{Sooyeon Sheets} True Love Games

Tittle : {Sooyeon Sheets} True Love Game

© INDAYLee Staffs

——

Monday 20 April 2012

Anyang High School

“Mwoo? Cuma 87%?”

 Nayeon berdecak keras dan menaruh keras penanya yang digunakkannya untuk mengerjakan PR Matematika, pelajaran yang sangat ia benci seumur hidupnya.  Nayeon memandang  gemas teman sebangkunya yang masih terbelalak dengan kertas yang ia genggam ”Yaa! Park Chanra! Bisa diam tidak? Kau ini memang penggangu . Aish jinjja~”

Bukanya Chanra membalas, malah dia memperlihatkan kertas yang ia genggam ke hadapan Nayeon ”Baca! Baca ini!” perintah Chanra, sedikit memaksa.

”Tidak bisa membaca! Terlalu dekat!”elak Nayeon. Chanra langsung meletakkan kertasnya kasar di atas meja dan mau tak mau membuat Nayeon  membacanya.

“Eh? Apa ini?” tanya Nayeon polos membuat Chanra mengerutkan  keningnya.

”Kau tidak bisa membaca? Ini namanya permainan .. eh bukan .. pegujian True Love. Menghitung seberapa serasinya dan lamanya hubungan kita dengan seseorang.” Nayeon mengangguk mendengar penjelasan dari Chanra .

“Jadi .. Kenapa harus kauributkan?” tanya Nayeon polos langsung mendapat jitakan dari Chanra.

”Lihat Lee Nayeon” tunjuknya ke arah tulisan paling bawah ”Masa aku dengan Henry Oppa hanya 87 %!! Ya Ampun padahal aku sangat mencintainya!!”

Nayeon melihat angka terakhir pada bagian bawah kertas dan entah kenapa Nayeon menepuk – nepuk pundak Chanra ,”Terimalah~ Toh apakah Henry menyukaimu? Tentu saja ti .. YAA!! APA LAGI SIH!” teriak Nayeon karena Chanra mencubit lenggannya.

“Sahabat macam apa kau berkata seperti itu? Seharusnya kau mendukungku! Mungkin saja suatu hari nanti , aku dan Henry bertemu dan Henry menyatakan cinta padaku. Aih senangnya~” Nayeon menggeleng – geleng dengan pengandaian ‘gila’ sahabatnya.

Nayeon mengetuk pena-nya pelan ”Kau tau Park Chanra-ssi? Aku merasa kasihan dengan Henry Lau karena..” Nayeon beralih ke PRnya dan berkata tenang,”Disukai orang lebay seperti kamu.”

Dan terakhir terdengar erangan dari Nayeon.

“Apa yang kau maksud dengan situasi berbahaya Do Kyungsoo-ssi?”

Kyungsoo duduk dengan tenang di meja dapur, dia memakan buah apel yang dipeggangnya dengan santai ”Benar~ Perutku sedari tadi meraung – raung minta dikasih makan, jika dibiarkan akan menjadi bahaya Nayeon-ah~”

Nayeon menghela nafas kesal dengan jawaban Kyungsoo, dan dia sekarang sedang berada di dapur EXO, berusaha mencari bahan makanan. “Kenapa tidak makan fast food saja? Kenapa harus memanggilku? Dan .. dimana kemampuan masakmu yang sangat kau banggakan Mr. Domon yang menawan?” tanya Nayeon kesal dan Kyungsoo hanya tersenyum meremehkan.

“Kamu tidak tau peraturan dari SM Nayeon-ssi? Bahwa artis-artisnya harus menjaga tubuhnya agar tidak berubah bentuk. Dan satu lagi.. Yah~ mumpung ada kau yang bisa kuhubungi jadi aku minta bantuan. Aku juga ingin mengetesmu apakah kemampuan masakmu berkembang selama aku tidak ada Nayeon-ku sayaang”

Nayeon menggembungkan pipinya kesal dan merutuki dirinya sendiri, Kenapa dia harus menuruti Orang bodoh ini?

“Jangan merutuki kebodohanmu sendiri Lee Nayeon-ssi. Sekarang jalani saja dan buatkan aku makan.” Nayeon mengumpat lagi dan lebih keras karena Kyungsoo berhasil membaca pikirannya. Selalu saja kekasihnya ini  bisa membaca pikirannya.

