[KaiNa Piece] Birth Day.

Birth Day

Happy Birthday, Kim Jong In.

This is our 3rd years to celebrate your birthday again.

How’s your feeling?

BIRTH DAY.

[KaiNa Piece] Birth Day.

January 13th, 2015

11.23 AM KST

Ini sudah kesekian hari sejak Kai mendapati hari liburnya setelah pulang dari London untuk menyelesaikan syuting salah satu reality show di sana. Well, Kai senang tentu saja, walaupun ia sudah pernah ke London sebelumnya, tapi sekarang ia benar-benar merasakan liburan yang sebenarnya. Bisa menonton Chelsea –tim bola kesukaannya—, berbelanja banyak barang, dan menambah memori di kepalanya. Dan ia tidak lupa membeli oleh-oleh istimewa untuk kekasihnya, Lee Hana.

Siang itu Kai hanya berbaring di atas tempat tidur dorm sambil membaca buku –yang baru setengah dibaca olehnya karena kesibukan EXO. Me Before You, cerita tentang kisah cinta yang ringan dan Kai tidak pernah bosan membacanya. Ia baru saja berbalik, mengubah posisi tengkurapnya menjadi duduk bersandar ketika mendengar nada dering Kakaotalk dari ponselnya. Ia meraih ponsel miliknya dan melihat nama Hana muncul di sana.

HanaLee              : Kau dimana?

Kai mendesis pelan saat menyadari bahwa gadis itu baru saja mengubah username kakao menjadi seperti itu.

JonginKim           : Dorm. Wae?

HanaLee              : Anhi.  

Kening Kai berkerut, Hana menjawab dengan sangat singkat dan pembicaraan mereka tidak berlanjut lagi setelahnya. Jemari Kai kemudian menari lincah di atas keyboard I-phone 6 plus miliknya untuk membalas pesan gadis itu.

JonginKim           : Kau dimana, Han-ah? Apa kau tidak mau ke dorm? Oleh-oleh dari London menunggumu.

HanaLee              : Aku masih di kampus. Sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai, Jong In, aku masih harus mengurus berkas-berkas penerimaanku TT.TT  Sepertinya aku tidak bisa ke dorm beberapa hari ini.

JonginKim           : Diantar Jiho hyung? Aku akan ke apartemenmu nanti malam.

HanaLee              : Jiho hyung masih ada urusan di kantor imigrasi, hari ini Min Kyu oppa yang mengantarku. Ya! Tidak malam ini! Ada Jiho dan Min Kyu oppa yang mau menginap.

JonginKim           : Cish. Arasseo.

Kai mengacak rambut frustasi lalu melempar ponselnya begitu saja ke atas kasur. Ia menutup buku yang tadi dibacanya, sudah tidak mood lagi untuk meneruskan kegiatannya itu. Ia mengabaikan nada dering Katalk yang berbunyi lalu beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Ia hanya mendapati Sehun dan Xiumin di ruang tengah yang sedang menonton televisi dengan serius.

“Oh, kukira kau pergi,” ujar Sehun tanpa mengalihkan perhatiannya dari televisi.

“Aku tidak akan pergi kemana-mana,” jawab Kai ketus lalu melangkah ke dapur untuk mengambil minum.

Sehun yang menyadari nada bicara Kai kemudian melirik punggung lelaki itu yang memasuki dapur. “Tch. Pasti bertengkar dengan Hana lagi.”

“Pasti karena Min Kyu—Moonkyu—atau siapa itu,” sahut Xiumin seraya menyuapkan satu potong keripik kentang ke dalam mulutnya.

“Setidaknya mereka tidak sampai break lagi seperti kemarin,” Sehun mengendikkan bahu tak acuh lalu kembali melihat televisi ketika Kai berjalan menghampiri ruang tengah.

Kai menghempaskan tubuhnya di samping Xiumin, ia merebahkan kepalanya pada sandaran sofa sambil menatap langit-langit dorm. Ini satu hari menjelang ulang tahunnya, namun Hana malah bersikap menyebalkan. Apalagi ia tidak boleh datang ke apartemen gadis itu malam ini. Mungkin tahun ini ia akan merayakannya bersama para member saja, itu pun tidak ada Kyungsoo, Chanyeol, Baekhyun, dan Tao.

Hanya hembusan napas yang bisa Kai keluarkan untuk mengurangi rasa frustasinya. Padahal EXO ada jadwal di Beijing besok dan sudah selama hampir seminggu ini –sejak pergi ke London, Kai tidak bertemu dengan Hana. Mungkin ulang tahunnya tahun ini tidak akan dirayakan bersama Hana.

“Oh, kita harus siap-siap ke COEX Atrium sekarang,” ujar Sehun setelah melihat ponselnya, memeriksa pesan masuk dari Seung Hwan. “Dia akan menjemput kita setengah jam lagi.”

“Ah, jinjja?” tanya Xiumin tak percaya lalu menghembuskan napas pelan.

Dan Kai lagi-lagi mendengus frustasi. Ia lupa hari itu ada jadwal premiere drama musikal hologram SM di Coex Atrium. Pasti acaranya akan berlangsung sampai malam, kemudian ia yang harus siap-siap ke Beijing, dan hilang sudah waktunya untuk bertemu Hana. Well, selamat Kim Jong In, ulang tahunmu akan benar-benar buruk tahun ini.

***

Seringaian muncul di bibir Hana ketika Kai tidak membalas pesan Katalknya. Ia berhasil membuat lelaki itu kesal sebelum hari ulang tahunnya dengan menggunakan Min Kyu sebagai alasan. Jangan salahkan Hana atas rencana itu, ia hanya ingin balas dendam karena tahun kemarin ia yang dibuat kesal setengah mati. Tahun kemarin Hana harus menangis karena Kai bertemu mantan kekasihnya dan berpelukan dengan wanita itu di depan matanya sendiri. Walaupun berakhir dengan kesalah pahaman, ia tetap saja kesal karena Kai bertemu wanita lain di luar sana.

Hana membiarkan angin menerbangkan surai kecokelatannya, ia tengah berjalan-jalan di sekitar kampus barunya sambil menyesap kopi hangat. Suhu di Korea masih jauh di bawah normal dan jika bukan karena urusan kampus, Hana mungkin lebih baik memilih bergelung di atas tempat tidur saja. Apalagi ibunya sedang menginap di tempat Jiho dan Min Kyu lagi, jadi tidurnya mungkin tidak akan terganggu. Tapi lagi-lagi itu semua hanya khayalannya, karena yang masih bergelung di atas tempat tidur sekarang hanyalah Jae Hee.

“Astaga,” Hana mendesah napas frustasi seraya memperlambat langkahnya.

