[KaiNa Piece] Hitchhiking

hitchhiking

Title  : Hitchhiking

Author : Ima (@bling0320)

Casts : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee), EXO

"While my heart is nervously fidgeting..."

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs, 2013

[KaiNa Piece]

May 28th, 2013

11.45 AM

Cheongdam Secondary High School

Bel istirahat baru saja berbunyi beberapa saat yang lalu dan membuat Hana tersadar dari rasa kantuknya. Setelah baru saja pulang dari rumah sakit semalam, ia tidak bisa beristirahat penuh –karena para member EXO membuat kegaduhan di apartemennya. Walaupun berisik, namun ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena bisa berkumpul bersama keluarganya lagi. Ia sudah melihat beberapa foto teaser dari mereka semalam dan bersiap menunggu video teaser yang akan keluar hari itu.

Hana menggosok-gosokkan kedua tangannya dengan gemas. Ia baru saja akan mengeluarkan I-padnya dari dalam tas ketika melihat Yura tiba-tiba duduk di hadapannya. Membawa dua kotak bekal dan salah satunya diserahkan pada Hana.

“Untukku?” tanya Hana setengah tidak percaya.

Yura mengangguk semangat, “Sandwich buatanku sendiri.”

Seulas senyum muncul di bibir Hana lalu menerima bekal itu setelah bergumam terima kasih. Ia kebetulan memang sedang tidak mood untuk membuat bekal –karena bangun terlambat juga. Harusnya ia masih bisa istirahat satu hari lagi di rumah jika saja tidak ingat ada ulangan harian matematika hari itu.

“Ah, nanti siang kau ada acara?” tanya Yura tiba-tiba.

Anhi, waeyo?” tanya Hana lagi seraya mengangkat kepalanya untuk bisa menatap Yura.

“Antarkan aku ambil barang di rumah temanku. Mau tidak, Hana-ya?”

Hana mengernyit. Tumben. Tidak biasanya gadis itu mengajaknya pergi ke suatu tempat. Apalagi dalam konteks ‘mengantar’ ke rumah teman. Sebenarnya ia ingin langsung pulang saja dan beristirahat. Namun ia bukan seseorang yang bisa menolak. Ternyata sandwich itu hanya sebagai alat untuk meminta Hana agar mau mengantar.

Keurae,” Hana tersenyum simpul kemudian kembali menyantap makan siangnya. Lagipula ia memang tengah kelaparan dan malas untuk berjalan ke kantin.

“Oh, oh! Kau sudah lihat teaser EXO?” tanya Yura semangat. Otomatis membuat seluruh jiwa fangirl Hana muncul ke permukaan –apalagi menyangkut kedua belas pria menakjubkan itu.

“Kalau foto sudah. Tapi video belum,” jawab Hana lalu terkekeh pelan. Ia masih sangat ingat bagaimana rambut kepang Kai yang terlihat menjijikkan di foto. Ia tidak bisa membayangkan melihat langsung rambut kepang laki-laki itu.

Yura menghembuskan napas panjang lalu menaruh sumpitnya ke atas meja. Hana bisa melihat dengan jelas perubahan air muka gadis itu. Ada sesuatu yang aneh dengan diri Yura saat membahas video teaser EXO.

“Kenapa?” tanya Hana, heran.

Detik berikutnya Yura menatap Hana sinis, “Aku suka semua adegan di drama teaser video klip Wolf. Kecuali satu.”

“Apa?” Hana menyahut seadanya karena memang tidak tahu permasalahan Yura.

“Saat Kai mencium seorang wanita.”

TRING

Sumpit besi yang berada di genggaman Hana terjatuh ke lantai. Untuk beberapa saat Hana kehilangan semua hal yang ada di dalam pikirannya. Perlahan tapi pasti fokus kedua matanya –pada Yura menghilang. Membayangkan Kai mencium wanita lain diluar sana. Bahkan ia –yang berstatus sebagai kekasih saja tidak pernah merasakannya. Kai hanya sebatas memeluk. Tidak lebih. Walaupun ia membenci ciuman –yang biasa dilakukan pasangan lain diluar sana. Ia juga tidak rela Kai mencium wanita lain.

Rasanya Hana mulai merasakan sesak.

“Hana-ya, kau baik-baik saja?”

