[YiChan Récit] A Farewell

a farewell

Ra | Park Chanra (OC), EXO member(s), Indaylee girls (OC) | Oneshot | Canon

Good bye may seem forever. Farewell is like the end, but in my heart is the memory and there you will always be.” – Walt Disney

© Indayleeplanet 2014

***

Wake up, Éliane.”

Chanra dapat merasakan sebuah tangan tengah mengelus pipinya dengan lembut, membuatnya terpaksa mencoba membuka matanya yang masih lengket satu sama lain secara perlahan.

Don’t you miss me? I miss you, a lot.”

Suara itu. Suara khas yang tak akan pernah ada yang menandingi. Suara yang terdengar seperti lullaby di telinga Chanra yang selalu membawanya kedalam ketenangan. Suara favorite Chanra yang tak akan pernah tergantikan.

Chanra terhentak kaget. Ia langsung membuka matanya dan terduduk begitu mendengar dengan jelas kalimat kedua itu dan membulatkan kedua matanya tak percaya. Kedua tangannya menutup mulutnya yang menganga lebar, tak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat saat ini.

Yifan dengan gaya khas-nya tengah duduk didepan Chanra dengan santai, tersenyum sambil mengacak-acak rambut Chanra yang sudah berantakan, “Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu, Éli-ya? Ada yang salah dengan wajahku?”

Chanra benar-benar tidak percaya dengan hal ini. Apa Chanra sudah tidak waras? Bagaimana mungkin Yifan bisa ada dihadapannya saat ini? Apakah ini hanya imajinasi Chanra saja?

“Apa…yang kau lakukan disini…Wu..Yifan?” Tanya Chanra dengan terbata-bata.

“Aku?” Yifan menunjuk dirinya sendiri lalu tertawa pelan,“Tentu saja bertemu denganmu, Éli-ya. Memangnya mau apa lagi?”

Yifan tiba-tiba menarik Chanra, mencium dahi Chanra cepat sebelum akhirnya membawanya kedalam dekapan hangat-nya, “I miss you so much, Éliane. Sangat-sangat merindukanmu sampai rasanya aku akan mati jika tak bertemu denganmu saat ini juga.”

Air mata yang sudah membendung dipelupuk mata Chanra akhirnya runtuh dan mengalir di pipinya deras, diikuti oleh isakan pelan yang lama-kelamaan menjadi kencang. Chanra tak bisa membendungnya. Ia benar-benar ingin menangis.

Chanra benar-benar merindukan Yifan. Ia merindukan tatapan dalam penuh kasih sayang yang terpancar dari kedua mata Yifan, jemari-jemari besar yang selalu menyentuhnya dengan lembut dan penuh kasih sayang, aroma khas Yifan yang selalu menjadi heroin-nya, lengan panjang yang selalu terbuka dan siap memberi pelukan hangat kapanpun, kata-kata romantis yang keluar dari mulut Wu Yifan-nya itu, ia benar-benar merindukan setiap bagian dari diri Yifan.

Masa bodoh dengan tidak waras atau imajinasinya yang sudah kelewat batas, Chanra tak peduli. Yang ia pedulikan saat ini hanyalah melepas kerinduan mendalamnya pada kekasihnya, pada orang yang sangat-sangat ia sayangi itu.

Uljima,Éli-ya.” Yifan merenggangkan dekapannya dan sekali lagi mengecup dahi Chanra, membiarkannya selama beberapa detik lalu melepasnya perlahan,”Sudah cukup menangisiku. Jangan menangis untukku lagi.”

Chanra memejamkan matanya dan menangis semakin menjadi. Tangannya terangkat lalu mulai memukul-mukul dada Yifan dengan lemah dan berteriak dengan suara parau, “Wae, Wu Yifan? Kenapa kau seperti ini? Kenapa kau menghilang? Kenapa kau meninggalkanku sendirian? Tell me!!”

Yifan mengusap air mata Chanra yang tak kunjung henti dengan ibu jarinya, “Maafkan aku.”

“Maafkan aku karena tiba-tiba menghilang darimu. Maafkan aku karena tiba-tiba meninggalkanmu sendiri tanpa sepatah kata apapun. Maafkan aku karena aku tidak mengatakan sesuatu tentang hal ini padamu. Aku benar-benar menghancurkan hatimu, Éli-ya. Aku benar-benar menghancurkan kehidupan orang yang benar-benar aku cintai. Maafkan aku, Éli-ya…Aku tahu kata maaf tak akan pernah bisa mengembalikan hatimu menjadi utuh lagi, Éli-ya. Aku tahu. Tapi, tolong terimalah permintaan maafku ini… Tolong maafkan aku.”

“Aku harus pergi sekarang, Éli-yaMianhae. Tolong jaga dirimu baik-baik.”

Yifan menarik kepala Chanra dan mulai mengecup dahi Chanra, lalu turun ke kelopak mata dan kedua pipi Chanra dan sempat berbisik pelan pada Chanra, “Saranghae.” Sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya ke bibir Chanra dengan lembut.

Hingga akhirnya, Chanra tidak merasakan apapun lagi dan membuka kedua matanya yangbasah dan nafas yang terengah-engah.

Mimpi ternyata jauh lebih menyakitkan daripada sebuah kejadian nyata.

***

Chanra menatap bayangan dirinya di cermin, memastikan baik pakaian ataupun rambutnya sudah rapih dan siap untuk keluar dari apartementnya. Ia mengambil kunci mobil dan ponselnya lalu mengirimkan sebuah KakaoTalk kepada Chanyeol dengan cepat sambil memutar kenop pintu apartmentnya.

Oppa, aku menuju ke dorm kalian sekarang.

Setelah bermimpi tentang Yifan yang membuatnya kembali menangis semalaman, Chanra memutuskan untuk pergi mengunjungi apartment EXO dan memperbaiki mood-nya dengan berkumpul bersama mereka.

Sebenarnya Chanra tahu, mengunjungi dorm EXO bukanlah pilihan yang tepat, mengingat banyak sekali kenangan antara Chanra dan Yifan disana yang pastinya akan membuat air mata Chanra mengalir lagi. Tapi Chanra tak ada pilihan lain. Sahabat-sahabatnya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, dan Chanra merasa tak enak mengganggu mereka meskipun Nayeon dan Jaehee mengatakan kalau ia bisa meluangkan waktunya untuk membantu Chanra menaikkan mood-nya.

