[KaiNa Piece] Thank You…

Title     : Special Gift

Author : Ima (@bling0320)

Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee)

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs

 

[KaiNa Piece] Thank You..

June 28th, 2012

05.45 PM KST

Hana menghempaskan tubuhnya yang sudah hampir remuk ke atas sofa ruang tengah. Ia menengadahkan kepala dengan bersandar pada sandaran sofa lalu memejamkan kedua matanya. Kegiatan ujian tengah semester di sekolahnya benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Tidak ada yang ingin dilakukannya lagi selain tidur untuk sekarang. Bahkan untuk sekedar mengabari Kai pun, ia tidak sanggup.

Hana baru saja membuka matanya ketika langsung terlonjak kaget karena wajah Kai berada di atas wajahnya. Jarak yang tidak terlalu dekat, namun berhasil membuat jantung Hana berlomba-lomba. Laki-laki itu kembali memundurkan wajahnya, tertawa pelan lalu mengambil tempat duduk di sebelah Hana.

“Dasar licik. Kau bisa seenaknya masuk karena tahu password apartemenku, tapi aku tidak boleh tahu password dorm EXO,” Hana mendecak sebal seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Keurae. Aku tidak bisa sembarangan memberi tahu password dorm, Han-ah,” balas Kai, ikut melipat kedua tangannya di depan dada lalu duduk bersila di atas sofa menghadap gadis itu.

“Ada apa ? Aku mau tidur, kkamjong,” tanya Hana seraya melepas tas ransel sekolahnya dan menaruhnya di atas karpet.

“Tidur apa ? Ini masih sore, Han-ah. Kau tidak makan malam dulu ?” Kai mencoba membuat nada bicaranya serendah mungkin, agar tidak terkesan peduli.

Hana menggeleng pelan, “Aku malas membuat makan malamnya. Seharian harus menghadapi soal-soal ujian, apalagi soal keramat itu. Anhi, aku mau tidur saja. Kau pulang sana,” titah Hana, mendorong bahu Kai dengan kedua tangannya agar laki-laki itu bangkit dari sofa.

“Ya ! Kau mengusirku ?!” pekik Kai seraya berdiri di samping sofa. Menatap kesal ke arah gadisnya.

Ne. Pulang saja sana~,” Hana menghiraukan tatapan kesal Kai kemudian ikut bangkit dari sofa. Berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.

“Kau tidak mau mengatakan apa pun ?” tanya Kai, bernada meyakinkan.

Hana yang tengah memegang botol air dingin itu pun berbalik. Menghadap Kai yang sudah berdiri di dekat meja makan dengan kedua alis berkerut. Hana menggeleng polos lalu meneguk air putih itu langsung dari botol.

“Astaga. Gadis macam apa yang minum dari botol seperti itu,” ujar Kai meremehkan. Hana menurunkan botol itu dari mulutnya kemudian mencibir.

“Gadis yang disukai seorang Kim Jongin, visual EXO. Puas ? Kubilang juga pulang sana, aku mau tidur, kkamjong,” Hana melewati Kai begitu saja sembari menghentakkan kedua kakinya dengan kesal. Merasa terganggu dengan kehadiran kekasihnya, karena ia tidak bisa langsung merasakan kasur yang empuk di dalam kamar.

Kai menghela napas panjang kemudian mengikuti langkah Hana ke ruang tengah, “Yakin kau tidak mau mengatakan apa pun ?”

“Sekarang sih belum ingat. Nanti saja, aku tidak bisa berpikir sekarang,”

Kai menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Hana tidak ingat untuk sekedar mengucapkan terima kasih, ketika ia sudah rela menghabiskan uang di Inggris membeli  sweater, sneakers, dan celana untuk gadis itu ? Tidak. Bukan tidak rela membelikan oleh-oleh untuk kekasihnya, hanya saja ia merasa aneh karena Hana tidak bisa mengingat ucapan terima kasih.

“Aku pulang, Han-ah,” Kai membalikkan tubuhnya kemudian berjalan menuju pintu apartemen Hana. Mungkin dengan melakukan hal lainnya, ia bisa membuat Hana mengingat untuk mengungkapkan rasa terima kasih pada orang lain.

