{Author Competition} [HunRa] Indefinite

 

Title : Indefinite

Author : Riri

Casts : Oh Sehun, Cho Hyunra

Other Casts : EXO members, Lee Nayeon, Lee Hana, Park Chanra, Jung Hyekyo (Hyunra’s Best Friend)

WARNING! This FF is remain to the Author that writes this FF! DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^

[HunRa Scene] Indefinite

1 October 2012

Gadis bernama Hyunra itu mengaduk-aduk jus yang tadi ia pesan, sama sekali tak ada niat untuk meminumnya. Sahabatnya, Hyekyo tengah meminum jus yang tadi ia pesan sembari memainkan handphonenya. Kantin pada jam istirahat seperti sekarang sangat penuh.

“Hyekyo kau sedang apa?” tanya Hyunra yang mulai bosan.

“Fansite ini memberi info kalau EXO-M masih berada di Korea,” Hyekyo masih fokus pada handphonenya, “Aku ingin bertemu dengan mereka.”

Hyunra mengangkat sebelah alisnya, “Jung Hyekyo kau mendengarkanku tidak?”

Hyekyo menoleh, kemudian ia menggeleng dengan wajah polosnya. Sementara Hyunra hanya mendengus kesal.

“Oh ya, murid yang lain juga memberitahuku kalau Sehun tak masuk hari ini.”

“Lalu?” Hyunra memandang Hyekyo malas, sahabatnya ini adalah fans EXO dan Sehun adalah biasnya.

“Tidak juga, aku hanya kecewa. Jika begini aku tidak bisa melihatnya,” Hyekyo menghembuskan nafasnya kecewa.

“Memangnya jika idolamu itu sekolah kau bisa melihatnya terus?”

“Tidak,” Hyekyo memasukkan handphonenya ke dalam saku jasnya, “Andai saja aku murid kelas 3 dan satu kelas dengannya.”

“Ingat Hyekyo, kita ini baru kelas 2.”

“Aku tahu itu, aku berharap bisa menjadi pacar Sehun.”

Jika sedang makan, mungkin saja Hyunra sudah tersedak saat ini juga. Untung saja Hyunra sedang diam saat itu. Hyunra melirik sahabatnya itu, beginilah nasib memiliki pacar seorang idol. Diam-diam juga ia merindukan sosok itu, karena sudah 1 bulan ini ia tak mengunjunginya ataupun sebaliknya. Meskipun ia malas untuk mengakuinya.

Hyekyo, jika kau tahu, sekarang kau sedang berbicara dengan pacarnya. Batin Hyunra.

***

EXO’s dormitory

Hyunra memencet bel apartemen itu berkali-kali, ia bersandar pada dinding, menunggu pintu untuk dibuka. Tak lama kemudian pintu terbuka, nampaklah sesosok laki-laki di sana. Baekhyun, member boyband rookie EXO-K.

“Kau sudah datang Hyunra,” seru Baekhyun dengan gembiranya.

Hmm,” Hyunra menjawab malas, “Ada apa memanggilku ke sini?”

“Luhan hyung dan member EXO-M yang lain merindukanmu,” jawab Baekhyun, “Ayo masuk.”

“Luhan oppa?” Hyunra segera mengikuti Baekhyun, “Di mana dia?”

“Xiannie,” panggil Luhan yang muncul dari dapur, lengkap dengan panggilannya untuk Hyunra. Semua member EXO-M kecuali Chen dan Xiumin sering memanggilnya dengan nama mandarinnya.

Luhan melebarkan kedua tangannya, bermaksud untuk memeluk gadis yang sudah ia anggap sebagai dongsaengnya sendiri itu.

Oppa, aku merindukanmu,” Hyunra segera memeluk Luhan untuk melepaskan rasa rindunya.

“Aku juga, kau kemana saja Hyunra? Tak pernah mengunjungi kami,” Luhan mengacak-acak rambut Hyunra.

“Aku sibuk, jadwal sekolahku semakin padat. Sekarang saja aku belum pulang karena Baekhyun oppa menyuruhku datang,” Hyunra memang langsung mengunjungi dorm EXO tanpa pulang dulu ke rumahnya. Mengganti seragamnya saja ia tidak sempat.

Aigoo, kasihan sekali dongsaengku ini.”