Baiklah. Sepertinya Hana lebih baik tidak melihat video teaser EXO untuk sekarang. Ia tidak mau merasakan sakit yang lebih lagi karena melihat langsung. Sudah cukup cerita dari Yura menjelaskan semuanya.

Kim Jongin mencari mati dengan Lee Hana, eh?

***

01.10 PM

SM Building

Latihan bagi EXO yang semakin keras ketika comeback sudah di depan mata. Walaupun sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan lamanya, namun mereka tetap harus melakukan yang terbaik saat di panggung. Seung Hwan hanya mengawasi dari sofa di sudut ruangan dan mengevaluasi beberapa member yang –lagi-lagi melakukan kesalahan.

Lagu berhenti dengan formasi Sehun dan Luhan di tengah. Seung Hwan segera mematikan tape di dekatnya lalu berjalan mendekati para member yang sudah tergeletak di lantai kayu. Napas mereka terdengar semakin pendek. Wajar saja jika mengingat sudah selama 5 jam berlatih dance di ruangan itu.

“Jongdae-ya, kau masih terlihat aneh,” komentar Seung Hwan seraya memperhatikan Chen yang terduduk sambil bersandar di cermin dan kepala yang tertunduk.

Xiu Min melirik ke arah sang main vocal lalu menghela napas panjang, “Lagi?”

Hyung, jangan mulai,” sahut Sehun.

Entah sejak kapan atmosfir di sekitar mereka menjadi aneh. Chen terlihat tidak fokus dalam melakukan setiap gerakan dance dan membuat mereka berlatih semakin lama. Comeback yang tidak kunjung datang menjadi hal sensitif di antara para member. Dan Xiu Min pernah mengatakan bahwa semua itu karena Chen. Hingga mereka berusaha meredakan emosi di antara keduanya dalam waktu beberapa minggu.  Sepertinya Chen cukup menyadari bahwa ia tidak piawai dalam dance –seperti yang lainnya dan menerima saja semua komentar Seung Hwan.

Kai mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Ia tidak mau masa-masa sulit diantara mereka kembali muncul ke permukaan. Ia menyayangi EXO dan tidak mau melihat perseteruan lagi. Ia menepuk pundak Xiu Min kemudian beranjak mengambil air minum untuk semua member.

“Kalian sudah lihat komentar tentang video teasernya?” tanya Seung Hwan seraya duduk di lantai dan memainkan tab miliknya.

Wae wae?” tanya Baekhyun antusias lalu beringsut ke samping Seung Hwan.

Pria itu menggeser komentar di bagian bawah video kemudian tertawa pelan. Semuanya mengkritik tentang adegan Kai mencium pipi tokoh utama wanita di video itu. Baekhyun ikut tertawa saat melihat komentar-komentarnya.

“So-hee berhasil membuat fansmu semakin berkurang, kkamjong,” ujar Baekhyun kemudian tertawa lagi.

Kai mengernyit, “So-hee siapa?”

“Astaga. Kenapa kau selalu lupa dengan wanita itu hah?” tanya Lay gemas, “Kau tidak ingat siapa wanita yang sudah menjadi korban ciumanmu, Kim Jongin?”

“Ah! Video klip wolf?” sahut Kai seraya menepuk tangan, “Namanya So-Hee, ya? Aku tidak terlalu ingat.”

Keurae. Setelah menciumnya kau memang lebih baik langsung melupakannya,”  Kris berargumen ketika mengingat bagaimana adegan itu dibuat. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Chanra ketika ia menjadi Kai di dalam video klip.

“Hanya cium pipi. Kau berlebihan, hyung,” ujar Kai tidak terima.

Dan sedetik kemudian Chanyeol tiba-tiba duduk di tengah ruangan, membuat perhatian tertuju padanya, “Kalian sadar tidak? Akan ada perang besar nanti malam.”

Dan semua mata kini tertuju pada Kai yang sedang berdiri dengan beberapa botol minum di pelukannya. Kai membalas tatapan mereka satu per satu dan tetap tidak mengerti atas ucapan Chanyeol. Perang besar. Sudah lama sekali rasanya saat ia tidak melihat hal itu dari Nayeon dan Kyungsoo. Mungkin perang besar itu akan datang dari keduanya lagi mengingat Kyungsoo semakin tampan dan keren akhir-akhir ini.