Ditambah lagi, Chanra merasa badannya sedikit kurang sehat. Suhu tubuhnya diatas rata-rata orang normal, kepalanya terus berdenyut dan membuatnya tak nyaman melakukan aktivitas apapun dan membuatnya merasa harus bersama orang lain, takut-takut kalau tiba-tiba kondisinya memburuk dan membutuhkan bantuan orang lain, sehingga gadis itu tak punya pilihan lain selain datang ke dorm EXO.

***

Chanyeol langsung meyambut Chanra dengan sebuah pelukan erat begitu Chanra sampai didepan dorm EXO, melepas kerinduannya dengan adiknya setelah cukup lama tidak berhubungan sama sekali.

“Sebenarnya hari ini aku berencana untuk mengunjungi apartmentmu, Ra-ya.”

Keurae? Kalau begitu aku akan kembali ke apartmentku dan menunggu oppa datang.” Canda Chanra dan membuat keduanya tertawa bersamaan.

“Oh,Chanra-ya.” Chen, Baekhyun, dan Xiumin yang sedang menonton televisi di ruang tengah langsung berdiri dan memeluk Chanra secara bergantian dan mempersilahkan Chanra untuk duduk di sofa.

Chanra terdiam, iris matanya melihat sebuah pintu kaca yang tertutup oleh tirai putih yang terletak di samping sofa tempat Chanra duduk saat ini. Pintu itu, pintu pembatas antara ruang tengah dorm dengan sebuah balkon. Balkon yang menghadap jalan dengan pemandangan yang enak untuk dinikmati. Balkon favorite Chanra dan Yifan untuk menghabiskan waktu berdua.

Pikiran Chanra langsung melayang jauh ke ingatan-ingatan lamanya. Ia ingat. Waktu itu, setelah menonton konser Shinee bersama Nayeon, Hana, dan member EXO –yang terjadi secara tidak sengaja-, kekasihnya secara tiba-tiba menariknya ke balkon itu dan berargumen kecil yang berakhir dengan Yifan mencium Chanra untuk pertama kalinya dan membuat kerusuhan di dorm.

Dan saat itu, Yifan berjanji akan selalu menjaga Chanra meskipun jarak memisahkan mereka berdua.

Tanpa sadar, Chanra menarik ujung bibirnya dan tersenyum masam, kau tak akan menepati janjimu itu padaku, Wu Yifan?

Gwenchana Chanra-ya? Kau memikirkan sesuatu? Dan kau sedikit pucat. Kau sakit?” Pertanyaan Chen berhasil membuyarkan lamunan Chanra dan membawa Chanra kembali ke kenyataan.

Ayolah Park Chanra! Kau ‘kan kesini untuk mengembalikan mood-mu! Lupakan semua itu dan bersemangatlah!

Chanra menggelengkan kepalanya sambil menyunggungkan senyumnya, “Ani,Oppa. Gwenchana.”

Jinjja? Tapi sepertinya sesuatu sedang mengganggu pikiranmu.” Timpal Baekhyun.

Chanyeol –yang duduk disamping Chanra menatap Chanra nanar. Chanyeol –mungkin sebenarnya semua yang ada di ruang tengah- tahu dengan pasti apa yang ada didalam pikiran Chanra saat ini. Adiknya pasti sedang memikirkan kekasihnya. Ia pasti akan langsung teringat dengan kenangan-kenangan antara Chanra dan Yifan jika masuk kedalam dorm ini, tak jauh berbeda dengan yang dialami oleh para member EXO yang lain.

“Ra-ya… Kalau kau ingin membicarakan tentang hal itu, kami siap-“

Mwoya,oppa? Membicarakan hal apa?” Chanra dengan cepat memotong ucapan Xiumin, dan mencoba mengganti topik pembicaraan, “Ah,Baekhyun oppa, bagaimana persiapan musical-mu?”

Dan berhasil. Baekhyun dengan penuh semangat menceritakan tentang semua persiapan dan pengalamannya selama berlatih untuk musical pertamanya panjang lebar. Dan beberapa pengalaman lucunya benar-benar membuat member EXO yang ada disana tertawa dan menaikkan mood Chanra menjadi lebih baik.

Mood Chanra benar-benar membaik. Semua beban pikiran dan rasa sakit kepala Chanra benar-benar terlupakan dan digantikan oleh rasa bahagia yang membuncah. Dan Chanra benar-benar bersyukur bisa mengenal mereka semua.

Setelah Baekhyun menyelesaikan ceritanya, Chanyeol tanpa disuruh mulai bercerita tentang hal-hal konyol dan terkadang sampai mempraktekannya dihadapan mereka. Kai, dan Sehun yang baru saja menyelsaikan latihannya langsung bergabung, begitu juga dengan Suho dan Tao yang baru saja keluar dari kamar dan ikut terhanyut dengan banyolan Chanyeol yang tak ada duanya.

Tao tampak terkejut Chanra ada diantara para member EXO. Lebih tepatnya, Tao terkejut melihat Chanra berada di dorm EXO saat ini. Ia tahu, banyak kenangan antara Chanra dan Yifan di dorm ini, dan pasti akan membuat Chanra sakit hati. Tao saja benar-benar merasa sedih ketika ia mengingat kenangannya bersama Yifan di sini dan ingin sekali keluar dari dorm dan melupakannya. Tapi apa yang dilakukan gadis ini di dorm? Apakah Chanra memang sengaja datang ke dorm untuk kembali mengingat kenangannya dengan Yifan karena ia rindu dengan Yifan?

“Yifan hyung…”

Satu kata yang tiba-tiba keluar dari mulut Suho itu berhasil membuat semua orang terdiam dan langsung menatap Suho dengan tak percaya, tak percaya kalau leader mereka tiba-tiba menanyakan –yang sudah menjadi rahasia umum- hal tabu bagi Chanra.

Chanra yang sedang tertawa seketika mematung dan diam. Jantungnya langsung berdetak cepat, pikiran-pikiran tentang Yifan langsung terlintas di kepala Chanra dan membuat kepalanya kemali berdenyut. Rasa bahagia yang baru saja ia rasakan seakan lenyap ditelan bumi.

Suho menatap Chanra dengan tatapan penuh harap dan cemas. Suho tahu. Suho tahu ia tak seharusnya menyinggung nama Yifan pada Chanra. Ia tahu bukanlah hal yang bijak membuat Chanra kembali mengingat tentang Yifan.

