[KaiNa Piece] We’re One

Title     : We’re One

Author : Ima (@bling0320)

Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee), EXO

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs

[KaiNa Piece] We’re One

August 12th, 2012

07.00 AM KST

Suara dering ponsel memenuhi kamar apartemen Hana pagi itu. Hana membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya dengan kedua mata yang masih tertutup rapat. Tangannya menggapai-gapai nakas di samping temat tidurnya, mencoba mencari letak suara yang mengganggu tidurnya itu. Ia menyipitkan matanya –yang masih terasa perih karena bermain game semalaman, melihat nama pemanggil yang muncul di layar ponselnya.

‘Eomma’

Hana segera mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Menguap sebentar lalu mengangkat telepon dari ibunya itu. Ia akan menandai hari itu, dimana ibunya menelepon –setelah dua bulan terakhir ini tidak menghubunginya sama sekali.

Ne, eomma?” tanya Hana seraya beranjak bangkit dari tidurnya lalu berjalan keluar kamar.

‘Hello sweety. How are you?’

Hana membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol air dingin dari dalamnya, “Baik, eomma. Eomma apa kabar?”

‘I’m fine too. Hei, is your brother visited Korea yesterday?’

Ne. Dia bersama Chi oppa juga. Mereka menginap di apartemenku,” Hana membuka tutup botol air dingin itu dan langsung meminumnya hingga habis setengah.Seperti biasa. (.__.)

‘Aaah, keurae?’

“Ada apa eomma?” tanya Hana –mencoba menghilangkan percakapan basa-basi yang dibuat ibunya. Ia menarik kursi meja makan dan duduk dengan menopang dagu ke atas meja.

‘Ada yang ingin eomma tanyakan, sayang. Kau ‘kan sudah mau kelas 3 sekarang. Setelah lulus nanti, kau mau kuliah dimana?’

“Kuliah, ya?” tanya Hana bingung seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Ne~. Apa kau mau kuliah di Jerman bersama kakakmu? Atau di Amerika bersama eomma dan appa? Atau kau mau cari Negara lain?’

Molla. Aku masih bingung, eomma. Aku ingin kuliah di Korea saja, boleh?” Hana memutar-mutar jari telunjuknya ke atas meja seraya menggigit bagian dalam bibirnya.

Rasanya ia tidak bisa berpisah dengan EXO dan dua wanita –yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri itu.

‘Lebih baik kau kuliah di luar, sayang. Eomma sudah kirimkan brosur-brosur kampus terbaik di seluruh dunia ke apartmentmu. Kau pilih salah satunya, ne?’

“Aku akan memikirkannya lagi.”

‘Keurae. Eomma harus pergi sekarang. Hati-hati, ya.’

Bye eomma.

Hana meletakkan ponselnya ke atas meja kemudian menghela napas panjang. Ibunya selalu saja seperti itu. Memaksakan kehendak. Ketika ia memutuskan untuk tinggal di Korea saja, ia harus memohon selama seminggu agar izin itu keluar dari ibunya. Dengan janji bahwa prestasi di sekolahnya harus tetap naik dan tidak mendapat nilai di bawah C. Kecuali Fisika, dimana ia selalu mendapat nilai D.

Dan sekarang ia harus memilih universitas di luar Korea.

Berpisah dengan Kai tentu saja.

Aigoo~, kenapa aku malah memikirkan laki-laki itu sih?” Hana memukul pelan kepalanya. Ia baru saja akan beranjak dari kursi untuk kembali ke kamar –dan tidur saat melihat ponselnya bergetar, menandakan pesan masuk. Ia meraih ponselnya lagi lalu mendesah napas malas.

From : Lulu oppa

Uri dongsaeng!! Bawakan makanan ke ruang latihan SM, ya. ^0^

“Apa aku harus datang?” pertanyaan yang keluar dari bibir Hana itu dijawab oleh sebuah getaran ringan di ponselnya.

From : Myun oppa

Kami mohon, Hana-ya. Kami kelaparan T.T

Hana mendesis pelan. Para member EXO itu pintar sekali membujuk Suho dan Luhan untuk mengiriminya pesan. Sepertinya mereka sudah tahu kalau ia tidak bisa menolak permintaan dari kedua laki-laki itu.

“Baik, baik. Aku akan datang ke sana. Artis macam apa yang tidak mampu beli sarapan. Cish.

Karena udara yang cukup dingin, Hana memutuskan untuk cuci muka dan gosok gigi saja. Ia segera mengganti piyama tidurnya dengan sweater besar berwarna cokelat muda, celana jeans, dan sepatu tali. Lagipula ia hanya akan membawa makanan untuk member EXO, bukan berkencan dengan Kai. Hanya di dalam mimpinya saja Kai akan mengajaknya kencan, sungguh.

