.:JunHee Veiled:. I Miss You Boy 1/2

 

 imissyouI Miss You || JunHee Universe || PG 13

© Neez (@suhofocus)

InHanaLee       : Eonnie… aku dan Jongin kembali ke honeymoon phase

InHanaLee       : Kyaaaaa

 

Jaehee mendesah berat dan meletakkan kembali iPhone 6-nya pada nakas di samping tempat tidurnya. Ia berguling untuk mencari posisi yang nyaman. Hana sih enak, rencananya untuk menjadi lebih dekat dengan Jongin terlaksana dengan baik, malah berani mendeklarasikan bahwa mereka tengah kembali dalam honeymoon phase.

   Seharusnya dirinya dan Joonmyun juga kembali ke honeymoon phase karena setelah mereka terlibat kontak fisik yang cukup intens semalam sebelum keberangkatan Joonmyun, mereka berdua benar-benar bertambah dekat. Ya, Joonmyun menghabiskan malam dengan mendekapnya erat hingga pagi menjelang. Ada kecupan selamat pagi, yang dilanjutkan dengan acara-bermesraan-ala-Jaehee-Joonmyun, dan Joonmyun dengan manisnya menyiapkan sarapan bagi Jaehee, yang masih mengenakan kemeja putih tanpa berganti baju!

   Setelah mereka berdua sarapan, keduanya menghabiskan waktu di depan televisi dengan marathon film Harry Potter and The Sorcerer’s Stone sampai Deathly Hallows, karena Joonmyun sudah tidak sanggup lagi jika harus mengulang The Amazing Spiderman dan mendengarkan Jaehee yang mengomel mengapa karakter Gwen Stacey harus mati (dan karena Jaehee begitu menyukai Andrew Garfield, tapi Joonmyun tidak mau mengakuinya bahwa dia cemburu). Setelah itu malamnya, Jaehee mengantar Joonmyun ke bandara.

   Memang Jaehee tidak bisa turun, karena teman-temannya yang merupakan fansite master dari EXO leader, Suho, pasti ada disana, dan mereka pasti heran kenapa master fansite EXO Lay ikut datang padahal Suho lah yang akan pergi ke India. Maka, Jaehee dan Joonmyun hanya menghabiskan waktu di mobil, berbincang-bincang, sesekali Joonmyun atau Jaehee mencuri-curi kecupan, di dahi, di pipi, bahkan di bibir. Joonmyun jelas-jelas menunjukkan bahwa ia akan merindukan Jaehee, dan Jaehee, meski sukar mengungkapkannya, toh juga mengatakan bahwa dai sebetulnya mau ikut ke India.

   ”Kalau begitu ikutlah,” Joonmyun bersandar pada jok mobilnya, kemudian mengobah posisinya agar miring menghadap Jaehee, yang juga berbaring pada jok mobil dan berbaring miring menghadap dirinya. Tangan Joonmyun terangkat meraih tangan Jaehee dan menggenggamnya, memainkan jemarinya seperti anak kecil yang menemukan mainan favoritnya.

   Jaehee merengut, dan memukul bahu Joonmyun dengan main-main. ”Kau kira ke India tidak perlu mengurus visa dulu? Huh~” dan Joonmyun hanya tertawa menanggapi gerutuan Jaehee setelah pura-pura meringis sakit, setelah dipukul Jaehee. ”Pulang kapan kau tidak tahu?”

   ”Aku lupa bertanya,” kekeh Joonmyun membelai-belai pipi Jaehee, yang syukurnya, setelah inseden tempo hari, insiden mogok makannya, sudah kembali lebih terisi. ”Nanti kutanyakan, kenapa memangnya? Kau mau menyusul ke India?”

   ”Tidaaakkkk, aku tidak akan ke India.” Kekeh Jaehee. ”Kenapa sih, ingin sekali aku ke India? Aku tidak bisa ikut shooting juga,”

   ”Kan kau bisa bilang kau staff KBS.”

   ”Myeonie, kau tahu diluar sana banyak teman-temanku. Mereka pasti bertanya-tanya kenapa aku disini sementara tidak ada Yixing. Lagipula Yixing mau ada jadwal di China. Mereka bisa menyangka aku pindah haluan jadi bias Suho.”

   Joonmyun mencibir, ”Kau kan memang pacarnya EXO Suho!”

   ”Ya! Dan yang tahu hanya sedikit orang!” ujar Jaehee gemas sambil mencubit pipi Joonmyun. ”Kau ini.”

   Ponsel Joonmyun berdering. Ia mengeluarkan iPhone 6 plus-nya dan memeriksa Kakao dari Manajernya yang masuk terlebih dahulu, mengurus barang-barangnya. Joonmyun menghela napas, terlihat enggan berpisah dengan Jaehee, Jaehee juga merasakan hal yang sama.

   ”Manajer Oppa?” tanyanya.

   Joonmyun mengangguk, ”Kami akan recording bagian opening. Changmin Hyung tidak bisa ikut ke India, karena DBSK sedang tur. Sunggyu Hyung juga sedang tur dengan Infinite, jadi dia menyusul. Jadi aku akan recording dengan Kyuhyun Hyung, Jonghyun, dan Minho.”

   ”Keurae…”

   ”Tidak mau turun?” tanya Joonmyun sambil memakai jaketnya.

   Jaehee tersenyum tipis, menyesal. Tentu saja dia ingin turun, mengantar hingga Joonmyun harus masuk ke dalam ruang tunggu. Tapi, tidak bisa kan? Masyarakat tidak tahu kalau EXO Suho memiliki kekasih, apalagi diluar sana ada fansite-fansite Suho yang jelas mengenal Jaehee, sebagai Fansite Master milik EXO Lay.

   Jaehee menarik beanie dari dalam tasnya, dan mengenakannya pada kepala kekasihnya yang masih sibuk memakai jaket. Jaehee merapikan poni Joonmyun, lalu mengelus pelan kedua pipinya.

   ”Baik-baik di tanah orang. Jangan lupa makan teratur, minum vitamin teratur… istirahat jika waktunya istirahat. Dan, jangan lupa hubungi aku jika sempat.”

   Joonmyun mengangkat alisnya tinggi. ”Wow, kau tahu ini pesan terpanjangmu jika aku pergi ke luar negeri. Err, kecuali waktu ke Mexico. Dan ke London… astaga, aku pergi jauh ya?” kekeh Joonmyun.

   ”Ya jelas jauh lah,” dengus Jaehee.

