[TaoRa Affair] Secret Fling

d5b14819tw1eihqr4pmjkj215o0rsdl2

  Secret Fling

Ra | Park Chanra, Huang Zitao | Canon

Plase read Park Chanra’s profile before read this story

“It’s amazing how quickly your mood can change, how deep your heart can sink and how much one person can affect you” -Unknown

© Indayleeplanet 2014

***

Kakao!

Sudah bangun?  7:45AM

Kakao!

Sudah bangun belum?  7:46AM

Jangan hanya me-read-nya saja.  7:46AM

Atau kau membiarkan chat ini terbuka selama kau tidur,huh?  7:46AM

Kakao!

Ya Park Chanra ayolah-_-  7:47AM

Read 7:48AM  Wae? Aku terbangun mendengar suara ponselku.

Read 7:48AM  Dan ini masih jam 7 Zitao gege-_- ada apa-_-

Chanra memicingkan kedua matanya yang masih terasa berat,dan dengan susah payah membaca dan membalas ‘early morning chat’ yang dikirimkan oleh Tao. Ia lalu mengerang pelan dan menggeliatkan badannya kesamping kanan dan kiri, merenggangkan otot-ototnya yang pegal.

Chanra baru saja memejamkan kedua matanya pada pukul 4 dini hari tadi, setelah berjam-jam memegang ponselnya dan membalas pesan-pesan singkat dari Tao lewat KakaoTalk. Tao dengan heboh dan penuh semangat terus bercerita tentang konsernya di Taiwan yang baru saja berakhir dan kekonyolan-kekonyolan yang dilakukan oleh para member EXO selama konser berlangsung, yang dibalas juga tak kalah hebohnya oleh Chanra sampai akhirnya mereka berdua lupa waktu.

Kakao!

Jam 7 mwoya-_- ini sudah hampir jam 8 nona Park-_- 7:48AM

Aku di tempat parkir apartmentmu, Chanra-ya. 7:49AM

Cepat ganti baju tidurmu dengan pakaian olahraga dan temani aku. 7:49AM

Read 7:49AM Jangan bercanda,gege-_- gege kan masih di Taiwan-_-

Sudah sebulan terakhir ini Tao terus menghubungi Chanra. Ia selalu berusaha menyempatkan dirinya untuk memberi kabar pada Chanra sesibuk apapun dirinya, meskipun hanya sekedar mengatakan dimana dirinya berada ataupun apa yang sedang ia lakukan. Tao juga sudah beberapa kali menjemput dan mengantar Chanra ke tempat Chanra mengikuti bimbingan belajar saat dirinya pulang ke Korea dan memiliki waktu luang.

Chanra merasa bersyukur atas perlakuan yang Tao berikan padanya. Tao benar-benar menepati janjinya untuk membantu Chanra melupakan Yifan. Saat Chanra mulai kembali teringat pada Yifan, Tao selalu selalu mencoba segala cara untuk mengalihkan pikiran Chanra, yang akhirnya membuat Chanra secara perlahan mulai sembuh dari luka dalamnya itu.

Kakao!

Aku serius-_- Aku sudah pulang, Chanra-ya.  7:50AM

Cepat turun atau aku tak akan mengantarmu ke bimbel nanti,eoh? 7:50AM

Mobilmu sedang dibengkel ‘kan? Chanyeol hyung bilang padaku kkkkk 7:50AM

Read 7:51AM  Aish jinjja-_-

Read 7:51AM  Arraseo. Aku akan turun. Tunggu aku.

Ppali Chanra-ya ppali~!  7:51AM

Setelah berbenah diri dan berganti pakaian dengan pakaian olahraganya, Chanra dengan langkah gontai keluar dari apartmentnya dan langsung turun ke basement, dan dalam sekejap mata langsung mengenali benz milik Tao yang terparkir di ujung basement tersebut.

Chanra segera membuka pintu mobil Tao dan langsung duduk di kursi penumpang, lalu menatap Tao yang tersenyum lebar pada Chanra dengan sebal, “Kau kejam sekali,gege.

Wae? Aku ‘kan tidak melakukan apapun padamu.” Tanya Tao sambil menahan tawanya karena melihat wajah sebal Chanra. Ia lalu menyalakan mesin benz-nya dan membawanya turun ke jalanan kota Seoul yang mulai padat.

“Ini masih jam 8 pagi gege. Gege tega sekali memaksaku untuk menemani gege.” Chanra melipat tangannya didepan dada, “Lagipula gege ‘kan bisa mengajak Chanyeol oppa atau yang lain.”

Ya. Aku sengaja mengajakmu karena aku tahu kau pasti bosan diam di apartmentmu itu.”

Chanra mendesah pelan, “Harusnya gege bilang dulu padaku semalam. Jadi aku tidak begadang sampai jam 4 tadi.”

“Yang penting ‘kan kau sudah sempat tidur, Chanra-ya.”

“Tapi tidurku kurang,gege.”

“Kurang apanya? Tidur 4 jam itu sudah cukup, tahu.”

