{Sooyeon Sheets} Every End of the Day (Part-2 _Babo)

                   Title : {Sooyeon Sheets} Every End of the Day (Part2_Babo)

Author : Zi

Recommended song: IU – Every end of the day, Anything Happy song^^

It’s because I like you so much

Even though I have an indifferent face

I wait again and wonder what I should do

And at the end of the day, I say

I love you

Alert!  Setting waktu ini sewaktu masalah mereka selesai!

( Recommended Song : BoA – Only One )

Sunday. September 2 2012

12.15 KST

“Kau marah ya?”

Nayeon menghentikan tubuhmya untuk berjalan, kepalanya ia putar untuk dapat melihat orang yang menanyainya, Apakah dia marah?  Hei.. apa wajahnya selalu terlihat dingin eh?

“Tidak. Untuk apa aku marah?” tanya Nayeon balik kepada orang yang menanyainya, namun alih-alih menjawab dia malah menghela nafas lega.

“Kukira…” Orang itu, Do Kyungsoo sedikit tersenyum kecil ke arahnya,”Kukira kau akan marah karena  aku hanya mengajakmu berjalan-jalan dekat rumahmu”

Entah ada apa, Nayeon tertawa kecil karena menurutnya jawaban kekasihnya itu bisa dibilang kelewat…  polos?  Jujur, Nayeon malah senang jika Kyungsoo malah mengajaknya pergi hanya disekitar rumahnya bukan seperti luar kota –apalagi luar negeri, pikiran yang sempat terlintas diotaknya- yang menurutnya kelewat berbahaya. Prinsipnya semakin dekat mereka pergi, peluang bahaya yang ditimbulkan dapat lebih kecil.

“Apa aku lucu?”

Nayeon mengangguk cepat, tidak dapat menghentikan tawa nyaringnya setelah Kyungsoo menatapanya dengan mata O__O –yang memang ciri khasnya. Dan untungnya saja jalan yang sekarang mereka lewati sangatlah sepi membuat Nayeon tidak segan-segan mengeluarkan tawa kerasnya.

“Aduh per-Ah-nyahahaha”

Kyungsoo memandang tidak mengerti ke Nayeon yang masih tertawa. Hey, apa ucapannya tadi mengandung unsur lelucon? Tidak kan?

“Maaf-maaf” Nayeon akhirnya mengelap pelupuk matanya karena sempat ada air yang sempat lolos dari matanya. Nayeon nyengir lebar, “Wajahmu itu.. kocak sekali” ucapnya agak sedikit terengah, efek kebanyakan menertawai wajah O___O kekasihnya dan seraya menunjuk wajah kekasihnya dengan jari telunjuknya yang lentik, seakan wajah Kyungsoo yang mempunyai kesalahan.

Kyungsoo mendesis, “Aku baru tahu jika wajahku itu kocak Nayeon-ssi”

“Benarkah?” Nayeon mengangga, tidak percaya. “Kamu tidak pernah berkaca ya Do Kyungsoo? Harusnya kamu tahu wajahmu itu kocak sekali. Aku harus menyarankan Manager Oppa untuk menawarkanmu bermain di Gag Concert atau- Ya! Ya! Kenapa kau meninggalkanku sih?!”

Nayeon berlari kecil untuk menyamai Do Kyungsoo yang berjalan meninggalkannya. Kyungsoo berdecak kesal –pura-pura lebih tepatnya- menyadari bahwa Nayeon sudah disampingnya dan menyipit bingung kearahnya.

“Kenapa?” tanya Kyungsoo akhirnya, risih dengan tatapan Nayeon kepadanya.

“Kamu aneh hari ini, baru pertama kali aku melihat kamu memandang marah kepadaku” Kyungsoo terkekeh kecil sebelum Nayeon melanjutkan perkataanya, “Hari ini terasa aneh.. Apalagi rasanya dari kemarin Sabtu aku merasa ada hal yang tertinggal….”

