{Author Competition} [MyungYeon] Be Mine

BE MINE

 

 Title                 :  Be mine

Author             : Terry Irawan

Main Cast        :

Kim Myungsoo (L)

 

Im Hyeyeon (OC)

 

Support Cast   : All INFINITE Member

Genre              : Romance, Friendship

Rating             : PG-13

I’ve watched over you

Over all your loves and your long breakups

You are overflowing, as you’ve always been to me

WARNING! This FF is remain to the Author that writes this FF! DO NOT POST ANYWHERE WITHOUT ANY PERMISSION. And after read, please give comment^^

© INDAYLee Staffs

 Author POV:

*****

At Hanyoung High School

    Seorang gadis berperawakan mungil yang manis masih setia duduk tenang di bangku perpustakaan, Padahal sudah sejak pagi hari ia berada di tempat bernaungnya gudang ilmu tersebut.Tapi tak sedikitpun rasa bosan menyerang aktivitas tenangnya.

    Im Hyeyeon , gadis di tingkat II Hannyoung High School yang terkenal pendiam ini memang terbilang sangat kebal dalam menghadapi kesunyian.Sebab hobinya memang berdiam diri di bawah kesenyapan.

    Menikmati setiap jajaran huruf-huruf padat berjejalan yang terorganisir dalam puluhan buku tebal adalah salah satu kegiatan menarik baginya, di samping berkutat bersama ribuan lembar kertas putih yang harus di lapisinya dengan tinta hitam sebagai realisasi , kegemaranya  menulis cerita.Satu lagi, kebiasaan Hyeyeon yang terbilang sangat wanita yaitu sanggup berlama-lama, bergaul bersama asap dapur, bercengkrama dengan banyaknya peralatan masak serta menjalin hubungan baik dengan bermacam-macam bahan makanan karena ia suka menuangkan kreativitas dalam bentuk hasil karya yang bisa di nikmati sekaligus membuat perut kenyang , menu hidangan.

       Hyeyeon biasa memasak di restaurant milik keluarganya  atau terkadang ia juga sering menggunakan dapur dorm boyband INFINITE untuk menyalurkan keahlian tersebut.

Mengapa dorm INFINITE..??

Karena seorang Im Hyeyeon adalah salah satu fangirl dari INFINITE Hoya.

     Iya…..Dariawal munculnya boygroup itu di ranah hiburan Korea , Hyeyeon memang telah menjatuhkan pilihan pada seorang Lee Hoya untuk di jadikan idolnya. Bagi Hyeyeon, sosok Hoya adalah gambaran nyata tipe pria sempurna. Dewasa, tidak banyak omong kosong, wajah rupawan, body bagus , dan lembut di dalam.Tentunya alasan lain yaitu Hoya amat mahir meliuk -liukan badanya , sebagai lead dancer bisa di bilang untuk Hyeyeon pria itu sangat fleksibel, tidak kaku , dan yang terpenting dia itu “NORMAL” .

Jauh berbeda bila di bandingkan dengan sosok KIM MYUNGSOO dalam matanya.

       Pria pendiam lain dalam grup infinite yang lebih di kenal atau dipanggil “L” sebagai nama stagenya.

     Pria cool,dingin,serta menyebalkan yang awalnya dinilai bersifat “ ABNORMAL” tersebut entah mengapa selalu menanamkan kesan buruk di fikiran Hyeyeon.

Tatapan sinis nan menusuk tak bosan-bosannya menyorot kearahnya jika keduanya saling bertatapan. Membuat dirinya bergidik ngeri hingga akhirnya pasti akan selalu mengalah untuk memalingkann pandangan kearah di mana ia tak merasa  terintimidasi oleh seorang L Myungsoo.

Sikap dingin L juga menjadi hal yang di hindari Hyeyeon. Bagaimana tidak?? kalau dia sudah menampilkan sisi ice kutubnya itu, bisa ditarik kesimpulan aroma maupun keadaan atmosphere di sekitar mereka akan tidak stabil serta terasa canggung semi mencekam. Parahnya ketidak beruntungan tersebut memang harus di hadapi gadis diam bermarga Im itu. Karena sudah jelas mau di paksa seberapa keraspun yang namanya L Myungsoo dan kebekuan adalah pasangan abadi tak terpisahkan. Kau hanya akan mendapatinya mengekspose sisi kebanggaanya tersebut secara berlebih.

Lalu kiranya apa yang singgah serta melingkupi hatinya kala itu sehingga di tanggal 9 Juni 2011 atau setahun lalu ia dengantegasnya berkata “Nado Saranghae” sebagai  jawaban atas pertanyaan bersifat ajakan yang terujar dari mulut Kim Myungsoo sendiri? Kalau kenyataanya 1 tahun mereka menjalin hubungan asmara tetapi masih saling mendiamkan. Keduanya masih tak rela melepaskan ego masing-masing, bertahan dengan kediaman tak berujung yang di baliknya menyimpan seribu pertanyaan tuntutan kepastian.

    Hyeyeon sendiri merasa tak mengerti sama sekali, kenapa bisa di satu hari itu , tanggal di mana L menyatakan perasaanya pria tersebut menjelma jadi 100% berbeda dengan saat sekarang. Membuatnya kala itu benar-benar merasakan sesuatu getaran tak biasa, detak jantungnya berdegup kencang memompa seluruh darah lebih cepat. Rasa berbunga , mekar indah di hatinya. Ia mendapati suatu persepsi yang di artikanya sebangai “CINTA”.

Lalu apakah getaran tersebut kini sudah menghilang dari hatinya ?

