.:JunHee Veiled:. Date

p18n62lf3v1lao1sjc1u0ik42tvs4

Title : Date

Author : nisya

Genre : Romance, Comedy, Friendship

Rate : PG13

Length : Oneshot

Cast :

  • Kim Junmyeon / Suho (EXO)
  • Oh Jaehee (OC) kindly read Oh Jaehee profile before you read this fiction as introduction ^^

Disclaimer : Aku cuma punya ceritanya, bukan tokohnya ^^ semua yang ada di cerita ini murni fiktif dan imajinasi. 

.:JunHee Veiled:. Date

 

Jaehee melempar tas selempangnya ke atas sofa, diikuti tubuhnya sendiri. Ia langsung merasa tulang punggungnya akhirnya melemas, setelah beberapa hari ini ia sibuk mengikuti EXO M kemana-mana. Meregangkan otot-otot kepalanya ia mendengar bunyi bip kecil dan dengan malas ia merogoh kantung rompinya, dan mengeluarkan ponselnya.

Joonmyeon

 

Sudah di rumah belum?

Kenapa belum memberi kabar T___T

   Jaehee menguap sambil mengetikkan balasan singkat kepada kekasihnya, dan meletakkan ponselnya begitu saja, seraya berdiri dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang mulai kaku-kaku karena kelelahan, dan meraih remote untuk menyalakan televisi.

   Berita mengharukan tentang kasus feri Sewol masih menjadi berita hangat beberapa pekan terakhir, dan jujur saja, secuek-cueknya Jaehee, ia selalu merinding jika mendengar maupun melihat berita tentang kejadian Sewol itu. Belum lagi isu-isu gaib mengenai raibnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Duh, waktu ke Malaysia, dia ingat sekali pernah menaiki pesawat itu, untuk mengikuti Yixing. Jaehee bergidik mengingat-ingat kejadian itu, dan mengganti stasiun televisi berita itu.

   Jaehee melirik jam tangannya, dan berdecak. ”Omong-omong Miho sudah selesai belum ya mengedit foto? Lama sekali kita tidak update HQ foto.” Gumamnya sambil meraih ponselnya kembali. Pesan dari Joonmyeon berkedip-kedip minta diperhatikan, sama manjanya seperti yang mengirim. Tapi seperti biasa, Jaehee mengabaikannya. Pria itu bisa menunggu.

   Ia mencari nama Miho dan menghubunginya. Anehnya, tidak diangkat. Kemudian dicobanya lagi, barulah pada usaha ketiga, ada pesan suara dari Miho. ’Eonnie, aku sedang nonton Spiderman 2 dengan pacarku. Nanti kuhubungi lagi. Bye-yeom.’

   ”MWO?!”

   Jaehee langsung mencari-cari stasiun televisi kabel yang selalu menayangkan berita tentang showbizz, dan benar saja begitu stasiun televisi itu muncul, tayangan yang sedang diputar adalah tentang animo masyarakat Korea Selatan tentang film The Amazing Spiderman 2, yang baru tayang beberapa hari ini.

   Jaehee langsung menjerit frustasi! Dulu setelah menonton yang pertama, ia sudah berikrar akan menonton sekuelnya ketika tayang perdana di Korea Selatan! Dan ini sudah hari kedua, dan… Miho sudah lebih dulu menontonnya!

Aku baru sampai di rumah, Junmyeonie…

Badanku pegal-pegal semua…

 

Kau baik-baik saja?

Kubilang jangan terlalu lelah, nanti kau sakit…

Kau kan bisa suruh Yixing berpose untukmu kapan saja T___T

Jaehee membaca pesan Junmyeon yang masuk. Kenapa sih Junmyeon suka sekali memakai emoticon T___T? Tidak bisa buat emoticon lain apa dia? Jaehee memutuskan untuk menghubungi kekasihnya saja. Seperti biasa, Junmyeon selalu bisa dijadikan kantung tinju (pelampiasan) kalau dia sedang frustasi.

   Junmyeon menjawab teleponnya dengan riang. ”Hai, Baby~”

   Jaehee langsung mendesis. ”Jangan sok bule! Lagipula aku bukan bayi, Junmyeon!” serunya, sedikit merajuk.

   ”Kenapa sih kau tidak pernah manis saat kutelepon? Kau bisa sedikit manis jika kita sedang chat?” lagi, leader EXO K itu merajuk.

   ”Ah molla~ Junmyeon!” panggil Jaehee tiba-tiba dan merebahkan badannya.

   ”Wae?” Junmyeon bertanya. Suaranya yang semanis beledu merasuki telinga dan menjalar ke sekujur tubuh Jaehee. Oh tidak, jangan harap Jaehee akan bicara begitu pada Junmyeon. Kekasihnya itu bisa terbang ikut Kris ke galaksi jika mendengar isi pikiran Jaehee sekarang.

   ”Aku kesal~” dan keluarlah suara merengek dari Jaehee, yang jangan harap bisa ia keluarkan jika tengah berada di depan bawahannya (Yuri, Sujin, dan Miho). ”Junmyeon aku kesal! Kesal! Coba kau ada disini, kan kau bisa aku cubit-cubit sampai puas!”