“Sudahlah jangan terlalu memujaku Lee Nayeon-ssi” Dan sedetik kemudian Kyungsoo sudah bersembunyi dibawah meja, menghindari lemparan garpu dari Nayeon.

Nayeon memutar bolanya karena Kyungsoo dapat menghindari lemparannya ”Kenapa kau bisa segala pikiranku sih? Ah jinjja” Kyungsoo tertawa kecil.

”Karena .. Aku tahu bahwa dipikaranmu hanya aku seorang Lee Nayeon tersayang .. OKE! OKE! TURUNKAN PISAU ITU! JANGAN LEMPAR!” teriak Kyungsoo ketakutan, Nayeon langsung meletakan pisau di tempat semula dengan hentakan kasar membuat Kyungsoo merinding.”Do Kyungsoo siapa yang mengajarimu mempunyai sikap ‘sok-tau’ seperti itu?”

“Byun Baekhyun” jawab Kyungsoo tenang langsung melanjutkan”Seharusnya kau sudah tau jawabanya  sebelum kau mengajukan pertanyaan itu Lee Nayeon sayang”

Nayeon mengganguk – angguk ”Pantas saja”

Nayeon membuka kulkas dan mengecek di dalamnya ”Jun Oppa mana?” tanya Nayeon sambil mengecek bahan – bahan menanyakan perihal dimana Leader EXO-K itu.

“Sedang mengatur jadwal EXO dengan Tuan Besar bersama Baekhyun dan Chanyeol Hyung. Sedangkan Kai sedang pemotreran . Aish~ Sepinya dorm ini.” Kyungsoo meregangkan tangannya sebelum menidurkan kepalanya di meja .

“Wah – wah rupanya kau sendiri yang tidak laku? Wah kasian sekali kau Mr .. ADUW!! KAKIKU~” Nayeon mengelus kakinya sebelum meberikan glarenya kepada Kyungsoo yang hanya memasang muka tenang. Nayeon hanya bisa mengumpat dan memeriksa kulkas, dan beberapa detik kemudian dia menutup kulkas sambil membawa telur dan menaruhnya di atas meja.

“Setelahku obrak-abrik lemari dapur dan kebanyakan semuanya kadaluarsa.” Nayeon menghela nafas kesal sedangkan Kyungsoo hanya terkikik senang.

”Aku hanya bisa menemukan spageti ini dan telur , kau mau? Toh hanya itu yang bisa kumasak agar kalian tetap selamat”

Kyungsoo langsung mengganguk cepat ”Choa~~ Cepat ya , kutunggu di depan .. HUAHAHA , tidak kena~” ucap Kyungsoo setelah berkelit dari lemparan garpu ke 2 dari Nayeon dan langsung kabur lari ke ruang santai.

”KAU AKAN MATI DO KYUNGSOO!!”

“Othe? Enak?” tanya Nayeon saat Kyungsoo memakan spaggeti yang ia buat. Kyungsoo hanya mengangguk pelan, matanya masih serius melihat acara TV didepannya.

“Besok aku tidak akan memasakkan untukmu~ Lihat saja” ancam Nayeon dan duduk disebelah Kyungsoo. Kyungsoo tidak menjawab, matanya masih serius di TV. Nayeon menghembus nafasnya kesal.

“Ini enak nuna~ Enak sekali!” senang Sehun, sambil memakan Spaggeti yang juga dibuat Nayeon.

”Ah syukurlah! Gomawo Maknae~” senang Nayeon dibalas dengan anggukan Sehun.

”Gomawo Nuna~ Sarang .. Arasso Hyung!!” cicit Sehun setelah mendapatkan glare dari Kyungsoo. Nayeon yang menyadari kelakuan aneh Sehun langsung mencubit pinggang Kyungsoo ”Apa yang kaulakukan pada Oh Sehun, Do Kyungsoo?”

”Hanya memberi pelajaran . Lepas Nayeon sakit~~”

Sehun tertawa senang melihat Hyungnya disiksa oleh Nayeon hingga memasang muka sakit.