“Apa yang kau pikirkan, kkamjong?” tanya Kyungsoo, seolah tahu apa yang dipikirkan sang visual.

“Ya! Kau tidak mungkin lupa dengan uri dongsaeng ‘kan?” Luhan akhirnya menimpali karena gemas dengan pikiran lambat Kai.

Dan seketika botol-botol air minum itu terjatuh dari pelukan Kai. Sepertinya memang akan terjadi perang besar.

***

04.53 PM

Langkah Hana rasanya semakin berat saja untuk menemani Yura ke rumah temannya. Sebenarnya ia lebih memilih untuk mengerjakan tugas Fisika di apartemen dan menyendiri. Dalam keadaan tidak enak –hati seperti itu rasanya dunia juga tidak enak. Melihat gedung-gedung yang dilewati dari dalam bis tetap tidak membuat hatinya terobati sama sekali.

Tepukan pelan di pundak membuat Hana menoleh. Gadis itu bisa melihat sorot khawatir dari kedua mata Yura, “Kau tidak sakit lagi ‘kan?”

Anhi. Hanya sedikit pusing,” jawab Hana polos lalu terkekeh.

“Kita pulang saja, ya?” tanya Yura lagi.

“Ya~, sebentar lagi sampai. Gwenchana,” Hana berusaha menampilkan senyum terbaiknya menandakan bahwa ia memang baik-baik saja.

“Bukan karena teaser EXO?” pertanyaan Yura berhasil membuat napas Hana terhenti beberapa saat, “Hana-ya, aku juga sempat shock tadi. Tapi itu hanya video dan Kai melakukan itu karena tuntutan profesi. Jangan dipikirkan.”

Entah kenapa ucapan Yura seolah mengetahui hubungannya dengan Kai. Gadis itu mengucapkannya dengan bijak seperti Chanra. Jika bertemu dengan adik Park Chanyeol itu, pasti Chanra akan mengatakan hal yang sama.

Rasanya ia butuh kelima gadis-gadis kuat itu untuk membantunya berdiri.

“Ayo turun. Kita sudah sampai,” Yura menepuk pundak Hana lalu berjejak keluar dari bis.

Tidak perlu berjalan jauh karena gedung apartemen –teman Yura itu berada di seberang halte. Hana melihat sekilas lampu penyeberang jalan dan sedikit kaget karena Yura sudah berlari ketika lampu hijau sudah berkelap-kelip –akan berubah menjadi merah. Hana meneriaki gadis itu dan sadar bahwa usahanya akan sia-sia, ia segera menyusul Yura menyeberang jalan.

“Dasar bodoh!”

Entah bagaimana setelah mendengar suara klakson mobil yang cukup keras Hana merasakan tubuhnya tertarik ke depan hingga jatuh ke trotoar. Dengan kedua mata terpejam Hana sadar bahwa ia telah menimpa seseorang di bawah sana.

“Kau masih tetap bodoh, hah?” suara seorang laki-laki membuat Hana membuka kedua matanya dengan cepat. Tatapan matanya tepat bertemu dengan sepasang mata milik laki-laki itu –dengan jarak yang sangat dekat.

“Yunwoo-ya! Hana-ya! Kalian tidak apa-apa?” tanya Yura panik lalu bergegas membantu Hana berdiri, “Astaga! Lututmu berdarah.”

Yunwoo membersihkan bagian belakang seragam sekolahnya yang kotor setelah menghantam trotoar tadi. Ia segera melepas dasi seragamnya, berjongkok di hadapan Hana dan melilit lutut gadis itu dengan dasinya. Hana berjengit kaget namun kemudian tatapan Yunwoo berhasil membungkam mulutnya –yang akan protes.

“Jangan menyeberang jalan sembarangan!” pekik Yunwoo seraya berdiri dan menatap Yura dengan tajam.

Hana memiringkan kepalanya tidak mengerti. Yunwoo tidak memarahinya karena hal tersebut dan malah menasehati Yura. Padahal ia yang sudah menimpa tubuh laki-laki itu tadi.

“Dan kau, gadis bodoh. Sepertinya kau harus bertanggung jawab dengan tulang-tulangku sekarang. Ini jauh lebih parah dari saat ditabrak dengan sepedamu dulu,” ujar Yunwoo menyeringai.

Hana mengerutkan keningnya, “Tanggung jawab? Kenapa harus?”