   Ia bisa mendengar suara tawa renyah Junmyeon dari seberang sana. Jaehee tidak tahu, kalau Junmyeon pun menyukai rengekan gadis seribu gengsi itu. Junmyeon paling suka jika Jaehee sudah berdua bersamanya, tidak harus langsung berduaan. Melalui telepon atau chat saja, Jaehee sudah bisa sedikit melepaskan topeng ice princess yang menurutnya lebih icy daripada SNSD Jessica.

   ”Kenapa kau kesal, Sayang?”

   ”Junmyeonie, aku kan sudah berjanji untuk menonton The Amazing Spiderman 2 perdana! Tapi aku malah sedang di Cina~” rengek Jaehee.

   Dan jelas Junmyeon harus menekan keinginannya untuk tertawa kuat-kuat. Nona Angelina Oh ini tidak akan senang jika dia tahu kalau Junmyeon menganggap rengekannya sangat childish. ”Kau sih~” tegur Suho lembut. ”Kau terlalu sibuk tuh mengurusi Yixing~ sampai lupa dengan waktu untuk dirimu sendiri.”

   ”Huh~” gerutu Jaehee. Kalau soal Yixing, ia tak mau mendebat Junmyeon deh. Dia tidak mau ditalak Junmyeon, tidak mau! Dan sekali lagi Jaehee bersyukur kalau kekasihnya tidak punya kekuatan seperti Edward Cullen, atau pikirannya benar-benar ditelanjangi dan dia bisa malu setengah mati. ”Bagaimana ini~” rengek Jaehee. ”Aku mau nonton! Bahkan Miho sedang menontonnya, bersama pacarnya pula!”

  Junmyeon langsung dirundung rasa bersalah. Jika saja dia namja biasa, namja kuliahan, yang bahkan mungkin sekarang sudah wisuda. Ia bisa dengan mudah mengajak Jaehee berkencan. Nonton di bioskop, makan di kafe, bahkan bersepeda di sungai han, tanpa perlu takut ketahuan oleh fans. Apalagi, selama enam bulan berkencan, Jaehee tidak pernah mengutarakan keinginannya untuk sekedar berjalan-jalan atau berkencan berdua dengannya diluar. Sama sekali tidak pernah! Kencan mereka lebih banyak diam-diam bertemu di venue acara-acara EXO, atau Junmyeon menyempatkan diri datang ke apartemen gadis itu.

   ”Kalau nonton sekarang masih dapat yang jam berapa ya?” gumam Jaehee mengira-ngira.

   Mata Junmyeon melotot. ”Ya! Kau tidak serius mau nonton sekarang, kan? Ini sudah jam berapa? Kau baru pulang, Sayang.”

   ”Ah wae~ aku sudah keburu penasaran! Nah itu itu itu!” Jaehee menunjuk televisinya, merasa guardian-nya EXO itu bisa melihat apa yang ia tunjuk. ”Tuh kan, sudah banyak sekali yang menonton!”

   ”Ya sabar dulu, besok saja nontonnya… sudah malam ini, eoh?”

   ”Lalu kenapa kalau sudah malam?”

   ”Aku tidak bisa minta izin sekarang, Sayang… aku sedang latihan.”

   Jaehee mengerutkan alisnya dalam-dalam, mengernyit. Memiringkan kepalanya bingung. ”Mwo?”

   ”Besok saja… ah tapi,” Junmyeon terdengar ragu-ragu. ”Aku pun tidak bisa janji, karena akhir bulan ini kami akan konser…”

   ”Ya, tunggu sebentar, Kim Junmyeon.” Potong Jaehee. ”Memang aku mengajakmu nonton?” tanyanya polos.

   Dan hal seperti ini, yang paling membuat Junmyeon sebal pada Jaehee. Jaehee itu terlalu jujur kadang-kadang! Junmyeon tahu dia sering salah tangkap maksud Jaehee. Tapi jawaban-jawaban jujur Jaehee mengenai salah pahamnya mereka selalu membuatnya sebal! Bisa kan Jaehee sedikitnya berakting seolah-olah dia memang mau mengajak Junmyeon nonton?

   ”YA!” seru Junmyeon, sebal. ”Jadi kau tidak mau menonton denganku, begitu?!”

   Jaehee menutup mulutnya buru-buru, baru sadar bahwa untuk kesekian kalinya ia salah bicara. ”Ani~ bukan begitu~ justru karena aku tahu kau tidak bisa makanya aku tidak mengajakmu nonton. Aku kan curhat kalau aku mau nonton, saking inginnya aku mau nonton sekarang.” Buru-buru ia memberi penjelasan pada kekasihnya yang sepertinya mulai naik darah (lagi). Dan justru, penjelasannya yang terburu-buru tanpa jeda, entah kenapa semakin membuat ubun-ubun kepala Junmyeon panas.

   Oh Jaehee ini! Batin Junmyeon. Penting tidak sih status pacaran itu untuknya? Atau penting tidak sih PACARnya ini untuknya? Tak bisa ditahan, pikiran kekanakan itu muncul kembali. Junmyeon memang masih seperti anak kecil, ia tahu ia bersikap kekanakan. Tapi, bagaimana ketidakyakinannya bisa berubah jika pacarnya sendiri memperlakukannya seolah ia hanya teman? Ia bahkan mengidam-idamkan kencan macam orang normal, sementara pacarnya malah sepertinya mengidam-idamkan hidup dalam kesendirian.

