{Author Competition} [BaekYong] Too Busy

Too Busy

Author : lollicino

Cast     :

  1. Byun Baekhyun (EXO-K)
  2. Park Yongri

Support Cast  : EXO Members

WARNING! This FF is remain to the Author that writes this FF! DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^

© INDAYLee Staffs

Yongri’s office, 14.00 PM

Yongri masih nampak sibuk dengan kertas-kertas yang bertebaran di meja panjangnya dan komputer yang ada di hadapannya. Sudah seminggu lebih pekerjaannya belum selesai juga. Beberapa pakaian model baru harus didesain sampai selesai, dan ada beberapa pesanan yang belum diselesaikan. Selain itu, dia harus mengurus beberapa hal mengenai pertemuan antar desainer yang akan diselenggarakan di Milan.

“Astaga… apa kertas-kertas dan pekerjaan ini bisa melahirkan? Kenapa jadi bertambah banyak? Aish…” gerutunya lalu mengacak rambutnya dengan frustasi.

Baekhyun.

Sudah seminggu lebih dia tidak melihat wajahnya. Cukup membuatnya semakin frustasi, memang. Tapi mau bagaimana lagi? Pekerjaannya menumpuk, dan Baekhyun sedang dilanda jadwal padat. Mereka hanya berkirim pesan, itupun hanya 2 kali. Pekerjaan memang menyusahkan.

[DDRRTTT]

From : nae Hyun-ie ❤

Yongri-ya, neo eodisseo? Tidak merindukanku, eoh?

Yongri terkekeh melihat pesan itu. Baru saja dia memikirkannya, dan sekarang ada pesan masuk dan itu berasal darinya.

To : nae Hyun-ie ❤

Aku ada di kantor, bersama seorang namja tampan 😀 makanya aku tidak merindukanmu 😀

[DDRRTT]

From : nae Hyun-ie ❤

YA! JANGAN BERSELINGKUH DIBELAKANGKU, NONA BYUN! ATAU CALON SUAMIMU INI AKAN MARAH!

“HAHA! Aku penasaran bagaimana ekspresi wajahnya sekarang. Ah, sudah lama sekali aku tidak melihat wajah imutnya.” Gumam Yongri. Tangannya kembali mengetik pesan.

To : nae Hyun-ie

HAHAHA! Baiklah, aku hanya bercanda 😀 Mwo? Calon suami? Calon suamiku adalah Son Dong Woon yang tampan itu~ fufufu~

[DDRRTTT]

From : nae Hyun-ie ❤

Calon suamimu adalah aku, terima kenyataan itu, Yongri-ya. Aish! Lupakan-_- kau dimana? Aku sedang tidak ada jadwal dan aku sangat merindukan malaikat cantik yang sangat kucintai ini…

“Ck…”

To : nae Hyun-ie ❤

Gombal -_-“ aku masih ada di kantor. Pekerjaanku benar-benar menyusahkan, Baekhyun-ah… keurae, kau tidak ada jadwal. Kau mau aku berbuat apa?

[DDRRTTT]

From : nae Hyun-ie ❤

Seperti tidak tahu saja… datanglah ke dorm. Aku sangat merindukanmu… jeball, eoh? Aku sangat ingin bermanja-manjaan denganmu… lupakanlah pekerjaanmu sejenak. Yongri-yaaa~ jebaaallll~

nae Hyun-ie ❤ is calling…

Yeobosaeyo? Hyun-ie, aku tidak bisa ke dorm sekarang, oke? Pekerjaanku sangat menumpuk dan ha-“

“Yooonggg-iee~ jebaallll! Aku benar-benar merindukanmu, Yong-ie.”

“Hyun-ie, masalahnya-“

“Cepat kesini atau aku akan mogok makan selama seminggu!”

Mwo?! Aish… baiklah. Tunggu aku, ne? Annyeong.”

Yongri menutup sambungan teleponnya dengan Baekhyun. Demi apapun, Baekhyun sangat kekanakan! Mogok makan selama seminggu? Yang benar saja… bahkan dia akan sangat lapar jika melewatkan jam makannya. Bagaimana mungkin dia mau mogok makan seminggu?