   ”Iya, Sayang… baiklah,” Joonmyun mengangguk dan meraih tas ransel hitamnya dari bangku belakang dan mengenakannya. ”Hati-hati di jalan pulang ya, jangan mengebut, oke? Kalau sudah sampai kabari aku.”

   Jaehee mengangguk, menatap Joonmyun yang menggeser pintu mobil. Tetapi sebelum ia turun, sepertinya ia mengingat bahwa telah melupakan sesuatu. Ia berbalik dan menutup pintu mobil kembali.

   ”Wae? Ada yang tertinggal?” tanya Jaehee heran.

   Joonmyun menggeleng, meraih tengkuk kekasihnya dan mendekatkan kedua bibir mereka. Jaehee tersenyum saat merasakan bibir Joonmyun menyapa bibirnya, awalnya pelan, namun kemudian melumatnya lembut, langsung saja ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Joonmyun, mengelus rambut-rambut halus yang masih tersisa, tidak tertutup beanie.

   Akhirnya, pelan, Joonmyun menjauhkan bibirnya, masih dengan dahi yang bersentuhan. Ia tersenyum, mengelus pipi kanan Jaehee dengan ibu jarinya, kemudian mengecup dahi gadisnya lembut, kedua pipinya, dan kembali ke bibirnya sekali lagi.

   ”Aku pergi dulu,” bisiknya.

   ”Hmm, hati-hati… err, cepat pulang.” Tambah Jaehee, sedikit malu-malu. Tapi ia memang ingin Joonmyun segera pulang. Baru mau berpisah begini saja rasanya ia sudah tidak rela.

   Mereka tengah berada dalam fase bulan madu lagi! Dan karena memang Jaehee paling sebal jika Joonmyun harus keluar negeri, selain Jepang dan China lama-lama. Ia memang tidak pernah mengakui langsung pada Joonmyun, karena malu, tetapi dia selalu merasa begitu kesepian, dan gundah jika Joonmyun berada di bumi belahan lain.

   ”Nanti kuberitahu setelah kutanya kapan pulang. Oke?” kata Joonmyun lagi.

   ”Oke.”

   ”Hati-hati di jalan, langsung pulang ya. Jangan kemana-mana lagi, kau istirahat di rumah. Ini sudah malam.”

   ”Iya, Grandpa~” Jaehee menjulurkan lidahnya meledek.

   ”Oooh, lihat lidahmu itu keluar darimana, hah…” Joonmyun mengedip.

   ”Ish! Sudah sana, nanti kalau orang KBS kesini malah bahaya.”

   ”Ahahahaha, oke oke… aku pergi. Bye~ kalau sampai langsung kabari. Saranghae…” Joonmyun langsung turun dan menutup pintu mobil, memperhatikan Jaehee menyalakan mesin dan melambaikan tangan berlalu dari hadapannya.

 

*           *           *

2nd February 2015

10.30 AM KST

Hana’s Apartement

.

.

.

Eonnie sepertinya sakit. Apa mengantuk? Lemas sekali…”

   Jaehee membersit hidungnya sedikit. Ia berbaring dengan satu tangan diatas kepalanya, berusaha menghalau nyeri yang menusuk-nusuk pelipisnya sejak tadi ia terbangun pukul tujuh pagi. Karena tidak tahu hendak melakukan apa, Jaehee akhirnya pergi ke apartemen Hana.

   Dan Hana malah menatapnya dengan kasihan, setelah berkata bahwa nanti dia akan pergi dengan Jongin, jadi tidak bisa menemaninya main lama-lama. Heol, dia juga tidak mau main, dia hanya tidak tahu mau melakukan apa di hari yang sedikit muram ini.

   ”Eonnie pulang jam berapa semalam, setelah mengantar Suho Oppa?” tanya Hana penasaran sambil mengolesi rotinya dengan Nutella.

   Jaehee bahkan sudah tidak punya tenaga untuk mengingat-ingat jam berapa dia sampai di rumahnya. Pokoknya setelah mengantar Joonmyun ke bandara, yang sudah lewat tengah malam, Jaehee langsung kembali ke rumah dan tidur. Sayangnya, tidurnya gelisah, karena ingin mendengar kabar Joonmyun tiba dengan selamat di India setelah transit di Singapura. Tapi hingga pagi hari ia terbangun dengan keadaan kurang tidur dan sakit kepala, lalu pergi ke rumah Hana, ia tetap belum mendapatkan kabar. Tadi ketika dengan gundah, ia memeriksa internet untuk mencari kabar, ia hanya melihat beberapa foto ketika Joonmyun tiba di bandara Mumbai, kemudian sepertinya mereka langsung recording.

   Anak itu pasti lelah, dan pasti tidak sempat menghubunginya. Jaehee malah merasa kasihan.

   ”Eonnie, aku ke tempat Jongin ya. Eonnie kalau lapar ada makanan di microwave, kalau mau masak di dapur banyak bahan makanan. Nanti Jiho Oppa mau kesini, mau pinjam CD Photoshopku, Eonnie kalau mau tidur…” Jaehee bahkan tidak bisa mengingat atau mendengar kata-kata Hana selanjutnya karena ia sudah kedulu tertidur, kelelahan, dan merindukan Joonmyun.

   Myeoniekabari aku.

*           *           *

Sheraton Hotel, Mumbai

February 2nd 2015

At the same time in South Korea

.

.

.

Joonmyun menghela napas lega setelah akhirnya recording untuk hari ini selesai. Ia nyaris bersujud saking merasa bersyukurnya, ketika sang PD mengumumkan bahwa hari ini sudah cukup pengambilan gambarnya. Bukannya ia mengeluh atau apa, tapi selama-lamanya ia tidur di pesawat, tetap tidak bisa benar-benar istirahat jika berada di pesawat.

   Cuaca di Seoul memang sangat dingin. Masih dibawah nol derajat, tetapi begitu ia terbang dan transit di Singapura, iklim tropis sudah menyambutnya. Ia memang bukan penggemar berat musim dingin, dan ia lebih menyukai cuaca hangat. Akan tetapi, India lain kasusnya. Cuaca disini cukup panas, dan ia beserta rekan-rekannya yang lain telah berada di bawah sinar matahari yang sangat terik, sejak pagi.

   Joonmyun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kamar hotelnya yang dilapisi oleh seprai putih halus. Ia mengerang hebat begitu punggungnya menyentuh tempat tidur yang empuk itu, segera ia memejamkan matanya sesaat untuk beristirahat, meski ia ingat ia belum membersihkan diri.

   ”Langsung tidur, Joonmyun-ah?”