“Xian Li, kau tak rindu padaku juga?” Kris tiba-tiba sudah ada di belakang Luhan.

“Tentu saja, I miss you oppa,” Hyunra kemudian menghampiri Kris.

“Kau tidak bertambah tinggi?” Kris mengacak-acak rambut Hyunra.

Hyunra mengerucutkan bibirnya, “Aku bertambah tinggi mungkin.”

Sehun keluar dari kamarnya, tanpa mempedulikan Hyunra, ia berjalan menuju dapur. Sehun mengambil botol berukuran besar berisi air minum di lemari es dan segera meminumnya dari botol langsung.

“Oh Sehun, jangan minum dari botol langsung,” omel Suho sembari merebut botol yang tengah berada di tangan Sehun dan isinya sedang diminum itu.

Hfft…” Sehun hampir saja menyemburkan cairan yang ada di mulutnya karena Suho tiba-tiba merebut paksa botol minuman tersebut.

Hyung,” Sehun menelan semua cairan yang ada di mulutnya dan menatap Suho kesal.

“Kau ini, botol ini besar. Kau juga jorok sekali, minum langsung dari botol sebesar ini. Kalau hanya seukuran botol air mineral biasa tak masalah,” Suho menyimpan botol tersebut.

Sementara itu Hyunra dan Luhan tak mempedulikan apa yang sedang terjadi di dapur. Mereka berdua sedang asyik mengobrol, sedangkan Kris sedang menonton televisi, dan member yang lain entah kemana.

“Bagaimana kau dengan Sehun?” tanya Luhan.

“Bagaimana apanya?” Hyunra malah balik bertanya dan menatap Luhan dengan tatapan bingung dan polosnya.

Luhan hanya menepuk dahinya pelan, “Kau ini terlalu polos atau pura-pura polos? Ya tentang hubunganmu.”

“Hubungan seperti apa maksudnya?”

“Astaga, otakmu ini berjalan dengan baik atau tidak?” Luhan menjitak Hyunra.

Appo,” Hyunra menggosok-gosok kepalanya.

“Sudahlah, susah berbicara dengan anak kecil.”

“Ya sudah,” Hyunra sebenarnya tahu, hanya saja ia bingung mau menjawab apa. Setiap melakukan apapun dengan Sehun, pasti berakhir dengan pertengkaran, dan perdebatan. Dan keduanya sama-sama memiliki gengsi yang tinggi, juga sifat yang sangat kekanakan.

“Jongin-ah bantu aku mengerjakan soal matematika ini,” Sehun menghampiri Kai yang tengah memainkan handphonenya di meja makan dengan buku ditangannya.

“Panggil aku hyung,” Kai menoleh sebentar kemudian kembali fokus pada handphone miliknya.

Ne, Jongin hyung,” Sehun duduk di samping Kai, “Bantu aku.”

“Nanti saja, aku sedang sibuk.”

“Sibuk pacaran,” cibir Sehun, kemudian ia meninggalkan ruang makan.

“Luhan hyung, bantu aku,” Sehun duduk di sebelah Luhan.

“Bantu apa?” Luhan menoleh, Hyunra yang sedang mengobrol dengan Luhan pun ikut menoleh.

“Ini,” Sehun menunjuk soal-soal yang sama sekali belum ia kerjakan, “Soal-soal ini sangat sulit.”

Hyunra membulatkan matanya, “Yang seperti ini sulit? Ini soal yang mudah.”

“Memang kau bisa? Ini pelajaran kelas 3,” Sehun menatap Hyunra dengan pandangan tak yakinnya.

“Tentu saja bisa,” Hyunra segera merebut buku dan pensil dari tangan Sehun.

Luhan dan Sehun memperhatikan Hyunra yang sekarang tengah menuliskan rumus-rumus yang sama sekali tak dimengerti oleh Sehun. Terkadang Hyunra diam sebentar dan menulis lagi. Luhan dan Sehun tetap memperhatikan Hyunra sampai kurang lebih 18 menit kemudian Hyunra selesai mengerjakan 10 soal yang menurut Sehun sulit itu.

“Selesai,” Hyunra menyerahkan buku tersebut pada Sehun.