“Benarkah?” Kyungsoo mau tidak mau menyembunyikan mimik terkejut di wajahnya. Dia terkaget karena perasaan itu juga menghantuinya, sama seperti Nayeon. Rasanya ada hal yang tertinggal… Padahal Kyungsoo yakin bahwa dia sudah menjalankan semua schedule-nya dengan baik dan teratur, menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Tidak ada yang salah.

Namun rasanya aneh, dan juga Kyungsoo mampir ke Apartemen Nayeon disela-sela kesibukannya pun karena terganjal perasaan aneh itu. Intinya dia tahu bahwa perasaan aneh itu ditimbulkan karena gadis yang memandangnya aneh sekarang..

Ulang tahun Nayeon? Tidak ulang tahun Januari Nayeon masih Januari besok. Sama dengannya.

Hari dimana dia memberikan Dolee? Itu juga Januari besok.

Jadi… Apa?

Pikirkan Do Kyungsoo.. Kyungsoo memacu otaknya keras untuk berpikir.. Ini lebih penting lagi dan dia merasa pikiran aneh itu sangat mengikat dirinya dengan Nayeon…

Tunggu.. jangan-jangan.. Ini hal menyangkut anniv-

“Wake Up Domonie!”

Kyungsoo mengedip matanya cepat, terbangun dari lamunanya karena Nayeon menjentikan jarinya dihadapannya. Ia lihat ekspresi gadisnya terlihat lega sekarang.

“Kukira..” ucap Nayeon, tetap tidak bisa menyembunyikan wajah leganya. “Aku kira kamu hampir kerasukan Domonie. Apalagi kata-kata Mi Eonni dan Jun Oppa yang tinggal didekat apartemenku bilang kalau jalan ini memang agak menakutkan..”

Nayeon bisa merasakan bulu ditangganya mulai merinding. Nayeon tidak menyangka bahwa Gosip yang ia dengar  akan benar-benar terjadi. Dihadapannya lagi. Kemarin malam dua bersaudara Kim mampir kerumahnya. Mereka bilang mereka hanya sekedar bermain sebentar diApartementnya, tidak akan lama-lama karena mereka tahu bahwa Nayeon masih harus berperang dengan tugas-yang-sangat-ingin-Nayeon-bakar . Tapi nyatanya malah kedua bersaudara itu baru pulang dari Apartemennya pada pukul sekitar.. jam 12 malam? Meninggalkan Nayeon sendiri yang merinding karena mendengar cerita mereka tentang hal-hal gaib yang sepertinya-pernah terjadi disekitar Apartement mereka. Apalagi tadi Nayeon sempat melihat tahap seseorang yang hampir… em kerasukan? Ya Tuhan, Bagaimana nasib Nayeon nanti malam? (.___.)

“Ya!Ya! Cepat kita keluar dari sini sekarang juga!” Pikiran Nayeon sekarang adalah, Keluar dari area mengerikan ini sebelum bahaya akan makin bertambah!”

“Kau kenapa sih?” tanya Kyungsoo tidak percaya karena gadis itu sudah menariknya kasar, namun Nayeon hanya menatapnya jengah.

“Meminimalisir hal yang mungkin akan terjadi. Ayolah kita pergi dari sini” Menghiraukan tatapan bingung Kyungsoo kepadanya, Nayeon makin menariknya.

Kyungsoo berdecak kesal dan detik kemudian dia mengalah untuk tubuh sedikit gempalnya ditarik oleh gadis berbadan kecil itu. Entah kenapa dia sedang malas bertengkar dengan Nayeon sekarang. Dipikirannya sekarang hanyalah Missing Link yang ia yakini berhubungan dengan Nayeon. Tapi ternyata pikirannya sedang tidak ingin berkerja sama dengannya….

Kyungsoo menatap Nayeon. Rambut hitam panjang Nayeon jatuh dengan indah dibahunya, meskipun dia sedang tergesa-gesa. Namun tetap saja untuknya itu hal yang paling in- Tunggu.. Rambut? Tanpa memakai .. sesuatu?