End of Author POV

***

    Hyeyeon POV

     Aku harap rasa yang dulu ku jabarkan sebagai cinta ini bisa hilang tak bersisa . Tapi nyatanya ? Jangankan musnah terkikis meski dalam kadar  0,0000001% pun tidak. Yang ada justru semuanya terukir semakin jelas di dalam hati. Namanya secara terang-terangan telah menyegelkan diri ditempat itu. Memahatnya dalam supaya tak sanggup ku tutupi .

Cintaku sepertinya sdah terpatri untuknya. Namun ketakutan akan apa  yang sebenarnya di rasakan olehnya kini tak terbendung olehku.

Jujur aku takut ia berubah fikiran .

Aku takut apa yang di ungkapkanya hari itu ternyata hanya berlaku satu hari tersebut saja.

Aku takut ia meninggalkanku karena ia tak mencintaiku lagi .

Dan aku takut kalau semuanya sebatas kesalahpahaman. Bahwa ia tak pernah menaruh rasa padaku,bahwa apa yang di ungkapkanya saat itu tak lain karena terjadinya kesalahan ujaran yang dilakukan bibirnya.

Harapanku cukup satu dia member kejelasan akan timbale balik perasaan hatiku.

***

     Gerbang sekolah sudah sepi, anak-anak Hanyoung yang biasa menunggu jemputan di tempat itu Nampak sudah mulai beranjak pulang. Aku seperti biasa, pulang terakhir karena lupa waktu menghabiskan tiap menitnya di perpustakaan sekolah. Sudah sekitar 5 langkah aku keluar untuk menuju halte bus tetapi tiba-tiba ada seseorang berpakaian super keta menarik pergelangan tangan kananku paksa. Dia membawaku yang terus memberontak dengan langkah kaki besar-besar nan cepat .

“Ya……lepaskan aku!!!” teriaku terus mencoba meloloskan diri dari cengkraman namja di depanku.Namun nihil tak ada tanggapan serius darinya, ia tetap menariku sampai di taman kota yang sepi ini.Akhirnya ia memutuskan membebaskanku . Namja itu membuka topi, kaca mata, dan maskenya guna menampilkan wajah aslinya .

“Myung-Myung” ujarku terkejut setelah memastikan identitas namja yang ada di depanku.

“Hoya hyung dan yang lainya menyuruhmu ke dorm !”katanya to the poin seolah malas terlalu lama berbincang-bincang denganku,membuat keraguan akan sifat aslinya terupuk subur dalam hatiku.

“oh…..” responku singkat,bingung ingin menanggapinya bagaimana. Mendengar jawaban tersebut yang keluar dari mulutku, Myung-Myung hanya mengedikan bahu tak acuh dan langsung berbalik,mengenakan kembali segala keperluan alat penyemarannya serta berjalan santai mendahuluiku.

Beberapa menit aku hanya mematung di tempatku berdiri,menatap siluet namja bersetelan hitam itu berangsur-angsur menjauh dari jangkauan mataku. Ia tak berbalik sedikitpun meski untuk sekedar mengecek apakah aku membuntuti langkahnya atau tidak? Jarak kami sudah semakin lebar sekitar 15 m,kalau begini adanya dia juga tidak akan sadar apabila di jalan raya aku terpisah darinya lalu tertabrak kendaraan.

Dia terlalu tidak peduli.

  Helaan nafas berat meluncur melalui celah mulutku dengan sama santainya aku mulai berjalan mendekati namja itu untuk mengikutinya ke dorm grupnya.

***

   At Infinite’s Dorm

Bunyi kombinasi-kombinasi sandi menjadi penyambutku di gedung apartemen lantai 16 yang salah satu pintunya menyimpan 7 orang atau tepatnya 5 orang namja berisik. Sebab tentu Myung-Myung dan Hoya oppa adalah pengecualian.

Ckleek….

   Pintu berhasil di buka oleh Myung-Myung yang sedari tadi nampak tak menganggapku berkeliaran di sekitarnya. Dia tega tak melontarkan satu hurufpun padaku saat kami berjalan bersama menuju kemari bahkan sampai disini ia tak menawariku masuk.

Baru saja niaatan setan untuk menggetok kepalanya menggunakan nampan mampir di benakku namun langsung pudar seketika begitu suara-suara berisik melengking mengintrupsi lamunanku.

    “ Hye-ah….kau datang?? Bogoshipoo…” teriak Sungyeol oppa mengawali aktivitas berlebihan khas anak-anak balita. Dia berlari cepat kearahku,mencubit pipiku gemas seperti biasa.

   “Ya,, minggir…! Jangan cubiti uri princes…kau tidak sadar apabila tangan jahilmu mencubitinya begitu ia bisa sakit gigi!!” ujar sebuah suara lagi yang kuyakini sebagai milik Woohyun oppa. Ia ikut menghampiriku sambil mengacak-acak pelan rambut coklatku yang tergerai.

    “Apa hubungannya di cubit pipi dan sakit gigi? Dasar bilang saja kalau hyung ingin mengambil bagian mengacak rambut Hye-ah!”gerutu Sungyeol oppa tak terima.

   “Wae? Tidak apa bukan berbohong sedikit, kau saja yang terlalu polos dan mudah percaya.”tanggap Woohyun oppa merasa kemenangan berada di pihaknya.

   “Hye-ah…..” teriak Dongwoo oppa dari arah pintu kamarnya.

   “Bogoshipoo….” lanjutnya sama kerasnya sambil menarikku keluar dari kerumunan Sungyeol oppa dan Woohyun oppa. Dia memelukku erat layaknya guling.