Hana tengah memakai sepatu di dekat pintu saat mendengar bel apartemennya berbunyi. Dengan sebelah sepatu yang baru terpakai, Hana segera membuka pintu apartemennya. Ia membungkuk singkat pada petugas apartemen yang berdiri di depannya.

“Ada paket untukmu, nona…. Lee Hana?” tanya pria itu seraya melirik amplop cokelat di tangannya.

“Ah, ne. Kamsahamnida,” Hana menerima amplop cokelat itu dengan seulas senyum ramah.

Cheonmaneyo,” pria itu membungkuk singkat lalu berjalan meninggalkan Hana.

Hana kembali memasuki apartemennya. Ia kembali duduk di tempatnya, memakai pasangan sepatu tadi lalu membuka amplop cokelat itu. Ada beberapa brosur universitas terbaik –seperti yang dijanjikan oleh ibunya  beberapa saat lalu. Hana memasukkan brosur-brosur itu ke tasnya, segera memakai kembali sepatu yang sempat tertunda itu kemudian beranjak keluar apartemen. Ia harus sampai di ruang rehearsal  SM secepatnya.

***

SM’s Rehearsal Room, Gangnam

08.00 PM

Lagu untuk comeback EXO mendatang itu terdengar menggema di seluruh ruangan berukuran cukup luas dengan background bergambar langit-langit itu. Kedua belas laki-laki di dalamnya sudah berlatih selama 5 jam sejak matahari bahkan belum terbit dari peraduannya. Mereka memutuskan untuk mematikan lagu itu sejenak lalu saling menghempaskan tubuh masing-masing ke atas lantai kayu. Mencoba mengatur napas mereka yang sudah hampir habis.

Mereka harus menampilkan yang terbaik untuk comeback nanti tentu saja.

Kai meraih botol minum yang disediakan di sudut ruangan dan meminumnya hingga habis setengah. Sisanya ia serahkan pada Kyungsoo yang duduk di dekatnya dan langsung dihabiskan oleh laki-laki itu. Kai menyandarkan punggungnya pada cermin besar di ruangan itu lalu mendongak, menatap langit-langit ruang rehearsal sambil mengatur napasnya.

Jun Ma Hao, uri dongsaeng mau datang ‘kan? Aku tidak bisa latihan lagi kalau tidak sarapan,” ujar Chanyeol dengan suara memelasnya.

Suho mengangkat kedua bahunya, tidak tahu, “Kuharap dia datang.”

Kkamjong-ah.

Kepala Kai menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. Ia membetulkan posisi duduknya lalu menatap heran pada Tao.

“Bagaimana nasib kamera uri dongsaeng?” tanya Tao polos.

Dan Kai tidak tahu harus menjawab apa. Sebenarnya ia tidak pernah bertanya tentang kamera itu pada Hana. Ia hanya pernah mendengar bahwa kamera itu sudah dimasukkan ke service center. Setelahnya ia tidak pernah tahu lagi. Mungkin masih di dalam service center.

Molla,” jawab Kai singkat.

Kai tersenyum simpul pada Tao –yang hanya mendesah pelan. Ia berdiri dari duduknya dan baru saja akan melangkah keluar ketika melihat pintu ruang rehearsal itu tiba-tiba terbuka. Langkahnya terhenti lalu memperhatikan sosok wanita yang berdiri di hadapannya tanpa membawa apapun. Bisa disimpulkan mungkin gadis itu tidak membawa sarapan –pesanan semua member EXO.

“Oh, kau mau kemana?” tanya Hana riang seraya melebarkan senyumnya. Seolah tidak merasa bersalah sama sekali.

“Aku mau ke toilet,” Kai memasukkan tangannya ke dalam saku kemudian memperhatikan Hana dari atas hingga bawah, “Dimana sa—.”

“Hana-ya!” teriakan dari arah belakang gadisnya, mau-tidak-mau membuat Kai penasaran.

Mian. Tadi aku bertemu BoA sunbaenim di dekat lobby.”

Gwenchana, Taemin oppa. Kau tidak terlambat setengah jam kok,” ucap Hana seraya meraih dua tas plastik besar di tas Taemin. Berisi makanan –untuk dua belas member EXO itu.

“Taemin-ah?” tanya Kai heran. Taemin mengangkat kepalanya kemudian tersenyum lebar. Terlihat sama bahagianya dengan Hana saat itu.

“Jongin-ah. Annyeong,” ujar Taemin seraya melebarkan senyumnya pada Kai yang masih berdiri di hadapan Hana.

“Akhirnya kalian bertemu juga,” ucap Kai –merasa sedikit lega karena Taemin tidak lagi mengeluh tentang Hana.