“Gomawo Nunaa~” seru Sehun senang dan melanjutkan makannya. Nayeon melepas cubitannya dan tersenyum pura-pura manis ”Ups~ Maaf Mr. Lemon Tea. Apa itu sakit?”

Kyungsoo mengelus bekas cubitan Nayeon dan menggeram ”Kau akan mendapat balasan Lee Nayeon” Nayeon menjulurkan lidah dan menonton Acara TV dihadapannya.

“Selesai~” ucap Sehun riang dan mengelus perutnya.

“Gomawo Nunaa~”Sehun mengeluarkan ‘aegyo’nya membuat Nayeon senang.

”Araso! Piringnya ditinggal saja, nanti kukembalikan!!” Sehun mengangguk senang dan kembali bermain PSP, pekerjaan yang sedari tadi ia lakukan sendirian. Kyungsoo mendengus pelan tapi ketahuan oleh Nayeon.

”Wae? Kamu iri?”

Kyungsoo langsung mengeleng ”Untuk apa iri denganmu? Menghabiskan waktu saja”

Nayeon mengerucutkan bibirnya tapi tidak disangka Sehun malah tertawa.

”Benarkah Hyung? Sedari tadi aku merasa Hyung iri melihat Nuna memperhatikanku. Hyung! STOP!” Sehun berlindung dari serangan bantal Kyungsoo.

“Oh, Jeongmal Sehun-ah?” tanya Nayeon tidak percaya, Sehun mengangguk – angguk cepat.

”Ne~ dan setiap itu juga Hyung mengerucutkan bibirnya, hal yang jarang ia lakukan Nuna!! AMPUN HYUNG, AMPUN!!” Sehun berteriak saat Kyungsoo berusaha mencubit semua badan Sehun, bukanya Nayeon melarang malah dia tertawa hingga tiduran. Sampai – sampai Kyungaoo dan Sehun berhenti dari ‘pertarungan’ mereka, menatap Nayeon tidak percaya.

Akhirnya Nayeon berhenti tertawa, mukanya memerah saat ia merasa Sehun dan Kyungsoo memandang heran. Nayeon berdeham ”Baiklah~ Akan kucuci piring ini” Nayeon menggambil piring Sehun dan Kyungsoo lalu mencucinya. Setelah ia kembali lagi Sehun dan Kyungsoo  sudah asyik ke dunia meraka sendiri.

‘Aigo~ Lelahnya” erang Nayeon. Nayeon pun duduk dan menyadar ke bahu Kyungsoo, kebiasaan yang ia lakukan jika ia sedang kelelahan. Kyungsoo melirik cepat ke Nayeon yang sudah menutup matanya dan memfokuskan lagi ke arah TV.

Tiba – tiba Nayeon terbangun dan berteriak kesal ”Bosan! Apalagi diluar sedang hujan lagi! Mr. punya permainan baru?” Kyungsoo menggeleng membuat Nayeon memberengut. Nayeon beralih ke Sehun ”Punya sesuatu Sehunie?”

“Obseo Nuna , aku juga jadi bosan” Sehun langsung mematikan console permainanya.

“Nuna punya permainan bagus?” tanya Sehun berharap, Nayeon berpikir dan seulas senyum terlihat di wajahnya.

“Ada-ada!” Nayeon langsung mengambil tasnya yang ia taruh dibawah meja dan mengeluarkan secarik kertas dan bolpennya. Sehun yang penasaran dengan Nayeon, duduk disebelah Nayeon yang sedang serius menuliskan sesuatu. Kyungsoo  yang juga ikut penasaranmelihat dari atas.

“Apa itu Nuna? Mwo? Kenapa Nuna menuliskan nama lengkap Hyung?” tanya Sehun tidak percaya.

 Nayeon memutar bola matanya.”Ini namanya True Love Sehun-ah. Di sekolahku sedang boming permainan .. Anii, kegiatan ini” jawab singkat Nayeon, berkosentrasi dengan hitungannya dan kembali melanjutkan ”Aku menghitung ,  aku dengan Mr.Lemon ”

Sehun melongo tidak percaya dan menatap Kyungsoo yang sama terkejutnya. Sehun mengirimkan sinyal mata , Hyung apa ini beneran Lee Nayeon? . Kyungsoo mengeleng tidak mengerti.

