[KaiNa Piece] Liebling

Liebling

Title  : Liebling

Author : Ima (@bling0320)

Casts : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee), EXO

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

"Our tacit stories.."

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs, 2013

[KaiNa Piece] Liebling

June 14th, 2013

05.10 PM KST

Bel pelajaran terakhir baru saja berbunyi dan Hana segera membereskan buku-bukunya ke dalam tas dengan semangat. Ia baru saja akan bergegas keluar dari kelas ketika merasakan ponselnya bergetar, menandakan sebuah telepon masuk. Dari Suho. Hana melihat keadaan kelasnya –yang sudah cukup sepi lalu mengangkat telepon itu.

Ne, oppa?”

Ya. Han-ah.

Suara husky Kai membuat jantung Hana berhenti beberapa saat. Sudah dua minggu tidak bertemu, rasanya aneh saat mendengar suara laki-laki itu lagi.

‘Kau tidak datang ke sini?’ tanya Kai, entah kenapa terdengar seperti berharap.

Hana berdehem pelan. “Aku baru keluar. Ada banyak tugas dari guru Shin juga.”

Karena terlalu banyak memikirkanmu tadi, lanjut Hana dalam hatinya.

‘EXO jadi nominasi peringkat pertama di chart Mubank. Chanra, Nayeon, dan Riri disini. Kukira kau mau datang juga.’

“Err, mian. Aku tidak bisa datang hari ini,” balas Hana seraya memainkan tali tas ranselnya di pundak. Mendengar Kai berharap seperti itu malah membuat Hana ingin datang ke Mubank. Tapi tugas dari guru Shin tadi cukup membuat waktunya tersita sampai malam nanti.

Terdengar helaan napas Kai –diantara suara-suara berisik member EXO. ‘Aku akan ke apartemenmu nanti malam. Ah! Kalau EXO menang hari ini, kau harus melakukan sesuatu untukku.’

“Ap-apa? Tapi aku harus—.”

‘Aku akan tetap datang, jangan menolak. Bogoshipeo.’

Detik berikutnya sambungan telepon terputus. Hana menatap layar ponselnya dalam diam lalu tersenyum geli. Setelah kejadian –ciuman tidak sengaja itu, Kai menjadi lebih peduli pada Hana dan selalu menyempatkan diri untuk memberi kabar ketika sampai di dorm. Kai juga menjadi sedikit lebih terbuka mengenai perasaannya –walaupun tidak sampai mengatakan saranghae.

***

Dengan berat hati Kai mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya. Ia hanya duduk di sofa pojok waiting room seraya memperhatikan Chanra, Nayeon, dan Ri-Ah yang tengah bersenda gurau dengan kekasih mereka masing-masing. Ia ingin Hana berada di sana juga. Memberikan semangat dan selamat padanya. Tapi sepertinya bukan Kai saja yang merasa kesepian. Luhan dan Suho juga pasti merindukan Hanji dan Jaehye.

Kai melirik Suho yang duduk di sebelahnya. Setelah berpisah dengan Jaehye entah kenapa, sang leader itu menjadi lebih sensitif mengenai kekasih mereka semua. Suho melarang keras para member EXO untuk mencuri waktu saat sedang latihan. Ya, Kai mengerti bahwa Suho ingin EXO menampilkan yang terbaik –untuk long waited comeback itu. Tetapi Kai berterima kasih juga, karena diluar jam latihan ia masih bisa bebas untuk menghubungi Hana.

Mungkin benar apa kata orang lain bahwa kita harus belajar dari kesalahan. Dan Kai tidak akan melakukan kesalahan yang sama agar Hana tidak menjadi milik orang lain. Ia harus berubah dan menekan semua rasa gengsinya. Hana harus membutuhkannya dan tidak membutuhkan orang lain.

Aigoo, sedang memikirkan Hana, Jongin-ah?”

Kai segera tersadar dari lamunannya lalu mendongak –untuk menatap Taemin yang berdiri di hadapannya. Ia tersenyum lebar kemudian berdiri untuk memeluk sekilas sahabatnya.

“Ya! Kenapa Hana tidak kesini?” tanya Taemin seraya memukul lengan atas Kai.

Kai meringis seraya tertawa pelan. “Dia banyak tugas, Taemin-ah.”

“Tugas? Bukan dekat dengan laki-laki lain ‘kan?” pertanyaan Taemin mengingatkan Kai kembali pada sosok laki-laki bernama Yunwoo yang bersama Hana waktu itu. Ia terlalu takut Hana akan meninggalkannya untuk laki-laki itu. “Jongin-ah?”

Anhi. Hana tidak akan berani, kau tahu dia seperti apa, Lee Taemin,” jawab Kai diikuti dengan tawaan pelan.

Taemin mengangguk kemudian merangkul Kai, membisikkan sesuatu di telinga sang visual EXO itu. “Jangan pernah mengecewakan Hana, atau nyawamu taruhannya.”

