagai bantal oleh Chanra.

“Hmm…kelas baru yang meyenangkan?” Pandangan Chanra tampak menerawang, kembali ke waktu pagi saat ia berada di kelas barunya bersama teman-teman barunya, “Mereka tidak malu-malu untuk mengobrol, dan, yah…banyak dari teman wanita yang bangga karena kuliah di tempat yang sama dengan Junmyeon oppa.” Chanra dan Tao lalu tertawa.

“Pasti banyak EXO-L ya?” Tanya Tao sambil tersenyum geli.

Keurom. Aku bahkan berkenalan dengan gadis yang tergila-gila dengan gege.”

Jinjja?” Tao dan Chanra sama-sama terbahak, “Lalu apa yang kau lakukan?”

“Menjadi pendengar yang baik?” Chanra masih tertawa,geli kembali mengingat percakapannya dengan Choi Hayoung tentang Tao,  “Hayoung bilang, gege itu adalah pria yang benar-benar style-nya.”

“Sudah tampan, tinggi, pintar bela diri juga.” Chanra mengikuti gaya bicara Hayoung, “Lalu aku bertanya padanya, apakah Hayoung itu tahu kalau gege takut dengan serangga dan hantu? Dan terkadang sering bertingkah seperti anak-anak?”

YAK!

“Dengarkan dulu gege~” Tawa Chanra semakin parah dan ia memegangi perutnya yang mulai terasa sakit, “Dia bilang tentu dia tahu. Tapi dia bilang tidak masalah, dan dia justru senang dengan idol seperti gege yang tidak pencitraan saja isinya.”

Tao menganggukkan kepalanya bangga, “Tentu saja~”

“Tapi aku kasihan dengan Hayoung.”

Wae?” lagi lagi Tao tersenyum senang “Karena idolanya sebenarnya mempunyai kekasih?”

“Bukannnnn.”

“Lalu?”

“Kenapa dia mesti mengidolakan gege sih? Masih banyak member EXO yang lebih keren dari gege. Jongin oppa misalnya, yang imejnya paling sexy diantara member EXO yang lain. Atau Sehun oppa yang cool? Kenapa harus gege? Gege kan-“

Cup.

Satu kecupan singkat di bibir untuk menghentikan ucapan Chanra.

Gege!”

“Berhenti membicarakan pria lain,eoh?”

Bibir Chanra mengerucut, “Wae? Itu ‘kan kenyataan, gege. Jongin oppa dan Sehun oppa memang lebih-“

Cup.

Satu kecupan lagi (cukup lama untuk kali ini) dan kali ini Chanra tetap diam meskipun Tao sudah melepaskan bibirnya dari bibir Chanra.

Chanra shock. Terdengar lucu memang, karena mereka sudah penah berciuman sebelumnya –oke, sering berciuman sebelumnya. Tapi tidak pernah yang seperti ini. Berkali-kali dicium (walau cuma ciuman ringan) hanya karena Tao kesal dengan apa yang dibicarakan, bukan karena suasana yang ‘mendukung’ –yang selalu menjadi penyebab mereka berciuman. Hah, Chanra juga sebenarnya tidak terlalu tahu apa penyebabnya dirinya shock seperti ini. Sepertinya ada yang salah dengan dirinya.

Keumanhae, eoh? Kekasihmu ada disampingmu, kenapa kau membicarakan pria lain?” Kali ini, Tao yang banyak berbicara, “Bagaimana bisa kau memuja-muja pria lain didepan kekasihmu? Kau mau aku cium lagi, huh?”

A-ani.”

“Mangkanya jangan bicarakan pria manapun didepanku, ara?”

N-ne, arasseo,gege.”

Oke, Tao tahu ada sesuatu yang salah dengan Chanra, Chanra gugup?

Tao menoleh, mendapati kedua pipi kekasihnya itu merona, dan terlihat dari raut wajahnya, Chanra gugup. Hmm..sepertinya balas dendam sedikit tidak masalah, ‘kan?

Wae, Chanra-ya? Kenapa pipimu merah, hm? Kau malu?”

Chanra tergelak, melirik Tao sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke plafond kamar Tao, “Ani. Aku tidak gugup. Kenapa aku harus gugup?” Big mistake, Park Chanra. Karena jelas terdengar dari nada bicaranya kalau Chanra gugup.

Eiyyy, ternyata Park Chanra bisa gugup juga ya?” Tanya Tao dengan nada menggoda, dan membuat Chanra semakin salah tingkah, “Apa karena ciumanku tadi?”

Aniiiiiii.”

Jinjja?”

Jinjja.”

Dan tiba-tiba, Tao menarik Chanra yang berada disamping tubuhnya, mengangkatnya sehingga kini tubuh Chanra berada diatas tubuhnya, dan jangan ditanya berapa jarak antara wajah Tao dan Chanra. Sangat dekat.

