[KaiNa Piece] Careless, Heartless

 

Title     : Careless, Heartless

Author : Ima (@bling0320)

Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee)

Other   :EXO Members, Lee Nayeon, Park Chanra

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

 

[KaiNa Piece]

Hana terus merutuki kaca jendela bis yang selalu menabrak kepalanya. Oh tidak, mungkin sebaliknya. Ia yang selalu tertidur di dalam bis dan kepalanya juga selalu terantuk kaca jendela. Karena sang supir menginjak rem secara mendadak, kepalanya terantuk dengan sangat keras dan meninggalkan bercak kemerahan di keningnya. Kai pasti akan memprotes kecerobohannya lagi.

Sebelum pulang, Hana memutuskan untuk berkunjung ke dorm EXO K. Menurut berita yang didengarnya dari beberapa siswa-siswi di sekolahnya tadi, EXO M baru saja datang ke Korea. Tidak ada salahnya berkumpul bersama 12 orang –yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri. Terkecuali Kai mungkin. Lagipula sangat jarang untuk melihat 6 laki-laki yang tengah sibuk promosi di China itu, jika ia tidak melihat mereka sekarang.

Tak sampai 10 detik setelah menekan bel, pintu di hadapannya itu sudah terbuka. Hana melemparkan senyum pada laki-laki –berwajah cantik dan senyum yang menawan itu.

“Luhan oppa !” pekiknya senang. Luhan tersenyum manis lalu melebarkan kedua tangannya untuk memeluk gadis di hadapannya. Hana terkikik pelan dan membalas pelukan laki-laki itu.

Pelukan itu tidak berlangsung lama, karena sosok Lay muncul dari arah ruang tengah. Tersenyum lebar ke arahnya dan menunjukkan kedua lesung pipinya yang terlihat sangat manis. Hana baru saja akan memeluk Lay, ketika Kai menarik tas ranselnya dari belakang. Membuat Hana terjungkal ke belakang dan terpeleset kaus kaki yang belum sempat dilepasnya. Hingga kemudian bokongnya mendarat dengan mulus di atas lantai kayu.

“Ya ! Kau membuat uri dongsaeng jatuh, kkamjong !” seru Chen –dengan suara tingginya. Kai malah memandangi Hana yang masih meringis kesakitan.

“Hmmft –phuahahaha !” suara tawa Chanyeol malah membahana dari arah ruang makan. Sehun yang awalnya berjengit kaget pun, malah ikut tertawa bersama sang main rapper.

Aigo~, kau tidak apa-apa ?” tanya Lay seraya berjongkok, memandangi Hana beberapa saat sebelum membantu gadis itu berdiri.

Hana menoleh ke arah Kai lalu mendengus pelan, “Tunggu pembalasanku, Kim Jongin,” ujarnya tajam kemudian berjalan menuju sofa dibantu oleh Lay.

Kai menyeringai pelan. Kenapa semua orang peduli pada Hana ? Gadis bodoh yang selalu ceroboh dalam melakukan apapun.

“Waah, uri dongsaeng datang ?” Baekhyun baru saja keluar dari kamar ketika melihat Hana sudah duduk diantara member EXO di ruang tengah. Kecuali Kai yang masih berdiri dan menatap lurus ke arah gadis itu. Hingga sedetik kemudian Kai beranjak dari ruang tengah memasuki kamarnya.

Hana memperhatikan semua laki-laki yang tengah berkumpul di ruang tengah itu. Ia belum melihat sosok Kyungsoo dan Kris disana. Xiu Min dan Tao sibuk bermain playstation, Suho dan Chen terlihat serius membicarakan sesuatu, sedangkan Lay hanya berdiam diri di dekatnya. Hana menoleh ketika mendengar namanya dipanggil dari kerumunan Baekhyun, Chanyeol, Sehun, dan Luhan. Ia melepas tas ranselnya lalu beranjak mendekati keempat laki-laki yang tengah bermain di meja makan.

“Oah, kalian bermain apa ?” tanya Hana sumringah seraya menarik salah satu kursi meja makan tepat diantara Chanyeol dan Baekhyun.

“Putar botol. Yang ditunjuk oleh botol ini, harus memeluk laki-laki di sebelahnya. Atau ada pilihan lain, orang itu harus memakan makanan ‘terenak’ hasil karya Kyungsoo kemarin,” jelas Chanyeol. Hana mengangguk mengerti. Look-like-truth-or-dare.

“Peluk ? Seperti ini ?” tanya Hana polos lalu memeluk Chanyeol dan Baekhyun bergantian.