   ”Aish! Sudahlah, mau nonton sendiri atau tidak, terserah! Aku masih ada latihan, kututup dulu!”

   Mata Jaehee melotot. ”Ya! Ya! Ya! Kim Junmyeon!” dan bunyi tut tut tut yang khas itu mengindikasikan bahwa Junmyeon ngambek (lagi). Jaehee menjitak-jitak kepalanya sendiri. ”Babo! Babo! Babo! Oh Jaehee memang babo! Kenapa kau tidak bisa menahan mulutmu sendiri sih?!” Jaehee buru-buru membuka aplikasi KakaoTalk-nya.

Junmyeonie…

Wangjunnim </3

Jangan marah please~

Ayo nonton, kutunggu di bioskop deh yaaa

Menyamar dengan baik

Aku tak mau kau terlihat dan muncul masalah, ne?

Lima, sepuluh, hingga lima belas menit, tidak ada tanda-tanda Junmyeon membalas pesannya. Meringis, Jaehee menggigit bibirnya cemas. Dia benar-benar tidak bermaksud membuat Junmyeon kesal, kok. Dia tahu pacarnya memang sedikit kekanakan jika menyangkut masalah posisinya sebagai pacar yang sering Jaehee anggap kurang penting. Bukannya kurang penting, tapi memang Jaehee tadi hanya mengadu, bahwa ia ingin menonton, dan tidak suka jika ia kalah dari orang-orang di sekitarnya. Ia tak sadar, kata-katanya membuat Junmyeon mengira bahwa ia hendak mengajak Junmyeon nonton.

   Justru setelah Junmyeon mengira ia mengajaknya jalan, ide itu baru terpikirkan oleh kepala kecil Jaehee. Ia membayangkan, dan baru terpikirkan. Miho saja jalan dengan pacarnya, pacar Miho yang mirip Ahn Jaehyun itu. Sering malu-malu sendiri jika sudah datang ke markas mereka (rumah Jaehee sih sebetulnya) untuk menjemput kekasihnya seusai dinas (mengurus Yixing), dan membuat Sujin dan Yuri teriak-teriak iri.

   Jaehee kemudian membayangkan bagaimana jika yang ada di posisi Miho dan pacarnya itu dirinya dan Junmyeon. Dan langsung bergidik ngeri. Dia bisa diburu fans jika Junmyeon menjemputnya secara bebas, nonton, dan menggandeng tangannya di depan umum, meski membayangkannya saja sudah ada selipan rasa bangga di hatinya. Jaehee kemudian geleng-geleng, lebih baik tidak usah membayangkan hal-hal yang berbau drama Korea seperti itu, atau dia akan sedih sendiri, karena tidak akan pernah ia membiarkan Junmyeon kehilangan fans hanya gara-gara dirinya, atau pacar! Never!

   Jaehee menoleh ke arah ponselnya, lalu berlari ke sudut ruangan, dimana meja komputernya berada, dan menyalakannya. Ia memeriksa jadwal film, dan menghela napas dalam-dalam. Sejak memutuskan berpacaran dengan Junmyeon, Jaehee sudah tahu resikonya sebagai kekasih dari seorang idol, maka jangan heran sikapnya pada Junmyeon sedikit cuek (walaupun memang hal itu terjadi karena porsi gengsi gadis itu yang memang besar), hal itu karena ia tidak mau seperti gadis-gadis seumuran dirinya pada umumnya, yang memiliki kekasih.

   Mengapa? Ya mereka enak, pacarnya bisa setiap saat memanjakan mereka. Sementara Jaehee? Bukannya dia tidak ingin dimanja (dia cuma tidak mau mengakuinya saja), tapi dia juga tidak mau membuat susah Junmyeon. Hidup kekasihnya itu sudah sulit dengan profesinya sebagai idol, belum lagi masalah dengan sasaeng, skandal, dan setiap hal kecil saja bisa membuat EXO hancur dalam sekejap. Maka, Junmyeon tidak perlu tambahan beban untuk dipikirkan, jika ia bertingkah manja. Sebaliknya, meski sedikit (oke, banyak) gengsi untuk memanjakan Junmyeon, tak pernah Jaehee sekalipun menolak kekasihnya yang meminta untuk dimanja.

   Pernah satu malam Junmyeon datang karena tidak bisa tidur. Hari itu Jaehee sibuk dengan urusannya, dan Junmyeon datang hanya karena ingin kepalanya dibelai-belai oleh Jaehee hingga tertidur. Dan meski sedikit (oke, banyak) mengeluh, toh Jaehee tetap melakukannya, bahkan dengan bonus ciuman selamat tidur, yang membuat Junmyeon mendapatkan tidur berkualitas dengan mimpi indah. Juga, jika Junmyeon tiba-tiba minta peluk di tengah keramaian (keramaian anak EXO dan pacarnya), Jaehee tidak bisa menolak meski sambil ngedumel (dan hanya Jumyeon yang mendengar). Pokoknya, Jaehee selalu berusaha tidak meminta, tetapi selalu memberikan apa yang Junmyeon minta.