Chanra sudah tidak bisa berpikir lurus lagi. Tubuhnya sudah panas akibat malu dan gugup. Ditambah lagi, kini tubuhnya berada diatas tubuh Tao, melihat wajah kekasihnya yang tersenyum jail, dan kedua matanya menatap tajam mata Chanra dari jarak yang begitu dekat, Chanra baru sadar kalau kekasihnya ternyata se’menarik’ ini.

“Kalau begitu aku boleh menciummu lagi, ‘kan?”

Dan bisa ditebak, Tao menempelkan bibirnya pada Chanra tanpa keraguan sedikitpun, memberikan kecupan-kecupan ringan pada bibir Chanra yang mulai mengikuti alur permainan Tao. Beberapa lama kemudian Tao mulai mengintenskan kecupannya, menelusuri bibir Chanra yang –entah sejak kapan menjadi salah satu bagian favorit dari tubuh Chanra, dan setelah cukup lama saling memainkan bibir satu sama lain, Chanra mengangkat kepalanya dan melepaskan tautan bibir mereka, menarik napas dalam-dalam setelah melupakan bernapas beberapa saat tadi.

Sama-sama terengah, baik Chanra maupun Tao hanya saling menatap, bertukar pikiran tentang apa yang akan mereka lakukan sekarang, dan mereka cukup yakin jika apa yang mereka pikirkan adalah sama.

“Chanra-ya, apa…tidak apa-apa?” Tanya Tao ragu.

Chanra mengangguk perlahan, namun pasti, “Aku akan mencobanya, gege.”

Tao mengangkat tangannya, mengelus pipi Chanra, “Aku tidak mau kau memaksakan diri, sayang.”

“Tidak, gege. Aku tidak akan memaksakan diri,” Gadis itu menggeleng, dan menggenggam tangan Tao yang mengelus pipinya, “Aku tak ingin terus-terusan terbelenggu dengan kejadian itu.”

“Kalau kau masih tak bisa…katakana padaku, eoh?”

Seiring dengan anggukkan Chanra, Tao langsung merengkuh tengkuk Chanra dan mulai menempelkan bibirnya lagi pada Chanra, perlahan bagaikan Chanra adalah sebuah barang yang paling fragile didunia. Dan seperti yang sebelumnya, ciuman antara Tao dan Chanra semakin intens, dan ketika Tao dengan sengaja menggigit bibir bawah Chanra, Chanra meremas kaos putih Tao dengan kedua tangannya dan –entah kenapa, membuat ciuman Tao pada Chanra semakin lebih.

Kembali melepas tautan bibir untuk menarik napas panjang, Tao mengambil kesempatan untuk meraih pinggang Chanra, dan perlahan, menurunkan gadisnya itu dari tubuhnya kembali ke sampingnya. Lalu, ketika tao akan memutar tubuhnya agar berada tepat diatas Chanra,

“AHHHH!”

Tao menjerit kesakitan.

“ADUH! KAKIKU! SAKIT SEKALI!”

Tao reflek bangun dari tidurnya dan memegangi angkelnya yang terluka. Begitu juga Chanra yang shock dan ikut panic saat Tao menjerit kesakitan.

Omo! Ottohke? Gege gwenchana? Mana yang sakit? Mana yang sakit?”

Dan selama beberapa menit kedepan mereka berdua masih heboh mengurusi kaki yang sepertinya tidak mendukung apa yang akan dilakukan oleh Chanra dan Tao tadi.

.

.

.

“Chanra-ya.” Panggil Tao pelan.

Chanra –yang kedua matanya hampir terpejam hanya bergumam menjawab panggilan Tao.

“Jika aku sudah sembuh, mari lakukan itu.”

Chanra tertawa pelan, “Mwoya~. Baru kali ini aku mendengar seseorang mangajak untuk melakukan hal itu, gege.”

Tao mendesah, “Memangnya kenapa? Tidak boleh?”

“Boleh gege. Tidak ada yang melarang,kok.” Jawab Chanra pasrah. Chanra sudah mengantuk, dan malas untuk mendebatkan hal tidak penting dengan Tao.

“Kalau begitu… saat hari kedewasaan? Pasti aku sudah sembuh, Chanra-ya.”

“Terserah gege saja…”

Ya, kenapa jawabnya seperti itu, Chanra-ya? Ayo, janji dulu denganku.” Ujar Tao tidak terima.

Ne..ne..aku janji, gege.” Chanra sudah memejamkan kedua matanya, “Bolehkah aku tidur sekarang, gege? Aku sangat ngantuk.”

Tao tersenyum, menganggukkan kepalanya meskipun Chanra tidak bisa melihatnya.

“Selamat tidur, Chanra-ya.”

Cup.

