.:JunHee Veiled:. Trust (1/?)

아름다워

Title : Trust

Author : N e e z ^ ^

Length : Chapter

Genre : JunHee Veiled, Romance, Sad

Rate : PG

Cast :

  • Kim Junmyeon / Suho (EXO)
  • Oh Jaehee (OC) kindly read Oh Jaehee profile before you read this fiction as introduction ^^

 

.:JunHee Veiled : Trusted:.

 

Jujur, aku bukan hanya satu kali berkencan dalam seumur hidup.

   Pacar pertamaku, adalah waktu aku duduk di bangku sekolah menengah pertama. Orang-orang mengajarkanku bahwa cintaku itu, puppy love atau cinta monyet. Meski hanya bertahan sebentar, ketika aku berkencan dulu, aku yakin dan aku tahu pasti kalau aku serius dalam menjalankan hubungan.

   Meski aku masih kecil saat itu, aku berikrar, jika aku memang menyukai dan kemudian menyayangi hingga mencintai seseorang, maka aku akan mencintainya sepenuh hati dan selalu menjadi pelindungnya serta memenuhi keinginannya, dan tentu saja membuatnya bahagia.

   Dulu, ketika aku kecil, mungkin orang akan menertawakan pemikiranku itu, maka aku tidak pernah mengatakannya pada siapa pun. Sebagai laki-laki, aku hanya perlu melakukan dan menjalankannya, sesuai dengan apa yang telah aku ikrarkan. Dan, ya, ada pepatah yang mengatakan, laki-laki yang dilihat adalah bagaimana ia berpegang teguh pada apa yang dikatakannya.

   Dan sejak kecil, ayahku mengajarkanku untuk selalu menepati setiap kata-kata dan janji yang pernah kubuat!

   Kekasih pertamaku, cinta pertamaku, cinta monyetku, dan… err… ciuman pertamaku. Tentu aku masih ingat, kisah kami tersimpan dalam ruang nostalgia yang selalu ada di dalam hatiku. Tapi, jangan salah paham. Kami berpisah baik-baik, meski aku sedikit tidak terima dengan keadaan waktu itu, tapi toh sekarang aku menerimanya dengan lapang dada, dan well I get over her.

   Kekasih keduaku, rekor terlama dalam sejarah berkencanku. Kurasa dulu aku pernah bercita-cita akan menikahinya. Ya, aku memang begitu, jika aku sudah begitu serius dalam menjalani hubungan, tentu aku percaya aku bisa menikahinya. Tapi, toh hubungan itu kandas, dia pergi begitu saja, meski kemudian dia ’memberikan’ untukku pengganti.

   Waktu itu, ketika aku dalam keadaan putus, aku tak yakin bahwa aku bisa melupakannya begitu saja. Hubungan kami tidak singkat, sama sekali tidak singat. Dan seperti tadi aku bilang, aku berniat menikahinya, dan aku yakin aku bisa menikahinya. Kalian bisa bayangkan betapa seriusnya aku dengannya jika aku sampai ingin menikahinya.

   Nyaris putus asa, tapi kemudian gadis yang ia kenalkan padaku pun, akhirnya berhasil membuatku melupakannya, kok. Kami akhirnya berkencan, dan ketika aku semakin jatuh begitu dalam pesona pacar ketigaku ini, lagi dan lagi ia meninggalkanku begitu saja.

   Cinta memang tidak bisa dipaksa. Aku mungkin bisa mencintainya karena ’kontrak’ kami, tapi ternyata lagi-lagi perasaanku tidak sejalan dengannya. Dan demi dia, kami berpisah, lagi.

   Apakah aku tidak kapok? Jujur, iya aku kapok. Aku ingat begitu Jaehye meminta kami mengakhiri hubungan kami, aku sempat dalam keadaan antara hidup atau tidak. Aku sering melamun, dan menyalahkan diriku sendiri, setelah sebelumnya aku sempat menyalahkan keadaan.

   Pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika aku berpisah adalah. Kenapa dia melakukan ini padaku? Apa salahku? Apa dia mempermainkanku? Kenapa takdir mempermainkanku? Memang apa yang sudah kulakukan sampai aku pantas mendapatkan musibah seperti ini? Kenapa setiap aku mencintai seorang gadis aku begini?

   Tapi mungkin pada akhirnya aku menyadari, segala sakit hati ini tidak akan muncul apabila aku terlalu menaruh harapan tinggi kepada gadis yang kucintai. Aku terlalu berharap jauh pada apa yang kami punya, dan aku tidak pernah menyadari dan mau menerima kenyataan.

   Aku berikrar, aku takkan lagi terlalu berharap. Aku tidak mau lagi sakit hati, aku tidak mau lagi dibuang begitu saja oleh seorang wanita. Sampai takdir dengan kejamnya, mempermainkanku… perasaanku, sekali lagi. Aku tidak bisa mengelak pada pesonanya…

   Aku jatuh cinta, pada seorang gadis.

   Namanya, Oh Jaehee.

   Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Aku tak mau ditinggalkan lagi dalam keadaan hancur. Aku janji, hubunganku kali ini, takkan kubiarkan perasaan yang lebih menguasaiku.

