[KaiNa Piece] Special Gift

Title     : Special Gift

Author : Ima (@bling0320)

Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee)

Other   :EXO K Members

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs

 

 [KaiNa Piece] Special Gift

London, England

June 22nd, 2012

00.30 AM London Time

Malam sudah cukup larut di London, namun Kai sama sekali tidak bisa menutup kedua matanya. Ia memperhatikan jalanan kota London dari kaca besar kamar hotelnya. Mencoba mengalihkan perhatian dari Kyungsoo yang tengah bertelepon ria dengan kekasihnya –Lee Nayeon, walaupun lebih sering terdengar teriakan –karena bertengkar daripada kata-kata romantis. Ia sendiri masih bingung untuk menelepon Hana atau tidak. Apa yang dipikirkan gadis itu jika ia menelepon lebih dulu ? Lagipula ia baru saja sampai di London beberapa jam lalu.

Kai menoleh pada nakas di samping tempat tidur, ketika melihat ponselnya yang tergeletak disana tiba-tiba bergetar. Ia mengambil ponsel itu kemudian bersandar pada kepala tempat tidur sambil membaca sebuah pesan What’s app dari Hana.

HanaHana          : “Melupakanku, tuan kkamjong ?”

Kai menyeringai pelan. Gadis itu ternyata masih ingat padanya dengan mengirim pesan lebih dulu.

Kkamkai              : “Masih ingat padaku juga, Han-ah ?”

Sedetik kemudian ia menoleh pada Kyungsoo yang sudah selesai menerima telepon dari Nayeon. Laki-laki itu kini tengah menggulung selimut. Bersiap untuk tidur.

“Kyungsoo-ya,” panggil Kai pada sosok Kyungsoo yang tertidur membelakanginya.

“Aku hyungmu, Jongin-ie,” balas Kyungsoo malas. Kai mengacak rambutnya lalu berdehem pelan.

“Soo hyung,” panggilnya lagi, membuat Kyungsoo berbalik menghadapnya, “Kau mau membeli apa untuk Nayeon ?” tanyanya ragu.

Kyungsoo tersenyum miring, merasa lucu karena Kai bertanya hal seperti itu padanya, “Baju dan sepatu sneakers. Kenapa ? Kau mau membeli apa untuk uri dongsaeng ?”

Molla. Aku bahkan berpikir tidak akan memberikan apapun padanya. Dia pasti semakin besar kepala nanti,” jawab Kai seraya memutar ponsel yang berada di genggamannya.

“Ya! Aku sering bertengkar dengan Nayeon, tapi dia juga seorang wanita, kkamjong. Uri dongsaeng pasti akan sangat marah kalau kau tidak membawa apapun untuknya,” balas Kyungsoo gemas. Bagaimana bisa Kai berpikir untuk tidak membawakan Hana oleh-oleh.

Kai merubah posisinya menjadi tidur, dengan lipatan tangan sebagai alas kepala. Menatap langit-langit kamar hotelnya dengan bingung. Mungkin ia akan membeli gelang saja untuk Hana.

“Jangan berpikir untuk membelikannya perhiasan saja, Kim Jongin,” potong Kyungsoo tiba-tiba seolah bisa membaca pikirannya.

“Sudah. Jangan tanya lagi. Aku mau tidur,” lanjutnya dingin.

Kai mendengus pelan lalu menatap layar ponselnya yang kembali bergetar. Hana sudah mengirimnya what’s app lagi. Dan ia sepertinya harus menyarankan Hana untuk mengganti ponsel agar tidak menulis pesan dengan huruf besar semua.

HanHana             : “MWO ? KAU YANG HARUSNYA MENGABARIKU DULUAN ! AKU MEMBENCIMU, KIM JONGIN !”

Kkamkai              : “Benci atau cinta hah ? *3*”

Untuk kali ini Kai mengalah dengan tidak membalas pesan gadis itu menggunakan huruf besar juga. Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi kesal sekaligus malu milik Hana di Korea sana. Kai tertawa pelan ketika ponselnya terus bergetar. Menandakan banyaknya pesan dari Hana. Gadis itu pasti marah-marah padanya sekarang.

