{Sooyeon Sheets} Hello! EXO-K! Music Bank!

Tittle : {Sooyeon Sheets} Hello! EXO-K! Music Bank!

© INDAYLee Staffs

—–

Friday, 13th April 2012

EXO’S Dorm

“..Kau sakit eh , Lee Nayeon?”

Yang ditelfon, Lee Nayeon langsung bersin, mengelap hidungnya dengan tisu yang dipegangnya.

”Mungkin , badanku sedikit tidak enak .. Hasyin.” Nayeon bersin lagi setelah berkata dengan suara parau, suara khas jika seseorang sedang sakit.

“Makanya sudah kubilang kemarin jangan langsung pulang kan sedang hujan, eh .. malah kau nekat” seru suara disana tenang membuat Nayeon mengerucutkan bibir.

“YAA!! Itu juga salahmu Do Kyungsoo! Gara – gara kemarin, aku harus menerjang hujan! Hasyin~” bersin Nayeon untuk sekian kalinya membuat Kyungsoo tersenyum malu.

”Mian,  Jadi .. Kau nanti tidak ke Music Bank?”

“Nunaa~ Kau masih perawan kan? WADAUW HYUNG SAKIT!!” Sehun melengking kesakitan saat Kyungsoo mengijak kakinya keras, Kyungsoo langsung merebut Hpnya ”Nayeon-ah itu..”

“YAA! DO KYUNGSOO!! MANA SEHUN? AISH KUBUNUH DIA JIKA AKU BERTEMU DENGANNYA!!”

Kyungsoo mengernyit senang sambil melirik Sehun yang ketakutan setelah mendengar teriakan Nayeon, meskipun tidak di loudspeaker entah kenapa bisa terdengar di luar.

Sehun mencicit panik ”Arasso! Jangan bunuh aku Nuna~ Kumohon, aku belum menikah!”setelah mengatakan permintaan maaf, yang tentu saja tidak terdengar oleh Nayeon. Si Maknae penuh ‘aegyo’ itu langsung keluar dari ruang makan. Kyungsoo tertawa gembira.

“Apa yang dia katakan?”

“Kata Sehun, dia akan membunuhmu gantian setelah dia mati Nayeon-ah, huahaha” Kyungsoo tertawa keras, setelah mengubah ‘sedikit’ perkataan Sehun.

Nayeon mengernyit tidak senang “Mwo? Apa yang dia pikirkan? Jika begitu aku akan menganggu anak – cucunya nanti! Awas dia berani sekali bertanya seperti itu .. Haasyin~ Haduh , dimana tisu..”

“Ya Ampun Namonie. Sudah ke dokter?” tanya Kyungsoo khawatir, dia berjalan ke arah kamar tidurnya untuk mengambil jaket, berencana akan pergi ke Rumah Nayeon untuk mengecek Nayeon.

“Sudah ke dokter belum?” tanya Kyungsoo sekali lagi, berusaha membuka pintu kamarnya yang entah kenapa tidak bisa terbuka.

“Aniyo,  Aku sedang malas Domon~ Paling hanya minum Lemon Tea hangat saja sudah sembuh.” ucap Nayeon tenang, berusaha untuk membuat Kyungsoo tenang, tapi tidak berhasil malah kekasihnya itu mengoceh cepat.

“Jangan banyak minuman manis itu Lee Nayeon! Minum air putih saja! Aish~ Kenapa pintu ini tidak mau terbuka? Ya! Hyung! Buka pintunya!”  Kyungsoo menjauhkan Hpnya setelah dia berteriak pada leader EXO-K, Suho yang sedang duduk santai di kursi.

“Tidak bisa. Aku harus mengawasimu dengan Lee Nayeon Kyungsoo-ah~ Kudengar dari Sehun, kau .. sedang apa – apa dengan Nayeon kemarin , iya kan?” Suho bertanya dengan santai sambil tiduran di sofa, membolak – balikan halaman majalah yang sedang ia baca.

Kyungsoo langsung melempar ‘glare’ mematikanya ke arah Sehun yang berlindung di belakang kursi Suho  “Berani – beraninya kau ..”

Sehun makin bersembunyi mendengar ucapan mengerikan Kyungsoo.

