.:JunHee Veiled:. Reunion

next junhee

Title : Reunion

Author : Neez (@suhofocus)

Genre : JunHee Universe, Romance, Friendship

Length : Oneshot

Rate : PG 15

Cast :

  • Kim Joonmyun / EXO Suho
  • Oh Jaehee (OC)
  • Others

.:JunHee Veiled:. Reunion

(The scene taken place after EXO The Lost Planet Concert in Thailand)

Junmyeon bersyukur, begitu kakinya menginjakkan tanah kelahirannya tercinta, menghirup udara negaranya tercinta, Hana dan Nayeon memberinya kabar bahwa Jaehee tengah menunggunya di apartemen Hana. Tetapi, yang mengejutkannya adalah, begitu ia muncul di pintu apartemen Hana, baik ekspresi Nayeon maupun ekspresi Hana sama sekali kurang baik.

   Dan benar saja, begitu ia menanyakan dimana kekasihnya berada, Hana justru membawanya ke kamar tamu di apartemennya, dimana Jaehee terbaring lemas, dalam keadaan tidak sadar. Jika tidak ingat status Hana dan Nayeon, yang merupakan kekasih dari adik-adiknya, mungkin Junmyeon bisa langsung marah di tempat.

   ”Astaga!” buru-buru ia mendekat ke tempat tidur queen size dengan linen pastel sebagai pelapisnya dan diraihnya tangan gadis itu. Dua minggu mereka tidak bertemu dan Junmyeon tidak percaya kalau gadisnya bisa berubah drastis hanya dalam dua minggu.

   Lingkaran hitam di bawah matanya, cekungan ke dalam di bawah matanya, berat badannya yang menyusut beberapa kilogram, bibir penuhnya yang biasanya sehat kini pecah-pecah, dan rambut hitam legamnya yang biasanya terawat pun kini terlihat kuyu. Satu lagi, telapak tangan yang kini ia genggam amat sangat dingin.

   ”Apa yang terjadi?!” Junmyeon menahan diri untuk tidak berteriak frustasi pada dua wajah polos tapi ketakutan di hadapannya.

   Sayangnya, baik Hana maupun Nayeon hanya menggeleng.

   ”Eonnie menghubungiku… minta bertemu, dia belum sempat bilang apa-apa… tubuhnya sudah lemas saat kami bertemu tadi, Oppa. Tapi permintaan Eonnie sebelum tidak sadarkan diri hanya jangan dibawa ke rumah sakit.” Jawab Hana takut.

   ”Dan kalian benar-benar tidak membawanya ke rumah sakit?!” seru Junmyeon.

   Nayeon dan Hana menggeleng.

   ”Kami mencoba, Oppa, sumpah!” cicit Nayeon. ”Tapi Eonnie terus mengigau bilang tidak mau kembali ke rumah sakit, dan Oppa lihat ini…” Nayeon membalik tangan kiri Jaehee yang tidak digenggam oleh Junmyeon.

   Kedua mata Junmyeon membelalak.

   ”Ini bekas infus…” kata Nayeon, sudah jelas. ”Sepertinya… Jaehee Eonnie pun dari rumah sakit.”

   Junmyeon hanya bisa terpana, memandangan telapak tangan dengan bekas jarum tersebut, dan kembali menatap wajah kekasihnya yang kuyu itu. ”Dwaesseo, aku tidak bisa membiarkannya begini! Dia harus dibawa ke rumah sakit!” ia mengecek arlojinya, sedikit mendesis. Ia harus segera kembali ke perusahaan secepat mungkin, ada jadwal yang menunggunya, tetapi ia tidak bisa mengabaikan kekasihnya yang sudah dua minggu menghilang, lalu muncul dalam keadaan hilang kesadaran seperti ini.

   ”Hyung,” panggil Jongin, pelan. Ketiga orang yang ada di dalam kamar tamu di apartemen Hana menoleh. Wajah Jongin terlihat tidak begitu nyaman, dan sedikit khawatir. ”Manajer Hyung sudah menghubungi, menanyakan dimana kita… recording…”

   Hana buru-buru berbalik ke arah Joonmyun lagi. ”Oppa, tidak perlu khawatir… aku… aku akan panggilkan dokter pribadi sampai Eonnie sadar.”

   Sepertinya Joonmyun hendak membantah dan berkeras untuk membawa Jaehee ke rumah sakit, maka Nayeon buru-buru menyela, ”Gwenhanayo, Oppa… nanti kalau Eonnie sadar, kami akan bujuk dia untuk ke rumah sakit. Atau jika diperlukan… Hana akan menghubungi dokter pribadinya. Lagipula, aku yakin ada alasannya kenapa Jaehee Eonnie tidak mau dibawa ke rumah sakit.”