Besok ulang tahun Kai.

Dan ia harus memberikan hadiah untuk lelaki itu.

Sebenarnya Hana sudah menyiapkan hadiah lain –yang tidak akan diberikan para fans di luar sana. Hanya ia yang akan memberikan hadiah itu pada Kai dan hanya Kai juga yang boleh melihatnya. Jangan berpikir yang aneh-aneh, Hana tentu tidak akan memberikan kiss atau yang semacamnya.

“Oh, Lee Hana?”

Langkah Hana melambat saat suara seorang wanita menginterupsi pikirannya. Kedua mata Hana kemudian langsung tertuju pada seorang wanita yang baru saja keluar dari salah satu toko di dekatnya –dan menyunggingkan senyum yang manis. Sama seperti Jong In.

Eonni?” tanya Hana memastikan. Oh, keajaiban apa yang bisa mempertemukan Hana dan kakaknya Kai di sana?

“Kau mau kemana?” tanya So Jung seraya mendekati Hana –yang terlihat masih sedikit kebingungan.

Eoh? A-aku habis dari kampus, mau pulang, eonni,” Hana menambahkan kekehan pelan di akhir kalimat sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

“Mau mampir ke Kamong? Besok Jong In ulang tahun, jadi aku membuat diskon dari hari ini sampai besok,” So Jung mengulas senyumnya sambil memperhatikan Hana yang menatap polos ke arahnya. “Aku bawa mobil. Jadi kita bisa berangkat bersama ke sana.”

“A—ah, tapi sepertinya aku harus pulang sekarang,” Hana mengelak untuk ikut dengan So Jung. Jujur saja, Hana masih merasa sedikit canggung jika harus berkumpul bersama kedua noonanya Kai tanpa kehadiran lelaki itu. Karena selama ini Kai selalu mendampingi Hana jika bertemu dengan noonanya.

Jinjja?  Kenapa cepat sekali?” tanya So Jung, sedikit terselip nada kecewa di dalamnya.

“Karena besok ulangtahun Jong In, jadi aku harus menyiapkan hadiah untuknya,” jawab Hana dan sontak membuat bibir So Jung melengkung membentuk senyuman.

“Astaga,” So Jung menggeleng pelan, merutuki dirinya sendiri karena tidak mengerti maksud Hana sedari tadi. Ia juga pernah berpacaran dan pasti akan panik jika kekasihnya berulang tahun, sama seperti Hana. “Ara ara. Cepat pulang dan siapkan hadiah untuk adikku, eoh?”

Mianhae, eonni. Aku pasti akan mampir ke Kamong lain kali,” Hana balas tersenyum pada So Jung, merasa sedikit tidak enak karena menolak tawaran wanita itu.

Dwaesso, Hana-ya. Kau bisa datang ke Kamong kapan-kapan. Aku pergi duluan,” So Jung melambai singkat lalu memasuki mobil yang terparkir tak jauh dari tempat Hana berdiri. Hana ikut melambai singkat mengiringi kepergian So Jung dari sana.

Hana kemudian membuka ponselnya dan segera mengirimkan pesan pada Lay. Sebelumnya ia sudah membuat janji dengan Lay untuk menemaninya ke gedung SM. Berhubung Lay tidak ikut ke acara di Coex –karena cedera, jadi lelaki itu akan menemaninya membuat sesuatu di sana. Kai pasti akan senang dengan kejutan yang akan diberikannya nanti malam.

 ***

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam ketika semua rangkaian acara di Coex Atrium selesai. Kelima member EXO yang hadir di acara itu pun segera kembali ke gedung SM untuk melakukan latihan ringan menjelang Golden Disk Awards. Entah kenapa Lay tidak ikut bersama mereka ke premiere drama musikal hologram SM, Seung Hwan juga tidak berkomentar apa-apa mengenai Lay. Lagipula Lay hanya mengalami cedera ringan di tangannya dan menggunakan alasan itu untuk tidak ikut ke Coex.

Kening Kai berkerut ketika menemukan Lay tengah duduk di dalam salah satu ruang latihan gedung SM dengan napas terengah. Semuanya menghampiri Lay yang berada di sudut ruang latihan.

“Apa Baekhyun hyung sudah berangkat dari Spanyol?” tanya Lay pada Seung Hwan begitu mereka duduk mengelilinginya.

“Sebentar lagi mereka take off. Besok pagi setelah mereka sampai, kita langsung ke Beijing,” papar Seung Hwan dan hanya terdengar helaan napas dari keenam lelaki di dekatnya.

Kai tampak mengeluarkan ponsel, mengecek Kakao talk dan mendapati nama Hana muncul di sana. Oh, Kai benar-benar lupa membalas pesan Hana sejak tadi siang dan sudah banyak sekali pesan yang dikirimkan gadis itu.

HanaLee              : Keurae. Tidak usah balas saja selamanya, kkaman!

JonginKim           : Mian. Ponselku disimpan coordi noona selama acara SM tadi. Kau dimana?

HanaLee              : Molla.

JonginKim           : Ya~ Mian, aku lupa mengecek Katalk lagi. Kau dimana?

Tidak ada balasan apapun yang diberikan Hana setelahnya. Kai mendesah napas frustasi saat moodnya berubah menjadi jelek seketika. Tadi siang ia yang marah karena Hana tidak mengizinkannya datang ke apartemen, dan sekarang gadis itu yang marah karena ia lupa membalas Kakao talk. Ia heran kenapa hubungan mereka selalu dihiasi dengan perdebatan tidak penting. Mungkin itu juga penyebab mereka bisa bertahan hingga sekarang /?/.

Dan bunyi dering Katalk kembali terdengar.

HanaLee              : Di hati Chi oppa.

JonginKim           : Ya! Kau mau mati, ha?

HanaLee              : Tidak. Dasar gendut.

Kai mendecih pelan dan berpikir sebentar untuk membalas pesan gadis itu. Sayang sekali Kai tidak bisa datang ke apartemen Hana malam ini. Ia pasti akan menghabisi /?/ gadis itu karena sudah mempermainkan moodnya sebelum hari ulang tahun.

Baiklah, Kai mengakui bahwa tahun kemarin, tepat sebelum hari ulang tahunnya, ia membuat Hana marah karena bertemu mantan kekasihnya. Sialnya, waktu itu Hana memergoki Kai –yang tengah berpelukan dengan Hyun Ji. Padahal itu hanya pelukan perpisahan dan Hana benar-benar marah akan hal itu. Walaupun berakhir dengan Hana yang memberikan kue juga, tapi ia merasa tidak enak pada Hana.

