[KaiNa Piece] Heart Attack..?

Heart

Title  : Heart Attack..?

Author : Ima (@bling0320)

Casts : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee), EXO

“Kau membuatku sakit disini karena merindukanmu, bodoh.” –Someone

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs, 2013

[KaiNa Piece] Heart Attack..?

May 26th, 2013

06.19 AM KST

Hana’s Room

Selimut masih membungkus tubuh ringkih Hana yang belum juga turun suhu tubuhnya sejak semalam. Gadis itu merasakan kedua matanya sangat panas dengan seluruh tubuh yang terasa ngilu. Belum ada yang menemaninya sejak semalam dan ia tidak sanggup untuk beranjak dari tempat tidurnya sendiri.

Tidak ada satupun member EXO yang membalas pesannya sejak semalam, mungkin mereka semua sedang sibuk mempersiapkan album baru hingga tidak sempat melihat ponsel. Dan ia tidak mau merepotkan sahabat-sahabatnya yang pasti memiliki urusan masing-masing diluar sana.

Kedua mata Hana –yang semalaman tertutup walaupun tidak terlelap itu—perlahan terbuka. Tubuhnya sangat tidak jauh lebih baik sejak semalam. Ia membutuhkan seseorang, siapapun, yang penting ia tidak harus berjalan ke dapur untuk mengambil makanan dan obat. Bisa-bisa ia jatuh pingsan lebih dulu sebelum sempat mencapai kenop pintu kamar.

“Aish.”

Hana meringis pelan, merasakan tulang-tulang di tubuhnya terasa sangat ngilu ketika tangannya sedikit terangkat untuk mengambil ponsel di atas nakas. Dengan melawan rasa ngilu itu, Hana mengambil ponselnya dan bergegas mengirim pesan pada Nayeon. Ia tidak peduli lagi akan merepotkan atau apa.

Gadis itu pasti bersedia menemaninya di sana. Dalam keadaan seperti itu.

***

“Kau tahu Hana-ya? Kau seperti tidak punya teman di luar sana. Suhu tubuhmu sudah 39 derajat dan kau tidak memberitahuku. Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Kau sendirian di apartemen dan kenapa tidak meminta salah satu member EXO menemanimu, hah?”

Nayeon berceloteh panjang lebar seraya menyuapi Hana dengan bubur abalon yang dibelinya di perjalanan menuju apartemen Hana.

Hana menerima suapan pertama dari Nayeon lalu menelannya begitu saja, “Na eon, aku tidak mungkin memintamu datang jam 10 malam ‘kan? Aku tidak tahu kalau demam tingginya sampai pagi. Dan pertanyaan terakhir, tidak ada satu pun dari mereka yang membalas pesanku.”

Terdengar helaan napas panjang dari Nayeon. Ia bisa melihat jelas sorot kesedihan di dalam mata sahabatnya. Hana dan Kai memang sedang melewati masa-masa sulit dalam hubungan mereka akhir-akhir ini. Kai sangat jarang mengunjungi dan bahkan memberi kabar pada Hana. Berbeda dengan Kyungsoo yang pasti selalu menyempatkan diri memberi kabar padanya setelah sampai di dorm –walaupun memang sejak semalam laki-laki itu tidak mengabarinya. Kai terlalu tak acuh dengan kekasihnya sendiri dan Hana yang terlalu sibuk dengan kegiatan di sekolahnya, bercampur aduk dengan pikiran tentang sang visual EXO K itu. Mungkin Hana tidak mengatur pola makannya juga hingga jatuh sakit seperti itu.

“Kai…. Tidak memberimu kabar sejak kapan?” Tanya Nayeon hati-hati, takut membuat sahabatnya itu merasa semakin jatuh lagi.

Hana terdiam sejenak, “Molla, aku lupa. Hehe.”

“Jangan tertawa! Ish,” Nayeon heran kenapa Hana masih saja berusaha menutupi rasa sedih dengan tertawa hambar seperti itu.