   Joonmyun menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya. Betapa pun inginnya ia memastikan kekasihnya tidak apa-apa, kewajibannya harus lebih dulu diutamakan, toh Hana dan Nayeon menawarkan diri untuk menjaga Jaehee.

   ”Geunyang… hubungi aku kalau terjadi sesuatu, oke?” pinta Joonmyun serius.

   Hana dan Nayeon mengangguk, menatap Joonmyun yang berdiri dengan enggan, masih menatap penuh rindu dan kekhawatiran pada tubuh lemas Jaehee yang berbaring tak berdaya di atas tempat tidur itu. Dengan berat hati Joonmyun mengalihkan pandangannya.

   ”Dan pastikan kau benar-benar menghungi dokter, aku mohon.”

   ”Iya, Oppa.”

   ”Dan kalau pengobatannya membutuhkan biaya yang mendadak atau apa…”

   ”Oppa! Tenang saja~ sekarang Oppa kembali bekerja saja lebih dulu, aku dan Nayeon akan mengurusnya.”

   Joonmyun mengangguk, kemudian ia dan Jongin buru-buru pamit dari apartemen Hana.

*           *           *

”Nona Oh mengalami dehidrasi yang cukup parah,” Dokter Jung menjelaskan pada Hana, Nayeon, dan Chanra yang kini tengah berkumpul di ruang tengah apartemen Hana setelah mempersilakan dokter pribadi, atau dokter yang biasa keluarga Hana hubungi, memeriksa Jaehee. ”Nona Oh benar-benar kekurangan banyak cairan dan nutrisi. Tekanan darahnya sangat rendah, sehingga saya anjurkan agar Nona Oh dibawa saja ke rumah sakit.”

   Nayeon dan Hana berpandangan.

   ”Tidak bisa dirawat disini saja, dokter?” tanya Chanra, menyadari kecemasan dua temannya.

   Dokter Jung nampak sedikit berpikir, sebelum mengangguk agak ragu, ”Asal bisa memastikan Nona Oh tidak luput dari pengawasan. Obat yang harus diminum, tidak lupa dengan asupan makanan yang sehat. Untuk sementara sampel darahnya akan saya bawa untuk diperiksa lebih lanjut, sekedar berjaga-jaga apakah ada penyakit lainnya. Dan jika Nona Oh mau dirawat dirumah, saya terpaksa harus memasangkan infus di sini juga.”

   ”Apa saja yang harus dilakukan, Dok, tak apa-apa…” Hana mempersilakan.

   Sementara Dokter Jung dan dua perawat lainnya memasangkan selang infus di tangan kiri Jaehee, dan memeriksa suhu tubuhnya sekali lagi, juga memastikan tekanan darahnya, Hana menatap Chanra.

   ”Tolong hubungi Suho Oppa, tak harus di telepon… lewat Katalk juga tak apa-apa, yang pentih dia tahu Jaehee Eonnie tidak apa-apa.” dan Chanra langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi leader EXO tersebut.

   Nayeon, tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya dan bertanya, ”Kalau boleh tahu, Dokter Jung, kira-kira apa yang membuat Jaehee Eonnie begini?”

   ”Bisa banyak sebab, kalau dari observasi biasa sepertinya dia kurang tidur dan kurang makan makanan bergizi, terutama kurang mineral. Saya sudah memberi injeksi vitamin C untuk tenaganya, mudah-mudahan ia cepat sadar ya.” Dokter Jung tersenyum.

   Nayeon mengangguk.

   ”Dan ini, resep yang harus ditebus. Ada booklet diet juga, perawat akan memberikannya. Pastikan Nona Oh makan dan minum yang teratur, empat sehat lima sempurna, agar kondisinya bisa kembali stabil.” Pesan Dokter Jung sambil menutup tas kerjanya, dan memberikan secarik kertas berisi obat-obatan pada Hana, yang menerimanya dengan penasaran dengan jenis-jenis obat yang diberikan. ”Kalau begitu saya permisi dulu, Nona Lee. Kalau ada apa-apa saya lebih menganjurkan agar Nona Oh langsung di bawa ke rumah sakit saja, kondisinya sangat lemah.”

   Hana membungkuk, begitu juga Nayeon dan Chanra.

   ”Terima kasih banyak, Dokter Jung.”

   Sepeninggal dokter Jung dan dua perawatnya, yang tadi sudah mengajarkan Nayeon cara mengganti infus, dan memasang serta melepasnya, Chanra memberitahu bahwa Suho Oppa mereka belum membaca pesannya, pasti karena masih melakukan rekaman 902014.

   ”Aku mau lihat resepnya,” Chanra mengulurkan tangannya, dan Hana memberikannya. Kedua mata Chanra membelalak menatap deretan antibiotik dan vitamin yang tertera di secarik kertas tersebut meski tulisan sang dokter agak sukar dibaca. ”Sebanyak ini?”