Mereka berdua terdiam, melihat Nayeon yang masih menghitung.

Akhirnya, Nayeon pun juga terdiam melihat hasil hitungannya sendiri.

“Mwoo? 98%?” tanya Sehun tidak percaya, mengangkat kertas TRUE LOVE hitungan Nayeon dan melihatnya secara seksama.

”Nuna dan Hyung? 98%?!” tanya Sehun lagi, menatap Nayeon yang juga melonggo tidak percaya. Kyungsoo merebut hasil TRUE LOVE dan  membelalakan matanya  setelah melihat hasil TRUE LOVE.

“Ya!! Kau benar menghintungnya Nayeon-ssi??” tanya Kyungsoo setengah teriak, tidak percaya dengan hasilnya.

“Aku .. tidak tahu .. Sebentar akan kucek.” Jawab Nayeon terbata – bata, dia langsung menarik kertas TRUE LOVE dan menghtungnya kembali. Setelah selesai, Nayeon kembali mengangga tidak percaya.

“Mwo? Benar Nuna? Wah~” Sehun menoleh ke Kyungsoo setelah melihat hasil itu lagi,  dan memasang senyum bahagianya ”Hyung chukae~ Wah, aku harus menelpon Hyungdeul sepertinya~”

Nayeon langsung menjambak rambut Sehun ”Andwae! Jeongmal Andwae!!” Sehun merintih, menarik rambutnya.

”Nunaa! Stop! Arasso! Tidak akan kutelpon” Nayeon menarik tangannya, terlihat wajahnya setengah menangis ”Jeongmal? Kau berjanji?”

Sehun berdeham,”Biasanya sih~”

Sebelum Nayeon mengerti ucapan Sehun, Sehun sudah berlari ke arah kamarnya. Nayeon langsung lari namun dia terlambat karena Sehun sudah mengunci pintu kamarnya.

”YA!! OH SEHUN!! BUKA PINTUNYAAAA!!” teriak Nayeon nyaring, mengedor – ngedor pintu, terdengar suara tawa Sehun yang khas.

”Andwae Nunaa~ Aku harus melaporkan ini pada Hyungdeul! Yoboseo? Baekhyun Hyung? Aku punya berita bagus ..”

Nayeon yang akhirnya pasrah, kembali ke ruang santai dengan lemas. Mendapati Kyungsoo yang masih duduk melihatnya, dia duduk dan memalingkan muka , malu.

“Kau kenapa?” tanya Kyungsoo cemas, tanganya akan menyentuh Nayeon namun Nayeon menggeleng. Kyungsoo menarik  tangannya.

Waktu berjalan sangat lama karena mereka berdua terdiam. Nayeon masih sibuk meredam muka malu dan tangisnya sedangkan Kyungsoo masih berpikir di dunianya sendiri.

“Em .. Nayeon-ah” Kyungsoo mendekat ke Nayeon namun Nayeon malah kembali bergulung, menyembunyikan wajahnya.

 Kyungsoo  terkekeh pelan ”Kau malu dengan hasilnya?” tanya Kyungsoo tenang. Nayeon mengangguk pelan membuat Kyungsoo terkikik senang.

Dengan pelan Kyungsoo mendekat ke arah Nayeon dan memeluknya dari belakang, membuat Nayeon bergidik namun akhirnya dia merasa nyaman juga, nafas Kyungsoo yang terdengar di kuping Nayeon seperti alunan lagu yang merdu.

“Lee Nayeon .. menurutku Permainan TRUE LOVE itu hanya mengada – ada saja” ucap  Kyungsoo membuat Nayeon senang.

“Kau benar Do Kyungsoo , aku merasa bodoh karena TRUE LOVE itu” Nayeon terkikik senang, Kyungsoo tersenyum sambil mengeratkan pelukannya.

“Kau kan memang bodoh Lee Nayeon-“

Nayeon mengerucutkan bibirnya namun hanya sepersekian detik hilang karena mendengar ucapan Kyungsoo selanjutnya.

“Bodoh karena mencintaiku kau tahu?” Kyungsoo terkekeh pelan namun Nayeon hanya terdiam.

