[KaiNa Piece] Hello, Goodbye

Title     : Hello, Goodbye

Author : Ima (@bling0320)

Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (Hana), and EXO Members

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

 

[KaiNa Piece]

Matahari sudah mencapai puncak kepala di siang hari itu ketika Kai melangkah keluar dari dalam gedung SM. Kai segera memasuki van yang terparkir di halaman depan dan duduk tepat di sebelah Baekhyun. Ia menatap laki-laki yang lebih tua dua tahun darinya itu kemudian tersenyum miring. Dimana pun dan kapan pun, Baekhyun selalu bernyanyi. Tidak peduli bahwa sang manajer selalu mengeluh tentang keributan yang selalu dibuat laki-laki itu.

Hyung, besok kita pergi ke London ‘kan ?” tanya Baekhyun semangat pada sang manajer yang tengah menyetir van mereka.

“Kita akan pergi, kalau kau berhenti bernyanyi sekarang, Byun Baekhyun,” jawab sang manajer, membuat Baekhyun terdiam dan mengerucutkan bibirnya.

Kai tertawa pelan kemudian memutuskan untuk mendengarkan lagu. Ia mengambil remote yang tergeletak begitu saja di dekat kakinya dan menyalakan tape. Ia melihat Baekhyun sudah akan mulai bernyanyi lagu Angel –yang tidak sengaja terputar di tape, namun kemudian terhenti karena tatapan membunuh dari sang manajer.

“Andai Chanyeol ada di sini,” gumam Baekhyun pelan, cukup bisa didengar oleh Kai.

“Kalian pasti akan tetap bernyanyi, tanpa peduli teriakan Jin hyung,” lanjut Kai, dan langsung disetujui oleh Baekhyun.

“Setidaknya aku tidak dimarahi sendirian,” jawaban Baekhyun, membuat kedua member EXO K itu tertawa bersamaan. Tidak dengan sang manajer yang masih terdiam di depan –dan sepertinya tidak mendengar perbicangan mereka.

“Ah iya, tadi uri dongsaeng meneleponku,” ujar Baekhyun tiba-tiba. Kai mengernyit heran.

“Hana ? Kenapa tidak meneleponku ?” tanya Kai bingung. Baekhyun mengendikkan bahu acuh.

Molla. Dia bilang, tidak bisa datang ke dorm nanti malam,” Baekhyun menghentikan ucapannya sejenak saat tatapan Kai berubah menjadi lebih tajam, “A-ah, dia minta maaf padamu juga,” kekeh Baekhyun kemudian.

“Ah, jinjja. Gadis bodoh itu,” Kai mengacak rambutnya frustasi lalu menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi mobil.

Mulai besok ia akan berada di London selama 4 hari. Apa salahnya jika gadis itu datang ke dorm dan menemuinya ? 4 hari itu waktu yang sangat lama –menurutnya, untuk tidak melihat wajah gadis itu. Well, walaupun ia tidak akan mengatakannya pada gadis bernama Lee Hana itu. Kai hanya bisa menghela napas panjang untuk sekarang. Lihat saja apa yang akan ia lakukan pada Hana. Gadis itu malah menelepon Baekhyun dan tidak memberi kabar padanya.

***

Pintu dorm yang ditutup dengan cukup keras, membuat member EXO K lainnya yang tengah berkumpul di ruang tengah menoleh ke arah Kai dan Baekhyun yang baru saja melangkah masuk. Chanyeol segera menggeser duduknya di sofa, membiarkan Baekhyun duduk di sebelahnya –yang terlihat tengah melipat wajahnya karena kesal. Kai berjalan ke arah dapur, membuka kulkas dan meminum sebotol air dingin di dalamnya.

D.O. melirik Suho dan Sehun yang duduk di dekatnya –yang sedang duduk mengelilingi meja ruang tengah. Siapa lagi yang bisa membuat Kai uring-uringan dan kesal seperti itu jika bukan karena Hana ? Wanita yang baru dua bulan lalu itu resmi menjadi kekasih seorang Kim Jongin, visual dan main dancer EXO K.