   Nayeon berdecak, ”Bahkan perawat meninggalkan sekitar delapan botol infus disini… dehidrasinya benar-benar parah, bukan sebaiknya kita membawanya ke rumah sakit?” sedikit khawatir.

   ”Kita tunggu Eonnie bangun saja, lalu kita bujuk ke rumah sakit,” usul Chanra.

   Hana bergidik, ”Bagaimana bisa orang seperti Jaehee Eonnie kurang tidur dan kurang makan? Apa yang dia lakukan?”

   Nayeon mengangguk-angguk, ”Benar! Mana mungkin Jaehee Eonnie kekurangan makanan.” Tanpa jawab, ketiganya hanya dapat memandang tubuh Jaehee yang lemas dan diam di atas tempat tidur kamar tamu apartemen Hana itu.

*           *           *

Dehidrasi.

   Kepala Suho sudah sangat pening sejak rekaman. Begitu rekaman benar-benar selesai dan mereka bisa kembali pulang, Suho benar-benar langsung berlari menuju lift dan menyambangi apartemen Hana. Meminta penjelasan singkat, Suho bergegas menghampiri Jaehee, yang masih belum sadar, dan dengan selang infus.

   Kurang makan. Kurang minum. Kurang tidur.

   Katanya itu yang menyebabkan gadis di hadapannya kini jadi tak berdaya. Pertanyaannya bagaimana bisa? Suho menangkup kedua wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Mulai dari berita apartemen Jaehee di segel, dan kini dia kurang makan dan minum. Apa yang terjadi?

   Terdengar suara keluhan. Buru-buru Suho mengangkat wajahnya dengan kaget, kedua mata Jaehee masih terpejam, tapi tangannya mulai bergerak, begitu pula tubuhnya, dengan gelisah.

   ”Jaehee-ya…” Suho buru-buru mendekatkan kursi yang ia duduki dan tangannya meraih telapak tangan Jaehee. ”Jaehee-ya… apa yang sakit?”

   Jaehee masih bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya, Suho memperhatikan alisnya yang mengerut, dan pegangannya dalam genggaman Suho semakin kencang. Apa dia mimpi?

   Dan tiba-tiba saja, kedua mata Jaehee terbuka, dan ia tersengal.

   ”Jaehee-ya…” Suho menatap Jaehee lekat-lekat, sedikit menghapus peluh pada dahi Jaehee.

   Begitu melihat siapa yang duduk di hadapannya, Jaehee menarik napas dalam-dalam berusaha menenangkan dirinya, memejamkan matanya rapat-rapat, dan berusaha untuk berbaring senyaman mungkin, dengan menggenggam tangan Suho seerat mungkin.

   Pelan, ia membuka matanya kembali, mendapati Suho masih menatapnya dengan khawatir. ”Kau sudah pulang?” tanyanya serak.

   ”Hmm,” Suho mengangguk, sedikit tersenyum, ”Kau tak apa-apa? Ada yang sakit? Mau kuambilkan sesuatu?” tanya Suho, khawatir.

   Jaehee menggeleng. Kehadiran Suho di sisinya sudah lebih dari cukup. Sudah mampu mengobati rasa rindunya, dan lupa makan minumnya. Sakit hatinya pada kedua orangtuanya. Kim Joonmyun ada di hadapannya, kini menggenggam tangannya, ini nyata.

   ”Kau tak apa-apa?”

   Jaehee menggeleng. ”Aku baik-baik saja.”

   ”Bohong!” balas Suho main-main sambil mengelus pipi tirus Jaehee dengan ibu jarinya, ia bisa merasakan tulang pipinya disana. Gadis di hadapannya kekurangan banyak berat dalam waktu satu minggu saja. ”Dimana lemak gembul yang suka kucubiti disini?” tanya Suho pelan.

   Jaehee hanya terkekeh, mencoba bangkit dari posisinya yang berbaring. Suho benar-benar layaknya obat baginya, ia merasa segar, lebih sehat, dan kuat. Sepertinya Suho pun tahu Jaehee ingin duduk, maka dibantunya gadis itu duduk bersandar dengan bantal di punggungnya, sementara ia duduk di tepi tempat tidur, di samping Jaehee.

   ”Jam berapa ini?”

   ”Satu pagi,” jawab Suho.

   ”Benarkah?” tanya Jaehee kaget. ”Hana?”

   Suho menjawab lagi, ”Sudah tidur… kau tidur lama sekali kata Hana dan Nayeon.”

   Jaehee terkekeh, lemah. Masih tidak melepaskan tangannya yang digenggam Suho. Ia bersyukur di dalam hatinya, bahwa ia masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan bersama lagi dengan pria di hadapannya ini. Ia bersyukur ia berhasil kabur, dan fakta bahwa ia kini di apartemen Hana, dan belum di jemput paksa seperti kemarin-kemarin merupakan kebanggaan tersendiri baginya.