Gomawo, Taemin oppa,” Hana mengangkat dua tas plastik –yang cukup berat itu kemudian melangkah memasuki ruang rehearsal. Sebelum langkahnya terhenti dan kembali menoleh ke belakang untuk melihat Kai, “Kau tidak jadi ke toilet, kkamjong?”

“Oh?” Kai bertanya pada dirinya sendiri lalu kembali memperhatikan Taemin yang masih berdiri di depan pintu.

“Aku pergi dulu ya, Jongin. Hana-ya!! Aku pergi!!” Taemin berteriak ke arah dalam, melambai singkat pada Kai kemudian bergegas menuruni tangga.

Kai menutup pintu ruang rehearsal itu. Tidak jadi pergi ke toilet dan memilih untuk segera menghampiri Hana yang sudah mengeluarkan kotak makanan itu di lantai ruangan. Kai menghela napas panjang lalu segera mengambil tempat duduk di sebelah Hana. Memperhatikan bagaimana gadis itu terlihat sangat bahagia membagikan setiap kotak makanan pada member EXO.

“Han-ah, kenapa hanya ada 12? Kau tidak makan?” tanya Kai –sedikit bernada peduli. Sehun bersiul pelan –mencoba menggoda keduanya.

“Dia mau disuapi, kkamjong. Masa kau tidak mengerti?” goda Chen dengan nada jahilnya.

“Satu kotak berdua. How sweet~,” timpal Kris –yang entah sejak kapan ikut-ikutan suka menggoda Kai dan Hana.

Hana berusaha menyembunyikan rasa panas di wajahnya dengan bersikap aneh. Menyerahkan kotak makanan itu secara kasar ke pangkuan Kai, “Kalian kenapa sih? Tadi aku sudah makan sambil menunggu makanan ini beres.”

Aigoo~, uri dongsaeng malu,” Luhan terkekeh pelan lalu mengacak rambut Hana dengan kasar.

Hana melihat semua orang yang ada di dalam ruang rehearsal itu penuh dengan keringat. Ia tahu bahwa kedua belasnya akan segera melakukan comeback dalam waktu dekat ini. Dan ia juga tahu bahwa mereka semua bekerja keras untuk bisa menampilkan yang terbaik di panggung nanti. Termasuk Kai –kekasihnya yang ditugaskan menjadi seorang visual sekaligus main dancer EXO. Pasti laki-laki itu lebih bekerja keras dibanding yang lainnya.

Keringat yang melewati pipi kekasihnya hingga hampir menetes melewati dagu membuat Hana menelan ludah gugup. Dalam jarak sedekat ini –dan bukan foto seperti biasanya, tubuhnya terasa lebih panas-dingin.

“Nanti kau bisa jatuh cinta padaku, Han-ah,” ujar Kai, sontak membuat Hana kembali memalingkan wajah ke depan. Jantungnya berdetak sangat cepat dan Hana mencoba untuk mengalihkan perhatian dengan merogoh tas slempang yang dibawanya. Ia mengambil selembar tisu lalu menyerahkannya pada Kai.

“Lap dulu keringatmu sana. Dasar jorok.”

Kai menerima tisu itu kemudian menyeka keringatnya. Hingga kemudian suara siulan member EXO menyadarkannya.

“Hana-ya, sekalian lap keringat Jongin juga tidak apa-apa,” kekeh Sehun, disusul tawaan Chanyeol dan Baekhyun.

Demi apapun. Kenapa hari itu semuanya terus-terusan menggoda Hana? Termasuk Luhan yang biasanya membelanya, kali ini malah ikut menggodanya. Ia tidak bisa berada di sana terus jika masih ada yang menggodanya –dengan Kai. Jinjja.

“Han-ah, antarkan aku cari minum,” Kai menaruh kotak makannya dengan sembarangan lalu segera menarik tangan Hana berdiri. Membawa gadis itu keluar ruang rehearsal.

Suho tersenyum geli seraya menggelengkan kepalanya. Sudah jelas-jelas Hana membawa beberapa botol minuman bersama makanan-makanan itu.

***

Kai mengambil dua kaleng jus yang dibelinya dari mesin minuman. Ia segera menyusul Hana yang tengah duduk di bagian pojok cafetaria gedung SM lalu menyerahkan jus strawberry pada gadis itu. Kesukaan gadisnya.

Hana meremas kuat kaleng di tangannya kemudian menghela napas panjang. Ia memberanikan diri untuk memperhatikan Kai yang duduk di hadapannya. Dan Hana merasa bahwa ia salah timing. Karena pada saat mengangkat kepala, ia melihat Kai tengah meminum jusnya. Bolehkah Hana berkata jujur? Kai terlihat sangat seksi dengan keringat yang masih tersisa di bagian leher –dan terekspos ketika laki-laki itu mendongak untuk menghabiskan jusnya.