“Jongin-ah, jangan lupa bereskan baju untuk ke London bes – Err, terserah kau saja,” Sehun segera memotong ucapannya saat Kai melemparkan tatapan tajam padanya. Kai menutup pintu kulkas dengan kasar dan berjalan dengan langkah besar menuju kamarnya.

“Kyungsoo-ya, aku khawatir kamar kalian akan jadi korban kemarahan Jongin,” ujar Chanyeol tiba-tiba.

D.O. mendelik tajam pada sang main rapper EXO K itu lalu menoleh ke arah pintu kamarnya –dan Kai. Ia tidak mendengar suara apapun dari dalam dan Kai mungkin sudah tertidur. Seorang Kai yang selalu berlatih setiap malam pasti akan sering tertidur di siang harinya. Lebih baik Kai seperti itu daripada terus-menerus menatap tajam pada setiap orang yang ditemuinya hanya karena bermasalah dengan Hana.

“Jongin kenapa ?” tanya Suho pada Baekhyun yang malah sibuk bermain dengan Monggu –salah satu anjing peliharaan Kai.

Uri dongsaeng meneleponku dan bilang tidak bisa datang ke dorm hari ini,” Baekhyun mengusap-ngusap puncak kepala Monggu dengan lembut, “Tuanmu sedang marah, Mong-ya. Jangan dekat-dekat dulu ya, dia bisa mema – YA ! Kim Jongin !”

Pintu kamar itu tertutup kembali setelah sebuah bantal meluncur dari dalamnya –tepat mengenai kepala Baekhyun. Chanyeol terbahak seraya memukul-mukul pahanya sendiri. Merasa geli dengan wajah Baekhyun yang –sangat tidak terkontrol karena kesal. Sedangkan member lain hanya tersenyum saja. Tidak berlebihan seperti Chanyeol.

“Yeol-ie ! Berhenti menertawaiku !” pekik Baekhyun kesal. Chanyeol segera meredakan tawanya –masih dengan sedikit terkikik pelan.

“Kim Jongin ! Kau pikir apartemen Hana ada di Paris ha ?! Kau hanya tinggal naik dua lantai untuk bertemu dengannya !” teriak Baekhyun pada Kai yang tetap berdiam diri di dalam kamar, “Eye linerku rusak, kkamjong !!”

Sedetik kemudian Kai kembali membuka pintu kamar dengan pakaian yang berbeda –dari saat datang bersama Baekhyun tadi. Dengan sweater sedikit transparan berwarna biru tua serta celana longgar yang sedikit lebih panjang dari kakinya. Kai memasukkan kedua tangannya ke dalam saku kemudian berjalan meninggalkan ruang tengah.

“Mau kemana ?” tanya D.O. –setengah menggoda. Kai –dengan masih memakai sandal rumah dan sudah setengah melangkah keluar itu kembali berbalik. Menatap D.O. sejenak lalu tersenyum tipis.

“Memberi pejaran pada gadis bodoh itu,”

***

Tidak pernah terlintas di dalam benak Hana sekali pun bahwa ia akan dihukum untuk mengerjakan 100 soal Fisika sebagai hukuman –dari sedikit obrolan dengan teman sebangkunya di kelas tadi. Hana  terus merutuki guru laki-laki berambut botak itu sepanjang perjalanan dari sekolah menuju apartemennya. Yang membuatnya kesal setengah mati adalah teman sebangkunya –yang jelas-jelas membuat awal obrolan itu, malah tidak mendapat hukuman apapun.

Dan malam ini pun terpaksa ia harus menghabiskan waktu dengan menyelesaikan semua soal keramat itu. Kenapa ia hanya memberitahu Baekhyun tentang hal ini ? Karena Kai pasti akan bertanya macam-macam dan berujung dengan mengejeknya habis-habisan.