   ”Kau sudah lama?”

   Suho menggeleng, ”Sekitar setengah jam… atau satu jam, aku ingat sudah lewat tengah malam aku sampai disini.”

   ”Bukankah kau dari Thailand?”

   ”Eoh, tapi episode terakhir 902014 harus direkam hari ini… jadi mau tak mau aku dan yang lain rekaman.”

   Jaehee mengangguk. Pelan ia naikkan tangannya yang bebas infus, membelai wajah kekasihnya, dan ia menekan alis pria di hadapannya yang mengerut itu. ”Tenanglah, jangan tegang…” kekehnya.

   Alis Suho mengendur.

   ”Aku tidak apa-apa,” Jaehee terkekeh. Tahu pasti apa yang ada di dalam pikiran Suho meski ia tidak mengutarakannya. Alisnya sedari tadi mengerut, meski ia berbicara dengan tenang.

   Akhirnya, Suho mendesah pasrah, memilih untuk tidak berpura-pura menutupi kekhawatirannya. Wajahnya berubah, dan mata teduh berwarna cokelat itu membuat hati Jaehee seperti dihunus sebilah pedang. Menyakitkan melihat mata itu seolah amat sangat menderita.

   ”Apa yang terjadi padamu, Jaehee-ya?” bisik Suho lirih, melepaskan pertahan dirinya, diraihnya wajah Jaehee dan dengan ibu jarinya dibelainya wajah Jaehee perlahan, lagi.

   Kedua mata Jaehee berkaca-kaca, tenggorokannya terkecat. Ia berusaha tersenyum menatap kedua mata cokelat Kim Joonmyun, kekasihnya. Tetapi, kilas balik apa yang ia alami selama dua minggu terakhir ini seolah kembali berputar di kepalanya. Tidak, dipaksa sebagaimana pun ia tidak pernah menangis! Ia melawan kedua orangtuanya dengan berani, dan tidak meneteskan air mata meski mereka tidak mengizinkannya keluar. Meski ia tidak makan, minum, menahan perih di perutnya. Ia tidak menangis.

   Tapi, seperti Kim Joonmyun pula. Pertahanan dirinya runtuh.

   ”Aku… senang aku bisa kembali bertemu denganmu, Joonmyunie,” bisik Jaehee tersenyum. ”Aku… tidak mau berpisah lagi.”

   ”Apa?!” seru Suho tidak mengerti, tapi Jaehee sudah memeluk dirinya erat-erat, membenamkan wajahnya pada dada bidangnya. ”Kata siapa kita akan berpisah, Jaehee-ya?”

   Jaehee hanya menggeleng sambil terisak.

   ”Jaehee-ya,” Suho memeluk Jaehee erat-erat, mengecup setiap inci kepala gadis itu, dan pipinya yang basah. ”Kau sudah aman, kau disini, bersamaku…” ucapnya. ”Katakan padaku, apa yang terjadi padamu, Sayang?”

   Jaehee melepaskan pelukannya, berusaha menghapus air matanya. Suho menyandarkan dahinya pada dahi Jaehee, membantu Jaehee menghapus bulir-bulir kristal yang masih terus mengalir pada kedua pipinya. Ia tidak tahan, ia tidak suka melihat Jaehee menangis seperti ini.

   ”Hmm… apartemenku, disita.” Kata Jaehee.

   ”Ya, aku dengar dari Nayeon dan Hana,” Suho masih membelai-belai pipi kekasihnya, berusaha memberikan Jaehee rasa aman dan nyaman.

   ”Kamera, laptop, uangku semua diambil oleh kedua orangtuaku… bahkan ponselku.”

   Kali ini tangan Suho membeku, pelan, ia menengadahkan wajah kekasihnya untuk menatapnya. ”Orangtuamu?”

   ”Hmm, orangtuaku.”

   ”Tapi… kenapa?”

   Jaehee terkekeh, meski lebih terdengar miris, dan terluka. ”Ada banyak alasan, yang paling utama mereka tidak suka dengan aktivitasku… kau ingat kan, mereka menentang hobi fotografiku. Mereka ingin aku menyelesaikan studiku di bidang politik… dan…” sepertinya Jaehee tidak sanggup meneruskan.

   ”Astaga, Sayang…” Suho mengecup kening Jaehee dalam, dan memeluknya kembali karena Jaehee kembali menangis.

   ”Mereka mengancamku, jika aku tidak mau… kembali… aku tidak boleh mendapatkan fasilitas lagi, dan aku dikurung…” Jaehee mulai terisak.

   ”Jaehee-ya…”

   ”Aku melawan! Aku tidak suka! Aku tidak mau mereka mengatur-atur hidupku… aku tidak mau… maka aku tidak makan dan minum.”

   Suho menggeleng-geleng tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar.

