[KaiNa Piece] 100 Days

Title     : 100 Days

Author : Ima (@bling0320)

Casts   : Kim Jongin (Kai), Lee Hana (@inhanaLee)

Other  : EXO members

Please Read Lee Hana’s profile, before read this story–

Enjoy ^^

© INDAYLee Staffs

 

[KaiNa Piece] 100 Days

July 17th, 2012

08.00 AM KST

Kai menguap malas seraya berjalan keluar dari kamarnya ketika melihat sebelas sosok laki-laki tengah duduk berkeliling di atas karpet ruang tengah. Ke sebelas laki-laki itu pun segera membubarkan diri mereka karena kedatangan Kai.

“Joonmyun hyung, acara dengan fans jam berapa ?” tanya Kai seraya duduk di sofa ruang tengah dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul 8 pagi. Melihat seluruh member EXO sudah berkumpul di ruang tengah, mungkin ia yang bangun paling siang diantara yang lainnya.

“Jam 4 sore, Jongin-ah. Wae ?” Suho mengambil tempat duduk di sebelah Kai lalu menatap laki-laki itu. Berharap Kai mengatakan sesuatu tentang peringatan lainnya di hari itu.

Anhi,” Kai menggeleng pelan kemudian segera meraih remote TV yang tergeletak di dekatnya. Mencoba menghabiskan waktu dengan menonton TV saja.

Lay melirik Kris yang duduk di sebelahnya –di atas karpet dengan heran. Sepertinya Kai tidak ingat apapun tentang Hana.

“Kita harus ke gedung SM jam berapa, hyung ?” tanya Sehun –entah pada siapa. Tapi Luhan menoleh dengan cepat menanggapi pertanyaan sang maknae EXO itu.

“Sekitar jam 2,” jawabnya.

Xiu Min hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat Kai bersantai seperti itu. Apa seluruh member EXO harus bergerak lagi untuk membuat keduanya sadar ? Pada awalnya, mereka yang bisa membuat Hana dan Kai berpacaran. Tidak mungkin di peringatan 100 hari hubungan keduanya, dibuat oleh member EXO lagi.

“Jongin-ah,” panggil Chen dari arah dapur, membuat Kai menoleh dan memperhatikan laki-laki itu, “Kau mau kopi ? Kyungsoo mau sekalian membuatnya,”

“Boleh, gomawo Jong Dae hyung,” balas Kai seraya mengangkat ibu jarinya.

“Hari ini sarapan apa ?” Tao beranjak dari duduknya lalu menghampiri  Kyungsoo dan Chen di dapur. Mencari sesuatu yang bisa dimasukkan ke dalam perut.

Kai memperhatikan keadaan di sekitarnya dengan heran. Tidak biasanya seluruh member EXO diam dan tidak membuat rusuh. Termasuk Baekhyun dan Chanyeol yang hanya diam, ikut menonton TV bersamanya. Duo crazy virus itu terlihat seperti sedang bermusuhan.

“Bacon hyung, kalian sedang marahan ya ?” tanya Kai polos. Baekhyun tertawa ringan seraya menunjuk laki-laki yang duduk tepat di sebelahnya.

“Marah apa ? Kita sedang tidak mood melakukan apapun. Menyiapkan tenaga untuk acara sore nanti,” jawab Chanyeol, merangkul Baekhyun dengan mesra lalu mengangkat ibu jarinya.

Kai memutar bola matanya –merasa jijik dengan tingkah kedua hyungnya itu. Ia dan Hana saja tidak pernah saling merangkul seperti itu –dan bahkan masih bisa dihitung dengan jari berapa kali ia melakukan skinship dengan Hana. Hanya sekedar menarik pergelangan tangan dan akhir-akhir ini ia sedang suka mengacak rambut gadis itu.

Lee Hana ?

Kai menggaruk pipinya yang tidak gatal. Rasanya ada hal terlupakan yang menyangkut kekasihnya itu. Mungkin ia hanya lupa tidak mengirim pesan pada Hana sejak kemarin. Ah, dan lupa mengunjungi apartemen gadis itu juga sejak kemarin.

