[KaiNa Piece] Looseness (1st Part)

Title     : Looseness

Author : Ima (@bling0320)

Main Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee)

Other Casts  : Lee Jiho (Hana’s older brother), Park Minkyu

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs

[KaiNa Piece] Looseness

August 5th, 2012

12.20 PM

Suara dengungan pesawat terdengar hampir di seluruh penjuru bandara Incheon siang itu. Hana mengayun-ayunkan kakinya di atas kursi ruang tunggu bagian tengah bandara. Kedua matanya menatap orang yang berlalu-lalang di hadapannya. Ia mendengus kesal karena terlalu banyak orang di sana, membuat matanya sedikit kesulitan untuk mencari sosok itu. Sosok kakak laki-lakinya yang akan pulang dari Jerman dan menghabiskan liburan akhir semesternya di Korea.

Hana beranjak bangun dari posisi duduknya, setelah merasa pegal karena sudah berada disana selama hampir dua jam. Ponsel kakaknya jelas-jelas tidak bisa dihubungi karena sedang berada di dalam pesawat. Sementara ponsel miliknya terus berdering, menandakan telepon masuk dari seluruh member EXO secara bergantian. Tapi ia tidak mengangkat semua panggilan masuk itu. Apalagi sekarang ke dua belas laki-laki itu tengah berada di Jepang. Pasti keinginan di dalam hatinya untuk berkumpul bersama ke dua belasnya lebih besar daripada keinginan menunggu kakaknya di sana.

Chagiya!!” teriakan itu berhasil membuat Hana menoleh. Ia tersenyum lebar lalu melambai semangat pada Jiho –kakaknya yang tengah menarik koper besar dan berjalan santai ke arahnya.

Tapi kemudian lambaian tangan Hana terhenti. Ia melihat sosok laki-laki lainnya berlari dari belakang tubuh Jiho. Menghampiri Hana dan tanpa memberi aba-aba, malah memeluknya dengan sangat erat. Hana yang belum bisa mencerna apa yang terjadi pun hanya bisa mengerjap mata bingung. Seharusnya Jiho yang memeluknya, bukan laki-laki itu.

“Na-ya, aku merindukanmu!” pekik laki-laki itu seraya melepaskan pelukannya dan mendekap kedua pipi Hana dengan tangan besarnya.

Jiho segera menarik kerah baju laki-laki itu dari belakang agar sedikit menjauh dari Hana, “Kau menakuti adikku, Park Minkyu.”

Demi apapun. Hana hampir saja pingsan karena kaget dengan perlakukan laki-laki bernama Minkyu itu. Ia memang terakhir kali bertemu dengan kedua sahabat itu sekitar satu setengah tahun yang lalu. Sebelum Jiho dan Minkyu sibuk mengurus perkuliahannya yang semakin padat. Ia kaget karena Minkyu yang kini terlihat jauh lebih tinggi dan rambut berwarna merah terang itu tiba-tiba memeluknya.

“Jangan seperti itu pada calon adik iparmu sendiri, Jiho-ssi. Aku merindukan Hana setengah mati, tahu?” jawab Minkyu santai seraya merangkul Hana dengan erat.

“Kau mau mati, hah? Lepaskan tanganmu sekarang,” titah Jiho. Minkyu mengerucutkan bibirnya kesal dan akhirnya melepaskan rangkulan itu sejenak.

Jiho tersenyum puas kemudian segera menarik Hana ke dalam pelukannya. Bahkan tubuh mungil Hana tidak pernah berubah sejak terakhir kali mereka bertemu. Masih tetap kecil dan kurus, walaupun sedikit bertambah chubby di pipinya.

Aigoo~, kau bahagia tinggal sendiri di sini, ya?” tanya Jiho seraya mencubit kedua pipi Hana dengan gemas.

Hana terkekeh pelan, “Keurae. Sangat bahagia, oppa.”

“Kau tidak bisa bahagia tanpa aku, Na-ya,” balas Minkyu cepat, melipat tangan di depan dada dan menatap Hana dengan senyuman terbaiknya.

Hana merengut kesal kemudian beralih menggamit lengan Jiho, “Oppa mau tinggal di apartemenku atau sewa hotel?”

“Selama masih ada yang gratis, kenapa harus tinggal di hotel?”