   ”Aku sudah berusaha memohon pada mereka agar mereka mengizinkan aku belajar fotografi, dan aku janji aku akan belajar dengan baik, tapi mereka tidak mendengar. Dan…”

   ”Dan?”

   ”Mereka tahu soal kau Joonmyunie.”

   Kedua alis Suho terangkat tinggi. ”Maksudmu?”

   ”Mereka tahu kita berkencan… dan… mereka kira dengan berkencan denganmu aku akan semakin brutal atau apa… mereka sengaja mengambil ponselku.”

   Astaga!

   ”Aku tidak mau! Aku tidak akan pernah mau diatur seperti itu… apa salahnya? Kenapa yang kupilih semua tidak ada yang mereka setujui?”

   ”Lalu… kau kabur?”

   Jaehee mengangguk, ”Akhirnya dehidrasi, dan mereka membawaku ke rumah sakit. Aku kabur…”

   ”Astaga, Jaehee-ya…” Suho memeluk Jaehee erat-erat sekali lagi, kali ini bukan hanya Jaehee yang menangis. Tapi juga dirinya, ia membayangkan apa yang sudah kekasihnya alami selama dua minggu ini, dan ia tersentuh mendengar bahwa ia adalah pilihan Jaehee, dan yang membuatnya bertahan agar dapat kabur dengan menahan diri agar tidak makan dan minum. Tapi ia juga menyesal, menyesal kenapa ia tidak bisa menolong dan membantu gadis yang ia cintai ini melewati semua itu? Menyesal kenapa Jaehee begini.

   ”Aku tidak peduli harta… tahta, reputasi, aku tidak mau jadi seorang Oh!” seru Jaehee berapi-api. ”Aku mau hidup biasa saja… dan, karena…”

   ”Tapi, Sayang, mereka orangtuamu…”

   ”Tapi mereka tidak menghormati keputusanku, Joonmyunie!” seru Jaehee sedikit terisak. ”Mereka tidak mau mendengar, mereka hanya mau mereka yang di dengar! Aku tidak peduli, mereka boleh membuatku miskin, tidak punya uang, atau apa… tapi aku tidak akan pernah mau dikendalikan oleh mereka.”

   Suho memeluk Jaehee kembali. ”Iya, baiklah… kau harus tenang, kau belum pulih benar… kita bicarakan ini lagi kalau kau sudah semakin sehat.” Ia khawatir pada suara Jaehee yang bergetar, sama kerasnya dengan tubuhnya yang gemetar dalam pelukannya. Pelukan itu terasa berbeda, tubuh gadisnya jauh lebih menyusut dibandingkan terakhir kali saat ia memeluknya.

    ”Tolong aku, Joonmyunie…” isak Jaehee, semakin mengeratkan pelukannya, dan meremas baju yang Suho kenakan. ”Tolong aku…” bisiknya.

   Joonmyun mengangguk, meletakkan kepalanya pada puncak kepala Jaehee setelah mengecup puncak kepalanya singkat. Ia akan menggunakan segala cara untuk menolong Jaehee, tentu saja. Ia begitu tersentuh sejujurnya, ia tidak bisa berhenti mengulang-ulang kata-kata Jaehee, ”Aku tidak mau! Aku tidak akan pernah mau diatur seperti itu… apa salahnya? Kenapa yang kupilih semua tidak ada yang mereka setujui?” ditambah lagi gadis itu terus bergumam, ”Aku mau bersamamu… apa pun resikonya, aku siap!”

   Mata Joonmyun benar-benar terbuka. Ya, hubungannya dengan Jaehee memang tidak sempurna. Tidak ada hubungan yang sempurna. Mereka melalui awalnya yang sulit. Jaehee yang keras, yang ia pikir hanya mengencaninya demi rasa kagumnya pada Yixing, atau Jaehee yang mengencaninya hanya karena kasihan. Dan dirinya yang penuh keragu-raguan, dirinya yang tidak percaya diri karena seluruh pengalaman cintanya. Tapi toh mereka berdua berhasil menemukan cinta yang tumbuh di saat pertamakali mereka bertemu. Dan cinta itu semakin tumbuh dan tumbuh.

   Jika Jaehee saja mau berjuang demi hubungan ini, maka ia pun harus berjuang! Demi Jaehee, dan tentu demi dirinya sendiri.

   Hanyut dalam pelukan dan lembutnya usapan tangan Suho pada kepala dan punggungnya, Jaehee tertidur kembali, dalam pelukannya. Maka ia merebahkan tubuh kurus Jaehee pada bantal putih empuk milik Hana, dan merapikan selimutnya. Ia mengecup dahi Jaehee dalam, sebelum menyingkirkan anak-anak rambut pada wajah Jaehee. Sedikit bersyukur, dalam tidurnya kali ini, tidak ada kerutan pada dahinya. Tersenyum kecil, Suho bersyukur, semakin percaya diri bahwa Jaehee benar-benar sudah jatuh cinta padanya.