“Ya!” Kai melepas rangkulan itu dan memberikan pukulan ringan di perut Taemin. Keduanya tertawa sedetik kemudian. Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali ia dan Taemin tertawa bersama seperti itu. Dan ia juga entah kenapa merindukan sahabatnya yang lain, Moonkyu.

“Ah chukhahae. Semoga kalian menang hari ini. Fighting!” seru Taemin dan dibalas ucapan terima kasih oleh semua member EXO.

Kai memperhatikan Chanra, Nayeon, dan Ri-Ah yang selalu memperhatikan Taemin dari posisi mereka. Jiwa fangirl mereka akan keluar sebentar lagi. Mungkin Hana sudah sangat terbiasa berhadapan dengan Taemin. Namun yang lainnya, berada di satu ruangan bersama Taemin sepertinya menjadi hal yang sangat langka. Kai tertawa ketika ketiga wanita itu mulai mengeluarkan ponsel dari dalam saku.

“Ah, dimana Henry sunbaenim?” tanya Kai dan seketika membuat Kris menoleh padanya. Begitu juga dengan Chanra yang membeku dengan tiba-tiba. Dalam halusinasinya Kai bisa melihat kedua tanduk muncul di atas kepala Kris.

“Dia masih di waiting room,” jawab Taemin kalem, tidak tahu-menahu tentang perubahan aura di sekitarnya.

Kris terlihat melirik Chanra –yang masih diam dan sedetik kemudian laki-laki itu menarik gadisnya keluar dari sana. Salahkan Kai jika terjadi sesuatu diantara keduanya. Ia bodoh sekali untuk menanyakan hal se-sensitif itu di suasana yang menyenangkan.

“Aku siap-siap dulu. Annyeong, Jongin-ah,” Taemin mengacak rambut Kai dengan gemas kemudian berderap keluar waiting room EXO sembari tertawa geli.

Kai merapikan rambutnya dan kembali duduk di sofa. Nayeon dan Ri-Ah menghela napas panjang lalu duduk di kursi masing-masing. Harapan mereka untuk berfoto bersama Taemin tertunda untuk sementara.

“EXO! Ayo bersiap-siap!”

***

Dengan televisi yang menyala di ruang tengah, Hana tengah berusaha mengerjakan tugas –Matematika dari guru Shin. Suara Jinwoon dan Se Young sebagai MC Mubank terkadang menarik perhatian Hana ketika menyebut nama artis yang selanjutnya akan tampil. Sebenarnya ia tidak pernah menaruh perhatian pada perkembangan musik di Korea selain SM Entertainment. Bukan rasisme karena Kai berasal dari SM, tapi ia benar-benar tidak ada waktu untuk mencari tahu tentang artis dari entertainment lain.

Intro lagu Wolf tiba-tiba memasuki pendengaran Hana, membuat ia menghentikan kegiatannya dan segera mendongakkan kepala ke arah televisi. Hana memekik dengan antusias, ia merangkak ke depan televisi lalu duduk disana. Dengan jarak sedekat itu, Hana bisa melihat jelas sosok Kai bersama sebeleas laki-laki lainnya yang sangat mengagumkan itu. Senyum tidak pernah memudar dari bibir Hana selama performance EXO, apalagi ketika bagian Kai dan Baekhyun. Ah, Hana entah mengapa menemukan kenyataan bahwa Baekhyun semakin tampan dan keren. Tidak, Hana hanya kagum pada Baekhyun.

Dan Hana lebih terlihat seperti seorang fans fanatik.

Rasanya waktu berlalu begitu cepat ketika melihat penampilan EXO. Performance mereka sudah berakhir dan benar-benar membuat hari Hana jauh lebih baik. Walaupun sering melihat kedua belas laki-laki itu di hidupnya, tapi ia tidak pernah bosan untuk melihat penampilan mereka semua –karena memang kesempatan untuk menonton langsung hanya sedikit. Mereka benar-benar terlihat berbeda ketika berada di atas panggung.

Beberapa penampilan dari artis lain sudah dilewati dan tetap tidak ada yang menarik perhatian Hana sama sekali. Ia hanya menunggu akhir acara ketika juara satu chart mingguan di umumkan. Menunggu hasil yang pasti sangat ditunggu-tunggu seluruh fans EXO termasuk dirinya. Detik berikutnya Jinwoon dan Seyoung sudah memasuki panggung utama bersama seluruh artis pengisi acara, bersebelahan dengan EXO. Wolf bersaing dengan Bounce milik Jo Young Pil. Jika melihat dari penjualan album dan fans yang sangat banyak, pasti membantu EXO untuk menang di berbagai acara musik.