***

Chungdam Secondary High School

08.25 AM KST

Jam pelajaran baru saja dimulai beberapa lalu dan entah sudah ke berapa kalinya Hana bersin. Ia mengambil tisu –lagi lalu mengusap hidungnya yang berair. Sejak kemarin memang tubuhnya sudah terasa tidak enak. Tenggorokan sakit dan sedikit pusing. Semua rasa tidak enak itu malah berubah jadi flu sekarang.

Hana melirik Yura yang duduk di sebelahnya kemudian bersin lagi. Matanya ikut-ikutan berair dan rasanya kepalanya semakin pusing. Jika tidak ada ulangan Fisika hari itu, ia lebih memilih tidur di rumah seharian.

“Yura-ya— Hatsyii ~! Ah, mian,” Hana kembali mengusap hidungnya dengan tisu, “Apa hari ini kita ada pelajaran tambahan ?”

Molla. Kalau pun ada, aku tidak bisa ikut,” jawab Yura seraya menyalin catatan Matematika –yang tertulis di papan tulis.

Wae ? Ada acara keluarga ?” tanya Hana heran. Yura meletakkan pulpennya ke atas meja lalu menatap Hana heran.

“Hari ini peringatan 100 hari debut EXO, Hana-ya. Aku sudah daftar untuk ikut acaranya nanti jam 4 sore. Sayang ‘kan kalau tidak datang ?” jawab Yura dengan senyum sumringah di wajahnya.

Hana mengalihkan tatapannya ke depan kelas kemudian melirik ponsel miliknya yang ia letakkan di atas meja. Ia menghela napas panjang. Sejak kemarin, tidak ada satu pun pesan dari Kai. Tiba-tiba ia teringat perayaan 100 hari debut EXO yang bersamaan dengan peringatan 100 hari hubungan keduanya. Apa hanya ia yang mengingat itu semua ? Mungkin Kai hanya menganggap hubungan mereka tidak lebih dari hasil permainan saja.

“Menurutku, kau pulang juga, Hana-ya. Penyakitmu sepertinya cukup parah,” lanjut Yura –menarik Hana kembali ke dunia nyata.

Jinjja ? Kalau pelajaran tambahannya penting, aku tidak pulang,” balas Hana lalu terkekeh pelan.

Hana menyangga kepalanya dengan tangan ke atas meja. Uh, jika sedang sakit seperti itu rasanya ia sangat ingin berkumpul bersama keluarganya. Tidak sendirian di apartemen dengan keadaan seperti itu. Kai pasti sibuk merayakan 100 hari debut EXO dan tidak peduli padanya.

“Lee Hana haksaeng, apa kau sakit ?” suara baritone guru matematika itu menyadarkan lamunan Hana lagi. Hana menatap guru berambut setengah botak itu kemudian menggeleng pelan.

“Tidak, sonsaengnim. Hanya sedikit tidak enak  badan,”

***

SM Building

02.45 PM KST

Kedua belas member EXO itu melangkah memasuki aula gedung SM. Mengecek keadaan aula yang akan digunakan mereka untuk perayaan 100 hari debut nanti sore. Tidak terlalu istimewa. Hanya sedikit dipasang hiasan pesta di sekeliling ruangan. Dan lambang besar EXO di atas panggung. Kai tidak bisa menghilangkan senyumnya sejak mengelilingi ruangan itu.

Kai mengalihkan pandangannya pada Suho, Kyungsoo, dan Luhan yang tengah duduk-duduk di sisi panggung dan mengobrol dengan serius. Lalu Kai memperhatikan Baekhyun, Chanyeol, dan Sehun yang tengah mengobrol serius juga di dekat pintu masuk. Sisa member EXO lainnya –Xiu Min, Kris, Lay, Chen, serta Tao juga terlihat berkumpul bersama dan berbicara dengan nada –yang cukup pelan. Seolah hanya ia yang tidak boleh mendengarnya.

“Kalian kenapa ?” tanya Kai tiba-tiba, membuat ketiga kelompok itu membubarkan diri secara otomatis.

Kris berpura-pura mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, “Aku mau menelepon Chanra dulu,” ujarnya –menghiraukan pertanyaan Kai kemudian melangkah keluar ruangan itu.

Anhi. Tidak apa-apa,” jawab Lay tenang.