“Aku sudah menyelamatkan hidupmu. Kalau tulang punggungku ada yang retak, bagaimana?”

“Dasar manja.”

“Aku tidak manja! Ini kenyataan!”

“Kang Yunwoo, Lee Hana,” panggilan dari Yura menghentikan perdebatan keduanya. Yunwoo membetulkan tali tas ransel di pundak sebelah kirinya lalu mendecak pelan sebelum berjalan meninggalkan keduanya.

Setelah melihat Yunwoo sudah cukup jauh Yura kembali melihat lutut Hana. Setidaknya pendarahannya berhenti karena ikatan dasi milik Yunwoo, “Dia memang seperti itu. Tapi… Kalian terlihat cocok.”

Hana membulatkan kedua matanya. Cocok? Perdebatan yang terjadi diantara dirinya dan Yunwoo bahkan menjadi tolak ukur kecocokkannya dengan pria itu. Ia tidak akan pernah mau berpacaran dengan laki-laki manja dan cerewet seperti Yunwoo. Tapi sepertinya ia sempat melupakan bayang-bayang Kai dari pikirannya beberapa saat lalu. Ketika ia menatap Yunwoo dan berdebat dengan laki-laki itu.

***

07.00 PM

Langit sudah cukup gelap ketika Kai, Luhan, dan Sehun keluar dari dorm untuk mencari makan malam. Kyungsoo sedang kelelahan dan malas memasak, hingga mereka bertiga menjadi pelampiasan untuk membeli makan malam –setelah kalah bermain game. Suho sedang sangat beruntung malam itu, karena biasanya sang leader EXO K itu yang selalu kalah.

Mencari makanan siap saji di sekitar gedung apartemen mereka memang sedikit susah. Kai, Luhan, dan Sehun harus berjalan sedikit jauh untuk membeli di restoran langganan Seung Hwan. Hingga kemudian sekelebat wajah Hana muncul di pikirannya. Gadis itu belum pulang.

“Kalian bawa ponsel?” tanya Kai tiba-tiba, pada Sehun dan Luhan yang sedang sibuk memilih makanan.

“Aku lupa,” jawab Sehun kalem.

“Aku juga,” timpal Luhan kemudian.

Kai mengacak rambutnya lalu menyandarkan punggungnya dengan lemas pada sandaran kursi. Hana seharusnya pulang jam 5 dan seharusnya sudah sampai ke apartemen sejak satu jam yang lalu. Mungkin Hana benar-benar menghindarinya setelah melihat teaser video klip EXO. Mungkin. Tapi seingatnya Hana bukan tipe wanita yang akan memikirkan terlalu dalam mengenai hal kecil seperti itu.

Kkamjong-ah, kau mau –Eoh? Itu bukannya Hana?” pertanyaan Sehun berubah dan membuat tatapan Kai tertuju keluar jendela.

Memperhatikan bagaimana Hana melangkah dengan sedikit timpang dengan sosok seorang laki-laki di sampingnya. Laki-laki itu hanya melipat tangan di depan dada dan tersenyum meremehkan saat Hana melirik laki-laki itu dengan sinis. Sesekali Kai bisa melihat bahwa Hana membentak dan laki-laki itu juga yang tidak mau kalah berdebat.

Dan hal itu membuat Kai sulit untuk sekedar mengambil napas.

“Dia yang waktu itu makan siang dengan Hana ‘kan? Ya! Sehuna,” sahut Luhan dan dibalas anggukan oleh Sehun.

“Mereka semakin dekat?” tanya Sehun tidak mengerti.

Dan suara-suara Luhan serta Sehun itu malah semakin membuat dadanya semakin sesak saja. Baru saja kemarin Hana menangis karenanya dan mengatakan bahwa tidak bisa kehilangannya. Ia tahu bahwa Hana tidak mungkin berbohong. Namun saat melihat pemandangan seperti itu, Kai tidak yakin bahwa Hana akan bertahan berpacaran dengan idola –super sibuk sepertinya. Ia tidak yakin dengan ucapan gadisnya sendiri.

Kai segera berdiri dari kursi, membetulkan topi yang menutupi kepalanya kemudian berlari mengejar sosok Hana dan laki-laki itu. Ia tidak menghiraukan panggilan Sehun dan Luhan di belakangnya. Kedua matanya hanya terfokus pada sosok Hana di depan.