“Ya! Kau tidak memakai topimu Lee Nayeon?”

“Eh?” Mau tak mau Nayeon harus melepaskan pergelangan tangan Kyungsoo dan berbalik, berhadapan dengan mata yang menatapnya shyok. “Hah?” tanya Nayeon tidak mengerti, memasang muka polosnya. “Untuk apa topi? Apakah hari ini panas? Bukannya baru saja kemarin angin topan selesai masa sudah panas kembali? Tidak mungkin kan?” Sebut Nayeon menyebutkan beberapa alasan yang mendasari mengapa dia tidak memakai topi. Mendung-mendung begini harus memakai topi? Yang benar saja.

Kyungsoo mendecakan lidahnya sebelum dia melepaskan topi hitamnya dan malah memasangnya dikepala Nayeon. “Dengarkan aku…” bisik Kyungsoo, merapikan topinya yang sudah pas dikepala Nayeon, mempedulikan tatapan cengo gadis itu.

“Prioritasku sekarang adalah menjagamu Lee Nayeon..” Kyungsoo tersenyum kecil meskipun Nayeon masih bergeming dihadapannya. “Karena sangat sulit menemukan dirimu diantara berjuta-juta wanita didunia ini. Apalagi sekarang aku tidak punya waktu yang cukup banyak untuk mencarinya, maka aku harus menjaga dirimu seutuhnya. Intinya aku harus menjagamu karena kamu hanya satu-satunya Lee Nayeon. Gadis yang sudah sangat tepat dihatiku. Jaa~   Jangan memasang muka polosmu kepadaku, kau makin terlihat semakin bodoh”

Kyungsoo menyempatkan dirinya menepuk kepala Nayeon pelan sebelum menarik pergelangan Nayeon agar dia berjalan lagi.

Meskipun Kyungsoo sudah berjalan beberapa langkah dihadapannya. Entah kenapa kedua kaki jenjang Nayeon serasa kaku, tidak dapat digerakan sama sekali. Namun tanpa Nayeon sangka juga, kedua tanggannya sudah mendekap dimana jantungnyasudah berdetak tidak karuan. Nayeon bertanya-tanya… Kenapa seorang Do Kyungsoo yang dulu sangat ia kenal sekali cuek dan sering mengejek dirinya dan selalu membuat dirinya naik darah sekarang berubah menjadi…. Lelaki.. dewasa dan entah keajaiban apa kata-kata dari bibirnya selalu dapat membuat jantung Nayeon berdetak kencang dan juga disisi lain membuat Nayeon tenang. Apakah Kyungsoo salah makan akhir-akhir ini?

“Gadis bodoh! Cepatlah kesini! Kau ingin terlihat orang gila disina heh?”

Well, Nayeon menarik kata-katanya tadi. Dan dia memutuskan bahwa sebenarnya Do Kyungsoo hari ini memakan makanan Mongu –anjing Kai bukan makanan manusia seperti selayaknya. Lelaki itu.. masih seperti dulu.

Nayeon mengembungkan pipinya, mengatur detak jantungnya sekaligus berjalan agar dia dapat berdiri disebelah persis Kyungsoo.

Kyungsoo tertawa kecil lalu menarik pipi Nayeon, “Terlihat lebih tua” komentarnya kecil, namun cukup dapat didengar oleh telinga Nayeon yang bisa dikategorikan lumayan tajam. Nayeon membulatkan matanya, “Aku tua?” bisiknya tidak percaya, tapi sepertinya Kyungsoo tidak mendengarnya. Sikap lelaki itu yang seenaknya sendiri mulai kambuh, Kyungsoo malah mengangkat tangan kanannya kehadapan Nayeon.

“Kau tidak mau mengenggam tanganku?”