Tetapi, Suho tak punya pilihan lain. Ia benar-benar merindukan sahabatnya itu. Ia benar-benar ingin tahu keadaan teman sesama leader-nya itu. Dan Suho tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengetahui kabar Yifan selain bertanya kepada Chanra yang notabene masih berstatus sebagai kekasih Yifan.

“Chanra-ya…apakah Yifan hyung…menghubungimu?”

Chanra benar-benar merasa jantungnya dihujam oleh seribu jarum secara bersamaan.

Rasanya Chanra ingin menangis. Mengingat bahwa dirinya adalah seorang kekasih dari Yifan dan tidak mendapat kabar apapun dari kekasihnya tentang hal ini membuat dirinya kembali hancur berkeping-keping. Fakta bahwa dirinya tak mendapatkan kabar apapun dari kekasihnya semenjak berita itu keluar benar-benar hal yang sangat menyakitkan.

Hyung.” Tao menegur Suho, merasa jika pertanyaan Suho adalah pertanyaan yang menyakitkan bagi Chanra.

Suho tak menghiraukan teguran dari Tao dan melanjutkan pertanyaannya, “Mianhae Chanra­-ya, aku harus menanyakan hal ini padamu. Apa Yifan mengabarimu? Bagaimana keadaannya? Apa-“

Oppa, Mianhae.” Chanra memotong pertanyaan Suho dengan cepat. Ia tak sanggup. Ia tak sanggup mendengar pertanyaan dari Suho yang terdengar menyakitkan untuknya.

Chanra menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya, lalu menyunggingkan senyumnya dengan terpaksa, “Wu Yifan tak menghubungiku sejak berita itu keluar. Jadi, aku tak tahu bagaimana kabar Wu Yifan,oppa. Jeongmal mianhae, Junmyeon oppa.”

***

Semuanya hanyut dengan pikirannya masing-masing.

Suasana menjadi sunyi dan canggung setelah Chanra menjawab pertanyaan Suho dengan senyuman penuh arti yang berhasil membuat semua orang yang ada disana merinding, senyum penuh kesedihan yang mendalam.

Tao terus memperhatikan Chanra yang tengah menyenderkan kepalanya ke bahu Chanyeol. Tatapan Chanra kosong dan tampak kedua matanya berkaca-kaca menyiratkan kepedihan yang ia rasakan di lubuk hatinya.

Tao tahu perasaan itu. Rasa sakit yang terpatri di hatinya ketika orang yang ia anggap sebagai kakaknya itu tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa satu kata-pun, ketika orang terdekatnya menghilang dan membuatnya begitu hancur dan sakit. Tao juga merasakan kepedihan itu. Dan ia yakin, sakit yang dirasakan oleh Chanra besarnya seratus kali lipat rasa sakit yang dirasakan olehnya.

Chanra bisa merasakan kepalanya kembali berdenyut dan membuatnya harus menyenderkan kepalanya ke bahu Chanyeol sebagai tumpuan. Kepalanya benar-benar serasa habis ditimpa oleh beban yang sangat berat.

Hal-hal yang menyangkut tentang Yifan saat ini menguras seluruh tenaga maupun mental Chanra. Sedikit saja mendengar sesuatu tentang Yifan, Chanra akan langsung berpikir keras dan membuatnya terpuruk. Ia tahu seharusnya ia berusaha untuk move on dan melupakan masalah ini. Tapi, masih terlalu cepat untuk menyembuhkan sebuah luka yang begitu dalam, ‘kan?

Saat Chanra hanyut dalam pikirannya sendiri, Chanra sampai tak sadar jika dari hidungnya mengalir cairan berwarna merah pekat yang menetes dan mulai mengotori sweater yang ia kenakan.

Omo! Chanra-ya! Kau mimisan!” Xiumin memekik, membuat Chanra segera sadar dan langsung menutup lubang hidungnya dengan tangan. Member yang lain-pun langsung berteriak heboh dan panik melihat darah yang keluar dari hidung Chanra semakin banyak dan tak mau berhenti.

Chanyeol mengambil tisu yang ada di meja dan langsung membantu Chanra mencoba menghentinkannya sambil menatap adiknya dengan khawatir, “Gwenchana? Tidak biasanya kau mimisan.”

Chanra menganggukkan kepalanya pelan. Rasa sakit dikepala Chanra benar-benar semakin parah dan tak tertahankan, “Oppa. Apakah oppa punya aspirin? Aku membutuhkannya.”

Suho mengangguk, “Ada didapur. Kau hentikan dulu mimisanmu, Chanra-ya.”

Chanra menganggukkan kepalanya dan segera bangkit dari sofa yang ia duduki sambil tetap menutup hidungnya yang terus mengalirkan darah. Chanyeol ikut berdiri dan mengikuti Chanra yang tergesa-gesa berjalan menuju wastafel yang terletak di sebelah dapur.

Semuanya terjadi begitu cepat ketika tubuh Chanra tiba-tiba oleng, membuat Chanyeol reflek bergerak mendekati Chanra lalu dengan sigap menangkap dan langsung mengangkat tubuh Chanra yang sudah terkulai lemah tak sadarkan diri.

“HYUNG! CEPAT PANGGIL AMBULANS!”

***

Chanra mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan, mencoba memfokuskan pandangan matanya yang tidak jelas dan kabur. Ia bisa merasakan suatu benda dimasukkan ke lubang hidungnya, mengalirkan oksigen dan membantunya bernafas lebih nyaman. Ia mengangkat tangan kirinya dan mendapati selang infus menusuk punggung tangannya dan membuatnya sadar kalau dirinya tengah berbaring di kasur sebuah rumah sakit.

“Chanra-ya! Kau sudah sadar? Sebentar, akan aku panggilkan dokter! Jaehee onnie, Park Chanra sudah sadar!” Nayeon yang sedang mengupas apel di kursi yang berada tepat disebelah Chanra langsung memekik kelewat bahagia, dan tanpa menunggu apapun langsung meletakkan apel serta pisaunya dimeja dan beranjak keluar dari kamar inap VIP Chanra dan memanggil dokter untuk memeriksanya.

Jaehee yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri tempat tidur Chanra dan tersenyum lega, “Syukurlah kau sudah sadar. Kau merasa lebih baik, Chanra-ya?”

Chanra menganggukkan kepalanya, “Gomawo, onnie.”

Nayeon lalu kembali bersama dokter yang langsung mengecek keadaan Chanra dan memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.