   Karena Jaehee bisa tidur tenang, setelah bertemu dengannya.

*           *           *

Kedua mata Jaehee terbuka. Sinar-sinar matahari masuk malu-malu melalui tirai yang tertutup. Jaehee mengerjapkan matanya kembali, berusaha menghalau sisa-sisa kelelahan yang ia rasakan. Mimpinya masih berupa mimpi buruk, tapi ia ingat pelukan semalam. Ia bahkan masih bisa merasakan bibir pualam Kim Joonmyun yang mengecupnya disaat kelelahan sudah menelan tenaganya, dan ia diambang sadar dan tidak.

   ”Hai, Eonnie… selamat pagi.”

   Jaehee tersenyum. Energi cerah dari Hana mau tak mau menularinya, ”Aww, lihatlah Jaehee Eonnie sudah lebih segar. Pasti karena sudah dijenguk Oppa semalam, ya?”

   Jaehee tertawa, ia bisa merasakan semburat hangat muncul pada kedua pipinya yang mulai tirus.

   ”Aigoo~ aku lebih suka melihat Eonnie senyum-senyum malu seperti itu.” Ucap Hana sambil melebarkan pintu kamar, ”Oh iya, aku boleh membuka tirai kan? Agar udara pagi masuk, baik untuk kesehatan Eonnie…”

   Jaehee mengangguk. Ia memerhatikan Hana yang melangkah riang mendekati jendela kamar dan membukanya. Semilir angin masuk menerpa wajah Jaehee, angin pagi, ia menghirup udara pagi dalam-dalam. Merasakan bahwa dirinya sudah lebih baik.

   ”Dan, infus Eonnie habis…” Hana menepukkan tangannya. ”Eonnie, mau mandi dulu baru kupasangkan infus?” tawarnya.

   ”Ne, kurasa aku mau mandi dulu.”

   ”Oke, aku sudah meletakkan handuk dan peralatan mandi di kamar mandi… Eonnie tinggal pakai saja, ada pakaian ganti juga sudah kusiapkan.” Kata Hana riang sambil melepaskan selang infus dari tangan Jaehee dengan ahli.

   Jaehee terkekeh, tertular riangnya Hana hari ini. ”Kau ahli sekali, Hana-ya…”

   ”Ehehehe, Dokter yang mengajarkan,”

   ”Hana-ya, terima kasih… maaf merepotkanmu,” kata Jaehee tidak enak, datang ke rumah Hana, pingsan, dirawat oleh Hana, menyusahkan saja. ”Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus berterima kasih…”

   Hana tiba-tiba cemberut, ”Eonnie, kenapa bilang begitu? Aku kan memang berniat membantu Eonnie! Aku sama sekali tidak merasa terbebani… justru aku sangat khawatir begitu semua bilang kalau Eonnie hilang.” Jaehee tersenyum kecut. ”Aku mungkin tidak bisa membantu banyak, jadi hanya ini yang bisa aku perbuat untuk Eonnie.”

   ”Aniyo, Hana-ya… kau membantu banyak sekali,” jawab Jaehee lirih. ”Lebih dari yang kau bayangkan.”

   ”Eyy,” Hana geleng-geleng. ”Eonnie punya kami…”

   Jaehee memiringkan kepalanya, bingung.

   ”Eonnie kan punya aku, Nayeonie, Chanra, Hanji… kami siap mendengarkan, dan membantu jika Eonnie punya masalah. Eonnie hanya perlu memanggil kami.”

   ”Terima kasih Hana-ya…” Jaehee benar-benar terharu.

   Hana tertawa. ”Nah, sekarang mandilah Eonnie…”

   Jaehee mengangguk dan berjalan pelan, karena meski sudah merasa jauh lebih baik, tubuhnya masih belum begitu sehat. Begitu Jaehee masuk ke dalam kamar mandi, ia bisa melihat segala perlengkapan mandi, yang biasa ia pakai, tertata rapi di atas wastafel.

   Membelalak, bagaimana Hana bisa tahu?

   ”Ah iya, Eonnie…” kepala Hana tiba-tiba muncul di pintu kamar mandi, nyengir. ”Semalam setelah kesini, Oppa pergi keluar sebentar dan membawakan itu…” dia mengedikkan kepalanya ke arah wastafel. ”Err… bahkan itu… pakaian dalam… dari Oppa.”

   ”NE?!” Jaehee menjerit.

   Hana terbahak-bahak sebelum menutup pintu. ”Kukira ukurannya tidak akan pas… sepertinya pas sekali untukmu, Eonnie.”

   ”YA!” Jaehee menutup wajahnya yang sudah merah padam.