”Ampun Hyung, aku harus menyampaikan apa yang telah terjadi kepada Junmyun Hyung jadi ..”

 Suho langsung memotong ”Sudahlah, Santailah Oh Sehun, tidak apa – apa” Jawaban santai Leadernya itu membuat Sehun mengangguk senang.

Kyungsoo menggeleng kepalanya, tidak ada gunanya melawan orang – orang ini. Kyungsoo kembali mendekatkan Hp ke telinganya.

“Heloo Mr? Are you there?”

Kyungsoo tersenyum kecil ”Aku disini Namonie. Kenapa?”

“Tadi kau berbicara dengan siapa? Aku tadi mendengar suara dari si Maknae jelek itu .. Siapa satunya?” tanya Nayeon penasaran.

“Oh” Kyungsoo melirik Suho yang sedang membaca majalah ”Dengan Suho Hyung, kenapa?”

“Sambungkan aku denganya Do Kyungsoo! Aku ingin mendengar suaranya! Hasyin~”

Kyungsoo mengangguk lemas, menuruti kata kekasihnya.

”Arasso, sebentar” Kyungsoo langsung berjalan ke arah Suho, Suho meliriknya, bingung.

“Telpon dari Nayeon Hyung” Kyungsoo menyerahkan Hpnya ke Suho.

Suho langsung mengambilnya ”Oh Annyeong Haseyo Ara-ya” ucap Suho gembira setelah tersambung dengan Nayeon.

Kyungsoo menghempaskan tubuhnya ke kursi dan melirik Suho yang mendengar ucapan Nayeon dengan seksama. Entah apa yang mereka bicarakan membuat  Suho tertawa gembira.

“Aigoo~ Kenapa Hyung melirik Suho Hyung dengan tidak senang?” goda Sehun, entah kapan diasudah  duduk di sebelah Kyungsoo,  menyenggol  bahu Kyungsoo.

Kyungsoo langsung bergaya untuk mencekik Sehun ”Kau berani berbicara seperti itu?”

Sehun mengganguk pelan  ”Aku berani, kan sudah kuucapkan ke Hyung” jawab Sehun polos langsung terkena timpuk bantal dari Kyungsoo.

“Sudah sana pergi! Aku bosan dengan wajahmu! Pergi!” Kyungsoo langsung menendang Sehun, Sehun terjatuh dari kursi dengan bunyi yang sangat keras.

“Hyung .. Mengapa kau begitu kejam?” Sehun mengelus pantatnya yang sakit.

”Sakit tau .. Huwee Umma~” Sehun merenggek dan pergi ke arah kamarnya. Kyungsoo mencibir setelah  mendengarkan rengekan Sehun dari kamar.

“Ya Ara? Mau bicara dengan Kyungsoo? Baik sebentar-” Suho langsung menyerahkan Hp ke Kyungsoo.

“Apa Nayeon? Eh?Apa? Kau akan sembuh jika aku menuruti satu permintaanmu?” tanya Kyungsoo terkejut setelah tersambung dengan Nayeon.

“Benar! Dan aku yakin jika kau menuruti permintaanku aku akan sembuh total Domonie!”

Kyungsoo mengernyitkan dahi, tidak percaya. ”Baiklah, Apa permintaanmu?” tanya Kyungsoo dan beberapa detik kemudian Kyungsoo melengking kaget..

“MWOO? KAU GILA NAYEON?!”

~~

Saturday, 14th April 2012

KBS Building

“Uwoo! Annyeong Haseyoo EXO .. Hasyin~” Nayeon bersin setelah dia masuk ke ruang tunggu EXO,  Kyungsoo yang sedari tadi menunggunya mengernyitkan alisnya tidak senang.

“Tuh kan .. sudah kubilang jangan kesini Lee Nayeon!! Aiyaa, Kau bisa sakit jika memakai pakaian seperti itu” celoteh Kyungsoo, melihat baju yang dikenakan Nayeon. Baju putih kebesaran jika dikenakan oleh Nayeon, legging warna – warni, tas jinjing biru yang biasa Nayeon bawa. Sepertinya tidak ada yang salah, tapi tidak benar oleh Do Kyungsoo.