   Aku harus bisa memenuhi janjiku, walau entah bagaimana, entah ia sadar atau tidak, ia selalu bisa menarikku. Dan aku tak mau tenggelam lagi, aku tidak mau jatuh lagi.

*           *           *

”Kau dimana?”

   ”Aku di rumah,” bisik Jaehee pelan-pelan. ”Kami baru pulang dari venue untuk cek lokasi pemasangan banner besok. Kurasa besok aku dan anak-anak akan berangkat pagi-pagi sekali, karena aku tidak mau menginap disana. Tapi kalau besok ternyata kami lelah, kami akan cari hotel di dekat situ.”

   ”Begitukah? Ya sudah, jangan terlalu letih~

   ”Hmm,” gumam Jaehee sambil memainkan tisu gulung di samping klosetnya. Ya, benar. Jaehee tengah duduk di atas klosetnya, di dalam kamar mandinya, jauh dari ketiga adik-adik anak buahnyadi fansite EXO M Member, Lay. Lovelyixing.com. Kenapa Jaehee harus repot-repot masuk ke dalam kamar ganti hanya untuk mengangkat telepon kekasihnya tentunya sudah bisa ditebak alasannya, bukan?

   Bisa pecah perang kalau ketiga gadis itu tahu, Master mereka ternyata berkencan dengan leader EXO, padahal menurut ketiganya, Master Jaehee mereka adalah fans Zhang Yixing terloyal di dunia. Dan juga, mana mungkin dia membocorkan rahasia kalau lebih dari setengah member EXO sudah taken, bisa pingsan ketiga adiknya, apalagi Miho dan Yuri.

   Sujin setidaknya sudah punya pacar yang ehem lebih tampan dari Junmyeon, pikir Jaehee. Tapi tidak boleh bilang Junmyeon kalau tidak mau kekasih bulenya ngambek lagi, ia memutar matanya.

   Hari ini, 22 Mei 2014. Seharusnya adalah hari spesial untuk Junmyeon, Jaehee tahu itu. Semalam pukul dua belas, Junmyeon tidak bisa mengangkat teleponnya tepat waktu karena EXO masih harus mempersiapkan konser mereka. Tapi Jaehee mengirimkan pesan yang manis, semanis gula, sampai dia mual-mual sendiri mengirimnya (tapi jangan bilang Junmyeon lagi).

   Dan kali ini Jaehee benar-benar minta maaf tidak bisa menemui Junmyeon di ulang tahunnya, dan ulang tahun Junmyeon yang pertama sejak mereka mulai berkencan. Junmyeon baru bisa menghubunginya kembali sekitar pukul dua, dan jujur saja Jaehee memang menanti teleponnya itu.

   Mereka saling berbicara hingga hampir subuh, dan mengetahui kekasihnya belum istirahat sama sekali, Jaehee memintanya beristirahat cukup, dan berjanji akan menemuinya di venue konser, jika Junmyeon bisa melihatnya diantara kerumunan nanti. Karena Junmyeon memang tidak bisa bertemu dengannya selama seminggu penuh ini.

   Menjadi seorang gadis mandiri (menurut dirinya), Jaehee tidak ingin seperti pacar-pacar manja pada umumnya yang merajuk jika tidak bisa bertemu dengan kekasihnya dalam waktu seminggu. Lagipula, sepertinya Junmyeon juga tidak masalah di hari spesialnya tidak bertemu dengannya. Jaehee menghela napas dalam-dalam, dia tidak kecewa tidak… sama sekali tidak…

   Tapi tisu di sampinya sudah tidak karuan bentuknya.

   ”Jaehee-ya…

   ”Hmm?” gumam Jaehee menjawab panggilan kekasihnya.

   ”Ada kabar soal… Kris?”

   Jaehee menghela napasnya dalam-dalam, ia bingung. Apakah dia harus jujur pada Junmyeon? Jika ia memang harus jujur… tapi…

   ”Masih hanya kabar angin seperti biasa,” akhirnya menjawab sekenanya saja. Junmyeon tidak seharusnya dibuat stress. Hari ini masih terhitung hari ulang tahunnya, ia bertekad akan membuat hari ulang tahun Junmyeon penuh kebahagiaan.

   Terutama besok, hari penting bagi Junmyeon, dan juga bagi EXO.

   ”Kau tidak menyembunyikan sesuatu, kan?”

   ”Tidak~” suara Jaehee melembut. ”Untuk apa aku menyembunyikan sesuatu? Kalau aku bohong kan kau akan marah pada akhirnya.” Ia bisa mendengar Junmyeon terkekeh. ”Junmyeonie, kau masih di venue, kan? Kapan pulang? Kau harus istirahat cukup.”

   ”Aww~” didengarnya Junmyeon bergumam. ”Pacarku sangat mengkhawatirkanku, aku jadi terharu…”

   Jaehee memutar matanya. ”Bilang Yixing jangan terlalu berat bekerja keras!”

   ”YA! Kau merusak suasana.” Kembali Junmyeon merajuk. ”Harus ya kau membawa-bawa nama Yixing saat kita sedang manis-manis seperti ini? Pacarmu itu aku, Oh Jaehee. Bukan Zhang Yixing.”