Jantung Hana berdegup kencang. Ia mengatupkan kedua tangannya seraya berdoa dalam hati agar EXO tidak menang. Tidak menang? Sepertinya hanya Hana yang berharap seperti itu di antara fans EXO di luar sana. Namun doa dari para fans jauh lebih banyak daripada Hana yang hanya seorang diri. Karena selanjutnya ia melihat nilai EXO jauh lebih tinggi dan mendengar nama EXO sebagai pemenang disusul ledakan confetti.

“Hah. Menang,” Hana menghela napas panjang lalu duduk bersandar pada pinggiran meja ruang tengah.

Menonton ucapan terima kasih yang diucapkan para member EXO membuat Hana terharu. Hana memeluk lututnya dan tersenyum simpul. Suho, sang leader dan merupakan sosok yang sudah seperti kakaknya sendiri itu tengah kesusahan mengatur antara tangis dan berbicara, hingga menyebut beberapa nama berkali-kali. Hati Hana terasa mencelos. Tidak sia-sia latihan keras yang dilakukan EXO untuk comeback Wolf kali ini. Karena ucapan Suho terdengar kacau, akhirnya Chanyeol mengambil alih untuk berbicara.

Kedua mata Hana kini berusaha mencari sosok Kai. Topi masih menghalangi sebagian wajahnya dan Hana tidak bisa mengetahui ekspresi laki-laki itu. Hingga di encore tiba, saat bagian solo Kai, dan saat bagian utama lagu –dimana Taemin melakukan dance Wolf bersama Kai. Wajah laki-laki itu sama sekali tidak terlihat, ia tidak tahu Kai menangis atau tidak. Demi Tuhan, Hana sangat ingin melihat wajah Kai dengan jelas.

“Apa-apaan itu,” protes Hana saat encore sudah habis lalu merangkak pelan kembali ke tempat duduknya untuk mengerjakan soal-soal itu lagi.

Hana merasa bahwa soal-soal itu semakin sulit karena bercampur dengan pikiran lain di kepalanya. Jika EXO menang, maka ia harus melakukan ‘sesuatu’. Ia meletakkan pensilnya kembali ke atas meja lalu mengacak rambut frustasi. Mengingat apa yang Kai lakukan pada Hana waktu itu, membuatnya bergidik ngeri. Bukan tidak mungkin Kai akan menciumnya lagi.

“Astaga,” Hana tidak bisa membayangkan hal itu lagi. Mungkin ia lebih baik pura-pura tidur saja. Tapi tugas matematika –yang akan dikumpulkan besok itu terlalu sayang untuk ditinggalkan.

Ketika masih berkutat dengan pikirannya, Hana mendengar dering ponselnya. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di dekat buku dan melihat chat line masuk dari Taemin. Keningnya berkerut heran ketika sebuah video singkat dikirim oleh laki-laki itu.

‘Ya. Jongin-ah, ulljima.’

Kai tengah menangis sambil bersandar di tembok dengan jarak kamera yang sangat dekat. Sesekali Kai berusaha menghalangi kamera Taemin, namun akhirnya pasrah saja momen –tangisnya direkam oleh sahabatnya.  Laki-laki itu menyandarkan kepalanya ke pojok ruangan sambil menangis terisak.

“Bhahahahaha!!” tawa Hana meledak saat melihat video yang dikirimkan Taemin padanya.

Dan Hana tidak bisa berhenti tertawa puas karena hal itu. Seorang Kim Jongin yang selalu keren di atas panggung dan seorang yang jahil di dunia nyata, ternyata bisa menangis juga. Terdengar juga suara tawaan Taemin saat Kai akhirnya menutupi kamera Taemin sebelum video singkat itu berhenti. Sekarang Hana malah tidak sabar untuk bertemu Kai dan meledek laki-laki itu.

***

09.00 PM KST

EXO’s dorm

Perjalanan yang jauh dari Gimpo untuk kembali ke Cheongdam, setelah melakukan fansigning di sana. Tao memeluk erat piala dari Mubank sambil sesekali mencium bagian berbentuk bulat di atasnya. Sehun juga tengah merangkul Tao dan terus memperhatikan piala –pertama chart mingguan mereka. Masih tidak percaya bahwa usaha keras akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Suho yang tengah duduk di karpet ruang tengah hanya memperhatikan duo magnae itu dengan senyuman di bibirnya. Hingga kemudian pandangannya tertuju pada Kai yang baru saja keluar dari kamar mandi dan tanpa berganti baju bersiap melangkah keluar dorm begitu saja.

“Kau mau kemana?” tanya Luhan, mendahului Suho yang akan bertanya. Sedikit khawatir karena jiwa Kai sedikit labil setelah menangis di Mubank dan fansigning hari itu.

Kai menoleh kemudian tersenyum kaku. “Mau ke atas sebentar. Kalian makan duluan saja, hyung.

“Ya! Ajak uri dongsaeng ke sini. Kita makan bersama.” sahut Xiu Min, segera disetujui oleh Baekhyun dan Chanyeol.