Yongri menatap lesu kertas-kertas yang berserakan di mejanya. Dia menghela nafasnya, lalu mulai membereskan kertas-kertas itu dan mematikan komputernya.

“Pekerjaan, kumohon jangan melahirkan lagi, ne? Aku sangat lelah. Kutinggal sebentar ya. Bye.” Ucapnya pada tumpukan-tumpukan kertas itu. Aneh. Mungkin efek samping dari kebanyakan bekerja.

EXO’s Dorm, 15.11 PM

[TING TONG]

Tak butuh waktu lebih dari 10 detik, pintu dorm terbuka dengan lebar, dan menampakkan Kyung Soo dengan senyumannya di dekat pintu.

Noona! Masuklah! Baekhyun hyung sudah menunggumu di dalam.” Kyung Soo memeluk Yongri sekilas, lalu masuk ke dalam dorm diikuti Yongri.

Keadaan sedikit kacau. Bungkus makanan bertebaran dimana-mana. Chan Yeol dan Sehun sedang fokus bermain PS3, Suho berada di dapur, Kai tidak terlihat, dan…

Baekhyun.

Rasa rindu itu muncul dan menggebu-gebu dalam diri Yongri. Segera didekatinya namja itu, lalu Yongri memeluknya dengan erat.

Bogoshipeo.” Bisik Yongri masih sambil memeluk Baekhyun. Baekhyun tersenyum.

Nado bogoshipeo. Bohong jika aku tidak merindukanmu, Yong-ie.” Balas Baekhyun. Baekhyun memperhatikan Yongri dari atas sampai bawah. Ada perubahan sedikit pada gadis itu…

“Kau tampak lebih kurus, eoh? Kau pucat. Juga ada lingkaran hitam di bawah matamu… apa saja yang kau lakukan?” tanya Baekhyun dengan cemas. Bagaimana kalau gadisnya sakit?

“Hm? Aku kurus? Hebat. Dalam 1 minggu aku bisa menjadi seperti ini hanya karena pekerjaan itu…” dengusnya. Yongri duduk disamping Baekhyun, dan mengeluarkan iPad-nya dari dalam tasnya.

Baekhyun bersandar di bahu Yongri, memperhatikan gadisnya itu yang tampak sangat sibuk dengan gadgetnya. Pekerjaan? Pastinya. Lagipula, Yongri jarang memainkan games yang ada di dalam gadgetsnya.

“Kau sedang apa?” Baekhyun masih memperhatikan Yongri.

“Pekerjaan.” Jawab Yongri acuh tak acuh. Baekhyun mendengus kesal. Pekerjaan dan pekerjaan lagi…

“Berhentilah bekerja. Rileks sedikit. Pekerjaan itu sudah membuatmu tampak tidak sehat, Yong-ie. Bagaimana kalau kau sakit? Kubilang berhenti.” Baekhyun menarik iPad itu dari tangan Yongri dan meletakkannya di meja. Yongri memasang wajah cemberutnya.

Wae? Aku masih mau melanjutkan pekerjaanku. Masih banyak, Baekhyun-ah. Aku harus segera menyelesaikannya.” Rajuknya, lalu hendak mengambil iPad-nya, namun ditahan oleh Baekhyun.

“Tidak. Kubilang tidak, Yongri-ya. Kau sudah makan siang?” tanya Baekhyun. Yongri menghela nafasnya dan bersandar pada sofa.

“Bagaimana aku mau makan? Aku kehilangan selera makanku sejak 2 hari yang lalu karena pekerjaanku. Seingatku, aku hanya makan siang 2 hari yang lalu, dan sarapan kemarin.” Jawabnya. Baekhyun membulatkan matanya. Astaga, apa dia mau mati?

“Kau mau sakit? Kau mau mati, eoh? Itu tidak baik untuk kesehatanmu, Yongri-ya! Pikirkanlah kesehatanmu! Sekarang, kau harus makan, arachi?!” Baekhyun segera bangkit menuju dapur. Yongri memperhatikannya.