*           *           *

Suho bisa merasakan getaran yang kuat pada sisi wajahnya. Dengan enggan ia bangun, mengusap rambutnya, mencari-cari di bawah bantalnya dan menemukan ponselnya. Mengucek matanya pelan-pelan demi memperjelas nama siapa yang tertera pada layarnya, dan betapa kagetnya ia, mendapati bahwa ibunyalah yang menghubunginya.

   Tidak biasanya, sepagi ini lagi.

   ”Ne, yeoboseyo, Eomma…”

   ”Nak! Apa jadwalmu kosong malam ini?” tanya ibunya, terdengar tergesa-gesa. ”Aku tidak peduli kosong atau tidak… tolong, Joonmyun-ah, jika ada, kau harus segera datang setelah kau memenuhi jadwalmu. Arasseo?”

   ”Tapi… kenapa, Eomma?”

   ”Tuan dan Nyonya Oh, mereka ingin bertemu.”

   Dan ponsel itu meluncur begitu saja dari genggaman tangan Suho.

-Keutt-

Hai long time no see ^^ sebetulnya finishing ff ini gak lama… cuma karena kedistracted terus tiap buka laptop jadinya beginilah… hehehe… semoga gak terlalu kelamaan ya. Ditunggu komennya ^^

39 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Reunion

  1. Lisa says:

    Hoaaaaa ini lebih dari kata rumit kak! Huaa gimana nasibnya nih junmen uda dipanggil gitu sama orang tuanya. Huaa! Parah parahh, ngga sabar nunggu lanjutannya kak, ditunggu yaa ditunggu bangeet hoho

  2. Hana Ardhani says:

    WAAAAAAAAA jadi ribet gini urusannya,Mak bapak nya jaehee pengen ketemu junmen ntar junmenya malah di marahin lagi BHAHAH *abaikan* ,ditunggu next nya ya kak ^^

  3. winnurma says:

    kasian jaehee ama joonmyun mrk dapet masalah terus,, ayo eonni buat mrk happy lagi kgn romantis dan lucunya mrk
    fighting eonni

  4. Daeshi Lee says:

    Penjabaran kondisi Jaehee mengkhawatirkan bgt ya. Wajar Suho lgsg kayak gitu. Mana pertama liat kondisi Jaehee pingsan pula. Eh ujung2nya ketauan kl dia dehidrasi parah, karna kurang mkan minum sama tidur.
    Tp sukaaaa, udh lama rasanya mreka ga romantis2an,begitu ketemu udh lgsg romantisan lg. Kan gemesin hihihi
    Suho tau aja ya smpe ukurannya Jaehee juga dia tau kwkwkwk. Curiga nih jdnya buahahahaha
    Endingnya kenapa kayak gitu. Aku jd deg2an bayangin nasip Suho udh dipanggil gt sm org tuanya Jaehee. Apa disuruh putus, apa Suho bakalan ngasih tau Jaehee sm dia, atau mreka lgsg dikasih nikah xD ngarepnya sih yg terakhir aja hehehehe
    Ditunggu next story nyaaaaaa

  5. hyena lee says:

    Akhirnyaa suho oppa sama jaehee eoni ketemu jugaaa…. seneng liatnya. Dan uda tau juga versi lengkap kisahnya jaehee eonni. Kasian juga yaa jaehee eonni. Itu kenapa juga ortunga jaehee eonni mau ketemu suho oppaa. Penasaran … ditunggu nextnya eon. Hwaiting
    ..

  6. Dana says:

    Uwooow kasiannn huhu ayo joonmyun perjuangkan cintamu!!!!
    Duh kepo banget ini kelanjutannya gimanaaa
    Semoga kali ini kisah joonmyun berakhir denga happy ending huaaaaa hidup junhee!!!

  7. ohsandal says:

    akhirnya ketemuan dan suka deh junhee jujur gitu ke suho.. gg nutupin apapun agar suho gg repot.. jadi ortu junhee belim ngasih restu buat hubungan mereka walaupun ortu junhee kenal ortu suho ._. semangat ia suho kkk

  8. @deulight95 says:

    Uwwaaaah …. jaehee akhirnya ketemu lg sm joonmyeon … kkkkk seneng bgt liat junhee meet up dan berharap ada happy happy ending ntar ..

  9. adindacynthia says:

    Aiish.. Ada apa lagi ini? Kayaknya mereka baru ketemu, masa iya udah mau dipisahin lagi? -_-
    Semoga pertemuan antara kedua keluarga ini bukan untuk misahin mereka lagi.
    Konfliknya beneran berat. -_-

  10. Laksita Rahma says:

    Apa yang akan terjadi selanjutnya??? Jaehee seorang master fansite bisa sakit? Haha, kukira nggk bisa 😀 penyakitnya jaehee banyak bener ya ampun, jadi kurus kering gitu. Dan itu apa?? Junmyeon tau bener seluk beluk ttg Jaehee sampe pakaian dalam aja tau, hehe. Ini beneran rumit eon

  11. nayatiara says:

    deng deng deng deng *zoom in zoom out
    ngapain ortu jaehee cari2 jonmyeon, jangan ngajak berantem deh, kasian masih capek habis konser
    jaehee cepet sembuh yaa, kasian aku bacanya 😦
    suho juga yang tabah yaaa, harus kuat buat Jaehee!