“Su—sudah berapa lama kalian latihan?” tanya Hana akhirnya, mencoba untuk menarik dirinya sendiri dari pikiran liar itu. Sepertinya ia sudah mulai tertular Chanra –mengingat apa yang sudah dilakukan gadis itu dengan Kris beberapa minggu lalu.

“Lima jam,” jawab Kai singkat seraya menaruh kaleng jus yang sudah kosong ke atas meja cafetaria.

“Ah, jinjja? Kalian sudah berlatih sejak tengah malam?” tanya Hana meyakinkan dan dijawab anggukan singkat oleh Kai.

“Itu keharusan, Han-ah. Jadwal comeback sudah di depan mata, kita harus berlatih keras,” Kai tersenyum simpul lalu mengambil kaleng jus strawberry dari tangan Hana. Membuka penutupnya lalu kembali menyerahkannya pada gadis itu.

Dan demi apapun lagi. Kai bersikap sangat gentle saat itu –menurut Hana. Efek Minkyu benar-benar mengubah sebagian sifat Kai. (;A;)

Hana mengitarkan pandangannya ke seluruh bagian cafetaria. Ada beberapa member Super Junior –Donghae, Shindong, dan Kyuhyun yang tengah makan di sana juga, ditambah dua orang member SNSD –Taeyeon dan Sunny yang ikut memenuhi salah satu meja. Hana meneguk jus kaleng strawberrynya.

“Artis SM sedang latihan semua?” tanya Hana penasaran. Kai membalikkan sedikit tubuhnya ke belakang kemudian mengangguk pelan.

Keurae. Kita harus latihan untuk SM Concert tanggal 18 nanti,” jawab Kai, dijawab sebuah anggukan mengerti oleh Hana.

Kai baru saja akan meneguk jus kalengnya lagi ketika merasakan seseorang menepuk pundaknya. Ia menolehkan kepalanya ke belakang kemudian tersenyum simpul pada sosok orang itu. Jung Krystal.

“Kau disini ternyata. Hyoyeon eonni mencarimu,” ucap Krystal –dengan nada sangat lembut menurut Hana. Tanpa sadar Hana meremas pelan jus kalengnya melihat bagaimana kedua insan itu saling menatap satu sama lain.

“Hyoyeon noona? Ada apa?” tanya Kai tidak mengerti.

“Kalian harus latihan dance battle ‘kan?” Krystal mengembangkan senyum –manisnya seraya mengalihkan pandangannya pada Hana.

“Oh, dia trainee baru SM, ya?” tanyanya lagi, dengan jari telunjuk menghadap Hana –yang masih duduk dengan ekspresi kosong.

Hana menggeleng cepat, “Anhi. Aku hanya berkunjung ke sini saja, hehe.”

“Aaah, ara. Dia pacarmu ya?” Krystal meninju pelan lengan atas Kai lalu mengerucutkan bibir kesal.

Ucapan Krystal membuat pipi Hana memanas seketika. Biasanya Kai selalu mengucapkan dengan lantang –pada member EXO bahwa ia adalah pacarnya. Pasti kali ini juga.

“Dia temanku, Krystal-ah.”

Dan jawaban yang dilontarkan Kai itu berhasil membuat angan-angan Hana terjatuh begitu saja. Ia meramas dengan kuat jus kaleng di genggamannya, hingga isinya sedikit tumpah keluar. Ia tersenyum kecut. Entah bagaimana menjelaskan perasaannya. Ia sendiri tidak mengerti.

“Ah, jinjja? Err, kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa kau dicari Hyoyeon eonni,” Krystal kembali menepuk pundak laki-laki itu kemudian berjalan meninggalkan cafetaria –setelah menyapa seluruh artis SM yang berada di sana.

Hana menormalkan ekspresi wajahnya lalu tersenyum simpul –dan mungkin terpaksa pada sosok Kai yang tiba-tiba menatapnya. Masih sangat terasa rasa sesak di kerongkongannya karena ucapan Kai tadi. Baru saja masalah selesai, dan Kai kini malah membuat mereka –sepertinya akan bertengkar lagi.

“Han-ah, kau mau—.”

“Aku mau pulang sekarang. Besok ada ulangan Fisika, jadi aku harus belajar di rumah,” potong Hana cepat seraya berdiri dari kursi.

“Kau bisa ambil sendiri tasmu di ruang rehearsal ‘kan? Aku harus latihan lagi,” Kai memasukkan tangannya ke dalam saku, dengan kedua mata yang masih menatap Hana lekat.