Kecupan terakhir untuk malam ini agar gadisnya bisa tidur dengan nyenyak.

.

.

.

Guk..Guk!”

Chanra mengerang pelan, begitu mendengar suara gonggongan kecil dan merasakan sesuatu tengah menjilati pipinya dan membuatnya geli. Tanpa perlu membuka matanya-pun, Chanra tahu pasti kalau sesuatu itu adalah Candy.

Ne..ne, selamat pagi, Candy-ya.” Ujar Chanra dengan suara serak.

Guk..Guk!

Waeyo, Candy-ya? Kenapa pagi-pagi begini sudah rebut, sih?” Tanya Chanra sedikit kesal karena Candy tengah mengganggu tidurnya yang sangat kurang –karena ia dan Tao baru saja memejamkan matanya pukul setengah 5 pagi

“Chanra-ya, ireona.”

Waeee?” Tanya Chanra protes,”Aku kuliah jam 9 kok, oppa. Ini masih jam..” Chanra membuka sedikit matanya untuk melirik jam dinding yang ada tepat didepannya,”masih jam setengah 7. Setengah jam lagi ya, oppa~. Baru aku pulang dan ambil baju ganti.” Chanra lalu memejamkan kedua matanya lagi.

Oh, tunggu dulu. Sepertinya…

Chanra membuka kedua matanya lebar-lebar, secara reflek bangun dan duduk dari tidurnya dan kedua matanya langsung menangkap pemandangan yang membuat bulu kuduknya berdiri seketika.

Chanyeol tengah berdiri didepan Chanra sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dengan mata melotot dan tampang yang begitu menyeramkan, seperti ingin menelan Chanra bulat-bulat.

Chanra melirik Tao yang masih tertidur pulas dikasurnya. Ia lalu menyenggol nyenggol tubuh Tao agar Tao bangun, tetapi nihil, Tao masih tidur dengan pulas.

Gege, bangun!” Desis Chanra.

Chanra menyunggingkan senyum terpaksanya pada Chanyeol yang semakin mendekati dirinya.

Err…O-oppa…A…nnyeong?”

Dan ketika tangan besar Chanyeol meraih telinga Chanra dan menariknya dengan paksa, dalam hati Chanra berjanji, bahwa ia tidak akan melakukan hal seperti ini di dorm EXO, terlebih lagi jika oppa-nya sedang ada didalamnya.

“APA YANG KAU LAKUKAN DIKAMAR ZITAO? HAH?!”

“AMPUN OPPA, AMPUN!”

“KAU MAU AKU KULITI HIDUP-HIDUP, PARK CHANRA?”

“HUWAAA OPPA MIANHAEEEE”

“BERANI-BERANINYA KAU TIDUR DENGAN LAKI-LAKI LAIN SELAIN OPPA DAN APPA? HAH? CARI MATI, PARK CHANRA?

Dan pagi itu, semua member EXO sekali lagi hanya menonton kejadian itu dengan wajah polosnya dan mata setengah tertutup.

CUT

I’M NOT THAT PERVIE GUYS T_______T

wkwkwk maaf ya abisnya aku baca komen-komen kalian di Girl’s talk banyak yang bilang kalo Chanra itu pervie, kalo Chanra pervie berarti yang buat juga pervie dong wkwkwk tapi nggak kok, sumpah ._.v saya tidak sepervie itu wkwkwk saya hanya wanita yang sudah tidak polos lagi(?) huhu T____T

Dan lagi, aku ga protek TaoRa. tapi, walaupun aku ga protek ini FF, tolong, dikasih apresiasi dalam bentuk satu atau dua kalimat di comment box dibawah. Saya bahagia kok hehehehe.

And last, Get well really soon uri Huang Zitaooo /huggg/. Mangkanya jangan maksain, jadinya gabisa jalan kannnn pincang pincang kannn salah sendiri sih /jitakgege/ /okeiniapa/ /maafkan/

Thank u!

XOXO,

Ra

Advertisements

27 thoughts on “[TaoRa Affair] (Un)intended

  1. @deulight95 says:

    Hahaha—- ya ampun TaoRa ……… kalian berdua ini lucu banget sih …. marah marah terus mesra mesra .. Lol …..itu Chanyeol galak parah yaaa sampe chanra dijewer … kkkkk

  2. Dana says:

    Hahaha sebel banget berenti gara2 kakinya sakit wkwkwkwkwk ngakak lah padahal suasananya udah dapet banget :p
    Chanyeolie galak ihhh huahahaha kasian chanra dijewer :””)
    Keep sweet yaa TaoRa❤

  3. Hikyu says:

    wahhh chanra udah mau begituan (?) eh kehalang cidera kakinya Tao xD
    dan aku ngakak parah chanyeol ngamuk2 ke adeknya huahahaha ditunggu lanjutannya 😀

