[KaiNa Piece] Vacillate

PhotoGrid_1416683223390

Author : Ima (@kaihyun0320)

Casts : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee)

Other casts : EXO

Rating : PG+15

Please read Lee Hana’s Profile first.

Enjoy ^^

© INDAYLee’s Staffs 2014

If you go on with your life as nothing happened
You might forget me

[KaiNa Piece] Vacillate

October 7th, 2014

Haneda Airport, Japan

09.17 AM Japan Time

Pesawat keberangkatan ke Korea masih sekitar satu jam lagi dan Kai terlihat sibuk memainkan ponsel dengan sepasang headset yang menyumpal kedua telinganya. Ruang tunggu keberangkatan juga terlihat sedikit sesak dengan beberapa fans yang menjadi master fansite dan akan ikut kembali ke Korea bersama mereka. Sebenarnya Kai agak terganggu dengan semua suara yang memasuki indera pendengarannya hingga ia menyumpalkan headset ke telinganya.

Kai menghembuskan napas pelan ketika chat kakao terakhirnya belum dibaca oleh kekasihnya. Bahkan ia sudah mengirimkan chat itu sejak kemarin siang, ketika ia berjalan-jalan di Tokyo untuk mencari oleh-oleh. Ia begitu merindukan Hana, entah sudah berapa lama tidak bertemu gadis itu sejak kunjungan terakhirnya. Namun ia merasa sedikit lebih tenang sekarang ketika Suho mengatakan bahwa Jaehee sedang menginap di apartemen Hana entah sampai kapan. Setidaknya Hana sudah memiliki teman di apartemen dalam beberapa minggu ini.

Jongin-ah, ayo ke pesawat sekarang, suara Suho bersamaan dengan tepukan tangan di bahu itu membuat Kai menoleh. Ia mengangguk sekilas pada sang leader itu lalu mengikuti member lainnya yang sudah berjalan di depan.

Hei, kenapa wajahmu seperti itu? tanya Sehun yang tiba-tiba berjalan di sebelah Kai.

Kai menghela napas panjang, moodnya benar-benar sedang tidak baik seharian itu. Tidak apa-apa, waeyo?”

Bohong. Fans mulai bertanya-tanya kenapa kau tidak ramah hari ini, Sehun membetulkan kacamata hitam yang dipakainya seraya melirik beberapa fans yang berjalan di dekat mereka.

“il,” Kai membuat angka satu di depan Sehun, namun menyebutnya dengan bilangan sino. Yang dalam bahasa Korea asli biasa disebut Hana. Keduanya menaiki tangga menuju pesawat tanpa bicara apapun lagi. Terlalu beresiko jika mereka membahas di luar menyangkut Hana.

Ah ya, siapa lagi yang bisa membuatmu seperti ini selain dia, gumam Sehun pelan ketika rombongan SM mulai memasuki jalan lain di pesawat menuju bagian eksekutif. Berpisah dengan fans dan membuat Kai sedikit leluasa.

Kai melepas sumpalan headset di telinganya saat mulai duduk di kursi pesawat. Merebahkan tubuhnya yang masih terasa lelah setelah menghabiskan empat hari di Jepang. Entah kapan semua jadwalnya akan sedikit longgar, Kai butuh waktu lebih dari  24 jam dalam sehari agar bisa membagi waktunya dengan Hana.

Kau juga jarang menghubunginya, wajar kalau Hana juga jarang lihat ponsel ‘kan? suara Sehun kembali terdengar tepat dengan sosoknya yang duduk di sebelah Kai. Maknae line itu kemudian terdiam lagi, membiarkan Kai tenggelam ke dalam pikirannya sendiri.

Kadang aku pikir, kau tidak membutuhkan Hana lagi, ujar Sehun tiba-tiba. Membuat Kai menoleh cepat dengan kedua mata yang membulat sempurna.

“Ya! Apa maksudmu? Aku masih membutuhkan Hana, balas Kai dengan nada mulai meninggi, mengalahkan suara pesawat yang berdengung di telinga mereka.

Saat semua jadwal kita sangat padat dan kau yang mulai lelah, kau baru datang ke Hana. Membagi rasa lelahmu bersama Hana sementara kau jarang menghubunginya di luar itu, tambah Sehun sambil menatap Kai –yang terlihat mulai emosi mendengarkannya.

Oh astaga. Kai segera mengalihkan tatapannya ke jendela pesawat, mencoba menghindari percikan emosi yang mulai tercipta di antaranya dan Sehun. Mereka hampir tidak pernah terjebak perdebatan serius seperti ini sebelumnya. Dan baru kali ini mereka berdebat tentang Hana.

Tapi ucapan Sehun ada benarnya. Kai memang selalu malas jika harus mengabari Hana di sela-sela kesibukannya yang menggila. Ia lebih memilih untuk melakukan latihan-latihan sendirian di gedung SM dan pulang ke dorm setelahnya. Lalu jadwalnya yang juga sering keluar Korea, di sela kesibukannya di luar negeri pun Kai selalu mencuri waktu istirahat.

Dari satu bulan, ia hanya akan mendatangi Hana paling banyak dua kali jika ia mulai merasa lelah atas semua jadwalnya.

Tapi bukankah itu fungsi Hana sebagai pacarnya? Tempat berbagi rasa lelah disaat ia membutuhkan gadis itu?

Jongin-ah.

Panggilan dari seorang wanita itu sontak membuat Kai menoleh. Dan ia menemukan Krystal dengan kacamata hitamnya berdiri di sana, mengulas senyum yang membuat gadis itu terlihat semakin cantik.

Terima kasih sudah membantuku kemarin, ujar gadis itu masih dengan senyum cantiknya.

Kai balas tersenyum pada Krystal dan mengundang tatapan heran dari Sehun. “Ne, sama-sama, Soojung-ah. Kebetulan EXO mau tampil juga.

“Ara ara. Gomawoyo,” Krystal lalu melambai singkat sebelum melanjutkan langkahnya lagi menuju kursi pesawat yang lain.

Sementara Sehun hanya menggeleng. Pernyataan darinya bahkan belum terjawab oleh Kai. Kau tahu, Jongin-ah? Dari kita, hanya kau dan Kyungsoo yang masih bertahan selama dua tahun lebih ini.

Aku tahu, Sehun-ah. Dan aku masih tetap mau bertahan, ujar Kai lalu melemparkan senyum tipisnya pada Sehun.

Aku tidak yakin dengan Hana, Sehun mengendikkan bahu lalu menyumpalkan headset ke telinganya, tidak mau terlibat pembicaraan lebih jauh lagi.

Ada apa dengan Sehun? Kai tidak tahu sejak kapan Sehun senang menasehatinya menyangkut Hana seperti itu.

***

Hana’s apartment

10.25 AM KST

Suara televisi memenuhi ruang apartemen Hana siang itu. Terlihat Jaehee yang tengah duduk di sofa dengan kaki disilangkan ke atas, menonton film yang diputar di salah satu channel lokal. Sang pemilik apartemen sedang mengurus sesuatu di tempat kerjanya entah apa, Jaehee tidak begitu memperhatikan karena baru bangun tadi pagi. Tapi Hana belum juga pulang sampai menjelang siang.