“Do Kyungsoo, kenapa kau selalu cerewet sih? Siapa yang memakai baju? Kenapa kaujadi yang marah – marah sendiri? Aish!” Nayeon menggeleng – geleng pelan, tetapi dia bersin lagi.

 “Aigoo~ Apa ACnya terlalu besar eh?”

“Bukan begitu Lee Nayeon sayang, tapi kan kau sedang sakit paling tidak pakailah jaket dan AC ruangan ini tidak dapat dipindah-pindah. Nih pakai!” Kyungsoo menyampirkan kostum jaket hitamnya yang akan ia pakai saat stage  ke Nayeon.

”Pakai! Jangan dilepas!” perintah Kyungsoo membuat Nayeon menggembungkan pipinya ”Arasso! Diamlah Do Kyungsoo-ssi”

“Aiyaa~  Datang – datang sudah bermesraan. Jadi ingin punya pacar nih~, menurutmu Chanyeol-ah?”

Nayeon dan Kyungsoo melirik ke Baekhyun yang sedang bertanya kepada seseorang. Yang ditanya, Chanyeol , duduk di kursi ruang tunggu, mengangguk cepat.

”Geurae~ Hyung sepertinya kita harus mencari pacar! Kita kan sekarang sudah terkenal jadi akan lebih mudah! .. AAA! APPA!” Chanyeol melengking kesakitan, mengusap kepalanya yang terkena lemparan sepatu Nayeon.

Nayeon memasang muka polosnya ”Eung?Apa sakit Park Chanyeol-ssi?”

Chanyeol mengusap kepalanya, merintih kesakitan ”Kau tidak pernah tau bahwa lemparanmu dapat  membuat orang gegar otak Na-ya? Sekali – kali kau harus mencobanya sendiri” kesalnyanya kepada Nayeon sudah duduk disebelahnya.

”Oh, Berarti sakit ya Chanyeol-ssi? Eung Mian~ Sini kuobati” Nayeon ingin memeriksa kepala Chanyeol Chanyeol, namun Chanyeol langsung berkelit.

”Tidak akan pernah Na-ya! Aku sudah tau kedokmu!” jerit Chanyeol ngeri, membuat seisi ruang tunggu tertawa.

 “Nayeon-ah bukannya kata Kyungsoo kau sakit?”

Nayeon menoleh ke arah suara yang menainya yang ternyata adalah Kai. Kai sedang duduk di kursi rias.

“Aniyo, Aku merasa baikan, lagi pula aku belum pernah melihat live MAMA. Yah,  jadi kuputuskan kesini Kkamjong-ah~”

Kai mengganguk ”Bukan untuk melihat Damonie yang menawan?”

Nayeon langsung menggeleng mendengar pertanyaan Kai.

“Untuk apa aku melihat Orang Besar Kepala itu? Lebih baik aku melihat Ho Oppa~ Oh, ngomong – ngomong mana dia?”

“Mencariku?” Nayeon menoleh, dia menggerang kecil saat dia terantuk benda keras yang seingatya tidak ada sebelumnya.

”Ya! Apa itu?”

“Gelas Mrs. Namon. Kau harus minum obat jika ingin melihat Junmyun Hyung, bukan orang yang besar kepala yang sering kau elu-elukan itu”

Nayeon mengadah mendapati Kyungsoo yang memegang  segelas air putih.

“Shireo! Aku tidak suka minum obat!” tolak Nayeon, menghindari tatapan mata Kyungsoo.

“Harus Lee Nayeon! Kalau tidak, aku tidak akan mengabulkan permintaanmu!” Nayeon mengerucutkan bibir mendengar ancaman Kyungsoo.

“Arasso..arasso. Bagaimana kau selalu bisa mengancamku? Mana obatnya? Sini kuminum!” Nayeon mengambil gelas dan obat yang diberikan Kyungsoo. Tanpa memandangnya dia langsung meminum obatnya.

”Huee~ Aku paling tidak suka obat!” keluh Nayeon

“Mengapa hanya Do Kyungsoo yang dapat menjinakan Lee Nayeon? Sedangkan kita?” teriak Baekhyun penuh sengsara, memutar kursi riasnya dan mengadahkan kedua tangannya.

 “Kenapa kita yang selalu jadi korban mereka? Mengapaa~”

“Hyung, jangan terlalu berlebihan..” ucap Kyungsoo tenang, duduk diseberang Nayeon.