Sangat perhatian. Tidak. Lebih tepatnya, Baekhyun terlalu overprotektif padanya. Wajar saja. Dia namjachingunya. Dan itulah hal yang membuatnya semakin mencintai Baekhyun, selain sikapnya. Kurasa aku tidak akan pernah bisa berhenti mencintainya… pikir Yongri.

“Ayo buka mulutmu. Aaa~” Yongri tersadar dari lamunannya, dan tiba-tiba saja Baekhyun ada di depannya. Membawa piring berisi nasi goreng dan ayam,… dengan porsi untuk 2 orang.

“Banyak sekali! Shiro! Aku tidak nafsu makan.” Tolak Yongri. Baekhyun menurunkan sendoknya, lalu menatap tajam Yongri.

“Kau harus makan, Yong-ie. Bagaimanapun caranya. Atau kau mau aku mengunyah makanan ini terlebih dahulu, baru menyuapkannya kepadamu dengan cara MENCIUMMU?” ancam Baekhyun. Baiklah, dia tidak main-main sekarang…

“Baiklah, aku akan makan!” Yongri menyerah. Baekhyun tersenyum penuh kemenangan, lalu menyuapkan makanan itu kepada Yongri, sampai makanan itu habis.

Baekhyun tampak menyeramkan…

= = =

Suasana dorm masih ramai, namun sudah agak sepi. Nampak semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, termasuk Baekhyun. Baekhyun masih menonton drama favoritnya bersama Yongri, sambil merangkul Yongri.

“Hey, bukankah itu romantis, Yong? Kapan kita bisa seperti mereka?” tanya Baekhyun lalu menatap Yongri,…

Gadis itu tertidur. Sangat lelap.

Dengkuran halus terdengar oleh Baekhyun. Nampaknya dia sangat lelah. Baekhyun yakin dia tidak tidur malam karena pekerjaannya. Pekerjaan membuatnya terpuruk. Bagaimana mungkin orang tuanya memberinya pekerjaan sebanyak ini? Mereka sudah gila?

Baekhyun menyelipkan lengan kirinya pada leher Yongri, dan menyelipkan lengan kanannya pada lipatan kakinya. Diangkatnya tubuh yang terasa sedikit ringan itu ke kamarnya, memindahkan Yongri ke tempat yang lebih nyaman untuk tidur.

Baekhyun menarik selimutnya hingga menutupi leher Yongri. Matanya tertuju pada wajah Yongri yang nampak sangat lelah. Lingkaran hitam di bawah matanya sangat terlihat –atau karena efek eyeliner juga? Mungkin.

Tangan Baekhyun terangkat, mengelus pelan rambut coklat gelap milik Yongri. Dalam keadaan apapun, gadisnya tetap terlihat cantik. Gadisnya yang workaholic, tidak bisa diam, dan… sangat dicintainya. Tidak peduli seberapa cueknya gadis itu padanya, toh, dia tetap mencintai Baekhyun ‘kan?

“Yong-ie… kau tahu? Rasanya ini masih seperti mimpi. Menjadi namja yang selalu ada untukmu… untuk seorang manusia sempurna yang dilahirkan di dunia ini. Aku hanya merasa… aneh. Masih banyak namja yang lebih tampan dariku diluar sana dan jauh lebih sempurna. Kenapa kau memilihku?” gumam Baekhyun seraya mengelus pipi mulus gadisnya dengan lembut, tak berniat untuk membangunkannya.

“Karena aku mencintaimu.” jawaban itu sontak membuat Baekhyun menarik tangannya dari wajah Yongri. Baekhyun memalingkan wajahnya dari wajah Yongri, menghindari kontak mata dengannya karena Yongri selalu bisa ‘membacanya’ melalui kontak mata.

“K-kau belum tidur, eoh?” Baekhyun mendadak tergagap. Yongri tersenyum simpul, lalu menarik tangannya keluar dari dalam selimut dan menyentuh pipi Baekhyun.