Sehun dan Luhan buru-buru melihat hasilnya, Sehun bahkan sampai mencocokkan rumus yang dikerjakan Hyunra dengan rumus yang dicontohkan gurunya. Sehun hanya mengerjap-ngerjapkan matanya, antara percaya dan tidak. Ia tahu Hyunra itu pintar, apalagi dalam matematika. Tapi ia belum tahu sepintar apa, ia tak percaya Hyunra dapat mengerjakan soal kelas 3 hanya dalam waktu 18 menit.

“Bagaimana?” Hyunra menatap keduanya yang masih saja menatap buku tersebut dengan pandangan yang sulit dijelaskan.

Luhan menoleh, ia tahu gadis yang sudah ia anggap dongsaengnya ini pintar. Ia tahu dongsaengnya ini mudah menghafal dan mudah mengingat sesuatu (sayangnya bisa menjadi pelupa seketika), tapi ia tak menyangka dia bisa mengerjakan soal-soal yang ia juga tak yakin bisa mengerjakannya.

“Kenapa?” Hyunra bingung dengan keduanya yang masih diam.

“Aku tak percaya orang bodoh dan pelupa sepertimu bisa mengerjakan soal ini,” Sehun membuka mulutnya, masih menatap buku dengan tatapan tak percaya.

“Apa kau bilang?” Hyunra mendelik kesal, ia tak habis pikir, sudah untung ia mengerjakan soal-soal tersebut. Tapi masih sempat-sempatnya Sehun menyebutnya bodoh, rupanya Sehun sudah bosan hidup.

“Maksudku kau orang bod- YA! YA! TANGANKU!”

“Makanya diam Oh Sehun atau aku akan mematahkan lehermu,” Hyunra menatap Sehun dengan tatapan membunuhnya setelah ia memukul dan mencubit lengan Sehun dengan sadisnya.

“Berhentilah,” Luhan segera melerai keduanya. Ia yang duduk di tengah-tengah Sehun dan Hyunra juga ikut tersiksa.

Hyunra tampak belum puas, ia masih melemparkan death glarenya pada Sehun. Sementara Sehun hanya memasang tampang memohonnya, ia masih mau lehernya utuh. Orang yang duduk diantara mereka berdua hanya mendesah kecil, Luhan tahu ini akan berjalan lama.

***

Hyunra dan Kai tengah asyik bermain playstation, mereka sedang bertanding. Kris yang tadi sedang menonton televisi pergi ke kamarnya setelah diusir oleh Kai dan Hyunra. Sedangkan Luhan dan Sehun menonton pertandingan mereka berdua dan sesekali berteriak-teriak tak jelas ketika salah satu dari mereka hampir kalah.

Kai dan Hyunra sama-sama maniak games, kemampuan mereka sama. Sering sekali mereka mendapat hasil seri atau malah mereka berdua kalah secara bergantian, tak pernah ada yang menang secara berturut-turut.

Tiba-tiba bel berbunyi, Baekhyun yang sedang berada di ruang makan segera berlari dan membuka pintu.

“Kami datang!” teriak salah satu dari tiga wanita yang berjalan di belakang Baekhyun. Kai dan Hyunra tak menghiraukan mereka karena terlalu fokus pada permainan.

“Chanra, Nayeon, Hana, akhirnya kalian datang,” Luhan segera berdiri dan menghampiri ketiga wanita tersebut. Sementara Kai langsung mempause games yang tengah dimainkan olehnya dan Hyunra itu.

“Kenapa di-“ ucapan Hyunra terhenti ketika ia ikut menoleh seperti Kai dan melihat tiga wanita yang sama sekali tak ia kenal.

“Kau terlihat mirip dengan Kyuhyun Super Junior, kurasa aku juga pernah melihatmu bersama Kyuhyun di SM building. Kau adiknya?” tanya seorang wanita yang berdiri tepat di samping Luhan, sementara Hyunra hanya mengangguk singkat sembari menatap satu per satu tiga wanita yang tidak dikenalnya itu dengan pandangan bingungnya.

“Kau memiliki hubungan apa dengan Kai? Kalian terlihat dekat,” Chanra memicingkan matanya, menatap Kai dan Hyunra dengan curiga.

Mwo? Kai, kau menduakan Hana?” Nayeon membulatkan matanya, sementara Sehun mendelik kesal ke arah Chanra dan Nayeon.

“Kalian telah membuat maknae kesal,” Xiumin tiba-tiba muncul dengan segelas air di tangannya.