“Aku bukan lebay Kyungsoo-ah. Tapi ini memang kenyataan. Memang seperti dalam cerita, seorang Raja Iblis hanya dapat mengatur Ratunya, begitu sebaliknya. Iya kan?” tanya Baekhyun dengan suara pura – pura mendramatisir.

Nayeon memutar bola matanya dan menatap Kyungsoo ”Sudahlah tidak usah dijawab Domonie~ Sepertinya obatnya sudah habis”

Kyungsoo langsung mengganguk ”Geurae, Sepertinya aku harus meminta Manajer Hyung untuk membelikan dia obat lagi”

~~

Hana ..

Dul ..

Set..

 Nayeon tersenyum cerah dengan mengangkat tangannya membentuk tanda ‘peace’ mark. Begitu juga yang dilakukan oleh sebelahnya .

‘CKRIK’

“Aiyaa choaa~” Nayeon langsung menghampiri Kyungsoo yang memotretnya dengan seseorang. Orang yang menjadi salah satu objek foto, tersenyum simpul mendengarkan girangan Nayeon setelah hasil foto keluar dari Kamera Polaroid Nayeon.

“Aaa,  Nomu Nomu Gamsahamnida JR-ssi~”  Nayeon membungkuk badannya. JR, objek salah satu di foto, juga ikut membungkuk.

”Gwenchana, aku malah senang jika difoto bersama fans cantik seperti anda”

Nayeon terkikik senang ”Aa~ begitu? Jadi aku boleh meminta foto lagi? A! Kenapa kau selalu menganggu sih?” Nayeon melirik sambil meringis kesakitan ke Kyungsoo yang memasang muka tenang,

”Wae? Kenapa lihat – lihat?”

Nayeon mencibir ”Seharusnya aku yang bilang begitu Do Kyungsoo”

“Diamlah Lee Nayeon jika kau ingin berfoto dengan artis lainnya” desis Kyungsoo pelan membuat Nayeon menggerutu .

JR, menganruk pipinya pelan, bingung dengan kejadian didepan matanya.

”Ah maaf, tapi apa kalian mempunyai hubungan spesial?” Akhirnya JR membuka mulut, melontarkan pertanyaan yang sudah dari tadi gatal untuk tidak diucapkan. Nayeon dan Kyungsoo langsung membulatkan matanya.

“Aniyo JR-ssi. Kami hanya berteman. Iya kan Do Kyungsoo?” elak Nayeon cepat, menyenggol bahu Kyungsoo.

“Geurae, kami hanya teman Jonghyun-ssi. Masa aku mau berpacaran dengan Singa buas sepertinya? AISH SAKIT LEE NAYEON!” lengking Kyungsoo karena Nayeon menginjak kakinya.

JR tertawa pelan ”Oh, Jadi begitu?”

 Nayeon dan Kyungsoo mengganguk cepat. Nayeon bertanya pelan ”Kenapa kau bisa berpikiran bahwa kami mempunyai hubungan spesial, JR-ssi?”

“Ah” JR berpikir untuk memikirkan kata yang tepat ”Soalnya anda sepertinya memakai jaket yang pernah kulihat untuk Do Kyungsoo sunbaenim jadi..Aku memikirkan bahwa kalian ber..” mendengar jawaban JR.

Nayeon menyela cepat ”Bukan begitu.. Tadi aku memintanya untuk meminjamkan jaket karena suhu ruangan ini sungguh dingin. Benar kan Do Kyungsoo-ssi?” tanya Nayeon menoleh ke arah Kyungsoo.

Kyungsoo bergidik melihat tatapan seram dari Nayeon sebelum menjawab dengan terbata-bata ”Be..nar.. Benat sekali!!.”

JR mengangguk paham ”Oh begitu”

“Jadi.. boleh aku bertanya? Dimana Anggota yang lainnya? Aku ingin berfoto dengan mereka .. Aiyaa~ Ada apa lagi sih?”

Kyungsoo berdesis di telinga Nayeon ”Jagalah sikapmu Lee Nayeon” Nayeon menggangguk ogah – ogahan.