“Ya~, jangan menatap kami seperti itu, kkamjong-ah,” seru Chanyeol seraya merangkul Kai dengan tangan kanannya.

“Kalian mencurigakan,” Kai memicingkan matanya. Menyelidiki tawaan Chanyeol yang seperti palsu menurutnya.

“Apa sih ? Kita hanya membahas acara nanti, Jongin-ah,” sahut Sehun cepat. Kai melepaskan rangkulan tangan Chanyeol dari pundaknya kemudian berjalan ke atas panggung, memeriksa struktur panggung itu.

Sementara itu, Kris masih berusaha keras menelepon Chanra –untuk menjalankan rencana yang akan mereka buat demi memperingati 100 hari jadi Kai dan Hana. Karena Kai belum menunjukkan tanda-tanda mengingat hari penting dan bersejarah itu –selain debut EXO.

“Chanra-ya, kau sudah pulang sekolah ?”

‘Sudah. Aku sedang di supermarket bersama Na eonni,’

Jinjja ? Jangan lupa atur rencana yang sudah kuberitahu tadi, ne ? Nayeon juga sudah diberitahu Kyungsoo,”

‘Iya, oppa. Aku mengerti,’

“Oke, saranghae Ra-ya. Kkeutna,”

Kris bergegas menutup telepon itu lalu memasukkannya kembali ke dalam saku celana. Ia baru saja berbalik ketika melihat Kai berdiri di belakangnya dengan tatapan menyelidik.

Saranghae ? Eish, aku geli mendengarnya,” sahut Kai seraya mengusap tengkuknya kemudian berjalan melewati Kris begitu saja. Kris menghela napas lega. Sepertinya laki-laki itu hanya mendengar bagian terakhir percakapannya di telepon.

***

Chungdam Secondary High School

03.40 KST

Seharusnya Hana menuruti kata-kata Yura saja untuk pulang dan tidak mengikuti pelajaran tambahan sepulang sekolah. Penyakit flunya semakin parah dan ia terpaksa harus berbaring di ruang kesehatan sejak satu jam yang lalu karena hampir jatuh pingsan di koridor. Beruntung ia sudah lebih dulu dibawa ke ruang kesehatan sebelum benar-benar kehilangan kesadaran.

Hana mengangkat ponsel yang berada di genggamannya dalam diam. Tidak ada pesan dari siapa pun. Mungkin Kai benar-benar lupa dengan peringatan hari jadi mereka. Well, rasanya sedikit sesak juga karena hanya ia yang mengingatnya sendirian.

“Ah, michigetda,” Hana mengacak rambut frustasi kemudian segera bangkit dari posisi tidurnya, “Aku harus pulang sekarang.”

Dengan sisa tenaganya, Hana meraih tas ransel miliknya yang tergeletak di sofa ruang kesehatan. Ia melangkah gontai menyusuri koridor sekolah yang sepi –karena murid lainnya masih berada di kelas untuk pelajaran tambahan. Bahkan rasanya ia tidak akan sanggup untuk berjalan sampai ke halte bis. Untuk hari itu saja, ia akan merelakan uang tabungannya untuk naik taksi ke apartemen.

Dering ponsel mengagetkan Hana yang sudah hampir tertidur –sambil bersandar ke kaca jendela taksi. Ia melihat nama Nayeon tertera di layar ponselnya.

“Hatsyi !! Ne, eonni ? Aku masih di jalan,” jawab Hana dengan suara parau –hampir tidak bertenaga.

‘Aku dan Chanra mau main ke apartemenmu, ya ?’

Hana menutup hidungnya dengan tisu kemudian berpikir sejenak. Padahal ia baru saja berencana untuk tidur ketika sampai di apartemen nanti. Tapi sangat tidak enak kalau ia menolak permintaan Nayeon dan Chanra. Mungkin ia bisa beristirahat sambil menemani kedua wanita itu.

“Iya, datang saja,”

‘Gomawo, Hana-ya. Kkeutna,’

Hana memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer lalu kembali bersandar pada kaca jendela taksi. Mungkin tertidur sebentar sampai ke apartemen, bisa membuat kepalanya sedikit lebih baik.