“Mungkin dia sibuk. Aku mengerti kok, tidak mau memaksa kkamjong untuk memberi kabar setiap saat,” jawab Hana lalu kembali menerima suapan bubur dari Nayeon. Ia kembali melihat Nayeon menghela napas, cukup panjang.

“Biasanya kau selalu cuek dengan laki-laki itu, hah? Sudah dua bulan terakhir kau terlihat tidak semangat karena Jongin sibuk dengan persiapan comebacknya. Kau… Sudah lelah dengan semuanya, Hana-ya?” Tanya Nayeon.

Hana tertawa pelan, “Lelah kenapa, eonni? Aku tidak apa-apa, kkamjong pasti tahu apa yang harus dia lakukan.”

“Iya, aku tahu kau akan menjawab itu. Cish~, mereka akan pergi ke China,” Nayeon berkata dengan agak pelan di akhir kalimatnya. Namun cukup bisa didengar oleh Hana.

Jinjja? Aah, harusnya aku minta oleh-oleh dari mereka semua,” balas Hana mencoba menghibur Nayeon yang entah kenapa malah diam setelah itu.

“Kau pernah berpikir tidak, Hana-ya?” Tanya Nayeon lagi. Dan Hana menggeleng dengan polosnya.

“Kita ini… Dianggap apa sebenarnya oleh mereka?”

Hei, dan Hana lupa mengatakan bahwa Kai sendiri lupa dengan peringatan satu tahun hubungan mereka di tanggal 8 April kemarin.

***

08.00 AM KST

EXO K’s Dorm

Suara pintu yang tertutup diiringi langkah berat Kai yang baru memasuki dorm sontak membuat perhatian member EXO K lainnya yang tengah sarapan tertuju pada laki-laki itu. Penutup kepala dari jaket yang dipakai tidak bisa menutupi tetesan keringat yang meluncur dari bagian bawah dagu sang visual itu. Kai baru saja selesai jogging –walaupun mereka baru saja sampai di dorm sekitar pukul 12 semalam.

“Ayo siap-siap kkamjong, sebentar lagi kita ke bandara,” titah Suho seraya menyuapkan toast bread buatan Kyungsoo.

Kai mengangkat ibu jarinya ke udara lalu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Ia meletakkan kepalanya pada sandaran sofa dan menatap langit-langit dorm. Ada bagian di dalam tubuhnya yang tidak bisa berfungsi tidak baik.

“Ya! Jangan ambil rotiku, Park Chanyeol!” Pekik Baekhyun. Seperti biasanya, kedua orang itu selalu membuat dorm ramai. Tapi Kai sama sekali tidak berniat untuk ikut ke dalam keributan itu untuk sekarang.

Otaknya sedang tidak bisa diajak bekerja sama. Pikirannya selalu tersita dengan sosok Lee Hana, Lee Hana, dan Lee Hana. Gadis bodoh yang memang tidak akan pernah bisa membuatnya bosan. Ia memang sedang berusaha menghindari gadis itu akhir-akhir ini. Bukan merasa jenuh atau apapun. Ia hanya tidak ingin terlalu merasa ketergantungan pada Hana dan membuat gadis itu belajar bahwa ia akan selalu sibuk, hingga mungkin hanya memberi kabar seadanya saja. Kai mengurangi intensitas pertemuan dengan kekasihnya, agar di suatu hari nanti ketika jadwal sangat padat, ia akan terbiasa dengan hal itu. Usaha yang cukup sulit, karena faktanya sudah dua bulan lebih –sejak ulang tahun Hana, mereka tidak saling bertemu, mengurangi saling mengirim pesan, dan Kai benar-benar kehilangan semangat.

“Hey Kim Jongin, sampai kapan kau mau memikirkan Hana terus, hah?” Tanya Sehun, bernada sedikit mengejek.

Kai menoleh cepat sembari melemparkan tatapan dinginnya pada Sehun, “Aku mandi dulu,” setelah itu Kai beranjak dari sofa dan berjalan lambat memasuki kamar.