“Mereka sedang diluar, menyapa para Sunbaenim. Mau kupanggilkan mereka, Lee Nayeon?” tawar JR yang langsung dibalas dengan anggukan Nayeon ”Geurae,  Jika bisa tolong .. AH! Tidak usah JR-ssi, tidak usah repot-repot”

JR mengernyit heran melihat Nayeon yang merubah permintaannya. JR tersenyum menahan tawa karena melihat Nayeon yang menggosok – gosok pinggangnya, rupanya dia habis dicubit oleh Kyungsoo sunbaenim. pikirnya geli.

“Benarkah? Padahal aku ingin menelpon mereka…” tawar JR, memperlihatkan Hpnya pada Nayeon.

Nayeon, mempedulikan  tatapan Kyungsoo, langsung mengganguk ”Ne .. Gomawo  JR-ssi”

~~

“Gamsahamnida” ucap Nayeon berseri–seri kepada member Nu’est didepannya. Member Nu’est balas tersenyum.

“Mohon untuk terus mendukung kami Lee Nayeon” pinta Minhyun, Nayeon mengganguk dan terseyum lebar.

“Tentu saja! Aku adalah fans Pledis sejati! Jadi aku akan selalu mendukung kalian!” Member Nu’est tersenyum lebar berbeda dengan Laki – laki dibelakang Nayeon, Kyungsoo. Kyungsoo menghela nafas kesal  karena semua yang dikatakan Nayeon.

Tiba – tiba pintu ruang tunggu Nu’est terbuka ”Nu’Est!! 10 menit lagi tampil!! Bersiap!!” perintah Produser, kompak Member Nu’Est langsung mengganguk.

JR menghela nafas kecewa ”Kami harus segera bersiap. Kami mohon maaf jika ..”

 Nayeon menggeleng, mengerti ”Gwenchana, aku sebenarnya yang salah menggangu kalian. Sekarang kalian harus bersiap dan tunjukan penampilan kalian yang terbaik!!” semangat Nayeon.

“Jika bisa kalahkan EXO .. Upps maaf Do Kyungsoo-ssi~” Nayeon mengerling geli kepada Kyungsoo, Kyungsoo menghindari tatapan Nayeon membuat Nayeon terkekeh kecil.

“Kami permisi dulu. Nu’Est FIGHT!” semangat Nayeon sekali lagi sebelum ia membuka pintu, pergi bersama Kyungsoo.

Ren berdecak pelan ”Hyung.. Aku senang punya fans seperti itu. Tapi yang sedari tadi membuatku bingung, fans itu .. Lee Nayeon bukan? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu disekolah..” pikir Ren, menggaruk tengkuknya, bingung.

JR mengangguk ”Benar, jika kau tahu Ren .. bahwa Lee Nayeon itu adalah teman seangkatan kita”

“MWOO?”

~~

“Aiyaa~ Mereka semua terlihat tampan!”

 Kyungsoo menghela nafas kesal mendengar Nayeon yang asyik melihat hasil cetakan foto dan mengelu – elukan mereka, Nu’Est, berkali – kali seperti ..

“Aku yakin bahwa Nu’Est akan lebih terkenal daripada EXO”

“Domonie, Kamu melihat JR tidak? Wah ternyata dia lebih berisi daripada kamu”

“Lee Nayeon, STOP!” perintah Kyungsoo disela Nayeon mengelukan mereka lagi ”Kau tahu? Ren suaranya lebih bagus daripada kamu Domonie say-”

“Wae? Kenapa harus berhenti?” kesal Nayeon, menolak pinggangnya dan mengernyitkan dahi

”Kenapa harus berhenti?” tanya Nayeon sekali lagi.

Kyungsoo menghela nafas kesal ”Aku pusing karena dari tadi ditelingaku hanya terdengar ‘Nu’Est lebih keren..’ atau ‘JR lebih..’ dan sebagainya itu Na-ya!” jelas Kyungsoo cepat, membuat Nayeon tambah kesal.

“Kenapa? Boleh – boleh saja karena aku fans mereka .. Hasyin~ Ya! Kenapa bersin lagi sih?”

Mimik Kyungsoo berubah menjadi khawatir ”Kau tidak apa – apa Lee Nayeon?”