“Tenang saja, aku bisa ambil sendiri,” jawab Hana ketus. Gadis itu meninggalkan jus kalengnya yang belum habis kemudian berjalan dengan setengah berlari keluar cafetaria. Melewati lorong bercat putih itu untuk kembali ke ruang latihan member EXO lagi.

***

Hana’s Apartment

02.00 PM KST

Kkamjong bodoh!! Dia pikir aku tidak tahu!! Kau mau balas dendam ‘kan?! YAA! KIM JONGIN BODOOOH!”

Hana terus memukul-mukul frame berisi foto Kai yang tergeletak di atas meja ruang tengahnya dengan bantal sofa. Ia semakin memperkeras pukulannya –dan berharap Kai bisa merasakannya juga di luar sana. Sejenak ia menghentikan kegiatan –frontalnya itu lalu menatap wajah Kai di dalam foto.

Foto yang ia ambil dari sebuah fansite. Dan memang, seorang Kim Jongin selalu bisa terlihat –sangat tampan di setiap fotonya.

“Kau menyebalkan!!” Hana menjatuhkan tubuhnya sendiri ke sandaran sofa lalu mendesah napas panjang. Frustasi.

Sebenarnya ia sudah pernah mendengar rumor Kai dan Krystal dari teman-temannya sejak SM concert di Los Angeles waktu itu. Tapi ia tidak menghiraukannya karena tidak pernah mendapatkan bukti-bukti itu. Dan sepertinya ia sudah mendapat bukti yang cukup jelas sekarang.

Kai menatap Krystal dengan lembut dan tidak mengakuinya sebagai pacar di hadapan gadis itu

Hana meraih ponselnya dari dalam saku celana, membuka aplikasi internet dan berusaha mencari bukti lain. Mencari dengan keyword yang mungkin bisa menambah bukti ‘lain’ itu.

‘Kai Krystal’

Mungkin Hana terlalu kekanakkan karena menganggap semuanya serius. Tapi ia hanya penasaran saja dengan semua pembicaraan teman-temannya selama ini yang selalu—

“YA!”

Hana memekik keras seraya menegakkan posisi duduknya. Kedua matanya membulat sempurna pada topik di sebuah forum yang membahas tentang hubungan Kai-Krystal. Lengkap dengan selca. SELCA!!

‘Krysal is Kai’s ex girlfriend?!’

 

Hana terus merutuk dalam hati saat melihat foto itu. Ia melempar  I-phonenya ke sudut sofa kemudian mengacak rambut gemas. Jantungnya berdetak tidak karuan.

Dan Hana tidak mengerti maksud dari detak jantung itu.

This guy, jinjja!”

Cemburu? Entahlah. Hana tidak mengerti dengan perasaan kesal dan marah dalam dirinya ketika melihat topik seperti itu. Ia bisa saja menganggapnya sebagai topik murahan dari sebagian besar KaiStal shipper saja. Tapi bagaimana dengan selca itu?

“Han-ah~.”

Suara besar Kai itu menggema di dalam apartemennya, dan berhasil membuat Hana terkesiap kaget. Hana segera mengubah posisinya menjadi tidur lalu mulai memejamkan kedua matanya. Ia lebih baik menghindar dari Kai untuk saat ini.

Cish~. Katanya mau belajar fisika, tapi malah tidur,” ucap Kai seraya menghentikan langkahnya di dekat sofa kemudian melirik sebuah buku paket Fisika yang terbuka lebar di meja –tanpa dibaca oleh sang pemiliknya.

Kai meletakkan tas plastik berisi susu strawberry –kesukaan Hana di atas meja. Ia segera mencari celah untuk duduk di antara Hana yang tengah –pura-pura tertidur itu. Kedua matanya memperhatikan setiap lekuk wajah gadisnya yang tengah tertidur. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan seorang Lee Hana baginya. Yang ia tahu, gadis itu adalah oksigen baginya, ia harus melihat atau mendengar suara gadis itu setiap harinya, dan ia tidak bisa hidup tanpa gadis itu.

Itu mungkin kata-kata teromantis yang pernah dipikirkan Kai selama ini. Tapi percayalah, Kai sebenarnya sangat ingin mengungkapkan semua itu pada Hana. Tapi ia tidak bisa mengapresiasikan semuanya itu dengan baik dan malah berubah menjadi sebuah cara yang aneh.

“Apa sudah selesai? Aku mau ke kamar mandi.”

Kai refleks memundurkan wajahnya ketika Hana tiba-tiba saja membuka kedua matanya. Ia segera bangkit dari sofa lalu menatap tidak percaya pada sosok gadisnya yang tengah lari tergesa menuju kamar mandi.

Kai menghempaskan tubuhnya ke sofa. Demi apapun, ia tidak tahu bagaimana harus menyembunyikan rasa malunya karena ketahuan memandangi gadis itu sejak tadi. Bagaimana bisa ia tidak menyadari bahwa Hana hanya pura-pura tidur saja?