   ”Iya, aku tahu~” Jaehee terkekeh. Menggoda Junmyeon selalu menjadi asupan semangatnya. ”Hanya saja, aku dipikul beban berat fansnya, Junmyeonie. Jadi aku mewakili pesan mereka.”

   ”Lalu untukku?”

   ”Untukmu apa? Pesan? Pesan yang masuk untukku kan untuk Yixing semua.”

   ”Darimu!!!”

   Jaehee tertawa geli. ”Ya, kau tidak boleh marah-marah nanti kau darah tinggi di usia muda bagaimana?”

   ”Kalau aku darah tinggi, akan kukatakan pada dokter yang merawatku kalau kau yang bertanggung jawab!”

   Jaehee geleng-geleng. ”Tidur yang cukup! Pulang! Itu pesan dariku.”

   ”Oh, hanya itu? Kau tidak khawatir terjadi sesuatu padaku?”

”Memang apa yang bisa terjadi padamu? Kau kan menjaga dirimu dan membermu dengan baik. Yang kurang hanya istirahat, jadi kau harus istirahat supaya tidak kelelahan, oke?”

   Junmyeon terkekeh pelan kali ini, dan suaranya entah kenapa dapat membangkitkan bulu roma di tengkuk Jaehee. Bukan dalam arti ’seram’ lebih dari itu… pengaruh kekehan lembut dan pelan Junmyeon barusan seolah membuat Jaehee terhanyut.

   Jaehee geleng-geleng, berusaha kembali pada kewarasannya.

   ”Ehm, Baby, sepertinya aku harus kembali. Ini latihan terakhir…”

   ”Ya!” potong Jaehee. ”Kau masih mau latihan? Sudah tengah malam, Junmyeonie!”

   Tak ada suara, tak ada jawaban. Jaehee menarik iPhone putihnya dan memeriksa apakan Junmyeon sudah memutuskan sambungan telepon, tapi tidak, sambungan telepon mereka masih ada. Didekatkannya lagi ponsel tipis itu pada telinganya, dan kali ini ia bisa mendengar suara napas pelan Junmyeon.

   ”Ya! Kim Junmyeon!”

   ”Jaehee-ya… baru kali ini kau tidak marah kupanggil Baby. Biasanya kau selalu marah jika aku memanggilmu Baby. Tapi kau justru memarahiku karena aku tidak mau istirahat…” suaranya pelan, dalam, dan menghanyutkan.

   Jaehee kembali menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ada apa dengan otakku sih? Keluhnya.

   ”Ya! Aku berbicara dengan benar, kau yang merusak suasana!” balas Jaehee.

   Dan Junmyeon terkikik. ”Baiklah, aku janji ini latihan terakhir, karena besok kami masih harus gladi bersih. Dan juga agar pacarku tidak mengkhawatirkanku…” dendangnya dengan senang.

   ”YA! Siapa yang mengkhawatirkan…”

   ”Aku merindukanmu…” Junmyeon mengucapkannya tiba-tiba, berbisik.

   Jaehee langsung terdiam lagi. Kenapa sih Junmyeon harus bisik-bisik begitu?! Kan… kan… dia jadi… Jaehee menelan ludahnya kuat-kuat, berusaha mempertahankan gengsinya. ”Aku juga~ makanya besok kau harus bisa menemukanku di tengah lautan manusia, kalau kau memang rindu padaku.” Ledek Jaehee.

   ”Oh, aku akan menemukanmu, pasti.”

   ”Kau yakin?”

   ”Kau mau bertaruh? Dilautan manusia pun, kau pasti terlihat dimataku, Oh Jaehee.”

   ”Cish~ kau pede sekali,” tapi tidak dipungkiri, jantung Jaehee berdegup kencang begitu mendengar kalimat barusan. Kim Junmyeon memang sialan! Makinya dalam hati. ”Kalau kau bisa menemukanku, kau bisa dapat hadiahmu.”

   ”Oh? Aku tidak ingat minta hadiah darimu~”

   ”Jadi kau tidak mau hadiah? Ya sudah kuberikan untuk…””

   ”AKU TIDAK BILANG AKU TIDAK MAU, OH JAEHEE! DAN JANGAN BERIKAN UNTUK YIXING!

   Jaehee terbahak-bahak mendengar kekasihnya mengomel panjang pendek di sebrang sana. Memang membalas Kim Junmyeon itu mudah, untuk apa dia merasa gugup tadi, pikirnya sombong.

   ”Kalau begitu sana berlatih, supaya bisa cepat istirahat.” Pesan Jaehee.

   Kekehan Junmyeon manis sekali terdengar di telinganya, Jaehee sampai harus bergidik dalam-dalam, mengendalikan diri. Untung Junmyeon tidak bisa melihatnya, kalau tidak, hiiihhh bisa bangga setengah mati pasti pria itu. Jaehee menggelengkan kepalanya, lagi.

   Sudah berapa kali dia geleng-geleng malam ini?

   ”Iya, Baby, aku latihan dulu ya. Bye~”

   Jaehee menjawab salamnya dan langsung menjauhkan ponsel putih itu dari telinganya. Ia bersandar di kepala klosetnya dan menekan satu tangannya kuat-kuat pada dadanya.

   Tok. Tok. Tok.

   ”Eonnie~”

   Jaehee berdiri dan segera membuka pintu kamar mandi. ”Oh? Kenapa, Yuri-ah?” tanyanya.