Kyungsoo menempelkan tangganya ke dahi Nayeon, sedikit panas  “Demamu sepertinya kembali Na-ya! Mau ke rumah sakit?” tawar Kyungsoo khawatir, Nayeon mengangkat alisnya.

“Rumah sakit? Shireo! Aku ingin melihat MAMA!” tolak Nayeon mantap.

”Ayo kita ke ruang tunggu! Pasti mereka mencarimu disana!”

~~

“Nayeon-ah! Aku mohon kamu mendandani Kyungsoo! Aku akan mengurusi Sehun, coordinya ijin karena Appanya sakit! Aku mohon!” Nayeon mengganguk paham ”Aku mengerti Eonni”

Cha Nuna tersenyum,  memegang erat bahu Nayeon sebelum pergi meninggalkan Nayeon.

Nayeon melirik Kyungsoo yang sudah duduk terdiam di kursi penata rias  ”Hah~ Kenapa harus aku?”

“Jika tidak mau aku bisa melakukannya sendiri Lee Nayeon” balas Kyungsoo dingin, Nayeon mengerucutkan bibirnya  “Tidak bisa, aku sudah dipercayai oleh Cha Eonni. Eung~ Mana yang lebih dulu? Bedak atau krim?”

“Krim Lee Nayeon, baru bedak” Nayeon mengganguk paham, dia menggambil Krim itu.

”Ayo! Tutup matamu!” perintah Nayeon dan Kyungsoo menurutinya. Nayeon membuka tutup krim itu dan mengaplikasikannya ke wajah kekasihnya.

Nayeon tertegun tidak percaya, menahan nafas. Bagaimana wajah orang ini dapat sangat lembut? Nayeon menggeleng, mengabaikan pemikiran aneh itu, menarik nafas dalam dan kembali melanjutkan.

“Ayayay, Rupanya Lee Nayeon-ssi dapat terpana dengan kulit Do Kyungsoo”

Nayeon menoleh ke sebelah, mendapati Baekhyun yang sedang dirias, dia melirik agar bisa melihat Nayeon dan cengiran nakalnya terpatri diwajahnya.

Wajah Nayeon berubah merah padam ”Bacon! Diam!” desis Nayeon pelan agar tidak terdengar oleh Kyungsoo.

 Baekhyun terkekeh senang ”Tenang saja aku tidak akan..”

“Byun Baekhyun diamlah! Aish~ Kenapa kau tidak dapat diam sih?!” Baekhyun langsung terdiam mendengar bentakan dari Cordinya.

Nayeon terkekeh pelan ”Rasakan itu Byun Baekhyun!”

Masih terkikik pelan, Nayeon kembali mengaplikasikan krimnya dan melapisinya dengan bedak. Kyungsoo, entah kenapa, selalu terdiam tidak seperti biasanya. Menikmati sentuhan Nayeon mungkin?

Bagian terakhir, Nayeon menelan ludahnya pelan.

”Kenapa harus begini?” keluh Nayeon pada .. pelembab bibir?

Kyungsoo yang mendengar keluh Nayeon, membuka satu matanya ”Ada apa?”

Nayeon menggeleng , tersenyum gugup “Ani.. gwenchana”

Kyungsoo mengangkat kedua bahunya pelan dan kembali menutup mata. “Ayo! waktu kita tidak banyak”

Nayeon menelan ludahnya pelan, menutup matanya  “Ayo Nayeon! Hanya memegang bibirnya dan foila~ Selesai!.

 Nayeon mengangguk mengerti dan mendekat ke wajah Kyungsoo. Melalui matanya, Nayeon menelusuri wajah Kyungsoo dari dekat. Dia menghela nafas kecil,  bagaimana dapat sedekat ini?

“Lee Nayeon, cepatlah!”

Nayeon tersenyum, benar, mereka terburu waktu. Nayeon memberanikan diri memegang dagu Kyungsoo, dengan bayaran semua tubuhnya merinding pelan, menekan bibir Kyungsoo pelan dengan pelembab bibir yang ia pegang.

Sampai – sampai Nayeon harus menahan nafas agar Kyungsoo tidak terbangun! Nayeon meneruskan pekerjaanya dengan teliti, setiap bagian dia oleskan. Dan juga mengatur degup jantungnya yang sudah memburu cepat..

“Selesai!” seru Nayeon gembira, menggembalikan pelembab bibir ke tempatnya.