   Junmyeonnya saja yang kadang-kadang tidak tanggap dengan aksinya yang sedikit anarkis itu. Karena Junmyeon adalah tipe pria yang selalu menunjukkan rasa sayangnya melalui kata-kata, dan perbuatan. Jika ia cinta, maka ia akan katakan cinta, begitu juga dengan rindu. Ia adalah tipe pria ekspresif, yang menyukai aksi daripada hanya kode-kode terselubung macam Jaehee.

   Dan satu sikap Jaehee lainnya yang Junmyeon sering keluhkan, adalah betapa keras kepalanya gadis itu jika sudah menginginkan sesuatu. Jika Jaehee ingin hari itu berlibur ke Jeju, maka ia akan berangkat hari itu juga, tidak perduli harga tiket tengah naik, misalnya. Kadang malah tidak peduli jika ia tengah ada ujian tengah semester.

   Dan seperti sekarang, kisah Andrew Garfield dan Emma Stone di film The Amazing Spiderman 2 sudah benar-benar membuat rasa penasaran Jaehee berada di titik paling maksimum. Jika ia harus menunggu Junmyeon, lama-lama ia dan Junmyeon hanya akan menonton film itu di televisi kabel langganan Jaehee seperti film-film sebelumnya.

   Menunggu balasan Junmyeon yang tak kunjung datang, Jaehee meringis, ia yakin Junmyeon sebetulnya merajuk, tapi jika ia menunggu pun, film untuk malam ini akan segera dimulai, dan ia harus menunggu besok untuk menontonnya. Padahal tidak bisa, banyak hal lain yang harus ia kerjakan. Akhirnya Jaehee memutuskan saat itu juga ia harus berangkat!

   Dengan kunci mobil di tangan kiri, tangan kanannya sibuk mendandani rambutnya agar membentuk messy wavy kebanggaannya, dan ia segera mengunci pintu apartemennya, sambil berlari kecil menuju elevator, menekan tombol turun. Dalam hati ia berbedat, apa sebaiknya ia memberitahu Junmyeon jika ia menonton juga, tapi Junmyeon pasti akan tambah marah. Tapi kalau dipikir-pikir, jika ia tidak bilang, Junmyeon pun akan tambah marah.

   Lebih baik dia bilang saja lah, daripada Junmyeon marah karena tidak pernah dianggap penting sebagai pacar, duh itu hal terakhir yang dipikirkan Jaehee, maka dengan tangan gemetar ia membuka kunci ponselnya dan mengirimi kekasih rambut bulenya itu pesan.

Junmyeonie…

Aku nonton ya 

Aku benar-benar penasaran

Berlatihlah dengan baik ^^

Hwaiting XoXo

Meski ingin muntah dan hendak menjambaki rambutnya sendiri, karena mengirimi pesan penuh gula (manis maksudnya) seperti itu, Jaehee memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

            Unconditional… unconditionally, I will love you unconditionally…

Jaehee mengerjap, buru-buru ia meraih ponselnya dan menatap penuh harap pada layarnya, jelas berharap Junmyeon menghubunginya, tapi dengan sebal ia melihat bahwa justru Yixing yang menghubunginya, tepat ketika pintu elevator membuka. Dengan satu tangan menekan angka satu, dan satu tangan menggeser icon angkat di ponselnya, ia menempelkan benda tipis itu ke telinganya.

   ”Ne?”

   ”Ahahahaha…” yang ia dengar malah suara tawa menyebalkan sahabatnya itu. ”Aku sudah menduga, wajah Junmyeon kusust pasti karena bertengkar denganmu. Ya, Oh Jaehee, sebenarnya apa lagi yang kau lakukan sih?”

   Jaehee mendesis. ”Kau kepo sekali!”

   ”Bukannya kepo, tapi Junmyeon jutek itu sesuatu yang menggemaskan…” wajah Jaehee langsung penuh senyum, momen SuLay favoritnya. ”Tapi jelas tidak menggemaskan untuk Manajer Hyung. Kita kan sedang berlatih, tapi mukanya ditekuk terus. Dan kau penyebabnya, huh?”

   ”Ishh~ dia hanya merajuk,” rengek Jaehee kesal. ”Dia yang salah paham, salahnya sendiri, bukan salahku dong.”

   ”Apa yang kau buat jadi dia salah paham?”

   ”Ah, dwaesso!” seru Jaehee memandang pintu elevator terbuka di lantai dasar dan buru-buru keluar. ”Ya, aku harus pergi, tidak baik menelepon jika sedang menyetir, kututup ya. Bye!”

   ”Ya ya ya, malam-malam begini kau mau kemana? Hei… tut tut tut.”

   Jaehee memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantung vestnya, dan berjalan menuju lahan parkir, menemukan BMW X5 hitamnya, dan langsung duduk di belakang kemudi setelah membuka pintu. Mau Junmyeon marah sekarang atau nanti, yang penting Andrew Garfield dulu lah. Junmyeonie, kali ini harus diakui, bahwa kau bukan yang terpenting. Huhuhu…

   Jaehee memasuki salah satu bangunan bioskop di Apgujeong, tak terlalu jauh dari apartemennya, dan memeriksa jadwal kembali di ponselnya. Syukurlah, The Amazing Spiderman 2 masih ditayangkan dua puluh menit lagi. Ia membeli satu tiket, dan tak lupa membeli lemon tea beserta caramel pop corn untuk menemaninya menonton nanti. Ia sengaja memilih velvet room agar bisa menonton sambil berbaring, mengingat punggungnya masih merasa pegal-pegal.