Tatapan Kyungsoo dari punggung Kai yang menghilang di balik pintu kamar kini berpindah pada sosok Suho. Bertanya secara non-verbal mengenai keadaan Kai akhir-akhir ini. Mungkin laki-laki itu tengah bertengkar dengan Hana, ia tidak pernah mau tahu urusan keduanya. Kecuali jika Kai dengan senang hati bercerita tanpa harus ditanya.

“Bertengkar dengan uri dongsaeng ya?” Tanya Chanyeol tiba-tiba.

Baekhyun mengangguk, “Aku tidak lihat Jongin pergi ke apartemen uri dongsaeng lagi.”

“Cish~, kenapa ponsel kita semua harus disimpan oleh manajer hyung,” gerutu Sehun kesal.

“Kita sudah mau comeback, Sehunaa. Wajar kalau manajer hyung menyita ponsel kita lagi, seperti sebelum debut waktu itu,” jawab Suho kalem.

“Tapi hyung, mungkin Ri-Ah menunggu kabar dariku,” balas Sehun lagi lalu mengerucutkan bibirnya.

“Hhh, itulah alasannya kenapa manajer hyung melarang kita berpacaran dan termasuk menyita ponsel kita semua. Dia tidak mau anak asuhnya memikirkan hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi kita selama latihan. Dia hanya berusaha untuk tidak menghancurkan impian kita setelah bertahun-tahun di trainee,” jawaban Suho yang sangat bijak itu berhasil membuat semuanya terdiam. Termasuk Chanyeol dan Baekhyun yang sudah menganga parah karena hal itu.

Sehun segera meneguk air putih di dekatnya, “Hyung. Kau… Keren.”

Kyungsoo hanya menggelengkan kepala lalu beranjak dari kursi makan. Ia berjalan menuju telepon di ruang tengah dan menekan nomor yang sudah di hapalnya diluar kepala. Bagaimana pun, ia harus tetap memberi kabar pada Nayeon.

“Na-.”

‘Do Kyungsoo, jangan telepon aku sekarang. Aku sedang di rumah sakit.’

“Ya! Siapa yang sakit!” Tanya Kyungsoo setengah berteriak, membuat semua perhatian member tertuju padanya saat itu juga. Termasuk Kai yang baru saja keluar dari kamar.

‘Jangan berteriak, Domonie. Aku mengantar Hana.’

“Hana? Bagaimana keadaannya sekarang? Aah, ponselku disita manajer hyung,” nama Hana yang keluar dari bibir Kyungsoo sontak membuat Kai melangkah mendekat. Merasa penasaran.

“Hana sakit?” Tanya Kai tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.

‘Ne, Hana harus dirawat selama beberapa hari,’ jawab Nayeon di seberang sana.

Kyungsoo menatap Kai sejenak kemudian kembali berbicara pada Nayeon, “Titip salam padanya, Namonie. Ponsel kita semua disimpan manajer hyung, jadi tidak bisa memberi kabar.”

Detik selanjutnya Kai melihat bahwa Kyungsoo memutuskan sambungan teleponnya dengan Nayeon. Ia segera berdiri di hadapan Kyungsoo dan bertanya dengan tidak sabaran.

“Hana sakit? Ah jinjja, gadis bodoh itu,” ujar Kai seraya mengacak rambutnya. Ia sangat tidak suka jika harus merasa khawatir seperti itu karena keadaan Hana.

“Dia harus dirawat beberapa hari, Jongin-ah. Tapi kita harus pergi ke China hari ini,” balas Kyungsoo lalu menggelengkan kepalanya.

“Jinjja? Separah itu?” Tanya Baekhyun cepat.

Hyung,” Kai segera berjalan menuju Suho yang masih duduk tenang di meja makan, “Apa aku bisa izin tidak ikut ke China?”