Nayeon makin melongo tidak percaya. Genggam tangan? Ya! Pikiran Kyungsoo hari ini sungguh-sungguh…

“Loh tidak mau?” Kyungsoo menarik tangan kanannya pelan lalu menggaruk rambutnya yang tentu saja tidak gatal, bingung. “Kalau aku tidak salah ya.. “

“Aku membaca dimajalah khusus gadis-gadis seumuranmu ya Namonie sayang. Bahwa biasanya seorang gadis remaja pasti ingin sekali jika tangganya digenggam  dengan kekasihnya sewaktu mereka berkencan. Apa aku salah baca ya?” Kyungsoo menggaruk rambutnya, tidak mengerti. Tapi dia cukup yakin bahwa info yang ia dapatkan itu benar.

“Ah! Aku lupa!” Kyungsoo terpekik, dia ingat satu fakta sekarang sebelum ia menunjuk Nayeon dengan ibu jarinya, tak lupa memasang muka jenius yang sanggat ia banggakan. “Aku lupa jika kau bukan gadis remaja Lee Nayeon.. Aku lupa kau itu bukan gadis namun Iblis” Kyungsoo mengganguk-angguk percaya, mempercayai pikiran briliantnya. Kyungsoo lupa jika Nayeon itu… Anak Iblis bukan Iblis Remaja.

“Ah! Makannya kamu tidak mau mengenggam tangganku kan? Soalnya diperaturan undang-undang khusus Iblis bahwa tidak ada yang namanya menggengam tanggan malaikat setampan diriku kan? Benar kan Lee- WAAA! JANGAN PUKUL AKU WAAA!” Seperti biasa yang sangat biasa malah. Seorang Lee Nayeon dengan ekspresi bernafsu penuh marah memukul tanpa ampun seorang Do Kyungsoo. Sangaaaat biasa (-___-)

“Gadis Iblis! Cu-WAAA!”

Alih-alih mengurangi kekuatan mematikannya, Nayeon makin mengerahkan kekuatannya memukul Kyungsoo dengan tas orange-nya. “MATI KAU DO KYUNGSOO!”

***

( Recommended Song : Juniel – Babo )

Gangnam, Seoul

13.30 KST

Kyungsoo merintih kecil saat dia memijat bahunya yang menjadi korban keganasan pukulan tas Lee Nayeon. Kyungsoo makin mendesah karena dia lupa bahwa pemulihan bahunya itu pasti akan sangat lama sekali, apalagi sebentar lagi dia harus mempersiapkan comebacknya nanti. Dan dia tidak tahu bagaimana nasibnya nanti jika terdapat gerakan menggerakan bahunya nanti. Dan dia sedikit berharap agar bahunya itu dapat sembuh cepat. Sekarang perasaan Kyungsoo terpenuhi dengan rasa kesal mengapa dia mau-maunya membangkitkan jiwa iblis Nayeon (-___-)

Kyungsoo melirik, berusaha mencari sosok Nayeon lewat kaca bening yang lumayan tebal dihadapannya. Sekarang mereka berdua sudah berada  didaerah dimana Surga Shopping daerah Gangnam dan memang daerah ini tidak lumayan dekat dengan Apartemen Nayeon. Kyungsoo menghela nafas lega setelah Nayeon menyadari tatapan matanya dari luar, paling tidak dia tidak usah memukul-mukul kaca untuk membuat Nayeon menyadari kehadirannya disini. Apalagi jika ia melakukan opsi itu pasti semua orang akan melihat ke arahnya dan Kyungsoo yakin dia akan menjadi headline besok pagi di koran (.___.)

“Aku kecoffee shop didepan. Sebentar” Kyungsoo menunjuk ke Coffee Shop dibelakangnya sekarang, memberi tahu kemana dia akan pergi. Well, Kyungsoo memutuskan paling tidak membeli minuman untuk dirinya dan Nayeon sendiri. Menurutnya memilih hadiah ulang tahun kepada teman –apalagi memilih hadiah untuk perempuan- pasti  membutuhkan waktu yang lama kan? Dan waktu seperti itu, Lumayan jika dihabiskan untuk mengantri segelas Black Coffe dan  Ice Chocolate.