“Cepat ganti baju dan mulai latihan sekarang. Aigoo, kau harus mengurangi lemak di pipi, Jong In,” ujar Lay tiba-tiba, menarik lamunan Kai kembali ke dunia nyata.

Kai meraba pipinya sendiri lalu terkekeh pelan. “Aku tidak tahu kenapa bisa sebesar ini, hyung.”

“Kau terlalu bahagia karena sering datang ke apartemen Hana atau apa? Pasti ibunya sering masak makanan enak untukmu,” ujar Suho dan Kai lagi-lagi hanya terkekeh pelan.

Heol. Lihat ekspresinya, aku yakin dia dapat yang lebih dari makanan,” sahut Chen seraya membuat gerakan seolah-olah akan memukul Kai.

Dwaesseo,” Seung Hwan segera menengahi perdebatan tiada henti di antara keenamnya. Jika sudah menyangkut Hana dan Kai, mereka semua pasti akan meledek habis-habisan pasangan itu. “Joonmyeon, jongdae, kita harus ke radio sekarang. Dan kalian berempat, latihan yang benar sebelum kita datang, eoh?”

Keempat member yang tersisa –Kai, Sehun, Xiumin, dan Lay hanya mengangguk ringan menanggapi perintah sang manajer. Sementara Suho dan Chen sudah mengekor di belakang Seung Hwan, keluar dari ruang latihan. Keempatnya saling memandang satu sama lain lalu segera beranjak satu per satu untuk berganti baju. Kecuali Lay yang malah memainkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana dengan tangan kirinya –mengingat tangan kanannya yang terluka.

Zyixing  : Hati-hati di jalan, Lee Hana!

***

Latihan yang dilakukan Kai tidak sampai tuntas karena tiba-tiba saja noonanya mengirim pesan dan menyuruhnya untuk datang ke Kamong. Jam sudah lewat dari sebelas malam dan Kai masih duduk di salah satu meja, menunggu So Jung –yang terlihat sibuk melayani pelanggan di kasir. Padahal Kamong sudah mau tutup, tetapi sepertinya beberapa fans menyadari kedatangan Kai ke sana dan ikut-ikutan membeli kopi di sana hanya untuk sekedar melihatnya.

Kai membetulkan letak masker yang menutupi mulutnya sambil menghela napas panjang. Ia kemudian melirik So Jung yang keluar dari bagian kasir dan menghampirinya dengan membawa segelas lemon tea. Wanita itu meletakkan gelas kertas itu begitu saja di atas meja lalu mengacak kasar rambut baru Kai. Terlihat Kai yang risih dengan mencoba menghindari sikap kakaknya.

Noona! Kau merusak rambutku,” rengek Kai seraya membetulkan rambutnya setelah So Jung menghentikan kegiatan mengacak rambutnya.

So Jung hanya tertawa pelan lalu kembali menepuk puncak kepala Kai. “Selamat ulang tahun, Kim Jong In. Aku tidak perlu mengucapkan semua doanya ‘kan?”

Ya~, noona,” protes Kai. Well, ia merasa senang karena So Jung mengucapkan ulang tahun yang pertama kali padahal hari belum berganti menjadi tanggal 14.

“Semoga panjang umur, Jong In-ie. Selalu diberi kesehatan, selalu sukses bersama EXO, dan jangan sampai cedera lagi. Terakhir…,” So Jung sedikit membungkuk dan berbisik di telinga Jong In untuk doa terakhirnya untuk lelaki itu. “Semoga kau dan Hana tetap langgeng sampai menikah nanti.”

Kai tertawa pelan lalu mengangkat ibu jarinya ke udara, menyetujui semua doa baik yang dilontarkan So Jung. “Gomawoyo~ng, noona. Sepertinya aku harus pulang sekarang.”

Ara. Kamong sudah mau tutup juga,” So Jung menepuk pelan kedua bahu lebar Kai lalu memperhatikan sosok tinggi adiknya yang berdiri dari kursi. “Hati-hati di jalan, Jong In-ah. Salam untuk anak EXO yang lain dan Hana juga.”

“Ne, aku pulang sekarang. Annyeong, noona.”

Dan kemudian dengan kecepatan cahaya –lagi, Kai melesat meninggalkan Kamong menuju bagian pedestrian dan mencari taksi. Beberapa saat lalu Seung Hwan mengiriminya pesan dan menyuruhnya untuk pulang ke dorm saja. Setelah melihat taksi yang berhenti, Kai kemudian segera menaikinya agar bisa cepat istirahat di dorm.

Pandangan Kai masih tertuju keluar jendela taksi saat merasakan ponselnya yang berada di dalam saku bergetar. Ia mengeluarkannya dari saku jaket lalu membuka pesan masuk dari..Suho? Kening Kai berkerut heran, tidak mengerti dengan Suho yang tiba-tiba mengirim Kakao padanya.

KimJoonmyeon : Jong In-i, ini aku Jae Hee.  Apa kau bersama Hana? Dia belum pulang ke apartemen.

JonginKim           : Anhi. Dia belum pulang dari tadi pagi?

KimJoonmyeon                 : Jinjja? Ibu dan kakaknya terus menelepon Hana, tapi Hana tidak menjawabnya. Aku khawatir TT.TT

JonginKim           : Chatku juga tidak dibalas, noona. Aku akan menghubunginya lagi.

KimJoonmyeon : Gomawo, Jong In. Tolong kabari aku lagi.

Hanya hembusan napas yang bisa Kai keluarkan. Tadi siang mereka memang sedikit bertengkar, namun tidak menyangka jika Hana sampai tidak pulang sampai jam tengah malam seperti itu. Membuat Kai khawatir setengah mati. Kai segera mencari nomor Hana dan meneleponnya, ia terus menunggu hingga hanya dijawab oleh suara operator saja sedetik kemudian.

Keringat dingin mulai keluar dari kening dan telapak tangan Kai. Lelaki itu masih berusaha menghubungi ponsel gadisnya dengan umpatan yang sesekali keluar karena Hana tidak juga mengangkat teleponnya. Ia bahkan tidak sadar bahwa buku-buku jari tangan kirinya mulai memutih karena terlalu erat mengepalkan tangan. Tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya karena Hana benar-benar menghilang, tanpa ada kabar sama sekali.

.

Kai turun di dekat gedung apartemen dan berjalan mengitari Cheongdam untuk mencari Hana. Ia menyerah untuk menelepon gadis itu –karena tidak mendapatkan jawaban apapun. Ia juga terus berkomunikasi dengan Suho –dan Jae Hee,  karena ibunya sudah mulai panik mencari keberadaan Hana. Jika Hana benar-benar menghilang, maka Kai yang akan merasa paling bersalah. Gadis itu sudah menjadi tanggung jawabnya sejak mereka kembali berpacaran waktu itu bukan?