Ara. Nanti kuajak ke sini,” Kai kembali tersenyum lalu bergegas keluar dari dorm. Menghampiri Hana yang sudah dua minggu tidak ditemuinya itu.

Hanya suara televisi yang menyambut kedatangan Kai ke apartemen Hana saat itu. Kai memakai sandal rumah –khusus untuknya kemudian berjalan menuju ruang tengah dengan hati-hati. Ia melihat Hana membelakanginya, tengah mengerjakan tugas sambil mendengarkan lagu dari headset di meja ruang tengah. Dan ia tidak mengerti kenapa Hana tidak bisa mendengar suara kedatangannya.

Kai menaiki sofa lewat belakang tubuh Hana dan membuat gerakan sepelan mungkin agar tidak ketahuan. Sudah lama tidak menggoda Hana dan ia akan kembali membuat pipi gadis itu merona merah karenanya.

Aish. Kenapa tugasnya tidak habis-habis sih?” gerutu Hana seraya memukul buku di hadapannya dengan ujung pensil.

Kai menahan senyum gelinya lalu melingkarkan lengannya, memeluk gadis itu dari belakang. “Han-ah.”

“YA!” pekik Hana, ia segera melepas headset lalu melepaskan lengan itu dari lehernya. Ia berdiri dari posisinya sambil berbalik untuk menatap –Kai yang tengah tertawa geli di sofa. “Kim Jongin!”

Mwoya?” tanya Kai masih dengan sedikit tertawa. Ia menepuk tempat duduk di sebelahnya. “Ayo duduk. Aku mau menagih janjimu.”

“Janji apa? Kau yang memaksa,” tolak Hana namun tetap duduk di sebelah Kai –dengan menjaga jarak tentu saja.

“Kau nonton Mubank ‘kan?” tanya Kai, masih berusaha menggoda gadis itu.

Hana menoleh, menatap Kai beberapa saat kemudian malah tertawa keras. Ia memegangi perutnya yang tiba-tiba terasa sakit, tidak bisa menghentikan tawa, “Keurae. Aku juga tahu kau menangis di belakang panggung Mubank tadi. Aigoo, Kai uljimayo~.” goda Hana seraya menunjuk wajah Kai dengan kedua telunjuknya.

Kai merasakan wajahnya memanas seketika. Ia menangkap kedua tangan Hana yang menunjuknya kemudian memperhatikan wajah gadis itu –yang berjarak cukup dekat. Dan pikiran gila –tentang ciuman itu kembali menghampirinya. Tidak. Kai tidak mungkin melakukannya lagi.

“J-jongin?” tanya Hana gugup ketika merasakan napas Kai yang bisa menyentuh wajahnya. Ia harus sedikit mendongak untuk menatap kedua mata Kai yang berjarak  sangat dekat itu.

Kai pasti sudah gila sekarang karena ucapan hyungdeul nya akhir-akhir ini, mereka mengatakan bahwa hubungan Kai dan Hana sebenarnya harus mengalami kemajuan. Menghapus keegoisan dan rasa gengsi masing-masing, hingga tidak harus merasa sakit karena kehilangan nantinya. Ia membutuhkan gadis itu, begitu pun sebaliknya.

Tapi Kai sudah berjanji untuk tidak melakukan hal-hal aneh sebelum Hana mengizinkannya. Ia sangat menghormati Hana karena merasa bertanggung jawab, sama seperti kepada kedua kakak perempuannya. Terlebih lagi, ia yang juga bertanggung jawab pada kesendirian Hana di Korea.

Sedetik kemudian Kai tersenyum simpul dan menarik Hana ke dalam pelukannya. Masih tidak mengerti dengan pikiran gila yang memenuhi kepalanya. Ditambah dengan emosinya yang memang tidak stabil setelah menangis karena kemenangan EXO dan di fansigning hari itu. Kai mempererat pelukannya, melingkari tubuh kecil Hana –yang entah kenapa terasa sangat hangat. Sepertinya ia sudah lupa bagaimana rasanya kehangatan sebuah pelukan erat sejak ibunya yang terakhir kali memberikan pelukan seperti itu.

Dan Hana sendiri tidak tahu bagaimana menyembunyikan detak jantungnya yang menggila. Berada di dalam lingkaran tangan kekasihnya, merasakan pelukan hangat yang dibenci sekaligus disukai Hana. Wangi parfum Kai yang maskulin dan tidak terlalu menusuk hidung itu membuat Hana semakin menggila. Ia membenci semua hal yang berbau romantis, skinship, atau percintaan. Namun ketika Kai memeluknya dengan sangat erat seperti saat itu, ia tidak mau melepasnya. Ia sudah terlalu menyayangi laki-laki itu. Benar kata orang-orang, bahwa cinta memang tidak bisa dimengerti.

“Ya. Kau kenapa?” tanya Hana seraya menepuk-nepuk punggung Kai dan melirik bagian belakang kepala kekasihnya itu.