   Joonmyun membuka sebelah matanya, tersenyum kecil, menjawab dengan lemah. ”Ani, hanya istirahat sebentar saja, Hyung.”

   ”Ayo, mandi! Mandi! Minho-ya, mandi duluan!” Kyuhyun memerintahkan Minho untuk mandi, dan sepertinya Minho menuruti perintah Kyuhyun karena kemudian suasana kamar terdengar hening, dan hanya ada samar-samar suara pancuran dan Minho yang bersenandung.

   Bahu Joonmyun di tepuk. Ia membuka matanya, melihat Jonghyun menyodorkannya kapas dan pembersih wajah. ”Bersihkan dulu wajahmu,” katanya terlihat khawatir. ”Nanti berjerawat.”

   ”Ah, gomawo.” Joonmyun buru-buru duduk. Mana mungkin ia menolak kebaikan seseorang yang begitu memperhatikannya, meski ia lelah sekalipun. Ia meraih pembersih yang diberikan Jonghyun, dan mulai membersihkan wajahnya dengan lembut. Setelahnya ia mengaplikasikan toner melalui kapas pada setiap inci wajahnya.

   Kyuhyun yang nyaris tidur di salah satu tempat tidur kemudian bergumam, ”Itu… ponsel siapa? Sepertinya bunyi terus…”

   ”Ah, punyaku!” Jonghyun yang duduk di tepi tempat tidur buru-buru berlari menghampiri ranselnya yang diletakkan di sofa, dekat tempat Kyuhyun berbaring sekarang. Joonmyun memperhatikan Jonghyun yang menarik keluar ponselnya dan tersenyum hangat.

   Rupanya, Kyuhyun juga seperti Joonmyun, memperhatikan gelagat Jonghyun, dan berdeham-deham aneh. ”Ada yang kangen sepertinya dari Korea, ya?” celetuknya dengan nada menggoda.

   ”Ah, Hyungmwoya?” Jonghyun menukas ledekan Kyuhyun, meski telinganya sedikit memerah. Ia buru-buru memasukkan kembali ponselnya ke dalam ransel, dan duduk di sofa, mencari-cari remote.

   Kyuhyun bangkit dari posisinya yang berbaring. ”Ah, sudah tidak usah malu-malu. Aku dan Changmin ingat, kau pernah cerita sedang dekat dengan trainee FNC, iya kan? Bagaimana? Apa sudah resmi?” Joonmyun hanya tertawa, melihat Jonghyun salah tingkah.

   Joonmyun keluar dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati kopernya. Ia membuka kombinasi angka pada kopernya dan mulai mengeluarkan pakaian ganti serta peralatan mandinya. Meski dari hotel mereka mendapatkan shampo, sabun, dan yang lain, ia tetap lebih suka menggunakan miliknya sendiri. Miliknya yang merupakan pemberian Jaehee juga, tempo hari.

   Omong-omong soal Jaehee…

   ”Yah, kami baru mulai dekat… entahlah, Hyung. Apa sudah waktunya berkencan? Dia kan trainee…” sahut Jonghyun malu-malu.

   Kyuhyun berdecak, geleng-geleng kepala. ”Kau ini bagaimana sih, dengan perempuan saja tidak bisa bergerak cepat. Kau sudah punya aku dan Changmin untuk berguru, masih saja lamban. Atau lihat itu Minho~” Jonghyun tergelak menanggapi ledekan Kyuhyun.

   ”Dia sangat konsentrasi dengan trainee-nya, Hyung. Walau belum tahu kapan mereka akan debut. Kami tidak dilarang sih berkencan oleh perusahaan, tapi tetap saja. Aku susah untuk berkencan, dia susah untuk berkencan…”

   Kyuhyun mengangguk-angguk, ”Memang itu kesulitan kita sebagai idol jika ingin berkencan. Tapi, bisa kok… asal hati-hati.”

   Pembicaraan mereka sempat terhenti tatkala Minho keluar dari dalam kamar mandi. Segar dan wangi sabun serta shampoo masih kentara. Ia tersenyum puas, merasa tenaga dan tubuhnya lebih fit sesudah mandi. ”Membicarakan apa?” tanyanya penasaran.

   ”Ini, Jonghyun!” Tunjuk Kyuhyun. ”Trainee yang waktu itu ia ceritakan sedang dekat dengannya, sampai sekarang tetap belum jadi pacarnya juga.”

   Minho geleng-geleng, ”Kau lamban sekali, Hyung…”

   ”Aku mandi dulu,” Joonmyun geleng-geleng, geli sendiri dengan pembicaraan yang dilakukan teman-temannya ini. Samar-samar dari dalam kamar mandi pun, Joonmyun masih bisa mendengar percakapan yang dilakukan oleh Kyuhyun, Jonghyun, dan Minho. Ia tertawa-tawa geli sendiri, meski tidak benar-benar mendengar apa yang mereka katakan.

   Joonmyun melangkah masuk ke kotak shower setelah melepaskan helai demi helai pakaiannya. Ia membawa shampo, sabun, dan shower puff berwarna abu-abu yang dibelikan Jaehee tempo hari. Joonmyun langsung merasakan tubuhnya menjadi rileks seketika manakala air hangat itu mengguyur dan membasuh tubuhnya, ia tidak mendengar lagi pembicaraan pria-pria itu diluar. Karean suara guyuran air, tetapi ia cukup bisa mengerti.

   Hidup sebagai seorang idol dan hidup sebagai manusia biasa tetap tidak dapat dipisahkan. Mereka memang idol, tetapi mereka juga tetap manusia. Seperti Jonghyun, walaupun dibandingkan dua rekannya yang lain, Kyuhyun dan Minho, ia belum terlalu dekat dengan Jonghyun, dari CN Blue. Tapi mereka sama-sama laki-laki, dan kebiasaan serta kesukaan mereka kurang lebih hampir sama bukan? Dalam hal asmara juga.

   Minho telah beberapa kali menjalin hubungan selama ia berkarier. Berbeda dengan Kyuhyun yang hanya satu kali, dan sepertinya, bukannya ia tidak ingin memiliki kekasih lagi, tetapi untuk saat ini, ia belum ingin berjuang menghadapi patah hatinya atau masalah-masalah yang bisa muncul dalam hubungan percintaan. Sementara Jonghyun, Joonmyun kurang tahu bagaimana. Tapi, jika Jonghyun memang menyukai seorang gadis, sebagai teman tentu Joonmyun ikut senang jika Jonghyun bisa berkencan. Semua orang berhak berkencan. Baik berkencan dengan gadis yang berprofesi sama seperti mereka, atau pun berkencan dengan gadis biasa. Kedua tipe gadis itu memiliki kelebihan dan kekurangannya kok. Joonmyun tersenyum saat mengguyur habis shampoo dari kepalanya dengan pijatan lembut pada tiap helai rambutnya, yang terpenting adalah mereka sama-sama mau berjuang dalam hubungan ini, dan tidak lari mundur.