“Han-ah.”

Langkah Hana terhenti. Ia melihat Yunwoo masih berjalan di depannya, hingga kemudian Hana sedikit memutar tubuhnya. Menatap manik hitam pekat milik Kai. Rasa sesak itu kembali menjalari hatinya. Ia tidak bisa membayangkan sosok yang dicintainya itu mencium wanita lain. Hana…. tidak bisa.

“Ya! Gadis bodoh, kau—,” Yunwoo menghentikan ucapannya ketika melihat Hana berhadapan dengan seorang laki-laki. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku dan memperhatikan keduanya.

“Kenapa?” tanya Hana dengan suara parau pada sosok Kai yang kini sudah berdiri tepat di hadapannya.

“Ayo pulang,” ajak Kai dan dijawab sebuah penolakan oleh Hana.

“Aku masih mau jalan-jalan.”

“Kau ceroboh lagi hah? Kakimu terluka, bodoh,” Kai menggeleng sekali lalu berjongkok untuk melihat luka di lutut gadis itu.

Hana memejamkan kedua matanya. Berada di hadapan Kai dalam keadaan seperti itu malah akan membuatnya semakin sakit. Ia ingin menghindar untuk sebentar saja. Menghindari Kai untuk menenangkan perasaannya yang masih belum menerima. Masih belum.

“Yunwoo-ya,” panggilan dari Hana membuat Yunwoo terkesiap, “Kau masih mau menemaniku ‘kan?”

Kai membulatkan kedua matanya. Ia segera berdiri, berusaha menatap kedua mata Hana namun gadis itu sudah mengalihkan pandangan ke arah sosok laki-laki di belakangnya. Tidak. Kenapa semuanya terasa begitu menyakitkan ketika Hana berjalan menjauhinya. Ketika ia tidak bisa mencegah Hana agar tidak pergi.

***

09.00 PM

Hana’s apartment

Mungkin ia keterlaluan karena memperlakukan Kai seperti itu. Harusnya Kai sadar bahwa ia juga hanya seorang wanita biasa yang bisa merasakan sakit. Laki-laki itu masih tetap saja melakukan hal yang membuatnya khawatir dan kesal setengah mati. Kim Jongin. Bagaimana bisa laki-laki itu tidak menanyakan dirinya mengenai teaser itu.

Hana semakin menarik selimut untuk membungkus tubuhnya –yang tengah duduk di sofa ruang tengah sambil menonton kartun kesukaannya. Pororo. Bahkan tingkah lucu dari sang tokoh tetap tidak membuatnya terhibur.

Perlahan Hana merebahkan tubuhnya di sofa. Ia menatap langit-langit apartemennya yang hanya diterangi lampu tidur dari sudut ruangan. Masih siang seperti itu biasanya ia masih bermain game. Atau fangirling mengenai EXO dan SHINee. Namun ia rasanya malas untuk sekedar beranjak dari sofa. Ia terlihat seperti wanita lemah hanya karena seorang laki-laki sekarang.

“Kau kenapa?” suara berat seorang laki-laki berhasil membuat Hana terkesiap dan kaget setengah mati. Ia segera bangkit dari posisi tidurnya dan menatap sosok yang berdiri tidak jauh dari sofa. Karena penerangan yang minim, ia tidak bisa melihat dengan jelas sosok itu.

“Han-ah.”

Tanpa perlu melihat pun, Hana tahu siapa yang –hanya memanggilnya dengan nama itu. Hana segera berdiri dari sofa dan menyalakan saklar lampu di dekat televisi. Ia kini bisa melihat jelas sosok Kai yang berdiri berjarak beberapa langkah di depannya. Dan bayangan menyakitkan itu pun kembali menghampiri pikiran Hana.

“Kenapa kau disini?” tanya Hana, masih tetap di posisinya. Ia lupa bahwa laki-laki itu pasti selalu mengingat kode apartemennya, “Aku mau istirahat. Kau pulang saja sana.”

“Ya~, mwoya. Kau kenapa?” tanya Kai akhirnya lalu melangkah mendekati Hana. Hana mundur satu langkah, “Laki-laki itu… Temanmu?”

“Memangnya kenapa? Bukan urusanmu,” jawab Hana ketus.

Kai mengerutkan kening seraya menghentikan langkahnya, menyisakan jarak setengah meter antara dirinya dan gadis itu, “Kenapa? Apa harus aku jawab?”