***

Dorongan yang cukup keras pada tubuhnya, membuat Kai terpaksa membuka kedua matanya. Ia mengerang malas lalu menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut. Tidak mau menanggapi pukulan-pukulan Kyungsoo yang terus menyerang tubuhnya. Ia baru saja tidur dua jam lalu karena terlalu asyik saling mengirim pesan dengan Hana. Bukan hal yang romantis seperti pasangan pada umumnya dan hanya saling mengejek satu sama lain.

Kai membuka selimutnya dengan cepat, merubah posisinya menjadi duduk lalu menatap Kyungsoo tajam. Memang bukan hal aneh jika ia selalu dibangunkan dengan cara seperti itu oleh Kyungsoo setiap paginya di dorm. Namun ia sangat ingin berbaring saja seharian ini. Lagipula jadwal mengisi acara MBC, akan dilangsungkan besok malam.

“Kita sarapan sekarang. Jin hyung bilang, kita akan jalan-jalan di Oxford,” ujar Kyungsoo tenang, menghiraukan tatapan tajam Kai yang selalu bisa melumpuhkan semua orang.

Aish ! Aku bangun sekarang, kau duluan saja ke bawah,” jawab Kai akhirnya. Kyungsoo mengangguk singkat kemudian melangkah keluar kamar hotel, meninggalkan Kai sendirian di dalamnya.

“Gadis bodoh itu suka apa sebenarnya ?” gumam Kai pelan seraya mengacak rambutnya. Merasa bingung apa yang harus dibelikannya untuk Hana, “Menyusahkan saja,”

Kai beranjak dari tempat tidur. Memasuki kamar mandi dan menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin. Ia sendiri masih tidak mengerti sampai sekarang, kenapa bisa benar-benar berpacaran dengan Hana sejak kejadian memalukan itu. Tidak bisa dipungkiri memang, ia sangat menyukai status berpacaran dengan Hana selama ini. Mungkin untuk sekarang, ia belum benar-benar mencapai tahap mencintai. Entah bagaimana mendesripsikan perasaannya. Yang jelas, ia sangat suka ketika Hana berkeliaran dan berada di sekitarnya. Dan ia sering merasa bersyukur karena bisa memiliki gadis itu.

Kkamjong-ah,

Suara berat Chanyeol terdengar di luar kamar mandi. Kai segera membuka kran wastafel, mencuci muka lalu menggosok gigi dengan cepat, karena Chanyeol sudah mengetuk pintu kamar mandi. Setelah berkumur, Kai kembali menatap pantulan dirinya di cermin.

“Semoga kau suka oleh-oleh dariku, Han-ah~,”

***

Seoul, South Korea

June 26th, 2012

12.30 PM KST

Bel istirahat baru saja berbunyi beberapa saat yang lalu. Hana mengeluarkan kotak bekal dari dalam tas. Ia tersenyum pada beberapa teman sekelasnya yang ikut berkumpul untuk memakan bekal di dekatnya. Dengan diselingi beberapa obrolan, Hana sesekali tertawa karena salah satu cerita temannya. Ia bukan seseorang yang memiliki seorang sahabat dekat seperti orang lain. Semua murid di kelas menjadi temannya, tanpa terkecuali.

Hana menghentikan tangannya di udara ketika salah satu temannya mulai bercerita tentang EXO K. Boy group bentukan SM Entertainment yang baru saja kembali dari London, setelah mengisi acara MBC Korean Culture Day di sana.

“Kau sudah lihat foto-fotonya, Yoo In-ah ?” tanya salah satu teman wanitanya pada seseorang yang bernama Yoo In.

“Yura-ya, kau harus lihat fotonya Baekhyun oppa. Jinjja daebak,” jawab Yoo In semangat pada Yura. Hana tersenyum simpul lalu kembali menyantap makan siangnya.

“Ya ! Ya ! Kai tetap yang nomor 1 !” sela salah satu wanita lagi –yang duduk tepat di sebelah Hana dengan semangat. Hana hampir saja tersedak, namun dengan segera ia meminum air agar tidak jadi tersedak di hadapan teman-temannya.