Aish..molla.” Chanra membuang mukanya ke arah jendela sambil menggembungkan pipinya sebal, “Gege menyebalkan.”

Tao tertawa, “Mian, mian.” Ujarnya, lalu mengangkat satu tangannya dan mengacak-acak rambut Chanra, meskipun kedua matanya tetap fokus pada jalanan didepannya, “Lain kali aku akan bilang padamu dulu, Chanra-ya.”

***

Chanra menyeka keringat di dahinya dengan handuk di tangannya, kemudian mengambil sebotol air mineral yang terletak disamping tempatnya meluruskan kaki dan menegaknya sampai habis. Nafasnya memburu dan tubuhnya berasa kehilangan setengah nyawanya, setelah hampir tiga jam badannya terus ia forsir dengan alat-alat olahraga yang disediakan oleh tempat Chanra dan Tao ber-olahraga saat ini.

Fitness center tempat Chanra dan Tao saat ini tampak senggang. Hanya ada satu-dua orang yang juga berolah raga disini dan tak peduli dengan kehadiran Chanra bersama Tao, yang membuat Chanra bisa bernapas lega. Karena, jika mereka ‘peduli’, bisa-bisa hidup Chanra tak akan pernah tenang lagi-,-

Kedua mata Chanra terus memperhatikan punggung Tao. Baju yang dikenakan Tao benar-benar sudah basah oleh keringat, tetapi Tao tetap terus berlari diatas treadmill tanpa beristirahat sedetikpun.

Chanra merasa khawatir pada Tao.

Tao sedang sibuk dengan tur konser pertama mereka dan pasti kelelahan. Dan ketika mereka ada waktu untuk beristirahat sejenak, Tao mau tak mau harus tetap mengeluarkan tenaganya, mempersiapkan dirinya untuk variety show yang akan diikutinya dan akan menguras semua energinya nanti. Tao memang kuat secara fisik, Chanra tau itu. Tapi tetap saja, rasa khawatir Chanra tak berkurang sedikitpun.

Gege, istirahat dulu.” Ujar Chanra, berusaha membujuk Tao untuk beristirahat sejenak, “Gege tidak lelah?”

Tao menggeleng diatas treadmill, dan membalas ucapan Chanra dengan napas tersengal-sengal, “Gwenchanayo.”

“Jangan begitu gege~ aku tahu gege harus mempersiapkan diri untuk tanggal 20 besok, tapi kau tetap harus istirahat, gege.”

Tao tak membalas ucapan Chanra, membuat Chanra berdecak kesal,

“Zitao gege!”

Tao akhirnya mengalah. Ia tahu, tidak menurut pada Chanra yang mulai kesal saat ini bukanlah hal yang bagus. Karena ia ingat, seberapa menyeramkannya Chanra jika ia sedang kesal.

Tapi disisi lain, ia senang melihat Chanra seperti ini. Chanra mengkhawatirkan dirinya. Seorang Park Chanra memintanya untuk beristirahat karena melakukan work-out terus menerus. Yah setidaknya, Chanra sudah mulai memikirkan dirinya meskipun ia tahu, ia masih belum bisa menggantikan posisi gege-nya dalam diri Chanra.

Tao memperlambat kecepatan treadmill-nya dan mendinginkan tubuhnya. Ia turun dari treadmill sambil mengelap pelipisnya dengan handuk, lalu duduk disebelah Chanra dan ikut meluruskan kakinya.

Chanra menyodorkan sebotol air mineral pada Tao yang langsung diterima olehnya tanpa pikir panjang, “Gomawo,Chanra­-ya.”

“Aku baru tahu gege tipe orang yang susah diberi tahu.”

Tao tertawa, “Jinjja?”

“Selama ini aku kira gege orang yang penurut.” Jawab Chanra setelah menganggukkan kepalanya.

“Yah, wajahku memang wajah orang yang penurut. Jadi wajar saja kau kira aku orang yang penurut, Chanra-ya.” Ujar Tao bangga, dan membuat Chanra dengan spontan tertawa keras.

“Wajah orang penurut mwoya… Wajah gege itu menyeramkan.”

Mwo? Ya Park Chanra!”

Waeyo? Itu kenyataan, Zitao gege.” Chanra mengendikkan bahunya dan menatap Tao dengan sok polos, membuat Tao melotot pada Chanra. Dan detik berikutnya Chanra sudah tertawa terpingkal-pingkal dan memegang perutnya yang terasa sakit, “Aku bercanda gege.”

Ya neo jinjja-” Tao melampiaskan kekesalannya dengan mencubit-cubit lengan Chanra pelan, dan membuat Chanra mengaduh kesakitan. Kemudian, mereka berdua tertawa bersamaan menyadari tingkah kekanakan mereka sendiri.

Cukup lama mereka tertawa sampai akhirnya mereka berdua diam. Tak ada satupun dari mereka yang membuka percakapan. Chanra sibuk memainkan handuk ditangannya, sedangkan Tao sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tao sebenarnya terus melirik Chanra yang duduk disebelahnya sejak tadi. Kedua iris matanya terus memperhatikan Chanra dan otaknya terus berputar memikirkan sesuatu yang ingin ia lakukan saat ini. Ia tampak ragu, sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk menyenderkan kepalanya ke bahu Chanra.