Perhatian Jaehee teralihkan ketika mendengar suara pintu apartemen yang terbuka. Kepalanya sontak menoleh ke arah pintu dan ia melihat Hana melangkah masuk dengan dua buah tas plastik besar di tangannya. Sepertinya gadis itu baru saja berbelanja kebutuhan apartemen.

Kenapa tidak mengajakku belanja? Jaehee segera bangkit dari sofa dan menghampiri Hana yang sedang mengeluarkan belanjaannya dari tas plastik di meja makan. Ia menarik salah satu kursi meja makan yang berhadapan dengan Hana.

“Eonni ‘kan masih dalam pengawasan, Hana kemudian tertawa pelan saat melihat Jaehee memutar bola matanya. Tadi aku sekalian pulang dari cafebene juga.

Ah matda, kau tidak kerja? Harusnya kau shift siang ‘kan hari ini? tanya Jaehee seraya memperhatikan Hana yang membawa beberapa potongan apel ke dapur. “Ya. Aku saja yang potong apelnya, bawa pisaunya ke sini. Lebih bahaya kalau tanganmu berdarah lagi nanti.

Beberapa saat kemudian Hana kembali lagi membawa apel yang sudah dicuci dengan piring dan sebilah pisau. Gadis itu menarik kursi di sebelah Jaehee dan duduk di sana setelah menyerahkan pisau dan apel itu kepada yang lebih ahli. Sudah dua kali Hana mencoba memotong apel sendiri dan akan berakhir dengan sebuah plester di tangannya.

Aku berhenti dari cafebene,” ucapan Hana sempat menghentikkan pergerakan tangan Jaehee dalam beberapa detik, namun gadis itu kembali melanjutkannya.

Kenapa berhenti? tanya Jaehee tanpa mengalihkan perhatian dari apel yang sedang dikupas olehnya.

Bulan depan aku tes SAT, jadi harus mulai fokus dari sekarang, Hana menopang dagunya ke atas meja makan seraya memperhatikan Jaehee. Sebenarnya ada hal yang jauh lebih penting dibandingkan berhentinya ia dari cafebene.

Jaehee yang menyadari tatapan Hana segera mengangkat kepala dan menatap wanita yang empat tahun lebih muda darinya itu. Ada apa? Kau mau mengatakan sesuatu?

“Appa mendaftarkanku tes SAT di Jerman, eonni,” Hana kemudian menghela napas panjang setelahnya.

Jaehee menggeleng pelan, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dari Hana. Jika Hana kuliah di Jerman, bagaimana kelanjutan hubungan gadis itu? Oh jangan katakan bahwa Hana memang ingin berpisah dengan Kai karena alasan tertentu. Dari semuanya, hanya Kai dan Hana yang tidak pernah terkena masalah serius. Hanya pertengkaran kecil yang malah terlihat romantis di mata Jaehee.

Lalu Jongin? tanya Jaehee, berhasil menyentuh titik tersensitif di dalam dada Hana.

“Molla.”

Ada jeda beberapa saat, sementara Jaehee masih tetap mengupas apelnya dalam diam. Menunggu penjelasan lebih lanjut dari gadis itu.

Aku sedang malas, Hana kembali menghela napas panjang, merasa pusing atas semua hidupnya yang menyangkut Jongin. Mereka memang sangat sibuk akhir-akhir ini, tapi Jongin tidak pernah berusaha menghubungiku duluan. Dia tidak peduli dengan keadaanku dan hanya datang kesini kalau sedang lelah saja. Apa itu bisa disebut pacaran?

Kalau pacaran memang seperti ini, lebih baik aku tidak memulainya dari awal.

Hana-ya, Jaehee mendengar suara Hana mulai bergetar di baliknya. Tatapan gadis itu mulai terlihat gelisah dan sepertinya sedang menahan tangis. Tangan Jaehee perlahan terangkat untuk mengusap punggung Hana.

Rasanya seperti aku saja yang bertahan sendirian di sini, eonni. Bahkan saat Jongin mendapat libur Chuseok kemarin, dia tidak datang ke sini dan tidak mengabariku sama sekali. Dia selalu sibuk dengan urusannya sendiri dan sepertinya tidak masalah kalau kita berpisah. Dia tidak membutuhkanku.

“Ya. Kenapa berpikiran seperti itu? tanya Jaehee saat melihat kedua mata Hana yang sudah mulai tergenang air mata. Kalian sama-sama saling membutuhkan, ara? Coba kalian bahas baik-baik.

“Anhi. Aku tidak dibutuhkan lagi olehnya. Chat terakhir dari Jongin kemarin siang hanya bertanya mau oleh-oleh apa, Hana mendesis pelan sambil tertawa miris. Kadang Hana berpikir bahwa Kai hanya menganggapnya seperti sebuah barang yang bisa dipakai jika dibutuhkan saja, ketika laki-laki itu merasa lelah atau merindukannya saja lalu dibayar dengan oleh-oleh.

Kalian hanya mencapai titik jenuh saja, Hana-ya. Tidak harus berpisah ‘kan? Bahas baik-baik dengan Jongin, Jaehee mencoba memberi pencerahan lagi pada Hana, karena ia tahu bagaimana sulitnya mempertahankan hubungan selama bertahun-tahun seperti yang Hana dan Kai lakukan.

“Dwaesseo, eonni. Aku tidak bisa lagi, Hana kembali menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan rasa sesak yang mengganjal di dadanya. Untuk apa ia bertahan jika Kai tidak benar-benar membutuhkannya.

Tahan dulu, Lee Hana. Kalian masih saling menyayangi. Kau masih selalu luluh kalau Jongin menggoda atau mendekatimu. Sama seperti Jongin yang selalu kesal kalau kau dekat dengan member EXO yang lain atau kau yang tidak memperhatikannya, ujar Jaehee, mulai gemas dengan pikiran kekanakkan Hana. Ia menatap gadis itu tepat di mata lalu mengulas senyum simpul.

Sekarang aku harus apa?

Kau sudah sering memberi Jongin kesempatan. Sekarang kau yang memberinya pelajaran. Aku punya rencana bagus, Jaehee melebarkan senyumnya seraya menepuk-nepuk lengan atas Hana.

Lakukan seperti apa yang Jongin lakukan padamu. Anggap kau tidak membutuhkan Jongin lagi selama beberapa hari ke depan. Jangan memedulikan perhatian Jongin, nikmati hidupmu sendiri.

Hana mengalihkan tatapannya pada potongan apel yang tersusun rapi di atas piring. Ia tentu saja sangat menyayangi Kai. Jantungnya masih berdebar sangat kencang bahkan ketika hanya menonton video lelaki itu saja. Ia selalu membayangkan pertemuannya dengan Kai dan waktu yang akan mereka habiskan bersama. Namun ia sadar bahwa perasaan excited dan menggebu itu hanya dirasakan olehnya saja.