   Memikirkan Jaehee membuat Joonmyun tersenyum. Hubungan mereka tidak diawali dengan mudah, tetapi mungkin itulah yang bisa membuat dia dan Jaehee bertahan sejak mereka memutuskan mulai berkencan di bulan Oktober tahun 2013. Jika dihitung mungkin memang sudah satu tahun lebih, tapi rasanya seperti baru sebentar. Mengingat Jaehee dan dirinya baru benar-benar membuka diri belakangan ini.

   Mereka tidak pernah merayakan seratus hari peringatan pacaran mereka seperti orang-orang kebanyakan. Mereka juga tidak merayakan Valentine pertama mereka, White Day pertama mereka. Bahkan ulangtahun dia dan Jaehee, pertamakali semenjak mereka berkencan, tidak dirayakan dengan spesial. Kalau mengingat itu, Joonmyun menyesal sekali. Tetapi, masih ada hari-hari yang akan datang bukan? Dan ia bertekad menghabiskan semua hari-hari itu dengan Jaehee!

   Menggunakan aloe vera pada wajahnya untuk mencegah kulit terbakar setelah seharian berada dibawah sinar matahari, Joonmyun menepuk-nepuk mukanya agar gel tersebut terserap di depan cermin. Ia masih bisa mendengar suara tawa ketiga temannya saat ia menggoyangkan rambutnya yang basah, mengecek penampilan terakhirnya setelah mandi.

   Joonmyun keluar dari kamar mandi, dan menutup pintu kamar mandinya, sambil kedua matanya melirik ke arah ruang televisi, dimana ketiga teman-temannya tengah tertawa-tawa memperhatikan sesuatu pada ponsel, entah siapa diantara mereka bertiga.

   ”Ada apa?” tanyanya.

   Kyuhyun, Minho, dan Jonghyun menoleh bersamaan, ketiganya memiliki tipe cengiran yang sama. Yang membuat Joonmyun heran, sebetulnya.

   ”Suho! Kau punya pacar?!”

   Joonmyun mengerjap-ngerjap. Ketiganya terus menatapnya, meledek dan mengintimidasi. Sampai ia sadar, bahwa ketiganya ternyata tengah menatap ponselnya, dengan membuka galeri fotonya. Astaga, bukankah ia sudah mengunci ponselnya?

   ”Hyung! Bagaimana kau membuka ponselku?!”

   Jonghyun dan Minho terbahak-bahak melihat ekspresi Joonmyun yang seperti tertangkap basah.

   ”Tidak penting bagaimana. Jadi selama ini kau menyembunyikan seorang gadis. Aigoooo, uri Suho! Ya, bagaimana bisa kau tidak bilang pada kami!” Kyuhyun melambai-lambaikan ponsel dengan foto-foto Jaehee, yang ia ambil secara sembunyi-sembunyi.

   Minho berdecak. ”Sudah lama pacaran, Hyung? Apa baru dekat?”

   Joonmyun menyerah, sudah tertangkap basah. Mau diapakan lagi? Toh mereka tidak mungkin membocorkan bahwa ia tengah memiliki kekasih kan? Joonmyun duduk di sofa tepat di hadapan ketiga laki-laki yang masih menatap penasaran ponselnya.

   ”Jadi ini pacarmu?” tanya Kyuhyun penasaran.

   Joonmyun mengangguk, pipinya sedikit bersemu merah. ”Ne, Hyung.”

   ”Aigoo, kau tidak takut?” tanya Jonghyun penasaran. ”Maksudku, EXO sedang besar. Sangat besaaaaar, bagaimana kalau penggemarmu tahu? Bukankah reaksi penggemar kalian saat Baekhyun-ssi ketahuan memiliki hubungan dengan Taeyeon-ssi sangat parah?”

   ”Ah, kami tidak begitu sering bertemu.” Sahut Joonmyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah. ”Orangtuanya dan orangtuaku kenal, mereka rekan bisnis. Dia… err, sebetulnya fans EXO, fansite master malah. Jadi tidak sulit untuk kami bertemu tanpa dicurigai orang lain.”

   ”Fansite master? Woah, daebak… tapi kau bilang orangtua kalian sudah kenal? Rekan bisnis?” tanya Minho penasaran. ”Ini seperti cerita-cerita di drama ya, idol jatuh cinta pada fans-nya.”

   ”Eoh, kukira hanya terjadi di drama.” Sahut Kyuhyun setuju.

   Joonmyun terkekeh geli, menggeleng. ”Aniyo. Dia… sebetulnya bukan fansku, dia fans Yixing.”

   ”MWO?!” dan habislah Joonmyun di tertawakan ketiga temannya. Ia sendiri juga menggosok-gosok tengkuknya, dengan malu ia menerima semua tertawaan teman-temannya.

   ”YA! Ini lebih drama dari sekedar drama, Suho-ya!”

   ”Daebak!”

   ”Lalu bagaimana kalian bisa berkencan, coba?”

   Dan mengalirlah semua cerita bagaimana ia mulai mengenal Jaehee. Bagaimana ia meminta Jaehee untuk menjadi kekasihnya dengan cara yang sangat tidak keren di pertemuan pertama mereka. Bagaimana hubungan mereka berawal dengan kencan yang dingin, hingga akhirnya bagaimana Jaehee selalu menguatkannya ketika ia mengalami masa-masa sulit. Kyuhyun, Jonghyun, dan Minho mendengarkan dengan seksama.

   ”Ah, sepertinya dia gadis yang baik.” gumam Jonghyun.

   ”Ya, semoga sukses dengan hubungan kalian.” Minho berharap dengan tulus, diikuti anggukan Kyuhyun.

   Joonmyun terkekeh, sedikit malu. ”Ne.”

   ”Lalu, kau di India ini? Dia tidak seperti gadis-gadis pada umumnya? Mencari-carimu? Menunggu kabar darimu? Sepertinya kau tidak menghubunginya, dan dia tidak menghubungimu?” tanya Jonghyun. Sepertinya ia benar-benar ingin tahu, bagaimana caranya mempertahankan hubungan, meski kedua profesi pasangan berbeda jauh seperti Suho dan kekasihnya.