Tao bisa merasakan bahu Chanra menegang ketika ia tiba-tiba menyenderkan kepalanya ke bahunya. Tetapi setelah beberapa detik, bahu Chanra kembali rileks dan membuat Tao tanpa sadar sedikit menyunggingkan senyumnya.

“Ah, Aku lelah sekali~” Tao memejamkan kedua matanya, mencoba untuk tenang meskipun sebenarnya jantungnya masih berdebar-debar karena takut Chanra akan marah padanya karena ia melakukan hal ini tanpa meminta ijin pada Chanra terlebih dahulu.

Chanra kaget ketika Tao meletakkan kepalanya di bahunya secara mendadak. Jantungnya serasa mau copot, karena ia benar-benar tidak menyangka jika Tao akan melakukan hal semacam ini saat ini.

Chanra sendiri sadar, setelah ia menyetujui tawaran Tao untuk menggantikan posisi Yifan, cepat atau lambat Tao akan melakukan hal ini pada Chanra. Ia tahu suatu saat Tao pasti akan mulai mengirimkan ‘sinyal-sinyal’ itu pada Chanra.

Dan ia tahu, ia juga harus belajar untuk mulai membuka hatinya pada seorang Huang Zitao, yang dengan rela mau membuka hatinya untuk Chanra.

Susah memang. Membuka hati pada orang lain setelah bertahun-tahun menutup hatinya dan terpaku hanya pada satu orang, pada orang yang dulunya ia yakini sebagai orang yang akan terus ada disampingnya.

Chanra mengerti tak akan mudah untuk melupakan nama Wu Yifan dari hatinya. Tapi Chanra harus bisa, secara perlahan namun pasti, mulai menghapus nama Wu Yifan dari benaknya, dan menggantinya dengan nama Huang Zitao.

“Zitao ge.” Panggil Chanra pelan.

Tao hanya menggumam menjawab panggilan Chanra, “Hmmm.”

“Jangan terlalu lelah, ne?”

“Hmmm.” Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya pelan.

Gege…jangan membuatku khawatir dengan gege.”

Seulas senyum terlihat dari bibir Tao. Ia sekali lagi menganggukkan kepalanya, “Arraseo, Chanra-ya.”

***

Chanra baru saja mengeluarkan ponselnya dari kantong, ketika Tao tiba-tiba muncul dari belakangnya dan mengacak-acak rambutnya pelan, “Kaja. Kau akan terlambat nanti.”

Gege.” Chanra tiba-tiba menahan tangan Tao yang hendak berjalan mendahuluinya.

Tao reflek membalikkan badannya dan menatap Chanra bingung, “Waeyo Chanra-ya?”

“Sebenarnya…. Aku berencana untuk tidak ke bimbel hari ini.”

Tao membulatkan kedua matanya, kaget. “Mwo?

Chanra menyunggingkan senyumnya, menampakkan deretan gigi yang bentuknya tak jauh berbeda dari kakaknya, “Hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan gege.”

Chanra bisa melihat perubahan air muka Tao. Tao sedikit tersenyum, meskipun ia mencoba menyembunyikan rasa bahagianya itu, “Denganku? Kenapa?”

Hari ini Chanra memang berencana untuk tidak datang ke tempat bimbingan belajarnya, karena ia sedang merasa suntuk dengan soal-soal persiapan SAT yang ia kerjakan hampir setiap hari, dan juga mobilnya sedang di bengkel dan membuatnya semakin malas.

Tapi pikiran tentang ingin menghabiskan waktu bersama Tao hari ini baru saja terlintas ketika ia sedang membersihkan tubuhnya setelah work-out tadi.

Chanra menganggukkan kepalanya mantap, “Gege tahu, aku bosan sekali melihat soal-soal itu dan aku ingin sedikit ber-refreshing. Selain itu, kita ‘kan baru bertemu lagi setelah hampir satu bulan tidak bertemu. Masa’ kita hanya bertemu sebentar saja?”

Tao tanpa pikir panjang langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum, “Baiklah kalau itu maumu. Kaja Chanra-ya.

Tao kini tanpa ragu menggandeng tangan Chanra yang menahan tangannya lalu menariknya menuju mobilnya yang terparkir di dekat pintu keluar fitness center tersebut, dan segera memacu mobilnya untuk kencan mendadaknya bersama Chanra.

“Kita mau kemana?” Tao melirik Chanra sebentar, “Kita pergi ke tempat yang kau mau saja, Chanra-ya.”

Chanra menggelengkan kepalanya, “Molla. Kita ‘kan tak mungkin pergi ke tempat umum di siang bolong seperti ini, gege.”

“Hmmm… bioskop?” Tawar Tao yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Chanra, “Gege akan langsung dikerumuni begitu turun dari mobil.”