Tidak oleh Kai yang selalu sibuk dengan jadwal-jadwal padatnya. Tidak dengan Kai yang selalu tak memedulikannya. Dan tidak dengan Kai yang hanya datang ketika membutuhkannya saja. Hana merasa ingin berhenti berlari saja, Kai terlalu cepat berlari dan semakin sulit dijangkau di depan sana. Mungkin ide Jaehee patut dicoba, biarkan Hana menikmati hidupnya.

***

EXO’s dormitory

04.50 PM KST

Banyak sekali suara yang terdengar dari arah ruang tengah namun tetap tidak membuat Kai bergeming dari tidurnya. Padahal Baekhyun dan Chanyeol sedang sibuk memperebutkan channel TV, Chen yang melakukan pemanasan vokal, serta Suho dan Sehun yang membahas sesuatu dengan serius di meja makan. Berbeda dengan Tao yang sedang mandi serta Xiumin dan Kyungsoo yang tengah membeli makan di luar.

Suho tampak memainkan ponselnya sambil sesekali melirik Sehun. Mereka baru saja membahas Hana dan Jaehee, sekarang ia mendapati chat kakao dari kedua wanita itu. Oh sebenarnya milik Hana namun yang mengirim pesan adalah kekasihnya. Jaehee sedang meminjam ponsel Hana sementara sang pemilik ponsel sedang pergi keluar tanpa membawa ponselnya.

Kau benar, Sehun-ah, Suho menghembuskan napas berat lalu menunjukkan isi pesan dari Jaehee pada Sehun. “Uri dongsaeng sudah hampir menyerah.

“Keurae! Siapa yang tahan dengan laki-laki cuek seperti Jongin. Aku sudah sering mengingatkannya tentang Hana, tapi dia selalu bilang ‘Tidak, Hana bisa besar kepala kalau aku sering menghubunginya duluan’. Cih, pacar macam apa yang masih mementingkan gengsi seperti itu, Sehun terus menggerutu lalu mengalihkan tatapannya dari layar ponsel Suho. Kembali memakan cemilan kering kesukaannya.

Suho mendesis pelan lalu segera membalas pesan dari kekasihnya. “Aigoo, dia tidak pernah belajar dari masa lalu. Kalau teman kakaknya datang lagi, kita yang ikut heboh karena mood Jongin yang jelek.

“Cish, aku heran kenapa Hana masih bisa bertahan sampai sekarang. Perempuan macam apa dia, Sehun menggelengkan kepala tidak mengerti. Ah keurae, aku yakin mereka masih bisa dihitung jari berapa kali melakukan kiseu—AAK, apeo hyung! Kenapa memukul kepalaku?

“Eish pikiranmu itu, Sehunie. Hana masih belum dewasa, aku yang akan menentang Jongin, ujar Suho berspekulasi, namun Sehun –yang masih mengusap kepalanya- menggeleng cepat menolak pikiran itu.

Tapi skinship bagus untuk keharmonisan hubungan, balas Sehun, membuat Suho bergidik ngeri. Ucapan sang maknae itu terdengar sangat menggelikan di telinganya.

Terdengar kekehan pelan Sehun sedetik kemudian, sementara Suho mencoba mengabaikan lelaki itu dan fokus pada Jaehee saja. Mungkin setelah ini ia akan menghampiri Jaehee di apartemen Hana. Jika ia menjadi Kai yang satu gedung apartemen dengan Hana, mungkin ia akan setiap hari mengunjungi kekasihnya. Kai harusnya merasa bersyukur karena Hana hanya berjarak dua lantai saja dari sana.

Oh, Jongin-ah. Kau mau kemana? tanya Sehun, membuat kepala Suho menoleh pada orang yang dituju –dan sudah berjalan menuju pintu depan.

Apartemen Hana. Kenapa? tanya Kai tak acuh seraya memakai sepatu secara asal tanpa menatap member lainnya yang juga berada di ruang tengah.

Titip salam ke Jaehee, habis mandi aku akan ke sana, ujar Suho dan dibalas tawa miris saja dari Kai.

Aku keluar dulu, Kai melambai singkat lalu melangkah keluar apartemen. Meninggalkan Suho dan Sehun yang kini sedang saling memandang satu sama lain. Keduanya mengendikkan bahu kemudian kembali pada kegiatan semula masing-masing.

*

Seharian dalam mood yang jelek membuat Kai tidak tahan juga akhirnya. Ia memang berhasil tidur sejak mendarat di dorm, namun tidak dengan menenangkan pikiran. Hana terlalu mendominasi di dalam kepalanya hingga ia tidak bisa menahan diri lagi. Ia harus bertanya kenapa Hana tidak mengacuhkannya sejak kemarin. Apa sulitnya hanya membalas pesan?

Kai mengetikkan password pintu apartemen Hana yang sudah dihapalnya diluar kepala. Keningnya berkerut heran saat pintu itu tidak juga terbuka. Dengan penuh keyakinan Kai kembali mengetikkan tanggal debut EXO –yang bersamaan dengan tanggal hari jadi mereka itu– dan lampu yang menyala di dekat tombol-tombol itu masih berwarna merah. Selanjutnya Kai mencoba tanggal ulang tahun gadis itu, tanggal ulang tahunnya, hingga tanggal ulang tahun Jiho, tetap tidak berhasil membuka kunci.

Tangan Kai baru saja akan mengetikkan percobaan keenam ketika pintu itu terbuka dari dalam. “Ya! Kenapa mengubah password seenak—oh, noona.”

Oh, Jongin-ah. Kukira siapa, ayo masuk, Jaehee mencoba melebarkan senyumnya dan mempersilakan Kai untuk masuk.

Kai membungkuk sedikit sambil melangkah masuk ke apartemen gadisnya. Ia hampir saja lupa bahwa ada Jaehee yang menemani Hana sekarang. Harusnya ia bisa mengendalikan diri tadi. Oh tapi rasanya wajar jika ia merasa kesal, toh Hana mengganti password seenaknya hingga ia kesulitan masuk.

Dimana Hana? tanya Kai seraya menghempaskan tubuhnya di sofa disusul Jaehee di sebelahnya beberapa saat kemudian.

Oh kau tidak tahu? Hana pergi bersama teman-teman SMAnya ke pulau Nami, ujar Jaehee dengan tenangnya.

Sementara rasa kesal semakin memenuhi pikiran lelaki itu. Kai mendesis pelan lalu segera mengeluarkan ponselnya, menekan angka 1 –yang dijadikan panggilan cepat untuk Hana. Namun keningnya berkerut heran saat dering ponsel yang terdengar dari ponsel yang tergeletak di atas meja. Kai kemudian mengambil ponsel itu dan melihat nama kontaknya tertera di sana.

“Aigoo, dasar bodoh. Dia tidak membawa ponselnya, noona?” tanya Kai cepat seraya menaruh ponselnya ke dalam saku celana lalu membuka ponsel Hana dengan pattern yang masih sama.

“Ne, dia lupa. Katanya tidak ada yang harus ditunggu, jadi untuk apa bawa ponsel, jawab Jaehee dengan tenangnya namun menghentikan tangan Kai sejenak di udara.