***

03.00 PM JT

SM Town Live in Japan Backstage

Seluruh member EXO masih mempersiapkan diri setelah rehearsal beberapa saat lalu untuk konser yang akan dimulai satu jam lagi. Kai tengah memeriksa pakaian yang akan digunakannya di atas panggung nanti dengan tangan yang sibuk memegang ponsel. Menunggu balasan pesan dari kekasihnya –yang tidak juga dibalas sejak tadi siang. Ia heran apa yang tengah dilakukan gadis itu, sampai tidak sempat membalas pesannya.

Tepukan di pundak, membuat Kai menoleh dengan cepat. Kai melebarkan senyumnya pada sosok Taemin –yang ternyata sudah menepuk pundaknya dengan cukup keras tadi.

Wae?” tanya Kai heran. Tidak biasanya Taemin mengunjungi ruang tunggu EXO.

“Bagaimana kabar Hana?” tanya Taemin tiba-tiba. Kai tertawa pelan kemudian mengajak Taemin untuk duduk di sebuah sofa yang kosong.

“Kau hanya mau menanyakan itu, Taemin-ah?” Kai tidak bisa menyembunyikan rasa gelinya ketika melihat Taemin tersenyum dan mengangguk semangat.

“Sejak berpacaran denganmu, dia jarang menghubungiku lagi. Kecuali meminta tiket konser SHINee waktu itu,” jawab Taemin, dengan nada sedikit menggerutu, “Hana seperti kacang lupa pada kulitnya, tahu? Memangnya siapa yang mempertemukan kalian berdua?”

Tawa Kai semakin membahana. Ia merasa lucu dengan tingkah Taemin yang seolah-olah cemburu karena Hana meninggalkannya begitu saja. Gadis itu masih –termasuk sering menghubungi Taemin, walaupun tidak sering bertemu.

“Ya~. Kau marah karena aku merebut Hana?” tanya Kai seraya mengusap air di sudut matanya.

Anhi. Aku hanya kesal karena Hana melupakanku setelah kalian berpacaran,” Taemin menghela napas panjang lalu memperhatikan Kai yang masih saja tertawa geli.

Kai menghentikan tawanya sejenak kemudian menepuk pundak Taemin, “Dia tidak melupakanmu, Taemin-ah. Hana sering mencari beritamu lewat internet, atau mencoba menghubungimu –walaupun selalu dijawab operator karena kalian sibuk. Dia juga sering bertanya padaku, mungkin kita bertemu di gedung SM atau tidak.”

“Ah, jinjja? Ponselku sempat rusak sih kemarin, tapi Hyung Sik hyung sudah menggantinya,” balas Taemin, mengusap rambut belakangnya kemudian terkekeh pelan. Ia terlalu sibuk bahkan hanya untuk sekedar mengganti ponsel saja.

“Hana tidak pernah melupakanmu, Taemin-ah. Jinjja,” Kai kembali menepuk pundak Taemin. Sesekali ia melirik ponselnya –yang tidak juga mendapat balasan pesan dari gadis itu.

“Bagaimana kalau kita datang ke apartemennya besok?” tanya Taemin, memberikan sebuah usulan –yang terdengar menarik. Kebetulan Kai memang akan mengunjungi apartemen Hana segera setelah pulang ke Korea dan memberi pelajaran pada gadis itu.

Keurae. Itu ide yang bagus,” jawab Kai seraya tersenyum simpul. Lihat saja apa yang akan dilakukannya pada gadis itu setelah ini. Ia sudah rela menurunkan gengsinya untuk mengirim pesan lebih dulu –karena paksaan seluruh member EXO, mengingat Hana sama sekali tidak mengangkat telepon mereka. Biasanya di hari minggu, Hana hanya akan berada di apartemen dan bermain game di laptopnya seharian.

***

August 6th, 2012

07.30 AM KST

Suasana pagi yang berbeda di apartemen Hana hari itu. Hana bergegas menyiapkan sarapan untuk dua orang lainnya yang tengah menumpang tinggal di apartemennya selama beberapa minggu ke depan itu. Ia tidak bisa lagi bersantai di pagi hari –sebelum berangkat sekolah, karena harus menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam memasak agar tidak membuat Jiho khawatir. Kalau Jiho tahu ia tidak terlalu bisa dalam hal memasak, laki-laki itu pasti akan segera membawanya tinggal di Jerman.