Dan detik berikutnya, Kai mencoba menyibukkan diri –agar tidak bertatap muka dengan Hana dengan membaca buku Fisika milik gadis itu. Ia membuka setiap halamannya. Mereview ulang bab yang dipelajarinya dua tahun lalu. Ketika ia masih berada di tingkat dua SMA. Sama seperti Hana sekarang.

“Kenapa ke sini?” tanya Hana ketus sambil berlalu menuju dapur –tanpa mau melihat kekasihnya.

“Biasanya juga seperti itu,” jawab Kai singkat. Kedua matanya tidak sengaja menangkap frame berisi foto dirinya yang tergeletak di samping buku paket Fisika Hana. Seulas senyum miring muncul di bibirnya.

“Apa kau sangat mencintaiku, sampai harus menaruh fotoku di dekat bukumu, Han-ah?” pertanyaan yang muncul dari bibir Kai itu sontak membuat Hana tersedak dan menyemburkan kembali air yang baru saja melewati kerongkongannya.

M-MWOYA?!” Hana berteriak keras seraya menyeka wajahnya –yang sudah penuh dengan air semburan itu.

Aigoo~, jangan berlebihan,” Kai tertawa puas melihat Hana –yang masih mengerucutkan bibir kesal sembari mengusap wajahnya. Hingga tidak sengaja lengannya menyenggol tas slempang gadis itu. Membuat sebagian isi tas itu keluar dan berantakan. Kai menghentikan tawanya sejenak lalu membereskan kembali isi tas Hana.

Dan sedetik kemudian tangannya terhenti. Jantung laki-laki itu berdetak cepat ketika melihat beberapa brosur universitas dari dalam tas Hana. Apa gadisnya berniat sekolah di luar negeri? Meninggalkannya?

Kai bahkan belum menyiapkan diri untuk itu semua.

“Aku sedang kesal padamu, kkamjong. Jangan membuatku semakin ke—.”

“Kau mau sekolah di luar negeri?”

Hana menghentikan langkahnya yang baru saja keluar dari area dapur. Menatap punggung kekasihnya yang perlahan berputar menghadap ke arahnya. Dan entah kenapa Hana tiba-tiba merasa gugup saat matanya terkunci di dalam tatapan mata laki-laki itu.

“Mmm, molla. Aku belum lihat semua brosurnya,” jawab Hana polos.

“Masih banyak universitas yang bagus di Korea, Han-ah. Kenapa harus luar negeri?”

Hana mendesah napas panjang. Ia malas ketika Kai mulai menginterogasi seperti itu. Lagipula ia sama sekali tidak pernah berpikir untuk kuliah di luar negeri.

“Aku tidak tahu, Jongin,” jawab Hana malas, “Eomma yang mengirimkan itu. Aku disuruh melihat universitas-universitas di luar negeri untuk referensi.”

“Ya~. Kau akan pergi meninggalkan Korea, Lee Hana.”

Araseo. Aku masih mau lihat-lihat kok.”

ANDWAE!! Lihat universitas di Korea saja kenapa sih!!”

W-wae?! Kenapa kau malah membentakku?!”

Kai memutar bola matanya, ia segera berdiri dari posisi duduknya kemudian membawa brosur-brosur itu ke tempat sampah. Tidak peduli dengan teriakan Hana di belakangnya.

“Kenapa dibuang?!” tanya Hana tidak terima seraya berjalan cepat menghampiri Kai yang sudah duduk tenang di sofa.

“Kau tidak butuh brosur itu,” jawaban Kai membuat Hana semakin kesal. Hana mendecak pelan dan baru saja akan mengambil brosur-brosur itu kembali dari tempat sampah ketika merasakan tangannya ditarik. Dengan cukup kencang karena bisa menariknya hingga duduk di sofa.

Ish! Pulang saja sana, aku tidak mau melihatmu dulu,” ujar Hana tiba-tiba seraya berdiri dari sofa. Membereskan buku-buku Fisika dan frame foto Kai di atas meja untuk dibawa ke kamar.

“YA! Hei bodoh, kenapa malah kau yang marah?”

Hana mengusap telinganya kemudian mendecak pelan, “Cari saja alasannya sendiri.”

Nada datar dan dingin yang keluar dari bibir kekasihnya itu membuat Kai terpaksa harus mengepalkan kedua tangannya untuk menahan marah. Astaga. Rasanya ia ingin mencium gadis itu saja agar tidak marah padanya.

“Aku tidak mengerti, Lee Hana. Kenapa kau marah sih? Itu hanya brosur,” tanya Kai seraya beranjak dari sofa dan menghampiri Hana yang berdiri di depan pintu kamarnya.