   ”Ah,” Joonmyun seperti teringat. ”Kalian benar, aku belum menghubunginya. Dia tidak akan mencariku lebih dulu, karena dia tahu aku sibuk.” Joonmyun buru-buru mengulurkan tangannya, wajahnya terlihat sedikit khawatir. ”Dia bukan tipe gadis yang mencari-cariku duluan, karena dia tahu aku sibuk. Astaga, bagaimana aku bisa lupa?”

   Ketiga temannya tersenyum.

   ”Kenalkan dong, kami ingin tahu, siapa gadis yang bisa begitu pengertian? Hubungan kami dengan gadis biasa tidak terlalu bisa berjalan baik, tapi lihat kau…”

   Joonmyun berdiri, menjauh ke arah balkon, sambil melempar senyum pada ketiga temannya. ”Dia memang sangat spesial…”

*           *           *

February 2nd 2015

Hana’s Apartement

15.00 KST

.

.

.

Jaehee mendengar bunyi berisik, dan berkeresak. Ia membuka kedua matanya, dan mendapati dirinya tengah berbaring di sofa empuk, yang ia kenal betul, karena hampir enam bulan ia tinggal disini. Berusaha melemaskan tubuhnya yang kaku karena berbaring di sofa, Jaehee mendadak duduk saat ekor matanya mendapati kakak dari Hana, yaitu Jiho tengah sibuk mengeluarkan kotak-kotak dari dalam lemari di samping dapur.

   ”Oppa,” panggil Jaehee, membuat Jiho menoleh dan memberikan senyuman ala iklan pasta giginya yang biasa. Jaehee langsung balas tersenyum, Hana dan Jiho memang mirip. ”Kapan kau sampai?”

   ”Sudah dari tadi, Sleeping Beauty.” Sahut Jiho, dan wajah Jaehee langsung bersemu merah. Bukan karena dipanggil Sleeping Beauty oleh Jiho, tapi karena Joonmyun juga terkadang memanggilnya begitu, dan sebagian karena malu.

   ”Kenapa Oppa tidak membangunkanku?”

   ”Kau lelah sekali, Jaehee-ya,” sahut Jiho masih sambil membereskan kotak-kotak. ”Kata Hana juga tadi aku tidak boleh mengganggumu, karena kau kurang tidur.”

   ”Ah, benar. Hana mana, Oppa?”

   ”Kemana lagi,” Jiho menoleh dan memutar kedua matanya, setengah jengkel, setengah geli. ”Ke tempat Jongin tentu saja. Tadinya katanya Jongin yang mau kesini, tapi mungkin karena ada aku, dia batal kesini. Ck.”

   ”Cish, Lee Hana itu,” gumam Jaehee. Sedikit iri. Hana enak sekali bisa terus-terusan berduaan dengan Jongin, karena EXO belum memulai aktivitas keartisan mereka, sementara Joonmyun. Memikirkannya saja sudah membuat Jaehee menghela napas berat.

   Jiho sepertinya mendengar helaan napas Jaehee yang berat, dan ia berkomentar, ”Kenapa? Bukankah pacar-pacar kalian yang sibuk itu sedang banyak waktu luang? Kau tidak ikut pacaran seperti Hana?”

   ”Eyy, Joonmyun ke India, Oppa.” Jaehee berdiri dan merapikan rambutnya, menguncirnya asal sambil berjalan ke dapur, mengambil gelas. ”Oppa sedang apa sih?” tanyanya penasaran setengah mengambil air.

   ”Aku mau cari apartemen baru,” kekeh Jiho menurunkan box terakhirnya. ”Kau tahu, belakangan ini Hana terus menerus bertanya, apakah aku akan tinggal disini dengannya selamanya atau bagaimana. Cish, anak itu sepertinya tidak mau diganggu jika berpacaran dengan Jongin.” Tiba-tiba Jiho melirik Jaehee dengan pandangan menuduh. ”Jangan-jangan kau pindah dari sini juga karena tidak mau diganggu jika pacarmu itu datang?”

   Jaehee nyaris tersedak airnya, sementara Jiho sudah terbahak-bahak menertawainya.

   ”Oppa makanya jangan hidup jadi pria single melulu. Kerja di Jerman tidak bisa mengencani wanita asing. Bagaimana sih?” ledek Jaehee sambil menjulurkan lidahnya.

   Jiho berdecak, tidak peduli. ”Aku ini limited edition, Jaehee-ya. Hanya gadis-gadis terpilih yang bisa mengencaniku. Dan aku tidak menyukai gadis-gadis asing atau gadis bule.”

   ”Lalu gadis seperti apa?” Jaehee memicingkan matanya.

   ”Hmm, sepertimu?”

   Jaehee tergelak, ”Setidaknya kau membawa ilmu rayuan ulung jika dari Jerman, eyy…”

   ”Ahahaha, tidak berhasil tapi ya?”

   ”Hmm,” Jaehee pura-pura berpikir. ”Mungkin kalau Oppa menggunakannya pada gadis lain, mereka bisa termakan rayuan ala-ala Der Panser milik Oppa, tapi kalau untukku… nah,” Jaehee geleng-geleng sambil membawa gelasnya ke sofa lagi.

   Jiho mengikuti Jaehee. ”Ohohoho, sudah cukup puas dengan rayuan pria dari Seoul saja rupanya kau, Oh Jaehee?”

   ”Oppa!” Jaehee pura-pura memelototi Jihoo.

   ”Coba jujur padaku,” Jiho mengambil tempat di samping Jaehee, duduk miring menghadap Jaehee yang baru saja menyalakan televisi dan mencari-cari channel. ”Apa yang Joonmyun katakan padamu untuk merayumu?”

   ”Kenapa memangnya?”

   ”Katamu aku harus dapat pacar. Tapi tadi aku merayumu, kau bilang rayuanku tidak mempan… aku harus belajar dari pria yang sudah memiliki kekasih bukan?”

   ”Eyy, tanya saja pada Joonmyun sana!”

   Jiho tertawa lagi, dan menusuk-nusuk pipi Jaehee yang tembam, yang warnanya sudah berubah menjadi sedikit kemerahan. ”Oh, pipimu merah… apa yang kau ingat soal Joonmyun, eoh? Lagipula Joonmyun di India, pacarnya saja deh yang memberitahu.”

   ”Shireo! Itu rahasia!”

   ”Ah, pelit!”

   Jaehee menjulurkan lidahnya lagi pada Jiho, dan Jihoo tertawa lagi. ”Ya, kau sudah makan siang?”