Tatapan Hana tertuju pada seorang laki-laki yang melangkah keluar dari kamar tamu. Bukan Jiho. Melainkan Minkyu yang masih menutup rapat kedua matanya dan sesekali menabrak pinggiran sofa karena belum sadar sepenuhnya. Hingga laki-laki itu beringsut duduk di meja makan dan menelungkupkan kepalanya di sana.

“Chi oppa, jangan tidur di meja makan,” seru Hana, dengan tangan masih sibuk mengaduk-aduk omelette.

Laki-laki itu mengangkat kepalanya kemudian tersenyum lebar pada sosok Hana yang sibuk mondar-mandir di dapur, “Waah, aku tidak sedang bermimpi ‘kan? Sejak kapan kau menjadi istriku, Na-ya?”

Hana melayangkan sebuah lap dapur dan mendarat dengan sempurna di wajah laki-laki –yang 5 tahun lebih tua darinya itu. Untuk membuat Minkyu sadar dari tidurnya dan tidak mengucapkan hal-hal aneh lagi.

“Kau menginap di apartemenku sejak semalam. Dimana Jiho oppa?” jawab Hana gemas sekaligus bertanya karena tidak juga menemukan Jiho keluar dari kamar.

Minkyu melirik ke belakang, memperhatikan pintu kamar mereka –dirinya dan Jiho yang masih tertutup rapat, “Dia pasti akan bangun siang. Ayo cepat buatkan sarapan untuk calon suamimu ini, Na-ya.”

Hana memutar bola matanya. Telinganya sudah sangat terbiasa mendengar ucapan Minkyu yang selalu menyebut dirinya sebagai  –calon suaminya dan terkadang memanggil Jiho dengan sebutan –kakak ipar. Atau terkadang Minkyu yang bersikap seperti kekasihnya. Tapi ia sama sekali tidak tersentuh dengan hal itu.

“Kau sudah bangun sejak pagi dan menyiapkan sarapan. Aku yakin kau akan jadi ibu yang baik dari anak-anak kita nanti,” ujar Minkyu seraya tersenyum simpul, dengan kedua mata yang tidak berhenti memperhatikan Hana.

“Aku masih 18 tahun, oppa.

Hana segera menaruh dua piring omelette itu di atas meja lalu menarik kursi yang berseberangan dengan laki-laki itu.

“Kalian mau kemana hari ini?” tanya Hana, membuka pembicaraan karena suasana yang sangat hening dan mencoba menyadarkan Minkyu yang masih saja menatapnya tanpa menyentuh piring berisi omelette itu.

“Aah. Kami mau jalan-jalan di sekitar apartemenmu saja. Kau pulang jam berapa hari ini, Na-ya? Aku jemput, ya?” tanya Minkyu, menawarkan diri.

“Tidak perlu, oppa. Aku bisa pulang sendiri,” jawab Hana, mencoba menolak permintaan Minkyu. Walaupun ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Andwae! Selama aku disini, kau tidak boleh pulang sekolah sendiri. Aku tidak akan membiarkan calon istriku terluka sedikit pun,” balas Minkyu, tetap memaksakan kehendaknya.

“Tidak perlu, Chi oppa. Biasanya juga tidak apa-apa. Aku akan naik bis bersama teman-temanku nanti,” Hana meremas sumpit besi yang berada di genggamannya ketika Minkyu menatapnya dengan khawatir. Tolonglah. Ia sangat ingin bertemu dengan Kai setelah pulang sekolah nanti dan tidak mungkin mengajak Minkyu mendatangi dorm EXO K.

Keurae. Aku melepaskanmu hari ini. Tapi besok-besok, aku akan menjemputmu ke sekolah, arachi?” paksa Minkyu lagi.

“Terserah kau saja.”

Hana menghabiskan sarapannya dengan cepat. Oh well, sebenarnya ia selalu merasa risih jika Minkyu mulai bersikap over protect terhadapnya seperti itu. Ia hanya berangkat sekolah seperti hari-hari biasanya dan tidak pernah terjadi apapun –kecuali terantuk kaca jendela bis karena mengantuk dan atau kadang terjatuh ketika turun dari bis. Lagipula kesempatan bertemu dengan kekasihnya –Kim Jongin itu hanya sepulang sekolah saja. Tidak mungkin Kai bisa datang ke apartemennya untuk beberapa minggu ini. Kecuali jika memang ingin mendapat ‘pelajaran’ dari Minkyu karena anggapan bahwa Kai sudah merebut calon istrinya.