Kyungsoo mengangguk mengerti setelah Nayeon memberikan jempol kearahnya, seakan mengerti dan sedetik kemudian dia mulai sibuk mencoba Bando berbentuk pita merah. Kyungsoo terkekeh geli, Dia pasti percaya Nayeon akan membeli bando itu alih-alih memberikannya sebagai kado. Tanpa alasan apapun hanya Kyungsoo yakin, itu saja.

Kyungsoo memeriksa dirinya sendiri lewat pantulan kaca dihadapannya. Cukup bagus, pikirnya, mengeratkan topi hitamnya yang berbalik lagi dia gunakan. Kyungsoo tadi mau tidak mau harus mematuhi –dengan sedikit terpaksa sejujurnya- harus mengikuti ancaman Nayeon. Nayeon mengancam akan pulang kembali ke apartemnetnya jika dia tidak memakai topinya lagi. Dan Kyungsoo mengakui bahwa tidak memakai alat samaran sebenaranya membahayakan dirinya sekaligus Nayeon.

‘KLINING-KLINING’  

“Silahkan~ Ada yang bisa saya bantu?” sapa perempuan dibelakang meja kasir saat Kyungsoo mengijakkan kakinya dilantai berubin seperti kayu tersebut.

Kyungsoo sempat tersenyum kecil sebelum dia menyebutkan pesanannya, “Black Coffe dan Ice Chocolate satu.” Pelayan wanita itu mengganguk mengerti sebelum dia menghilang dari hadapan Kyungsoo.

Menghentankan kakinya senada dengan lagu jazz yang mengalun lembut di Coffee Shop itu. Kyungsoo sempat melirik keluar sebelum senyum kecilnya merekah karena mata hitamnya menangkap Nayeon dari dalam Coffee Shop. Meskipun jarak mereka bersebrangan oleh jalan yang cukup ramai, namun Kyungsoo masih bisa membayangkan bagaimana Nayeon mengerucutkan bibirnya dengan dahi berkerutnya, berusaha memilih barang mana yang akan ia pilih. Dan bayangan Nayeon.. membuat perasaan hangat langsung menyelubungi tubuhnya.

“Kalender?” Kyungsoo sedikit terkejut karena dia menyadari bahwa didepan meja kasir dihadapannya terdapat kalender mungil. Perasaan Missing Link yang tadi sempat hilang langsung menjalari tubuhnya lagi. Dan entah kenapa tangganya mulai menggapai kalender itu dan membukannya di bulan Februari lebih tepatnya tanggal 14. Kyungsoo masih ingat betul bahwa tanggal itu mempunyai sejarah besar untuknya, dimana teasernya dengan Junmyun Hyung keluar pertama kali dan juga tanggal dimana Nayeon resmi menjadi bagian hidupnya sekarang.

“30..31…32..” Jari telunjuk Kyungsoo bergerak senada dengan bisikan yang keluar dari mulutnya. Menghitung jumlah hari, dan masih di Bulan Maret apalagi sekarang sudah menginjak Bulan Sepetember. Jarak tempuh masih lama.

“Tuan ini Black Coffee dan Ice Chocolate-nya. Semuanya harg- Tuan?” panggil Pelayan Perempuan itu lagi karena Kyungsoo tidak menanggapi ucapannya. Namun sedetik kemudian pelayan itu tersenyum, menyadari bahwa Kyungsoo masih serius dengan kalender yang ia pegang.

“Apakah tuan sudah punya kekasih jika saya boleh tau?” Refleks Kyungsoo langsung berhenti dari kegiatannya dan langsung menatap Pelayan yang malah nyengir dihadapannya. Dahinya berkerut, “Iya.. Bagaimana anda tahu?”