Dengan langkah gontai, Hana melangkah keluar dari dalam lift. Berjalan di lorong menuju pintu apartemennya –yang berjarak cukup jauh karena berada di ujung lorong. Hana menundukkan kepala lesu. Ia hanya menatap setiap langkah kakinya dan sesekali menghela napas panjang. Hingga sedetik kemudian kepalanya terantuk sesuatu yang keras. Namun tidak cukup keras untuk membuat kepalanya terluka.

Hana mengangkat kepalanya lalu kembali menghela napas panjang ketika menyadari bahwa ia baru saja menabrak dada bidang kekasihnya. Ia lupa bahwa dorm laki-laki itu hanya berada dua lantai di bawah. Menghindar dengan hanya memberitahu Baekhyun pun, Kai pasti akan datang padanya tanpa perlu mencari. Tanpa berniat menyapa, Hana melangkah melewati Kai dan segera mengetikkan kode pintu apartemennya.

“Kenapa baru pulang ?” tanya Kai –bernada tajam dan menginterogasi.

“Apa urusanmu,” jawab Hana singkat seraya melangkah masuk ke dalam apartemennya. Diikuti Kai.

Kai menatap punggung Hana yang terlihat lesu. Sedetik kemudian gadis itu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Tanpa melepas tas yang masih bertengger di punggungnya. Kai menggeleng pelan lalu berdiri di dekat sofa, tepat menghadap Hana yang tengah menggeliat malas disana.

“Biar kutebak. Kau dihukum mengerjakan soal lagi ?” tanya Kai sarkastik. Hana mengangguk malas.

“Aah, kkamjong !! Kenapa harus 100 soal Fisika !” pekik Hana, membuat Kai terpaksa harus menutup kedua telinganya.

“Dan kenapa kau hanya menelepon Baekhyun hyung, bodoh !” balas Kai setengah berteriak juga. Hana mendelik ke arah laki-laki itu lalu mendengus pelan.

“Memangnya kenapa ? Kau cemburu ?” gurau Hana seraya mengubah posisinya menjadi duduk dan melepaskan tas ransel miliknya.

“Besok aku akan pergi ke London,” jawab Kai –menghiraukan pertanyaan Hana sebelumnya. Hana membulatkan kedua matanya kemudian secara tiba-tiba berdiri, menyeterakan tinggi dengan Kai –yang cukup jauh berada di atasnya.

“London ? Jinjja ?” tanya Hana, masih dengan membulatkan kedua matanya. Dan demi apapun, wajah Hana terlihat sangat lucu saat ini. Kai bahkan sangat ingin memeluk gadis itu sekarang juga, jika tidak ingat rasa gengsinya. Kai hanya memalingkan wajah ke arah lain untuk menjauhkan semua keinginan aneh itu.

“Aku tidak yakin kau masih hidup setelah 4 hari kutinggal nanti karena mengerjakan 100 soal fisika itu,” ujar Kai mengalihkan pembicaraan. Kai meringis pelan ketika tiba-tiba Hana mencubit lengan atasnya.

“Kau mau aku mati, ha ? Aku sedang merayumu untuk membelikan oleh-oleh tahu,” gerutu Hana kesal seraya kembali duduk di sofa lalu mengeluarkan semua buku pelajarannya dari dalam tas.

Kai tertawa ringan kemudian duduk tepat di sebelah gadisnya. Memperhatikan bagaimana Hana mulai membuka buku paket fisika dengan tebal –yang mungkin bisa membuat seorang anjing mati jika terkena lemparannya. Gadis itu beralih duduk di atas karpet, memudahkan gerak tangannya yang lebih tinggi di atas meja ruang tengah untuk mengerjakan semua soal fisika dari dalam buku paket itu.

“Lee Hana bodoh, kau tidak ganti baju dulu ?” tanya Kai seraya menepuk puncak kepala Hana. Hana segera menurunkan tangan besar Kai yang masih menyentuh puncak kepalanya lalu mendengus pelan.