  4. Nadya says:

    Iya tuh tao ny nemaksakan diri maen sampei selesai, jd nya kaki ny kan sakit. Semoga cpt sembuh. Kasihan bgt chanra nya ketahuan sama chanyeol

  5. Kauramints says:

    Huaahhh aku baru tau kalo Tao cedera O.O) get well soon ya Tao~
    Aihh chanra galak bgt kalo udah khawatir gitu, pedes pula kata-katanya hihi
    Kuatkan mental ya Tao lol

    Lucunya pas Tao bete kalo chanra ngmgin yang lain, dikisseu euuyyy :3
    Keep writing ya Ra
    Xoxo

  6. Kauramints says:

    Huuaaahhhh Tao cedera kah? Get well soon ya gege
    Biar gak kena amuk chanra lagi fufu
    Lucunya pas chanra dikisseu gara-gara Tao bete
    Memang chanra paling best lah kalo soal skinship :3
    Keep writing, Ra
    Xoxo

  7. Veni says:

    Tao bikin ngakak deh udah tau kakinya sakit tapi tetep aja kek gtu 😀 padahal tao sifatnya cem anak kecil tapi gak nyangka mesum banget coy haha *bayangin wajah tao*

  8. kkamjongiechoco says:

    telat bangettttt bacanyaaaaa. baru sempet buka skrng eon. hiks…:'( aaaaaaaa tao gws gege!!!! chanra perhatian bgt ugh sampe mau nyamperin tao, chanyeol jangan galak2 dong grrrrr-_-

  9. ciciliastfni says:

    omaygat. Aku suka sama pasangan ini selaluuuu. Haha grgr kaki tao sakit, mereka ga jd ngelakuin “itu”? haha. Chanyeol ganas bgt lah kasian chanra hahaha. Tapi aku selalu suka sama pasangan ini;)

  10. adindacynthia says:

    Ra, maksudmu yang dirimu bukan wanita yang polos lagi itu apa sih? Udah gak polos sama pervie itu kayaknya gak beda jauh deh Ra.. 😀
    Couple yang paling banyak skhiship… aku suka aku suka, semoga Hana, Nayeon, Jaehee, Hanji, dan Chaerin banyak belajar dari Chanra.. 😀
    Haiish… itu scene terakhirnya ganggu banget Ra, Chanyeol emang dasar -_-

  11. LeeDaeShi says:

    What the fun!!!!! TaoRa ini unyu banget sumpaaaaaaah. Lebih childish dari KaiNa. Seblas duablas sih. Beda style tapi. Aaaaah aku bener2 baper sama couple2 disini. Dan TaoRa ini punya style tersendiri bkin aku baper maksimal karna gaya pacaran mreka..
    Okeee chanra ga byuntae cuma yadongan dikit lol
    Ra ga mesum cuma ga polos aja lol
    Ngakak bagian udah enak tuh eh ngezonk karna kaki tao. Makanya tao, mau buat sesuatu ya liat sikon dlu dong. Aku udh curiga dr awal mreka mau enak2an itu, ini kaki tao apa ga papa. Eh beneran kan jd malapetaka sndiri lol
    TaoRa ckckck. Bisa2nya buat kesepakatan -_- kayak apaaaa aja ckckck
    Ini pasangan ya umur aja masih bocah kerjaannya ngalah2in junhee lol
    Malah chanra yg jd guru besar hana dan jaehee kan xD
    Ngakak aja tiap inget chattingan mreka bertiga. Chanra bener2 guru yg hebat 😂😂😂 mau juga dong berguru sama chanra.
    Kalo tao sih enggak, itu aja ngezonk sndiri karna kakinya 😂😂😂
    Aku sukaaaaaaa

  12. Exolines88 says:

    Tolong dong.. Punya pacar perhatian kaya chanra tuh di syurkuri aduh. Kapan couple lain bisa skinship kaya mereka kyaaa gemes. Apalagi serin, seumur jagung aja belum hahahah gemes sama chanyeol di ending, bobo bareng dongsaeng nya?? Pasti lucu bangeeet

  13. hana ardhani says:

    Waah baru bisa baca indaylee hari ini TAT
    Ternyata banyak ff baru termasuk taora :c

    Eaa tao sama chanranya xD ampe bikin cy ngamuk hihihi

  14. natasya says:

    awwwww…….aku suka taora moment…mwehehhe…
    luci,si tao nya manja manja ke chanra..trus it td si chanra ngajak ‘tidur’ bareng sm tao??
    trua gagal gara2 kaki tao-_- sayang sekali….

  15. rexxya9 says:

    Astaga itu GREGETAN KAAAAK!! Huft HAHAH chanyeolnya jg di akhir kocak dah
    Lol taonya ngajak begituan langsung di aggukin sama chanra…. Byuntae couple 😂😂😂

Leave a Reply to Veni Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s