   ”Ajik,” geleng Jaehee masih mencari-cari saluran televisi yang bagus. ”Kenapa? Oppa mau makan?”

   ”Eoh, ayo makan. Hana tidak ada, biar saja dia iri… kau mau ku traktir di restoran pasta?”

   ”Joha!” Jaehee bersorak.

   Tiga puluh menit kemudian Jiho memarkir mobilnya di sebrang jalan sebuah restoran pasta terkenal di jantung Gangnam. Jaehee meluncur turun dari kursi depan setelah Jiho membukakannya pintu. Menoleh ke kanan dan ke kiri, memeriksa apakah ada mobil yang menyebrang, Jaehee merasakan jemarinya sudah di gamit, dan di genggam oleh Jiho yang membawanya menyebrang jalan.

   Jaehee tertawa. Jika suatu saat Jiho, dirinya, dan Hana berfoto bertiga, mungkin semua orang percaya kalau mereka adalah kakak beradik kandung. Apalagi melihat cara Jiho memperlakukannya, sama seperti memperlakukan Hana.

   ”Selfiehana dul…” Jaehee langsung berpose begitu Jiho memanggilnya, meski ia tengah menyantap fussili kesukaannya. ”Ah johta, kita pamerkan pada Hana biar dia iri!”

   Jaehee hanya terkekeh dan melanjutkan makannya sementara Jiho di sampingnya sibuk mengerimkan foto mereka berdua pada Hana. Dan pada saat itu pula ponsel Jaehee berdering, dengan wajah Joonmyun menghiasi layarnya. Jiho yang tengah berkutat dengan tabletnya ikut melirik.

   ”Ah~ sepertinya ada yang menghubungi dari India,” decaknya iri.

   Jaehee terkekeh dan meraih ponselnya, ”Aku terima telepon dulu ya, Oppa.”

   ”Terimalah sana.” Jiho bersungut-sungut menekan tabletnya dengan gerakan yang penuh dendam. Membuat Jaehee harus menahan tawanya sebelum menggeser kursor hijau.

   Jaehee meletakkan ponselnya di telinganya, ”Yeoboseyong~

   ”Ahahahaha, yeoboseyong~” suara Joonmyun yang lembut, menenangkan, dan membuat jantungnya berdegup semakin kencang menelusup pada telinganya, memberikan sensasi nyaman sekaligus membuatnya gugup.

   ”Baru menghubungi. Sibuk ya?”

   ”Eoh, sampai di Singapura aku terlalu lelah untuk mengeluarkan ponselku, dan sampai di Mumbai kami langsung melakukan rekaman hingga sekarang. Tapi untuk hari ini sudah cukup, kami boleh kembali ke hotel.”

   ”Jinjja? Kau langsung rekaman begitu sampai disana?”

   ”Mmm…” getaran suara Joonmyun membuat setiap bulu roma di tengkuk Jaehee meremang. Betapa mengerikan sensasi yang selalu diberikan Joonmyun meski sang pemilik suara nun jauh di sebrang sana. ”Kami baru sampai sekitar satu jam yang lalu di hotel, aku langsung mandi… lelah sekali.” Desah Joonmyun.

   ”Hmm, istirahatlah kalau kau lelah,” sahut Jaehee. ”Tapi rekamannya menyenangkan?”

   ”Eoh,” kekeh Joonmyun. ”Sangat menyenangkan, senang memiliki pengalaman untuk melakukan rekaman disini. Cuacanya cukup hangat jadi aku cukup berkeringat, tidak kedinginan.”

   ”Aww, disini cuaca masih dibawah nol derajat.”

   ”Eoh, ara… jangan lupa pakai baju hangat kalau kemana-mana. Muffler, beanie, sarung tangan. Vitaminnya juga jangan lupa diminum. Kalau cuaca dingin kau suka lupa minum air mineral, jadi…”

   ”Iyaaaaaaaaa…” ringis Jaehee mendengarkan rentetah ocehan kekasihnya. ”Aku ingat semua pesanmu, Myeonie.”

   Joonmyun tertawa renyah disana, dan Jaehee bisa mendengar suara riuh, siulan, dan sorakan-sorakan penuh semangat sebagai latar belakang sambungan teleponnya dengan Joonmyun.

   ”Oh… itu, siapa?”

   ”Ah, Kyuhyun Hyung, Jonghyun, Minho… mereka semua titip salam untukmu.”

   ”HYUNGSOO-NIM, ANNYEONGHASEYO!”

   ”JESU-SSI, ANNYEONG!”

   Wajah Jaehee mendadak panas membara, dan ia yakin bahkan merahnya syal Hana yang ia pinjam kini sama dengan warna wajahnya. Hyungsoo-nim atau Jesu-ssi. Teman-teman Joonmyun memanggilnya demikian. Astaga, apa Joonmyun menceritakan tentang dirinya?

   ”Ah, sampaikan juga salam kembali untuk mereka.” Jawab Jaehee sedikit salah tingkah. ”Ya! Kau bicara apa soal aku pada mereka? Mereka tahu? Astaga…” cicit Jaehee sedikit histeris.

   ”Iya mereka tahu…”

   ”Jesu-ssi, Joonmyun tidak bicara dengan gadis-gadis disini. Dia hanya mengambil foto dengan gadis-gadis disini!”

   Kemudian Jaehee bisa mendengar suara gelak tawa, dan ringisan Joonmyun. Samar-samar ia mendengar Joonmyun menukas ucapan-ucapan teman-temannya, tetapi suaranya kalah dengan rusuhnya suara-suara lain disana.

   ”Ya sudah, kami sudah dipanggil makan ya, Sayang.”

   ”SAYANG! JOONMYUN MEMANGGIL PACARNYA SAYANG!”

   ”JESU-SSI, KENALKAN TEMANMU PADA KAMI!”

   Suara Joonmyun yang terkekeh kembali memasuki indra pendengaran-nya. ”Manajer Hyung sudah memanggil kami. Nanti malam kita video call, oke? Bogoshipo.

   ”Eung, hubungi aku kalau sudah mau video call, ne?”

   ”Arasseo. Aku pergi dulu. Bye. Love you…”

   Jaehee mendengar sambungan di tutup, dan barulah ia tersenyum tipis dan menjawab, ”I love you too…”

 

*           *           *

Jongin melepas menoleh mencari Hana yang katanya hanya ke dapur sebentar untuk mengambilkannya stroberi, tetapi tidak kunjung tiba juga. (padahal belum ada lima menit, Kim Jongin), matanya kemudian melirik penasaran pada iPad Hana yang tergeletak begitu saja di sampingnya. Sekali lagi ia menoleh ke arah dapur, memastikan Hana tidak melihatnya, barulah ia meraih iPad tersebut dan membuka-buka semua social media milik Hana.