Jinjja? Bagaimana dengan Krystal? Menurutku kau lebih cocok dengan visual f(x) itu daripada aku. Kalian sama-sama visual dan pasti sangat sempurna di mata orang-orang. Sangat berbeda denganku yang hanya anak sekolah biasa dengan wajah yang lebih biasa lagi dan tidak dikenal orang-orang. Jadi aku —.”

“BHUAHAHA!!”

Jadi hal itu yang membuat Hana uring-uringan seharian? Bertindak dingin dan tidak acuh padanya hanya karena Krystal? Demi apapun, Kai tidak pernah mengira bahwa Hana akan cemburu pada Krystal. Seorang Lee Hana yang polos dan terkadang gengsi itu juga bisa merasa cemburu?

“Terserah!” Hana menghentakkan kakinya dengan kesal. Ia melangkah melewati Kai, memutuskan untuk segera keluar dari apartemennya dan menghindari laki-laki itu.

Apa Kai tidak mengerti perasaannya? Baiklah. Hana mengaku bahwa ia memang cemburu dengan Krystal. Karena hanya Krystal yang bisa membuat Kai tidak mengakui status mereka. Balas dendam yang sangat tidak menyenangkan. Rasanya ia sangat ingin membakar Kai hidup-hidup karena hal itu. (.__.)

Kkamjong bodoh. Aku benci Kim Jong— UWAA!!”

BRAK

DUAGH

Karena tidak memperhatikan jalan dan terus merutuki Kai dalam hati, Hana terpaksa harus merelakan tubuhnya merasakan kerasnya lantai kayu apartemen. Ia tidak sadar bahwa ada sedikit undakan turun untuk mencapai pintu apartemennya. Tubuhnya hilang keseimbangan dan ia pun terjatuh dengan kepala yang terbentur pintu.

Aigoo~, gwenchana?” Kai meredakan tawanya lalu segera berjongkok di samping Hana –yang masih duduk di dekat pintu sambil meringis kesakitan. Gadis itu tidak menjawab.

Hana tidak menghiraukan rasa sakit di tubuhnya lalu mulai berdiri lagi untuk bergegas keluar dari area itu. Tapi kemudian Hana merasakan seluruh aktifitas di dalam tubuhnya terhenti ketika dua buah tangan kekar melilit lehernya dari arah belakang. Ia tidak bisa mendengar apapun lagi selain detak jantungnya sendiri.

“Kau tahu kutub utara dan kutub selatan dalam magnet ‘kan?” tanya Kai.

Aneh.

Sebodoh-bodohnya Hana dalam Fisika, ia masih sangat tahu tentang hal itu. Hana mengangguk pelan seraya menyentuh tangan Kai yang masih melingkari lehernya.

“Kalau kedua unsur itu saling didekatkan, maka mereka akan bersatu. Tapi tetap saja, keduanya hanya akan bersatu karena karena ada bantuan dari unsur lain lagi. Dalam hal ini, misalnya aku adalah kutub utara dan kau kutub selatan. Tuhan sudah membantu kita bersatu karena takdir-Nya. Dan aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena sudah mempertemukan dan menyatukan kita dengan hubungan ini.”

Blank out.

Tidak ada hal apapun yang berada di dalam pikiran Hana saat itu. Rasa kesal dan marah itu menguap entah kemana. Bahkan cara bernapas pun sepertinya Hana tidak ingat lagi. Ia yakin Kai hanya akan melakukan hal seperti itu sekali dalam seumur hidup.

“Tapi… Krys—.”

“Dia temanku, Lee Hana. Dan soal kenapa aku tidak memberitahunya tentang hubungan kita. Itu karena terlalu banyak orang di cafetaria tadi. Kadang kecerobohan kecil bisa membuat semuanya berantakan. Kau masih mau hidup ‘kan?”

Hana menghela napas panjang. Entah untuk apa. Karena ia belum sepenuhnya merasa lega. Masih ada sedikit yang mengganjal di hatinya. Ia takut Kai berbohong. Pada kenyataannya beredar foto selca Kai dan Krystal serta berita mengenai hubungan keduanya. Memang keduanya tidak menjalin hubungan itu lagi sekarang dan Kai mencintainya. Tapi bukankah semua yang diawali kebohongan akan berakhir buruk?

“Jongin-ah. Apa kalian pernah berpacaran?” tanya Hana dengan nada pelan.

Kai melepaskan kedua tangannya kemudian tersenyum geli. Ia membalikkan tubuh Hana hingga berhadapan dengannya dan bisa menatap kedua mata gadis itu.

Ya~, itu rumor dari mana?” tanya Kai lalu mengacak rambut Hana dengan gemas.