“Ya~, permainannya belum dimulai uri dongsaeng,” potong Sehun cepat karena Baekhyun malah membalas pelukan gadis itu, “Atau cium pipi saja. Uri dongsaeng  ‘kan biasa memeluk kita semua,” lanjutnya kemudian.

Call !” Hana mengangguk setuju lalu menggosokkan kedua tangannya. Merasa sangat tertarik dengan permainan yang baru akan dimulai itu.

***

Kai segera keluar kamar sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk. Ia  mengitarkan pandangannya ke seluruh bagian dorm lalu tersenyum simpul ketika melihat Hana masih duduk dan bermain bersama Baekhyun, Chanyeol, Sehun, dan Luhan. Dengan handuk yang tersampir di leher, Kai beringsut mendekat ke arah meja makan. Dimana suara sangat gaduh berasal. Ia duduk di salah satu yang tersisa. Tepat di sebelah Sehun dan berseberangan dengan Hana di meja berbentuk persegi panjang itu. Kai tidak berniat untuk mengikuti permainan itu, ia hanya sebagai penonton saja saat ujung botol menunjuk orang lain yang berbeda.

Tawa Chanyeol menggelegar seraya bertepuk tangan saat Sehun mencium pipi Luhan. Seolah terjebak dengan tawarannya sendiri. Sudah bukan rahasia lagi, jika Chanyeol memang menyukai pasangan HunHan sejak dulu. Kai ikut tertawa melihatnya. Wajah Sehun terlihat memerah –karena malu.

Jantung Kai tiba-tiba berdegup semakin kencang ketika ujung botol menunjuk Hana. Gadis itu terlihat bingung sambil menunjuk wajahnya sendiri. Sesaat Kai tahu bahwa Hana melirik ke arahnya sebelum memperhatikan Chanyeol dan Baekhyun yang duduk di dekatnya.

Uri dongsaeng hanya mau mencium Jong In,” celetuk Tao dari ruang TV disusul teriakan setuju dari Xiu Min.

Mwo ?” Hana tertawa pelan seraya menunjuk Kai dengan dagunya, “Mencium kkamjong ?” lanjutnya kemudian kembali tertawa.

Baekhyun menggelengkan kepala tidak percaya, “Apa yang kalian lakukan selama dua bulan sih ? Seharusnya kalian seperti Kris hyung dan Chanra, selalu melakukan skinship dimana pun,”

“Siapa juga yang mau menciummu, Han-ah,” balas Kai, menunjukkan senyum miringnya –yang sangat dibenci oleh Hana tentu saja.

Keurae ~,” desah Hana pasrah, “Chanyeol oppa pertama, ya ? Baru bacon oppa,”

Kai tidak percaya dengan ucapan gadis itu. Hana tidak akan berani mencium seorang laki-laki. Berada di dekatnya pun, Hana selalu terlihat salah tingkah dan bertindak ceroboh. Tidak mungkin Hana –

CUP

Mencium pipi Chanyeol.

Balasan yang tepat untuk perlakuan Kai padanya tadi. Hana tersenyum puas ketika melihat Kai menatap kosong ke arahnya. Tanpa peduli tatapan kosong dari Kai, ia segera mencium pipi Baekhyun yang duduk di sebelah kanannya. Keadaan hening seketika. Semua tatapan member EXO tertuju ke arah gadis itu. Tatapan Hana pun tertuju pada Kyungsoo, Kris, dan dua orang wanita yang tengah berdiri di dekat ruang makan. Ikut menatap ke arahnya dalam diam.

“Ya ! Byun Baekhyun ! Kau tidak pernah cerita punya pacar hah !” pekik seorang wanita yang berdiri di dekat Kyungsoo seraya menatap tajam ke arah Hana. Seorang wanita lainnya yang tengah menggandeng lengan Kris juga memperhatikan Hana dan Baekhyun bergantian.

“Jadi, kita dapat teman baru nih ?” tanya Chanra seraya melirik Nayeon dengan senyuman tipisnya.

Ah-ahni, ini bukan –,” ucapan Hana terpotong ketika Kai berdiri dari kursi kemudian berjalan dengan langkah lebar meninggalkan ruang makan. Keluar dari dorm.

“Kau membangunkan singa yang sedang tidur, uri dongsaeng,” ujar Kyungsoo kemudian.

“Balas dendam ceritanya ?” tanya Baekhyun tiba-tiba.

“Kau berhasil, Hana-ya,” Luhan mengangkat kedua jempolnya seraya tersenyum puas.