   ”Mwoya, kenapa tidak ada satupun fotoku…”

   Jongin membuka aplikasi instagram manakala sang aplikasi memberikan empunya sebuah notifikasi. Sebuah foto dari Lee Jihoo. Kalau dari kakaknya, Jongin bisa tenang, tetapi ia tetap penasaran gambar apa yang dikirimkan Jihoo pada sang adik.

 

wpid-1422979337279.jpg@jihoo.lee : date with this beautiful girl @angeljaehee at Basilica ^^

 

”Omo! Seolma, apa Suho Hyung tahu?”

-TBC-

Dictionary Box :

  • Hyungsoo-nim  = Kakak Ipar Perempuan, Dipanggil oleh laki-laki

  • Jesu-ssi = Adik Ipar Perempuan, Dipanggil oleh laki-laki

Annyeong, semoga pada suka sama ceritanya yang ini. Tadinya mau aku buat satu part, tapi nanti kepanjangan kayak Radio Disaster hehehe… buat semua bias Papa Kim diluar sana, pasti merasakan galau gundah gulana pas dirinya di India ya kan ya dong? (taunya gue doang lagi yang alay) yah pokoknya ff ini mewakili perasaan ketika ditinggalkan ke India, cuma bisa dapet preview dijatah sehari pagi-pagi doang. 

Part keduanya bakalan di protek ya, jadi pastikan komen yang lucu, caur, ancur di part ini hehehe… dan apakah udah pada baca #IDE2015 ?? Semakin seru lho… yang belum baca dibaca yaa… 

See you on part 2

Neez,

mcmsuho2

Sedikit Papa Kim dari Neez… XOXO

Advertisements

39 thoughts on “.:JunHee Veiled:. I Miss You Boy 1/2

  1. it'sme Min2 says:

    Santai lah granpa nawarin tas’a heheheheee itu serasa nawarin diri bukan tas #plak … nah loh perang dunia ngga tu kalo ini ada d’scene kaina pasti udh berdarah2 lol

  2. Lisa says:

    Ahhhh!!! Kesyel knapa pasangan ini manis banget sihhh, suka bangeett junmen.. Aihh junmen bakal cemburu ngga yaa? Harus cemburu dong yaa, jiho ngga suka sama jaekan? Yakan kak? Ngga boyehhh:3 jangan sampe beranten ya junmen sama jae nya yaa, ngga mauuu:3
    Tapi pokonya sukaaaaaaa

  3. nayatiara says:

    junmyeon ngga cemburuan kok, ngga cmburuan kan yaa
    cuman makan siang kok ngga ngapa ngapain jaehee nyaa
    jongin jangan ngadu yaa, kasian tuh lagi bahagia bahagianya honeymoon phase mereka
    thank you for the hard work!! waiting for the next chapter hihihi

  4. hyena lee says:

    Junhee ini jadi sering skinshipan ya skrg. Seneng aih liatnyaa hahaha.. lucu juga ngebayangin gmana kalo kyuline lgi pada ngumpul dan ngmngin kisah cinta masing masing.. itu jongin pasti laporan deh ke junmyeon dan bakalan masalah lgi niih kayanyaa. Tapi junmyeon pasti pengertian kan? Gak bakal jealous kan ?? Hahaha.. ditunggu nextnya neez eonnie 🙂

  5. Prihartini Khoirun Nissa says:

    Romantisss gilaaaaa yatuhan suho bikin errr, coba kalo chanyeol yg kyk gituuu ahhh. Eiy kelanjutan foto itu gimana? Nanti kalo kai ngasih tau ke suho gimana? Terus apa reaksinya? Disini jino suka sama jaehee kan? Duh penasaran. Lanjut eonni

  6. Kauramints says:

    for the first time baca JunHee couple hihi :3
    pukpuk buat Jaehee yang lagi galau sampe sakit gara-gara ditiggal Junmyeon
    sweet banget sih Junmyeon pas mau pergi ke India, kaya gak rela bgt ninggalin Jaehee
    kalo bisa, mungkin itu Jaehee selalu dibawa kemana-mana sama Junmyeon lol

    Adduuuhhhh Jongin, gak usah cari gara-gara deh mau ngash tau Junmyeon soal itu foto -__-
    Hana, tolong dipukul itu Jonginnya huhu
    ditunggu next chaptnya sajalah
    keep writing
    xoxo

  7. Selvi says:

    Ini jahee krna suho lgi di india jadi dia lgi mulai cri yang lain nih yaa
    Tpi jihoo ganteng amaaat
    Di tunggu next chapter nya deh
    Fighting

  8. Dana says:

    Uwoooo bakalan ada perang nih kayaknya…hahaha sotoy amatttt
    Tapi jaehee-jiho cocok juga ya ehehehehe #devilsmirk
    Penasaran liat joonmyun cemburu kayak gimana ntar awww cepet2 update yaaaaah sangat2 ditunggu!!!!

  9. @deulight95 says:

    Astaga …. junmyeon jaehee manis banget sih …. makin mesra deh meski terpisah seoul-india … lol … kyyaaaaa hayooo kim jong in bakal bilang ke suho soal foto jaehee jihoo … kyaaaaaaa cemburu cemburu …. asyiiiik

  10. ohsandal says:

    part ini jaehee galau ditinggal suho nah nunggu part berikutnya pembaca yang galau kalau nanti suho dan jaehee salah paham soal jaehee dan kakaknya hana huhuhuhuhu udah mulai pake istilah honeymoon ia hahahahaha makasih udah upadate ^^

  11. galakto.galuh.gal says:

    /KESELEK CINTA LUHAN/

    ESMERALDA PATAH HATI.
    EH NGGAK JADI BAHAS JIHO OPPA AH. UDA DI SKAK SAMA KAK NISYA DULUAN. KAK BACA INI JANGAN DIBAHAS DI GRUP YAA.

    KYULINE MOMEN AMPUN DEH. SUNGGYU SINI AKU LAP KERINGETNYA. HAHA. JONGHYUN KAMU DEKET SAMA TRAINEE? AKU KIRA SAMA WOOBIN. /EH?/

    Papa Jun nggak tau kan Jiho oppa ambil kesempatan. Jangan lupa Paah. Itu kesempatan honeymoon apaan di dalam mobil? Master Fansitenya gagal fokus kakak. pacarannya sama papa Jun. Terbius muka gantengnya sih ya.