Kkamjong, kau mau cari masalah lagi?” ucapan Suho membuat Kai semakin frustasi. Ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Perlu ditegaskan lagi bahwa Hana tidak punya keluarga di Korea dan hanya ia yang bisa diandalkan untuk menemani gadis itu.

Tapi faktanya, ia bahkan tidak bisa bertemu dengan Hana.

***

May 27th, 2013

03.00 PM

Seoul Medical Hospital

Bosan.

Itulah yang Hana rasakan setelah hampir dua hari berada di rumah sakit. Tidak ada yang menemaninya disana. Hanya Nayeon, Chanra, Ri-ah, dan Hanji yang menjenguknya kemarin siang. Tidak dengan Jaehye. Itupun mereka tidak lama karena masih harus mengerjakan tugas. Setidaknya Hana bersyukur tidak harus bertemu di hari Senin yang bertepatan dengan mata pelajaran Fisika. Setelah memasuki tingkat akhir, rasanya ia semakin tidak semangat untuk belajar.

Diam-diam Hana menarik napas panjang. Ia terus berpikir mengenai hubungannya dengan Kai akhir-akhir ini. Laki-laki itu tampak tidak peduli dengannya, bahkan ketika ia sedang terbaring seperti itu.

Uri dongsaeng!!” Suara pekikan khas –milik Baekhyun itu menyeruak masuk ke dalam telinga Hana disusul dengan pintu kamar rawatnya yang terbuka dengan cepat. Baekhyun melangkah masuk diikuti keempat pria di belakangnya. Hanya empat.

Hana berusaha tersenyum dan baru saja akan mengubah posisi tidurnya menjadi duduk ketika Chanyeol berteriak heboh menyuruhnya untuk tidur lagi. Kyungsoo juga ikut menahan tangannya di sisi lain tempat tidur.

“Aku seperti orang gila yang mau kabur, oppa,” ujar Hana dengan ekspresi polosnya.

Chanyeol tertawa keras, “Kau memang gila, Hana-ya. Kau gila karena merindukan kami.”

“Ya~, Hana gila karena merindukan kkamjong, hyung,” sahut Sehun kalem seraya membuka tas plastik berisi makanan –milik Hana di atas nakas.

Hana terkikik geli, “Ya! Kalian kemana saja hah?! Berbulan-bulan tidak ada kabarnya. Err, rambut baru. Selamat yaa, akhirnya kalian comeback juga,” ujarnya ketika melihat rambut kelima pria itu yang sudah berubah warna dan model.

Suho tersenyum. Ikut merasa senang karena Hana masih bisa terlihat bahagia seperti itu. Jauh diluar bayangannya bahwa mungkin gadis itu sudah seperti mayat hidup karena ditinggal sendirian. Ia harusnya ingat bahwa Hana wanita yang sangat kuat.

“Berbulan-bulan? Kau berlebihan,” jawab Kyungsoo lalu segera menghempaskan tubuhnya ke atas sofa di pojok ruangan. Bersebelahan dengan Sehun yang sudah memakan sepotong roti dari tas plastik milik Hana.

“Memang. Terakhir kan saat aku ulang tahun,” jawab Hana agak kesal.

“Ah, keurae. Dua bulan lebih, ya?” tanya Kyungsoo, lebih pada dirinya sendiri.

“Kau sakit apa?” Tanya Suho khawatir dan membuat tatapan Hana tertuju pada pria itu.

“Hanya demam biasa dan darah rendah, oppa. Tidak apa-apa kok,” Hana melebarkan senyumnya lalu kembali melirik pintu kamar rawatnya. Berharap pria itu muncul dan ikut menjenguknya.

Kkamjong masih ada urusan, Hana-ya,” sahut Baekhyun seolah tahu apa yang sedang dipikirkan gadis itu.

“Ah, selamat ya satu tahun debut dan kalian yang –akhirnya akan comeback lagi. Maaf aku tidak datang di fanparty. Kalian juga tidak membuat pesta di dorm seperti biasanya, kalian pasti sangat sibuk. Tapi kalian semakin keren,” kedua jempol Hana terangkat hingga menutupi sebagian wajahnya.