Kai menggelengkan kepalanya, ia tidak mengerti kenapa rasanya sangat menyenangkan ketika memeluk Hana. “Anggap saja ini hadiahnya, Han-ah.”

“Eish, kau sangat sensitif hari ini. Kenapa menangis di fansigning juga?” Hana bertanya kembali, tahu bahwa Kai tidak mungkin menangis berkali-kali di hari yang sama.

“Itu terharu, Han-ah. Aku tidak menyangka dukungan para fans bisa membuat EXO menang di acara musik, padahal kita baru comeback setelah satu tahun,” jawab Kai bernada pelan dan masih tidak berniat sedikit pun untuk melepas pelukan itu. Ia menyandarkan dagunya pada bahu kurus gadis itu lalu tersenyum simpul.

Hana terkekeh pelan. “Seorang Kim Jongin yang sok keren di atas panggung ini ternyata lemah juga, eh?”

“Bukan lemah, bodoh. Joonma hyung menangis ‘kan? Ah, Xing oppamu juga menangis histeris tadi,” elak Kai, tidak mau dianggap lemah karena memang bukan hanya ia yang menangis setelah kemenangan EXO.

Sudah lama rasanya tidak mendengar panggilan bodoh dari Kai. “Ara, ara. Aku tidak akan mengejek lagi. Lips are sealed.

“Jangan pakai bahasa Inggris! Kau tahu aku benci pelajaran itu saat SMA ‘kan?” titah Kai kemudian disambut tawaan dari kedua manusia itu.

Waktu bergerak sangat lambat dan entah sudah berapa lama Kai menerima kehangatan dari pelukan –terpanjang selama sejarah pacaran mereka. Ia juga heran kenapa Hana tidak berontak, melepaskan pelukan itu, dan menamparnya karena sudah berani memeluk. Untuk sekarang Kai tidak mau berspekulasi lebih bahwa Hana memang menginginkan pelukan itu.

Suara dering ponsel membuyarkan keduanya. Hana menghela napas panjang, ia mendorong tubuh Kai dengan pelan untuk melepas pelukan itu lalu meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Hana berdehem pelan –menghilangkan kegugupan yang tiba-tiba melandanya sambil melihat nama yang terpampang di layar ponselnya. Baekhyun menelepon dan Kai merebut ponsel itu dengan cepat.

“YA! Kenapa diambil!” seru Hana, berusaha merebut kembali ponselnya.

“Baekhyun hyung? Tunggu sebentar,” ujar Kai seraya berdiri dari sofa dan mengangkat telepon dari Baekhyun. Bagaimana pun Hana pernah sempat menyukai Baekhyun dan ia tetap harus waspada. “Hyung?”

‘Astaga! Dimana uri dongsaeng? Kenapa kau yang angkat? Apa yang kalian lakukan?’ suara melengking Baekhyun terus menyahut dari seberang sana dan Kai hanya menggelengkan kepalanya.

“Ada apa?” tanya Kai singkat.

‘Ada apa? Cepat turun, Kim Jongin! Kami sudah kelaparan!’

Kai segera menutup telepon dari Baekhyun kemudian melirik Hana yang tengah merengut kesal di sofa. Ia tertawa pelan lalu menarik pergelangan tangan gadisnya. Tatapan tajam gadis itu tertuju pada Kai yang tengah tersenyum kaku.

“Ayo ke bawah. Aku lupa mereka menunggu kita.”

***

11.00 PM

EXO’s dorm

Pertengkaran kecil yang terjadi antara Baekhyun dan Chanyeol menyambut Hana yang baru saja duduk di sofa –setelah makan malam bersama untuk merayakan kemenangan EXO. Rasanya sudah lama ia tidak merasakan empuknya sofa dorm dan kehangatan yang timbul dari rasa kekeluargaan kedua belas pria itu. Terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Beberapa bulan terlewati begitu saja sejak Hana membuat rusuh dorm bersama Nayeon, Chanra, Hanji, Ri-ah, dan Jaehye.

Sebenarnya Hana tidak ingin menangis karena merindukan kelima gadis itu. Namun rasa sesak itu entah kenapa malah membuat kedua matanya berair. Harusnya mereka semua ikut merayakan kemenangan EXO. Bukan ia sendirian.

“Ya! Kenapa menangis, Hana-ya?” tanya Chen seraya menghempas tubuhnya di sofa dekat Hana lalu memukul pelan puncak kepala gadis itu.

Hana segera menghapus buliran air yang entah sejak kapan keluar dari sudut matanya. “Anhi. Siapa yang menangis?”

Eish. Ayo jujur padaku. Kau pasti merindukan Lee Nayeon, Park Chanra, Do Hanji, Han Ri-ah, dan Song Jaehye ‘kan?” tebak Chen dan membuat Hana malah meneteskan air matanya lagi.