Tungkai panjang Kai mulai terasa lelah ketika ia sudah kembali untuk yang ketiga kalinya ke depan gedung apartemen. Jam sudah menunjukkan pukul satu malam dan ia belum juga menemukan Hana. Ia sudah tidak ingat lagi dengan hari ulang tahun –yang sudah tiba. Masa bodoh dengan itu semua jika Hana belum juga ditemukan.

Kai segera meraih ponselnya dari dalam saku jaket yang bergetar tiba-tiba. Di layar ponsel, ia menemukan nomor tidak dikenal tengah meneleponnya. Dengan ragu Kai mengangkat telepon itu.

‘Kkaman…. hiks.’

“Ya! Lee Hana! Kau dimana?!” tanya Kai, rasa khawatirnya membuncah tiba-tiba karena mendengar suara isak tangis gadis itu. Sekarang ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih dan mulai bergerak gelisah di depan lobi.

‘Dia tahu tentang hubungan kita dan—hiks— dia mengancam akan menyebarkannya ke media.’

“Han-ah, kau dimana sekarang, eoh? Aku akan menjemputmu kesana,” Kai mulai menggigiti kukunya sendiri, merasa hampir meledak karena Hana terdengar sangat menyedihkan.

‘Aku tidak tahu—hiks. Kkaman, tolong aku.

“Jangan panik, eoh? Aku akan—.”

Bip.

“Lee Hana? Kau masih di sana? Ya!—Sial!”

Kai hampir membanting ponselnya sendiri karena merasa frustasi, namun ia sadar bahwa itu hanya akan memperburuk situasi. Ia harus mencari keberadaan Hana sekarang sebelum semuanya bertambah buruk. Ia kemudian merasakan ponselnya bergetar lagi. Menandakan sebuah pesan masuk dari nomor asing yang tadi meneleponnya.

‘Mau bertemu dengan gadismu, Kim Jong In? Cepat datang ke alamat ini. Dan jangan berani membawa siapa pun. Ini hanya urusan kita dan gadis ini.’

Mata Kai menangkap sebuah alamat di bagian bawah pesan, berada tidak jauh dari gedung apartemen –dormnya. Ia tidak memedulikan tatapan aneh dari orang-orang ketika berlari cepat meninggalkan bagian lobi. Ia harus segera menghampiri Hana dan mencegah hal buruk apapun yang mungkin saja terjadi pada gadisnya.

***

Kai tiba di sebuah gedung apartemen sederhana, cukup jauh masuk ke dalam jalan kecil dan hanya memiliki empat lantai dengan enam pintu di setiap lantainya. Langkah Kai melambat di lantai empat dan tepat di depan sebuah pintu –seperti apa yang disebutkan alamat itu. Tubuhnya terasa lelah setelah berlari dari depan gedung hingga ke sana, namun ia benar-benar tidak bisa menahan rasa khawatirnya akan Hana.  Jika terjadi sesuatu pada Hana, maka Kai tidak akan memaafkan dirinya sendiri. Karena ia yang sudah menyeret Hana ke dalam hubungan diam-diam bersama seorang idola.

Napas Kai masih terengah, tangannya –yang bergetar perlahan menekan bel di samping pintu. Tidak butuh waktu lama untuk mendengar suara klik dan daun pintu berwarna abu di depannya itu terbuka. Tanpa berpikir cepat, Kai langsung menerobos pintu itu begitu saja. Hingga langkahnya terhenti sebelum mencapai dalam apartemen karena matanya lebih dulu menangkap Hana yang tengah terduduk lemas di atas kursi hitam. Gadis itu berada di ruang tengah, dengan kepala menunduk dan tangan yang –mungkin terikat di belakang.

“Lee Hana kau—.”

Kai yang baru saja akan mendekat dikejutkan oleh suara intro sebuah lagu –yang cukup familiar. Oh, mungkin sangat familiar, karena lagu itu milik salah satu girl group yang satu entertainment dengannya. Ia melihat Hana bangkit dari kursi itu, tersenyum sekilas ke arahnya sebelum memulai gerakan dance mengikuti ritme lagu.

Jadi. Hana mempermainkannya.

(Backsound Red Velvet – Be Natural)

Oh baby you come come come

I’ll be there for you

Yeah

 

I maeume inneun sesanggwa (There is a world in my heart)

Beoyeojineun punggyeong deulgwa (Landscape you can see)

Neukkil suga inneun modeun geot oh~ (And all the things I can feel Oh~)

Ai cheoreom utneun eolgul (Your face that smile like a child)

Gakkeum gakkeumssik (Sometimes I want to take that)

Nae jageun bange ormgyeonoko sipeun geol oh~ (And put it in my little room)

 

Maeil achim kkumeseo (Every morning in my dream)

Maeil gateun gosseso (Every day in the same place)

Geudael mannal su isseo oh~ (I can meet you oh~)

Something nobody knows

It feels like heaven’s eye

Ije naragal sudo isseo ~(I could fly now)

 

Tatapan Kai tidak lepas dari Hana yang kini tengah mendekat ke arahnya. Gadis itu tersenyum –seduktif seraya menariknya, memasuki bagian ruang tengah lalu mendorongnya hingga duduk di atas kursi –yang tadi digunakan Hana. Tangan Hana bahkan melepaskan masker hitam yang digunakan oleh Kai lalu melemparnya ke sembarang arah. Demi dewa Neptunus di lautan sana, apa Hana sedang berusaha menggodanya?

Hana kembali mundur dan melanjutkan gerakannya yang memasuki reff.

Nawa gateun sesanggwa (A world that’s the same as mine)

Nareul darmeun nunbitgwa (Eyes that look like mine)

Supil gateun neongneokhan maldeul (Words are rich like forest)

Ttatteutage deullyeojuneun moksori (A voice that sounds warm)

Tto dareun naui moseubeul (A different side of me)

Chajeul su inneun ojik hansaram (The one and only person that can find)

 

Lagu kemudian berhenti dengan Hana membuat pose menyilangkan kaki –dengan berdiri di hadapannya. Gadis itu terengah, saling mengunci tatapan dengan Kai –yang tengah duduk di kursi.

“Uwaaa, jinjja~! Apa yang baru saja aku lakukan?!”

Detik berikutnya terdengar suara Hana yang berteriak bersamaan dengan sosoknya yang berbalik dan berjalan menjauhi Kai. Hana menutupi wajah dengan kedua tangannya, berdiri di dekat pintu sambil menghentak-hentak kaki –yang terbalut kaus kaki saja. Suara tawa Kai kemudian mulai memecah keheningan di ruang tengah apartemen –milik Jiho dan Min Kyu itu, membuat wajah Hana terasa semakin memanas dan tidak berani menatap sang birthday boy.