“Selamat juga satu tahun anniversary Kai-Hana,” Chanyeol bertepuk tangan heboh bersama keempat pria lainnya.

Dan Hana lagi-lagi hanya bisa tertawa. Ia merasa senang karena masih ada yang mengingat momen itu, walaupun Kai tidak mengingatnya. Lagipula masih banyak orang yang menyayanginya, bukan pria itu saja. Sudah lama juga sejak tanggal 8 April itu, bukan?

“Jongin sangat panik saat tahu kau dirawat, Hana-ya. Dia mau kabur dari jadwal, tapi dimarahi Joonma hyung,” tiba-tiba Sehun berujar masih dengan potongan roti di dalam mulutnya.

“Ne! Dia sudah beberapa kali mau kabur dari latihan, tapi Seung Hwan hyung tahu dan memarahinya,” timpal Kyungsoo.

Kkamjong seperti mayat hidup. Dia latihan dance semalaman hanya untuk melepas stressnya,” lanjut Baekhyun.

Dan Chanyeol menanggapinya dengan anggukan, “Ya! Kau sudah liat foto teaser kami? Team XOXO,” serunya heboh kemudian membuat pose cool bersama Baekhyun.

“Belum ._.,” jawab Hana lalu tertawa hambar, “Aku belum buka situs kalian lagi. Kemarin sibuk menstalk Taemin oppa, hehe.”

Mwoya~ katanya kau fans nomor satu,” protes Sehun.

“Aku juga sibuk tahu,” Hana menjulurkan lidahnya pada Sehun dan laki-laki itu hanya mengalihkan pandangannya, “Dasar rambut warna-warni.”

Sehun hanya membalas dengan mengacungkan ibu jarinya ke udara dan kembali menghabiskan makanan Hana. Laki-laki itu tetap tidak bisa menghilangkan sifat kekanakkannya walaupun terlihat sudah besar seperti itu.

“Hana-ya, kami pulang sekarang, ya?” Tanya Suho ragu.

“Pulang?” Ujar Hana dan Sehun berbarengan.

Hyung, makanan Hana belum habis— Aaaah Dyo hyung, jangan ambil makanannya~.”

“Kalian belum lima menit disini,” jawab Hana. Tiba-tiba saja ia merasakan tenggorokannya tercekat. Ia masih merindukan kelima pria itu. Ia merindukan sosok kakak laki-laki yang ada pada kelimanya.

“Hana-ya, kami masih ada latihan nanti malam. Jadi, sekarang harus istirahat,” Kyungsoo berusaha memberikan pengertian ketika melihat Hana diam saja seraya memainkan ujung selimutnya.

Hana tersenyum ragu, “Ah ya, kalian baru pulang dari China. Comeback kalian pasti sangat keren, jadi berlatih terus yang keras. Aku tetap fans nomor 1!!”

Seruan Hana membuat semuanya tertawa pelan. Gadis itu tetap seorang yang kekanakkan. Bagaimana pun keadaannya.

“Keurae. Kami pulang sekarang ya, bye~,” seru Baekhyun lalu menyodorkan telapak tangannya. Hana menepuk telapak tangan pria itu –untuk melakukan high five diikuti keempat pria lainnya.

Dan seketika suasana kamar rawat kembali menjadi hening setelah pintu bercat abu-abu muda itu tertutup. Ia lagi-lagi harus terjebak dalam keheningan dan kesendirian. Hanya tinggal satu hari lagi. Ia harus mengikuti saran dokter untuk berisitirahat selama tiga hari disana.

Sebuah helaan napas kembali keluar dari bibir Hana. Ia tidak bisa berbohong lagi bahwa ia benar-benar merindukan Kai. Sangat merindukannya. Ia tidak peduli walaupun pria itu tidak merindukan dirinya sama sekali. Mungkin sebentar lagi Hana akan melihat foto dan menonton setiap performance EXO di masa lalu. Karena ia semakin membenci Kai di masa sekarang.