***

02.45 PM

EXO K’s dormitory

Kai menaruh koper pink miliknya di dalam ruangan khusus berisi pakaian seluruh member EXO K itu. Ia segera mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, menatap sebuah pesan terakhir yang dikirimkan Hana padanya tadi pagi.

HanHana             : Aku akan ke dorm setelah pulang sekolah nanti. Jangan datang ke apartemenku dulu, ya. ^^

Balasan pesan dari Hana itu membuatnya kesal setengah mati. Dengan terpaksa ia membatalkan janjinya dengan Taemin karena tidak bisa mengunjungi apartemen Hana. Jadi sekarang ia hanya menunggu sampai jam 6 tiba dan ‘menyambut’ Hana yang akan datang ke dorm.

“Jongin-ah, uri dongsaeng sekolah, ya?” tanya Baekhyun, dari arah ruang tengah pada Kai yang baru saja keluar ruang ganti.

“Menurutmu, hyung? Dia memang harusnya sekolah ‘kan?” jawab Kai seraya tersenyum simpul kemudian ikut berkumpul bersama member lainnya di ruang tengah.

“Sehun-ah, mau jalan-jalan keluar tidak?” tanya Luhan tiba-tiba. Sehun menoleh dengan cepat kemudian mengangguk semangat.

“Aku ikut, hyung,” sergah Kai sebelum keduanya –Sehun dan Luhan berdiri dari posisi duduk mereka. Masih lama hingga jam pulang Hana tiba dan ia akan menghabiskan waktu di luar sana.

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu lift terbuka. Mereka –Kai , Luhan, dan Sehun bergegas memasuki lift, bersama dua laki-laki lainnya yang berada di dalam. Kai memperhatikan satu laki-laki lainnya yang tengah berdiri di sudut lift itu. Entah kenapa ia sepertinya mengenal wajah itu. Hingga kemudian tatapannya terhenti pada bibir laki-laki itu. Sangat mirip dengan bibir…. Hana?

“Jongin-ah, kebiasaanmu memperhatikan orang lain belum hilang, eh?” bisik Luhan, dan berhasil menarik lamunan Kai. Kai mengalihkan pandangannya ke depan dan memutuskan untuk tidak memperhatikan laki-laki itu lagi.

Segera setelah suara dentingan lift terdengar, ketiganya bergegas melangkah keluar. Walaupun sudah tidak bersama di dalam satu lift lagi pun, pikiran Kai tidak pernah lepas dari laki-laki itu. Kenapa ia malah menghubungkannya dengan wajah Hana? Tapi sungguh, keduanya terlihat mirip.

“Kita mau kemana?” tanya Sehun ketika sudah sampai di persimpangan jalan dekat gedung apartemen mereka.

Bubble tea?” tawar Luhan kemudian setelah berpikir cukup lama, “Kita sudah lama tidak kesana.”

Kai mengangguk semangat lalu segera menyusul langkah keduanya. Mungkin lain kali ia akan berpikir lagi untuk ikut dengan Hun-Han couple itu. Harusnya ia mengajak Kyungsoo untuk menemaninya pergi juga. Ia terlihat seperti orang ketiga diantara mereka berdua. .__.

***

07.00 PM

Hujan. Dan Hana membenci semua hal apapun yang berhubungan dengan rintik air itu. Ia sudah hampir sampai di gedung apartemennya ketika hujan tiba-tiba saja turun dan mengurungkan niatnya yang baru saja turun dari bis di halte. Ia menghela napas panjang lalu menghempaskan tubuhnya di kursi halte. Seharusnya ia menerima tawaran  Minkyu saja untuk menjemputnya tadi. Tapi ia sudah terlanjur berjanji pada Kai untuk datang ke dorm. Jadi apa yang harus dilakukannya sekarang?

Hana menengadahkan kepalanya, menatap rintik hujan yang turun semakin deras. Mengenai Minkyu. Sebenarnya ia tidak bisa membenci laki-laki itu. Walaupun Minkyu terus mengatakan bahwa ia adalah calon istrinya, Hana sendiri tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya berpikir, mungkin Minkyu hanya main-main saja. Lagipula Jiho sering memberitahunya bahwa Minkyu terkenal player di Jerman sana. Dan ia tidak mempermasalahkan itu semua, karena hatinya hanya akan memilih Kai sampai kapan pun.