Dan Kyungsoo makin bingung karena Pelayan itu tersenyum miring kepadanya, seakan dirinya lucu dan mengejeknya sekaligus. “Anda pasti sedang menginggat anniversary anda kan? Soalnya kekasih saya juga begitu…”

BINGO.. Anniversary.

Mimik Kyungsoo berubah menjadi panik. Sekarang dia tahu mengapa perasaanya tidak enak sedari tadi.

“Ya tuhan mengapa aku bisa lupa lagi? Ya Tuhan!” Kyungsoo menarik rambutnya panik. Kyungsoo masih ingat bahwa anniversarynya kemarin dengan Nayeon sempat terlewatkan karena mereka sendiri lupa dan juga pada saat itu mereka berdua juga sama-sama sibuk, tidak mempunyai waktu. Dan bodohnya lagi Kyungsoo lupa dengan Anniversary mereka? Dan entah kenapa perasaan Kyungsoo mengatakan bahwa Anniversary mereka dalam waktu dekat ini…

Dan mana mungkin jika anniversary mereka terlupa lagi?

Pelayan itu terkekeh mengejek kepada Kyungsoo karena Kyungsoo makin panik dan langsung menhitung di kalender Coffee Shop tempat ia bekerja. Pelayan itu tidak habis pikir, Mengapa laki-laki dihadapannya –dengan wajah yang sepertinya ia kenali, namun dia lupa dengan namannya- masih menghitung dengan cara tradisional padahal jelas-jelas sekarang mereka di masa modern kan? Apa dia lupa bahwa aplikasi ponsel sekarang ada aplikasi untuk mengetahui beberapa hari anniversary mereka kan? Lelaki dihadapannya hidup di abad keberapa sih?

“Tuan jika anda mau, anda bisa meminjam Ponsel saya” tawar Pelayan itu akhirnya, meminjamkan Samsung Galaxy Ace-nya kepada Kyungsoo. Dia merasa kasihan karena laki-laki itu masih menghitung di bulan Juni. Padahal ini bulan September.

Kyungsoo mendesah lega , “Terima kasih” bisiknya sekaligus melempar senyum kecilnya kepada Pelayan sebalum dia mengetikan beberapa angka diponsel itu. Sebenarnya Kyungsoo punya saja aplikasi itu tapi sayangnya hanya ada di IPhone Putihnya yang sengaja ia tinggal didorm, untuk alasan kenyamanan. Dan dia hanya membawa LG Blue-nya karena menurutnya lebih nyaman membawa Ponsel pemberian Nayeon itu. Namun sayangnya LG Bluenya itu bisa dibilang sangat ketinggalan jaman, seakan LGnya itu adalah bumi dengan IPhonenya yang modernisasi, diibaratkan adalah langit. Kalian tahu bahwa langit dan Bumi sangat berbeda dan jauh kan? (.__.)

Dan detik kemudian, Kyungsoo ingin sekali memohon bahwa hari ini adalah Hari Sabtu bukan Hari Minggu. Hari dimana dibilang banyak orang adalah Hari terbaik daripada hari yang lain, namun untuk Kyungsoo bukan untuk kali ini.

TBC

Sudah ada gambaran kah untuk next FF? XD kyahaha

Ditunggu next FF dengan sabar yah T_T Zi sekarang lagi sakit apalagi besok minggu depan udah UHT hikseu TT_TT

Oh ya yang seperti dikatain Ima Eon^^ disini kita buat WP Indaylee bukan untuk bermaksud bersaing bukan (-___-) Disini kami buat WP agar kalian gampang nyarinya ga kaya yang dulu sampe buka 3kali^^ nyahaha. Dan sekali lagi aku minta tolong, jangan pernah ngebandingin ataupun ngerendahin ataupun apalah di WP ini, pasti semua couple itu berbeda dan memang pandangan setiap orang berbeda. Tapi aku minta tolong dengan sangat, Jangan pernah ngebandingin plis. Kita ber3 itu udah kaya keluarga. Apalagi kalo buat aku mereka berdua udah aku anggap jadi Eonni-ku sendiri karena Zi memang ga punya kakak n___n Jadi shipper salah satu couple boleh tapi tolong dengan sangat^^ Jangan pernah ngebandingin apalagi ngrendahin karena memang setiap couple itu berbeda^____^