   Yuri terkekeh. ”Kami mencarimu kemana-mana, ternyata ada di kamar mandi. Pakai malu-malu mau menghubungi pacar. Toh kami tidak akan mengganggu pacarmu~” ledeknya.

   ”Oh ya!? Kenapa aku sulit mempercayainya ya?” tanya Jaehee sinis sambil melipat tangannya di dada. ”Pacar Sujin saja kalian sudah heboh sekali setiap dia datang kesini menjemput Sujin.”

   ”Eyy, akuilah pacar Sujin itu tampan, Eonnie. Mirip Ahn Jaehyun~”

   Jaehee menutup pintu kamar mandi. ”Jadi kau mau apa memanggilku tadi? Kurang makanan lagi?”

   ”Iya, aku mau minta makanan, tapi aku, Miho, dan Sujin juga penasaran dengan pacarmu, Eonnie.”

   Jaehee hanya berjalan begitu saja melewatinya.

   ”Eonnie~ kapan kami boleh tahu siapa kekasihmu? Mirip Yixing tidak?”

   ”Yang bilang itu pacarku siapa?” Jaehee mengelak sambil berjalan lurus menuju lemari makan di dapurnya. Miho dan Sujin duduk disana, menghadap dua laptop mereka, mengerjakan desain untuk fansite mereka. Tapi, begitu melihat Jaehee masuk diikuti Yuri yang kepo, keduanya menatap Jaehee juga dengan penasaran.

   ”Ckckckckck,” Miho geleng-geleng. ”Jangan mengelak, Jaehee Eonnie. Kami tahu tanda-tanda wanita punya pacar. Karena sudah pernah melihat Sujin. Lagipula Sujin bilang memang ini tanda-tanda wanita punya pacar. Walaupun aku dan Yuri belum punya.”

   Yuri mengangguk. ”Kami menunggu Yixing, kami setia.”

   ”Aku juga setia~” keluh Sujin, tidak terima dibilang tidak setia dengan Yixing meski kenyataannya, pacarnya yang bak model itu pasti nanti menjemputnya dan membuat Miho serta Yuri cuma bisa gigit jari.

   Jaehee diam saja membuka lemari di atas kepalanya dan menarik keluar sebungkus keripik kentang dan meletakkannya di atas meja.

   ”Memangnya kau tetap akan memilih Yixing jika sudah ada pacarmu yang mirip Ahn Jaehyun itu? Ya, Sujin-ah, kau harus bersyukur, eoh? Kami berdua ini sudah cukup ikhlas jika dapat pria pas pasan, tidak perlu Yixing.” Gumam Miho.

   ”Memang kalian berdua seingin itu punya pacar, ya?” tanya Jaehee heran, akhirnya ikut juga dalam pembicaraan ini.

   ”Tentu~” rengek Yuri dan Miho bersamaan.

   Sujin cekikikan.

   ”Ayolah, akui saja! Memang tadi pacar Eonnie, kan? Kami sudah curiga sejak lama sebenarnya. Setiap menerima telepon, Eonnie pasti bisik-bisik, lalu lari ke dalam kamar mandi.” Tembak Yuri lagi. ”Jangan mengalihkan pembicaraan, Eonnie.” Ia menatap dua temannya, meminta bantuan.

   Sujin mengangguk. ”Itulah kenapa Jaehee Eonnie tidak pernah mengizinkan kita melihat ponselnya.”

   ”Juga melihat kameranya.” Tambah Miho, mengangguk-angguk, yakin sekali. ”Dan laptopnya. Satu-satunya yang boleh kita pakai hanya komputer di ruang tengah untuk lovely.”

   Jaehee menggaruk kepalanya, yang tidak gatal.

   ”Ayo, akui sajalah. Eonnie tidak salah kok menginginkan kehidupan nyata, daripada mengejar bayangan.” Tambah Yuri, berlebihan. Herannya Miho justru ikutan mengangguk-angguk. Dua anak ini pasti sudah ngebet sekali mau punya pacar.

   ”Dan menurut pengamatan kami, Jaehee Eonnie, kau sudah berkencan cukup lama. Iya kan? Kenapa sih tidak mau cerita dengan kami? Memang kami segini tidak dapat dipercayanya, ya?” keluh Sujin, ikut-ikutan. ”Aku bahkan mengakui aku punya pacar, bahkan pacarku kukenalkan dengan kalian.”

   ”Iya, Eonnie… Polarlight Masternim juga sudah punya pacar, tidak masalah kok fansite master punya pacar.” Tambah Yuri.

   Tiba-tiba Miho menekap mulutnya. ”Omo!”

   ”Wae?” dua temannya, dan Jaehee juga menatapnya ingin tahu.

   ”Eonnie! Jangan bilang kau merahasiakannya selama ini, karena… dia adalah Zhang Yixing?!”

   ”MWO?!”

   ”EONNIE!”

   Jaehee harus menutup telinganya kuat-kuat. Ketiga gadis di hadapannya mendadak seperti singa gurun yang tengah melihat rusa. Matanya lapar dan marah. Tidak di EXO, tidak disini, semua mengira dia benar-benar berpacaran dengan Zhang Yixing?