“Ya! Kau sedang apa?” teriakan itu membuat Hana tersadar dari lamunannya. Ia menatap takjub pada sosok Kai yang dalam keadaan basah kuyup dan berdiri di hadapannya itu dengan heran.

“Aku yang harusnya bertanya seperti itu, kkamjong. Kenapa kau malah hujan-hujanan, hah?” tanya Hana seraya berdiri, menyetarakan tinggi dengan laki-laki itu. Kai menunjuk dua punggung laki-laki yang masih berlari di bawah hujan menuju gedung apartemen mereka.

“Tadi aku bersama Luhan hyung dan Sehun juga,” jawab Kai, tersenyum simpul kemudian memperhatikan penampilan Hana dari atas hingga bawah, “Pasti kau lupa bawa payung.”

Hana mendesah napas panjang lalu mengangguk, “Kukira tidak akan hujan.”

“Dasar bodoh. Kau masih mau di sini?”

“Masih hujan. Jadi aku masih mau di sini sampai hujannya reda,” Hana kembali duduk di tempatnya semula dan meremas tali tas ransel di pundaknya.

Kai mengacak-acak rambutnya yang basah lalu mengambil tempat duduk di sebelah gadis itu. Ia memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Sangat sepi. Tidak ada siapa pun selain Hana –dan dirinya yang tengah duduk di halte itu. Mungkin ia akan berpikir lagi untuk meninggalkan Hana sendirian di sana.

“Kenapa kau tidak pergi?” tanya Hana heran dengan tatapan polosnya. Kai menoyor pelan kepala gadis itu kemudian mendengus pelan.

“Aku akan menemanimu disini, Han-ah. Tidak boleh?” Hana hanya menyunggingkan senyum polosnya ketika Kai bertanya seperti itu. Akhirnya Kai sedikit berubah menjadi perhatian sekarang.

“Hey, ya! Kenapa tidak membalas pesanku kemarin, Lee Hana?”

Pertanyaan Kai, sedikit banyak membuat Hana gugup. Hana semakin meremas erat tali tas ranselnya lalu menggeleng, “Aku pergi ke rumah teman. Tapi lupa bawa ponsel. Hehe.”

Jinjja? Kau tidak bohong ‘kan?” tanya Kai menyelidiki.

J-jinjja.

Hana merutuki dirinya sendiri karena menjawab dengan gugup. Kai pasti akan semakin mencurigainya sudah berbohong. Semoga saja Kai tidak bertanya lebih jauh lagi tentang hari kemarin. Hana melirik Kai yang duduk di sampingnya. Laki-laki itu terlihat kedinginan karena seluruh tubuh yang basah. Ia tidak mungkin egois membiarkan Kai kedinginan seperti itu hanya karena menemaninya di halte bis. Atau mungkin ia harus hujan-hujanan juga bersama Kai agar cepat sampai di apartemen?

“Kau kedinginan, ya?” Hana bergegas mengeluarkan sapu tangan dari dalam tasnya, menyerahkannya pada Kai untuk menghapus sedikit sisa air hujan itu.

“Tidak perlu,” Kai mendorong kembali sapu tangan itu ke hadapan Hana lalu malah mengibaskan rambutnya, membuat air itu terciprat kemana-mana. Termasuk Hana.

“Ya!” pekik Hana, dibalas sebuah tawaan pelan oleh Kai. Dalam keadaan basah dan kedinginan seperti itu saja, Kai masih tetap menyebalkan.

Sedetik kemudian Hana malah ikut tertawa. Ia mengacak rambut Kai yang masih basah itu dengan gemas. Kai menghentikan tawanya kemudian segera merangkul Hana, tidak peduli bahwa mungkin seragam gadis itu akan basah karena bajunya. Entah kenapa ia sangat ingin berdua saja bersama Hana hari itu. Menghabiskan waktu santainya yang sedikit untuk bisa bersama gadis itu.

“Sudah malam, ya?” Hana menghela napas panjang lalu menatap Kai yang masih saja merangkulnya dan memperhatikan hujan.

Tangan Hana bergegas meraih ponselnya yang bergetar dari dalam saku blazer. Ia mendesis pelan ketika melihat nama Minkyu di layarnya. Ia masih sangat ingin menghabiskan waktunya bersama Kai lebih lama lagi. Ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku almamater sekolahnya tanpa mau menjawab telepon itu.