   “Ya,,,lepas-lepas,kau tidak boleh melakkan skinship begitu pada Hye noona!” ujar suara si maknae yang tiba-tiba datang entah dari arah dapur dengan mulut penuh makanan.

   “Mwo??? Noona?? Kau ini,sudah di bilang berapa kali jangan pernah memanggilnya seperti itu! Jelas-jelas wajahmu lebih tua darinya,apalagi umurmu!tahu diri sedikit!” omel Sunggyu oppa yang datang entah dari mana.

   “Kau bilang aku tua hyung?enak saja…di sinikan aku lebih kyeopta dari pada dirimu yang bahkan sudah kelihatan keriputnya!” sanggah Sungjong tak terima.

   “Mwo?kau bilang apa? Aku belum setua itu untuk tumbuh keriput di wajahku?dasar  maknae tidak sopan,dimana kau lihat kerutan diwajahku ha? Aku ini rajin merawat diri!!” Sunggyu oppa terus berteriak-teriak sendiri memarahi dongsaeng termudanya itu.Sedangkan aku selalu diabaikan.

    Tunggu, Sunggyu oppa ada, Dongwoo oppa masih sibuk saling cibir bersama Sungyeol oppa,dan sungjong oppa hadir.Kenapa mereka hanya berlima? Oh…tidak,ralat berenam dengan namja es yang dari tadi asik sendiri duduk di pojokan sofa sambil bermain tablet PC dan menyumbat telinganya dengan headphone, Myung-Myung. Lalu satu lagi dimana? Hoya oppa,kemana dirinya?

   “Ehm,,,”dehemku mencoba mengambil alih perhatian manusia-manusia di ruangan ini tapi satu-satunya yang memasang kuping dengan benar hanyalah Woohyun oppa,sebab buktinya disini hanya dirinya yang langsung berhenti dari kegiatan membully Sungyeol oppa dan beralih mendekatiku.

   “Waeyo? Hye-ah ada masalah?” tanyanya.

   “Mmm…Hoya oppa tidak ada?” tanyaku takut-takut.

   “Oh,,,Hoya, tadi dia ijin keluar,mungkin pergi ke supermarket.Waeyo? kau merindukannya?”

   “Anio….! hanya aneh saja,biasanya dia selalu ada di dorm ketika aku datang berkunjung dan lagi kata Myung-Myung, Hoya oppa lah yang menyuruhku kemari tapi dia justru tak disini,bagaimana?” mungkin itu adalah pertanyaan terpanjang yang pernah terlontar dari mulutku padanya.

    “Ne,,,tapi disinikan bukan hanya Hoya saja yang mengharapkan kedatanganmu,masih ada kami. Kami selalu merindukanmu,lagi pula kurasa dia takkan lama,sebentar juga kembali.” Jelas Woohyun oppa.

    “Hye-ah,,,kau sibuk sekali di sekolah? Sampai-sampai lupa memasak di dorm kami?” tanya Dongwoo oppa.

   “Ne,,,oppa,banyak sekali tugas dari sekolah.Sulit untukku abaikan.” Jawabku

   “Great…” tandas Dongwoo oppa.

   “Bukankah masih ada Woohyun oppa yang bisa diandalkan?” usulku.

   “Tapi kan masakanmu berbeda dengan karya buatannya,masakan ala restaurant itu hanya bisa kami dapatkan darimu uri Hye-ah…” ujar Sungyeol oppa.

   “Ya…sudah-sudah! Jangan terus menghambatnya,tidak lihat tas di punggungnya sebesar apa? Dan kalian tetap membiarkan uri Hye-ah berdiri disini? Dasar tidak berperasaan!!” ucap Sunggyu oppa memutuskan seraya mengambil alih tas di gendonganku.

   “Ckk…silent prince itu memang tak bisa di andalkan,tahu begini aku menyuruh Sungjong saja tadi untuk menjemputmu. Masa dia tega yeojachingunya terbebani beban seperti ini? Di mana jiwa namjanya??” omel Sunggyu oppa.

   “Sudahlah…. Hye-ah mau minum apa?ku buatkan coklat panas, Ne?aku yakin saat di perjalanan namja pelit itu tak memberimu setetespun air minum.” Ujar Woohyun oppa sambil berjalan ke dapur untuk membuatkanku segelas coklat panas favoritku.Setelah sebelumnya melirik Myung-Myung sekilas.

  “Hye-ah,kemari dengarkan lagu ini dan berikan pendapatmu!” pinta Dongwoo oppa sambil menarikku duduk di sofa yang di tempatinya. Ia memberiku sebelah headset putihnya serta langsung ku tempelkan di telinga kiriku.

***

  “Coklat panas datang…” teriak Woohyun oppa sambil menyerahkan minuman yang di bawanya padaku.

   Ku minum minuman hangat tersebut perlahan dan seperti sifatnya coklat selalu dapat menenangkan hati.

   “Bagaimana lagunya?” tanya Dongwoo begitu lirik terakhir lagu yang kami dengarkan berakhir.

   “Seleramu bagus oppa…” komentarku jujur karenamemang lagu slow baru yang di mainkan I-phonenya sangat lembut dalam telinga.

  “Jinjja? Ahh… kau juga penilai yang hebat,ini adalah salah satu lagu yang sedang masuk ke pertimbangan untuk kunyanyikan di acara konser Jepang nanti.”

   “Oh….” responku singkat.

   “Hye noona, aku ada acara jadi ku tinggal tak apakan?” tanya Sungjong yang datang menghampiriku sudah lengkap bersama pakaian formal, kemeja putih, celana panjang hitam, sepatu hitam, dasi hitam, dan jas hitam. Sepertinya Ia ada acara penting di salah satu stasiun Tv.