 “Ayo bangun Do Kyungsoo!” perintah Nayeon dan Kyungsoo membuka matanya pelan.

“Bangun pemalas! Aku mau memakaikan aksesoris padamu” Nayeon menarik Kyungsoo agar berdiri dan segera memakaikan aksesoris untuk Kyungsoo. Cincin EXO, gelang, dan terakhir kalung berwarna hitam.

Nayeon terkekeh geli melihat kalung hitam panjang yang ia pegang ”Kau benar akan memakai ini Do Kyungsoo?” tanya Nayeon sanksi, memperhatikan kalung itu dengan seksama.

Kyungsoo mengernyitkan dahinya “Geurae! Tentu saja!”

Nayeon tertawa kecil mendengar suara tegas dari kekasihnya ”Oke! Baiklah!” Nayeon memakaikan kalung di leher Kyungsoo dan membantu memakaikan jaket hitam Kyungsoo.

“Wuah kau terlihat hebat~” ucap Nayeon tidak percaya, melihat pantulan Kyungsoo di cermin.

Kyungsoo nyengir lebar “Tentu saja! Aku adalah lelaki paling tampan sedunia!” ucap Kyungsoo dengan nada percaya diri yang sangat tinggi dan ditambah dengan merapikan poninya. Perut Nayeon tambah melilit lagi saat Kyungsoo juga mengedipkan mata kepadanya, ekspresi genit dan menggoda (._.)

PLETAAK!

 “Ya!” Kyungsoo merintih kesakitan sambil mengelus kepalanya, matanya melempar glare mematikan kepada kekasihnya yang sudah bertolak pinggang, juga memandang kejam balik kepadanya “Ya! Lee-“

“Ya!” teriak Nayeon, memotong perkataan Kyungsoo. “Kau ini besar kepala sekali sih!” Kyungsoo memberengut kesal dan berbalik arah menghadap cermin lagi. Entah kenapa.. dia malas bertarung dengan kekasihnya lagi.

Pertama Nayeon mengangkat alisnya, bingung dengan sikap kekasihnya. Biasanya dia selalu menjawab dengan nada tidak terima.. Lah sekarang? Dia malah diam dan mencuekin Nayeon. Namun akhirnya Nayeon tersenyum geli melihat wajah Kyungsoo yang memberengut, kemudian dia menarik Kyungsoo agar berdiri dihadapannya sehingga jarak mereka berdua menjadi lebih tipis.

“Do Kyungsoo” Nayeon berkata pelan sambil membetulkan bagaian depat jaket Kyungsoo.

”Kau marah yaaa?” Kyungsoo tetap bergeming terhadap pertanyaan Nayeon. Nayeon terkikik karena Kyungsoo memberikan tatapan dingin padanya.

“Yee gitu aja marah. Ayo senyum-senyuum..” Nayeon masih memberikan aksi senyam-senyum sendiri. Akhirnya dia memberengut kesal sendiri karena kekasihnya tidak menanggapinya.

“Hey, masa begitu saja maraah” kesal Nayeon sambil mencubit hidung kekasihnya pelan. Kyungsoo malah memasang senyum mengejek ke arah lain.

“Aku memang marah, kenapa?” ucap Kyungsoo akhirnya, melempar tatapan dingin lagi ke gadisnya itu, Namun tidak disangka Nayeon malah memberikan senyum yang sangat disukai oleh Kyungsoo.

“Do Kyungsoo.. Seeing is believing you know?”

“Disaat aku melihatmu, aku juga akan berusaha memahamimu-“

Kyungsoo terdiam, menatap mata coklat didepannya lekat-lekat.

“Aku tetap senang kau apa adanya. Kau harus tahu itu-“

Senyum kecil Nayeon membuat Kyungsoo juga ikut-ikutan mengangkat ujung bibirnya.

“Baiklah.. Seeing is believing..” bisik Kyungsoo pelan membuat Nayeon mengangguk kecil, setuju.

“Jadi.. jangan bersikap seperti itu oke?” Nayeon menjulurkan kelingkingnya ke Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum kecil sebelum menyambut tanda perjanjian dengan kekasihnya.

“Maafkan aku” Kyungsoo mengecup singkat kepala Nayeon dan memeluknya dengan cepat.