“Dia sudah membaik. Tapi ia masih butuh istirahat disini sampai besok untuk memastikan jika dia sudah benar-benar pulih. Dan jika Chanra­-ssi ingin keluar, gunakan kursi roda. Akan lebih aman jika ia keluar menggunakan kursi roda karena kemungkinan ia masih belum stabil.” Ujar dokter itu singkat lalu membungkukkan badannya dan keluar dari kamar inap Chanra.

Setelah dokter keluar dari kamar, Nayeon kembali duduk di kursi sebelah kasur Chanra dan membantu Chanra untuk duduk bersender di kasurnya. Sedangkan Jaehee langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Suho untuk memberi tahu keadaan Chanra saat ini.

Ya. Kau seharusnya bilang padaku kalau kau sakit. Aku bisa merawatmu, Ra-ya. Kau mau membuatku khawatir eoh?” Ujar Nayeon sambil memukul pelan lengan Chanra.

“Kau sibuk, Nayeon-ah. Aku tak ingin merepotkanmu.”

“Merepotkan mwoya? Aku bisa meluangkan waktuku Chanra-ya. Dan juga, lebih baik aku kerepotan merawatmu daripada melihatmu terbaring di rumah sakit.”

Chanra tersenyum mendengar ucapan yang Nayeon, “Gomawo, Nayeon­-ah

“Hana, Hanji, Lian dan yang lain baru saja turun dari mobil.” Jaehee mengakhiri panggilannya dengan Suho, lalu ikut duduk bergabung bersama Chanra dan Nayeon.

“Kau tahu tidak betapa takutnya aku saat Junmyeonmenelponku dan bilang kau dilarikan ke rumah sakit?”

Arraseo. Maaf telah membuat kalian semua khawatir.” Ujar Chanra dengan suara parau.

“Tentu saja kau membuat kami khawatir, Chanra-ya. Kau pikir tubuhmu itu baja atau bagaimana?” Nayeon menatap Chanra sebal, ia menarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan kalimatnya, “Mianhae Chanra-ya. Aku tahu kau benar-benar merindukan Yifan gege, tapi kau tak boleh menyiksa dirimu sendiri seperti ini.”

Chanra terdiam.

Semua pikiran tentang kekasihnya itu tiba-tiba kembali masuk kedalam pikirannya dan membuat perasaannya tercampur aduk. Dan tanpa ia sadari, air mata sudah mengalir dari pelupuk mata-nya.

Keunyang…” Chanra mengangkat tangannya dan menghapus bulir air mata di pipinya, “Wu Yifan-i…neomu bogoshiposo…”

Ottohke Onnie, Nayeon­-ah? Aku benar-benar ingin bertemu dengannya saat ini dan aku tak bisa melakukan apa-apa.”

Tepat saat Chanra mengakhiri kalimatnya, pintu ruang inap Chanra terbuka lebar. Hana, Hanji, Lian dan member EXO masuk dengan membawa beberapa bungkus makanan dan satu buket besar berisi bunga favorite Chanra.

“Chan –ya wae keurae?” Hanji yang berada di paling depan terkejut begitu melihat sahabatnya itu meneteskan air mata.

Chanra langsung tersenyum begitu Hanji dan yang lainnya mendekati Chanra, “Ani. Aku hanya tersentuh kalian semua bisa datang kemari.”

Nayeon menatap Chanra bingung. Padahal jelas-jelas barusan Chanra menangis dan bilang kalau ia merindukan kekasihnya. Tapi, kenapa sekarang ia justru bilang kalau ia tersentuh karena melihat kedatangan Hanji dan yang lain?

Mwo-“ Jaehee tiba-tiba menyentuh tangan Nayeon, menghentikan ucapan Nayeon yang bisa dengan mudah ia tebak lalu menggelengkan kepalanya ketika Nayeon menatap Jaehee kaget.

Jaehee mengerti. Ia mengerti mengapa Chanra berbohong tentang hal ini. Chanra tak mau membuat semua orang khawatir padanya. Ia juga pasti tak ingin menambah beban pikiran member EXO tentang hal ini, mengingat jadwal mereka yang padat dan diharuskan untuk berkonsentrasi penuh.

“Ra-ya~” Chanyeol langsung menghampiri Chanra dan memeluknya begitu ia melewati pintu ruang inap Chanra, “Syukurlah kau sudah bangun. Sudah baikan?”

Chanra hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Chanyeol. Melihat dan mendapat pelukan dari kakaknya ini, entah mengapa membuat air mata Chanra mengalir semakin deras. Semua pikiran dan rasa sedih Chanra benar-benar ia lepaskan lewat tangis kali ini.

Chanyeol merenggangkan pelukannya begitu sadar adiknya menangis, dan mengusap pipi Chanra dengan satu tangan, “Waeyo? Gwenchana?”

Uljjima, ne?” Chanra hanya menganggukkan kepalanya lagi. Chanyeol melepas pelukannya, ia lalu mengangkat kepala Chanra dan mencium dahi adik satu-satunya itu.

***

Setelah tangis Chanra mereda, semua orang yang berada di ruang inap Chanra kembali beraktivitas seperti biasanya. Baekhyun mengeluarkan banyolan konyolnya yang selalu berhasil membuat Xiumin, Sehun dan Chanyeol yang mendengarkan cerita Baekhyun tertawa terpingkal-pingkal.

Para member EXO yang lain tampak sedang menikmati waktunya bersama kekasihnya. Kyungsoo dan Nayeon duduk bersama di sofa sambil mengobrol dan sesekali tertawa bersama, Luhan tampak sibuk membujuk Hanji yang berdiri di dekat jendela ruangan yang masih mengamuk perihal penampilannya waktu itu. Kai sedang tertawa puas karena berhasil menggoda Hana dan membuat Hana tersipu malu, sedangkan Suho dan Jaehee berdiri berhadapan di ujung ruang inap Chanra dan tampak membicarakan sesuatu dengan serius.

Sedangkan Tao –yang sedari tadi hanya duduk di kursi di samping kasur Chanra- tampak sibuk dengan ponselnya. Sekali-kali ia membuka aplikasi KakaoTalk-nya dan membuka salah satu Chat yang berada di paling atas, Chat dengan Wu Yifan.