***

Suasana dorm selalu ramai seperti biasanya. Kai menutup kedua telinganya saat melangkah masuk ke dalam dorm. Baekhyun dan Chanyeol sibuk berkaraoke di ruang tengah, sementara Sehun hanya menjadi penonton kegiatan duo crazy virus itu sambil sesekali ikut bernyanyi dan tertawa. Sedangkan Kyungsoo terlihat sibuk membuat makan malam di dapur bersama Suho. Karena tidak ada jadwal apa pun selama beberapa hari ini setelah pulang dari Inggris, Baekhyun dan Chanyeol semakin menggila untuk menghabiskan waktu. Salah satunya dengan berkaraoke seperti itu. -__-

“Bagaimana keadaan uri dongsaeng ?” tanya Suho seraya memperhatikan Kai yang tiba-tiba memasuki dapur dan melihat makanan di dalam yang tengah diaduk-aduk oleh Kyungsoo.

“Baik. Dia baru pulang sekolah, hyung,” Kai kembali memperhatikan sup ginseng ayam dan rabokki yang sudah hampir matang itu, “Boleh aku bawa sedikit ke apartemen Hana ? Aku mau makan disana,”

“Ciee, makan malam berdua,” ejek Sehun dari arah ruang tengah. Kai tertawa pelan lalu memutar bola matanya pada sang magnae.

“Ya !” seru Kai sontak membuat Sehun kembali menghadap Baekhyun dan Chanyeol –yang ternyata tengah memperhatikannya juga.

Aigoo~. Tidak usah malu, kkamjong. Kami mengerti !” ujar Chanyeol dengan mic seraya mengangkat ibu jarinya ke udara.

Kai tersenyum miring kemudian bergegas mengambil kotak bekal di dalam lemari dapur. Tepat setelah Kyungsoo mematikan kompor, ia memasukkan seperempat bagian ayam serta air kaldunya ke dalam kotak bekal. Dengan kotak bekal lain, ia juga memasukkan rabokki buatan Suho ke dalamnya. Karena masih sangat panas, Kai tidak menutup dengan rapat kedua kotak bekal itu.

Hyung, aku ke apartemen Hana lagi, ya,”

Kepergian Kai ditatap kagum oleh kelima member EXO K lainnya. Terutama Baekhyun yang mengiringi kepergian Kai dengan bernyanyi lagu Angel –tanpa background music dan bernada lebih lembut. Sehun dan Chanyeol menahan senyumnya, merasa geli karena Kai tiba-tiba bersikap manis seperti itu. Sepertinya rencana awal mereka –untuk menjodohkan mereka sudah mencapai tahap berhasil. Proses dua bulan yang dijalani oleh Kai dan Hana, sepertinya semakin menguatkan perasaan keduanya.

***

“Han-ah,” panggil Kai ketika melangkah memasuki apartemen Hana lalu meletakkan kedua kotak bekal itu ke atas meja makan.

Kai berjalan menuju bagian ruang tengah dan tidak menemukan gadis itu di mana pun. Suasana apartemen yang sangat sepi, membuat Kai berpikir bahwa mungkin Hana benar-benar sudah tertidur. Namun kemudian pikirannya itu buyar ketika melihat Hana keluar dari dalam kamar. Dengan piyama bergambar tokoh naga dalam serial kartun pororo.

Dengan suara tawa khasnya, Kai menertawakan Hana yang tengah berdiri di hadapannya sekarang. Kedua mata gadis itu terpejam erat dan hanya terbuka sebentar untuk melihat sosoknya di sana. Kai segera menempelkan jarinya pada kedua mata gadis itu lalu membukanya secara paksa.

“Kau sangat menyukaiku, ya ?” tanya Kai penuh percaya diri. Hana menepis tangan Kai dengan pelan lalu menatap laki-laki itu dengan mata setengah terbuka.

“Jangan bermimpi, kkamjong,” jawab Hana malas.