“Ah, benar juga…” Tao menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu mendesah pelan, “Padahal aku ingin menonton film sebelum aku berangkat ke Solomon…”

Chanra mengerinyitkan dahinya tampak berpikir, lalu beberapa saat kemudian menengokkan kepalanya menatap Tao, “Bagaimana jika kita menonton film di apartmentku? Bukan tempat umum, tapi kita bisa menonton film. Otte?”

Call!

***

Setelah mampir ke super market membeli camilan dan berdebat ringan tentang film yang akan mereka tonton di tempat persewaan film, Tao dan Chanra akhirnya sampai di apartment Chanra dengan satu bungkus plastik penuh makanan ringan dan soda serta beberapa DVD film yang akan mereka tonton secara marathon.

Chanra segera menutup pintu apartmentnya dan langsung menuju dapur, mengambil piring-piring untuk meletakkan camilannya dan mengeluarkan minuman soda dari plastik. Sedangkan Tao sibuk melepas hoodie, masker, dan kacamata penyamarannya di ruang TV, lalu setelah itu memperhatikan satu persatu DVD film yang mereka pinjam untuk menentukan film yang akan mereka tonton pertama.

“Kau mau film apa, Chanra-ya?”

Chanra sedikit mengeraskan suaranya untuk menjawab pertanyaan Tao dari dapur, “Terserah gege saja.”

Tao tampak berpikir sebentar, lalu akhirnya mengambil salah satu film dengan random, dan memasukkannya ke DVD Player yang terletak dibawah TV Plasma Chanra, sementara Chanra akhirnya keluar dari dapur dengan membawa dua buah piring penuh camilan dan meletakannya di meja, “Gege, tolong ambil minuman di dapur, aku tak bisa membawanya.”

Tanpa membalas perkataan Chanra, Tao berjalan kearah dapur dan segera mengambil minuman soda yang mereka beli tadi dan dua gelas kosong, lalu meletakannya dimeja dan ikut bergabung dengan Chanra yang sudah duduk di sofa.

Tao mengambil posisi di sebelah kanan Chanra. Ia melirik Chanra dan tertawa pelan melihat posisi duduk Chanra yang tampak kekanak-kanakkan menurutnya: Kedua kakinya ikut dinaikkan ke sofa, kedua tangannya merengkuh kedua kakinya tersebut dan dagunya ia tumpukan ke lututnya.

Chanra yang sadar dengan tawa Tao, menatap Tao bingung, “Waeyo,ge?”

Ani,” Tao menggelengkan kepalanya sambil terus tertawa, “Caramu duduk. Benar-benar lucu, Chanra-ya.”

Chanra mengerutkan dahinya bingung, “Lucu darimana, ge?

Bukannya menjawab pertanyaan Chanra, Tao justru dengan cepat menyelipkan tangan kirirnya diantara punggung Chanra dan sofa yang mereka duduki, kemudian menarik pinggang Chanra agar lebih dekat dengannya, membuat Chanra kaget, dan reflek melepas rengkuhan tangannya dari kakinya. Tao lalu dengan mudah merangkul pinggang Chanra yang kecil.

“Kurasa akan lebih nyaman jika kau duduk seperti ini.”

Chanra sekali lagi hanya diam menerima perlakuan dari Tao. Jantungnya terasa berdebar-debar. Chanra tak pernah memikirkan, apalagi mengharapkan Tao melakukan hal ini padanya. Memperlakukannya secara istimewa, memperlakukannya sebagai orang yang benar-benar spesial untuknya, meskipun pada kenyataannya Chanra belum bisa membuka hatinya pada Tao. Chanra merasa tersanjung.

Chanra tak bisa bohong jika ia merasa nyaman dengan apa yang Tao lakukan saat ini. Perasaan hangat dan –entah kenapa- aman menjalar diseluruh tubuh Chanra. Parfum beraroma maskulin yang bercampur dengan aroma tubuh Tao-pun semakin menambah kenyamanan posisinya saat ini.

Chanra tanpa sadar menyunggingkan senyumnya, lalu tanpa ragu menyenderkan kepalanya di pundak Tao dan menikmati film yang terputar di layar TV Plasma apartmentnya.

Setelah 60 menit berlalu sejak film diputar, tangan kiri Tao yang melingkar diperut Chanra mulai terasa pegal akibat dijadikan tumpuan untuk badan Chanra, membuat Tao mau tak mau melepas rangkulannya dari Chanra, membuat Chanra mengangkat kepalanya dari bahu Tao kemudian menyenderkannya ke sofa, meskipun jarak diantara mereka tidak berubah dan tetap menempel satu sama lain.

Chanra benar-benar terfokus menatap layar TV-nya ketika menyaksikan adegan ketika John dalam film Dear John akhirnya mendapatkan kiriman surat dari Savannah, yang mengucapkan perpisahan antara dirinya dengan John setelah 2 bulan menggantungkannya.

Ia bahkan tidak tahu, ketika ia mulai memainkan jari-jari tangan kiri Tao yang ada tepat disebelah tangan kanannya, dan membuat Tao reflek melirik tangan kirinya itu dan tersenyum bahagia begitu melihat tangan Chanra memainkan tangannya seperti itu.