  “Ya….sudah ku peringatkan jangan panggil uri Hye-ah dengan sebutan noona karena kau sama sekali tak cocok jadi dongsaengnya.” Omel Sunggyu oppa.

  “Aish,,,hyung! Justru akan terdenagar tidak sopan kalau aku tidak memanggilnya noona karena Hye noonakan yeojachingu dari L hyung,jadi sebagai calon adik ipar aku memang harus menyebutnya begitu.” Jelas Sungjong.

  “Anak ini! Sudah sana pergi!” titah Sunggyu oppa.

   “Ne… jangan merindukanku! Anyeong….” pamit Sungjong sambil berjalan keluar dorm.Sementara aku merasa kesepian mulai menyelimuti sebab biasanya Hoya oppa lah yang selalu menemaniku ngobrol. Kenapa dia harus pergi segala?mengandalkan namja es di sampingku bicara padaku, menunggu rumput tumbuh di gurun kurasa baru mungkin.

   “Hye-ah, 30 menit lagi kami harus menghadiri acara masing-masing member,tak apa bukan bila kau di sini bersama L? Soalnya dia lah satu-satunya member yang tak ada jadwal hari ini.” Jelas Sunggyu oppa.

   “Ne,,oppa gwencana.” Jawabku mencoba bersikap baik-baik saja padahal jauh di lubuk hati sana sedang terjadi demo besar-besaran menolak keputusan ini.

***

   Sekitar 15 menit lalu oppadeul Infinite beranjak dari dorm mereka, menyisakan aku bersama namja es di sebelahku yang ternyata sanggup mengurung dan menyebarkan rasa canggung di sekeliling kami.Sejak tadi namja itu tak beranjak secuilpun dari pojok sofa tempatnya duduk entahlah aneh sekali memang,apa Ia tak merasakan pantatnya yang mungkin saja mulai panas?

Tapi apa peduliku?mau pantantanya terbakar atau bekupun itu sama sekali bukan urusanku.

End of Hyeyeon POV

***

Kim Myungsoo POV

     Semua member telah pergi ke acara mereka masing-masing,entah kesialan atau keberuntungan apa yang telah menaungiku hari ini sehingga secara kebetulan tak ada satupun jadwal yang menghampiriku sekarang.

Tuhan seperti tengah mengatur suatu skenario takdir sehingga dengan bijaknya di berikannya suatu kesempatan bagi kami untuk saling mengenal satu sama lain.

Semoga aku dapat memanfaatkannya dengan baik.

End of Kim Myungsoo POV

***

Author POV

Cklekk…

   Seorang pria tinggi berkaus putih lengan pendek masuk sambil membawa 2 kantuk belanjaan yang kadar kepenuhannya sanggup merepotkan tentengan dua lengan kepunyaannya.Pria itu berjalan kea rah dapur masih sambil berepot-repot mengangkut belanjaan,diluar kesadarannya hari suasana dorm nampak berbeda. Tidak ada adegan-adegan kericuhan ala Sunggyu yang tengah berkoalisi bersama Woohyun. Dorm  juga sepi dari gaya-gaya tak  normal khas maknae, Sungjong yang gemar sekali menari mempraktekan gerakan dance dari girlband tersohor korea. Di sini yang palingdisesalkan adalah menghilangnya raut wajah teraniaya milik Dongwoo yang biasanya menjadi tontonan memikat akibat terjadinya pembullyan terhadapnya.

   Namun tiba-tiba pria itu menghentikan pergerakannya secara spontan. Ia sendiri bingung mengapa berlaku demikian? Organ-organ tubuh miliknya seperti memerintah sendiri,menyuruhnya untuk memperhatikan ruangan yang ia lewati.

    Sebuah objek menarik hadir menyambut penglihatannya,tepat diatas sofa putih gading yang biasa di gunakan anak-anak Infinite berkumpul terduduklah dua orang kenalannya.

    Seorang pria tanpa ekspresinampak menempatkan diri di ujung sofa sebelah kanan,menyibukan diri dengan kegiatannya.Sedang jauh di sisi paling kiri tak mau kalah menampilkan penghuninya. Gadis manis berseragam Hanyoung High School anteng mengasingkan diri dari aktivitas sekitar,dari yang pria tersebut tangkap seperti kebiasan rutinnya pasti Hyeyeon tengah sibuk menyalurkan salah satu hobinya, menulis.

      Senyum kecil  tak terasa timbul di kedua bibir tipis seorang Lee Hoya. Dengan semangat menggebu, Ia beringsutdari posisinya untuk mendekati orang yang trnyata sudah sangat Ia rindukan.

End Author POV

***

Hoya POV

        “Yeonie….”sapaku sambil berdiri tepat di hadapannya. Gadis yang kumaksud merasa namanya terpanggilpun praktis melepaskan kesibukan duniannya dan mendongakkan kepala untuk menatapku.

   “Oppa…” gumamnya menunjukan ekspresi mata berbinar diiringi senyuman mengembang layaknya orang yang baru mendapat undian berhadiah setelah penantian berabad-abad lamanya.

    “Sudah menunggu lama, Ne?” tanyaku seraya menempatkan diri untuk mendaratkan pantat tepatdi permukaan sofa sebelah kanannya.

    “Hm…seperti itulah. Kau dari mana saja Oppa?” ujarnya terdengar begitu menanti kehadiranku sedari tadi.

    “Ini….” Jawabku,menunjukan oleh-oleh yang kubawa dari pusat perbelanjaan di tanganku.

 “Berbelanja. Tumben biasanya kau kan lebih sering mempercayakan segala urusan kepada member lain.”