Saat perjalanan ke rumah sakit untuk menjenguk Chanra, Tao benar-benar merasa sangat khawatir dengan keadaan Chanra. Dan terselip juga rasa kekecewaan yang sangat besar kepada Yifan. Tao tak habis pikir, Yifan memang pergi meninggalkan EXO secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan, Tapi bagaimana bisa ia juga tak mengatakan hal ini pada kekasihnya sendiri? Bahkan sampai detik ini juga ia tak memberikan kabar apapun pada Chanra. Setega itu kah orang yang Tao anggap sebagai kakaknya sendiri itu?

Dan rasa penasaran Tao begitu kuat akan bagaimana reaksi Yifan saat tau kekasihnya masuk ke rumah sakit, sehingga ia mengirimkan sebuah pesan lewat KakaoTalk kepada Yifan.

Ge, Chanra tak sadarkan diri di dorm tadi siang dan sekarang ia di rumah sakit.

Dan sampai saat ini tak ada balasan dari Yifan sama sekali dan membuat Tao semakin kecewa.

“Zitao ge.”

Tao mengalihkan pandangannya kearah Chanra yang tiba-tiba memanggilnya dengan suara pelan, “Wae, Chanra-ya? Ada sesuatu yang kau butuhkan?”

Ani.” Chanra menggelengkan kepalanya, “Hanya memanggil gege saja.”

Tao meng’oh’kan jawaban Chanra sambil menganggukkan kepalanya. Ia lalu kembali membuka ponselnya, dan setelah memastikan tak ada pesan masuk, ia mengunci ponselnya lalu memasukkannya kedalam saku celananya, berniat untuk mengobrol dengan Chanra.

Saat ia kembali melihat Chanra, ia mendapati Chanra sedang menatap sahabat-sahabatnya tengah bersama dengan para kekasihnya dengan tatapan…iri? Tao sendiri tak yakin dengan arti tatapan itu. Tapi, ia mengerti apa yang dirasakan oleh Chanra saat ini.

“Chanra-ya,” Chanra menoleh, “kau ingin keluar sebentar?”

Chanra mengangkat alisnya, tidak mengerti dengan ajakan Tao.

“Err…mencari udara segar?” Lanjut Tao.

Chanra lalu menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia juga merasa lebih baik ia keluar dari kamarnya inapnya ini, sebelum tangisnya kembali meledak karena rasa rindu pada kekasihnya semakin memuncak melihat sahabat-sahabatnya dengan kekasih mereka itu.

***

Tao mendorong kursi roda Chanra perlahan, sambil menikmati udara malam yang sangat menyegarkan bagi dirinya. Suasana taman yang berada di halaman belakang rumah sakit tempat Chanra dirawat tampak sepi, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

Tao berhenti didepan sebuah bangku taman yang menghadap langsung ke kolam air mancur, lalu membantu Chanra berdiri dari kursi rodanya dan duduk di bangku taman tersebut.

Chanra memejamkan kedua matanya, lalu menghirup udara segar sebanyak-banyaknya dan menghembuskannya lewat mulut,“Segar sekali~.”

Tao lalu tiba-tiba melepas jaket yang ia pakai dan menyampirkannya di bahu Chanra, “Meskipun menyegarkan, kau pasti akan tetap kedinginan nantinya.”

Gomawo, Zitao ge.”

Tao menganggukkan kepalanya menjawab ucapan terimakasih dari Chanra. Lalu suasana menjadi hening, tidak ada yang membuka pembicaraan diantara mereka dan justru hanyut dalam pikiran masing-masing.

Chanra menghembuskan nafasnya berat. Ia mengeluarkan ponselnya dari kantong, membuka kunci ponselnya lalu membuka aplikasi KakaoTalk di ponselnya dan mengetikkan sesuatu di ponselnya.

Setelah cukup lama sibuk dengan ponselnya, Chanra akhirnya meletakkan ponselnya di pangkuannya dan sekali lagi menghembuskan nafasnya berat.

“Zitao gege.”

Tao menoleh, “Ne, Chanra-ya?”

Gomawo, Zitao ge…”

Arraseo. Kau sudah bilang padaku, Chanra-ya.” Jawab Tao sambil tersenyum.

“Dan juga..mianhae, ge.”

Tao terkejut begitu mendengar kata-kata Chanra, dan menatap Chanra bingung, “Mianhae? Untuk apa kau meminta maaf padaku, Chanra-ya?”

Mianhae, karena Wu Yifan telah mengecewakan gege.” Chanra lalu menatap Tao dan tersenyum sekenanya, “Mianhae, Karena Wu Yifan tiba-tiba pergi meninggalkan kalian seperti ini.”

Tao terdiam. Lidahnya kelu. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan saat ini. Permintaan maaf atas Wu Yifan yang keluar dari mulut Chanra benar-benar tak terpikirkan olehnya. Apa yang Chanra lakukan?

“Aku, mewakili Wu Yifan meminta maaf pada gege atas apa yang ia lakukan yang membuat gege dan yang lain kecewa. Aku minta maaf.”

Tao menatap Chanra tak percaya, “Wae?

Chanra menyunggingkan senyumnya lagi, kedua matanya tampak memerah, siap untuk mengeluarkan air mata. “Well… Karena ini adalah hal terakhir yang bisa aku lakukan sebagai kekasih seorang Wu Yifan.”

Ne?

Chanra mengambil ponselnya dari pangkuannya, dan menyerahkan ponselnya pada Tao. Tao menautkan alisnya bingung, dan mengambil ponsel Chanra lalu membuka kunci ponselnya dan dalam waktu sepersekian detik, layar ponsel Chanra menunjukkan sebuah Chat yang Chanra kirim pada seseorang, kepada Wu Yifan.

Wu Yifan, Annyeong.

It’s been a long time since we talk to each other.

Aku terkejut melihat fotomu di rumah sakit. Apa kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja disini. Oppadeul, Jaehee onnie, Nayeon, Hana, Lian, dan Hanji menghiburku dan menjagaku dengan baik.

Aku merindukanmu, Wu Yifan. Aku benar-benar ingin memelukmu saat ini juga. Apa kau merindukanku juga –ani, apakah aku sempat terlintas dalam pikiranmu, Wu Yifan?

Ah, yang akan aku katakan setelah ini mungkin terdengar lucu untukmu. Tapi butuh waktu yang lama bagiku untuk memutuskan mengatakan hal ini padamu, Wu Yifan.

Kita…..akhiri saja ne?