Hana menegakkan tubuhnya dengan hati-hati. Ia memiringkan tubuh ke kanan dan menjulurkan tangan kirinya untuk meraih I-pad. Tapi sepertinya nakas di samping tempat tidurnya terlalu jauh untuk tangan pendek gadis itu.

“Kau harusnya minta bantuan bodoh.”

PRANG

“Astaga!”

***

Kedatangan Kai yang tiba-tiba itu berhasil memecahkan sebuah gelas berisi air di atas nakas. Hana mendengus pelan ketika melihat Kai yang masih sibuk membereskan pecahan gelas itu. Hingga tatapannya terhenti pada keranjang buah dan beberapa tangkai bunga mawar yang tergeletak begitu saja di atas meja tamu.

“Kenapa kau masih saja ceroboh sih?” Ujar Kai seraya melangkah mendekati tempat tidur gadisnya, “He-hey, kenapa menangis? Apa ada yang sakit?” Tanyanya panik.

Kkamjong bodoh.”

“Ya! Kau jauh lebih bodoh dariku, Han-ah. Apa yang sakit?” Sahut Kai masih terlihat panik karena melihat tangis gadis itu yang semakin pecah.

“Ini,” Hana meletakkan tangannya tepat di bagian jantung, “Disini, Jongin-ah. Kau membuatku sakit disini karena merindukanmu, bodoh.”

Kai terdiam. Ia tidak pernah melihat sisi Hana yang seperti ini. Ia hanya tahu bahwa Hana seorang yang ceroboh, bodoh, dan gengsian. Melihat Hana menangis sambil mengatakan hal itu membuat Kai merasa sangat bersalah. Ia membuat gadis itu hingga jatuh sakit seperti sekarang.

“Maaf, Han-ah. Maafkan aku,” Kai menundukkan kepalanya lalu menggenggam tangan Hana, “Aku sangat sibuk dan manajer hyung menyita ponsel kami semua.”

“Aku tahu kalian memang sedang sibuk. Tapi kenapa kau tidak pernah mau tahu keadaanku? Apartemenku hanya sejauh dua lantai dari dorm, kkamjong-ah.”

Dan Hana tidak tahu kemana seluruh rasa gengsinya sekarang. Ia hanya ingin benar-benar mengungkapkan semuanya. Mengungkapkan hal-hal yang membuatnya tersiksa sendiri karena merindukan pria itu.

“Kau bosan?” Tanya Kai ragu dengan suara yang tercekat, “Mungkin sebaiknya kau cari yang bisa menemanimu setiap saat, Han-ah. Bukan aku.”

“Wae? Kau tidak mau berusaha lagi?” Hana balik bertanya lalu menggenggam tangan Kai dengan sangat erat, “Aku tidak mau yang lain, Kim Jongin.”

Kai menarik kursi di dekatnya untuk duduk. Ia menatap lurus ke dalam mata Hana –yang masih sedikit berkaca-kaca, “Maaf. Aku tidak mau membebanimu, Han-ah. Aku pasti akan sangat sibuk dan tidak bisa bertemu setiap hari seperti dulu lagi.”

“Apa aku harus dirawat di rumah sakit dulu supaya kita bertemu, hah?”

“Ya! Jangan sembarangan,” sahut Kai cepat, “Aku sedang berusaha menekan intensitas pertemuan kita. Berusaha tidak terlalu ‘bergantung’ padamu, Lee Hana. Kau pasti mengerti.”

“Ara. Mungkin memang lebih baik kita jarang bertemu. Kau benar-benar mengganggu pikiranku dan aku harus membiasakan diri,” balas Hana lalu menghela napas cukup panjang.

“EXO baru saja melewati masa-masa sulit, Han-ah. Kau tidak tahu apa yang terjadi, yang membuat kami harus menunda comeback sampai satu tahun,” jawaban Kai membuat Hana mengernyit.