“Dari forum. Ada selca kalian juga, tahu? Orang sebodoh apapun juga pasti percaya,” jawab Hana seraya merapikan rambutnya kembali dan sesekali mengusap keningnya yang terbentur tadi karena masih terasa sedikit berdenyut.

“Berarti kau termasuk ke dalam ‘orang sebodoh apapun’ itu. Sekarang teknologi sudah canggih, Han-ah. Foto selca seperti itu bisa dibuat dengan photoshop,” jawab Kai, masih merasa geli karena gadisnya mempercayai rumor murahan seperti itu.

Hana mengerucutkan bibir kesal ketika Kai lagi-lagi mengatainya bodoh, “Iya, aku bodoh. Terserah kau saja, Kim Jongin.”

Ya~, kenapa marah lagi?” Kai kembali mengacak rambut Hana seraya terkekeh pelan. Ia mendorong kedua bahu Hana pelan untuk kembali memasuki apartemennya.

“Ayo belajar Fisika lagi. Tidak usah pakai foto, sekarang orangnya sudah ada di sini,” ucap Kai –secara tidak langsung lagi-lagi meledek Hana.

Hana memutar bola matanya. Ia tidak tahu sampai kapan hubungan mereka –Kai-Hana akan bertahan. Yang jelas, ada perubahan sikap Kai ke arah lebih baik akhir-akhir ini. Laki-laki itu sangat jauh lebih baik daripada sebelum masalah Minkyu melanda hubungan mereka. Kai yang sekarang lebih memperlakukannya sebagai seorang wanita, mulai senang merangkul dan memeluknya, atau terkadang bersikap romantis seperti tadi untuk meredakan amarahnya.

Dan Kai. Ia sadar bahwa tidak akan bisa hidup tanpa Hana di sisinya. Gadis itu memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuknya, apapun yang terjadi. Hubungan yang dimulai secara tidak sengaja itu yang membuat mereka bisa saling mencintai sampai detik itu.

Sama seperti magnet. Kutub utara dan kutub selatan. Keduanya selalu bisa bersatu. Dan sama seperti kutub-kutub pada magnet, rasa cinta Kai pada Hana tidak akan mudah termakan waktu. Kecuali jika seseorang atau sesuatu mencoba menghilangkannya.

[KaiNa Piece] We’re One End

Advertisements

109 thoughts on “[KaiNa Piece] We’re One

  1. hasna nabilah says:

    huaaaaa gimana kalo hana emang harus kuliah diluar negeriT.T ntr mereka pisah dongT.T hahahaha liat hana cemburu lucu yaaaa, skrng kai juga makin perhatian dan ngerti hana, senengnya liat couple ini^^

  2. Bubble Gum says:

    Hana masih ceroboh, dan itu jadi bahan ledekan Kai. wkwkwk
    huaa aku kira kai jahat banget bilang hana cuma temen sama krystal, ehhh ternyata itu untuk melindungi hub mereka. Kai makin perhatian, tambah suka sama couple inihhhh

  3. Nafff says:

    Seneng banget ngeliat kai udah mulai romantis wkwk
    Semoga hana gak kuliah di luar negei yaa~ kasihan kkamjong entar

  4. natasya says:

    eeeheeeei si hana lg cemburu…hahaha…
    mamanya hana nelpon pas ad mau doang,malas bener puny nyokap begituan-_-

  5. byunbaek says:

    kai makin sweet omg, aaahhhhhhh kakaaaaa kenapa ini ff bikin greget terus sih ya ampuunnn keseeelll. aku lebih suka kai yg cemburu daripada hana, klo kai yg cemburu kan seru ambekan wkwk

  6. Dean says:

    jong in walaupu. jarang keliatan romantis tapi sekalinya romantis bikin melting dan baper yang berkepanjangan.. hana jantanvsampe kuliah diluatmr negeri deh.. jajgan sampe ninggalin kau sndirian, nantibdia.ya galau bertubi tubi…

    #Fighting

  7. Khyunpawookie says:

    Perumpamannya berat cinnnnnn hahahahahahh tp iya lih sikap Kai bner2 udh berubah bnyak bersyukur lahhhh akhirnya hehheheheheheheh
    Aq suka kai y bgni…. Wlpun Hana msh polos jg tp tetep seruuuuuu asliiiu sukaaaaaaaaaaa

  8. Nona Novi says:

    Kadang klo baca ff jongin trus ada krsytalnya masih nysesek vrohh, 😭😭😂😂, ahhh molla yg penting di ff jongin milik hana kok 😘😉

  9. rahsarah says:

    sekarang gantian hana yg cemburuuu wkwkw
    kai tuh selalu bisa deh buat kata2 se swwet itu dengen perumpamaan magnet

    asal kau tau aja hana kai lagi pacaran sma krystal kwkwj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s