“Kau menggodaku?” tanya Kai dengan suara huskynya yang bercampur dengan sedikit tawa.

Hana menggeleng cepat. “Tidak! Aku tidak menggodamu, kkaman.

“Tapi kau tadi mendorongku ke kursi dengan senyum seduktif dan tangan yang nakal meraba-raba telinga—.”

Geuman! Ya! Astaga~ Kim Jong In, bodoh!” rutuk Hana –masih dengan wajah yang ditutupi kedua tangan.

Kai kembali tertawa, merasa geli karena Hana benar-benar malu setelah melakukan semua itu untuknya. Sebelumnya Hana tidak pernah berusaha sekeras itu untuk membuatnya terpana. Malam itu, Kai hampir tidak mengenali Hana yang baru saja melakukan gerakan dance –yang sedikit seksi menurutnya. Lagipula Hana masih memakai celana panjang dan kemeja putih yang cukup besar. Namun tetap saja, gadis polos seperti Hana benar-benar terlihat jauh lebih menggoda saat mencoba bersikap seduktif di depannya tadi.

.

Setelah beberapa menit berlalu dengan Hana yang menutupi wajah dan membelakanginya, akhirnya mereka berdua –Kai dan Hana duduk bersebelahan di atas karpet ruang tengah. Dengan sebuah kue yang diletakkan di atas kursi –yang digunakan Hana untuk melakukan performance tadi. Keadaan kembali hening sementara Hana memeluk lututnya sendiri, memandang kosong ke arah kue –yang belum dinyalakan lilinnya. Dan Kai yang hanya memandang diam ke arah wanita itu.

“Sampai kapan kau mau diam seperti ini, Han-ah?” tanya Kai, membuat Hana melirik ke arahnya dengan sebuah hembusan napas panjang.

Hfft. Harusnya aku tidak ikuti saran Yixing oppa tadi siang. Ternyata jauh lebih memalukan saat melakukannya di depanmu,” Hana mengerucutkan bibirnya sambil mengalihkan pandangan kembali pada kue berbentuk bulat dengan hiasan foto Kai –berbahan dasar cokelat di depannya.

Kai kembali terkekeh seraya mengacak rambut Hana. “Jalhaesseo, Lee Hana.”

Cish~,” Hana hanya bisa mendesis pelan begitu rasa panas kembali menjalari wajahnya karena sentuhan ringan yang diberikan Kai padanya.

“Tapi ya! Kau kerjasama dengan siapa saja, ha? Berita penculikkan bukan untuk main-main, Han-ah!” protes Kai seraya menyentil pelan kening gadisnya.

Membuat Hana meringis pelan  namun terkekeh geli setelahnya. “Hehe. Karena kau menyebalkan hari ini, jadi aku dan Jae Hee eonni mengubah rencana. Pasti kau sudah bisa menebak kalau disuruh datang ke apartemenku tanpa alasan yang jelas ‘kan?”

“Tapi ini tidak lucu, Lee Hana,” sahut Kai cepat lalu menoyor pelan kepala Hana. “Kau juga membeli nomor baru?”

Keurae! Aku ganti nomor baru setelah kau tidak berhenti meneleponku tadi,” Hana masih tidak menyembunyikan senyum gelinya saat melihat ekspresi kesal milik kekasihnya.

“Tapi seru ‘kan? Bagaimana rasanya berlari dari depan gedung apartemen kita, sampai ke sini?” Hana memicingkan matanya, bertanya dengan nada main-main pada lelaki itu. Ia bahkan memiringkan kepala sambil memperhatikan Kai yang terlihat salah tingkah di depannya.

Y-ya! Kau membuatku khawatir, ara? Kukira benar-benar ada wartawan yang tahu hubungan kita dan menculikmu untuk mendapatkan uang,” ujar Kai dengan sedikit ragu, namun entah kenapa terdengar menggelikan di telinga Hana. Baru kali ini, Kai mengucapkan secara terang-terangan perasaannya. Biasanya lelaki itu akan memutar kata-kata sebelum mengatakan inti perkataannya itu sendiri -.-.

Mianhae. Maafkan aku, ya?” tanya Hana seraya menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan kekasihnya. “Saengil chukhahae, nae kkaman.

Neo jinjja—aish,” Kai dengan pasrah menyahut jari kelingking Hana dengan jari kelingkingnya. Terlihat senyuman lebar menghiasi bibir Hana dan membuat Kai tidak tahan untuk mengacak rambut gadis itu.

Cha! Ayo kita tiup lilin,” Hana melepaskan pagutan jari kelingking mereka lalu mengambil pemantik yang tergeletak dekat kue. Gadis itu mulai menyalakan satu per satu lilin kecil yang mengelilingi sisi dari kue berbentuk bulat itu.

Saengil chukhahamnida

Saengil chukhahamnida

Saranghaneun nae kkaman

Saengil chukhahamnida~

 

Hana bernyanyi dengan nada seadanya sambil menatap Kai –yang terus melihat ke arah gadis itu juga. Kai kemudian tersenyum simpul, ia memejamkan mata sejenak untuk mengucapkan doa. Hanya beberapa doa lalu ia kembali membuka mata dan meniup semua lilin itu dalam sekali hembusan. Disusul suara tepuk tangan milik Hana yang menggema di ruang tengah apartemen sederhana itu.

“Mana hadiahnya?” tanya Kai begitu Hana selesai bertepuk tangan lalu menatap gadis itu dengan mata sedikit memicing.

“Tadi hadiahnya. Dance Be Natural itu hadiah ulang tahunmu tahun ini, kkaman,” jawab Hana dengan polosnya.

Mwoya. Dua tahun lalu hanya baju, tahun lalu hanya foto, dan sekarang hanya dance?” tanya Kai tidak percaya. Oh, dan Kai baru sadar bahwa ia sudah merayakan ulang tahunnya yang ketiga kali bersama Hana.

Waktu berjalan cepat sekali.

Hana menggembungkan pipinya saat melihat Kai menyodorkan telapak tangan ke hadapannya. Ia melirik takut-takut ke arah Kai, hingga kemudian ia merogoh saku belakang celana hitamnya dan menyerahkan dua lembar kertas kecil ke atas tangan besar lelaki itu.

“Kupon permintaan yang berlaku dari hari ini sampai akhir bulan Januari. Karena aku tidak tahu harus membeli apa, jadi aku hanya bisa membuat ini,” papar Hana saat melihat kening Kai berkerut heran atas ucapannya. “Kau bisa menulis apapun di sini yang kau mau dan aku akan membelikannya.”

