[Lian’s Side Story] I’m With You

kris2

I’m With You

Wu Family | Ficlet

A fiction by Yoo

.

“Because we’re family. You’re my brother.”

.

“Berjalan bersisian dengan tangan tetap saling memegang Erni Aladjai.

.

Sayup-sayup suara ketukan dari balik pintu kamarnya memecah keheningan. Memecah lamunan gadis itu. Ia memutar arah pandang. Hanya menatap daun pintu yang perlahan mulai membuka tanpa berusaha beranjak dari tempat. Maniknya menangkap sosok lelaki paruh baya itu memasuki kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan lengkap beserta segelas air putih. Lelaki itu adalah pamannya, adik dari ayah Lian yang sudah lama meninggal. Setelah tinggal bersama keluarga Wu, ia pindah ke Korea bersama pamannya, Myung Cheol Ryong.

Langkah Cheol Ryong yang berjalan menghampiri Lian hampir mendominasi ruangan itu. Lelaki itu lalu meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja di samping kasur keponakannya yang masih setia terduduk di tepi ranjang.

Cheol Ryong mengulas senyum tipis, namun masih ada sorot kekhawatiran di balik matanya. “Makanlah,” ujar Cheol Ryong penuh perhatian. Seharian ini keponakannya itu hanya mengurung diri di kamar. Hanya keluar di waktu sekolah dan sepulangnya ia habiskan di dalam ruangan ini sendiri. Tampaknya ini sudah menjadi rutinitas Lian beberapa hari ini.

Sejak hari itu.

Lelaki paruh baya itu ingin sekali merangkul atau setidaknya membelai rambut gadis kecilnya, keponakan yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri. Sekedar untuk menenangkan gadis itu dari kenyataan yang cukup menyentakkan ini. Namun ia hanya bisa menyimpan keinginan itu dalam-dalam. Selama ia tinggal di atap yang sama dengan Lian, tak pernah sekalipun Cheol Ryong bisa mengutarakan kasih sayangnya dengan bebas. Semenjak hari pertama ia membawa Lian kecil keluar dari keluarga Wu, selalu ada dinding pembatas kasat mata yang menghalanginya. Dinding yang diciptakan oleh gadis itu.

“Kau harus makan, Cheol Soo-ya, seharian ini kau belum makan apapun,” ucap Cheol Ryong sekali lagi, memanggil Lian dengan nama Koreanya. Nama yang sama dengan milik kakaknya, yang ibu Lian berikan untuk gadis itu sebelum meninggal.

“Mm,” hanya gumaman singkat dan angggukan pelan sebagai balasan dari gadis itu.

Cheol Ryong mendesah lirih. “Dia pasti tidak ingin kau sakit, jadi makanlah walaupun hanya beberapa suap.”

Tubuh Lian menegang. Ia tahu pasti siapa yang dimaksud oleh pamannya, dan itu kembali menyentaknya teringat kembali pada sosok itu.

Reaksinya itu juga jelas terlihat oleh Cheol Ryong. “Semua pasti akan baik-baik saja,” ujar Cheol Ryong sekali lagi. “Kakakmu lelaki yang kuat, tidak perlu khawatir, dia pasti bisa melewati semua ini.”

Cheol Ryong menyentuh pundak Lian sebelum ia beranjak keluar kamar. Meninggalkan Lian dalam ruangan sunyi itu.

Pikiran gadis itu kembali melayang jauh ke tempat sosok yang dirindukannya itu berada. Pemuda yang selalu menjadi tempatnya bersandar di saat tak ada seorang pun di sampingnya. Selalu menjadi satu-satunya tempat berkeluh kesah. Satu-satunya sosok yang pertama kali mengulurkan tangan padanya, menariknya dari ruang hampa bernama kesepian setelah kehilangan orang yang paling ia sayangi. Ibunya yang sudah meninggalkannya ke tempat yang tidak bisa ia tuju, bertahun-tahun silam.

Wu Yifan. Seorang pemuda yang akan menyodorkan bahunya secara cuma-cuma setiap saat untuknya.

Sekarang keadaan seakan berbalik. Pemuda itu lah yang kini berada dalam tekanan. Yang kini membutuhkan tangannya untuk keluar dari tekanan yang melilitnya. Namun tak ada yang bisa Lian lakukan selain duduk diam di antara sunyi yang mengelilinginya.

Perlahan ia menggapai ponselnya, menekan beberapa digit angka dan menunggu suara itu muncul dari seberang sana.

Halo?

Punggung Lian menegak. Membeku. Kini ia bisa mendengar suara itu lagi. “Gege,” sahutnya pelan.