Kai membuka galeri di ponsel Hana dengan berbagai macam pertanyaan di kepalanya. Melihat-lihat selca gadisnya dengan berbagai macam ekspresi di sana. Seulas senyum muncul di bibir Kai, sudah lama rasanya tidak melihat ekspresi tawa lepas Hana di dalam pertemuan mereka.

Jongin-ah.

“Ne, noona?

Rasanya menunggu itu tidak enak lho. Hana sering sekali mengeluh karena kau selalu lupa memberi kabar dan dia selalu menunggu pesan darimu, Jaehee berkata dengan nada setenang mungkin, mencoba membuat Kai tidak tersulut emosi karena ceritanya.

Kau pikir Hana itu apa? Pacarmu? Atau gelas-gelas kaca? Tch, kau selalu menyuruhnya jangan sering main keluar tapi kau sendiri tidak memperhatikannya. Walaupun dia sibuk di cafebene, dia tidak permah lupa mengecek ponsel untuk melihat kakao darimu.

Kai memperhatikan Jaehee yang terlihat berapi-api mengatakan semuanya pada dirinya. Tiba-tiba saja Kai merasa bersalah, padahal ia selalu berusaha memperbaiki hubungannya dengan Hana selama ini –walaupun sering merasa gengsi. Lagipula Hana juga sering mementingkan gengsinya dan tidak pernah mengatakan ingin bertemu atau merindukannya.

Jaehee menghembuskan napas pelan, Aku tahu kau lebih mengerti di dalam hubungan seperti ini daripada Hana. Dan kau harusnya tahu bagaimana menghadapi Hana yang polosnya minta ampun itu.

Jaehee noona, Hana jarang menghubungiku selama kerja di cafebene. Dia tidak mau mengaku duluan kalau mau bertemu atau memintaku datang ke sini. Hana juga tidak pernah keberatan kalau aku sibuk dan jarang memberi kabar.

Ini bukan tentang siapa yang sering memberi kabar atau minta bertemu, Kim Jongin, Jaehee melemparkan tatapan sinis pada Kai lalu mendesis pelan saat lelaki itu sedikit menekuk wajahnya. Kalian ini bukan anak kecil yang harus kuberitahu cara berpacaran ‘kan? Kalau kau masih membutuhkan Hana, kau harus menunjukkannya, bukan memikirkan gengsi saja. Tidak diberitahu Hana pun, kau harusnya tahu harus bagaimana.

“Araseo, noona,” Kai kembali memainkan ponsel Hana, merasa kalah atas perdebatan yang baru saja terjadi.

“Ya! Hanya itu jawabannya? Aish, aku heran kenapa Hana masih bisa bertahan denganmu, Jongin, Jaehee menggelengkan kepalanya lalu melipat tangan di depan dada, kepalanya tiba-tiba sedikit berdenyut karena menghadapi anak kecil seperti Hana dan Kai.

Kai menghembuskan napas panjang, kepalanya kemudian menoleh cepat ke arah pintu apartemen saat mendengarnya terbuka. Namun ia hanya memutar bola matanya karena Suho yang baru saja masuk ke sana. Bukan seperti harapannya. Oh tunggu, Apa Suho tahu password apartemen Hana?

Jaehee-ya, kau—.

“Hyung! Kau tahu passwordnya? Astaga, aku harus suruh Hana ganti secepatnya, Kai mengacak rambut frustasi seraya mendelik kesal ke arah Suho yang memaksa duduk di antaranya dan Jaehee. Sofa ini masih luas, hyung.”

Aku mau duduk di sini, memangnya kenapa? Suho sedikit mengangkat dagunya –menantang Kai, namun sang visual itu benar-benar tidak ingin bercanda sekarang.

Kai mendesah napas pelan sebelum beranjak dari sofa –sambil membawa ponsel Hana lalu masuk ke dalam kamar gadisnya. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan hanya diam memandangi langit-langit kamar Hana. Sebagian orang menganggapnya sebagai sosok sempurna yang akan bersikap romantis jika memiliki kekasih. Namun pada kenyataannya ia sangat sulit melakukan itu, mungkin karena Hana yang menjadi partner hidupnya.

Gadis bodoh dan ceroboh yang dengan kepolosannya bisa membuat Kai tergila-gila.

Mungkin ada baiknya ia memikirkan ucapan Jaehee mengenai Hana. Ia memang sempat berpikir akan melepaskan Hana, membiarkan gadis itu mencari laki-laki lain yang bisa menyedian waktunya. Tidak seperti dirinya yang hanya mengandalkan waktu di sela kesibukan. Namun lagi-lagi Kai tidak bisa, selama dua tahun lebih bersama Hana, ia tidak akan bisa dengan mudahnya melepas gadisnya. Karena saat Kai berpikir untuk menyerah, ia selalu ingat alasan hingga bisa bertahan sejauh itu.

Rasa sayang pada Hana yang begitu besar. Bahkan terkadang ia sampai tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan dengan baik seperti apa yang Jaehee katakan.

Kai terlalu naif dengan berpikir bahwa Hana pasti akan selalu bertahan bersamanya. Padahal gadis itu juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang, bukan sekedar kunjungan untuk melepas rindu saja. Tiba-tiba saja Kai merasa khawatir, ia merasa bahwa Hana mulai perlahan menjauhinya. Ia merasa seperti Hana tidak membutuhkannya lagi sebagai seorang kekasih.

Lalu ia harus bagaimana?

***

11.21 PM KST

Langkah Hana melambat sebelum mencapai pintu apartemennya. Hembusan napas keluar dari bibirnya, entah kenapa ia merasa bingung harus mengeluarkan ekspresi apa jika bertemu Kai nanti. Jaehee sudah memberitahunya mengenai banyak hal, termasuk memberi pelajaran pada Kai. Ia harus bersikap seolah-olah tidak membutuhkan lelaki itu untuk sementara waktu.

Baiklah, Hana sudah menjalankan misi pertama dengan berjalan-jalan bersama teman SMAnya ke pulau Nami tanpa membawa ponsel. Ia juga sudah mengambil foto sebanyak mungkin  dengan kamera digital agar menunjukkan bahwa ia tidak membutuhkan Kai hanya untuk sekedar bersenang-senang.

Hana mendesis pelan kemudian mulai mengetikkan password pintu apartemennya, tanggal teaser Kai keluar pertama kali. Ia sengaja menggantinya sebagai salah satu rencana memberi pelajaran pada Kai.

Tungkai kurus Hana mulai melangkah memasuki ruang tengah apartemen. Ia meletakkan tas slempangnya ke sofa. Keningnya berkerut heran saat mendengar suara-suara berasal dari dapur. Dengan langkah pelan, Hana menghampiri asal suara itu. Namun langkahnya yang belum sampai dapur terhenti saat melihat sosok yang keluar dari sana.

Oh, neo wasseo?”

Lelaki bermarga Kim itu melemparkan senyummya seraya membawa dua piring jajjangmyeon ke meja makan. Hana mendesis pelan sambil memperhatikan bagaimana Kai memakan salah satu mie hitam itu.