“Kau memang Kai biased, Ri An,” balas Yoo In malas.

“Tapi dia memang tampan, Yoo In. Aah, beruntung sekali wanita yang bisa jadi pacarnya,” balas Ri An seraya mengatupkan kedua tangannya dan tersenyum lebar. Hana terkikik pelan kemudian kembali menghabiskan bekalnya.

Wae ? Kenapa tertawa, Hana-ya ?” tanya Yura heran karena Hana masih saja terkikik pelan. Mencurigakan.

Ahni. Lanjutkan saja,” Hana mencoba meredakan suara tawanya. Ia menutup kotak bekal lalu menatap ketiga temannya yang sudah menjadi fans EXO sejak teaser pertama Kai keluar dan kembali membicarakan tentang bias mereka masing-masing.

Hana merogoh saku almamater sekolahnya. Mengambil I-phone miliknya yang bergetar, menandakan sebuah pesan masuk.

From     : Bacon oppa ^^

Uri dongsaeng !! Nanti pulang sekolah, jangan lupa mampir ke dorm, ya. Bogoshipeo !!

Terkadang Hana berpikir siapa kekasihnya diantara semua member EXO. Semuanya sangat peduli, terutama Baekhyun dan Chanyeol. Terkecuali Kai. Pulang dari London saja, Baekhyun yang lebih dulu mengiriminya pesan. Bukan Kai –yang notabene adalah kekasihnya. Jika boleh memilih, ia lebih ingin Baekhyun yang menjadi kekasihnya. Bukan seorang laki-laki bernama Kim Jongin –jika ia tidak terlanjur mencintai laki-laki itu tentu saja.

“Ah iya, nanti pulang sekolah kau harus ikut, Hana-ya,” tanya Ri An tiba-tiba. Hana mengangkat kepalanya, menatap heran ke arah tiga wanita itu.

“Kemana ?” tanya Hana bingung.

“Ada rapat pertengahan tahun. Semua murid harus datang ke aula,” jawab Yura. Hana mendesah napas pelan. Ia harus pulang terlambat dan mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bertemu member EXO K. Oh, atau mungkin keinginannya untuk bertemu laki-laki bernama Kim Jongin itu.

***

EXO K’s dormitory

June 26th, 2012

07.00 PM KST

Seluruh member EXO K masih sibuk membongkar baju-baju mereka dari dalam koper dan beberapa tas karton berisi belanjaan dari London di ruang tengah. Setelah beristirahat selama berjam-jam karena mengalami jetlag tentu saja. Baekhyun dan Chanyeol saling melirik satu sama lain kemudian terkekeh pelan ketika melihat belanjaan mereka yang terlihat paling banyak. Kai mengeluarkan satu tas karton dari dalam kopernya lalu tersenyum simpul. Oleh-oleh yang sudah dipersiapkannya untuk gadis bodoh itu.

Suho melirik Kai –yang masih saja tersenyum sendiri sambil memandangi tas karton itu. Ia pun segera memberi sinyal pada Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, dan Sehun mengenai hal itu.

Uri kkamjong merindukan uri dongsaeng,” celetuk Sehun, sontak menarik Kai kembali ke alam sadarnya.  Kai menaruh kembali tas karton itu kemudian kembali mengeluarkan semua baju-baju kotornya dari dalam koper. Tidak mau berkomentar apapun tentang celetukan Sehun.

Uri dongsaeng biasa pulang jam berapa ?” tanya Suho pada Kai yang masih –berpura-pura sibuk merapikan baju.

“Jam 5,” jawab Kai singkat.

“Oh, jinjja ? Tadi aku menyuruhnya datang ke dorm setelah pulang sekolah. Kenapa dia belum datang ?” balas Baekhyun. Chanyeol mengernyit heran lalu melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul  7 malam.

“Apa dia pulang ke apartemennya dulu ?” tanya Suho, sedikit khawatir.