“Piyamamu, Han-ah. Kau lupa aku pernah meniru suara tokoh naga ini di radio Shim shim tapa ? Eiish, jangan bilang kau langsung membeli piyama ini setelah aku tampil di radi –Ah ! jangan mencubitku !” Kai memekik pelan karena cubitan Hana mendarat di lengan atasnya. Namun Kai masih saja tersenyum mengejek pada gadis itu.

“Piyama ini sudah ada di lemariku sejak lama, tahu ? Kau percaya diri sekali sih,” balas Hana seraya membuka kedua matanya lebih lebar, “Ada apa datang lagi ? Aku belum ingat apapun sekarang,”

Kai menunjuk arah meja makan, diikuti tatapan Hana pada dua tumpuk kotak bekal berwarna hijau itu, “Masih banyak sisa makanan di dorm. Joonmyun hyung menyuruhku membawanya kesini,” jelasnya. Dengan sangat berkebalikan pada kenyataan yang ada bahwa ia memang sengaja membawa makanan –yang bahkan baru matang itu ke apartemen gadisnya.

“Ah, jinjja ?!” kedua mata bulat itu terbuka lebar. Dan tanpa menunggu Kai berbicara lagi, Hana segera berjalan cepat menghampiri meja makan. Memeriksa makanan yang baru saja dibawa oleh Kai.

“Waah, ini buatan Kyungsoo oppa ‘kan ? Pasti enak,” ujar Hana seraya terkekeh pelan lalu menarik salah satu kursi untuk duduk, “Kkamjong, tolong ambilkan sendok dan sumpit di dapur,” rajuknya.

Kai yang masih memperhatikan Hana dari arah ruang tengah pun berjalan dengan malas ke dapur. Mengambil dua pasang sumpit dan sebuah sendok. Ia pun kemudian ikut duduk di meja makan bersama Hana. Hana bergegas merebut sendok di tangan laki-laki itu dan bersiap mencoba air kaldu sup ayam ginseng itu sebelum Kai tiba-tiba berseru dengan cukup kencang.

“Hati-hati ! Itu masih panas, bodoh,” Kai menggelengkan kepala lalu menarik kotak bekal itu sedikit menjauh dari Hana.

“Katanya ini makanan sisa. Kenapa masih panas ?” tanya Hana polos.

Kai terbatuk pelan kemudian kembali mendorong kotak bekal itu ke hadapan gadisnya, “Tadi aku menghangatkannya dulu. Dwaesseo, kau makan saja,”

“Aah, neo jinjja jjang-iya,” balas Hana dengan bernada lebih manja kemudian segera menyuapkan air kaldu sup ayam ginseng itu ke dalam mulutnya. Walaupun hanya makanan biasa seperti itu, Kyungsoo patut diancungi jempol karena bisa memuaskan dirinya dan kelima member EXO K dengan kemampuan memasaknya.

Rasa lapar yang sempat dirasakan oleh Kai itu menguap entah kemana. Ia tidak merasakan lapar lagi ketika melihat Hana makan dengan lahap seperti itu. Melihat gadisnya sudah cukup mendapat asupan makanan pun, ia sudah merasa lega. Tinggal sendirian di Korea tanpa ada keluarga dekat –terkecuali satu-satunya sepupu jauh itu pun, terkadang membuat Kai sedikit khawatir. Jika ia sedang sangat sibuk dan sering pergi keluar negeri, pikirannya selalu dipenuhi dengan gadis itu. Bagaimana ketika Hana tidak bisa makan malam karena terlalu kelelahan setelah belajar seharian seperti hari itu.

“Uhuk uhuk. Ya! Cep –hat ambilka –uhuk minum !” suara rintihan Hana –karena tersedak itu berhasil menarik lamunan Kai.

Aish, jinjja. Makan saja kau masih tetap ceroboh,” cibir Kai seraya berjalan cepat menuju dapur, menuangkan sebotol air dingin pada gelas dan kemudian kembali ke meja makan dengan cepat juga.

Hana segera merebut gelas itu lalu meneguk isinya hingga habis. Meredakan rasa panas di tenggorokannya karena tersedak rabokki yang ternyata cukup pedas itu. Ia menatap Kai dengan kedua mata yang sedikit buram karena tergenangi air mata.