“Jadi?” Chanra masih kebingungan dengan yang sebenarnya, tapi tak mungkin juga jika Kai mempunyai pacar lagi dan mendua.

“Dia itu pacar Sehun,” ujar Baekhyun dengan santainya.

MWO?” Nayeon berteriak dan dapat dipastikan teriakannya dapat membuat tuli semua orang yang ada di sana.

Nayeon menghampiri Sehun kemudian ia menjewer telinga sang maknae, “Kenapa kau tidak memberitahukuhuh?”

“YA! TELINGAKU! AMPUN!” Sehun berteriak-teriak kesakitan sembari berusaha menarik tangan Nayeon.

Nayeon melepaskan tangannya dan menatap Sehun tajam, “Kenapa tidak memberitahuku?”

“Memangnya wajib memberitahumu?” Sehun menggosok-gosok telinganya yang panas akibat jeweran Nayeon.

“Kami saja baru diberitahu 2 bulan yang lalu, mereka sangat pintar menyembunyikannya dari kami. Itu pun ketika Kai mengotak-atik handphone milik Sehun dan membaca semua pesan yang isinya tak ada kata-kata romantis satupun,” jelas Xiumin sembari duduk di sebelah Sehun.

“Isinya hanya perdebatan, pertengkaran dan ejekan. Tak ada kata saranghae atau chagiya, sama sekali tak romantis,” Kai ikut menimpali.

“Itu kata-kata yang menjijikkan,” desis Hyunra.

“Memangnya kau romantis?” cibir Baekhyun.

Kai hanya melengos, seharusnya ia berpikir terlebih dahulu untuk mengejek Sehun dalam masalah romantis. Pasalnya ia juga jarang bersikap romantis pada Hana.

“Intinya kalian berdua itu sama-sama tidak romantis,” ejek Chanra.

Hana kemudian menghampiri Hyunra, “Annyeong,” sapanya ramah.

Annyeong,” balas Hyunra.

“Lee Hana,” Hana mengulurkan tangannya pada Hyunra. Ia melirik sebentar Kai yang duduk sambil memperhatikannya, “Pacarnya Kai.”

Hyunra berdiri dan membalas uluran tangan Hana, “Cho Hyunra.”

Nayeon dan Chanra pun mengikuti Hana, mereka berdua sama-sama melemparkan senyum manis pada Hyunra. Hyunra balas tersenyum pada Nayeon dan Chanra.

“Lee Nayeon, pacar Kyungsoo.”

“Cho Hyunra,” Hyunra menyambut uluran tangan Nayeon dengan ramah. Meskipun terkadang ia akan bersikap dingin dengan orang yang baru dikenalnya, tetapi itu jika moodnya sedang buruk.

Wanita bermata besar dan berambut pirang yang sangat familiar di mata Hyunra itu mengulurkan tangannya. Hyunra menatap wanita yang ia yakini bernama Chanra itu, matanya sangat mirip dengan mata Chanyeol.

“Park Chanra, adik Chanyeol dan pacar Yifan.”

“Kurasa aku tak perlu lagi menyebutkan namaku Chanra-ssi,” Hyunra membalas uluran tangan Hyunra dan tersenyum manis.

“Tak usah memakai banmal,” Chanra melirik jas almamater milik Hyunra, “Kau juga sekolah di School of Perfoming Arts?”

Err… ya,” Hyunra terlihat ragu-ragu untuk memanggil Chanra, “Eonni.”

Aigoo… jangan memanggilku eonni,” Chanra memang tak suka dipanggil eonni.

“Memangnya kau kelahiran tahun berapa?” tanya Hana.

“1996,” jawab Hyunra.

“Dia lebih muda dari kita, aku seperti merasa tua.”

“Kau memang sudah tua Lee Nayeon,” ejek D.O.

Nayeon melemparkan death glare miliknya, sementara D.O malah pura-pura tidak melihat death glare Nayeon yang ditujukan untuknya itu.

“Aku tak mau dipanggil eonni,” keluh Chanra.

Kemudian Chanra pergi ke ruang makan, mungkin mencari Kris. Sementara Nayeon duduk di sebelah D.O dan Hana mengekor Chanra pergi ke ruang makan. Hyunra kembali duduk di sebelah Kai, ia bingung mau melakukan apa karena Kai tidak –belum lebih tepatnya- mengajaknya bermain games lagi.