Aku mengakhiri hubungan kita bukan karena aku tak mencintaimu lagi, bukan. Aku mencintaimu, I always do. Tapi, satu pertanyaan yang selalu ada dipikiranku saat ini adalah, Do you feel it too? Apa kau ‘pernah’ memiliki rasa yang sama denganku selama dua tahun hubungan kita ini?

Kau menghilang. Kau tak memberiku kabar sama sekali. Aku terus memikirkanmu tanpa tahu keberadaanmu dan itu benar-benar membuatku menderita. Dan aku..benar-benar tak sanggup dengan keadaan ini, Wu Yifan.

It hurts so much whenever I hear your name right now.

Jadi, maafkan aku, Wu Yifan. Aku tak bisa menepati janjiku untuk menjadi satu-satunya wanita yang ada untukmu sampai akhir nanti.

Aku tak menuntut penjelasan saat ini juga padamu, Wu Yifan. Aku mengerti ada alasan tersendiri mengapa kau tak menjelaskan semua ini padaku, Aku mengerti. Tapi, jika suatu saat kau datang dan menjelaskan semuanya padaku, aku akan mendengarkannya. Aku janji padamu. Tapi, semuanya mungkin tak akan sama seperti dulu lagi.

Aku selalu berharap yang terbaik untukmu, Wu Yifan.

I really thank you so much for everything, Wu Yifan. 2 tahun bukanlah waktu yang cepat. Sadness, Happiness, everything we have been through together is precious for me and i’ll keep them in my mind.

This is the last chapter of our story, Wu Yifan.

For the last time, Saranghae.

And this is a farewell for us, my Mr. Galaxy^^

Read-09.15 p.m

Tao masih menatap ponsel Chanra dengan tidak percaya, sedangkan Chanra sudah menutup mukanya dengan kedua tangannya dan terisak. Tao tahu betapa pentingnya gege yang satu itu dalam hidup Chanra, bahkan kurang lebih kebutuhan Chanra akan seorang Wu Yifan kurang lebih hampir sama seperti dirinya, meski dalam konteks yang berbeda.

Wu Yifan adalah paket lengkap bagi Tao di negeri rantauan ini. Wu Yifan bisa seperti seorang kakak, sahabat, lawan bertengkar, bahkan figur ayah baginya. Ia yakin rasa sakit yang Chanra rasakan, kurang lebih sama dengan yang ia rasakan. Mereka berdua berdiri di satu tempat yang sama.

Tao dan Chanra merasakan hal yang sama, kehilangan, pengkhianatan, sakit hati. Ditinggalkan tanpa penjelasan, Tao merasa begitu ingin membenci seorang Wu Yifan. Kenapa dia tidak berkata apa-apa? Tidak menjelaskan apa-apa? Bukankah dia begitu dekat dengan seorang Wu Yifan?

Tapi sekali lagi, di tatapnya gadis yang tengah terisak di hadapannya kini. Bahkan Park Chanra, gadis yang dicintai pria itu (Tao menghela napas dalam-dalam, jika memang Wu Yifan benar-benar mencintai gadis ini, batinnya pahit), dia tidak menjelaskan apa-apa padanya. Tao berpikir bahwa Yifan gege-nya menyayanginya, dan dengan semua kejadian ini… ia menyangsikannya. Apalagi Chanra?

Tao menatap puncak kepala gadis itu yang terus berguncang menahan isakannya di balik kedua tangannya. Park Chanra, semasa Tao mengenalnya, Chanra adalah kekasih dari gege-nya, gadis cantik yang kuat, tegar, dan teguh pendirian, meski tubuhnya sedikit ringkih, seperti sekarang ketika ia sakit. Dan untuk kesekian kalinya, Yifan gege-nya lah yang membuatnya sakit.

Setelah cukup lama diam dalam posisi yang sama, Tao mengalihkan padangannya dari ponsel Chanra. Ia meletakkan ponselnya di bangku taman tempat ia dan Chanra duduk lalu memegang kedua tangan Chanra dan menariknya menjauh dari muka Chanra.

Wae,Chanra-ya?”

Keunyang…aku ingin mencoba untuk melupakan Wu Yifan, ge.”

Gege tahu, jika aku tetap seperti ini aku tak akan pernah bisa bangkit dari keterpurukanku, dan aku tak akan pernah bahagia lagi.”

“Dan juga, aku rasa Wu Yifan sudah tak menganggap diriku sebagai kekasihnya lagi. Dia tak pernah menghubungiku lagi. Mungkin jika dalam keadaan normal aku baik-baik saja dia tak menghubungiku karena sibuk. Tapi, dengan masalah seperti ini, bukankah sangat keterlalulan ia tak mengabariku sama sekali? Bahkan ia hanya me-read pesan KakaoTalk-ku barusan.”

“Dia sudah tidak membutuhkanku lagi,ge.”

Chanra sendiri tidak mengerti kenapa ia memutuskan memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Wu Yifan. Chanra tentu saja tak ingin hubungannya berakhir begitu saja seperti ini. Tapi ia juga tak mau terus menderita seperti ini. Ia lelah dengan semua keadaan ini. Keputusannya sudah bulat. Ia harus mengakhiri hubungannya dengan Yifan.

Jantung Tao rasanya berdebar-debar. Tao sendiri tidak mengerti kenapa jantungnya berdebar-debar saat ini. Kristal-kristal bening itu, yang muncul membasahi pipi Chanra, membuat sesuatu di dalam hatinya berontak, meronta, dan bergejolak. Gadis ini, dia terlalu banyak menderita… hanya itu yang ada di dalam pikiran Tao pada saat ini. Tao mungkin punya EXO yang bisa menopangnya. Ada Suho Hyung yang seperti ibunya, ada beagle trio Chanyeol, Baekhyun, Chen yang selalu mengajaknya bercanda jika ia mulai terpikir soal Wu Yifan. Ada Xiumin dan Luhan yang tenang dan dewasa. Jongin dan Sehun yang merupakan partner in crime-nya, ada DO dan Yixing yang selalu menenangkannya.

Tapi Chanra? Dia punya siapa?

Tao melepaskan tangannya dari kedua tangan Chanra, lalu perlahan menggapai kedua pipi Chanra dan dengan lembut menghabus bulir-bulir air mata Chanra yang membasahi pipinya, “Uljima, Chanra­-ya.”

Chanra menganggukkan kepalanya, “Mianhae ge, aku malah merepotkan gege.”