   “Gwencana,sedang ingin saja! Oh… kau sudah makan? Baru pulang sekolah,Ne?”

    “Aku tidak lapar…Oppa!”

  “Jinjja??padahal aku membelibahan-bahan membuat sushi. Pasti akan lezat sekali apabila makan sushi menjelang malam begini.” Tawarku mempengaruhinyakarena aku tahu gadis ini sedang bohong padaku,. Sorot mata beningnya belum pernah dapatmengelabuhiku.

      “Kalau begitu ayo kita masak bersama Oppa,,,!”rengeknya.

      “Jeosemnida!” setujuku

***

End Hoya POV

Hyeyeon POV

At Kichen of Infinite Dorm

   Aku dan Hoya Oppa dari 40 menit lalu terus tertawa-tawa tidak jelas. Tentu,bagaimana aku bisa diam saja kalau setiap bahan makanan yang kami butuhkan guna menciptakan sushi tak henti-hentinya Ia jadikan alat peraga kekonyolan. Nori di tempelkan acak pada permukaan dahinya sehingga terlihat seperti tumbukan obat herbal,nasi kanji yang selalu di lahapnya garang sebelum di gunakan, membuat bahan-bahan sushinya semakin lama semakin terkuras habis alhasil pekerjaan kami-tepatnya aku sendiri sebab sejak tadi kerjaan Hoya Oppa merusuh hanya menghasilkan seporsi kecil berisi 5 potong Sushi Ikura (egg salmo). Meski demikian aku tak begitu kecewa karena selama sibuk memasak beberapa waktu lalu sudah mendapatkan hadiah hiburan dari Hoya Oppa yang bagiku amat sangat lebih berharga dari sekedar bahan sushi yang hilang akibat Ia santap. Ia sanggup mengocok perutku akibat tingkah lawaknya,aku seperti menyaksikan Hoya Oppa dalam sisi berbeda dari yang tersugguh di layar Televisi,sebagai fannya tentu aku tahu bagaimana sosoknya dan tadi itu benar-benar lain dari dirinya yang kukenal selama ini, Lee Hoya Infinite.

 ***

        “Oppa…. two thumbs for you!” pujiku kepada dirinya  yang tengah membawa sepiring sushi karya aku dan Hoya Oppa begitu kami sampai di ruang kum pul anak-anak Infinite.

     “Ne?ahh… kan kau yang lebih bekerja keras di banding diriku,but gomawo…” jawabnya yang akhirnya mengambil pujian itu untuk dirinya sendiri.  Dasar…. tetap saja terlalu narsis!!

     “Kalau tidak salah lihat, tadi di sini ada L! Kemana dia sekarang?” ujar Hoya Oppa heran. Ku tatap sekelilingku,benar juga namja es kutub itu sudah lenyap tak ada di ruangan ini,akhirnya..beranjak juga Ia dari duduk panjangnya!!

  “Mungkin dia sedang kembali duduk menyendiri di suatu tempat Oppa.” Jawabku asal karena memang merasa itu bukan urusanku,apa yang di lakukannya?terserah toh dia juga memperlakukanku demikian.

    “Bisa jadi.Baiklah, mari kita makan Sushi Ikura ala koki Im Hyeyeon dan asisten tertampannya Lee Hoya…!” teriaknya bersemangat dan kusambut dengan sebuah anggukan mantap tanda setuju.

     Hoya Oppa,dia begitu baik,perhatian,menyenangkan,walu terlihat dingin tapi Ia sama sekali tak pernah berniat menunjukan sisi mayoritasnya tersebut pada diriku.Kalau begini caranya mana mungkin dapat kuhindari kehadirannya di jalan hidupku!

      Suasana jalanan menuju rumahku nampak lengang dan sepi. Maklum saja sekarang waktu telah menunjukan pukul 11 P.m KST.

     Malam ini aku pulang terlambat sebab terlalu menghayati waktu yang terlalui bersama Hoya Oppa,andai Ia tak ada jadwal mengisi acara di salah satu stasiun Tv pukul 10.40 P.m tadi pasti aku masih bermain dengannya.Tak  dapat terelakan karena hanya Myung-Myung yang tak memiliki tugas tampil di Tv maka mau tidak mau dialah yang bertinndak untuk mengantarku.Tapi kejadiannya sudah terprediksi pasti begini, Ia berjalan santai sambil memasukan kedua telapak tangannya kedalam saku jaket hitam yang menjadi style kostum pilihannya kini.Meninggalkanku dalam jarak 20 langkah.

“Namja itu sungguh keterlaluan….” batinku.

  Cara agar aku tidak bosan dalam perjalanan adalah dengan membayangkan hal-hal menarik.Dan beberapa diantaranya tercipta atas nama Hoya Oppa,semua berkas kenangan mengasikan antara aku dan Hoya Oppa masih tersimpan sangat rapi dalam benak sana. Tanpa sadar senyum-senyum kecil timbul dari bibirku saat mengiringi kaset khayalanku terputar.Tidak di dunia nyata ataupun dalam dunia bawah sadar wujud Hoya Oppa memang selalu setia mengiringi langkahku.Padahal hampir saja puncak bayangan benakku sampai pada memori indah masa lalu kebersamaanku dengan Myung-Myung tanggal 9 Juni setahun lalutapi sialnya justru seluruh sistem kerja organ tak sanggup berjalan sebagaimana mestinya,otakku kehilangan kendali mengakibatkan pergerakan ats perintahnya kacau,aku tanpa was-was berniat menubrukkan tubuhku ke tihang penyannga listrik di pinggiran jalan. Ingin menghindar,tapi sepertinya terlambat karena setelah itu suara inilah yang tercipta….