Gwenchana ? Kenapa kau tiba-tiba diam seperti ini ?” tanya Kai khawatir, melihat Hana diam dengan mulut setengah terbuka dan mata yang berkaca-kaca.

“Tenggorokanku sakit, kkamjong,” Hana mengusap lehernya kemudian meringis pelan.

“Mau kuambilkan minum lagi ?”

Hana mengangguk pelan lalu menyerahkan gelas yang masih berada di genggaman tangannya pada laki-laki itu. Melihat Kai yang kembali berjalan menuju dapur, Hana segera mengulas senyum geli. Tenggorokannya tidak sakit sama sekali. Hanya terasa sedikit perih karena tersedak dan bahkan kini sudah tidak terasa apapun lagi. Ia hanya ingin menjahili Kai dengan berpura-pura sakit. Dan terlihat sangat jelas bahwa laki-laki itu khawatir padanya sekarang. Mimpi apa ia semalam, Kai bersikap manis padanya malam ini.

“Di dorm ada obat untuk sakit tenggorokan. Mau kuambilkan juga ?” Kai kembali berjalan ke arahnya dengan segelas penuh air.

“Tidak usah. Aku habiskan makanan ini, ya ?” Hana terkekeh geli lalu kembali menyuapkan rabokki itu ke dalam mulutnya.

Mwoya ?! Aku juga belum makan, bodoh,” Kai meraih sumpit miliknya kembali yang tergeletak begitu saja diatas meja –karena tadi tergesa mengambil minum untuk Hana lalu menarik kotak bekal berisi rabokki itu mendekat ke arahnya. Tidak peduli dengan teriakan protes gadis di hadapannya.

Hingga kemudian dengan terpaksa Hana mendekatkan kursinya dan makan dengan jarak –yang cukup dekat bersama laki-laki itu. Ia tidak peduli lagi dengan degup jantungnya yang sudah menggila. Perutnya benar-benar tidak bisa dibiarkan kosong untuk tidur malam ini.

***

Hana meregangkan kedua tangannya ke udara seraya menguap lebar. Sepertinya 15 menit sudah cukup untuk membuat makan malamnya turun. Kedua matanya benar-benar terasa berat, dan ia tidak bisa lagi menemani Kai –yang tengah menonton TV di ruang tengah apartemennya. Terkadang ia heran kenapa Kai tidak cepat pergi, sementara ia sudah sangat ingin tidur sekarang.

“Kau tidak mau pulang ?” tanya Hana malas. Kai menoleh pada Hana yang duduk di sebelahnya lalu menggeleng pelan.

“Tidak sebelum kau ingat ‘apa yang harus kau ucapkan’,” ucap Kai, menekankan nada pada setiap kata-katanya.

Baiklah. Hana menyerah untuk kali ini. Ia tidak tahu kata-kata apa yang harus diucapkan itu. Kai terlalu membuat kepalanya pusing dengan semua teka-teki. Memangnya ia harus mengucapkan apa ? Mengucapkan ‘saranghae’ pada laki-laki itu ? Demi apapun, ia tidak akan pernah mau melakukannya.

“Apa sih, kkamjong ? Aku tidak tahu,” Hana mengacak rambutnya frustasi. Kai terlihat menghela napas panjang kemudian menatap tajam ke arahnya. Uh, Hana paling benci ketika Kai menatapnya seperti itu. Karena menurutnya, Kai terlihat lebih …. Menggoda ? Hana menggeleng dengan cepat saat pikiran itu mengganggu otaknya.

“Baiklah, aku akan memberitahumu sekarang,” balas Kai seraya menatap kembali layar TV plasma  di depannya, “Kau tidak mau berterima kasih padaku ? Oleh-oleh dari Inggris it –,”

“Astaga, Kim Jongin~,” potong Hana gemas, “Kau menungguku mengucapkan itu ? Hanya ‘terima kasih’ ?”

W-wae ? Kau belum mengatakannya, tahu ? Apa kau pernah berpikir, berapa uang yang sudah kuhabiskan untuk membeli semuanya ?” tanya Kai bertubi. Hana menundukkan kepala kemudian mengacak rambutnya lagi.