Chanra baru sadar ketika tiba-tiba Tao menghentikan permainan jari tangan Chanra, dengan cara menelusupkan jari-jari tangan kirinya ke jari-jari tangan kanan Chanra, lalu menggenggamnya dengan erat.

Perasaan hangat yang Chanra rasakan tadi kembali menjalar di tubuh Chanra. Genggaman Tao terasa begitu lembut sekaligus kuat bagi Chanra. Jantung Chanra kembali berdebar-debar, membuat Chanra kali ini sulit untuk kembali fokus menonton film di TV-nya.

Tao-pun sejak tadi tidak memperhatikan film yang ada didepannya. Iris matanya justru terfokus pada wajah Chanra yang tetap menatap lurus ke layar TV dan menyenderkan kepalanya di sofa ketika tadi saat ia membalas genggaman tangan Tao, meski secara perlahan dan dengan ragu-ragu.

Dan kali ini, Jantung Chanra benar-benar serasa mau keluar dari tubuhnya.

Tao tidak tahu dari mana awal mulanya pemikirannya dan keberaniannya berasal, ketika tiba-tiba Tao sedikit menggeserkan tubuhnya menjauhi Chanra, lalu memiringkan tubuhnya kesamping dan menjatuhkan kepalanya tepat di atas paha Chanra, menjadikannya seperti bantal. Tangan Chanra yang digenggam oleh Tao sejak tadi diletakkan didepan dadanya, tak membiarkan tangan gadis itu terlepas satu detikpun dari dirinya.

Tao sendiri sebenarnya ragu sebelum melakukan hal ini, karena besar kemungkinan Chanra akan menolaknya dan amarahnya pasti akan meledak saat itu juga. Tapi, Tao merasa ia harus mencobanya saat ini juga, dan feelingnya benar. Chanra tidak marah.

Tubuh Chanra tiba-tiba terasa kaku begitu kepala Tao menyentuh pahanya, tubuhnya tak bisa digerakkan seakan saraf-saraf yang ada ditubuhnya putus secara bersamaan. Tapi lama kelamaan, rasa kaku itu perlahan mulai hilang meskipun suasana masih sunyi sejak mereka menyetel film Dear John ini.

Saat film berakhir, Chanra dan Tao sama-sama terdiam. Tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk bergerak maupun berbicara. Seiring waktu berjalan, kedua tangan Chanra perlahan terangkat dan mulai memainkan rambut milik Tao. Ia menyisipkan jemarinya kedalam rambut Tao, menyisirnya dengan tangan sambil menunduk dan memperhatikan rambut blonde Tao dengan saksama.

Gege.”

Tao yang tubuhnya masih menghadap TV, berguling ke kanan, sehingga kini wajahnya benar-benar berada tepat didepan wajah Chanra, “Ya?”

“Kenapa kau merubah warna rambutmu lagi?”

“Eh?” Tao tampak terkejut mendengar pertanyaan tak terduga dari Chanra, “Hmm..Karena aku ingin? Waeyo?” Tanya Tao dengan ragu.

Aniyo…” Chanra menggelengkan kepalanya, “Keunyang, aku lebih suka melihat gege dengan rambut hitam.”

“Kau tidak suka dengan rambut blonde­-ku ini, Chanra-ya?” Tanya Tao, memastikan maksud dari kata-kata Chanra.

“Bukan tidak suka, gege. Gege juga terlihat bagus dengan rambut ini, kok.” Chanra menggelengkan kepalanya lagi, sambil masih tetap menyisir rambut Tao dengan jarinya, “Hanya saja aku lebih suka melihat gege dengan rambut hitam.”

Tao menganggukkan kepalanya, “Keurae…”

***

Setelah memasukkan DVD film kedua kedalam DVD-player, Tao tanpa ragu kembali membaringkan kepalanya di paha Chanra dan langsung mengamit tangan Chanra lalu meletakkannya didepan dadanya lagi. Chanra-pun merasa tidak se-canggung saat pertama kali Tao berbaring di pahanya tadi. Ia justru membenarkan posisi pahanya agar Tao merasa lebih nyaman.

Baru 15 menit berlalu, tetapi Chanra sudah merasakan kedua matanya berat. Ia sendiri tak tahu kenapa. Padahal, Chanra sendiri yang memilih film Inception untuk ditonton. Chanra sekali-sekali melirik Tao. Chanra ingin tidur, tapi ia tak enak mengatakannya pada Tao yang sedang serius menonton adegan ketika Cobb melakukan Inception untuk mencuri file yang dimiliki oleh Mr. Saito lewat mimpi.

Chanra akhirnya memaksakan dirinya untuk sebisa mungkin membuka matanya dan terus menyaksikan film pilihannya itu. Sekali-kali ia menggosok kedua matanya dan menampar pelan pipinya secara bergantian ketika kelopak matanya mulai terasa lebih berat dari sebelumnya.