“Tch. Dia ‘teman baik’ku selama kau sibuk selama ini, kkamjong,” ujarnya melebih-lebihkan. Bahkan pertemuan dirinya dengan Yunwoo masih bisa dihitung dengan jari.

“Aaah, jinjja?” Kai menundukkan kepala seraya memasukkan tangannya ke dalam saku, “Kalau dia memang bisa menemanimu selama ini, kenapa tidak dengannya saja?”

“Kim Jongin aku—.”

“Aku akan sangat sibuk. Kau menyesal mengatakannya kemarin?”

“Berhenti menyalahkanku, kkamjong. Memangnya kau tidak punya salah, hah?” tanya Hana akhirnya, dengan suara sedikit bergetar. Entah sejak kapan ia membenci harus bertengkar masalah serius seperti itu. Ia lebih suka bertengkar hal-hal kecil dengan Kai, bukan yang terbawa emosi seperti sekarang.

“Apa?” tanya Kai polos.

“Menurutmu apa, hah?” Hana meremas bagian ujung piyamanya, berusaha menahan rasa sesak yang mengganjal kerongkongannya. Tatapan Kai yang polos itu membuatnya kesal.

Kai tidak mengerti kenapa gadisnya tiba-tiba berubah menjadi menyudutkannya. Ia juga tidak tahu sejak kapan Hana menjadi sangat sensitif. Mungkin kesalahan yang dilakukannya cukup fatal hingga membuat Hana malah membalikkan keadaan seperti itu.

Cukup fatal. Hari itu tanggal 28 Mei yang bertepatan dengan keluarnya video teaser EXO. Kai mengingat-ingat pembicaraan para member tadi siang. Mengenai komentar menyangkut So-hee dan membuat fansnya semakin berkurang. Termasuk perang besar yang mungkin akan terjadi ketika Hana melihat hal itu.

“Kau sudah melihat teasernya?” tanya Kai akhirnya setelah berpikir cukup lama.

Jantung  Hana berhenti berdetak untuk beberapa saat. Ia menghindari bertatap mata dengan Kai kemudian berdehem pelan. Tanpa berlu bertanya pun harusnya Kai sudah tahu masalahnya sendiri.

“Karena So-hee?”

“Ah, jadi perempuan yang kau cium itu bernama So-hee?” tanya Hana sinis.

Detik berikutnya Kai malah tertawa geli. Ia memegangi perutnya yang mulai sakit lalu berjongkok karena tidak bisa menahan tawa. Melihat ekspresi Hana yang sedang cemburu terlihat sangat lucu menurutnya.

Utjima!! Kenapa malah tertawa, Kim Jongin?!” Hana mendorong pundak laki-laki itu hingga terduduk di atas lantai. Wajah Hana memanas seketika. Akhirnya Hana ikut duduk di sebelah Kai dan menunggu hingga laki-laki itu menyelesaikan tawanya.

Kai menyeka sudut matanya yang sedikit berair karena terlalu banyak tertawa. Ia mengacak rambut Hana dengan gemas lalu mencubit kedua pipinya, “Aigoo~, jadi seperti ini seorang Lee Hana saat sedang cemburu, hah?”

ANHI!” elak Hana seraya memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia tidak cemburu. Hanya kesal karena Kai berani mencium wanita lain –walaupun hanya sebagian dari acting. Cukup membuat hatinya tertohok, bukan?

“Ya. Kau juga pernah mencium Baekhyun dan Chanyeol hyung waktu itu,” timpal Kai sontak membuat Hana menoleh cepat.

“Hanya cium pipi ‘kan? Lagipula mereka sudah seperti kakakku sendiri,” Hana mengerucutkan bibirnya ketika lagi-lagi melihat Kai kembali tertawa, “Ya!”

“Kau sudah lihat teasernya belum?” tanya Kai gemas, “Lee Hana sayang, aku juga mencium pipi So-hee. Bukan yang lainnya.”

Hana bergidik ngeri ketika Kai melontarkan panggilan sayang untuknya. Ia mengalihkan pandangannya ke depan lalu menjilat bibir bawahnya sendiri karena merasa gugup. Ia tidak pernah mau tahu mengenai ciuman itu dan otomatis tidak mau menonton teaser EXO. Kenapa semuanya harus salah paham? Ah, rasanya Hana lebih baik tenggelam ke dalam bumi daripada harus berhadapan dengan Kai –karena malu saat itu. Kai pasti akan mengejeknya habis-habisan.