“Berhenti memanggilku bodoh, kkamjong. Kurasa itu sedikit berpengaruh, karena aku semakin merasa bodoh di pelajaran Fisika akhir-akhir ini. Nanti saja ganti bajunya, aku malas,” Hana membuka kembali buku tulis fisikanya dan mulai mengerjakan soal-soal –keramat tentang optic.

Kai melipat kedua tangannya di depan dada. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, mensejajarkan kepalanya dengan kepala Hana dan memperhatikan tulisan gadis itu. Dan bahkan Kai pun heran, kenapa ia bisa lulus dengan nilai cukup baik dalam pelajaran Fisika kemarin. Padahal ketika melihat soal-soal itu pun, ia tidak mengerti sama sekali.

“Aduh, jangan bernapas di pundakku. Geli,” seru Hana seraya mendorong kepala Kai ke belakang, menjauh dari pundaknya.

Waeyo ? Aku hanya melihat tulisanmu,” Kai kembali mencondongkan tubuhnya ke depan. Hana yang semakin merasa terganggu pun sontak menoleh. Menghadap wajah Kai –yang hanya berjarak beberapa millimeter saja dari wajahnya.

Jantung gadis itu berlomba dengan sangat cepat ketika Kai ikut menoleh dan menatapnya dengan jarak yang sangat dekat. Hana menelan ludah gugup. Apa yang harus dilakukannya sekarang ? Menoleh kembali ke arah meja, atau memajukan tubuhnya untuk ….. mencium laki-laki itu ? Bahkan otaknya sangat tidak bisa berpikir jernih sekarang. Bagaimana bisa ia mencium Kai –ketika hubungan mereka bahkan baru berjalan selama dua bulan dan diawali dengan ketidak sengajaan pula.

‘Ayo sadar, Hana !’

Hana segera memalingkan wajahnya. Kembali memusatkan perhatian pada deretan soal Fisika yang masih menunggunya. Ia hampir saja kehabisan napas, melihat wajah tampan Kai dengan jarak yang sangat dekat seperti itu.

“Err, aku – ganti baju dulu,” Hana menggaruk pipinya yang tidak gatal lalu berdiri tiba-tiba, hingga lututnya terantuk pinggiran meja. Gadis itu meringis keras. Terasa sangat ngilu dan membuatnya terpaksa duduk kembali di atas sofa.

“Ceroboh lagi ‘kan ? Sepertinya kau akan benar-benar mati setelah aku pulang dari London 4 hari lagi,” gumam Kai seraya menyentuh lutut kaki sebelah kiri Hana yang mulai membiru. Gadis itu kembali meringis, “Aku ambil es batu dulu. Kau ganti baju sana,”

Hana mengangguk patuh. Ia berdiri dari sofa lalu berjalan dengan sedikit timpang memasuki kamarnya. Kai mengambil kain yang berada di bagian teratas lemari dapur kemudian membuka kulkas, memasukkan beberapa potong es batu ke dalam kain itu. Sudah berumur 17 tahun pun, gadis itu masih saja bersikap konyol. Tidak salah jika ia sering mengatai Hana dengan ‘gadis bodoh’ atau semacamnya.

Kai baru saja kembali dari dapur ketika melihat Hana keluar dari kamar. Dengan piyama berbentuk dress selutut bergambar pororo besar di bagian depannya. Kai tertawa pelan. Sifat kekanakkan Hana sama sekali tidak berubah.

Kai duduk tepat di sebelah gadis itu lagi di sofa. Hana mengulurkan kakinya ke atas pangkuan laki-laki itu dengan senyuman polos. Kai yang melihat senyuman polos –namun menjijikkan itu, hanya bisa pasrah ketika kedua kaki Hana berada di atas pangkuannya. Ia merasa jijik, karena dengan senyuman polos itu, ia tidak bisa menolak semua keinginan gadis itu.