   Segitu serasinya kah, mereka berdua, dirinya dan Yixing?

”Benar! Itulah kenapa Eonnie berusaha menyembunyikannya dari kita!” Yuri langsung mengambil kesimpulan begitu saja. ”Eonnie tidak pernah teriak-teriak lagi kalau kita nonton EXO, pasti karena dia sudah memiliki Yixing Oppa untuk dirinya sendiri.”

   Astaga, Jaehee memutar matanya.

   ”Makanya Eonnie selalu sembunyi-sembunyi!” seru Sujin.

   ”Astaga, aku tidak percaya ini. Ternyata Master kita sendiri berpacaran dengan Yixing!”

   ”Kalau kami tidak dapat Yixing, dengan Baekhyun juga boleh deh, Eonnie~” ratap Miho putus asa.

   Yuri mengangkat tangannya. ”Aku Kai! Kai! Atau… Suho Oppa!”

   Dan entah kenapa begitu mendengar Yuri mengatakan nama Suho untuk jadi pacarnya, kepalan tangan Jaehee langsung melayang dan memberi ketiga gadis di depannya jitakan. Pertama dan paling keras di terima Yuri tentunya, yang mengusulkan Suho untuk jadi pacarnya.

   Enak saja.

   ”Kalian jangan banyak berkhayal, sudah makan. Kerjakan tugas kalian, habis ini istirahat pulang. Kita bertemu di venue jam sembilan pagi. Langsung mengurus project bersama Lay Fan Union, mengerti?!”

   ”Ne.” ketiganya menyahut, kompak, menyerah.

   Ponsel Sujin kemudian berbunyi. Wajahnya langsung berubah cerah meraih ponselnya. Diiringi tatapan iri Yuri dan Miho, dan Jaehee juga sejujurnya memerhatikannya, Sujin mengangkat telepon kekasihnya.

   ”Halo, Hubby~”

   Sebenarnya Jaehee sudah mau muntah mendengar nickname kesayangan Sujin dan kekasihnya yang mirip Ahn Jaehyun itu. ”Kau sudah mau sampai ke tempat Jaehee Eonnie?” tanya Sujin, tanpa berusaha memelankan suara manjanya yang dibuat-buat.

   Apa semua orang pacaran suaranya berubah begitu? Jaehee jadi ingat bagaimana menurutnya suara Junmyeon mendadak menjadi sangat manis di telinganya tadi, dan membandingkannya dengan suara Sujin.

   ”Kau sudah selesai kerja? Oh, iya tak apa-apa, kau yakin?” dan Sujin diam sebentar, wajahnya terlihat berpikir. ”…hmm, terserah kau saja, aku kan selalu ikut kau, Hubby…”

   Miho berdecak.

   ”Oke, kutunggu~ ne, nado saranghae.”

   Yuri pura-pura muntah.

   Sujin kemudian tersenyum manis. ”Pacarku baru sampai di parkiran, Eonnie. Nanti dia menjemputku ke atas.”

   Jaehee mengangguk-angguk. ”Kalian berdua bagaimana, mau aku antar sampai stasiun?” ia menatap Yuri dan Miho, yang menggeleng-geleng, seolah keduanya di jalan nanti berharap bisa saling curhat meratapi nasib mereka di zaman maju ini yang masih saja single.

   ”Pacarmu sudah kerja, Sujin-ah?” tanya Jaehee akhirnya, daripada emosi melihat kelakuan Yuri dan Miho, lebih baik ia berbasa-basi dengan Sujin.

   Sujin mengangguk.

   ”Kerja dimana dia?” tanya Miho, kepo.

   ”Pasti bisa dijamin, pria setampan itu menjabat sebagai Manajer di sebuah perusahaan. Dia terlalu tampan, kenapa tidak kau suruh jadi model atau idol saja? Kali saja bisa seperti Ahn Jaehyun betulan…”

   ”Aish!” wajah Sujin tersipu-sipu malu, dan mulai membereskan barang-barangnya. ”Dia tidak jadi aktor saja kalian sudah suka padanya, bagaimana dia jadi aktor betulan?!”

   Miho dan Yuri hendak memprotes kata-kata Sujin, ketika bel apartemen Jaehee berbunyi. Keduanya blingsatan berebut hendak membukakan pintu, Jaehee geleng-geleng. Harus dia akui, memang pacar Sujin itu tampan dan penuh kharisma, suaranya dalam, tubuhnya tinggi dan atletis, dan wajahnya tampan, meski lebih sering ditutupi masker dan kacamata besar.

   Yang lebih membuat iri Miho dan Yuri (sebetulnya Jaehee juga), adalah pacar Sujin mengendarai motor sport besar. Yang membuat Sujin mau tak mau harus memeluknya erat-erat di perjalanan. Humph, Jaehee bahkan ragu apakah Junmyeon bisa membawa motor besar, takut kakinya tidak sampai.

   ”Hai~”

   Miho dan Yuri sudah mulai menyapa pacar Sujin, sementara Sujin baru saja menyandangkan tasnya, kemudian diikuti Jaehee juga ke depan pintu. Dan inilah hal kedua yang membuat Miho dan Yuri iri (Jaehee juga, tapi jelas dia tak mau mengaku).