“Jangan khawatir. Sebentar lagi dia juga datang,” jawab Kai acuh seraya beranjak dari karpet ruang tengah. Membawa koper –berwarna pinknya yang sudah kosong dan pakaian kotor di tangan kanannya memasuki kamar.

Suho menggelengkan kepalanya tidak percaya, “Aku mau mencari uri dongsaeng dulu ke apartemennya,” ujarnya seraya bangkit. Meninggalkan koper miliknya yang masih terbuka.

“Tidak diangkat,” Kyungsoo menurunkan ponselnya lalu mengendikkan bahu. Tidak ada jawaban apapun dari ponsel milik Hana.

Suho menghela napas panjang kemudian meraih mantel berwarna cokelat yang tergeletak di sofa. Ia takut Hana ceroboh lagi dan mungkin saja terjadi sesuatu di luar sana. Walaupun ia tidak mengharapkan hal itu. Namun seorang Lee Hana, pasti selalu mendapatkan tanda biru atau kemerahan di salah satu bagian tubuhnya setiap hari.

“Kau cari ke apartemennya, Baekhyun-ah. Aku akan cari di sekitar gedung apartemen,” titah Suho sebelum melangkah keluar dari dorm.

Kai kembali muncul dari dalam kamar ketika mendengar pintu dorm tertutup. Ia menatap Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo dan Sehun bergantian lalu tersenyum lebar. Memamerkan deretan giginya yang rapi –dan membuatnya semakin terlihat tampan.

“Apa ?” tebak Kyungsoo cepat, merasa ada yang tidak beres dengan senyuman teman sekamarnya itu.

“Bantu aku menghias ruang tengah,” jawabnya seraya membawa keluar sebuah keranjang berisi beberapa pernak-pernik untuk menghias pesta. -__-

***

Hana mengeratkan pegangan pada tali tas ransel di pundaknya. Ia meniup-niup udara dengan kesal. Kai tidak mengkhawatirkannya bahkan ketika ia pulang terlambat. Hanya ada telepon dari Kyungsoo, Baekhyun dan Suho. Setelah berhari-hari tidak bertemu, apa Kai tidak merindukannya ? Hana mendesis pelan, merasa geli karena pikiran bahwa ‘Kai akan merindukannya’. Mungkin hanya ia yang akan merasakan hal itu sendirian. Tanpa memberitahu laki-laki itu tentu saja.

Hana baru saja melangkah masuk ke lobby gedung apartemen ketika berpapasan dengan Suho. Wajah Suho terlihat lebih lega lalu berjalan mendekatinya. Hana tersenyum simpul. Ia merasa sangat kecewa karena Suho yang ternyata lebih mengkhawatirkannya.

“Terantuk kaca jendela bis lagi ? Terjatuh ? Atau apa lagi ? Kenapa pulang telat ?” tanya Suho bertubi seraya berjalan beriringan dengannya menuju lift.

Hana terkekeh pelan kemudian memukul pelan lengan atas Suho, “Ahni. Tadi aku ada rapat di sekolah. Jadi pulangnya telat. Mian, oppa,

“Aah, keurae ? Tapi kau tidak –,”

“Tidak, Suho oppa. Selama kalian di London, aku tidak ceroboh kok,” potong Hana cepat lalu tertawa pelan ketika Suho mengacak rambutnya.

Keduanya hanya terdiam di dalam lift, selama perjalanan menuju lantai dimana dorm EXO K berada. Hana kembali menghembuskan napas berat. Lihat saja apa yang akan dilakukannya pada laki-laki itu nanti. Kai akan habis di tangannya malam ini juga.

Setelah memasukkan kompilasi angka, Suho memutar kenop pintu dorm kemudian melangkah masuk,. Hana mengernyit heran ketika melihat dorm dalam keadaan gelap gulita. Ia segera menggamit lengan Suho lalu melangkah masuk dengan ragu.

DUARR

Hana terkesiap kaget ketika suara ledakan terdengar. Disusul dengan lampu yang menyala dan confetti yang berterbangan. Ia melepaskan gamitan lengannya pada Suho lalu menatap kelima laki-laki yang tengah meniup terompet kecil dan tersenyum lebar ke arahnya. Termasuk seorang laki-laki yang benar-benar membuatnya kesal seharian ini.