Aku minta tolong dengan sangat yah :’)

Byonng^^

Advertisements

17 thoughts on “{Sooyeon Sheets} Every End of the Day (Part-2 _Babo)

  1. dhisardhisa says:

    jadi jadi jadi 200 hari anniversary sooyeon kelewat sehari? :O
    dan mereka berdua sama-sama lupa gitu?
    aku kok agak ‘dong’ ya -.-a
    hahaha aku udah ada gambaran nih buat next chap xD
    *ambil buku gambar, terus gambar next chap* /plak/
    soo ayo kasih kejutan buat nayeon 😉
    eh itu ada aplikasi buat ngitung event penting gitu ya? namanya apa emang? aku mau nyari ah 😀 /gaptek
    btw untung mereka ga ngedance gangnam style ya kan mereka lagi di gangnam lol xD –> daritadi ngaco *abaikan* *zi jadi tambah meriang*

    cepet sembuh ya zi sukses UHT-nya 🙂

  2. jin jihye says:

    selalu deh penasaran sama muka polosnya kyungsoo pas lagi O.O *iktan nayeon ketawa* \pletak *ditimpuk D.O*
    ampun dj, kenapa ga D.O ga nayeon, keduanya bisa lupa sama anniv mreka, ngerasa sama2 ngerasa ad sumting missing tp gatau smpe D.O nemu kalender. ckckck itu ngitung pake tangan donk..LOL tapi eon jg baru tw klo ad aplikasi bwt ngitung anniv *gaptek* hikseu

    waduu, saeng lagi sakit? get well soon ya..btw apa tuh UHT? *kuper again* #plak
    apapun itu, sukses pokoknya de..fighting~

  3. chocodonut says:

    Wihiii.. Senangnya jadi Nayeon, diajak jalan sama Kyungsoo (?)
    Kalo aku jadi pelayannya tuh ya, aku bakalan kenal sama mukanya Kyungsoo O.O haha xD /insting paparazi/

    ditunggu kelanjutannya 🙂

    GWS ya saeng 🙂

  4. prada says:

    ya ampun kirain bakalan habis disini.ceritanya-_- tapi parah banget kyungsoo sama nayeon, masa nggak ingat anniv sendiri,ckckck

  5. taemfairy says:

    Next nya cerita sooyeon ngomongin anniv dan rayain? :3 apapun itu yg penting yeaaayyyyy ada lanjutannya hihihihi di tunggu next part nya ^^ di tunggu bgt yaa ehhehehe hwaiting ^^

  6. miauw says:

    author-nim. AKU TUH UDAH COMMENT PANJANG BGT TAU-TAU KE APUS GITU AJA! /obrak-abrik SM/
    ahh jinjja ㅠ.ㅠ
    pegel aku ngetiknya, eh ternyata menghilang -.-
    aku baru baca sheet ini. dan aku sudah menantinya SANGAT SANGAT LAMA ㅋㅋㅋ
    maaf author-nim, di sheet sebelumnya aku “belum” comment. maklumlah, modem-nya ngajakin berantem /banting modem/
    bolehkah aku gabungkan comment-ku di sini? -.-

    first problem /drum roll/
    NYESEK!
    aduh, kasihan bgt nayeon-nya. dan si donut dengan santainya malah bilang lagi MAKAN? ommo ommo, padahal nayeon sampai sebegitu galaunya gara-gara si donut. feelnya dapet, author-nim. pas baca endingnya, i was like “WHAT?! The end? /bite baekhyun/” ㅋㅋㅋ
    sumpah, di sheet ini gantung bgt -.-

    daekun is coming.
    Jleb jleb jleb. hatiku sama hancurnya seperti hati nayeon. oalah… kasihan sekali nayeon ini. feelnya dapet, dan konfliknya bener-bener kerasa. good job author-nim.