    /susah kak kalo nggak bahas sayang tercinta. aku terbakar api cemburu/

    Punya pacar suho itu kayak punya pacar idol, ibu-ibu, dokter sama apoteker dijadiin satu. Paket panas super hangat /loh/ Pesek ngapain juga pesek sama Hana ada momen disini. Mana penasarannya tingkat dewa. Wahahaa. dan Pesek salah paham. Jiho oppa /gelindingan/ Pesek udah salah paham. Ntar Waaaar. Ngamuklah si Papa Jun. ntar dibanting lagi. honeymoon lagi. seneng dong Jaehee eonnie. /dikaplok kak nisya/

    Kaaak. Fotonya plis. ini apaa. nambahin patah hati saja. Lagi-lagi saya keselek cinta luhan.

    XOXO
    GAL

  12. kjmlady says:

    ‘( dan karena Jaehee begitu
    menyukai Andrew Garfield, tapi Joonmyun
    tidak mau mengakuinya bahwa dia cemburu )’
    itu apaan sih dasar njun lebay bgt wkwk
    mending jaehee bikin fansite baru aja gih, namanya apaan kek yg alay” buat junmyeon. jd ngikutin kmana” ga masalah 😀

    ENAK BANGET JADI JAEHEE DI SAPA KYULINERS TT

    kyuhyun… entah kenapa sekarang” baca dirimu di ff mana pun tuh bawaannya ngakak bgt kkk pdhl dulu tukang baca ff kyuu

    wuaaaa gif nya gakuat

  13. hana ardhani says:

    hayoloh ╮(─▽─)╭ hayolohhh╮(─▽─)╭ bakal ada konflik sama jiho nih kayaknya╮(─▽─)╭

    papa junmen bisaaa banget xD kyuline ampe pada envy lol

    next ya kaak penasarann

  14. tanianatashia says:

    Ciyeee suho di ledekin hahaha, ngakak asli kao ngebayangin beneran nya suho disana di ledekin sama kyu line itu tuh. Dan sempet ikut khawatir pas kak nez ngetweet tentang bebrapa penyakit di India yang di khawairin sama para fansite nya suho. Fighting kak neez! ♥

  15. heeryaa says:

    disini joonmyeon nya makin lengket yaaa sama jaehee haha
    tapi…… kalo dia tau itu foto selca nya jaehee bakalan gimana………. jaehee juga gk bilang kan kalo dia pergi sama si jiho… aku suka konfliknya jiho jaehee sama joonmyeon deh hahahahahaha

  16. LeeDaeShi says:

    Honeymoon phase gahahaha lucu aja bayangin kaina dan junhee masuk ke masa ini krna ajaran chanra lol
    Hot banget tp junhee kmrn, aku aja bacanya yg cengo gt hahahaha tp sukaaaaaa
    Kl udh namanya kontak fisik, pasti makin dket deh. Pasti makin ga bs lepas. Karna udh ada ‘penanda’ yg lebih. Apalagi kl smpet kmrn junhee kebablasan. Mgkn harus cepet2 nikah mreka fufufu
    Mesra bgt mreka di mobil. Jd ngiri hihihi
    Eh bagian kyupil dll gangguin junhee pas telponan, aku sukaaaa. Berasa deket bgt mreka smuanya. Jd minho mblo ya? Hahahaha bs nih kl aku kirim CV ngelamar jd pacarnya *modus
    Tp endingnya kok gtu.. Lagi honeymoon nih junhee, jihoo jangan bikin masalah deh 😥

  17. lunara says:

    Aigoo~ makin lengket aja macem perangko(?) Haha
    Wah jgn2 disini udh mulai percikan cinta dari jiho ke jaehee? Uhuk. Kkk~

  18. sy_sagita says:

    Mmmm romantis bngt junhee,,pdahal lagi romanti2nya tpi ditinggal ke india,,hhahhahah ksian junmyeon jadi korban ledekan kyuline..spertinya ada yg aneh deh sma kdekatan jiho jaehee,,apa jiho suka sma jaehee ya,,soalnya merepet trus,,hahahhah..junmyeon jng lepaskan jaehee,,hahhaha…knp tu jongin kget liat fotonya,,jng slah faham,,ntr junmyeon jg slah faha lgi gra2 jiho.

  19. dyorawr12 says:

    heuuuu lee jiho the intruder sorry eon tp dimataku dia bener2 intruder huhuhu.. kalo sampe kai ngasi tau junmen soal foto itu gimanaaa?!?! sebentar… mereka baru selesai ‘main-main’ malemnya besoknya junmen ke india? OMG pantesan belom ditinggal udah kangen parah wkwkwkwk…

  20. kaikai says:

    astaga gara2 baca tulisanmu yg cast jongin aku ubek2 tulisanmu yg lain..
    ini beneran bagus loo..cara merangkai katanya enak dibaca…
    ditunggu katya yg jongin ya…hehehe

  21. Cloudy cho says:

    Aduh ciyyeee.. yg d dalam dekapan Joonmyun smpe pagi menjelang^^ envyyyynyaaaaa T.T yg ga mau d tinggak jauh, yg ga mau pisah lama” hahhahaa..
    Rusuh amat deh sii kyuline ganggu Junhee wkwkwk.. ouhh ouhh, muncul lelaki ke 2, perasaan kmrin bahas mantan jaehee jg. Pasti bakalan ada konflik lg nih d seri selanjutnya.. hmmm

  22. ginggit says:

    sebenernya agak aneh plus bingung baca loncat2 kek gini tapi gpp lah ntar bisa baca yg diprotect nyusul hehe
    serius aku suka dgn visual jaehee itu jiwon, karna aku jd gampang bayanginnya ^^

  23. handayaniwidya0 says:

    oke fix.. ditinggal bebeb dinas itu emang nyebelin. apalagi kalo undisturbable… kagak boleh sembarangan telpon/sms/wa/line etc biar kagak ngganggu… bikin kangennya nyut2an..kkk
    ini di pikiran aku kayaknya jiho ada motif “sesuanu” deh ke jaehee (iya lah… di Kaina series kan dah dijelasin kkk) jadi penasaran nih giman atanggapan junmyeon ke jaehee tg foto yg rada ambigu itu. lanjut baca ya Nis ^^ walau rada gimana gitu pas bacanya loncat2.. tapi ga papa lah… ntar passwordnya aku minta ya Nis^^
    Fighting and keep writing!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s