Hana berdiri dari kursi dengan perlahan lalu segera berlari keluar, menyusul Kai –yang entah pergi kemana. Nayeon menggaruk pipinya, merasa bingung dengan keadaan yang tiba-tiba menjadi tegang. Ia segera menatap –minta penjelasan –pada Kyungsoo tentang keadaan itu.

“Dia pacarnya kkamjong, Nayeon-ah,”

***

Hana berkeliling di taman sekitar gedung apartemen, mencari sosok Kai –yang memang biasanya selalu naik ayunan jika sedang dalam masalah. Langit sudah semakin gelap dan rasanya sulit untuk mencari Kai  di malam hari. Ia tidak menyangka bahwa Kai akan cemburu pada Baekhyun dan Chanyeol. Kai selalu tidak peduli padanya dan ia hanya ingin memberikan sedikit pelajaran pada laki-laki itu. Ia tidak pernah mengira bahwa Kai akan marah seperti ini.

“Apa yang kau lakukan ?” tanya Kai dingin pada Hana yang kebetulan berpapasan dengannya di trotoar. Hana memperhatikan Kai lalu melirik sebuah tas plastik di tangan kanan laki-laki itu.

“Kau marah ?” tanya Hana. Kai tersenyum miring lalu tertawa pelan. Merasa lucu dengan ucapan wanita di depannya.

“Marah ? Wae ?”

“Karena aku mencium pipi Chanyeol dan Baekhyun oppa tadi ?” tanyanya polos. Kai kembali tertawa lalu mengangkat tas plastik di tangannya.

“Aku ke supermarket, Han-ah,” elak Kai sebenarnya. Baiklah. Ia mengaku bahwa udara di dalam dorm entah kenapa menjadi sangat panas ketika Hana baru saja mencium pipi Baekhyun. Tidak masalah dengan Chanyeol sama sekali. Karena ia tahu bahwa gadisnya pernah sempat menyukai Baekhyun dulu. Ditambah dengan ucapan Nayeon dan Chanra yang semakin membuatnya panas.

Hana mendengus pelan kemudian meninju pelan lengan atas Kai. Terkadang ia ragu apakah Kai benar-benar mencintainya atau tidak. Memang mereka berpacaran secara tidak sengaja, namun tetap saja Kai sendiri yang mengatakan bahwa hubungan mereka benar-benar ‘berpacaran’. Dan sikap Kai yang sangat sering berubah-ubah, terkadang membuatnya bingung.

Igeo,” Hana kembali mengangkat kepalanya dan menatap sekaleng jus jeruk di genggaman laki-laki itu. Ia mengambilnya secara perlahan kemudian tersenyum tipis. Setidaknya, Kai masih ‘sedikit’ memberikan perhatian padanya walaupun terkesan tidak peduli.

“Kau masih mau berdiri disana ?”

Hana segera tersadar dari lamunannya, ia menoleh ke belakang dimana Kai sudah berjalan mendahuluinya. Ia kembali mendengus kemudian dengan setengah berlari menyusul Kai. Bukan seorang Lee Hana jika ia tidak ceroboh tentu saja. Karena terlalu memperhatikan kaleng jus di tangannya, ia tersandung kakinya sendiri hingga terjatuh tersungkur ke depan. Kai tertawa pelan sembari menutup mulut dengan punggung tangannya.

Eomma~,” rengek Hana seraya mengubah posisinya menjadi duduk dan melihat lutut kanannya yang sedikit mengeluarkan darah.

Kai meredakan tawanya lalu berjongkok tepat di hadapan gadis itu, “Masih tidak berubah, eh ? Ayo bangun,”

Hana menyambut uluran tangan Kai kemudian berusaha untuk berdiri ketika pergelangan kaki kanannya tiba-tiba terasa sangat sakit dan membuat gadis itu kembali terduduk di trotoar. Ia bisa mendengar suara decakan kesal dari bibir Kai. Selalu saja ia bertingkah bodoh ketika bersama laki-laki itu.

“Sekarang apa ?” tanya Kai ketus. Hana menggeleng pelan, “Aish ! Aku tidak bawa ponsel, gadis bodoh,”

Molla. Atau kau bisa masuk ke dalam dulu, minta bantuan kemudian datang lagi ke –YA ! MWOYA ! TURUNKAN AKU SEKARANG KKAMJONG ! AKU TAHU KAU BEROTOT, TAPI JANGAN SEPERTI INI ! YAAA !”

***

Suho mengusap wajahnya frustasi. Jika Kai sudah bertengkar dengan Hana, maka sang visual EXO K itu akan sulit untuk melakukan sesuatu. Apalagi ketika Kai sudah melemparkan tatapan tajam khas miliknya. Memang terkadang Kai bisa bersikap lucu dan aegyo, seperti Chanyeol, Baekhyun atau pun Sehun. Tapi sungguh, Kai terlihat jauh lebih menyeramkan ketika sedang marah.