Tao memperhatikan adegan tiap adegan dalam film itu dengan saksama. Tao sebenarnya sedikit tidak mengerti dengan jalan cerita film ini. Ditambah dengan Bahasa Korea-nya yang bisa dibilang masih tidak lancar, sehingga ia agak lama membaca dan men-terjemahkan subtitle yang tertera dilayar dalam huruf hangul itu.

Saat Tao sedang berkonsentrasi membaca subtitle saat Mr. Saito menawarkan sebuah perjanjian pada Cobb melakukan Inception untuknya, Tangan kiri Chanra mengenai dahi Tao secara tiba-tiba, membuat Tao reflek menolehkan kepalanya ke wajah Chanra dan mendapati Chanra tengah menunduk dan memejamkan matanya, tertidur.

Tao mengangkat tangannya dan mengibas-ngibaskannya didepan wajah Chanra yang tertunduk, “Chanra-ya,”

Tak ada respon dari Chanra. Chanra benar-benar sudah terlelap dalam posisi duduk. Ia mendorong tubuh Chanra lembut kebelakang, membuat kepala Chanra bertumpu pada sofa, lalu perlahan mengangkat kepalanya dari paha Chanra.

Tao mengambil remote TV yang ada dimeja dan mematikan film Inception yang diputar tanpa menunggunya selesai. Ia lalu mengangkat tubuh Chanra dengan kedua tangannya, membiarkan kepala Chanra terkulai di bahunya dan segera membawa Chanra ke kamar tidurnya.

Setelah sampai dikamar, Tao langsung membaringkan Chanra di kasur dan menyelimutinya. Tao lalu menggeret kursi meja rias Chanra dan duduk disamping kasur Chanra. Ia melipat tangannya di atas kasur dan menumpukan kepalanya diatas lengannya, lalu memperhatikan wajah Chanra ketika tidur. Wajahnya benar-benar polos dan tenang seperti tak memiliki beban pikiran sama sekali. Dan Tao suka melihat wajah Chanra yang seperti itu.

Tao sendiri tidak mengerti bagaimana bisa ia menaruh perasaannya pada Chanra secepat ini. Rasanya ia baru saja mendeklarasikan diri untuk menjaga dan melindungi gadis yang sebelumnya berstatus sebagai kekasih dari gege-nya ini sebulan yang lalu, tapi mengapa perasaannya terasa begitu dalam pada Chanra?

Tapi Tao tau, Chanra masih belum bisa menaruh perasaannya sepenuhnya pada Tao. Tao sadar Chanra mulai membuka hatinya untuk Tao dengan merespon perlakuan-perlakuan Tao hari ini, meskipun ia tahu ada bagian di hati Chanra yang masih menyimpan rasa cintanya untuk Yifan.

Chanra butuh waktu, dan Tao mengerti tentang hal itu.

Tangannya kanan Tao terangkat. Ia merapikan rambut panjang Chanra yang menutupi wajahnya lalu mengelus pipi Chanra dengan jari telunjuknya pelan, dan tanpa sadar menyunggingkan senyumnya.

“Kuharap kau cepat menyadarinya, Chanra-ya.”

***

Yaaaay akhirnya bisa nyelesein ff taora pertama ini wkwkwkwk

maaf yaa lama bingit. Aku seminggu ini sibuk di pelatihan paskibraka dan ngga sempet buka laptop-_- untung ada libur lebaran, jadi aku sempetin deh buat nyelesein ini hohoho

Aku no comment lah buat ff ini. pokoknya aku minta maaf yaaa kalo ini ff ngebosenin dan (as usual) kecepetan wkwkwk

Daan karena ini FF perdana TaoRa, ngga aku protect. buat TaoRa selanjutnya bakal aku protect hehehehe

Oh iya, Ra mewakili INDAYLee girls mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri yaaa semuaaa. Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Kita minta maaf yaa kalo kita melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hati kalian semua 😉

Gamsahamnidaaaa^^

XOXO,

Ra

Advertisements

41 thoughts on “[TaoRa Affair] Secret Fling

  1. scil says:

    OMG UNYU BANGET e.e
    cepaat cepaat kasih konflik karena rumornya kris mau balik. LolxD
    Atau gak chanra ngeliat teasernya kris terus nangis nangis atau dia ngeder rumormya kris yang sama siapatuh cewe yang difilmnya gitu. HAHAHAHA. #hebohsendiri

  2. hyena says:

    Waaah sweet banget tao nyaaa. Soalnya tao kan kgk keliatan bisa sweet kaya gituu *eeehh. Ya semoga aja chanra bisa cepet menyadari perasaan tao deeh. Kasian juga chanranya udah sakit ati terus gara” kris oppa. Ditunggu next nya ra eon ..