“Apa yang –,”

Welcome uri dongsaeng !!” teriak keempat laki-laki itu –terkecuali Kai. Hana tersenyum simpul kemudian beralih menatap Kai.

“Ini idenya kkam – YA !” ucapan Sehun terpotong ketika Kai tiba-tiba meniup terompet di dekat telinganya.

“Ini ide kami semua,” sela Kai kemudian. Hana terkekeh pelan, melihat wajah Kai yang salah tingkah. Tanpa perlu Sehun melanjutkan ucapannya pun, ia tahu Kai yang menyiapkan semua ini.

“Kalian tidak menganggapku leader hah ? Aku tidak tahu kalian membuat kejutan untuk uri dongsaeng,” balas Suho. Baekhyun melirik Kai dengan cepat kemudian mengendikkan bahu. Memberi tanda bahwa ia pun baru diberitahu oleh Kai beberapa menit yang lalu.

Chanyeol melepas topi kerucut di kepalanya lalu berjalan menghampiri Hana, memakaikan topi kerucut miliknya pada kepala gadis itu, “Kau yang harusnya menyambut kita, uri dongsaeng,”

Mian. Aku sibuk rapat hari ini, hehe,” Hana membetulkan letak topi kerucut itu lalu beralih menatap Kai.

Kyungsoo tersenyum miring lalu menyikut lengan Kai, “Kau tidak mau memeluknya ?”

Kai tertawa pelan kemudian memandangi Hana yang masih saja menatap ke arahnya. Memeluk ? Ia akan melakukannya, jika tidak ada member EXO K lainnya dan tidak merasa gengsi tentu saja. Ia sangat merindukan gadis itu.

“Kau tidak mati ?” tanya Kai polos.

BUGH

Hana tersenyum puas ketika tas ranselnya mendarat dengan sempurna di tubuh Kai. Lemparannya tepat sasaran. Ini baru permulaan, lihat saja pembalasannya nanti.

“Apa ?!” balas Hana ketus, karena Kai menatapnya tajam.

“Hanya itu ?” semua pasang mata kini menatap ke arah Sehun yang tiba-tiba menggumam, “Hanya itu ? Kalian tidak berpelukan untuk melepas rindu atau apa ?”

“Aku tidak akan mau memeluknya,” jawab Kai dan Hana bersamaan.

“Mereka malu, Sehun-ah,” sahut Baekhyun, disusul tawaan pelan dari yang lainnya. Kai memutar bola matanya kesal.

Hana ikut memutar bola matanya kemudian beralih duduk di sofa. Perasaannya menjadi tidak enak karena pertanyaan Kai tadi. Apa maksud laki-laki itu dengan bertanya seperti itu. Mungkin Kai memang ingin dirinya cepat mati.

“Ini oleh-oleh untuk uri dongsaeng !” pekik Chanyeol senang seraya menyerahkan satu tas karton padanya. Hana tersenyum lebar lalu menarik tas karton itu dari tangan Chanyeol.

Gomawo oppa,” Hana mengeluarkan barang-barang dari dalamnya. Ada gelang dari Sehun –seperti yang tertulis pada secarik kertas di tiap hadiah di dalam tas karton itu –, topi fedora dari Suho, syal dari Baekhyun, tas slempang kecil dari Chanyeol, dan kacamata hitam dari Kyungsoo. Ia merasa senang karena mendapat oleh-oleh dari kelimanya. Namun merasa sedikit kecewa juga karena Kai tidak memberikannya oleh-oleh.

“Oleh-oleh dari Jongin istimewa, Hana-ya. Jangan kecewa,” ujar Kyungsoo seolah bisa membaca ekspresinya saat itu. Hana tertawa pelan lalu kembali memasukkan barang-barang itu ke dalam tas karton.

“Aku tidak berharap,” balas Hana –dengan menekankan nada pada setiap kata seraya melirik Kai yang malah sibuk membereskan confetti.