Hm?” Suara pemuda itu terdengar lemah.

“Bagaimana keadaanmu?”

Aku baik-baik saja,” ia menjawab, lirih namun terdengar seolah bermaksud untuk menenangkan.

Lian mengigit bibir bawahnya. Menahan kuat-kuat agar tangisnya tidak pecah.

Bocah nakal, pasti di sana sudah hampir larut, kenapa kau belum tidur?

Lian masih membisu. Ia merasa jika ia membuka mulutnya maka tangisnya akan benar-benar meledak.

Sayup-sayup pemuda itu terdengar menghela napas lambat-lambat. Dan Lian bisa merasakan letih yan tersembunyi di baliknya. “Tidurlah, Lian-ah, tidak perlu mencemaskanku, di sini aku baik-baik saja. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah pada kakakmu ini, hm?

Kali ini Lian tak bisa menahan bulir bening yang meluncur dari balik pelupuk matanya. Dibiarkannya airmatanya mengalir begitu saja. Meski ia masih menahan isaknya. Lian tidak ingin Yifan mendengarnya menangis.

Cuping hidungnya meraup udara sebanyak mungkin. Berusaha memberi celah dalam dadanya yang sesak. “Aku akan ikut kemana pun kau pergi. Aku akan pergi ke tempat Gege berada. Korea, Cina, atau kemana pun, aku akan ikut.”

Dulu alasan mengapa Lian mengiyakan untuk menetap bersama pamannya, Myung Cheol Ryong, karena Yifan juga tinggal di Seoul untuk memulai masa traineenya. Karena kakaknya itulah ia memberanikan diri untuk meninggalkan tanah kelahirannya. Lian berpikir, selama ada Yifan di sana maka tidak ada hal yang perlu ia takutkan.

Gadis bodoh, jangan bicara melantur.”

“Aku tidak peduli.” Entah angin apa yang membuatnya sekeras kepala ini.

Sekali lagi Yifan mendesah pelan sejenak, sebelum ia kembali membuka suara dengan nada yang lebih serius. Dalam namun lembut. “Lian-ah, bagiku kau adalah adik yang paling kusayangi. Percayalah aku tidak akan benar-benar meninggalkanmu.”

“Tapi—“ Lian nyaris tercekat ketika —untuk kesekian kalinya— teringat pada orang-orang yang selama ini dekat dengan Yifan. Member EXO dan lainnya, juga Park Chanra. Kendati Lian masih belum begitu dekat dengan mereka, karena latar belakang sifatnya yang cenderung tertutup, namun gadis itu tak hentinya memikirkan keadaan mereka saat ini setelah berita menggemparkan terjadi. “Kau tidak akan benar-benar meninggalkan mereka, kan?”

Kali ini Yifan tidak langsung menjawab pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh adiknya. Meski begitu, Lian bisa mendengar desah napas lirih dari seberang sana. Juga bisa merasakan beban mental yang tersirat darinya. Dan untuk beberapa saat, keheningan menggelayuti mereka berdua meski tengah berada di ruang yang berbeda.

Lian-ah, banyak manusia yang memilih jalan bersisian antara satu dengan lainnya, tapi itu bukan berarti tidak bisa saling berpegangan, bukan? Dari awal, aku sudah memutuskan untuk memulainya dengan tangan saling berjabat,  jadi hingga akhir, aku tidak akan melepaskan genggaman tanganku. 

Lian masih memilih untuk bungkam. Dalam diam meresapi ucapan kakaknya.

Apapun yang terjadi, mereka selalu menjadi bagian dariku.

Lian mengangguk lambat-lambat, meski ia tahu Yifan tidak akan bisa melihatnya.

“Aku juga, apapun yang terjadi, aku akan ada untukmu, Yifan Ge. Karena kita keluarga, karena kau adalah kakakku.”

FIN

Pertama mau ngucapin, tetap semangat ya buat para fans EXO khususnya fans Kris. Walaupun saya bukan EXOstan tapi setidaknya saya paham gimana rasanya ada di posisi kalian. Tetap semangat aja, tetap dukung idola yang kalian sayangi 🙂

Fanfic ini saya buat dari sudut pandang Lian, seorang adik yang lagi khawatir sama kakaknya yang lagi terkena masalah. Apalagi kakaknya ini satu-satunya orang yang paling dekat sama dia setelah ibunya meninggal *lian lagi curcol*

Berjalan bersisian dengan tangan saling memegang, ini kata-kata dari salah satu penulis novel yang pernah saya baca, yang maknanya dalem banget menurut saya. Yah, banyak orang yang memilih jalan bersisian satu sama lain, berjalan di jalan yang berbeda satu sama lain, memiliki kepercayaannya masing-masing. Tapi bukan berarti bersisian ga bisa saling merangkul, kan? 🙂 Jadi apapun hasil akhirnya nanti, walaupun memang harus berseberangan dengan dia saya harap EXO fans tetap mendukung. Juga mendukung member EXO lainnya yang pasti hehe.