“Kau tidak rela ? Aku akan kembalikan lagi semuanya,” jawab Hana kesal.

“Bukan. Aku hanya ingin mendengar ‘terima kasih’ saja,” Kai tetap menatap layar TV tanpa mau melihat Hana.

Hana tidak tahu apa yang terjadi pada Kai hari ini. Laki-laki itu terlihat sangat berbeda. Menjadi lebih perhatian dan sedikit manja ? Biasanya seorang Kim Jongin tidak peduli dengan apapun dan bahkan tidak akan marah seperti itu hanya karena ia belum mengucapkan terima kasih. Hana segera menjulurkan tangannya untuk memegang kening laki-laki itu, namun Kai sudah lebih dulu menepisnya.

“Aku tidak sakit,” sergah Kai. Hana menggaruk pipinya yang tidak gatal kemudian berdehem pelan.

Gomawo,” ucap Hana singkat. Kai menoleh dengan cepat lalu mengernyit heran.

“Apa ?”

Gomawo, kkamjong. Terima kasih atas oleh-oleh dan makan malamnya,” lanjut Hana lalu segera menutup wajahnya dengan bantal sofa. Ia tidak tahu semerah apa wajahnya sekarang hanya karena mengucapkan itu pada Kai.

Kai tertawa puas seraya memegangi perutnya. Sebenarnya ia tidak hanya menunggu Hana mengucapkan terima kasih saja. Sudah sangat lama ia tidak melihat wajah Hana memerah karena malu. Ketika Hana bersikap seperti saat ini, rasanya ia sangat ingin memeluk gadis itu.

“Sudah ‘kan ? Pulang sana, aku mau tidur,” Hana mendengus pelan, masih tidak melepaskan bantal sofa itu dari wajahnya.

“Sekarang baru jam 8, Han-ah. Baekhyun dan Chanyeol hyung pasti masih berkaraoke. Mereka sangat berisik, jadi aku menenangkan diri disini,” ucap Kai beralasan.

Dwaesseo ! Aku mau tidur, terserah kau mau melakukan apa,” Hana melepas bantal itu kemudian beranjak dari sofa. Ia baru saja akan melangkah ketika Kai menahan pergelangan tangannya, sontak mengalirkan listrik pada seluruh tubuhnya.

“Ya~, kau harus menemani tamu,”

“Tamu apa ? Kkamjong, aku harus tidur sekarang. Besok masih ada ujian,” balas Hana seraya mendudukkan kembali tubuhnya di sofa dan menatap Kai jengah.

K-keurom, kau tidur disini saja. Aku tidak mau sendirian di sini,” Kai menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal kemudian memindahkan channel TV. Mencoba menghilangkan kegugupan yang tiba-tiba melandanya.

Hana memutar bola matanya kesal kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia tidak peduli lagi pada Kai sekarang. Yang terpenting adalah bisa memejamkan mata dengan tenang dan tertidur lelap. Biasanya juga ia seperti itu, sangat mudah terlelap dimana pun.

Sweater yang kubelikan itu hanya ada satu di Inggris. Itu edisi special yang hanya diproduksi beberapa saja di dunia dan aku bisa mendapatkannya untukmu. Apa susahnya mengatakan ‘terima kasih’, atau apa pun yang setidaknya menghargai usahaku. Aku juga sempat saling berebut dengan Kyungsoo, karena dia mau membelikan sweater itu untuk Nayeon. Kenapa kau –,”

Kai memalingkan wajahnya pada kepala Hana yang tiba-tiba terjatuh di pundaknya. Selalu saja seperti itu ketika ia sedang berbicara panjang lebar. Dalam keadaan dan posisi bagaimana pun, gadis itu selalu bisa tertidur. Bahkan Hana pernah merengek padanya karena tertidur di dalam bis dan tersesat hingga ke perbatasan Seoul. Terkadang ia heran, kenapa Hana masih bisa hidup sampai sekarang jika hidupnya selalu dipenuhi dengan kecerobohan.

“Hhh, uri dongsaeng-ie sangat lelah, eh ?” Kai mengacak rambut Hana dengan lembut lalu melirik jam yang tergantung di ruang tengah. Sepertinya sudah cukup malam untuk ia terus berada di apartemen gadis itu.