Jantungnya .. Jantung Nayeon sangat berdetak tidak karuan. Nayeon .. tidak pernah menyesali untuk mencintai kekasihnya ini, selama ia menjadi kekasih Kyungsoo. Sudut bibir Nayeon membentuk kurva yang sangat tulus dan dia mengeratkan pelukannya lagi.

“Jadi-“ Kyungsoo membuka mulut lagi.

 “Apa arti TRUE LOVE itu menurutmu? tanyanya membuat Nayeon harus mengerutkan dahinya untuk berpikir .

“Menurutku -Do Kyungsoo tidak usah bersiul di kupingku! Geli!”

Kyungsoo terkikik ”Maaf .. tiba – tiba saja ada part lagu di lagu EXO yang pas untukmu”

Nayeon terkejut, menyembunyikan senyumanya ”Apa itu? Coba Nyanyikan” pinta Nayeon.

Kyungsoo terbeham sedikit kemudian bernyanyi.

Non nege wanbhyok sangsanghebwasso

(You’re perfect to me , I Imagined)

Hamkkeramyon ottolka ,yeah

(How would it be if we were together?, yeah)

EXO-K WHAT IS LOVE

Nayeon tertegun setelah Kyungsoo menyanyikan part lagu itu, suara Kyungsoo dan arti dari lagu itu membuat Nayeon diam seribu kata.

Kyungsoo yang menyadari Nayeon sudah melamun karena lagu yang ia nyanyikan, dia memeluk Nayeon lebih erat dan dahunya ia sandarkan di bahu Nayeon.

“Jadi .. “ Akhirnya Nayeon bersuara dengan pelan ”Aku sempurna di matamu? Begitu?”

“Begitulah..” Kyungsoo menghembuskan nafasnya ”Aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak bertemu denganmu Namonie sayang. Meskipun kau hanya manusia biasa, kau selalu terlihat sempurna di mataku Lee Nayeon”  lanjut Kyungsoo pelan, membuat jantung Nayeon jungkir balik tidak karuan.

Nayeon menghembuskan nafasnya pelan, berusaha mengatur jantungnya yang berdetak tidak karuan ”Jujur aku juga merasa seperti itu, aku juga merasa seperti itu Do Kyungsoo-ssi. Aku masih bingung kenapa kau mau menjadi kekasihku”

Kyungsoo  tertawa pelan ”Bagaimana bisa aku melupakan cinta pertamaku Lee Nayeon?. Aku .. juga tidak tahu .. Ikatan batin setelah bertemu denganmu?”

Nayeon tertawa malu, mengingat kenangan lama  dirinya bersama Kyungsoo.

“Ngomong – ngomong , kau bertanya pandanganku tentang TRUE LOVE ya kan?”

Kyungsoo mengganguk ”Bagaimana menurutmu?”

“Permainan Bodoh” jawab Nayeon singkat membuat  Kyungsoo mengernyit ”Itu saja?”

Nayeon menggulum bibirnya ”Yep , kalu menurutmu bagaimana?”

Kyungsoo mendengus kesal ”Permainan bodoh juga , bagaimana kau bisa mendapat permainan seperti itu ha?”

 Nayeon mengembungkan pipinyakesal ”Itu dari Chanra, aku sedang bosan jadinya yah begitulah~” elak Nayeon kesal

Kyungsoo tersenyum senang, mencium wangi rambut Nayeon yang dapat membuatnya tenang ”Meskipun tidak usah menghitung seberapa erat kita Na-ya tapi .. selama aku masih bisa bernafas bersama nafasmu Na-ya, aku akan selalu mencintaimu, kapanpun”

Nayeon berusaha menahan air di pelupuk matanya setelah mendengarkan ucapan dari Kyungsoo. Bahu Nayeon mengejang keras, Kyungsoo bingung dengan tingkah Nayeon, melepas pelukan dan melihat Nayeon, bertanya dengan khawatir ” Namoni, Kau kenapa?”

Nayeon menggeleng, mengelap air mata dengan punggung tangannya ”Ani, hanya kemasukan debu” Nayeon tersenyum berusaha mengalihkan air matanya tapi Kyungsoo sudah menahan tawa.

”Ah~ rupanya terharu Lee Nayeon?” goda Kyungsoo membuat Nayeon mengerucutkan bibirnya.