Jaehee eonni dimana? tanya Hana tanpa mau mendekati Kai di meja makan dan tetap berdiri di posisinya.

Tadi Joonmyeon hyung datang sebelum aku tidur. Saat bangun aku tidak melihat mereka di sini, jawab Kai tak acuh sambil tetap sibuk menghabiskan makanannya.

Lalu kenapa kau di sini? tanya Hana sontak menghentikan tangan Kai yang tengah memegang sumpit di udara.

Kai menoleh cepat untuk menatap Hana kemudian melemparkan tatapan herannya. Memangnya kenapa? Ini apartemen pacarku jadi—.

Cih, kau masih menganggapku pacar ternyata, Hana berkata sambil melengos ke dapur untuk mengambil minum. Meninggalkan Kai yang masih menganga karena ucapannya dipotong oleh gadis itu.

Beberapa saat kemudian Hana kembali dari dapur dan berdiri di samping meja makan. Membuat kegiatan Kai terhenti sejenak untuk menatap gadisnya. Hana melirik satu piring jajjangmyeon lainnya yang tidak disentuh Kai lalu mendesah napas pelan. Kalau sudah selesai makan dan tidak ada yang mau kau lakukan lagi, silakan pergi saja. Aku mau istirahat.

Nada bicara Hana yang dingin itu berhasil membuat nafsu makan Kai benar-benar hilang dalam sekejap. Kai meletakkan sumpitnya ke atas meja seraya memperhatikan punggung Hana yang berjalan menjauhinya menuju pintu kamar. Dan entah kenapa, rasanya menyakitkan melihat punggung Hana yang meninggalkannya.

“Jajjangmyeon satu lagi untukmu, Han-ah, Kai berucap pelan lalu menghembuskan napas pelan saat terdengar suara benturan pintu kamar gadisnya.

Ini jauh lebih parah dari keadaan pertemgkaran mereka sebelum-sebelumnya. Mereka hampir tidak pernah perang dingin seperti ini. Apalagi kata-kata Hana yang seolah mengusirnya dari sana. Sepertinya kesalahannya sudah fatal sekali.

Kai menyelesaikan makan malamnya lalu segera menghampiri pintu kamar Hana. Ia mengetuk pelan daun pintu bercat putih itu sambil bertanya, Han-ah, kau tidak sedang ganti baju ‘kan?

“Anhi,” hanya terdengar jawaban singkat dari dalam dan Kai langsung memutar kenop pintu itu. Kaki-kaki panjangnya hanya butuh beberapa langkah untuk memghampiri gadisnya yang sedang tidur tengkurap di kasur sambil memainkan laptopnya.

Kai menghempaskan diri di sebelah Hana, tidur menyamping dengan sebelah tangan menopang kepalanya. Ia memperhatikan apa yang sedang dilakukan Hana. Memindahkan hasil fofo-foto dari kamera digital ke dalam laptop.

“Ya! Kenapa baru pulang jam segini? Tidak bawa ponsel juga, protes Kai dengan nada menggerutu namun Hana masih sibuk memilih foto dari dalam laptopnya. Lee Hana.

“Wae?” jawab Hana dengan nada tidak suka. Merasa risih karena Kai bertanya banyak hal padanya –yang sedang lelah saat baru saja pulang dari perjalanan cukup jauh.

Kai mendesis pelan lalu ikut tengkurap, memperhatikan layar laptop Hana yang menampilkan foto-foto dari kamera digital. “Uwaa, sepertinya menyenangkan. Kau juga punya banyak teman laki-laki ternyata,” sindir Kai seraya melirik Hana dengan sudut matanya.

Dan gadis itu tetap bergeming dengan memindahkan foto-foto di laptopnya tanpa suara. Namun Hana akhirnya membuka suara setelah terdiam cukup lama. “Keurae. Ini teman-teman sekelasku dulu. Mereka membuat acara hari ini, sebelum tes SAT bulan depan.”

“Pasti menyenangkan ya? Tidak balas kakao dari kemarin dan pergi seharian ini tanpa bawa ponsel,” Kai kembali menyindir sambil mengubah posisinya menjadi duduk di samping gadisnya. “Kau masih bisa pergi senang-senang sendirian? Cish.

Hana mendesis pelan. “Memangnya kenapa? Kau pikir aku tidak bisa hidup senang kalau berpisah denganmu, ha?”

“Tapi harusnya kau membalas kakao dariku kalau mau pergi hari ini. Aku menunggumu seharian di—mwo?” Kai menyadari ucapan terakhir Hana kemudian menyeringai pelan. Jadi Hana masih bisa bersenang-senang sendirian tanpa memikirkannya? Hebat sekali. Kai bahkan hampir tidak bisa menyingkirkan Hana dari pikirannya selama melewati jadwal di luar sana.

Wae? Kau juga berhari-hari tidak balas kakao dariku. Sekarang apa masalahnya?” tanya Hana, ikut duduk di atas tempat tidur dan menatap Kai dengan kening berkerut. Bertanya pada lelaki di hadapannya.

“Kau pikir aku tidak berusaha membalas kakao  di sela-sela kesibukan EXO? Ya~, EXO sedang sibuk akhir-akhir ini jadi—.”

“Apa EXO juga masih ada jadwal di hari libur Chuseok? Apa EXO begitu sibuknya di hari libur Chuseok sampai kau tidak sempat memberi kabar?” Hana melipat tangan di depan dada, bertanya dengan nada penuh emosi pada Kai.

Kai kemudian mengalihkan pandangannya sembari meringis pelan. “Tapi aku tetap membalas kakao darimu ‘kan? Libur Chuseok sudah hampir sebulan lalu dan kau masih membahasnya?”

“Ini bukan tentang Chuseok saja, Kim Jong In,” Hana mendesah pelan ketika perdebatan mereka tetap membentur masalah yang sama. “Kau pikir aku tidak tahu jadwal kalian? Oh, kau pasti lupa kalau aku masih bisa menghubungi Jaehee eonni dan Joonmyeon oppa, Chanra dan Tao, atau pasangan lainnya saat EXO tidak ada jadwal. Mereka bisa bertemu sementara kau tidak ada kabar sama sekali.”

“Aku latihan,” sahut Kai cepat. “Sejak Luhan hyung keluar, aku harus bekerja dua kali lipat dibanding sebelumnya.”

Araseo. Aku mengerti,” Hana memutar bola matanya saat Kai tetap bersikeras pada pendapatnya. “Apa dari 24 jam dalam sehari untuk latihan dan tidur, tidak ada lima menit untuk sekedar balas kakao dariku?”

Kai terdiam. Ia tahu bahwa nada suara Hana mulai bergetar ketika mengatakannya. Gadis itu bahkan tidak berani menatapnya dan malah memandang kosong ke arah layar laptop. Namun sedetik kemudian Hana kembali menatapnya karena tidak mendapat balasan apapun.

“Kenapa diam?” tanya Hana dan Kai tetap tidak menemukan jawaban apapun untuk menjawab pertanyaan Hana. “Aah, kau hanya membutuhkanku untuk melepas lelah saja ‘kan? Di luar itu, kau pasti berpikir kalau aku tidak harus diperhatikan karena bisa mengurus diri sendiri.”