  3. songminhyo says:

    Untung aja walaupun ga baca ff yang castnya Chanra-Kris, masih bisa ngerti ff ini.
    Duhh, Tao… Mengambil kesempatan dalam kesempitan /.\ semoga Tao bisa ngebantu Chanra untuk ngelepasin Yifan, dan Chanra bisa ngebuka hati buat Tao. Hihihihi XD
    Kak, karena alurnya sudah terlanjur kecepatan, gimana cerita lanjutannya atau 2-3 cerita kedepan langsung dibikin konflik? XD atau pas Chanra sudah bisa buka hati buat Tao, tiba-tiba Yifan datang. Hahahahaha.. Bener-bener suka konflik yang beginian. Lol XD
    Udah duluu deh.. Lanjutannya di tungguya kak..fightingg! ^^

  4. hana ardhani says:

    yaampun sosweet ;-; tao nya dewasa banget disini xD ya semoga chanra bisa buka hatinya buat tao yang udah naksir sama dia.Ini kan masih pdkt,tapi skinshipnya udah wow apalagi nanti kalo resmi pacaran hihihi .Keep writing eonn ditunggu ff taora yang lainnya~

  5. Daeshi Lee says:

    Couple ini lucu banget krna kekanakan gt ya dua2nya. Tao kan masih anak2 bgt Chanra juga. Pendekatan Tao perlahan tapi pasti hahahahaha
    bagus lah Chanra mulai buka hati untuk Tao. Daripada terus2an nunggu yg ga pasti dari Yifan yg jauh disana kwkwkwk
    smoga Chanra cepat paham dengan perasaannya sndiri dan perasaan Tao utknya. Berharap byk sm padangan ini krna ya keunikannya mreka berdua masih sama2 childish bgt jd pengen tau style hubungannya kayak gimnana kkkk
    fighting ~

  6. Rani sasi says:

    Aaaa So Sweetnya 😉
    Tulisanya rapi dan feelnya dapet banget 🙂
    Like it lah 🙂
    ohh iya aku readers baru izin gabung ya 😉 Makasih 🙂

  7. ohsandal says:

    hallo^o^ dulu waktu chanra sama yifan aku gg pernah baca ff author, tapi ini karna tokoh cowoknya tao aku mulai baca .-. sebenernya kurang pas sama profil chanranya sebagai adik chanyeol, soalnya chanyeol cuman dua bersaudara. mungkin kalau chanra sebagai adik sepupu chanyeol terasa lebih pas. gg tau sih dulu gimana cerita yifan dan chanra, tapi aku mau nikmatin cerita tao dan chanra aja^^

  8. minjoongsoo says:

    O.o affair dari judulnya aja udah bikin greget, Akhirnya Tao bisa punya pasangan berkat kris.. –”

    Semangat!! Buat lanjutin ceritanya eonni, aku dari tadi baca ff ini greget banget… Hohoho.

    Penasaran sama lanjutannya. XD

  9. shantyjung says:

    Tao ini so sweet banget… ya ampunnn…demi apa.. taora msh penjajakan yg berawal manis….

    Aaa… buat INDAYlee girls,, minal aidzin walfaidzin jga yah.. maaf lahir dan batin… ^^

  10. ririna says:

    waaah… mulanya agak ragu sama couple ini :3
    secara..tao gitu, baby tao XD
    ternyata tuh anak kalo diceritain romantis ya cocok jg laaah..
    daebak thor, next part ditunggu :3

  11. kimsohee says:

    So sweet………..serius eon aku baca ini senyum-senyum sendiri yaampun seneng deh chanra udah mulai bisa buka hatinya buat tao semangat buat couple ini hehehe ^o^

  12. hyo1 says:

    WAAA… tao nya so sweet bngt, feel nya juga dpt bngt thor. jadi suka banget sama couple ini. ditunggu taora affair lainnya thor
    FIGHTING!!!!

  13. Ryeo Uci says:

    oh oh ohh so sweet y tao…
    g nyangka ternyata tao punya feeling sm chanra…
    krisnya kmn y??
    kasian juga sih perasaa chanra d gantung sm kris yg hilang entah kemana hehee
    yah walaupun aq ga tau crita couple kris n chanra py d sini feelnya dpt bgt y

  14. winnurma says:

    ahh taora pasangan unyu
    si tao nya romantis gitu chanra nya masih bgung plus malu malu
    kkkk mengobati kegalauan lah
    fighting eonni

  15. sriihayatii says:

    aduh chanra cepet buka hatimu buat tao, si tao nya udah sweet begitu 🙂 TaoRa fighting!! 🙂
    next TaoRanya ditunggu eon 😀

  16. sehunyehetxx says:

    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA INI SWEET BANGET OMG ASDFGHJKL
    baru awal aja udah gitu:”)

    Terharu(?) juga ke Tao, udah mau gantiin posisi gege-nya yang…….. ya gitu deh.