Kai berpindah posisi dengan sangat pelan. Menyelipkan lengan kanannya pada punggung Hana, sementara lengan kirinya ia selipkan pada lipatan kaki. Mencoba memindahkan tubuh gadis itu ke dalam kamar. Kai membawa tubuh Hana dengan mudahnya. Gadis yang sangat suka makan itu tetap tidak bertambah berat sama sekali. Mungkin kegiatan Hana semakin padat akhir-akhir ini karena ujian tengah semester yang tengah dijalaninya.

Jalja,” Kai menaikkan selimut menutupi tubuh Hana hingga leher, menepuk puncak kepala gadis itu kemudian melangkah keluar dari kamar gadisnya. Ia membereskan kembali kotak bekal yang masih berserakan di atas meja lalu segera meninggalkan apartemen Hana dengan langkah lebar. Hari yang sangat indah dalam seumur hidup Kai tentu saja.

[KaiNa Piece End]

46 thoughts on “[KaiNa Piece] Thank You…

  1. Ayoona says:

    Kai semakin ke sini makin romantis aja 🙂 Walopun dia masih aja tuh malu” kucing buat nunjukin sikap pedulinya pada Hana 🙂

  2. Alfiyani says:

    eciiee yg makin so sweet..wkwkwk 😀
    ah tp kai masih malu2 buat nunjukin sikap pedulinya..-_-
    eonniee mana adeegan skinshipnya?? hehe 😀

  3. Zein says:

    ya ampun kkamjong entah kau jahil nappeun atw apapun tetep aja cool …
    the way you are always make us suprising …

    aku jg mau huhuh#ngarep

  4. Ama Cho says:

    kai segitunya hanya untuk mendengar ucapan terima kasih dari hana..
    kkk~
    demi apapun suka banget sama couple ini..
    like it..
    fighting!!!!!!

  5. Momoe025 says:

    ukhuk..uhuk… Kkamjong makin romantis nih *kedip-kedip gak jelas* kekeke~ pertahanin sikap perhatian dan manjamu kkamjong 😉

  6. hasna nabilah says:

    hahahahaha kaiiiii!!! kamu mulai berubah yaaaaa, makin kesini makin perhatian dan gak malu2 lagi wkwkwk. makin seneng liat kemajuan couple ini, duh jongin kayak anak kecil aja minta ucapan terima kasih sampe segitunya hahahaha

  7. sy_sagita says:

    Gemes liat jongin gengsinya tinggi…grrrr..tpi so sweet jg liat jongin diam2 perhatian sma hana,,ya smoga mreka jadi couple yg romantic kya yichan,,hihihiih

  8. natasya says:

    lucu,si kkamjong usaha susah payah buat denger si hana ngmng makasih ke dia..imut bener caranya,haha…kesanny malu malu tp mau-_-

  9. Jjongahlove says:

    Ehem kok kai makin sweet gtu>< tp masih aja gengsi nunjukin perhatian ke hana… Bagus banget ffnyaa, eonni jjang!

  10. byunbaek says:

    kaii sweet bangeettt paaraaaaaaaaaahhhhhhhhhh demi dehh pen punya pacar kaya kai gini… sebegitunya kah anda harus diucapin terimakasih sama hana hem?

  11. fhykyung says:

    aigoo Kai semakin kesini makin romantis aja walaupun masih aja tuh malu* kucing buat
    nunjukin sikap pedulinya pada Hana
    yah setidaknya ada kemajuan

  12. Khyunpawookie says:

    Iya kan dy mlai mnis ma Hana akhhhhh so sweetnya mrka hahahahha biar kta kya tom and jerry tp romantiany y dstu hahahhaahha
    Bdw dsni Suho blm sma Jae hee yh???
    Keren bnget sihhhhh tulisnya bkin mesem2 hehheheheeheh

  13. Nona Novi says:

    Kamvrettt knp jongin romantiss bangett sihh,aku juga mauuu #digamparhana 😂😂😂, tapii jonginnya masih gengsii hananya jg terlslu voloss buat ngertii maunnya jongin 😅😅😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s