Jinjja?”

Yap. Err, asal kau tidak meminta mobil, rumah, atau apartemen pribadi, Jong In.”

“Kalau kiseu?”

Y-ya! Itu tidak bisa dibeli,” protes Hana dengan wajah yang kembali terasa panas. Ia segera mengalihkan wajahnya ke arah lain saat Kai menatap begitu lekat ke dalam matanya. Ingatan akan tidur bersama waktu itu malah memasuki pikirannya lagi.

Kai terkekeh pelan lalu meletakkan kertas itu di samping kue ulang tahunnya. “Justru karena tidak harus dibeli Han-ah, uangmu akan utuh ‘kan? Hanya kiseu~.

“Dasar byuntae! Itu termasuk dalam daftar permintaan yang tidak bisa kuberikan,” elak Hana.

“Kalau begitu, permintaan pertama,” Kai mengangkat satu kertas –kupon yang diberikan Hana dan merobeknya sambil mengatakan satu hal yang membuat perut Hana menggelinjang geli. “Aku mau melihat aegyo seorang Lee Hana.

“Ya! Kenapa permintaanmu—.”

“Kuponnya sudah kurobek, Han-ah. Cepat turuti permintaanku,” titah Kai seraya tersenyum miring ke arah Hana. Belum mulai saja, pipi Hana sudah terlihat sedikit memerah. “Aku belum memaafkanmu tentang hari ini.”

Hana menoleh dengan cepat, menatap Kai sebentar lalu menghembuskan napas panjang. Untuk itu, ia tidak bisa menolak tentu saja. Salahnya sendiri membuat kupon aneh-aneh –yang akan membuat Kai meminta hal yang macam-macam padanya. Tapi ia beruntung karena hanya perlu menunjukkan aegyo, tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli  barang tentu saja.

Dan Hana harus menarik napas panjang sebelum memulai semua tingkah memalukannya.

Jong In-aaaah~, neo~mu neo~mu mianhae, ne?? Uri Jong In jinjja jal saenggyeottda,”  Hana membuat nada bicaranya seimut dan selucu mungkin sambil memasang ekspresi paling baik. Namun setelah selesai, ia hanya mendapati ekspresi datar Kai untuk beberapa detik.

.

.

.

“Bhahahaha—Astaga, Lee Hana wajahmu—whahahaha,” suara tawa Kai menggelegar di tengah ruangan yang tidak begitu luas itu. Lelaki itu bahkan hingga berguling di atas karpet dan tertawa sambil memegangi perutnya. “Bhuahaha—kau-wajahmu-astaga!—ahahaha.”

“Sial,” Hana merasakan rasa panas mulai menjalari wajah dan tubuhnya karena ledekan Kai. Oh, ia benci jika Kai terus tertawa seperti itu. Karena lelaki itu akan sulit menghentikan tawanya hingga beberapa menit ke depan.

***

 “Kupon sisanya aku simpan untuk nanti.”

Setelah beberapa menit berlalu hanya dengan suara tawa Kai, mereka akhirnya kembali terjebak dalam keheningan. Hingga Kai berkata mengenai kupon itu lalu memasukkan kertas kecil yang tersisa ke dalam saku celana. Lelaki itu lalu mengambil pisau plastik untuk memotong kue. “Ayo makan kuenya~!”

Andwae!” Hana mencegah dengan cepat seraya mengambil pisau plastik dari tangan Kai. “Tidak boleh makan manis jam segini,  ara? Simpan saja kuenya untuk besok.”

Ya~ Wae? Aku lapar, Han-ah,” protes Kai, setengah merajuk.

Hana mendesis pelan, ia menangkup wajah Kai dengan kedua tangannya lalu mengusap pipi chubby lelaki itu. “Lihat pipimu, kkaman. Kenapa kau jadi gendut seperti ini, ha? Pipimu juga jadi berjerawat seperti ini. Ck ck ck.”

“Lalu kenapa? Kau tidak suka kalau aku jadi gendut? Atau berjerawat?” tanya Kai dengan wajah sedikit ditekuk, karena Hana meledek –pipinya yang menjadi chubby dalam dua minggu terakhir.

“Kau semakin mirip Tae Oh,” jawab Hana seadanya lalu menurunkan tangannya dari pipi laki-laki itu. Oh, Hana selalu suka apapun yang ada di diri Kai tentu saja. Walaupun lelaki itu gendut, berjerawat, atau bahkan yang lebih jelek dari itu.

Dwaesseo. Sekarang aku mau makan kuenya, Han-ah,” Kai meraih dengan cepat pisau plastik yang tergeletak di atas karpet, membuka plastik yang menutupinya lalu memotong kue ulang tahun itu.

Tidak peduli dengan Hana yang tengah memandang sinis ke arah Kai –yang kali ini terlihat lahap memakan potongan kue. “Kau tidak takut kehilangan penggemarmu? Mereka sudah mulai protes karena pipimu semakin gendut sejak acara akhir tahun.”

“Mereka tidak akan meninggalkanku, Han-ah,” jawab Kai seraya mengunyah kue di dalam mulutnya. Ia kemudian mengambil potongan kue lagi dan menyodorkannya ke hadapan Hana. “Kalau mereka benar-benar penggemarku, mereka tidak akan pindah ke member lain.”

Hana menggigit kue yang disodorkan oleh Kai –sambil terus memperhatikan sikap kekasihnya yang seperti anak kecil saat memakan kue. Kai semakin mirip dengan Asher yang sedang kelaparan dan memakan apapun hingga berantakan ke sekitar bibir. Lihat bagaimana krim kue yang berantakan di sekitar bibir lelaki itu. Namun Kai tetap memakan potongan kuenya tanpa mengacuhkan hal itu. Membuat Hana sedikit risih sebenarnya dan mulai bergelut dengan pikirannya sendiri.

‘Bagaimana kalau aku menegur dan memberitahu Jong In?’

‘Atau aku bersihkan saja langsung?’

‘Atau aku bersihkan dengan… bibir?’

‘Anhi! Kau gila, Lee Hana. Kenapa kau jadi mesum seperti ini juga?’

“Kenapa?” suara husky Kai yang tiba-tiba terdengar membuat Hana sedikit terkesiap. Hana berdehem pelan lalu mengambil potongan kue dan menyuapkannya ke dalam mulut, mencoba menghilangkan suasana yang tiba-tiba canggung.

“Krimnya berantakan di dekat bibirmu,” ujar Hana tanpa mau melihat ke arah kekasihnya.