“Han-ah, aku—.”

“Aku mengerti. Dan selalu mengerti semua kesibukanmu,” Hana menyunggingkan senyumnya lalu segera mengalihkan pandangan ke arah lain saat kerongkongannya mulai tercekat. Ia harus menahan diri di hadapan Kai.

“Dua tahun enam bulan ya?” Hana bertanya pada diri sendiri seraya melirik jam di sudut layar laptopnya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam lebih. Dan hari sudah berganti menjadi tanggal 8 oktober. Tepat dua tahun enam bulan debut EXO yang bersamaan dengan hari jadi mereka.

Kadang Hana berpikir. Dalam waktu sepanjang itu, EXO saja sudah kesulitan menjaga keutuhan mereka hingga kehilangan Kris dan Luhan. Tetapi Hana masih tetap bertahan di sisi seorang Kim Jong In yang egois dan besar kepala. Selama ini Hana selalu mencoba menurunkan rasa gengsinya dan selalu berpikir positif mengenai kesibukan EXO. Kai harus bekerja lebih keras dan pasti tidak memiliki waktu luang yang banyak. Untuk sekedar membalas kakao pun, pasti Kai enggan mencuri dari waktu luangnya.

Jika memang seperti itu, Hana tidak perlu bertahan sendirian lagi.

Uri heojija.

Ucapan Hana bagaikan petir menyambar di tengah malam. Kai mengerjap pelan, mencoba memperjelas pendengarannya lagi atas apa yang baru saja Hana ucapkan. Apa Hana baru saja memutuskan hubungan mereka?

Mwo?”

Uri geumanhaja,” Hana menelan salivanya dengan susah payah dan menatap Kai dengan seulas senyum –yang sangat dipaksakan.

Ya! Lee Hana. Kenapa seperti ini?” balas Kai cepat dengan nada mulai meninggi dan kedua mata membulat sempurna. “Aku. Tidak. Mau.”

“Apa bedanya? Kau juga sedang sibuk dan memang tidak sempat balas kakao dariku. Sama saja seperti tidak punya pacar ‘kan?”

Utjima!” Kai memotong dengan cepat. “Aku serius, Han-ah. Kita sudah pernah buat kesepakatan tentang hal ini.”

“Tapi kau tidak berubah,” balas Hana dengan nada sedikit tinggi lalu memijat pelipisnya saat rasa pusing tiba-tiba menyerang kepalanya. Ia butuh istirahat.

“Lee Hana,” Kai memanggil nama gadisnya seraya mengusap pelan puncak kepala gadis itu. “Sekarang kau istirahat, eoh? Kita bicarakan lagi nanti.”

Hana mengangkat kepala saat sentuhan tangan Kai mengalirkan aliran listrik aneh yang membuat tubuhnya melemah. Tidak tahu kenapa. Tiba-tiba saja ia menyesali kata-kata yang baru saja terlontar dari bibirnya beberapa saat lalu. Mungkin ia memang sedang kelelahan setelah pulang dari pulau Nami hingga tidak bisa berpikir jernih. Mungkin ia memang masih harus berpikir lagi.

“Kita juga harus istirahat,” Hana menurunkan tangan besar Kai dari puncak kepalanya. “Dari hubungan ini.”

Mwoya? Kau yang harus istirahat sekarang, Han-ah. Besok aku ke sini lagi,” Kai berusaha menyunggingkan senyumnya lalu bersiap pergi dari sana.

Andwae,” Hana menahan lengan Kai yang akan beranjak dari tempat tidurnya. Membuat lelaki itu menoleh ke arahnya. “Aku harus fokus tes SAT bulan depan. Jadi tolong jangan hubungi aku selama itu.”

“Han-ah,” ucap Kai pelan ketika Hana menatapnya dengan kedua mata berkaca-kaca. Pasti akan sulit mengesampingkan Hana dari pikirannya selama sebulan ke depan.

“Satu bulan pasti cukup untuk berpikir tentang hubungan ini,” balas Hana lalu melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Kai dan ia kembali menghindari tatapan Kai –yang selalu bisa meluluhkan itu.

Kai berdiri di samping tempat tidur dan terus memperhatikan Hana yang sedang menunduk. Dan Kai lagi-lagi hanya menghembuskan napas panjang saat rasa sesak itu belum bisa keluar dari dadanya. Jika Hana memang ingin melepaskan diri dari hubungan ini, mungkin Kai memang harus melepaskan Hana. Walaupun ia sama sekali tidak ingin berpisah dan mengakhiri hubungan mereka. Karena selama ini memang ia yang selalu memaksa Hana agar selalu bertahan di sisinya tanpa memikirkan perasaan gadis itu.

Keurae. Satu bulan,” Kai akhirnya membuat keputusan –walaupun ia tahu akan sulit melewati satu bulan tanpa berinteraksi dengan Hana. “Kita tidak akan berhubungan selama satu bulan sampai kau tes SAT nanti.”

“Tapi kau harus tahu, Han-ah,” ada jeda sebelum Kai melanjutkan ucapannya hingga membuat Hana terpaksa mengangkat kepala untuk menatapnya. “Tidak semua cinta bisa ditunjukkan dengan perhatian.”

Yang Hana ingat terakhir kali sebelum ‘peristirahatan’ satu bulan mereka adalah sentuhan tangan Kai di puncak kepalanya dan senyuman manis lelaki itu. Ia melihat kaki jenjang Kai melangkah menuju pintu kamar dan menghilang di baliknya sedetik kemudian. Membuat benteng yang ditahannya sejak tadi akhirnya runtuh juga. Hana menutup wajahnya dengan bantal dan menangis di dalam sana.

Melihat punggung Kai menjauh adalah hal yang paling dibencinya sejak dulu. Karena saat Kai meninggakannya, ia pasti tidak akan melihat lelaki itu lagi dalam waktu yang lama. Dan sekarang bahkan satu bulan. Ucapan Kai tadi berhasil membuat Hana kembali ragu. Memang tidak semua cinta bisa ditunjukkan dengan perhatian dan itu benar-benar merefleksikan diri seorang Kim Jong In. Fakta bahwa Kai masih menyayanginya itu malah membuat Hana semakin terisak.

Biarkan Hana menangis malam itu saja untuk melampiaskan semuanya. Mulai besok ia akan benar-benar berpikir mengenai hubungannya dengan Kai, apakah akan lebih baik atau bahkan benar-benar berakhir selamanya.

[KaiNa Piece] Vacillate—CUT

Ima’s note :

HOLAAA XD Siapa yg kangen kaina~ /windblow/

hufft, aku gatau cerita mereka masih menarik apa ngga. Semuanya ditentuin dari cerita ini.