“Chenchen oppa,” Hana bergumam pelan lalu menundukkan kepalanya. “Hari minggu nanti, kalau kalian menang di Inkigayo. Buat acara seperti ini lagi, tapi bersama mereka juga.”

Keurae. Kau atur saja, dongsaengi,” Chen tersenyum simpul lalu mengacak rambut Hana, berusaha membuat gadis itu lebih kuat lagi.

“Uwaa! Hana menangis karena Chenchen ge,” seru Tao dari arah samping sofa dan berhasil mengalihkan keempat member EXO lainnya yang berada di ruang utama dorm.

Mwoya?!” elak Chen, masih tetap berusaha menghentikan tangisan Hana.

Suho yang tengah berada di dapur meninggalkan pekerjaan mencuci piringnya dan segera menghampiri Hana di sofa. Apron masih bertengger di lehernya dan Suho tidak memedulikan itu lagi jika sudah menyangkut adik perempuannya. Ia duduk di sisi kanan Hana lalu mengusap punggung gadis itu. Sepertinya Kai tengah membersihkan diri di kamar mandi, karena tidak ada di setiap sudut dorm. Jika Tao berteriak seperti itu, harusnya Kai sudah berada disana tanpa memerlukan waktu lama.

Waeyo?” tanya Suho lembut.

Sebenarnya bukan hanya kelima gadis itu saja yang mengganggu pikiran Hana. Masih ada pikiran mengenai perceraian kedua orangtuanya yang sudah resmi diketuk palu pengadilan. Beberapa saat lalu Jiho memberikan kabar itu melalui pesan singkat dan Hana sendiri tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya. Menangis bukanlah cara seorang Lee Hana, karena jika ia masih bisa menahannya, maka ia akan menahan itu semua. Namun sekarang, rasa rindu pada kelima kakak perempuannya dan berita itu benar-benar menghancurkan benteng pertahanan air matanya.

Karena bulir air mata itu masih saja membentuk anak sungai di pipinya.

Oppa,” Hana mendapatkan kenyamanan saat Suho mengusap puncak kepalanya dengan lembut. Cara yang sama dengan Jiho, ketika ia memang tengah down seperti itu.

“Merindukan mereka, hm?” tanya Suho dan Hana hanya mengangguk ringan.

Baekhyun ikut menghampiri  lalu duduk tepat di hadapan Hana dengan menunjukkan senyum terbaiknya. “Baby don’t cry, tonight. So baby don’t cry~ cry~.”

Nyanyian Baekhyun yang bernada tidak jelas itu berhasil membuat Hana tertawa. Suho ikut tersenyum lalu memukul pelan tengkuk Baekhyun, seperti apa yang biasa dilakukan jika laki-laki itu tengah membuat lelucon padanya.

“Ya! Sekarang waktunya bersenang-senang. Mau karaoke?” tawar Chanyeol yang muncul dari belakang tubuh Hana dan menjulurkan tangannya ke depan gadis itu.

Keurae!” sahut Hana semangat seraya menghapus sungai kecil di pipinya itu kemudian beranjak dari sofa untuk berdiri di atas karpet ruang tengah. Mengembalikan moodnya kembali daripada terus bersedih seperti itu. Dan Suho hanya bisa menggelengkan kepala sebelum beranjak dari sofa dan kembali ke dapur.

“Mau lagu apa?” tanya Baekhyun semangat yang sudah berdiri di samping Hana seraya menyerahkan mic pada gadis itu, sementara ia memegang satu mic lagi.

Hana berpikir sejenak. “Don’t go. Nabi sonyeo.

Chanyeol mengangguk semangat kemudian memilih lagu yang diinginkan Hana. Hana baru saja bersiap mengeluarkan suaranya untuk bernyanyi ketika melihat Kai tergesa keluar dari kamar dan segera mematikan lagu serta seluruh mesin karaoke. Hana menatap polos ke arah Kai –yang belum sepenuhnya mengeringkan badan, karena masih ada tetesan air dari rambut basah laki-laki itu yang mengalir hingga leher dan wajah.

Hana menelan ludah gugup saat wangi shampoo Kai memasuki hidungnya. Ia semakin gila saja setelah ciuman tidak sengaja dan pelukan lama yang mereka lakukan tadi.

“Ya! Kenapa dimatikan!” seru Hana, setelah berhasil mendapatkan kesadarannya kembali. Mengusir semua pikiran gila yang terbayang di dalam kepalanya.

“Pilih lagu lain bisa ‘kan?” tanya Kai, membuat Hana heran setengah mati.

Wae?!” tanya Hana setengah berteriak.

“Karena…” Kai menggaruk bagian belakang kepalanya lalu mendengus pelan. “Cari lagu yang lebih semangat, Han-ah. Jangan itu.”

Eish. Tapi aku suka lagu itu,” jawab Hana seraya menurunkan micnya dan menatap kosong ke bawah. Ia menyukai suara Kai di lagu itu, walaupun hanya satu baris.