“Maafkan aku..” Kyungsoo berbisik dengan nada penuh bersalah. Yeah, dia harus minta maaf karena sikapnya yang sangat kekanak-kanakan tadi. Dia.. harus segera merubah diri.. Dia harus belajar menjadi dewasa. Kyungsoo tersenyum kecil karena merasa Nayeon, di dalam pelukannya, mengangguk pelan. Hatinya merasa lega karena Nayeon sudah memaafkannya.

“Eciyeeee~”

Nayeon dan Kyungsoo langsung menoleh cepat ke sumber suara. Mereka mengangga kecil, terkejut karena.. semua pasang mata ke arah mereka berdua. Apalagi ditambah dengan suara isakan seseorang yang mungkin tersentuh karena adegan mereka? (.__.)

“Eciyee~” teriak mereka sekali lagi. Nayeon merasa pipinya bersemu merah karena perasaan malu yang berluap-luap. Dia berusaha menarik dirinya keluar dari pelukan Kyungsoo namun Kyungsoo malah memeluknya lebih erat.

“Biarkan begini..” ucapan pelan itu sukses membuat Nayeon mebulatkan matanya.

Nayeon mengadah dan dilihatnya Kyungsoo, memasang mimik serius. Tunggu.. mimik serius? (.__.)

“Kyaaaa!!”

“Hyung! Cepat rekam! Mereka pasti akan melakukan-”

Teriakan itu semakin menjadi-jadi karena Kyungsoo makin mendekatkan wajahnya ke Nayeon. Sampai-sampai Nayeon bisa merasakan hela pelan nafas Kyungsoo.

Tidak bisa begini! Pikir Nayeon cepat. Yang benar saja first kiss mereka harus dilihat oleh semua orang? Tidak bisa! Nayeon harus menghentikan semuanya.

Namun tidak ada ide yang bisa dipikirkan di kepalanya. Karena sekarang pikirannya terfokus terhadap mata yang tambah mendekat ke arahnya. Apalagi sekarang hidung mereka berdua sudah mulai bersentuhan.

‘Bagaimana ini?’ pikir Nayeon panik! Dia harus segera menghentikannya sebelum Kyungsoo melangkah yang lebih jauh!

Tanpa Nayeon sadari bahwa dia menyenggol kaki Kyungsoo. Kaki? Sepertinya Nayeon mempunyai akal!

“WADAUW!”

Kyungsoo melompat jauh ke belakang sampai- sampai tertubruk dengan kursi rias, karena kakinya diinjak keras oleh Nayeon.

“Ya! Lee Nayeon!-“

“Do Kyungsoo! MATI KAU!-“

END

Advertisements

12 thoughts on “{Sooyeon Sheets} Hello! EXO-K! Music Bank!

  1. miauw says:

    aduh… gak malu apa sooyeon romantis gitu di dpn banyak orang?. aku sama baekhyun aja gak pernah u,u
    kekekeke. johayo author-nim. mimpi bgt kayanya bisa jadi nayeon. ketemu nuest. ommo ommo >.<
    ide ceritanya bagus, feelnya dapet. good job author-nim. kalau donut gk jadi cium nayeon, aku aja deh yg di cium *3*

    김혜히

    • indaylee says:

      Berani lah~ mending didepan umum daripada dibelakang gitu (.__.) Malah tambah parah pasti nyahaha xD

      Cium aja si Soo cium, nanti Beiken juga aku cium loh :p wakakak
      Regards Zi

  2. sy_sagita says:

    Hhahahah..kasian yeol dilempar spatu,,cepat smbuh ya nayeon,,hahhahah..kiss.nya gagal…joahhh..nayeon jjang,,hahahha…

  3. Ryeo Uci says:

    Hahaa nayeon y ampunn padahal kesempatan tuh dpt ciuman dr D.o.. eh(?)
    Ecieee so soan g mau tuh
    D.o bener2 g liyat situasi y hahaha
    Asal nyium nayeon d depan umum 😁

  4. Hyorim says:

    kalau punya pacar idol mungkin jg akan sprt nayeon.
    memanfaatkan pacar uat ketemu idol lain.
    tp kan gak jg peluk cium di ruang tunggu EXO
    hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s