“Jangan ada luka lagi sampai aku pulang dari Inggris nanti, ara ?” tanya Kai –lebih terdengar seperti sebuah paksaan seraya menempelkan kain berisi es batu itu ke lutut gadisnya.

“Ini takdir, kkamjong. Kalau besok aku tertabrak mot –aduh ! Jangan ditekan !”

“Jangan bicara macam-macam ! Cish~, dasar gadis bodoh,” Kai meletakkan kaki Hana ke atas sofa, sementara ia berdiri dari posisi duduknya.

Hana menatap heran ke arahnya. Kai melirik jam dinding apartemen gadis itu kemudian menghela napas panjang. Rasanya waktu berlalu dengan sangat cepat ketika bersama kekasihnya.

“Han-ah, aku harus pulang sekarang,” Kai menatap Hana sejenak lalu segera mengalihkan pandangan ke arah lain. Bisa-bisa ia terus berada disana karena melihat wajah Hana.

“Ah, keurae ? Sudah pergi sana, kau pasti belum membereskan baju,” titah Hana –masih sambil sibuk mengobati bagian lututnya yang membiru.

“Jangan ceroboh lagi ! Tolong jangan jadi gadis bodoh selama 4 hari ke depan, karena aku tidak ada di Korea, ara ?” seru Kai dan Hana hanya memberikan tatapan malas padanya.

“Iya, iya. Dasar cerewet. Aku bisa minta temani Yoo In di sini,”

“Aku pergi sekarang, annyeong,” Kai melambai singkat lalu melangkah meninggalkan ruang tengah apartemen gadis itu.

Hana menatap punggung Kai yang menghilang di balik pintu. Setelahnya, ia bisa mengatur detak jantungnya menjadi normal kembali. Apa yang dilakukan oleh Kai selalu berhasil membuatnya salah tingkah –hingga sampai menabrak pinggiran meja. Well, memang ia selalu ceroboh dalam berbuat segala hal. Ia berjanji tidak akan melakukan hal bodoh selama Kai berada di London untuk 4 hari ke depan.

[KaiNa Piece End]

Advertisements

64 thoughts on “[KaiNa Piece] Hello, Goodbye

  1. handayaniwidya0 says:

    Hola hola!! readers baru di sini ^^
    Ini ff pertamma di blog ini yg aku baca. Bahasanya rapi coy.. ide cerita’y juga bagus, manis2 gimana gitu. Aku yg baca jd hanyut sama ceritanya. Pokoknya feel’y dapet bgt deh. Ijin lanjut baca y Ima ^^

  2. Rimaabdanbasri says:

    guru rambut botak itu gimana ya? Aku tau nya botak ya botak aja wkwkwk just kidding thor
    Baru nemu ni cerita alias baru bisa baca ff diblog hahah

  3. Khyunpawookie says:

    Hahahahhaahha aduh Hana km tuh lucu bnget sihhhh pntes ajj Kai nya gk bsa berpling hahahahahha
    Cma mank Kai msh ajj tengsin uhuhu seruuuuu sukaaa akhhhh aq mesem2 selama bacaaaa

  4. ratnasone says:

    anyeong thor izin baca ya.baru nemu ff ini.ini ff pertama yg aku baca diblog ini.ff nya keren thor fellnya dapet bacanya serasa ngebayangin dikehidupan nyata.hana polos banget sih.pantes aja suka dipanggil kai bodoh hehe

  5. rahsarah says:

    kmren abis baca deepest memories trus inget pernah nyasar disini
    dan lagi seneng sma couple ini

    si hana selalu deh jantungnya ga terkontrol klo ada kai di deketnya wkwk

  6. stanzakyu says:

    reader baru ninggalin jejak dulu nde~ ^_^
    annyeonghaseo authornim nan stanzakyu imnida bangeupsemnida , ijin baca ne..

  7. leestaar says:

    kak imaaa aku reader lama yang baru menginjakan kaki disini hoho suka banget sama kaina series asli. manisssss banget kainya meskipun agak dingin dingin gimana gitu. hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s