   Pacar Sujin, yang mirip Ahn Jaehyun, matanya yang awalnya penuh dengan kelelahan setiap habis bekerja, berubah menunjukkan sinar bahagia, hanya dengan sekali kerling, begitu Sujin muncul. Dan ini yang membuat Jaehee mengakui iri, Jaehyun KW Super itu tidak berlebihan, hanya tersenyum dan berterima kasih pada dirinya, Miho, dan Yuri karena sudah menjaga Sujin (Yuri mendesis, ”Kami tidak menjaga Sujin, memang kami babysitter.”), lalu merangkul kekasihnya dan membawanya pergi.

   Intip punya intip, di depan lift Jaehyun KW Super itu mengecup puncak kepala Sujin, dan membuat Miho serta Yuri meratap. Hidup lajang mengenaskan. Jaehee terkekeh geli, tapi Sujin memang beruntung. Meskipun dia memiliki kekasih, ia tak mungkin bisa berkencan bebas seperti Sujin dan kekasihnya itu, Jaehee menutup pintu apartemen, melewati Miho dan Yuri yang tengah membuat gerakan berlebihan mencakar-cakar tembok.

   ”Ya cari pacar kalau memang kalian iri melihat Sujin dan pacarnya,” tegur Jaehee yang kembali duduk di depan komputer.

   ”Apa karna hidup kami selalu Yixing, Yixing, dan Yixing ya, jadinya kami tidak menemukan pacar?” tanya Yuri, sedih.

   Jaehee tersenyum tipis, membuka file foto Yixing di komputernya. Hidupku penuh dengan Yixing, dan aku bisa jadi pacar Kim Junmyeon.

 

*           *           *

23 Mei 2014

Seoul Olympic Park

15.00 KST

Jaehee menghampiri stand fansite-nya, Lovelyixing, yang didekorasi dengan tenda berwarna ungu. Di bawah tenda tersebut, terdapat meja lipat yang berisi segala macam goodies untuk perkakas para penggemar Zhang Yixing saat nanti menonton konser. Konser Lost Planet in Seoul ini, akan berlangsung dari pukul delapan malam waktu setempat.

   Dan, sang Master, Oh Jaehee, baru saja menunaikan tugasnya bersama Lay Fan Union, yang merupakan gabungan fansite-fansite Lay untuk memberikan support berupa beras sebesar seribu tujuh ton, sesuai dengan tanggal ulang tahun idola mereka tercinta. Kemudian, Jaehee merupakan salah satu perwakilan fansite Lay yang juga ditugaskan untuk mempersiapkan banner kejutan untuk EXO, maka setelah tadi dengan susah payah meletakkan banner di beberapa section tempat duduk di dalam Seoul Olympic Stadium, kaki Jaehee kebas.

   Yuri langsung menyodorkannya air minum, yang diterimanya dengan penuh terima kasih. ”Eonnie, aku mau keliling.”

   ”Mau ngapain?” tanya Jaehee, heran.

   ”Aku mau ambil bannerbanner juga, banner fansite lain lucu-lucu,”

   ”Miho dan Sujin mana?”

   ”Mereka berdua sedang mengantri official goods, Eonnie.”

   Jaehee mengangguk-angguk, mengibaskan tangannya mempersilakan Yuri pergi. Beberapa fans kembali datang dan meminta banner support Yixing. Jaehee memberikannya sambil tersenyum dan membungkuk mengucapkan terima kasih serta berpesan agar jangan lupa mengangkat bannerbanner tersebut ketika Yixing bernyanyi, hingga matanya menangkap sesuatu.

   Yuri berjalan kembali ke arah tenda ungu mereka, membawa beberapa banner, dari beberapa fansite. Salah satunya Suho = Sarang (Cinta). Jaehee menelan ludah dalam-dalam, jangan sampai dia tergoda, jangan sampai dia tergoda, jangan sampai dia tergoda.

Boc0cUWIAAA1U8z

   ”Eonnie~” Yuri meletakkan barang-barang bawaannya, yang sebetulnya lebih dipenuhi oleh banner dari fansite Yixing lainnya seperti ChereMamie, FadedPresence. Tapi banner dari fansite Suho, Upperclass ini membuat Jaehee entah kenapa tidak bisa melepaskan matanya dari sana.

   Dan, Yuri mendapati mata Jaehee menatap banner putih itu.

   ”Eonnie mau banner Suho?”

   Jaehee terlonjak, dan buru-buru menggeleng kuat-kuat. ”Tidak, tidak hanya melihat saja.” Jawabnya buru-buru, dan terkesan sangan defensif. Yuri mengernyit melihatnya.

   ”Jeongmal? Bukankah bias Jaehee Eonnie di EXO K itu Suho?”

   ”Chanyeol!!!” seru Jaehee buru-buru. ”Kata siapa Suho?”

   ”Oh?” alis Yuri semakin mengerut, bingung. Maksudnya, kenapa jadi Jaehee seolah-olah menolak mentah-mentah begitu? Yuri geleng-geleng lagi, menatap Eonnie-nya tidak percaya. ”Jaehee Eonnie, bukankah Eonnie SuLay Shipper sejati?”

   ”Ah, sudah jangan dibahas!” Jaehee buru-buru mengalihkan perhatian dengan meminta Yuri mendata kembali pesanan dari fans Yixing.