Baekhyun terkekeh geli melihat rona merah di kedua pipi Kai ketika tidak berhasil menemukan alasan yang tepat. “Kau suka lagunya, Hana-ya? Perhatikan liriknya.”

“오묘한 그대의 모습에 넋을 놓고 하나뿐인 영혼을 뺏기고 (Omyohan geudaeui mosebe neokseul nohgo Hanabbunin yeonghoneul bbaetgigo).” Baekhyun menyanyikan dengan lembut satu baris dari lagu Don’t Go yang dinyanyikan Kai. Laki-laki itu bahkan hanya mendapat satu baris.

“Hana, Hana, dan Hana,” sahut Chanyeol lalu tersenyum jahil. Kai terlihat semakin salah tingkah dan kemudian kembali memasuki kamarnya, “Kau ingat memaksa manajer hyung untuk dapat baris itu ‘kan, kkamjong?!” teriaknya. Mengundang tawaan dari Baekhyun, Tao, Kyungsoo, dan juga Chen yang masih berada di ruang tengah.

“Kau tahu, Hana-ya? Kkamjong memaksa untuk mendapatkan satu baris di lagu ini. Dia juga take berkali-kali untuk membuat bagian nyanyinya yang satu baris itu terdengar sempurna,” Chanyeol membongkar rahasia Kai yang disimpan rapat-rapat bersama member EXO lainnya itu. Ia tidak tahan untuk melihat Kai malu karena rahasia itu.

“Lagu Heart Attack juga,” sahut Kyungsoo kalem.

Sementara Hana masih diam di tempatnya berdiri sembari tersenyum geli. Ternyata Kai masih saja memikirkan dirinya. Bahkan di dalam album XOXO pun, Kai berusaha bernyanyi satu baris dengan lirik yang mengandung namanya. Dua lagu. Ia sangat tahu bahwa Kai belum bisa bernyanyi dengan baik seperti yang lainnya karena lebih mengutamakan dance. Namun mendengar usaha Kai seperti itu, membuat Hana tersentuh juga.

Kkamjong!” seru Hana seraya tertawa geli lalu berlari ke depan pintu kamar Kai. “Apa itu benar? Ya! kau tidak bisa mengelak!”

Anhi! Mereka bohong,” balas Kai dari dalam kamar.

So sweet~. Hahahaha. Ayo keluar,” Hana berusaha mengetuk dengan keras pintu kamar Kai berharap pria itu keluar dari dalam sana.

Sirho. Kau menyebalkan, Lee Hana bodoh!”

“YA! Kenapa aku yang menyebalkan?”

“Jangan menggodaku terus!”

“Jadi…. Itu benar ‘kan?”

“Terserah kau saja!”

Kkamanjongie~.”

“Molla! Pergi dari sini, Lee Hana bodoh!”

[KaiNa Piece] Liebling—CUT

A/N:

Oke, aku gangerti kenapa bisa bikin KaiNa jadi kaya gini T.T Tapi mau bikin sekali-sekali romantisan, gapapa kali yaa. Sebelum galau tingkat akut berikutnya haha *Evillaugh*

Awas episode selanjutnya bisa bikin nangis darah loh haha Mungkin ini romantisan terakhir mereka wkwk yang mau komen silakaan, yang gamau komen HARUS KOMEN!! jangan lupa di cerita couple lainnya juga yaa, makasih banyak {}

 

^Regards Ima^

Advertisements

308 thoughts on “[KaiNa Piece] Liebling

  1. Jessica says:

    Wahhhhh jinjja daebakkkk
    Oh iya aku readers baru dan maaf baru comment disini soalnya keasikan baca hehe ^^
    Fighting..

  2. Laksita Rahma says:

    Wiih Kamjjong mulai terbuka nih 😀 Terharu juga sama Kai :’) Oh iya maaf kemarin udah sempet baca tpi baru bisa coment, kekeke
    Oh iya eonni aku mau minta pw kaina yang seterusnya ya 🙂

  3. Prihartini khoirun nissa says:

    Huaaa keren ff yg ini hoho kai berapa kali tuh nangis, lucu yg pas yerakhir waktu karaoke dibongkar semua rahasianya aigoo baek sama chan comel banget, yg kata kai minta hadian dikira yg tidak-tidak gak taunya cuma peluk
    semangat eon lanjuttt^

  4. Laksita Rahma says:

    Huahaha 😀 Kai lucu iih. Akhirnya terbongkar juga kan, wkwk. Salut juga ama Kai sampe segitunya. Sebelumnya maaf ya eonni baru bisa komen, kekeke. Oh iya boleh minta pw daydream??