“Hanya dalam mimpimu Do Kyungsoo, pergi – pergi!!” Nayeon memukul Kyungsoo dengan bantal, menyembunyikan muka merahnya tapi Kyungsoo langsung memeluknya lagi.

”Aigoo~ Kau sangat lucu kalau sedang malu Lee Nayeon. Haha” tawa Kyungsoo di sela – sela.

Nayeon berusaha mendorong Kyungsoo dari dirinya ”YA! DO KYUNGSOO! MINGGIR!!”

Tiba – tiba pintu kamar Sehun terbuka, Sehun keluar sambil memegang telponnya, menelpon seseorang.

”Ya Hyung masa tidak percaya? Nuna .. OH MY GOD!!” jerit Sehun, melihat Nayeon dan Kyungsoo dalam posisi yang ‘tidak menyenangkan.

 “Hyung? Nuna? Apa-apan kalian?” tanya Sehun tidak percaya pada Kyungsoo dan Nayeon yang masih terdiam.

“Harus kulaporkan! Harus kulaporkan!!” jerit Sehun dan langsung masuk ke kamarnya lagi. Kyungsoo dan Nayeon yang baru mengerti keadaannya langsung berlari ke arah kamar Sehun.

“YAA! OH SEHUN! ITU TIDAK SEPERTI YANG KAUPIKIRKAN!!” Kyungsoo berteriak sambil berusaha membuka pintu, hasilnya nihil , pintu terkunci.

“SEHUN-A~ NUNA MOHON BUKA PINTUNYAA!” teriak Nayeon. Terlihat jelas mimik, setengah menangis dan setengah murka . Melihat sepertinya Sehun tidak akan membuka pintu, Nayeon langsung menjambak rambut Kyungsoo dengan bengis.

”Bagaimana ini Do Kyungsoo?! Ini yang kau mau hah?” tanya Nayeon murka.

Kyungsoo hanya bisa meringis dan berusaha membuka pintu. ”Oh Sehun buka pintuny!! YAAA! LEE NAYEON SAKIT TAU!!!”

Sehun mencari kontak nama Anggota EXO lain, mendengar Kyungsoo dan Nayeon yang mulai bertengkar dengan teriakan khas mereka membuat Sehun terkikik senang.

”Haha~ Rasakan kalian~ Halo Kkamjong? Aku punya berita baru dari pasangan labil itu”

END

16 thoughts on “{Sooyeon Sheets} True Love Games

  1. miauw says:

    aaaahhhh… donut romantis bgt. ommo ommo. aku yg bacanya aja degdegan, apalagi nayeon yg ngalaminnya. kekekeke. bagus author-nim. feelnya bener” dapet. aku kebawa suasana. good job author-nim. aku paling suka sama endingnya. kekekeke… hunie nya lucu. sooyeon nya jg lucu bgt. kekekeke. bagis ceritanya.

    김혜히

  2. miaqua says:

    baca ff ini bikin q ngakak thor… lucu bgd mereka…
    apalagi bag sehun lihat sooyeon yg lagi dalam posisi tdk tepat… hahaha XD
    sooyeon y kalo romantis, romantis bgd… tapi kalo udah berantem serem amat pake bawa” pisau dapur…
    couple yg unik… lucu bgd…

  3. Zein says:

    sehun kepo banget dah …
    D.O sma nayeon mnyeramkan masa mainan’a garpu sma piso uuuuh ….
    haha v couple ini lucu bkin ngakak ◑▂◑

  4. Ama Cho says:

    hahaha ini couple tiada hari tanpa bertengkar 😀
    Sehun pengadu, dikit-dikit ngadu ke hyungnya..
    kasihan kyungsoo yang terus kena keganasan Nayeon..
    wkwkwk
    tapi seru juga..
    Jjang ^^

  5. sy_sagita says:

    Hihiihihii…bisa bnyangin do yg pendiam kalem tu,,di fiction nii gemesin bngt,,author ok bngt,,mlihat sooyeon bikin gemes,,kasian sehun,,mnjauhlah dri psangan ababil..hehhehe

  6. Ryeo Uci says:

    Haha dasar sehunn ember bener mulutnya..
    Ciee sooyeon romantis bener hihii ngomongnya sayang sayangan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s