   Setelah waktunya tiba, ia mengambil selimut yang disediakan oleh wanita muda yang menunggu di depan pintu, dan masuk ke dalam. Sengaja ia mengambil spot yang di tengah-tengah agar tidak terlalu berbaring, atau bisa-bisa ia tertidur pulas dan bukannya menonton film nanti.

   Suasana bioskop hari itu cukup lengang, tapi bukan berarti sepi. Ketika layar masih menayangkan teaser-teaser film lainnya, Jaehee mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, dan melihat bahwa di sekitarnya, loveseat-loveaseat di velvet room ini diisi oleh pasangan sebaya dirinya. Dan, heol hanya dia sendiri, yang… sendirian tanpa pasangan!

   Jaehee membuka tutup pop corn-nya, dia takkan pernah kesini dengan Junmyeon, takkan pernah terjadi… dan berusaha mengusir perasaan nelangsa dengan menyeruput lemon tea-nya perlahan-lahan. Dan untungnya, film pun akhirnya di mulai.

   Jaehee terharu! Di film pertamanya, bagian ending, dengan sedihnya ia harus melihat Peter Parker dan Gwen Stacy putus. Tapi di awal film ini, mereka sudah kembali berpacaran. Andai ini bukan bioskop, ia akan spazzing ala fangirl. Sejak kecil, ia memang sudah sangat menyukai Spider Man, terlebih film terbaru Spider Man dengan pemeran yang berbeda dari yang pertama, ia semakin menyukainya.

   Chu~

   Jaehee mengerjap mendengar suara itu dan menoleh. Oke, kini di layar lebar, Andrew Garfield tengah mencium mesra Emma Stone, oke koreksi, Peter Parker tengah mencium mesra Gwen Stacy di panggung, di pengumuman kelulusan sekolah mereka, di depan guru, dan teman-teman, ditepuk tangani pula. Okelah, meski di kehidupan nyata keduanya memang berkencan, ini hanya untuk keperluan akting. Tapi, dua orang di bangku belakangnya tidak sedang ikutan akting, kan?

   Jaehee mengipasi mukanya yang mulai panas. Dia sedikit melirik.

   Dan mereka belum selesai berakting lovey dovey, yang di sebelah kanannya sudah mengikuti. Jaehee menyeruput minumannya, membersihkan kerongkongannya yang terasa kering setelah menyaksikan live action. Pundi-pundi rasa iri kembali menggerogoti hatinya saat memandang sedih Peter Parker yang tengah memutuskan hubungan dengan Gwen Stacy setelah mereka lulus.

   Suasana hati Jaehee jadi ikut galau. Dan tiba-tiba ada bruk, ada yang duduk di loveseat-nya. Jaehee menoleh dengan bingung, menatap sosok berhoodie gelap yang menutupi kepala dan seluruh wajahnya, kedua tangannya masuk ke dalam saku hoodienya.

   Siapa sih ini? Batin Jaehee. Perasaan masih banyak bangku kosong lain deh untuk duduk. Dia masih membatin, dan baru hendak ia menegur pria itu, pria itu menelengkan kepalanya menatap Jaehee, dan demi penguasa bumi dan surga, ia mengenali sepasang iris cokelat teduh itu.

   Kim Junmyeon!

   Jaehee mengedipkan matanya tak percaya, mulutnya pun pasti masih terbuka lebar menatap Junmyeon lekat-lekat. Junmyeon tetap menatapnya lurus pada manik mata, tak bicara apa-apa, dan baru kali ini, baru kali ini saudara-saudara, Andrew Garfield terlupakan oleh seorang Oh Jaehee.

   ”Junmyeon,” bisik Jaehee akhirnya.

   Dan bibir pink tipis itu menyunggingkan senyum miring favoritnya, lalu tanpa peringatan, Junmyeon mengulurkan tangannya, Jaehee mengerjap, begitu menyadari pop corn di tangannya sudah berpindah tangan, dan Junmyeon merebahkan dirinya di loveseat.

   ”Ya…” panggil Jaehee.

   ”Sssttt! Kau bilang kau mau nonton, sudah nonton sana…” jawab Junmyeon sambil melahap potongan pop corn tersebut. Jaehee tersenyum kecil dan bersandar kembali.

   Film terus bergerak ketika Max Dillon terkena setrum, dan bergerak lagi hingga Peter Parker menemui Gwen Stacy yang menghubunginya, meski status mereka sudah putus. Adegan itu manis sekali, mereka memutuskan menjadi teman baik, dan membahas hal-hal yang menjadi peraturan pertemanan mereka, dan melarang satu sama lain untuk melakukan hal yang membuat satu sama lain berdebar-debar. Hati Jaehee trenyuh, so sweet sekali pasangan ini. Jelas-jelas mereka masih saling mencintai.