Aniyo. Gwenchana.”

Tao tersenyum pada Chanra. Ia lalu menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dengan cepat, “Errr…Chanra-ya.”

“Ne, Zitao ge?”

Mianhae. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan ini,”

“Tapi, bolehkah aku bertanggung jawab kepadamu? Bolehkah aku membantumu untuk melupakan Yifan ge?”

Chanra mendongakkan kepalanya tiba-tiba. Kedua matanya melebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bahasa Korea seorang Huang Zitao masih patah-patah, tapi tidak mengurangi keseriusan dan tekad yang terpancar dari kata-kata, genggaman, dan tatapan matanya.

Bibir Chanra bergetar, otaknya kosong, tapi perasaannya merasa benar. Ia menunduk, kemudian dengan perlahan ia mengangguk, dan seulas senyum muncul di wajah Tao melihat anggukan itu.

Tao berjanji, mulai saat ini, ia yang akan menggantikan Wu Yifan, untuk menjaga dan melindungi Chanra. Mereka berdua akan menunggu, meski untuk waktu yang tak pasti, penjelasan itu datang. Tao tahu keputusannya saat ini, bisa merubah segalanya, meski Wu Yifan nanti datang. Tapi entahlah… ia merasa sudah membuat keputusan yang benar untuk menjaga Chanra.

Mungkin, dengan hal ini mereka pada akhirnya akan membuat cerita baru tentang mereka?

***

Hahahaha aku juga ga ngerti sama apa yang ada dipikiranku. yang jelas kayaknya sih udah melampaui kata gila. lol

saya kangen banget sama manusia bernama Wu Yifan itu, beneran deh yakin. sampe aku sendiri-pun bingung gimana ngelupain rasa kangenku sama dia itu.

dan alhasil… jadilah scene diatas yang mimpi itu…

Tapi, entah kenapa, aku ngerasa aneh banget liat foto teaser film dia. kangen? jealous? sedih? benci? Yap. Semuanya aku rasain.

Terus… YiChan gimana? berakhir sampai disini aja?

Aku masih belum tahu gimana kelanjutan YiChan nantinya. Karena aku sendiri sebenernya masih ngga rela banget misahin Chanra sama Yifan… Tapi gimana lagi, fakta berkata lain. aku ngga yakin aku sanggup buat ff berisi seorang Yifan. karena jujur, setiap aku denger nama Yifan, aku jadi galau terus bengong kepikiran masalah dia terus. silahkan bilang aku lebay, tapi ini memang kejadian sama aku.

Terus? Tao sama Chanra?

Berawal saat aku nonton Asian Dream Cup sama kak Neez. Aku cerita-cerita sama kak Neez tentang ini itu. Terus sampe lah kita cerita ke masalah Yifan. lebih tepatnya ke masalah YiChan sih. Kita ngobrol-ngobrol dan akhirnya kak Neez nyaranin sesuatu yang bikin aku sendiri mikir ‘kenapa ngga aku bikin kayak gitu aja? dan juga, satu-satunya cara biar aku ngga galau-in Yifan mulu adalah: cari bias baru’, dan berhasil, galau-galau ke Yifan berkurang.

Tao itu semacam penyemangat tersendiri buat aku sekarang. dia orang yang paling deket sama Yifan, dan aku berani jamin dia adalah orang yang paling marah dan paling sakit hati sama kejadian Yifan ini. Tapi coba liat sekarang. dia udah bangkit. dia recover dari luka kemaren dan berjuang buat EXO kedepannya. Dia kasih semangat ke kita dengan ngeluarin kata-kata yang bijak di weibo-nya, meskipun pada awalnya dia yang pertama ngungkapin kekecewaannya lewat socmed. Dan itu bener2 hal yang ‘admire-able’ buat aku, dan berhasil buat aku semangat terus^^

Karena itulah, kalian tau sendiri kan kenapa aku mencoba untuk ngepair-in Chanra dengan Tao?

Jadi, mianhae semuanya^^

Terimakasih sudah mau baca ff galau kecepetan alur dan penuh dengan kalimat absurd ini /kiss

dan untuk kak Neez. Gomawo buat scene terakhir sama motivasinya(?). Beneran makasiiiiih bangeeet /hug/. saranghae Nisya onn :*.

buat idl girls-ku, love u to the moon and back! Aku ngga akan bisa semangat kayak gini juga tanpa semangat dari kalian semua! gomawo idl-ku sayang {}

Note-nya kepanjangan ya? huahaha gapapa lah sekali-sekali.

Selamat berpuasa ya buat kalian yang menjalaninya! Semoga puasa taun ini bawa berkah buat kita~! Amin.

XOXO,

Ra

Advertisements

26 thoughts on “[YiChan Récit] A Farewell

  1. hana ardhani says:

    nangis-..-ff nya bikin kangen sama manusia bernama yifan-..-kasian chanra jadi sakit gitu.Pas kasus kris itu yang pertama kali aku pikirin “yaaah,nasib yichan ntar gimana” terus aku juga udah ada firasat kalo chanra bakal dipairingin sama member exo yang lain.Gapapa deh sama tao daripada chanra nya galau sampe sakit apalagi yifan udah mau debut jadi aktor terus lengket banget sama wang likun._.v pokonya semangat ya kak Ra:D keep writing!

  2. nadatiana says:

    aku nangis baca Yichan kali ini 😥
    chanra pairing sama tao jga gak apa2..
    bener2 gak bisa ngmong apa2 lg.. kata2 buat komen udah terkuras sama tangisan
    ditunggu cerita selanjutnya
    keep writing. FIGHTING!! 🙂

  3. winnurma says:

    farewell..ini beneran bikin nyesek eon..
    kasiam chanra ga papa deh dipairing sama member exo lain buat yifan yg terbaik deh buat kamu
    ra eonni fighting

  4. shantyjung says:

    ya ampunn sampe terhanyut… nangis hueee…T.T yifan bkin sakit hati… chanra kshan banget.. chanra and tao?? aku dukung.. semoga kebahagiaan menghampiri mereka… :’)

  5. Laksita Rahma says:

    YiChan kali ini sukses bikin aku nangis T.T Bener bener nyesek :’) Kris neomu bogoshipeo :” Chanra sama Tao ya? Oke deh nggak papa, aku setuju setuju aja.