“Han-ah.” panggil Kai tiba-tiba.

“Hmm?”

“Aku hanya akan mengatakannya sekali. Dengarkan baik-baik.”

“Iya.”

Kai memutar wajahnya sedikit untuk bisa menatap Hana –walaupun dari samping kemudian berdehem pelan. Memikirkan nada suara yang tepat untuk mengatakan hal –yang mungkin tidak akan pernah dikatakannya lagi suatu saat nanti.

Saranghae.

BLUSH

Wajah Hana memanas seketika. Ia segera memalingkan wajah ke arah lain lalu mengerjapkan kedua mata bingung. Demi apa Kai mengucapkan kata-kata itu padanya? Katakan bahwa Hana sedang tidak bermimpi sekarang. Mendengar seorang Kim Jongin mengatakan perasaannya secara terang-terangan. Salah satu keajaiban dunia yang harus ia tandai di kalender.

Oh well, Hana berharap sebentar lagi semuanya akan berakhir seperti di drama-drama. Dimana pasangan peran utama di drama itu akan berciuman di bawah hujan setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing.

“Jangan berkhayal yang tidak-tidak, Lee Hana. Aku tidak akan menciummu,” sahut Kai seolah bisa membaca pikiran gadis itu.

Hana mendengus pelan kemudian mendorong tubuh Kai hingga rangkulan itu terlepas, “Siapa juga yang mau dicium olehmu, hah?”

Hardikan Hana malah dibalas dengan tawaan pelan oleh Kai. Kai kembali merangkul Hana dan menyandarkan kepala gadis itu di pundaknya. Waktu terasa sangat lambat baginya. Ia tidak yakin bisa mendapatkan momen seperti itu lagi suatu saat nanti. Ia bahkan tidak peduli bahwa mereka masih berada di halte bis saat itu.

Nado saranghae,” balas Hana pelan, hampir berbisik. Tapi cukup bisa didengar oleh laki-laki bernama lengkap Kim Jongin itu dan berhasil membuatnya tersenyum geli.

Hujan sedikit mereda ketika sudah selama hampir 30 menit Hana dan Kai menunggu di halte bis. Hana beranjak dari duduknya seraya menarik tangan Kai untuk berdiri. Mereka harus segera kembali ke apartemen, atau Minkyu akan panik mencarinya.

“Mau pulang, tidak?” tanya Hana masih berusaha menarik Kai untuk berdiri.

“Kau jadi ke dorm? ‘Mereka’ ribut sekali menanyakanmu,” tanya Kai seraya berdiri dan menggenggam sebelah tangan gadis itu.

Hana melirik jam tangannya sekilas kemudian menggeleng pelan, “Sepertinya tidak. Sudah malam, kkamjong. Aku pulang saja, ya?”

Kai segera menarik tangan Hana untuk berjalan keluar dari halte karena hujan yang sudah berhenti. Laki-laki itu tidak menjawab dan membiarkan tangannya masih menggenggam tangan gadisnya. Melangkah dengan santai melewati trotoar menuju gedung apartemen mereka. Bahkan Kai masih saja memanfaatkan waktu dengan berjalan lebih lambat. Tidak mau membuang waktu berharganya dengan bisa berjalan bersama Hana saja.

“Mau kuantar sampai apartemen?” tawar Kai setelah keduanya sampai di lobi gedung apartemen.

“Tidak perlu. Aku bisa—.”

“NA-YA!!!”

Teriakan itu refleks membuat Hana menoleh ke depan. Menatap seorang laki-laki berambut merah terang yang berjalan cepat menghampirinya. Hana berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Kai, tapi laki-laki itu malah mengeratkannya.

Kkamjong, aku—.”

“LEPASKAN TANGANMU DARI HANAKU SEKARANG!!” teriak Minkyu seraya menarik kerah baju Kai yang masih basah.

Hanaku?

Kai menyeringai pelan lalu menepis tangan laki-laki —yang tidak dikenalnya itu. Ia semakin menggenggam erat tangan Hana dan menatap Minkyu dengan tajam.

“Dia pacarku.”

Minkyu membulatkan kedua matanya, ia menatap Hana dengan tidak percaya. Gadis itu malah menundukkan kepalanya. Tidak berani menatap kedua laki-laki yang berada di dekatnya.