“Sehun-ah kenapa kau bisa menyembunyikan hubunganmu itu? Berapa lama kau menyembunyikannya dari kami semua? Sejak kapan kalian berpacaran?” tanya Nayeon bertubi-tubi. Sehun hanya melengos, malas menjawab, malu lebih tepatnya.

“Pokoknya mereka menyembunyikan itu dari bulan Februari,” D.O menjawab pertanyaan Nayeon karena ia tahu Sehun tak mau menjawab pertanyaan itu sekarang.

***

Sehun dan Hyunra berdiri bersebelahan, memandang kota Seoul dari atap gedung apartemen dalam diam. Hyunra masih menunggu Kyuhyun untuk menjemputnya, ia terlalu malas untuk naik bis sekarang. Hyunra menggosok-gosokkan kedua tangannya, jas almamaternya ia lepaskan dan ia simpan di dorm. Sekarang ia hanya memakai kemeja sekolahnya dan udara malam ini dingin.

Sehun menoleh, memperhatikan Hyunra yang menggosok-gosokkan kedua tangannya agar tidak kedinginan. Hyunra dengan bodohnya malah meninggalkan jas almamaternya, sekarang gadis yang berdiri di sampingnya itu tampak kedinginan. Karena tak tega melihat Hyunra kedinginan, Sehun melepaskan jaketnya kemudian menaruhnya secara asal di atas kepala Hyunra.

“Ya!” pekik Hyunra, ia mengambil jaket yang secara asal diletakkan di kepalanya itu dan menutupi wajahnya.

“Pakai itu, aku tak mau kau membeku. Lagipula kau bodoh sekali, kenapa jas almamatermu malah ditinggal? Kenapa kau tak memakainya?”

Hyunra kemudian memakai jaket milik Sehun tersebut, meskipun agak sebal juga karena Sehun terus memanggilnya bodoh. Cara Sehun memberikan jaket tersebut sama sekali bukan seperti cara lelaki lain pada umumnya, jangan harap Sehun bersikap seperti lelaki lain pada umumnya dan bersikap romantis.

Mereka kembali diam, keheningan kembali tercipta. Hyunra kembali mengingat lagi kejadian bulan Februari lalu, tepatnya pada tanggal 29. Saat ia dan Sehun tengah berdua dan Sehun meminta ia untuk menjadi pacarnya. Sehun memintanya dengan sedikit pemaksaan dan sama sekali tak romantis. Dulu juga ia menganggap Sehun hanya main-main. Bagaimana ia tak menganggap Sehun sedang bermain-main, saat itu Sehun seperti sedang mengajak orang bermain games.

“Ayo kita kembali saja, aku kedinginan,” ajak Sehun.

Hyunra menoleh, Sehun berjalan terlebih dahulu dan Hyunra mengekor di belakangnya. Sosok yang berjalan di depannya, orang yang memiliki gengsi yang tinggi –sama sepertinya-. Sifatnya juga yang tak menentu, seperti musim. Terus berganti-ganti, tapi sayangnya sifat Sehun tak bisa diprediksi sebelumnya. Hyunra bahkan tak pernah membayangkan bisa berpacaran dengan Sehun, apalagi Sehun adalah pacar pertamanya.

[HunRa Scene] Indefinite – End

Alasan mau bergabung dengan INDAYLee Planet : Karena ingin menambah pengalaman dalam menulis fanfiction ^o^. Dan ingin ikut meramaikan INDAYLee. Meskipun nantinya kalau misalkan tidak diterima, ingin meramaikan INDAYLee sebagai reader.

Thankyou for joining Author Competition in INDAYLee Planet ^^

Advertisements

6 thoughts on “{Author Competition} [HunRa] Indefinite

  1. jin jihye says:

    kasian itu temennya hyunra berharap jd pacar sehun pdhl hyunra itu yg asli kekasihnya tapi entah bisa dibilang kekasih ato ga, dingin banget si sehunnie..kekeke

  2. The Kpop Fanfiction says:

    Hyunra saeng#teriakrusuh#
    itu-itu aduh ga bisa ngoment apa-apa deh kalian berdua emang aneh==”
    hadeh itu si Hyekyo apa-apan pengen jadi pacarnya Thehun#getok kepala#
    pokonya lanjutkan saeng, aku tunggu HunRa Scene yang laing hwaiting^^p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s