   Dan mata Jaehee lagi-lagi mendapati antrian Suho Fan Union, yang cukup panjang, tengah mengantri sebuah banner lagi. Kali ini banner-nya bertuliskan 1 deung minam Kim Junmyeon. Jaehee berdecak. Pria tampan nomor satu Kim Junmyeon, pria tampan nomor satu?! Yang benar saja.

Bo5U2ayIAAAsbj0

   Menginjak pukul tujuh, ketika gate sudah dibuka, Jaehee, Yuri, Miho, dan Sujin sudah siap bertempur. Ketiganya akan berdiri di empat section berbeda hari ini. Jaehee dan Sujin di festival A dan B, Yuri di VIP, dan Miho di sisi kanan panggung. Ketiganya dengan ahli, telah berhasil menyelundupkan empat buah SLR berikut batrei cadangan, tak lupa dengan lensa-lensa ciamik untuk memburu foto-foto Yixing, dan Jaehee sendiri berhasil membawa handycam.

   Konser pertama EXO, harus sukses!

   Dan konser seperti biasa selalu di buka dengan VCR, yang dibuat dramatis, tapi tentu saja sangat keren. Dan Jaehee mendapati dirinya menonton dengan bangga, akhirnya setelah semua kerja keras, keringat, dan air mata, EXO berhasil sampai pada titik ini.

   Menoleh ke kanan dan ke kiri, bersama beberapa kru fansite-fansite EXO yang lainnya, Jaehee menarik turun ritsleting rok panjangnya. Dan melepasnya, di balik rok tersebut ia mengenakan hot pants dan di kakinya diikatkan kamera, lensa, dan batrai karena mereka tidak boleh membawa tas di section festival. Sayang sekali, para penjaga keamanan tidak begitu lihai.

   Jaehee menyiapkan kameranya, dan ia siap beraksi.

   Awalnya, ia terus mengambil foto-foto Yixing, tapi kemudian tak bisa dicegah, matanya terus menerus tertuju pada sosok pria dengan rambut pirang terang yang pesonanya tidak kalah dari membernya. Mulai dari lagu MAMA saja, yang merupakan lagu pertama, Jaehee sudah sering kehilangan fokus dari Yixing, pada Junmyeon.

   Lagu kedua, disuguhi Let Out The Beast, dengan VCR yang memutar EXO tanpa busana, bagian atas tentunya. Dan napas Jaehee berubah menjadi satu-satu begitu sosok berambut pirang topless itu muncul, pegangannya pada kamera beratnya berubah-ubah, dan beberapa foto Yixing pun blur. Untung setelah itu, penampilan solo dari Yixing, maka Jaehee bisa mengambil foto dengan serius, tanpa ada yang memecah konsentrasinya lagi. Ketika Jaehee merasa semua sudah kembali aman, lagu kesebelas membuktikan bahwa ia salah.

   Ada seorang lucky fans, yang diajak naik ke atas panggung, duduk dikelilingi seluruh member yang berusaha keras menarik perhatiannya dengan lagu-lagu seperti Sorry Sorry milik Super Junior, Dream Girl milik SHINee (Junmyeon dan member K membawa gagang pel untuk lagu ini), Ring Ding Dong, Genie dan Gee.

   Dan percayalah, betapa kerasanya teriakan iri seisi stadium melihat kesebelas member EXO berusaha menarik hati gadis itu, termasuk Junmyeon!!! Mereka bahkan tidak malu untuk melakukan hip thrust, yang membuat gadis itu terpaksa menutup wajahnya saking malu dan senangnya.

   Dan sesuatu yang tak nyaman seolah bergerak-gerak pada perut Jaehee. Jaehee menggigit bibirnya kuat-kuat ketika melihat Junmyeon berinteraksi dengan gadis itu. Dan ia berusaha menepisnya kuat-kuat, tak mau memikirkan lebih jauh mengenai alasan kenapa perutnya tak nyaman.

   Dan senyum Junmyeon pada gadis itu membuat Jaehee tidak pernah bisa berhenti menatap Junmyeon, ketika pria itu memulai interaksi dengan penonton! Demi Tuhan, Junmyeon genit!!! Dan ingin sekali Jaehee lempar wajah ’sok’ manisnya dengan lensanya yang besar dan lebar itu, agar ia bisa berhenti tebar pesona disana-sini.

   Junmyeon kemudian berkesempatan menyanyikan lagu Beautiful, secara solo, setelah penampilan seksi Luhan. Tapi dua penampilan tersebut, memiliki efek sama bagi Jaehee! Mungkin kini tangannya beristirahat dan tidak membidik foto-foto Yixing, tapi matanya sama sekali tidak bisa beristirahat.

   ”Suho Oppa!!!”

   ”Oppa tampan sekali!”

   ”Oppa… aku mau mati…” ???

   Jaehee mau tertawa, tapi juga mau meringis, begitu tiba-tiba teriakan heboh terdengar lagi. Jaehee memicingkan matanya. Pria itu melakukan apa? Jaehee berjinjit dengan susah payah, dan itu dia!

   Sang Leader mengambil instax, kamera polaroid, milik fans dan mengambil gambarnya sendiri!!!

   APA-APAAN KIM JUNMYEON?!