***

04.15 PM KST

Setelah selesai menghias bagian dalam dorm EXO K, Nayeon dan Chanra bergegas naik dua lantai menuju apartemen Hana. Sambil menunggu kedatangan member EXO, mereka memutuskan untuk mengungsi sementara ke apartemen gadis itu. Dan menuruti perintah Kris maupun Kyungsoo untuk menghibur Hana. Karena Kai sama sekali tidak ingat dengan hari jadi keduanya.

Nayeon dan Chanra menoleh ke arah pintu ketika mendengarnya terbuka. Nayeon bangkit dari sofa, menatap langkah Hana yang semakin mendekatinya. Oh well, keadaan Hana sepertinya sangat tidak baik. Wajah yang sangat pucat, dengan keadaan tubuh yang sedikit menggigil, dan sudah bersin beberapa kali bahkan ketika baru memasuki apartemen.

“Kau sakit ?” tanya Chanra, setelah Hana duduk di sofa dan melepaskan tas ranselnya.

“Sedikit tidak enak badan,” Hana terkekeh pelan lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia hanya diam saja ketika tangan Nayeon menyentuh keningnya.

“Badanmu demam juga, Hana-ya. Ini bukan sedikit,” protes Nayeon. Walaupun ia masuk ke dalam kategori ‘gadis iblis’ pun, ia masih tetap mempunyai rasa peduli pada sahabat barunya itu.

Gwenchana eonni. Tidur juga sembuh kok, hehe— Hatsyii !” balas Hana seraya merapatkan almamater sekolahnya. Entah kenapa udara tiba-tiba terasa dingin –padahal seingatnya tadi pagi sebelum berangkat ia sudah menyalakan penghangat ruangan.

“Kau menggigil juga, Lee Hana,” sahut Chanra. Hana mengusap sudut matanya yang berair kemudian menggeleng pelan.

“Jadi, kenapa kalian datang ke apartemenku ?” tanya Hana dengan suara sangat parau.

Nayeon mendecak kesal, “Kau keras kepala, ya ? Itu tidak penting. Sekarang makan, minum obat, lalu tidur,”

“Mau menyaingi Kyungsoo, eh ? Nayeon umma,” balas Chanra dan berhasil membuat Hana tertawa pelan.

“Ini keadaan darurat, Park Chanra,” ujar Nayeon lalu bergegas menuju dapur. Menyiapkan sepotong roti untuk Hana makan, sebelum meminum obat.

“Aku ganti baju dulu, eonni,” Hana menggerakkan kepalanya yang kembali terasa pusing kemudian melangkah gontai memasuki kamarnya.

Chanra menghela napas panjang. Melihat keadaan Hana yang seperti itu, mungkin rencana yang sudah dibuat member EXO terancam gagal. Sang peran utama mungkin akan tertidur setelah meminum obat. Chanra bergegas mengetik pesan pada nomor Kris mengenai keadaan Hana.

“Hana-ya , rotinya ada di meja makan,” seru Nayeon dari arah dapur –sambil masih mencari obat yang bisa diminum oleh Hana di setiap laci dapur.

Hana kemudian keluar dari kamar dengan setelan piyama berbahan sedikit tebal, ditambah sarung tangan dan kaus kaki. Menghalau udara dingin –yang entah datang dari mana dan menyerangnya. Penghangat ruangan di kamarnya sepertinya tidak berfungsi dengan baik.

“Kau seperti zombie -__-,” gumam Chanra, melihat lingkaran hitam di sekitar mata Hana dan ekspresi gadis itu yang sangat memelas. Ia melihat Hana hanya nyengir kemudian melahap roti yang sudah dibuat Nayeon.

Chanra segera mengirimkan sinyal mata pada Nayeon –karena Hana duduk membelakanginya  di meja makan. Nayeon terlihat mendesah napas panjang lalu mengendikkan bahu. Bingung bagaimana menjalankan rencana itu.

***

07.30 PM KST

Kai melangkah keluar gedung SM –tempat perayaan 100 hari debut EXO bersama Kyungsoo. Mereka pulang terlambat karena harus mengurus beberapa hal dengan Young Min dan Soo Man perihal album baru EXO. Member lainnya sudah pulang duluan dengan van dan mereka akan pulang naik taksi. Setidaknya hal itu bisa menghemat waktu.