  5. Ismiaty Rahayu says:

    Wkwkwkwk Kai malu tuh ^_^
    setelah saya baca ff ini langsung saya bukti’in yg part kai itu, ternyata bener nama “hana” disebut. 😀 jadi senyum2 sendiri pas denger lagunya.. 😀 Bagus ff ny saya suka saya suka! :p

  6. lovechanyeol says:

    Kai malu-malu bnget deh, tapi keren kok critanya…maaf ya baru komen cz q keasyikan baca ff ni jdinya langsung cari lanjut’annya.. peace 😀

  7. serlia says:

    Kai nya malu-malu. Hana nya si godain Kai aja 😀 mereka lucu

    terharu kalo liat video exo pas menang. kangen ot12 😢😢

  8. Nadanada says:

    setiap baca kaina gak ada yg ngebosanin. Dan gak ada yg mengecewakan. Semuanya… Kerenn eiii.. :D.. Ciee kai yg salting.. 😀 hehehe. Fighting kaka

  9. hasna nabilah says:

    haaa kai bisa nangis juga kkkkk. lucu liat jongin yg malu2 trus hananga ngegodain mulu hahahahaha couple ini makin sini makin banyak kemajuan yaaaa hahahaha

  10. Veni says:

    Eh iya bener part kai yang di don’t go dan hearth attack ada hana nya wkwk ini kebetulan apa jangan kai emang dikoriya punya pacar namanya hana aahh. Jangan deh wkwk tapi beneran kak ini sweet banget, jadi pen punya pacar yg sikapnya kek kai 😀

  11. Bubble Gum says:

    yeyeyey kai udh mulai terbuka sama hana, asiiiik ^^
    ko bisa kebetulan ya lyric nya ada hana.hana.nya, hahah autor kreatif nihhh

  12. sy_sagita says:

    Wah ingat bngt exo pas menang tu,,smua pada nangis,,kangen bngt memory itu,,duhhhhh kaina gemesin selalu,,hahahhaha jongin klo malu lucu,,lngsung masuk kamar,,hahahha

  13. Dean says:

    omo aku gAk ngerti sama hubungan mereka.. bentar bentar marahan bentar bentar so sweet bentar bentar ledek ledekan..

    aigoo kai kai jadi di buat aegyo dulu sama manager hyung biar bisa dapet part nyanyi yang hana hana itu.. gak kebayang banget kai aegyo..

    byunbaek oppa sama parkchan oppa jangan jailin couple ini terus dong.. kasia mereka jadi pada salting dengan pipi stoberrynya…

    omg helloww ini keren bgt.. pengen baca kelanjutannya tapi di pw mog eonni mau berbaik hati kasih aku pw chap lanjutannya..

    #

  14. Dean says:

    ini kenapa mereka jadi makin sweet gini yahh.. baper aku bacanya.. kaina rmang bikin iri aja deeh.. part kai di dont go emang ada hananya.. pkoke keren abis deh..

    #

  15. Miqo_teleporters says:

    arghhhh!!!! finally hana kai melakukan pelukan lamaaa banget lol duuhhh gak nyangka kai sampe segitunya minta lirik yang ada hana nya HAHAHAHA

  16. tissakkamjong says:

    ANNYEONG MINNNNNNN HIHIHI
    Aku readers baruuuuuu bgt nih hahaha sukakkkk bgt sama kaina piecenyaaaa yaampunnnn jonginnn my husband berani2nya selingkuh sama hana:(((((ahahahahha kerenn suka bagian kai meluk hana meskipun iri2 gimana gt wkwkwk hwaitinggggg thooooor!!!!

  17. Khyunpawookie says:

    Gk two yh aq dr awal kenal couple km kak Ima sellu ajj berfikir Kaina hrus happy ending tp mank d beberap ff km add jg y gntung cma skinskip mrka lbh bnyak dn dsni justru sbliknya dkit dn bntr2 bsa senneg bntr bsa sedih iti keren bnget aq jd kebawa susana jg hehehehheh

  18. Wulan says:

    Kirain mw apa??wahhhh kemajuan hub mereka lambat sekali…tp kai emang bbr2 suka ma hanna y sampe2 ada lirik hanna dia pengen nyanyiin….

  19. Nona Novi says:

    Cieee jongiin, demi hana harus ngemis* ke manager dan rela take berkali* biar suaranya bagus 😂😂😂, huahhhh couple ini bner* buat aku iki sajo 😡😡😆😆

    • Nona Novi says:

      Btw unie aku uda ngeline buat mnta pw, tp kok gg di bles ya???, huahhhh nangis di pojokan 😭😭, padahal aku penasaran sma cerita yg di gembok 😭😭😭, mohon di bles doong unie pliss 🙏🙏🙏

  20. syafirasl says:

    Asiikk Kai unyu banget kalo kangen..
    Bayangin punya kakak laki laki kaya suho..waw
    Keep writing eonni..Fighting

  21. rahsarah says:

    kongakak ya pas bagian chanyeol ngomong “Kau ingat memaksa manajer hyung untuk dapat baris itu ‘kan, kkamjong ?!”
    wkwkw ampe segitunya kai hahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s