   Dan ketika Peter keceplosan bahwa ia tahu restoran yang Gwen biasa datangi sebulan terakhir, Gwen memaksa Peter jujur mengenai tingkah stalking-nya. Jaehee mendekap tangannya erat-erat, menahan perasaannya, harunya. Peter jujur bahwa ia hanya bisa melakukan itu, karena hanya itu jarak terdekat yang bisa ia lakukan demi bersama Gwen. Dan Gwen menangis terharu.

   Dan saat itulah, Jaehee merasakan sebuah tangan menggenggam tangannya, erat. Jaehee menoleh. Junmyeon masih menatap lurus ke layar, tanpa melepas tudung hoodie-nya, namun tangannya berada disana. Dan pundi-pundi bahagia gantian berloncatan di hati Jaehee, dan sekali ini, tanpa disuruh oleh Junmyeon, ia menelusupkan jemarinya diantara jemari pria itu.

   Film terus bergerak maju, Gwen yang diterima di Inggris, Peter yang penasaran tentang rahasia ayahnya, juga tentang kembalinya sahabat lamanya, Harry Osborn. Jaehee sesekali melirik ke sampingnya, Junmyeon terlihat rileks, meski kakinya dilipat, dan tangannya dingin. Jaehee beringsut mendekat ke arah Junmyeon, Junmyeon menoleh menatapnya heran, tapi kemudian mengerti saat Jaehee memakaikan selimutnya pada kaki Junmyeon yang langsung merileks.

   Baru Jaehee mau kembali ke posisi awal, Junmyeon menahannya lagi, dan malah mengalungkan tangannya pada pinggang gadis itu, membawanya ke dalam dekapannya, tanpa bicara, Jaehee mendongak mendapati wajah Junmyeon tepat di atasnya, lurus menatap layar.

   ”Junmyeonie…”

   Junmyeon menoleh sekilas. ”Ayo nonton, kau ini~ katanya mau nonton!” balasnya berbisik. Dan cup. Bukannya membalas dengan kesal (seperti yang biasa Jaehee lakukan jika di bantah), gadis itu memberi dagu Junmyeon ciuman singkat, ucapan rasa terima kasihnya. Jika Junmyeon tidak muncul, ia tidak akan pernah tahu (atau mau mengakui), bahwa sebetulnya ia memang ingin merasakan kencan di bioskop dengan kekasihnya.

   Junmyeon tersenyum kecil melihat Jaehee yang sudah kembali membaringkan kepalanya di dadanya, dan ia mengecup puncak kepala Jaehee sambil terus menatap film di hadapannya. Film favorit kekasihnya, yang seri pertamanya, selalu ia tonton berdua hanya karena Jaehee begitu menyukai The Amazing Spiderman ini.

   Hati Junmyeon bahagia sekali. Setelah beberapa lama single, kejadian putus yang tidak menyenangkan dengan mantan kekasihnya, Jaehye, dan kemudian memutuskan berkencan dengan Jaehee kurang lebih enam bulan yang lalu, ia merindukan masa-masa seperti ini. Berkencan di tempat umum, meski masih sembunyi-sembunyi, dan jika kencan hari ini berhasil, ia akan memasukkan daftar kencan tengah malamnya agar bisa menghabiskan waktu dengan kekasihnya ini.

   Selain menikmati film, Junmyeon bersyukur ia tadi memaksakan diri izin latihan dan buru-buru kesini begitu Yixing (again, huh), lapor kalau Jaehee sedang pergi mengendarai mobil tapi tidak tahu kemana. Dan begitu Junmyeon mengecek ponselnya, Jaehee memang pamit untuk nonton! Dan bayaran yang ia dapat adalah kekasihnya yang biasanya pasang harga tinggi untuk menunjukkan perasaannya, disini malah menunjukkan dengan suka rela. Kapan lagi bisa lihat Oh Jaehee dengan kesadarannya sendiri bermanja-manja ria tanpa diminta begini? Junmyeon bahkan disuapinya pop corn dan lemon tea (kalau tadi tidak disodorkan lemon tea, mungkin Junmyeon mengira gadis itu mabuk).

   Dan di akhir film, ketika Gwen Stacy meninggal dunia, air mata Jaehee merembes bersama-sama dengan Peter Parker. Dan Junmyeon harus menahan tawanya kuat-kuat karena tidak mau gadis itu kembali jadi gadis galak dengan mulut ceriwis karena menertawainya.

   ”Kenapa Gwen mati siiiih~” isak Jaehee kecil-kecil, sementara Junmyeon hanya mengusap-usap pundak kekasihnya. ”Gwen itu pacar Peter paling keren! Gwen kan pintar, tidak nyusahin macam MJ!”

   Junmyeon mengangguk-angguk saja.

   ”Kukira di film ini akan dibuat perbedaan dengan komiknya, bahwa Gwen yang akan mendampingi Peter!” omel Jaehee dengan air mata merembes. ”Junmyeonie, kau lebih setuju Peter dengan Gwen atau MJ?!” suaranya mengindikasikan kemarahan tak jelas, yang membuat Junmyeon jelas harus memilih Gwen daripada MJ. ”Keurae!” Jaehee kembali ngomel. ”Apa bagusnya MJ? Disaat semua super hero tidak ada yang setia dengan kekasihnya, hanya Peter Parker yang setia! Tapi kenapa pacarnya yang tidak?!”