Dukkkk….

  Mataku terpejam terlalu takut menyaksikan apa yang sedang terjadi. Kurasakan perih di sekitar dahi sebelah kanan,pusing pun perlahan mulai menjalar mengelilingi kepalaku.Lututku lemas,sekedar menopang tubuhpun tak mampu,pelan-pelan diriku merosot,terjongkok disamping tihang penyangga listrik.Menekuk lutut sambil menenggelamkan wajah ke sela-selanya adalah pilihan terbaik utuk saat ini sebab menagis sama sekali bukan gayaku.

    “Eomma,,,,!!” kata itulah yang sanggup ku keluarkan sebagai pengganti isakkan.

End Hyeyeon POV

Kim Myungsoo POV

    Hoya hyung memang menyebalkan sekali,semua tingkah polahnya hari ini benar-benar membuatku muak setengah hidup,di tambah lagi dengan keputusannya menambah tugas di hampir tengah malam begini untuk mengantar gadis itu pulang.Bukannya tidak bersedia mengantarkan dia ke pulang hingga jadi bersungut ria,hanya saja hatiku tengah tidak berada dalam kondisi terbaik,aku masih kesal padanya.

Tak terasa tanpa sadar kakiku berhenti tepat di depan kediaman keluarga Im,rumahnya.Akhirnya perjalanan penuh kediaman ini usai juga.Seperti biasa,ku tunggu dia datang dari balink punggungku.Lama,sosoknya tak kunjung muncul,sedikit hilang kesabaran,ku balikan badan ke arah belakang dan…. kosong. Tak ada gadis itu berdiri dimanapun.

  “Dimana dirinya? Jangan-jangan tertinggal!” tanya batinku sambil terus kepalaku celingak-celinguk mencari wujudnya.

Ku hempaskan tanganku kesal serta langsung mengambil langkah maratton,kembali menyusuri jalanan yang ku lalui.

***

Pelan-pelan kecepatan lariku berkurang,rasa khawatir pun sedikitdemi sedikit terkikis.Mataku menangkap siluet seorang gadis yang ternyata sudah sangat ku hafal terjongkok di samping tihang penyangga listrik.

   “Hah,,,,,”helaan nafas lega meluncur seketika karena aku berhasil mendapati gadis itu.

    “Berdiri…..!” titahku begitu menempatkan diri disampingnya.Gadis itu diam. Tak merespon,aneh!

   “Besok aku ada acara pagi-pagi sekali, jadi jangan membuang waktuku karena aku harus segera kembali ke dorm.” Lanjutku dingin.Seperti dugaanku,dia pasrah mengangkat tubuhnya dari atas aspal dengan sedikit tak berenergi,namun bukan seperti dirinya yang begitu selesai akan selalu menatap datar kearahku,kini kepalanya tetap menunduk.Geram akhirnya tanpa ijin lebih dulu,langsung saja kuangkat kepalanya perlahan.

    “Aigo….” teriak batinku begitu melihat wajah kusutnya,matanya terpejam,dahinya membiru dan sedikit robek mengeluarkan beberapa tetesan darah segar.Rasanya pasti sakit sekali dan dia tidak menangis?apa dia babo?tak punya persediaan rasa nyeri??

    “Apa yang terjadi?” tanyaku dengan suara sedatar mungkin.

   “Ne?” tanyanya balik lebih terkesan terkejut.

    “Pabo…..” omelku dingin sambil menatapnya datar.

    “Ne?”

     “Neo,,, apa yang kau fikirkan sampai ceroboh begitu??” ujarku sembari menunjuk luka dahinya menggunakan daguku.

    “Gwenchana….! aku tak memikirkan apa-apa.”

     “Ayo pulang!” titahku tanpa basa-basi sambil melangkah kembali menuju rumahnya.Terkesan tidak peduli?entahlah…aku sedang tidak mengenal diri sendiri sekarang!!

 Dari ekor mataku, terlihat Ia masih mematung namun setelah menghempaskan nafas sarat penuh kekesalan Ia mengekor juga di belakangku.

***

    “Sudah sampai,aku pergi!” ujarku begitu sampai di depan gerbang megah kediaman keluarganya.

     “Myung-Myung,,,” ucapnya tumben mau menurunkan ego untuk menyapaku.

      “Gomawo…” lanjutnya. Setelah mendengar kalimat tersebut,aku pulang dengan perasaan tak menentu antara marah,kesal,sebal,menyesal,khawatir,tak tega dan benci…. khususnya pada diriku sendiri.

***

End Kim Myungsoo POV

Hyeyeon POV

10th November 2012

At Incheon international airport

   Aku berlari membelah lautan manusia di bandara Incheon,tak peduli aku masih memakai seragam sekolah,tak peduli tubuh kecilku menabrak ribuan orang,satu-satunya fokus fikiranku adalah namja es itu. Setelah 2 minggu tak menemuiku,dia bahkan tega tak menghubungiku walau sekedar membahas masalah ini.Nafasku memburu terlalu lelah berlari,bayangkan dari halte bus sampai tempat ini aku tak henti-hentinya memforsir energi.Mataku menyorot seluruh ruangan besar gerbang negara Korea Selatan ini,dan dapat!!!

     Segerombolan namja yang sedang duduk-duduk bertujuh di tempat tunggu keberangkatan internasional sangat ku hafal muka-mukanya.

   “Ya… PABOYA…!!!” teriakku sambil menatap jengah ke salah satu wajah namja,berbaju hitam yang sedang menimati kesendiriannya bersama sejumlah rekan seperti headphone.