“Kau dalam masalah besar, Namonie,” ujar Kyungsoo seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Nayeon memperhatikan seluruh member EXO yang hanya berdiam diri di tempatnya sejak Kai dan gadis –yang belum diketahuinya itu keluar dari dorm.

“Aku ‘kan tidak tahu,”

“Kau harusnya bertanya du –YA ! JANGAN MENCEKIKKU !”

“Sudah kubilang, aku tidak tahu !” Nayeon menurunkan kembali lengannya dari leher Kyungsoo setelah membuat laki-laki itu terdiam.

“Sejak kapan mereka pacaran ?” tanya Chanra pada Kris yang baru saja kembali dari dapur dengan membawa dua gelas air putih untuknya dan Nayeon di meja makan.

“Baru dua bulan yang lalu,” Kris menarik kursi lain di sebelah gadisnya lalu memperhatikan Baekhyun –yang masih duduk di meja makan dan terlihat sangat gelisah. Tidak seperti Chanyeol yang sudah kembali mencairkan suasana tegang di ruang tengah dengan leluconnya.

Suara bel membuat Suho terkesiap. Suho segera bangkit dari duduknya di sofa dan bergegas membuka pintu. Ia baru saja akan mengucapkan sepatah kata pada seseorang itu, ketika sosok Kai –dengan Hana di gendongannya menerobos masuk. Kai memasuki ruang tengah lalu menghempaskan tubuh gadis itu ke atas sofa. Suho masih terpaku di tempatnya berdiri –di belakang pintu. Mungkin momen seperti itu hanya akan terjadi satu kali di dunia ini. Kai menggendong Hana ?

“Oh, uri dongsaeng kenapa ? Kau membuatnya jatuh lagi, kkamjong ?” tanya Chen panik. Kai mengusap peluh di keningnya kemudian bergegas mencari kotak P3K di dalam lemari dekat TV. Menghiraukan pertanyaan sang main vocal EXO M itu.

Nayeon dan Chanra beranjak dari tempat duduknya di meja makan lalu menghampiri Hana yang masih meringis pelan sambil memegangi sekitar lututnya yang berdarah. Keduanya duduk di samping kanan dan kiri gadis itu lalu tersenyum lebar. Hana masih memakai seragam sekolah SMA dan kemungkinan seumuran dengan mereka.

“Minggir,” Kai mendorong Sehun yang duduk di hadapan Hana, menaruh kaki gadis itu di atas pangkuannya lalu menaruh kapas yang sudah ditetesi alcohol pada luka yang sudah mulai banyak mengeluarkan darah itu.

“Jangan ceroboh kenapa sih ? Kau itu sudah 17 tahun, Han-ah,” gerutu Kai seraya menekankan kapas pada luka gadis itu. Hana mendengus pelan lalu memukul puncak kepala Kai dengan kepalan tangannya.

“Jangan marah-marah ! Aku obati sendiri saja,” Hana mengerucutkan bibirnya, mengambil alih kapas itu dari tangan Kai kemudian membersihkan lukanya. Kai mengendikkan bahu acuh kemudian beranjak dari ruang tengah menuju dapur.

Baekhyun menghela napas lega. Jika sudah bertengkar seperti itu, maka Kai-Hana couple sudah berbaikan. Sangat berkebalikan dengan pasangan lainnya. -__-

Annyeong,” sapa Nayeon, membuat Hana menoleh ke arahnya. Nayeon mengulurkan tangannya lalu tersenyum ramah, “Aku Lee Nayeon, pacarnya Kyungsoo,”

Hana menyambut uluran tangan Nayeon dengan seulas senyum manis, “Lee Hana. Tanya saja pada Kai, apa hubungan kami sebenarnya,” balasnya lalu terkekeh pelan.

“Kau pacarku Lee Hana !” teriak Kai dari arah dapur.

“Itu jawabannya,” lanjut Hana –merasa lebih lega karena Kai masih tetap mengakuinya sebagai seorang kekasih.

Chanra ikut mengulurkan tangannya, membuat Hana menoleh ke arah yang berlawanan dan menatap wanita berambut panjang dengan kedua mata besar yang sangat familiar di matanya. Sangat mirip dengan kedua mata Chanyeol.