Oh ya, kalau ada yang kurang berkenan dengan fanfic ini atau mungkin ada kata-kata yang kurang tepat di hati, saya minta maaf 🙂

Buat Ra, semangat ya dek! All iz well *tebar lope* Buat kak nisya, zi, ima, mut, tetap senyum semangat ya! Salam lope lope dari aku hahaha ❤

Yoo

Advertisements

11 thoughts on “[Lian’s Side Story] I’m With You

  1. indaylee says:

    Kak Yoo TT__TT tulung itu yang pas Kris bilang aku baik baik saja langsung beneran ngebayangin kris bilang gitu aduh ini mata nyut2an udah mau nangis lagi T_______T
    Buat kak yoo makasih udah nyemangatin aku,ra,mut, kak ima, kak nisya yang drop gara2 mereka:’) ngasih kata2 semangat
    FFnya keren! aku nangia lagiii
    Makasih kak yoo, love yaaaa
    *lempar bang doojoon*
    Salam sayang, Zi.

  2. nadatiana says:

    eonnie.. nyesek bgt di hati baca ff ini
    semoga aja kris beneran baik-baik aja..
    tetep dukung exo!
    keep writing.. FIGHTING! 🙂

  3. lollicino says:

    kakak Yoo T_T
    postingan baru lagi setelah ngeliat poster-poster EXO FROM EXO PLANET yang di-crop bagian Yifan-nya. SAD 😥 SM WICKED 😥
    ngebayangin waktu Lian nanya “Kau tidak akan benar-benar meninggalkan mereka, kan?” itu nyesek. Yifan nggak langsung jawab, diem lama. yang ada di pikiranku, seakan dia pengen balik tapi… kayak semuanya udah tertutup untuk dia 😦 mudah-mudahan ini cuma pikiran belaka, jangan sampe Yifan memang mikir kayak gitu 😥
    ff-nya bagus kok, bahasanya keren ‘-‘)b rada bahasa dewa tapi masih dimengerti 🙂 oh, betapa semua merindukan Yifan 😥
    <3<3<3 we'll still here for Yifan!

  4. ririna says:

    aigooo…
    pengen banget flashback seminggu yg lalu..waktu berita ini masih blm keluar
    waktu msh semangat2nya jadi EXOstan
    pengen bgt, ga sabar lihat vshow baru EXO XOXO, dan sekarang malah ga tega lihat vshow itu 😦
    alhasil cm lihat ulang weekly idol atau EXO showtime 😦
    *curcol

  5. Anita says:

    bisa dibilang apa yang dirasain Lian juga dirasain sama exostan. jadi kita tetep harus semangat buat kedepannya 🙂

  6. Daeshi Lee says:

    TT
    kenapa nyesek bacanya TT
    *brb galau lagi*
    Aduh ga kebayang kl Kris yg blg kegitu bukan lagi nangis emg lgsg berangkat ke tempat dia skrg trus meluk *modus*

  7. sehunyehetxx says:

    AAAAA, WU YI FAN T^T

    Hiks, aku baru baca sekarang 😦
    luka lama terbuka kembali kan /aslinyabelumketutupjugasih/

    ITU APA LAGI DIA MAIN PILEEEMMM
    MAIN SAMA EKSO AJA KENAPA SIHH, tapi agak entaran(?)
    NANTI MAIN SAMA SOOMAN ;-; /iniapasihah/

    Well, aku bingung sama Kris. Masalahnya kenapa sih-_- kalo sakit kenapa main film, capek juga kan. kalo masalah uang, BELI AIR JORDAN DUIT DARI MANA. Aihhh, pengen dia balik exo aja :”) belum ketemu OT12 nih ah. Dia aneh juga, ngapain ikut kambek showcase terus pergi

    komen aku buat ff yang bahas rumor kris ini semua btw, karena aku juga bingung, sedih, kesel, kecewa, galau, dll.
    Salut sama kalian, eonniedeul!^^ dalam keadaan kaya gini masih bisa buat ff hehe…

    hwaiting! ra eon stay strong~ semua-nya stay strong~ xx

Leave a Reply to Daeshi Lee Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s