“Memangnya apa?” tanya Hana, penasaran.

“Ah! Masih ingat kata-kataku ‘kan, Han-ah?” Tanya Kai tiba-tiba, mengalihkan pembicaraan. Dan Hana tidak berusaha tahu lebih jauh lagi. Mungkin hal itu hanya menjadi masalah intern dan Kai tidak mau memberitahukannya pada siapa pun, termasuk dirinya.

“Yang mana?”

“Tidak peduli berapa hari, jam, menit, atau detik yang kita lewati. Yang penting adalah kita melewatinya bersama-sama. Sudah satu tahun, eh?” Ucapan Kai sedikit banyak membuat Hana lega. Ternyata pria itu tidak melupakannya, walaupun memang tidak mengungkapkan secara terang-terangan.

“Keurae. Sudah satu tahun,” secara otomatis Hana memutar kembali roll film yang tercetak di dalam kepalanya.

Selama satu tahun melewati hari-harinya bersama dua belas pria yang mengagumkan. Melakukan banyak hal tidak penting bersama Kai, kekasihnya. Ia akhirnya mengerti bagaimana berpacaran untuk yang pertama kalinya, walaupun dengan idola –yang cuek dan super sibuk seperti Kai. Bertemu gadis-gadis kuat yang sudah menjadi bagian hidupnya. Lee Nayeon, Park Chanra, Han Ri-Ah, Do Hanji, dan Song Jaehye. Harusnya mereka meluangkan waktu bersama untuk mengacak dorm EXO lagi.

Bahkan hingga berita kedua orangtuanya yang akan segera bercerai.

Hana tersenyum simpul saat ingatan itu berhenti di hari ini. Ketika ia bisa bertemu dengan Kai lagi dan mengungkapkan semuanya. Bahkan hingga rasa gengsinya pergi entah kemana.

“Kau stress setiap hari karena tidak bertemu denganku, ya?” Tanya Hana ketika ingat ucapan Baekhyun beberapa saat lalu.

Mwoya?” Tanya Kai lagi, tidak mengerti.

“Latihan dance semalaman dan sudah seperti mayat hidup, hah?”

Kai berjengit kaget, “Kau tahu darimana? Ya!”

“Menurutmu? Hahaha,” goda Hana.

A-anhi!” Tukas Kai. Dan ia kembali lagi pada sifatnya semula.

Gojitmal. Aku punya banyak mata-mata, tahu? Kau bahkan mau membeli bunga dan buah sekarang,” Hana tersenyum geli seraya menunjuk hidung Kai.

“Aish, benar ‘kan. Mereka menjebakku lagi. Tadi Joonma hyung yang menyuruhku, sekarang dimana mereka?” Kai melepaskan genggaman tangannya pada Hana lalu berdiri dari kursi. Berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba menjadi aneh.

“Mereka pulang.”

Kai baru saja akan membalas ketika mendengar pintu kamar rawat Hana terbuka tiba-tiba. Bersamaan dengan sebelas sosok laki-laki yang jatuh bersamaan dan saling menumpuk satu sama lain diatas lantai.

Kkamjong-ah! Kau harusnya mencium Hana!”

“Aish jinjja! Jangan menindih tanganku Sehuna.”

“Luhan ge, perutku.”

Harusnya Hana tahu bahwa kedua belas pria itu pasti secara bersamaan datang dari bandara dan tidak mungkin pulang begitu saja tadi. Mereka semua hanya memberikan ruang baginya dan Kai untuk berbicara. Dan itu berarti mereka semua mendengar apa pembicaraan Kai dan Hana tadi.

Tunggu. Sepertinya Hana akan menjadi target bully berikutnya karena berkata hal-hal menjijikkan seperti tadi.

[KaiNa Piece] Heart Attack..? – CUT

No komen atuh aku mah hihi silakan komen para readers sekalian.Maafin author yang lalai ini TT.TT.