Aku cinta banget sama pasangan KaiNa ini, cerita yg bisa aku tulis di sela sela sibuk kuliah. cerita yang aku tulis kalo lagi cinta-cintanya banget sama jongin. cerita yang aku tulis kalo inget gimana komentar kalian semua di cerita ini 🙂

Silakan tinggalin komennya~

Best regards,

IMA♥

Advertisements

92 thoughts on “[KaiNa Piece] Vacillate

  1. ohsandal says:

    istirahat? lama gg update baca part ini kok pengen getok kai ia :l ini akan galau kaina istirahat dan tes SAT Jerman huhuhu… kai harus rajin bikin author jatuh cinta biar semangat buat update huhuhu makasih ia udah di upadate ditunggu kelanjutannya :>

    • rosafebryana says:

      Aaaa, eonni jebal jangan diginiin kainanya:’ beneran deg bacanyaaaa. Ditunggu banget banget banget kelanjutannya! Doain yg terbaik buat kaina hahahaha=D jangan sampe putus eon, semuanya ini ditanganmuuuu, hwhw. Eonni fighting<3

  2. Andhani says:

    yah . . Break sebulan ?
    Sp yg tahan coba? Jongin jg sih ga peka gt, Ih jd gemes sendiri ma pasangan satu ini !
    Sama2 gengsi, keras kepala, sama childish nya pula, kalo aku jd hana eum . . Ga yakin jg bs selama it brtahan ! Aku rasa semua cewe bkal kek gt
    Ok fix, di tunggu kak next series nya !
    Semangat jg buat kuliah nya jgn lupa jg kesehatan jg XD

  3. andin says:

    eonni km nggak berniat buat mereka putuuuus kan eon? andweeeeeeeeee hueee jangan dong buat mereka langgeng aja pliis pliss plisss

  4. Lisa says:

    Hueee uda lama ngga update masa tiba2 break:’ hueee kainya knapa parah parah sih, ngga ngerti perasaan perempuan sama sekali:’ ditunggu lanjutannya bangeet… Mereka harus baikan, harusss

  5. H2 Hana says:

    unnn please jangan pisahkan mereka ber2 un.
    jangan 😥 😥 aku galau kalau mereka ber2 begitu

    keep writing un,Fighting!!
    bikin yang makin seru ya

  6. it'sme Min2 says:

    Break emang d’butuhin tapi sebulan wwaahhhhh ngga sanggup … semoga cepet dpt pencerahan nih couple semoga juga cepet dewasa nih hub mereka yah walopun push n pull mereka yg kekanakan itu manis bgt tapi hub perlu grown up dong ngga hanya org aja

  7. songminhyo says:

    omg, finally ff ini lanjut jg u,u banyak banget ff kesukaan yg belom di lanjuti, termasuk ff ini.. dan akhirnya ada jg yg update T.T

    hayuu, Hana sudah mulai jenuh.. Kai sih gengsian amat — kan kasihan Hana.. tp Kai jg kasihan sih. apalagi pas scene jajangmyeon. itu nyess banget. lol. malah Hana mau tes di Jerman lagi. kasihan bgt Kai. wkwk

    curcol dikit yaa. gara” ff ini, jd keingat lagi sama Kris sama Luhan T.T ga kerasa ya udah 2 tahun lebih exo debut, dan selama itu juga udh 2 member yg keluar T.T sedih deh u,u

    pokoknya lanjutannya ditunggu yaa.. semoga Kai bisa sadar di next story, terus masalahnya cepet selesai. fighting kak! ^^

  8. anthea says:

    gilaaaa finally youre back ya ampun kangen bgt! tapi sekalinya muncul udah bikin galau aja nih si ima huhu. tapi emg sih smua ngga selalu berjalan mulus yaa. plis jgn lama lama tengkarnyaaa. kangen jongin sm hana yg sweet cute gituuu >/<

  9. shantyjung says:

    jongin… ih pabbo nya… gak berubah dari jaman kapan kejaman kapan.. msh egois ajah… kaina aku suka… istirahat sejenak tp jangan end yah 😥

  10. hana ardhani says:

    Kangen Kaina,pas cek idl ada update yang baru.Pas dibaca…asdfghjkl jangan kaina jangan sampe putus :((((((( ini couple fav di ff dari 2 tahun yang lalu,jadi kalau kaina udah berantem rasanya asdfghjkl.Lanjut ya Ka Ima

  11. winnurma says:

    kaina…akhirny
    lama banget nungguinnya eon huhu
    dan saat udah update ceritanya ngenes bikin sedih eon
    break sebulan lagi, lama eon
    jadi gemes sama jongin yg gak peka peka mulu
    eonni fighting buat next chapternya pliss aku udah kangen banget sama momen ‘romantisnya’ mrk

  12. kimsohee says:

    Baru buka dan ternyata banyak update huaaaaaa eonni kaina itu pasangan favorit aku (╥﹏╥) setelah kaina update ternyata ceritanya kayak gini ;( huaaa kaina jangan sampe putus dong ditunggu kelanjutannya fighting eonni (҂’̀⌣’́)9

  13. linda says:

    yaaaaa galao lagiij 😥
    ngegantung sebulan
    tees sat jerman
    hmmmmm tteppp bertahan yaaaa kaina
    kkamjong tuuniin gengsinya dikiitt aja :/ hhhana need you

    wait for next story ima :*

  14. hyemin says:

    kak imaaaaa akhirnya update jugaaaaaaa!! ahh seneeeeng 😀 akuuuu kangeeeeen bangeeet Sama KaiNa 😦 setelah cukup lamq gak update, sekarang update jugaaaa
    jujur kak Aku seneng tapI sediiih. kenapa jadi Gini siiih KaiNa? kai Sama hana jangaaaan putus dooong..
    masih banyak orang yg cinta Sama couple INI. aah pokoknya galau bangett KaiNa versi INI. Aku gak Mau KaiNa putuuus kak 😥
    no problem kalo kaka jarang update, tapi kalo bisa jangan putus dong kaaak 😥 Kita nunggu KaiNa smpe kapanpun. Kita pasti support KaiNa. makasiiih ya kak udaaah luangin waktu buat bikin KaiNa disela2 jadwal kuliah yg padat. pokoknya jjang! semangaaat kaaak!

  15. Daeshi Lee says:

    Kan kan kan masalahnya ini lagi 😭
    KaiNa break 1 bulan sama dgn ga bs liat Jongin tanpa ngedance seminggu 😢 beraaaaat bgt hiks
    Sebenarnya wajar sih mereka labil gini, pasangan muda usia belia. Tp gemes karna bukan skali dua kali mereka punya masalah dan Jongin kayak ga pernah belajar dari kesalahan.
    Disaat Junmen sama Jaehee lagi senang2nya bs ngumpul lagi, eh Jongin sm Hana malah kayak gini 😢
    Pray for KaiNa.
    Mreka slalu menarik kok. Selalu ditunggu2 dan slalu bs bkin senyam senyum.
    Ditunggu nasip mereka sebulan kedepan.
    Fighting Ima 😊

  16. adhyra10 says:

    Super nangis akhir2nya..
    Hampir berhasil menyentuh hati bgt part ini..
    walau kelelahan hana belum berhasil digambarkan..
    Selalu di tunggu-tunggu!