  6. Anita says:

    sedih bacanya 😥 Yifan bener2 bikin kita kangen T.T Ya, semoga dia bisa ngobatin rasa kangen kita lewat movie nya yg baru 🙂
    Cie tao disini gentle yaa kkk Chanra sama tao ya? Fighting deh buat kalian berdua 😀

  7. kaiminran~ says:

    tissue mana tissue. !!!

    hadeeuuhh agak ga rela klo chanra sama tao deket..
    jangan pisahin chanra sama kris..

    kris,, where are you..??
    *really,, really miss you….

  8. nadya says:

    Nangis bacanya. Kasihan bgt chanra nya.
    Walaupun yifan bukan bias utama ku di exo tp tetep aja sedih pas denger dia mau keluar.

  9. Lisa says:

    Sejujurnya selalu ngerasan yifan jahat banget:” huaa ffnya ngena hati banget lagi2 perasaan jadi campur aduk lagi ke yifannya:” nice ff so sadly:” dan semoga beneran tao bisa ngerapihin hatinya chanra ya thor hehe

  10. youreyesonme says:

    Yichan harusnya putus … emang kris itu jahat .. tapi masa harus putus ..

    Yifan kl jadi bang toyib beneran dech …

    I’ll be waiting taochan pairing, author … but i’m gonna miss this couple so much

  11. lollicino says:

    Wu Yifan.

    manusia tiang listrik yang kalo sekali bikin orang nangis ampe ngebuat samudera pasifik. ngutak-ngatik perasaan berasa ngutak-ngatik game. tapi masih tetep sayang 😦 masih untung kita bisa denger kabar-kabar Yifan.

    Oh Yifan tak sadarkah kau t’lah menyakiti Park Chanra, kekasihmu? *drama*

    CHANRA AKU TURUT BERSEDIH. PINDAH HATI KE ZITAO LAH, SUPAYA TEROBATI SAKIT HATIMU. AKU RELA KOK TEMEN BELANJAKU BERSAMA KAMU *eh* *apa* pengen sih YiChan terus bersama, karena hubungan mereka udah lama dan segala keromantisan itu sulit untuk dilupakan. tapi kalo ngga move-on terus ntar jadi single ampe kapan tau 😦 jadi walaupun sedikit ngeganjel, biarlah Tao jadi penggantinya Yifan~ aku mendukung TaoChan’-‘)b

    Hwaiting! Ditunggu kabarnya Chanra 🙂

  12. Dana says:

    Padahal awalnya aku udah pasrah banget YiChan bakal berhenti dan gak dilanjutin lagi…but look at this, life must go on kan yaaaa
    And OMG TAOCHAN????
    Bener2 gak kepikiran sama sekali kalo ceritanya bakalan begini huaaaaaa
    Sumpah entah kenapa aku excited banget sama TaoChan kyaaaahhh
    Semangat yaaaahhh ditunggu ceritanyaaa 🙂

  13. abellbellaa says:

    whut? YiFan kenapa -_- ini ngegalauin banget. Awalnya mikir, YiChan bakal lanjut atau ngga eh ternyata lanjut. Jadi sekarang Tao? ya walaupun aku lebih suka YiChan ya. Tapi TaoChan juga keren tuh ._.b bayangin Tao yang kek gitu (?) sama Chanra wkwkw bagus itu pasti. Semangat eon! bangkitlah dari seorang Wu Yi Fan ._.b

  14. minjoongsoo says:

    OMO, eonni aku nangis baca ff ini.. Sakit, parah. Semangat ya eonni, semoga Tao bisa menggantikan Yifan, walaupun gak akan pernah sama. Ya, gak mungkin akan pernah sama karna mereka 2 orang yang berbeda..

  15. teentop'sbabysitter says:

    hubungan yichan udah jelas sampe sini aja?? aduh gimana ya bukannya ga setuju sama tao tapi chanra itu udah namplok(?) banget sama yipan (tao sama aku aja).
    sayang diakhiri sampe sini aja.sedih part yang ini sumpah T___T
    jujur abis dengar berita kris kmaren aku mikirnya yichan kelanjutannya ntar gimana? lanjut gak ya end gak ya. kejelasannya sampe sini aja ternyata fiuuhh ya sudahlah

  16. hanawol says:

    tao chanra juga keren kok ka, daripada chanra galau terus.. lebih baik move on ke tao wkwkwk ditunggu kelanjutannya, fighting!

  17. Kauramints says:

    chanra sama kris T.T
    cinta banget sama couple skinship ini~
    tapi sama Tao sepertinya lebih baik daripada terus galau karena kris hihi
    ditunggu ceritanya TaoRa
    FIGHTING!!

  18. kimsohee says:

    Huwaa eonni baca ini bikin nyesek sumpah kasian banget sama chanra u,u tapi gak pa-pa sama pairing sama tao aku setuju eonni tentang tao pasti dia ngerasa nyesek banget tau kris kayak gini….oh ya maaf eonni baru sempet komen hehehe ​(‾⌣‾)♉ ditunggu taora eonni ^o^

  19. deliahan says:

    INI YICHAN TERAKHIR?

    Ya ampun T_T

    Sakit banget tuh Chanra sampe mimpi Kris kaya gitu T_T
    Aku ga komen banyak disini, eon. Jujur aja aku juga sedih gara-gara Kris itu! Semua exostan sedih sih ya pasti:’)

    Ga nyangka Chanra bakal sama Tao xD
    Pasti seru ntar Chanyeol marah-marahin Tao, hahaha
    udah ada bayangan unyu moment gitu deh :3
    ditunggu ya update-an barunya~

    Tapi tetep ngarepnya YiChan aja sih, tapi mau gimana lagi
    Ambil sisi positifnya aja eon:)

    Keep writing, hwaiting! xoxo

  20. danya says:

    huhuuu sedih bangett. nangiss bacanyaa..
    apalagi yang yifan cuma read kakao nya chanra tanpa ngebales.
    sama tao ya… jarang banget baca ff tao, dan jarang dapet feel-nya ㅋㅋㅋㅋ
    semoga dengan tao-chanra ini, bisa dapet feel nya ya
    semangat yaa jangan sedih sedih lagi mikirin yifan 😉
    lanjut yaaa ;D

  21. vanillaritrin says:

    Aku perasaan belom komen hehe
    Mungkin site viewmu bertambah, dear. Maapin aku yaa:*
    Raaaaa i love youuuu, semangat terus buat semuanya. Apapun keputusanmu aku dukung ♥

Leave a Reply to eunhonest Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s