“Kau belum lihat, ya? Aigoo~,” Kai mengacak rambut Hana dengan sangat gemas kemudian segera meraih I-pad milik Hana di atas meja –tanpa mengubah posisinya. Sementara Hana masih tidak berani untuk melihat laki-laki itu.

Kai membuka kanal youtube SM dan membuka video teaser EXO. Ia menggeser duduknya mendekati Hana dan menunjukkan pada gadis itu mengenai –kesalah-pahaman yang terjadi. Bahkan Kai sengaja mengulang-ulang adegan mencium pipi So-hee. Dan kemudian Kai memiringkan kepalanya, masih mencoba menahan geli karena rona merah di pipi gadisnya. Hana pasti sangat malu sekarang, mengingat bagaimana gengsi gadis itu.

Wae? Kenapa diam?” Kai masih terus menggoda Hana lalu meletakkan I-pad itu di dekat kakinya.

­Ta-tapi kau tidak kenal dengan—.”

“Kau cemburu ‘kan?” goda Kai lagi seraya memandang Hana dengan jarak yang cukup dekat.

Hana mendorong kepala laki-laki itu, “Keurae. Aku cemburu. Puas kau, Kim Jongin?!”

Dan detik berikutnya Kai lagi-lagi tertawa. Ia segera merangkul Hana dengan tangan kanannya sekaligus mengacak rambut gadis itu. Melihat pipi gadisnya yang semakin merona merah memunculkan ide jahil di kepala Kai. Sepertinya mencium pipi Hana akan membuatnya semakin malu.

Hana menoleh dengan cepat, “Apa aku harus—.”

Untuk beberapa detik Hana mematung di tempat karena sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya. Ia mengerjapkan kedua matanya berkali-kali untuk meyakinkan apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya Kai menarik diri kemudian tersenyum menyeringai.

Apa mereka baru saja berciuman?

K-kkamjong, ap-apa yang kau lakukan?” tanya Hana, masih belum bisa mendapatkan kesadarannya kembali.

Kai memalingkan wajah lalu mengacak rambutnya sendiri. Sebenarnya ia hanya berusaha mencium pipi Hana dan tidak pernah memperkirakan bahwa gadis itu akan menoleh. Lagipula ia sudah terlanjur berancang-ancang untuk mencium dan tidak bisa menarik diri lagi. Hingga –secara tidak sengaja bibirnya menyentuh bibir Hana untuk beberapa detik. Hanya menyentuh.

YA MWOYA! Kenapa kau menciumku, bodoh!” Hana menutup kedua matanya seraya memukul pundak Kai secara bertubi-tubi. Ia belum mau kehilangan ciuman pertamanya sekarang. Belum terlintas di dalam pikirannya sekali pun untuk mengikuti jejak Chanra dan Hanji sebagai skinship couple. Kai sangat bodoh.

“Lee Hana! Astaga, aku mau comeback dua hari lagi!” pekik Kai sambil berusaha menghalau pukulan bertubi gadis itu, “Ya! Sekarang impas ‘kan? Aku mencium pipi So-hee, tapi mencium bibirmu. Masih mau cemburu?”

Hana menghentikan pukulannya. Ia menghela napas panjang lalu menenggelamkan kepalanya sendiri di atas lipatan lututnya. Hingga sedetik kemudian ia malah meringis karena rasa sakit dari luka di lututnya. Dan Kai lagi-lagi tertawa.

“Astaga. Sudah lama tidak melihat kebodohanmu, Han-ah.”

Mungkin Hana memang terlahir dengan takdir bodoh dan ceroboh. Dipasangkan dengan Kai yang sangat suka mengejek dan tidak acuh dengannya. Namun entah kenapa Hana merasa senang karena bayangan ‘ciuman’ di dalam teaser ternyata hanya ketakutannya saja. Bahkan Kai mencium bibirnya untuk membuktikan bahwa pada So-hee hanya bagian dari acting saja.

“Han-ah. Jangan dekat-dekat dengan laki-laki itu lagi, ne?

Wae? Dia temanku.”

“Aku tidak suka. Jangan dekat dengannya lagi.”