  17. galakto.galuh.gal says:

    DEMI SENDAL JEPIT MERK SWALLOW SEHUN.
    IMA JANGAN BIKIN MEREKA PUTUS LAGI YA. JANGAN SERIUS! BACANYA LINU DI LIVER. SAKIT DAN NYERI.

    okaay. emang kalau dipikir dan diingat. ditinjau ulang dari semua FF Kaina. kesannya Kai selalu datang pas lagi capek sama jadwal. kalau gak gitu pas Hana sakit. Kemarin aja pas Kai sakit. Hana malah tau dari Chanra. Bayangin coba kalau aku jadi pacar Kai. Uda bakar jadwal shownya exo aja aku.

    Ini jadi Break tanpa Up mereka yang kedua. Dan yang minta gantian Hana. Rasanya masih cenut-cenut. Plis jangan bikin mereka ‘kisah berbadai lagi’ Harusnya Hana bahas telapak kaki Kai yang ternyata lebar banget itu di TLP tokyo /oke nggak sambung, its okay/

    Rasanya gak ikhlas 3 Fanfict postingan akhir-akhir ini menggalau. Keep them in love.

    XOXO
    Gal

  18. Kkamjong_FC says:

    lanjuuuut terus dong thor jangan smpe brhenti tengah jalan !!
    di antara smua couple d blog ini aq cnta bnget sma couple kaina… couple ini yg jdi alsan trbesar q buat ngunjungin blog ini…
    jdi jngan smpe berhenti yaaa ???? trus lnjutin critanya… aq akan nunggu.oke

  19. kin says:

    Eonniee, jangan sampai berhenti ya, aku hampir setiap hari ngecek kelanjutan cerita kaina, beneran loh eonnie, jangan sampai berhenti gitu aja…

    Pliis lanjutin yaa, kasihan banget kai hana kalo selesai gitu aja…

    Jujur dengan masalah exo yg bertubi-tubi gini, cerita ini malah salah satu hal yg bikin aku msh berharap byk sama exo..

    Jadi sebagai pembaca setia, aku harap cerita ini masih berlanjut, meskipun harus nunggu ampe berbulan2

    Gomawo eonnie ^^

  20. mei2303 says:

    Omg!!
    Kaina terbaru sudah liris! Yeayy~~
    Hehheheh..
    Tapi kok jalan ceritanya sad ending ya eon? TApi ak tersentuh waktu kai bilang ‘tidak semua cinta harus ditunjukkan dengan perhatian’..
    Omo~~
    Semoga kaina cepet2 baikan. Tidak semua orang ingin sad ending kan? ^^

  21. Dana says:

    Kok break??? Kok sedih???? Aaaaaakkk padahal aku selalu nunggu sweet momentnya kaina huhu why oh why T.T
    Cepet baikannn cepet jadi sweet couple lagiiii

  22. Ryeo Uci says:

    Huaaa kangenn bgt sm mereka.
    Knp kai g berubah2 sih kasian kan hana
    Sebulan lumayan lama tp kaykanya next kedepan bakalan galau nih ceritanya hehee

    Ok ttp semangat y lanjutin ff kaina
    D tunggu loh nextnya

  23. aquatics says:

    kak imaa..jujur aku mntengin blog ini karna kaina nya aja…kak aku agk sedih deh kaina jadi jarang update,tapi aku ngerti kok sama kesibukan pribadi kk..keep writing ya kak,penantian aku terbals banget tiap kaina di post hehe

  24. adindacynthia says:

    Ah, akhirnya KaiNa nongol lagi.
    Iih sumpah loch kangen banget sama pasangan ini.
    Tapi sekalinya dipost kenapa ceritanya gini, kenapa mereka dibikin break lagi?
    Jangan sampe mereka putus dong. -_-
    Hukum aja Jonginnya tapi jangan sampe mereka putus. Diantara pasangan yang lain, gak tau kenapa aku suka banget sama pasangan ini.
    Ditunggu selalu ya lanjutannya KaiNa series ini, semoga gak lama di updatenya. Amin. 🙂

  25. nadya says:

    Jgn sampei putus. Kai berubah dong jadi lbh perhatian. Kan kasihan hana dicuekin melulu. Pokok nya jgn sampei mereka putus, gak siap bgt.

  26. Lee Hye Ran says:

    Eonni apa-apaan sihhh!😠 aku gaterimaaaa gamau gamau gamau ngambek nih elaaaaah:(( baru kemaren so sweet2an skrg dah minta putus gini hadehh jangan sampe gamau banget fix nangis nih eonniiii😭😭 pokoknya gaboleh putus sampe aku dapet pacar!!*gaakan dapet jadiyaa…..wkwk* INI BIKIN NANGIS KEJER SAMBIL JERIT2 GATAU MALU TAUGASIH BACANYAAAAA AKU UDH BENER2 DEG BANGET HETDAAAAH:( jangan gini lg eonni….sudahi, hentikan..*dramanya mulai-_-* ya actually konflik dikit gapapa jg kaliya, i know how it feels jadi hana kok, kalo aku jd hana aku ngambek beneran ngambek sengambek2nya org ngambek asli. Kai minta dibunuh banget woiii-_- tapi ya jgn ampe putus jg lah eonniii kasian reader mu iniii. Aku fans nomor satu kaina!!! 카이나 짱!!👍 wkwk lanjutannya ditunggu banget2an eonni plis jgn gantungin aku kayak gini eonni, ga kasian?;( wkaka fighting eonniiiii!!👊

  27. Febe_QueeN96 says:

    kyaaaa~~ ini FF BAGUS BANGET >< tapi hana kenapa???? bertahanlah dengan kai~~ huhuhu sabar hana~ kai juga jangan gengsian dong — tapi ini ff yang paling ditunggu~

  28. byunbyuni says:

    Aaaak, kangen KaiNa >.<
    jangan bikin mereka berantem dong eonni, kasiaaaan ㅠ-ㅠ tapi si Kai emang kelebihan sih itu cueknya, jadi bikin kesel :" semoga Hana bertahan ya eon :') bikin Kainya cepet sadar juga ya, biar si Kai jangan terlalu cuek :')

  29. lunara says:

    Aaahhhh kangen bgt sama KaiNa >.<
    kenapa lama sekali updatenya? T.T
    Btw, feelnya dapet bgt, kai emang harus diberi pelajaran biar dia selalu mengerti apa yg hana inginkan~
    sebenarnya masih pengen liat kai lebih menderita lagi haha *evil laugh*
    ditunggu next story nya~ good luck ^^

  30. zhafiraep01 says:

    Huuuwwaaaa….. akhirnya update juga ini KaiNa Couple kangeeenn banget,.
    dan setelah sekian lamanya menunggu eonnie, knp hubungan Kai renggang uuwwaaaa mao nangis bacanya…. u.u jangan pisahin Kai sama Hana ya eonnie jebaalll….
    next chap dittunggu sangat eonnie
    fightinggg….

  31. leesoofhie says:

    yee..Kainaa….comeback..
    Lama2 jengkel juga sama Jongin, gengsi mulu fikiran.nya,tp kalo putus ya sayang eon, Jadi kangen sama masa2 lucu(?)nya..next chap eon di tunggu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s