“Park Chanra, adik kandung Park Chanyeol sekaligus pacarnya Yifan,”

Tepat seperti dugaan Hana sebelumnya. Hana membalas uluran tangan gadis itu sambil tersenyum manis juga, “Kau sudah tahu namaku, Chanra-ssi,”

“Ya ! Kita seumuran, Hana-ya. Tidak usah pakai banmal,” protes Chanra. Hana mengangguk pelan seraya mengusap tengkuknya.

“Kenapa belum di tutup ? Nanti infeksi, bodoh,” Kai kembali beringsut di hadapan gadis itu setelah menaruh segelas air di atas meja. Mengeluarkan kain kasa dari dalam kotak P3K, memberikan beberapa tetes obat antiseptic lalu menaruhnya di atas luka Hana. Menempelkannya dengan dua lembar plester berwarna cokelat.

Hana kembali mengerucutkan bibirnya. Ia sudah sangat kebal dengan semua ucapan menyakitkan dari Kai yang selalu menyebutnya bodoh. Malah jika tidak mendengar ucapan itu dari bibir Kai, ia merasa ada yang kurang. Walaupun terkadang ia merasa kesal juga dengan sebutan itu.

“Kau memanggilnya bodoh ?” tanya Nayeon heran –setelah sesaat mencerna ucapan Kai.

“Dia memang bodoh. Jalan saja masih terjatuh seperti ini,” jawab Kai santai. Nayeon menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“Kalau kau melihat mereka akur, mungkin itu salah satu keajaiban yang pernah terjadi,” sahut Xiu Min. Tao yang masih sibuk bermain games dengan laki-laki itu pun mengangguk setuju.

“Harusnya aku rekam kejadian tadi. Kapan lagi Jongin mau menggendong uri dongsaeng,” balas Sehun. Kai melirik tajam ke arah Sehun, membuat sang magnae itu menciut dan tidak mengucapkan apapun lagi.

“Terpaksa. Kau kira aku tega membiarkan gadis bodoh ini tergeletak di trotoar ?” pertanyaan Kai dijawab dengan sebuah gelengan oleh Sehun.

“Jadi… Kau sekolah di Chungdam ?” tanya Chanra, mencoba menyambung pembicaraan setelah melihat nama sekolah di almamater seragam Hana. Hana mengangguk semangat seraya tersenyum lebar.

Nayeon kembali memperhatikan Hana, “Kukira kau sekolah di School of Performing Arts juga. Sama seperti Chanra, Jongin, dan Sehun,”

“Err, aku tidak terlalu tertarik di dunia seni atau hiburan. Jadi, lebih enak sekolah di sekolah umum,” jawab Hana ragu.

Kai memperhatikan obrolan ketiga wanita di depannya lalu menggeleng pelan. Sepertinya ketiga wanita –dengan sifat yang hampir sama itu akan semakin dekat. Terkecuali Hana tentu saja. Yang lainnya sudah cukup dewasa untuk seseorang yang sudah berumur 17 tahun. Tidak dengan Hana yang sangat lama ketika berpikir, selalu marah-marah, cerewet, sangat kekanakkan, dan ceroboh. Namun hal itu yang membuat ia bersyukur bisa memiliki seorang Lee Hana.

[KaiNa Piece End]

59 thoughts on “[KaiNa Piece] Careless, Heartless

  1. Khyunpawookie says:

    Mrka tuh jadian terpaksa gmn sih?????? Aq jd penasaran pst lucu crtanya …..
    Heiiiii aq kok seneng bnget yh Hana d pnggil uri dongsaeng hahahhhahaah jd berasa bungsu gtu wkkwkwk
    Kai tuh kapan bsa manis sma hana … Tp seruis hana y bni y seru…. Cocok sma kai y dingin dn kynya tempramen hahahah seruuuu mntabbbbbbbb

  2. ratnasone says:

    kai cuek tp perhatian juga.hana polos bnget main cium pipi baekhyun kan kai cemburu.tp kainya gengsian.gaya pacaran mereka lucu gak ada romantis romantisnya.hehe

  3. Nona Novi says:

    Gilaaa gokil bangett sma nih couplee, anjiirr ngakak gulung* aku 😂😂😂, jonginnya dingin* cuek othokee gitu, hananya ceroboh voloss bangettt 😂😂

  4. rahsarah says:

    wkwk bener2 ini couple kalo ga marah2 ribut ga afdol bnget kayana
    si kai cuek2 tetep perhatian
    si hana selalu aja ada luka kalo jalan sma kai wkwkw

  5. leestaar says:

    kai kalo cemburu ya cemburu aja gitu haha. Hana asli deh ceroboh banget untung kainya diem diem perhatian gimana gitu. penasaran gimana ceritanya sampe mereka jadiannnn. gemeshhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s