     “Hye-ah,,,,” ujar mereka serempak terkecuali namja yang sedang ku tatap.

    Aku menatap namja itudalam diam,hanya sorot mata saja yang terus memancarkan kilatan-kilatan emosi kemarahan.Lama kami saling lempar pandangan sampai akhirnya Ia berdiri dan menarik pergelanan tanganku paksa mengikuti langkah besarnya.

***

    “Bicaralah…. waktumu 10 menit,setelah itu pesawatku berangkat!” suruhnya begitu kami berada di tempat yang jauh lebih sepi dari sebelumnya.

   “Kenapa tidak memberi tahuku?” tanyaku to the poin.

    “Kurasa kau sudah tahu dari yang lainnya, buktinya tanpa aku yang mengatakan langsung padamu kau datang kemari. Itu tandanya aku tak perlu repot memberi tahu kepadamu,bukan?”

    “Kenapa tak menghubungiku selama ini?” tanyaku lagi sudah sangat penasaran akan bentuk sebenarnya dari hubungan panjang kami.

    “Sudah tahu  aku ada acara apa bukan?sudah pasti dapat kau bayangkan sendiri berapa waktu luangku?lagi pula biasanya,kau tidak mempermasalahkan bahwa aku menelpon atau tidak.Bahkan untuk 3 bulan,reaksimu biasa saja!”

     “Berapa lama? Kau akan tinggal di sana untuk berapa lama?”

     “Mollayo.Ku rasa lebih dari 2 minggu!”

     “2 minggu?Hah,,,baiklah!sukses untuk acara konsermu!”putusku kecewa sambil berniat melangkah pergi,sebelum suara ini menghalangi aktivitas langkahku.

      “Waeyo?”tanyanya dari arah balik punggungku.

       “Hanya ini yang ingin kau katakan?Jauh-jauh kemari puas dengan hanya mengeluarkan perkataan tersebut?”lanjutnya

      “Yeoja tak perasa.Jadi masihkah kau yeojachinguku?tanyanya seolah meragukan segala faktanya.

Deg……

Ini pertama kalinya sejak setahun lal,dia kembali menuturkannyamelalui mulutnya sendiri.Aku berbalik dan menatapnya intens.

   “Menurutmu?”jawabku melawan kedinginan sikapnya menggunakan sisi yang sama bekunya dalam diriku.

     “Hah…. kau tampak selalu asik bersama para hyung dan dongsaengku.Bahkan tak canggung bila harus bermesraan dengan Hoya hyung selama setahun ini! Jadi apa kau masih memposisikan diri sebagai yeojaku,Yeon-ah?”

  Ya…Tuhan, kau benturkan pada apa kepalanya?sampai mampu mengatakan lagi kata-kata manis panggilan kasihnya buatku? ‘YEON-AH’seribu bahkan seluruh manusia di muka bumi ini tak pernah mendapat ijinku untuk memanggil namaku begitu.Alasannya?hanya satu,dirinya.Karena hanya seorang Kim myungsoo yang dapat di percaya hati ini untuk menopang beban nama tersebut.Sebab hanya seorang Kim Myungoo yang mampu mengucapkannya dengan berjuta efek lain,getaran hati,rasa deg-degan,rasa malu,rasa haru,rasa bahagia,pokoknya segala rasa warna-warni pasti timbul di dalam diri bila mendengarnnya berucap demikian.Namun sayangnya itu hanya terjadi sekali 9 Juni 2011,setelahnya semuanya lenyap tak bersisa layaknya air yang menguar di udara.

Dan kini,di saat emosinya nampak tak stabil kenapa kau menunjukannya lagi, Tuhan??

“Kau tak pernah menganggapku hadir di hidupmu.Aku sakit paling perhatian kau hanya akan berkata ‘Oh..’ tanpa kata-kata pendukung semangat lainnya.Aku marah kau pun tidak pernah tahu,senyumku pun takkan mampu mengalihkan fokusmu,bahkan kalau aku sanggup menangis,kau juga tidak akan peduli,mungkin kau hanya akan diam saja.Sebab siapa yang tahu masihkah statusku sebagai yeojachingumu?” teriakku geram. Jujur ini pembicaraan terpanjang kami setelah satu tahun sekaligus inilah awal hadirnya pertengkaran dalam hubungan kami,biasanya aku maupun dirinya lebih memilih untuk diam sesuai peribahasa “ To be silent is the biggest art in a conversation”,itu opsi terbaik menurutku.

    “Kenapa Hoya hyung memilih menjadi seorang idol?”tanyanya justru mengalihkan topik pembicaraan.

      “Dia menyanyi karena sejak kecil itulah impiannya.” Jawabku meladeni alih jalur temanya.

      “Kau tidak mengenalku.” Ujarnya.

    “Apa yang kau jelaskan sama sekali bukan diriku.Apa kau tak punya kesempatan meski hanya sekedar mencari info tentangku?giliran Hoya hyung,kau tak perlu mengubek-ubek isi memori otakmu untuk menjawab pertanyaan pribadi tersebut,Kau lebih tertarik padanya?”

   “Itu anggapanmu?Kau fikir aku mudah mengumbar cinta?Dengar!!                                           Siapa yang pagi harinya setelah malam itu menjemputku di sekolah? Siapa yang menanyai dahiku terluka kenapa? Siapa yang ribuan kali mengatakan ‘Gwenchana?’,Siapa yang menyuruhku kedokter karena luka tersebut?Siapa yang telaten menggantikan perban lukanya?siapa namja yang selalu mengajaku ngobrol di sela-sela jadwal sibuknya?Siapa yang rutin menelponku tiap harinya?Siapa namja yang tahu cara membuatku tertawa lepas?Siapa yang selalu peduli terhadapku?Nuguya?”kataku kesal mengeluarkan semua uneg=uneg pendaman hatiku selama ini.