  12. kjmlady says:

    huaaa telak lah junmyeon. kirain bakal lancar kalo orgtua nya jaehee tau… tapi itu kenapa begitu TT
    tapi semoga aja sebenernya mereke nge restuin dengan bbrp syarat. kasian kan junmyeon sama jaehee
    jaehee kasian ya, udh di paksa bgt nekunin apa yg ga dia minatin. aku juga ogah kalo disuruh ambil jurusan politik blah blah -_-

  13. heeryaa says:

    Nahloh….. Itu orangtuanya si jaehee mau ketemu mau ngapain joonmyeon 😦

    Tapi lucu deh pas yang jaehee tau kalo segala perlengkapan dan peralatan mandi yang itu dibeliin semua sama joonmyeon.. Termasuk, yaah… Itu. Hahahahaha

    Jaehee sama joonmyeon makin lengket bener yaaa disini hihi

    *btw aku bacanya dari oneshot terakhir sama yang pertama… Haha XD

  14. sy_sagita says:

    Kasian hana smma nayeon ketakutan dng junmyeon sangking khawatirnya junmyeon,,untung jaehee punya bnyak org yg syang sma dy trmasuk hanji,hana,nayeon,n chanra,,mmm terharu jga sih melihat hanya berkeluh kesah mncritakan 2 minggu penderitaanya di sekap n bisa bnyangin kekhawatiran junmyeon,,untng mreka bsa ktemu lagi,,smoga junmyeon bisa mlindungi jaehee,,psti merah bngt muka jaehee digoda hana tntang pkaian dlam,,trlihat junmyeon sngt mngrti jaehee smpai dlam2nya,,hahahha,,omg….ortu jaehee dtengin rmah ortu junmyeon,,kira2 ngomong ap ya sma ortu junyeon smpe ommanya junmyeon khawatir bngt,,smoga junmyeon bisa ngelindungin jaehee,,

  15. dyorawr12 says:

    soooo complicated… udah bawa2 ornag tua sii.. junmen kaget juga kan kalo disuruh menghadap calon mertua soon to be wkwkwk baru bangun udah dapet mandat resiko tinggi hahaha gabisa bayangin betapa tersiksanya jaehee, kalo diliat dari definisi dikurungnya itu loh, lepas dari hp sebentar aja nggak enak apalagi hp disita, mau nelfon pacar gimana nahan kangen gitu sakit huhuhu fighting jaehee yg penting udah kabur hahaha

  16. FAWN says:

    Salah gak sih baca Veiled pas yg udah lama begini? Hihihi habis mereka couple klop! Suka ❤ ❤

    Hana baik ya, aduh kemana aja daku selama ini -_- Nah Junmen disuruh lulang ketemu Oh Family? What's going on?

  17. Cloudy cho says:

    Zzz, bgini amat konfliknya. Ruwet. Yah maklumlah anak chaebol, mau tak mau pasti diatur”. Apalagi kekayaan keluarga Oh yg sdh pasti amat sangat banyak.. Kasian Jaehee..
    Tp Jaehee sweet sekali. Mati”an nahan lapar haus biar bs kabur demi ktemu Jonmyun. Hayo jonmyun, sadarlahh.. Jaehee sayangnya engga setengah” seperti dirimu hehee..
    Btw, siapin mental ya junmyonie~ tuan sm nyonya oh nyariin tuh..

  18. Hyorim says:

    susah mmg kalau anak chaebol rumit bgt kayaknya konfliknya
    Jaehee sampe sakit parah gitu yaa.
    jaehee kuat bgt yaa nahan lapar demi bisa kabur trus ketemu oppa.
    suho oppa harus bisa kuat nih didepan ortunya jaehee
    #fighting

  19. shinhyerim says:

    Liat judulnya aja udh bikin lega.. Akhirnya bisa balik lg
    Kira2 ortu jaehee mau minta bubaran atau malah nyatuin ya hahaha penasaran eonn
    Smoga hbs ini hubungannya bs tambah dekat

  20. Dee says:

    knp gw tegang pas baca yg di akhir, takut” macam kek ” jauhin anak saya, kamu malah buat pengaruh buruk buat jaehee ” /apasihduh/

  21. Junmyunni says:

    Eeeeeeh orang tua jaehee gatau anaknya pacaran sama suho? Kirain tau, kan sama2 kaya kirain boleh, kan hidupnya juga bakal twntram, wkwkwkwk. Greget pungin lgsg nikahin aja jaehee. Hahahahahaha

Leave a Reply to Tommo's Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s