“Tolong bersihkan,” pinta Kai seraya mendekatkan wajahnya dengan kedua tangan yang terangkat –karena penuh dengan krim.

Hana melirik wajah Kai yang berada di dekat wajahnya, ia kemudian menelan ludah gugup seraya membersihkan krim-krim di sekitar bibir Kai dengan tangannya yang bersih. Tatapan elang lelaki itu terus menatap lekat ke arahnya, membuat Hana semakin gugup entah kenapa. Apalagi saat mata mereka bertemu dan Hana yang menghentikan pergerakan tangannya –membersihkan bibir Kai.

Entah waktu yang berjalan lambat.

Atau wajah Kai memang mulai mendekat secara perlahan.

Dan Hana yang masih terdiam masih sambil memegangi wajah lelaki itu.

Hana bahkan harus sedikit memundurkan wajahnya, merasa takut apa yang akan terjadi –karena merasakan deru napas Kai yang mulai terasa menerpa wajahnya. Namun ia masih terus menatap mata elang milik Kai –yang sudah sangat dekat, mulai pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika bibirnya –hanya tersisa sekitar dua senti saja dari bibir Kai dan hampir memagut satu sama lain—

BRAAK

SAENGIL CHUKHAHAMNIDA! SAENGIL CHUK—.

Kai menjatuhkan wajahnya di sisi wajah Hana –karena tidak berhasil mencium gadis itu di momen yang tepat. Matanya kemudian melirik beberapa manusia yang berdiri mematung di depan pintu tanpa melanjutkan nyanyian ulang tahun untuknya. Oh dan Kai baru sadar bahwa tangan Hana sudah memeluk lehernya sementara tangannya terjatuh di setiap sisi tubuh Hana –yang saat itu sudah sedikit mundur ke belakang.

Dan jangan lupakan wajah mereka yang sangat dekat walaupun bersampingan.

“Oh, sepertinya kita mengganggu,” suara Sehun kemudian menginterupsi di antara keheningan yang ada.

“Astaga. Maaf kita tidak bermaksud—,” ucapan Jae Hee tergantung di udara karena suara Nayeon sudah menginterupsi.

“Woaah, daebak!!

“Ayo lanjutkan! Kalian mau melakukan apa selanjutnya.”

Dan ucapan Chanra tadi berhasil menyadarkan Kai dan Hana. Keduanya saling menjauhkan tubuh masing-masing dengan wajah semerah tomat.

Pelajaran yang Kai dapatkan malam itu.

Ketika berada di apartemen orang lain, pastikan pintunya terkunci atau tertutup rapat sebelum melakukan hal aneh-aneh.

[KaiNa Piece] Birth Day CUT

Ima’s note :

HAPPY BIRTHDAY MY BAE! MY DEVIL DANCER! MY VITAMIN! MY LOVE, KIM JONGIN! I LOVE YOU~

SORRY FOR TYPO(S) AND ABSURD STORY .

I JUST CAN’T HANDLE IT.

THAT CHUBBY CHEEK AND LIGHT BROWN HAIR JUST……. ASGHJFKLKSDJJHDYTY

LEAVE COMMENT PLEASE >,<

Regards,

IMA♥

Advertisements

91 thoughts on “[KaiNa Piece] Birth Day.

  1. Laksita Rahma says:

    Aaaaa Hana ya~~ aktingmu daebak!! kirain beneran diculik hana nya. Aku pingin liat hana dance Be Natural. Aaah pasti keliatan err gimana gitu. 😀 orang yang ngedance aslinya aja kaya gitu lah ini kalo Hana gimana? PENASARAN.. ini apa eonni??? kenapa mereka nggak jadi?? wae?? 😥 Kan lagi sweet2 nya. Ah ada aja halangannya.
    Keep writing eonni. Fighting!

  2. rosafebryana says:

    Aaaaaa mian eon baru baca padahal udh tanggal seginiiii. Omg ceritanya bener2 ga kedugaaaaaaaaaa. Well tetep kaina yg selalu berantem karna hal2 gajelas wkwkwk tapi itu yg ngangenin dari kainaaaaaaa hihihi, fighting eon, jinjja saranghae!❤❤ happy belated birthday kim jongin!!

  3. @deulight95 says:

    Kejutan hana di birthday jongin tahun ini special bgt yaa sampe akting diculik dan sykses bikin kai rasa gado” . Khawatir dan cemas … hihihi …. ini hana nge-dance ala RV yaaa *bayangin* kok mlh bikin ketawa yaaa 🙂 ….. aaaaa kupon hana semuanya …… suka suka liat kaina kayak gini …

  4. Kin says:

    Eonnniiii aaaaaak, suka suka suka, buk hal2 yg tak terduga di piece yg ini, ga nyangka bgt hana ngasih kejutannya pake dance apalg be natural trus agyeonya hanaa ya ampuuun, aku aja bayanginnya malu2 sendiri hahaha

    Tp daebaak deh huat kai udh mulai keliatan bget pedulinya, makin terang-terangan hihihi

    Lanjutt ya eonniie Ima 🙂

  5. kjmlady says:

    hehehe hehehe senyum” gajelas baca ending nya 😳 yg lain ganggu nih. ga kebayang itu hana dance be natural, aku aja nge cover dance ga berani publish hihi

  6. hanachan says:

    aaaaa
    kak buat kai cemburu dong diselip selipin jga gpp, liat kai cemburu lucu
    nggak ngebayangin muka kai lhay sexy dance gtu……

  7. ohvee12 says:

    Nutupin muka … Gimana jadinya tuh anak dance Be Natural aduuuuuh malu sendiri … Dan apa yang mau mereka lakuin kenapa digagalin sih thor hihi #abaikan maap commentnya ngebut karena jujur aku udh baca dan tinggal ninggalin jejak … ^^

  8. Hikyu says:

    kyaaaaaa~~~~ mereka datang di saat yg gak tepat!! -.- /gemes
    omo omo gak bisa dipercaya Hana ngedance be natural?? penasaran ekspresinya kai :3
    kapan2 bisa tuh couple dance hahaha

  9. kaisooday says:

    Hahahahahaha Eonni,, kau membuat adegan romantis mereka gagal lagi xD kenapa harus diganggu datengnya orang2 itu?? Padahal itu nyaris dikit lagi mereka kissing Ohemmjiii >.<" Aku suka aku suka sma yg ini hihihi… Romantisnya ituuu sesuatu bangetttt xD Tapi belom baca Second Chance 😥 lagi menunggu PW tpp gpp ini uda bikin dag dig dug walau masih penasaran sih sma cara mereka balikkannya itu gmn hehehe 🙂 keep writing ya Eonni biar aku bisa ngerusuh terus disini hihihi XO :*