“Tapi dia calon istriku.”

“Ap—apa?!” Kai bertanya dengan nada cukup keras. Ia menoleh, memperhatikan Hana yang mulai terisak kecil.

Calon istri? Kai tidak mengerti apa yang dimaksud laki-laki itu. Ia baru saja akan bertanya pada Hana, ketika tangan Minkyu sudah menarik gadis itu menjauhinya.

“Ayo pulang, Na-ya,” ajak Minkyu, menarik tangan Hana yang bebas, terlepas dari genggaman tangan Kai. Dan Kai hanya menatap kepergian gadis itu dalam diam. Tidak mengerti dengan keadaan yang berbalik menyakitinya.

[KaiNa Piece Continued]

oh ya semuanya, minal aidin wal faidzin ya hehe maaf kalau ada salah salah kata atau apa 😀

jangan lupa follow twitter hana ya 😀 bisa jadi teaser buat next ff juga looh 😀

gomawo~

komen ya ^^

^Ima^

99 thoughts on “[KaiNa Piece] Looseness (1st Part)

  1. hasna nabilah says:

    waaaa kai punya saingan skrng:(((( walaupun hana bakal ttp suka kai tapi ini juga bisa dibilang ancaman:((( kenapa hana malah diem aja pas ditarik sama minkyu:( kasian kai nya harusnya hana blg sesuatu sama kai:((( mudah2an couple ini gapapa deh._.

  2. Bubble Gum says:

    huaaaa mesem-mesem sendiri pas baca kata saranghae, lucunya mereka masih gengsi-gengsian. hahahaha.
    aduh itu tbc kenapa disituuu, penasaran apa yg akan terjadi selanjutnya

  3. carolynchoi says:

    Ckckck chi oppa itu sayang beneran ke hana masa dia engga ngrasa sich… Dasar engga peka ._. ……. Tapi kasian kkamjong juga

  4. sy_sagita says:

    Knp hana gg ngomng aj punya pacar sma minkyu n jiho sih,,gemes,,kasian jongin,,ntr slah paham..spertinya minkyu beneran cinta bngt sma hana,,hana gg peka sihh,,,duhhh kasian jongin,,trus gmn jongin???

  5. Nafff says:

    Kenapa hana malah diem aja? Kan kasihan entar kai mikir yang aneh aneh 😦
    Duh minkyu ganggu aja wkwk -_-

  6. Dean says:

    itu yang jadi kakaknya hana ulzzang Park JiHo kan.. dan yang jadi minkyu ulzzang Lee Chi Hoon kan..
    aduh semoga hubungan kai dan hana baik baik aja deh..

  7. Han_Cheonsa says:

    Sempet speechless waktu si kkamjong bilang ‘saranghae’.. hahhh, akhirnyaaaa kau mlupakan gengsimu juga kkaman!! tapi agak sedih juga waktu di bagian ending T_T skrang chuss ke part 2. Aza aza fighting!!

  8. fhykyung says:

    ampuunnn deh minkyu bener* ngerusak suasana
    baru aja kai hana mesra*an bentar eh dia malah muncul
    sebel -_-
    gimana reaksi kai yah?

  9. Khyunpawookie says:

    Wahhhjj jong km pny pesaing nah lohhhhhh ayoooooo bertindak jngan smpe km klahhh ahhahaha perang yh suka nehhh seneng haahhaahahhahaaah
    Knp sih crtnya seru trusss jd ketagihan baca hahahahahah.

  10. Nona Novi says:

    Ahhh ellah kamvrettt knp jd mellow gini unie, nyesekkk vroh 😭😭 baru juga bilang cinta uda ngegalau aja 😭😭, hana jg knp diem aja? Wae? Wae? Wae? 😭😭😭

  11. rahsarah says:

    itu kai bener ngomong saranghae?
    wahhhh akhirnya kata ajaib diungkapkan juga, ya walaupun tanpa di ungkapin jug kai memang udah cibta bnget sma hana

    wah ada saingannya nih kaiii

  12. rinskai says:

    seneng bgt akhirnya kai blng saranghae
    d saat mereka udah saling ngungkapin perasaan nya ada aja yg ganggu
    pasti kai kaget bgt tuh minkyu blng kalo hana tuh calon istrinnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s