“Untuk apa jika aku menemukan namja yang sangat sempurna, tapi aku sama sekali tidak merasakan adanya cinta? Lalu… untuk apa aku terus berada disampingmu jika aku tidak mencintaimu? Aku mencintaimu, dan ini bukan mimpi. Aku milikmu, begitu juga dengan sebaliknya, Hyun-ie.” Ucap Yongri. Baekhyun tersenyum dan memeluknya dengan erat. Ini bukan mimpi. It’s real…

Gomawo, untuk semuanya. Saranghae. Neomu saranghae, Park Yongri.” Bisiknya, masih memeluk erat Yongri.

Ne. Cheonmayo. Keurigo, nado saranghae…” Yongri balas memeluk Baekhyun, “Sekarang, kau juga harus istirahat. Kau tampak sangat kelelahan, Baekhyun-ah. Temani aku juga.” Lanjut Yongri sambil menggeser badannya, memberi tempat untuk Baekhyun.

Baekhyun menjatuhkan badannya disamping Yongri, lalu memeluk gadis itu. Dia menarik selimutnya sampai batas lehernya, dan ikut terlelap bersama gadisnya.

= = =

Hyung… bangun. Ini sudah sore.”

Suara baritone Chan Yeol mengusik Baekhyun. Baekhyun terbangun perlahan, dan tak menemukan Yongri disebelahnya.

“Yongri kemana?” tanyanya.

Noona sudah pulang. Katanya dia harus menyelesaikan pekerjaannya. Noona juga berpesan padaku, katanya noona akan langsung ke Milan setelah pekerjaannya selesai. Noona tidak tega membangunkanmu, hyung.” jawab Chan Yeol. Baekhyun mengangguk lesu menanggapi ucapan Chan Yeol. Pekerjaan lagi, dan mereka tidak akan bertemu untuk beberapa hari kedepan…

[DDRRTTT]

Baekhyun tersadar dari lamunannya ketika dia mendengar getaran handphonenya. Diraihnya iPhone yang terletak diatas meja di samping kasurnya. Pesan masuk,… dari Yongri.

From : Yong-ie chagiya ❤

Sudah bangun? Merasa lebih baik? Mianhae, aku pulang tanpa memberitahumu. Kau sangat terlelap, aku tidak tega membangunkanmu. Pekerjaan menyebalkan ini melahirkan lagi, kau tahu? Ini membuatku stress -_-“

Ah, apa Chan Yeol sudah mengatakannya padamu? Aku akan pergi ke Milan setelah pekerjaanku selesai. Semua hasil pekerjaanku harus dibawa ke Milan, dan aku harus menghadiri acara yang cukup penting. Mian, aku tidak memberitahumu secara langsung…

Selama aku pergi, jaga kesehatan, okay? Jangan makan terlambat, minum vitamin teratur, jangan terlalu lelah, istirahatlah dengan cukup, dan banyaklah minum air putih. Bibirmu tampak lebih kering, Baekhyun-ah. Selama aku pergi, jangan lakukan hal aneh, arachi? Aku akan segera menelponmu secepatnya 😀 Keurigo…

Saranghae^^

END

Alasan bergabung : aku seneng banget sama yang namanya fanfiction. Aku pengen jadi author tetap blog lain (apalagi FFindo) tapi selalu gagal. Jadinya aku cuma ngurusin blog pribadiku yang isinya fanfic semua. Aku harap bisa keterima disini  terimakasih sebesar-besarnya untuk INDAYLee Staff’s kalo misalnya aku keterima disini~ ^^ (sekalian mencoba pengalaman baru)

Thank you for joining author competition in INDAYLee Planet^^

Advertisements

3 thoughts on “{Author Competition} [BaekYong] Too Busy

  1. jin jihye says:

    bener2 sibuk banget ya si yongri, kerjaannya sll beranak cucu smpe di dorm EXO aja msh ngerjain pekerjaan itu klo ga dihentiin sama baeki..abis ist aj lgs plg gara2 mw pergi ke milan..ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s