   Junmyeon diam saja, tak tahu harus komentar apa. Jaehee ini memang kalau sudah komentar, Junmyeon hanya bisa geleng-geleng dalam hati.

   ”Peter Parker itu hidupnya sudah susah,” dan Jaehee menangis lagi, menatapi Peter yang hanya termangu di hadapan pusara Gwen. ”Dia punya tanggung jawab menyelamatkan dunia, sudah sibuk, tidak perlu ditambah susah oleh MJ yang kerjanya selingkuh!”

   ”Ssttt, jangan kencang-kencang!”

   Jaehee mengisak kecil. ”Junmyeonie, MJ itu menyebalkan! Sudah bodoh, tidak pernah membantu~ coba lihat Gwen, dia selalu bisa membantu Peter di saat kesusahan, kan? Bahkan tadi, kalau tidak ada Gwen, itu pesawat bisa saling bertabrakan!”

   ”Iya, Sayang, iya…” bisik Junmyeon.

   Hingga akhirnya, film berakhir ketika Peter berhasil move on setelah menonton pidato Gwen. Selalu Gwen yang membantu Peter, pikir Jaehee terharu (lagi). Dan film benar-benar berakhir. Jaehee meregangkan tubuhnya yang sebetulnya nyaman dalam  dekapan kekasihnya (tidak akan dia akui itu, ia bersumpah). Ia masih setengah kesal dengan film itu, kenapa karakter Gwen Stacy harus mati??!!

   Junmyeon memastikan penonton lain sudah keluar, barulah ia berdiri, dengan tangan masih menggenggam tangan Jaehee, entah yang digenggam sadar atau tidak, karena ia masih bersungut-sungut mengenai kematian Gwen. Junmyeon membawa Jaehee keluar dari gedung bioskop tersebut, dan begitu tiba di depan mobil Jaehee, Junmyeon yang berjalan duluan di hadapannya mendadak balik badan. Sorot mata teduhnya hilang.

   Jaehee menelan ludahnya kuat-kuat. Kok dia marah lagi? Junmyeon aneh ih! Untung hanya suara hatinya yang bicara, kalau ia keceplosan, bisa marah lagi pacarnya itu. ”Kenapa?”

   ”Ck!” dan dengan kepalan tinjunya, Junmyeon menjitak pelan kepala Jaehee. ”Kau tahu betapa khawatirnya aku begitu Yixing bilang kau naik mobil keluar, dan membaca pesanmu kau mau nonton?! Ya ampun, kau tidak bisa sabar besok hari untuk nonton?”

   Jaehee mengerucutkan bibirnya. ”Aku sudah penasaran~”

   ”Ck, tapi kan…”

   ”Lagipula kan kau bisa menemukanku! Jadinya kita bisa kencan!” isi kepala Jaehee keluar semua tanpa bisa dibendung, persetan dengan gengsi kali ini. ”Kau kan sudah senang di dalam kenapa jadi marah lagi?” dan ia semakin memanyunkan bibirnya. ”Eoh? Junmyeonie… Sayangkuuuuuuu~” dengan usaha yang payah, Jaehee berusaha aegyo, dan memanggil Junmyeon dengan sebutan yang biasanya membuatnya merinding.

   Dan berhasil! Junmyeon mengacak rambutnya, pasrah! Harga dirinya mau dikemanakn jika hanya dengan aegyo dia bisa luluh begini?

   ”Pokoknya tidak ada lain kali naik mobil sendirian, keluar-keluar sendirian, tengah malam. Setidaknya ajak Yoojin, Mihee, dan Sori…” ia menyebutkan nama-nama asisten Jaehee di fansite Yixing kebanggaannya.

   ”Sujin, Miho, dan Yuri.” Koreksi Jaehee.

   ”Iya itu!” kemudian wajah Junmyeon berubah merah padam. ”Atau ajak aku, kalau malam begini, kau lihat kan, aku bisa menemanimu?! Jadi jangan berpikir jalan sendirian lagi, eoh?”

   Jaehee mengangguk, senang pipi gembul Junmyeon ada rona rona merah jambunya.

   ”Sekarang ayo pulang! Mana kuncimu?”

   ”Oh, kau tidak bawa mobil?” Jaehee mengeluarkan kuncinya, dan menyerahkannya pada Junmyeon yang langsung menerimanya dan membuka alarm mobilnya.

   Junmyeon kembali menjitak kepala Jaehee, pelan. ”Lalu membiarkanmu pulang sendiri?”

   ”Huuu, aku kan bukan gelas yang gampang pecah, Junmyeonie.”

   ”Membantah lagi!” omel Junmyeon. ”Ayo masuk!”

   Tapi, Jaehee tahu kok, maksud Junmyeon baik, maka sebelum Junmyeon bisa masuk ke balik kursi kemudi, ia menarik lengan hoodie Junmyeon dan memaksa kekasihnya berbalik. Walau Junmyeon bukan Peter Parker, Jaehee mengalukan kedua tangannya pada leher Junmyeon.

   ”Terima kasih mau menemaniku nonton, Wangjuninm.” Dan didaratkannya kecupan pada bibir pink yang mengerut bingung itu.

   Junmyeon tersenyum kecil merasakan ciuman gadis itu. ”Oh,” dia hanya menggumam sebelum balas mencium Jaehee…

Di tempat parkir.