    Pengen cepet ada konflik gitu~~ :> terus kan rumornya Kris mau balik, lah kalo balik beneran TaoRa gimana ini.___. Tapi gak mau banyak berharap dulu deh :’) #eaa(?)

    cepet dilanjut aja xD unyu bangets soalnya:3

    Keep writing, Ra eon! Hwaiting~ xx

  17. EkaMentarii ♡ (@Echaaaa92) says:

    annyeonghaseo ^^
    ikutan nimbrung yah .

    qu suka bgt ama cerita nya mskipun ga tau cerita awal chanra-yifan tapi suka bgt ama pairing tao-chanra .

    tao suka bgt bikin chanra kaget ama kelakuan nya, berharap semoga tao-chanra bisa jadian n chanra ga balikan ama yifan #ehh

    author Indaylee ijin baca FF Taora dan Seyeol,ntar kalo di potek ijin juga mnta pw nyA hehe

  18. nadya says:

    Susah ya buat chanra buat ngelupain yifan. Itu juga yg dirasain fans nya yifan. Semoga tao nya gak sakit hati. Semangat tao. Jgn patah semangat ya

  19. Yoo says:

    Aseeek taora akhirnya diresmikan *ngebor* awalnya aja udah skinship sweet gitu apalagi nanti kalo jadian huahaha, tao pdkt nya mantep ya langsung on target ga pake shy shy cat. Selamat deh buat abang tao akhirnya otw punya pacar, semoga sama chanra langgeng yaa. Lian selalu mendoakan kalian, asek asek jos XD

    Segini aja komennya, lewat hp ga bisa panjang panjang 😥 pokoknya welcome taoraaaaa! 😀

  20. H2 *Hana* says:

    eonni~~~ taora emang bagus banget feel nya dapet bgt eon.
    tapi pas baca masih terbayang yichan.jadinya rada galau tau eon.
    keep writing eon..Fighting!!! ^.^

  21. Laksita Rahma says:

    Baca ini jadi inget Yifan. Ya ampun yifan when you comeback? 😥 Oke kembali ke topik. Salut banget sama Tao dia berusaha mati matian ngegantiin gege nya buat si Chanra. Yah semoga Chanra cepet membuka hatinya untuk Tao. Tao kamu fighting!! Disini Tao nya sosweet, pingin deh jadi Chanra 😀
    Oke. Ra aku tunggu TaoRa selanjutnya. Keep writing 🙂

  22. elsacessara says:

    OMG couple ini manis banget >< biasanya chanra adegan panas mulu/? eh ini jd kayak abg baru pacaran masih malu2 gitu haha 😀 bagus lah ini pokoknya. Buruan dilanjut ya thor, fighting! ^^

  23. lollicino says:

    Wekekekekekekekek baru mikir TaoRa, tautau Affair muncul di layat hp. Wah panjang umur nih TaoRa 😁😁😁

    yah baguslah mereka udah mulai pedekate dan nampaknya proses pedekate bakal cepet. Uah, Tao nggak jones lagi, dulu kan kerjaannya nempel ama Yifan terus 😂😂😂

    seperti biasa ffnya Ra eonnie emang selalu bikin degdegan pas bagian lope lope di udaranya 💕 nunggu bentar lagi nih TaoRa skinshipnya mungkin kayak YiChan 😁😁😁

    Semangat ya eonnie, nulis TaoRa! ✊✊

  24. Lee Hye Ran says:

    Apaini apaini aduh yaampun! Gabakal ngira Tao bisa jadi se sweet ini. Ini demi apapun sweet banget!😅

    Aku jarang baca ff romance Tao soalnya muka dia agak ga cocok /MAAFKAN AKU HUANG ZITAO! JANGAN TENDANG AKU/ tapi kali ini aku baca…..well, emang masih mencoba sekuat tenaga untuk membayangkan Tao ngelakuin itu dan yah akhirnya aku sadar….dia cocok juga kalo jadi cast ff romance. DAN AKU TERNGANGA AKSI SKINSHIP DIA BISA SEBERANI ITU SAMA CHANRA. Progressnya bakalan cepett sepertinya.

    Ohya eonni, berhubung castnya Tao, agak dibikin rada koplak dikit, soalnya kan yah eonni tau Tao kan, our panda baby! Well, saran aja sih, kalo ngga jg gapapa kok aku tetep menikmati ceritanya *nyengir kayak chanyeol* okedeh, kepanjangan kayaknya jadi…babayyy! Sampe ketemu di affair berikutnya!😘

  25. vanillaritrin says:

    Ini entah kenapa aku lebih ngefeel ahaha
    Iya sih pasti ga gampang buat ngegeser posisi yifan tapi hwaitinglah tao!
    Chanra ailapyuuu

  26. Anita says:

    ehem ehem makin lancar aja pdkt tao kkk
    ayo ra move on ke tao dong kkk
    mereka itu lucu 😀 ga kebayang deh wajah tao yang kadang nyeremin dan manja bisa jadi dewasa gini 😀

  27. natasya says:

    waktu tau kl yichan ga bakal happy ensjng,aku memutuskan/? sengaja ga baca yichan series..ga kuat soalny baca ff yg sedih2.

    aku senang sm si tao yg meu berusaha sm chanra,pengertian bngt zitao sm chanra..hehe.
    skinshipny udh lmayan lh pdhl baru dkt…
    chanra emg ratu skinship d antara tmen yg lain kykny…

Leave a Reply to songminhyo Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s