   Junmyeon bahkan mengembalikan kamera itu sambil tersenyum manis pada sang pemilik, sampai di sampingnya, Hyerin, salah seorang staf Fansite milik Baekhyun menyenggolnya.

   ”Woori Eonnie.” Katanya berbisik di telinga Jaehee, agar Jaehee mendengar, karena seisi stadium pecah suaranya melihat Kim Junmyeon atau Suho, atau Leader Tampan Nomor satu blah blah mereka memberikan foto eksklusifnya sendiri pada seorang penonton.

   Alis Jaehee terangkat, tidak mengerti akan ucapan Hyerin.

   ”Itu kamera instax Woori Eonnie, La Noblesse. Fansite Suho, pantas saja Suho Oppa mengambilnya.” Hyerin terkekeh. ”Suho Oppa pasti mengenali Hyerin Eonnie, dia kan cantik. Seperti Yixing Oppa mengenalimu, Eonnie.”

   Jaehee hanya menyeringai, meski dadanya rasanya hangus terbakar. Kim Junmyeon, awas kau! Batinnya.

-TBC-

Kindly leave comment for next chap pw ^^

Halooooooo ^^

Long time no see, tadinya mau publish cerita spesial untuk ulang tahun Suho, tapi duh kalo kalian jadi aku dan liat kelakuan dia di konser, pastiiiiiii langsung mencak-mencaaaak, dia nggemesin, nyebelin, sok imut, minta dijambak tapi minta dicium juga T______T jadilah ceritanya seperti ini >< dan aku masukin beberapa background pacarannya Junmyeon dan Jaehee, dan gimana cerita ini akan berpengaruh bagi hubungan mereka ke depannya.

Semoga suka ppyooong…

Neez

PS : Kalau ada yang nanya kemarin umur Neez berapa… hehehehe, aku seumur Suho & Yixing >////<

ppyooong

 

Advertisements

72 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Trust (1/?)

  1. cloudy cho says:

    kim joonmyun aaaaaaa…. suka banget.. sweet sweet gimanaa gitu bareng jaehee. hhahaa, apalagi kalo merajuk gara” yixing. hati” loh joonmyun, jaehee punya banyak pesona yg bs bikin kamu makin masuk kedalam pesonanya.kkkkk~

  2. shinhyerim says:

    Hahhahaha sebut satu nam “yixing” , suhoppa lgsng kapokk seruseru
    Harus mantengin bias smtara cowonya jg ada di dpn mata haha jaehee eonni psti pusing
    Keep going to read ahh
    Gomawo eonni:)

  3. Dee says:

    aduh berasa konser beneran wkwkw yg lol pas jaehee digerondong pertanyaan ttg pacarnya, bisa mati kutu lah yg lain kalo tau pacar jaehee yg asli wkwkwkwkqk

  4. yaengg says:

    Wkwkwk kak terkadang aku penasaran awal mereka ketemu gimana ya wkwk. Pasangan ini jadi favorit terbaruku wkwk jadi ngebayangin gitu kalo si joonmyun beneran kayak gitu di real lifenya hihi. Dan gimana rasanya jadi master fansite tapi pacaran sama shippernya ya allah ini impian fangirl abis dah :3 kak beneran deh garagara fanfiction buatan kakak JoonHee aku jadi suka sama junmen sumpah huhu ini nanti si joonmyun beneran nemuin junhee nggak wkwkwk xD katanya tetep liat wkwk xD ah tau kak. Terlalu menghayati. Semangat ya kaaaak 😉

  5. handayaniwidya0 says:

    *elap ingus
    okeh fix… aku falling in love sama ff2 di sini. Kesannya “real” aku yg baca jd imajinasinya langsung nyantol. Soalnya peran mereka kayak di real life mereka di mata kita sih. Jajajajaaaaaaaaaaa

  6. natasya says:

    weleh…di balik rok ada selundupan selundupan 😂
    idaman,masternim fansite yixing trus pcar junmyun 😂 weleh…

  7. Junmyunni says:

    Ah ah, itu beneran ga sih sbnrnya? Tapi mreka pasti ngenalin muka fansite nya? Serius? Wuaaaaw, jangan2 mereka memang pacaran sama kayak jaehee, kan sedih, wkwkwkwk

  8. tiiwiii says:

    Jaehee cemburu??? Tumben bgt ya… biasanya jaehee yg ngusilin suho biar cemburu sm lay.
    Ini kok tumben bgt jaehee cemburu cm gara2 itu…berharap cemburunya gara2 sesuatu yg lbh besar…heheheeee

  9. ynii07 says:

    wah jaehee terpesona oleh ketampanan suho, jadi gak fokus ke yixing deh jadinya. jaehee mulai cemburu tuh.
    hati hati bang suho nanti jaehee marah loh.

  10. Richfams06 says:

    aku sangat terlambat untuk komentar diff ini kkk~ baru saja menemukan blog ini karena salah satu penulisnya adalah penulis favorite dan dia adalah kakak yang menulis oh jaehee ini, baca ff ini harus dari profile banget kalau enggak, pasti kurang ngerti, feelnya dapet banget sumvehhh sampe tumvehhh, gereget gitu dah pas junmyeon sok ngegoda fans depan jaehee XD wkwkwk njut bacaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s