“Ah, oppadeul. Aku harus pulang sekarang,” ucapan Hana berhasil membuat Kai menoleh.

Wae ? Biasanya kau disini sampai tertidur,” sahut Sehun.

“Besok ada ulangan Biologi,” Hana beranjak dari sofa, mengambil tasnya yang terletak di karpet –setelah melempar Kai tadi kemudian menggendongnya di punggung, “Gomawo untuk semua oleh-olehnya. Kkamjong-ah, aku pulang ya,”

Hana membungkuk sekilas lalu berjalan menuju pintu apartemen diikuti Suho, Baekhyun, dan Chanyeol. Tidak dengan Kai yang masih saja sibuk sendiri -__-. Setidaknya, kejutan itu sudah cukup membuatnya senang. Walaupun tidak mendapat oleh-oleh apapun dari laki-laki itu –yang notabene kekasihnya sendiri.

Hana melangkah dengan gontai di lorong sambil sesekali mengayunkan tas karton berwarna cokelat di tangan kanannya. Ia menghela napas panjang, ketika menyadari Kai tidak berbicara –sepanjang biasanya padanya tadi. Padahal ia berharap bisa berbicara mengenai bermacam-macam hal pada Kai, tentang sekolahnya dalam 4 hari terakhir dan tentang kegiatan laki-laki itu selama di Inggris.

“Han-ah !”

Hana menghentikan langkahnya lalu berbalik ke belakang. Menghadap Kai yang berjalan dengan setengah berlari ke arahnya. Ia tersenyum simpul seraya melirik tas karton –berukuran lebih besar di genggaman laki-laki itu.

“Err, aku lupa tadi. Ini oleh-oleh dariku, jangan –AWW ! Kenapa menginjak kakiku ?!” pekik Kai, melihat Hana malah menjulurkan lidah –mengejek setelah menginjak kakinya.

“Dasar bodoh !!” balas Hana kesal, “Tadi diam saja, sekarang malah mengejarku hah ?!”

Cish~. Yang penting, aku masih peduli padamu,” Kai memperhatikan gadis itu dari atas hingga bawah lalu mendesis pelan, “Tidak ada luka ? Hebat. Ayo jalan, aku antar sampai apartemen,”

Kai merebut tas karton dari tangan Hana dan membawanya hanya di tangan kanan. Sementara tangan kirinya, ia gunakan untuk memegangi ransel gadis itu. Berjaga-jaga agar gadisnya tidak terjatuh karena ceroboh lagi. Keduanya berjalan dalam diam, bahkan ketika di dalam lift sekali pun. Hana menggaruk pipinya yang tidak gatal, merasa gugup karena keadaan terasa canggung.

“Tidak usah sampai apartemen. Sampai lift saja, jadi kau bisa langsung turun lagi nanti,” Hana kembali merebut kedua tas karton dari tangan Kai seraya tersenyum lebar.

Suara dentingan lift membuat Kai dan Hana tersadar. Hana kembali tersenyum pada Kai lalu mulai melangkah keluar lift. Namun kemudian ia merasakan tangan kanannya –yang tidak membawa tas karton tertarik ke belakang. Dengan ragu Hana berbalik, menatap kedua mata Kai –dengan tangan yang masih berada di genggaman laki-laki itu.

Wae ?” tanya Hana heran –sekaligus gugup karena Kai terus menatapnya lekat.

“Jangan tidur malam,” Kai mengacak rambut Hana dengan tangan lainnya yang bebas. Sesaat kemudian ia mengalihkan pandangan, melepaskan genggamannya, lalu menghilang di balik pintu lift. Hana masih terpaku di tempatnya berdiri. Demi apapun yang ada di dunia ini. Selama kenal dengan seseorang yang bernama Kim Jongin itu, baru kali ini ia merasa sangat gugup karena ditatap terlalu intens seperti tadi. Dan tolong sadarkan ia, bahwa Kai baru saja mengacak rambutnya ?

[Special Gift End]

Advertisements

52 thoughts on “[KaiNa Piece] Special Gift

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s