“Kau cemburu juga?”

Keurae. Atau kau mau dicium lagi, hah?”

Andwae!”

[KaiNa Piece] Hitchhiking—CUT

Holaaa….. ekspres banget yah pos kainanya~~ Buat ngeganti karena udh hiatus sekian lama hehehe

Having a hard time.. Aku gatau gimana hard time nya EXO sebenernya, tapi abis liat tayangan radio dan segala macem, aku pikir ada selisih antara Chen dan gatau siapa… BaekYeol juga 😦 Entahlah, aku gamau gegabah hihi tapi BaekYeol beda aja sekarang, gaada interaksi yang bener-bener intens kaya sebelum comeback 🙂

Naah satu lagiii, kalau kalian abis baca cerita di blog ini juga tolong tinggaling komen. Keliatan loh viewnya trus yg komen ternyata cuma dikit, kalau ngga komen aku mogok nulis!!! *narikKai*

Makasih udh nungguin piece nya~ Love you all mmuach kkkk

Jangan lupa komen ^^

^Regards Ima^

Advertisements

126 thoughts on “[KaiNa Piece] Hitchhiking

  1. hasna nabilah says:

    huaaaaa ini first kiss mereka kannnnnn? kkkk hana bisa cemburu segitunya bgt yaaaaa greget kalo liat couple ini tuh, sama2 cemburu tapi masih suka ngelak kkkk~

  2. Bubble Gum says:

    hahah parah kai mikirnya yg bakal perang besar nayeon sama kyungsoo, padahal dia sama hana. ahh suka banget pas baca kai yg tdk sengaja mencium hana, jd senyam-senyum gaje sendiri

  3. carolynchoi says:

    Ckck kyaaaaaaa mereka main romantis aja ….. Jd inget teaser wolf bikin orang dongkol aja tuch ……. Semangat ya oppaduel

  4. FAWN says:

    Uwah ini first kiss KaiNa? Argh sweet max! Hana aja cemburu apalagi yang lain. Tapi syukur cuman di pipi. Belum siap batin kalo ditempat lain (?)

  5. sy_sagita says:

    first kiss ehh,,hihiihihi kaina bikin gemes,,ad kmajuan saling mngakui kecemburuan masing2,,soga makin lengket kaina,,hahahha,,yunwo,,spertinya bener2 suka sma hana,,dy mnarik hati hana dng mngajak bertengkar trus,,n yura sbagai mak comblangnya,,hana cepetan ksih tau yura klo sdah punya pacar,,dri pada di jodohin sma yunwo

  6. byunbaek says:

    aku fans dari jaman growl aku ga tau klo ada masalah gitu di exo pas cmbck wolf :'(….. hana ga cemburu pas tau kai nyium pipi? gue aja cemburu parah sampe sekarang blm ilang… yunwo hampir sama ya kaya kai ternyata

  7. Song hyun in says:

    Aaaaaa akhir-nya ini adegan yg ditunggu dari tadi *Plaakkk :v

    keluar juga hihihi
    baca-nya seru konflik-nya santai tdk terlalu menguras hati bgt..
    Hihihi

  8. Dee says:

    awawawaw ini first kiss hana kai dum awawawaw /heboh/ ihiir walaupun telat banget bacanya wkwkw awawaw enyahkan saja yg namanya yunwoo entah siapalah itu wkwk

  9. Khyunpawookie says:

    Akhirnya udh jln 1 thun bru deh mrka ciuman hahahahah yh wlpun ktidak sengajaan hahaha kynya hdup mrka d ketidak sengajaan mulu tp yh itulah Kaina hahahhahhahaha mkin jatuh cinta aq sma karater mrka b2 wlpun aq jd kesel sndiri sma Yura hmzzzzz knp sih mst jodoh2n hana sma yunwoo sebelllll

  10. Nona Novi says:

    Kemajuann bgt uda maen kiss* aja nih couple 😂😂😂, tp si jongin sma hana masih gengsi an sih jdnya kan berantem muluuu, gg capek apa berantem mulu, aku aja yg baca capek , tp klo berantem di akhiri dgn skinsip deh aku angkat tangan 😂😂😂

  11. syafirasl says:

    Astaga..unyu banget sih ini orang dua
    eonni ceritanya enak banget dibacanya..pokoknya like like like
    Keep writing..Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s