    “Namja itu adalah Hoya Oppa,idolaku.Mengharapkan dirimu?selalu…!tapi mungkin sampai matipun kau tak akan pernah sudi melakukannya untukku.” Lanjutku.

Ingin menangis sekali rasanya tapi tidak boleh sekarang,setidaknya tidak boleh di hadapannya.Aku tidak mau dia makin menganggapku sebagai yeoja cengeng.

Tiba-tiba suara pemberitahuan keberangkatan pesawatnya memecah perdebatan kami.Dia nampak ingin mengatakan sesuatu tapi di tahannya sebab keharusan tengah menunggunya menghampiri maskapai penerbangan yang akan di pergunakannya mengunjungi Jepang.Berdasarkan penjelsan Hoya Oppa tadi pagi,grup Infinite akan mengadakan konser untuk Tour Arena Jepang “Second Invasion Evolution Plus”.Kira-kiara ada sekitar 4 kota yang akan mendapatkan giliran mereka singgahi.

    “Waktumu sudah habis,setelah ini terserah padamu ingin memikirkannya lagi atau bagaimana.” Ujarnya sambil berjalan meninggalkanku.

  Mwo?maksud kata-katanya barusan apa?

  “Maksudmu?” teriakku sebelum dia makin jauh.

    “Kalau kau tak sanggup lagi di sisiku,katakan maumu bagaimana?nanti akan ku coba pertimbangkan keputusan apa yang paling tepat.” Jelasnya.

   “Kau ingin kita menyudahinya?”tegasku.Namun Ia hanya mengedikan bahu tak acuh sambil berjalan makin kedalam.

Tubuh jangkung yang tak terlau besar,yang setahun ini menjelma menjadi miliku walau tak secara terang-terangan tapi saat mengetahuinya masih mencatatkan diri sebagai kepunyaanku,semuanya terasa baik-baik saja.Asalkan dia tidak pergi atau berpaling aku masih dapat menerimanya.Tapi sekarang di iringi siluetnya yang makin tak terlihat secara terang-terangan Ia menyuruhku lepas dari dirinya.Ia berniat menyudahi hubungan kami.

Aku memang diam setahun ini,tidak menunjukan sudut lain kecuali dinginku.Tapi ketahuilah… demi apapun juga aku mencintainya!

Sangat mencintainya.

Kim Myungsoo neomu neomu neomu SARANGHAE!!!

  Melepasnya?apa aku bisa?dia L ku! Dia Myung-Myungku…

Meski mencoba untuk mengingkari tapi aku tahu,aku pernah melihatnya,pernah merasakannya,pernah mensyukurinya,pernah mengaguminya dan sering merindukannya,HATINYA. Hangat!

Tuhan…. Jangan biarkan aku kehilangan dirinya.

Tuhan….Meski kau menapilkan sosok dinginya untuk sisa waktu hidupku asalkan dia milikku,aku rela.

Tuhan…..Aku menginginkannya lebih dari apapun,

Tuhan….Biarkan dia jadi takdirku.

    Myung-Myung atau kini Ia tengah bertindak sebagai idol L Myungsoo bersama member lain Infinite sudah berbelok,tak terlihat lagi oleh jarak pandangku,seiring dengan hal tersebut kedua sisi kelopak mataku meloloskan sesuatu yang basah.Aku menangis,tangisan pertama dan mungkin terakhir kalinya bagiku untuknya.

   Tuhan…Melihatnya diam,tak menganggapku,tak peduli akan lukaku,tak menanyaiku apa aku sudah baik-baik saja,tak bersikap layaknya namjachingu memang menyakitkan

Tapi mendapatinya…bukan milikku lagi pasti akan lebih mmenyayat hati dan untuk menyembuhkannya tak sanggup ku hitung dengan waktu.

Ya…. Tuhan,kalau boleh aku meminta di usia ke-17 tahunku besok,tak apa kau membiarkannya sama seperti tahun lalu. Setelah mempunyainya,meski tak mendapatkan kejutan ataupun kado tapi Myung-Myung sudah tergolong kado yang cukup buatku.Jadi mau kah Engkau memberikannya sebagai hadiah ulang tahunku sekali lagi??

Never mind Be Mine…

End

ALASAN INGIN BERGABUNG: Sebab ingin lebih memahami ff,ingin merealisasikan kesukaan menulis,ingin berbagi pemikiran bersama pembaca dan yang paling penting ingin merasakan bagaimana menjadi salah satu staff INDAYLee Planet,ingin merasakan atmosphere dunia per ffan pokoknya ingin ide dan cerita yang tercipta tidak jadi sia-sia.

Thankyou for joining our Author Competition in INDAYLee Planet 😀

Advertisements

4 thoughts on “{Author Competition} [MyungYeon] Be Mine

  1. jin jihye says:

    ceritanya bagus, penulisannya jg rapi, mmg msh nemu bbrp typo tp itu ga terlalu ngeganggu sejauh yg kubaca. cm berhubung ini msh oneshot, sdkt bingung endingny sih, apa yg bikin L smpe kaya gitu banget sama kekasihnya sendiri..^^

  2. sy_sagita says:

    Bagus,,penasaran gmn kputusan hyeyeon,,masih sa myungsoo or gg,,penasaran sama perasaan myungsoo sbnarnya cinta gg sih sma yeon..or trpaksa,,dn hati hoya kpada yeon jg gmn????pingin liat ad sekuel.nya gg thor,,seruu nii,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s