-Keutt-

Halo ^^

Pertama-tama izinkan aku memperkenalkan diri. *bow sana sini* Namaku Nisya si anonymous di FF Red Little Daisy ^^ dan ya betul, untuk yang pernah nanya, aku author baru di indaylee *prok prok prok* dan tugasku disini menyajikan cerita dengan tajuk JunHee Veiled. Kim Junmyeon EXO, dan OC Oh Jaehee ^^ mungkin masih banyak yang gak nyambung sama gimana sih Jaehee bisa muncul dan, bukannya Suho udah pernah punya couple disini? Untuk tau gimana ceritanya, akan ada di JunHee Veiled berikut-berikutnya ^^

Dan gadis-gadis Indaylee, apakah mereka sudah kenal Jaehee? Ada juga ff kolaborasi kami semua author Indaylee yang sedang tahap proses, mohon dukungannya untuk Indaylee dan JunHee yaaaa~ sampai ketemu di JunHee Veiled berikutnya, terima kasih untuk yang udah menyempatkan diri baca, terlebih kasih komen 😀

Annyeong~

Advertisements

69 thoughts on “.:JunHee Veiled:. Date

  1. Aeni Fei Hyun-Ri says:

    Aku reader baru di sini. Sebelumnya aku pernah baca fanfic ka Neez yang JunHee couple di blog lain, makanya jadi suka mereka. Terus terdampar di blog ini, langsung deh nyerbu tag JunHee sampe scroll paling bawah.. Dan suka banget ma fanfic ini. Kencan mereka sukses juga sih, momen mereka ada manis dan asemnya juga hehe.

  2. queen says:

    anyeong aku new reader pengen baca suho ff eeh ketemu ini .. idol life genre pling disuka aduuh mereka berdua sosweet dahh hahaa

  3. yaengg says:

    Wihiii.. aku baru baca fanfiction JunHee yang full nih kak (pertama) wkwk. Dan juga aku akhirnya nemu fanfiction yang pas sama aku wkwk maksutnya kadang aku ngebayangin real life mereka. Mereka pacaran apa nggak? Gimana pacarannya. Mungkin ini fiktif tapi bisa jadiin imajinasi wkwk dan sama sekalj aku nggak cemburu loh sama junhee disini wkwk (karena biasanya nggak rela kalo fanfiction merujuk ke real life mereka udah punya pasangan wkwk. Karena alhamdulillah bias aku baekhyun wkwk) dan nggak tau kenapa habis baca fanfiction ini aku jadi jatuh cinta sama joonmyun wkwk padahal sebelumnya aku cuma cinta sama baekhyun ajah wkwk semangat terus ya kak buat karya-karyanya hihi semangaaat!!! 🙌🙌🙌🙌

  4. handayaniwidya0 says:

    hai hai Nis… salam kenal ya^^
    This is the next ff that I read after Kaina.. setelah dibuat potek gara2 datingnya Kaistal, sebenernya aku rada takut buat ngubek ubek ff2 kece cast member exo yg lain. Soalnya tiap aku baca ff dan setelah couple main cast+OCnya dah melekat di otak pasti bakal ada confirm datingnya dulu baekhyun terus kai… semacam curse mungkin huhuhu… dan sekarang aku nemu ff kece lagi.. junhee……. waaaaaa aku akuin ini ff easy reading banget. idenya juga manis asem asin pait pait sepet gitu… aku suka. moga2 aja setelah aku nyelesein baca semua series ff ini kagak ada kabar datingnya junmyeon ya (paling ngga jgn dlm waktu dekat lah) cz kalo beneran ada, sumpah aku bakal trauma baca ff TT.
    Keep writing and fighting Nis ^^

  5. Junmyunni says:

    Salam kenal! Aku reader baru, nggak baru amat sih karena baca ff lain di wp yg lain. Kebetulan batu nemuin wp ini kemarin, hehehehe. Berencana mau baca semuanya, karena gatau dari mana bacanya karena banyak banget, akhirnya di mulai dari suho karena di ff lain gemes banget sama pasangan ini, hahahahahaha. Semangat terus semua author di wp ini!

  6. SJK92 says:

    Di gue interaksi Lay sama Jaehee buat image Lay terasa lbh hidup. (Sorry salah fokus)
    How lucky that Junmyeon and Jaehee having midnight date. Huhuhu envy 😱😱😱

  7. rahsarah says:

    myeonie kalo lagi ngambek lucu bnget kaya abg2 lampu merah (?)
    mereka itu pas banget yg satu ekspresif yg satunya gengsian bnget

    manis banget di akhirnya itu looh

  8. kiki fitriana says:

    Haii kakak aku reader baru 😊Salam kenal ya kak, aku baru nemu WP ini setelah cari2 ff yg cast nya suho di google 😊
    Ceritanya seru, kocak , sweet, romantis,,, suka banget sama karakternya junmyeon & jaehee 😊sifat jaehee yg klu kepengen sesuatu harus segara terpenuhi hampir mirip kyak sifatku, jadi ketawa ketiwi bacanya 😊😊😉 junmyeon nya manis banget lagi,, aaahhh pasangan yg so sweet ☺☺ ijin baca ff yg lainnya juga ya kakak 😊

Leave a Reply to Richfams06 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s