^Regards Ima^

90 thoughts on “[KaiNa Piece] Heart Attack..?

  1. Choi Minri says:

    Kyaaaa!!!
    Hana rela bgd nurunin smua gengsi cma krn merindukan kai..
    Aih, seharusnya kai ga ngejauhin hana n ngomong hal2 yg aneh..

  2. victoria stephanie says:

    Ckck anak anak exo udah gede kelakuannya kayak anak tk ngupingin orang wkwk
    Hana cie tumben jujur biasanya dipendem pendem kayak duren wkwk
    kai bijak sih tapi ngurangin intensotas peremuan kan gak enak juga udah mendingan hana selingkuh sama suho aja hahaha
    lanjut thor

  3. Ama Cho says:

    hahahahah
    jinjja, ngakak.. bener bener deh..
    gokil, masa kai sama hana lagi sweet nya malah muncul tiba-tiba..
    daebak eonni..
    (y)
    jjang eonni ^^

  4. serlia says:

    waktu hana deket sama minkyu, kai marah.
    waktu yunwo ngacak ngacak rambut hana, kai marah.
    terus tadi kai bilang kalo hana bosan cari aja yang lain. aduuuh si kai bagaimana si -.-

    member exo kepoan yaaa, suka ngintip KaiNa terus 😀

  5. hasna nabilah says:

    hahahaha ngakak liat member exo yang lain malah pada ngintipin kaina dari luar kamar rawat nya wkwkwwk jangan sampe putus deh kaina nyaaaa:( sayang bgttt. gak nyangka juga hana bisa ngungkapin perasaan nya kayak gt, biasanya kan selalu gengsi kkkk

  6. Bubble Gum says:

    akhirnya hana meluapkan apa yg di rasakan sama kai. kai jangan menyerah ayo pertahankan hubungan kalian. cerita mereka bikin penasaran teruss, sampe ngebut bacanya. Memeber lain kenapa selalu ngerusak suasana sihhh, tapi keren ko hahahah

  7. adf says:

    Hihihihi, baca kaina piece again!
    Udah lupa kpan trakhir bca cerita couple ini. Spertinya 2 tahun yg lalu. Dan ngubek2, isi halaman tersimpan di browser hp jaman smp ehh nemuu blog ini.. Dan alhasil, dibuka kembalii dehh.. Wkwkwk, lanjut baca.

  8. sy_sagita says:

    Hahhaha,,ad2 aj kelakuan para member,,ya sperti biasa gengsi jongin trlalu tinggi,,pdahal hana sdah turunin gengsinya srendah2nya tpi msih aje yeee jongin,,hihihihi tpi tetep gregetan ma kaina

  9. Dean says:

    KaiNa sweet bgt.. Hana kau kemanakan gengsi
    mu yang setinggi langit itu hahhh..

    yaampun itu member exi kenapa pada kepo kepo bgt sih…

    rasakan kau lee hana target bully selanjutnya adalah kau.. hahahaa #evil

  10. Khyunpawookie says:

    Aduhhh bneran ne mah tiap baca per seiresnya selalu dn selalu bkin ngakak. Add sedihnya tp ujung2nya selalu mnis cma KaiNa y bsa bgtu yak gk hahhahahah seruuuu seruuuuu dn gk bsa ilng ne serunya

  11. Nona Novi says:

    Nyesekkk vroh, uda sakit pacar kagak ada aniversary pula, bunuh hayati aja deh bang 😭😭😭, tp endingnya happy ending dan selalu kocak 😂😂😂, mereka kocak bgt sih 😂😂😂, sempet pengen golok in jongin wkt blg suruh pengganti yg laen enak bgt klo ngomong tp ya sudahlah happy ending jg kan 😘😘

  12. rahsarah says:

    ahaaaaa hanaaaaa pasti sakit ya manahan rasa rinduuu yg udah lama ga ketemu kaii
    perjalanan kalian bener2 banyak bnget tantangannyaa

Leave a Reply to Song hyun in Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s