    every bla bla part 1
    akhirnyaaaa… aduh lega bgt pas nayeon akhirnya ketemu sama kyungsoo setelah beberapa dekade (?) tidak bertatap muka. aku suka bgt sheet ini. sisi “wanita” nayeon terlihat jelas -.-
    ㅋㅋㅋ
    dan teaser di akhir sheet ini bener-bener bikin aku galau dan penasaran. setelah penantian akhirnya part 2 nya muncul. yeaayy /jumping with bacon/

    every bla bla part 2
    huhuhuhu… 201???
    aih… dasar couple pikun /plak/
    seandainya aja mereka berdua inget pas hari sabtu, pasti makin romantis banget deh. lanjutannya jgn lama-lama, ya. jebalyo. aku penasaran sama lanjutannya ㅠ.ㅠ

    setting semua sheet bener-bener pas. feelnya dapet bgt. konfliknya juga. dan yang pasti selalu bikin penasaran dan geregetan. aaaakk… gak sabar buat sheet selanjutnya.
    oh ya, adakah sheet yang lupa kuberi comment? soalnya aku juga lupa sheetnya yang mana aja -.- /ketular sooyeon/
    ㅋㅋㅋ

    cukup sampai sini deh. commentnya kepanjangan, maaf yap -.-v
    ㅋㅋㅋ
    /bow with bacon/

    김혜히

  7. orizuruzen says:

    Annyeong *lambaibarengLuhan*/dikepret/duagh!

    Saengie, Zen-imnida. 96lines.

    Aiguu.. ini pertama kalinya aku baca soyeon, eerr gak pertama juga sih, waktu Envy itu juga aku baca. ehehe, SUKAAAA THOR SUKAAAAA!!! /tiba-tiba histeris/ditendang bacon/lah?

    Aku gak tau mau komen apaaaaaaa /cekekchanyeol/ aku rasa ff ini udah perfect daah, feel dapet, konflik dapet, cara penulisan dapet, ide dapet, dan DP DP lainnya.
    SOOYEON JJANG! JJANG!

    Fiuh! Makasih thor udah buat ff daebakie, saranghaee ❤ cielaah.

    Paypaay thor Chu~~

  8. Lim Neulrin says:

    huaa parah perkataan dio tajem banget yaaa, kalo aku jadi cewenya pasti nangis duluan, sayangnya nayeon yg jadi ceweknya jadi…. galak *lho? haha XD
    jadi yang tertinggal itu? annyv? huaaa mereka berdua apa pada pelupa semua yaaa XD
    dan biasanya kan yang paling inget itu cewe tapi ko nayeon? lupa juga?
    seru ceritanya
    jadi itu dio mau ngasih apa? apa?
    penasaran! penasaran
    di tunggu lanjutannya 🙂

  9. Baekyu21 says:

    Agak2 gk mudeng (?) thor, hehe mian
    Tumben gk ad prang dunia 3 nih si nayeon ma kyungsoo, biasanya brantem mulu klo ktmu..
    Lanjutkan thor ! 😀

  10. deliciusoonachos says:

    Yaampun akhirnya kelar baca sampe sini yang sooyeon sheetnya 😅 maaf ya kak(aduh sok akrab bangetlah ) baru bisa komen disini. Abis ngebet banget dari siang baca yang sooyeon sheet ini dari awal😄 gemes sama ngefly banget sama mereka berdua. Baru nemu blog ini nih nyesel banget baru nemu😢 Lanjut terus ya , semangat 😆

  11. sy_sagita says:

    Kyungsoo gg suka liat nayeon gerai rambutnya tnpa topi,,tkut nayeon diambil org,,hihiihihi…gemesin liat sooyeon,,bisa2nya lupa ma anniversary,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s