  10. hyunnie says:

    Bhahahahahak ada aja yaaaa yang gangguin momen momen penting bagi kim jongin xoxoxo
    Padahal tinggal dikit lagi kkkk aaaaah kenapa mereka harus muncul di waktu yang tidak tepat ??? Xoxoxoxo
    Aaaaaah seriusaaaan suka bangeeet sama pasangan iniiiii 🙇🙇🙇🙇

  11. Jung Hyun Mi says:

    CHUBBYYYY JONGINN😂😂😂
    lucuuu banget pipinyaa endut gituu wkwk
    ahhhh DIKITTT LAGIII!!! ><
    benerbener para manusia datengnyaa disaat yang gatepat:')
    aaaaaa ka imaa geregtt bangett😂😂
    gabisa bayangin hana dance ituu(?)
    tapii kayanya lucuu sama sexyy😂 walaupunn dia kelewat polos tapi badannya wuihhh/?
    waaaa gasabarr baca selanjutnyaaa huhu😂
    goodd job kaa ima kainanyaa selalu menghibur😆😆

  12. LeeDaeShi says:

    Happy birthday Kim!!!! /telat/ ya maap namanya jg bru sempat baca hiks
    Aku belom baca cerita sebelumnya krna blm dpt pw hahahaha jd lgsg loncat kesini
    Kaina baikan? Eaaaak seneng 😀
    ㅋㅋㅋㅋ
    Suka sama kejutan hana ke jongin. Antimainstream fufufu. Tp kenapa ujung2nya malah hana yg dikerjain sama jongin? Dasar pasangan aneh kwkwkw
    Endingnya itu aaaarghhh. Pdhal udh enak kan yaaa mreka mulai ke tahap yg lebih ‘dewasa’ eh malah momentnya hancur cuma karna hal sepele, lupa kunci pintu kwkwkwkw.
    Yg sabar ya kaina :p fufufu

  13. Soojinssi says:

    Yaampun kak aku udh senyum senyum sendiri bayangin Jongin Hana udah siap , eeeh malah diganggu
    Tapi seneng banget walaupun Hana ga usah so sweet so sweet an khusus buat ultah nya Jongin , Jongin tetep seneng dan kerasa banget mereka bahagia punya satu sama lain
    Ah udah ah kak aku jadi baper

  14. FAWN says:

    Suka deh sama semua cerita Kaina Piece yang Kak Ima buat 😆😆 selalu masuk kesemua fakta keseharian mereka dan ceritanya jadi ngefeel banget!
    Walopun mereka gak selalu sweet-sweetan (?) tapi aku suka. Kayak emang ini karakter Jongin banget!

    Aaah Kkaman rambutnya jadi gitu, aku sempat mikir kemaren kenapa jadi coklat mangkok gitu eh pas aku liat Asher ternyata dia juga potong rambut jadi mangkok. Curiga nih orang beneran sibling ❤

  15. Bubble Gum says:

    Hana jail bgt, sampe pura-pura diculik supaya kejutan buat Kai nya sukses. hahaha
    wahhh Jongin beruntung dpt kado lain dr pada yg lain. Hebat nih Ima, ide ceritanya selalu daebak.
    Jongin emang tambah mirip Asher atau sebaliknya ? hahaha
    Yahhh kenapa mereka rusak suasana sih, biasanya yg rusak moment romantis couple ini ya Hana nya sendiri sekarang giliran member exo dan para gadisnya, wkwkwkw

  16. jelitaps says:

    Dikit lagi anjirrrrrrrrrr wkwkkwk timingnya pas banget, tp itu nama kakanya kai ko jd soo jung? Apa kristal?

  17. Miqo_teleporters says:

    HAHAHAHA iyaaa inget banget pas pipi jongin chubby banget kayak bakapao gini. sumpah bawaannya pengen ngakak. kok bisa gituloh sampe kaya abis suntik botox aja mwahahahah

  18. dyndrakm says:

    Akhhh gakuat sama hana nya bisa ajaa…..wkwkwkwkwkwk hananya cute bgt disitu doh.. bersihin aja sih pake bibir langsung biar asik>< wkwkwkwkwk kai nya mesum akh dia selalu ajaaa..jongin kalo lagi panik duh pasti kegantengannya bertambah 1000%dehㅠㅠmau di khawatirin jongin/? Wkwkwkw kaina the best ah kl lg ribut2 hal2 kecil gitu lucu bgt astagaa gatau kenapa lbh suka pcrn atau couple yg kyk gt drpd yg terlalu cute gtt.. lbh suka yg saling ngatain tp sebenrnya gak gt maksudnya duh lucu bgt ah kaina bikin iriㅠ keep writing kak ima ♡♡laff from ur fan♡

  19. handayaniwidya0 says:

    aku gemeeeeessss
    hana…. ah, aku bingung mau komentar apa ckck.
    sebenernya td pas bibir jongin belepotan, lubuk hati terdalam aku dah jerit2 “BERSIHIN PAKE BIBIR AJA HANAAAAAAAAAA!!!” waaaaaaaaaaaaaaaaaaaa greget asli. Mereka berdua tuh ya.. ah sudah lah.

  20. Khyunpawookie says:

    Cpet bnget yh udh 3 th lg persan bru kmrwn mrka mrh2 ala2 bocah SMA bru masuk. Trus tiap hri selalu ajj add pertengkaran iya y gede, y selepe smpe break berkli2 hmzzzzz sgtu mrka tangguh jg sih aduhhhhh aq jg mesem sndiri inget flasback kish mrka hahahhahhha
    Heiii heiiii heiiii lnjut mu ngapain cba hahahahah hayoooo ngapainnnnn Kai aq slut deh dy thn yb gk sentuhan sma hana mrka termsuk jrng kn skinskip wiwiwiw tp bersma2 ampe 3 th daebakkkkkkkk

  21. Wulan says:

    Wahhhh bnr2 moment yg tepat hahahaha..ngeganggu adja yachh..pdhl tinggal sedikit lg..
    Wahh hanna ngedance pengen nyaingin jongin kaya y…

  22. syafirasl says:

    Yash..hampir padahal..
    bener banget tuh sarang yang paling akhir ‘jangan lupa kunci pintu’ /emang mau ngapain?/
    Ellah kak kenapa ngga dilanjut aja..wkwk
    Keep writing ya

  23. rahsarah says:

    disaaat yg romantis bangettt mau dilakuin mereka ehhhh gerombolan pada datenggg duh ngerusak suasanya
    tapi gpp masih ada kupon yg lainnya yg bisa di gunain kai awkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s