Entah apa yang terjadi pada Kyungsoo. Sejak menaiki taksi, laki-laki itu selalu memainkan ponselnya dan tidak berhenti menghela napas panjang. Seolah sedang menanggung beban berat di punggungnya. Spekulasi yang berkeliaran di pikiran Kai saat itu, mungkin Kyungsoo sedang bertengkar dengan Nayeon.

“Kau bisa cerita padaku,” ujar Kai seraya menepuk pelan bahu Kyungsoo.

Kyungsoo menatap Kai sejenak kemudian menggeleng, “Ini bukan masalah, Jongin-ah,”

Kai menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan bingung. Kata-kata Kyungsoo terdengar ambigu baginya. Benar-benar bukan masalah, atau memang laki-laki itu tidak mau menceritakan masalah yang dialaminya.

Kkamjong-ah, antarkan aku ke apartemen Hana, ya ?” tanya Kyungsoo, membuat dahi Kai berkerut.

“Ada apa ?” tanya Kai menyelidik.

Kyungsoo tersenyum meremehkan, “Uuh, santai kkamjong. Aku mau mengambil titipan barang dari Nayeon,”

Kai membulatkan mulutnya kemudian beralih menatap keluar jendela. Memangnya ia kenapa ? Ia hanya bertanya kenapa Kyungsoo mau ke apartemen Hana. Bukan cemburu seperti apa yang dimaksud Kyungsoo mungkin.

Wasseo,” gumaman Kyungsoo, menyadarkan lamunan Kai. Keduanya segera keluar dari taksi kemudian berjalan cepat memasuki lobi karena beberapa fans yang berkerumun di halaman gedung apartemen.

Kai baru saja akan menekan tombol lantai 6, ketika Kyungsoo dengan cepat menepis tangannya dan menekan tombol lantai 8. Dimana apartemen Hana berada. Kai hampir saja lupa untuk mengantar Kyungsoo ke apartemen Hana. Ia juga sekalian mau melihat keadaan gadis itu, karena sejak kemarin belum berkunjung dan atau bahkan bertemu Hana.

Setelah sempat berdebat, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menekan bel dan langsung masuk saja, karena Kai sudah menghapal password apartemen Hana. Dahi Kai berkerut ketika menemukan keadaan ruang tamu dalam keadaan gelap gulita. Apa mungkin Hana sudah tertidur ? Sepertinya tidak mungkin, mengingat gadis itu biasanya akan bermain game di laptop sampai larut malam.

Kai baru saja akan memanggil nama Hana, ketika lampu ruang tengah tiba-tiba menyala disusul dengan ledakan confetti dan suara terompet. Ia melirik Kyungsoo di sebelahnya yang terlihat tidak kaget sama sekali dan malah langsung berlari menghampiri kerumunan member EXO, Chanra, Nayeon, dan juga—Hana. Ia menatap kedua mata Hana yang terlihat sayu dan tidak bersemangat. Wajah gadis itu juga sedikit pucat, walaupun berusaha ditutupi dengan lipgloss sekali pun.

“Kenapa diam, Jongin ? Ayo rayakan 100 hari debut EXO !!” teriak Chanyeol seraya menarik lengan Kai memasuki ruang tengah apartemen Hana.

Kai tertawa bersama yang lainnya kemudian menerima begitu saja topi yang dipakaikan Kris. Ia meraih gelas berisi cola diatas meja lalu mengangkatnya tinggi-tinggi, mengikuti gerakan semua orang di sekitarnya.

“Untuk kesuksesan EXO !!” teriak Suho bersemangat.

“Dan untuk hubungan Kai-Hana selamanya !” sahut Tao bersemangat juga.

“Eh ?” Kai menggumam pelan lalu menurunkan kembali gelas cola di tangannya. Ia menatap Hana yang tersenyum simpul dan berdiri di seberangnya.

“EXO dan Kai-Hana !! Saranghaja !” balas Kris kemudian saling membenturkan ujung gelas –karton itu dengan yang lainnya. Terkecuali Kai yang masih saja menatap Hana dengan penuh selidik. Gadis itu kini tengah tertawa bersama Nayeon dan Chanra, setelah menghabiskan cola di dalam gelasnya.

“Walaupun harus memindahkan semua hiasan ini dari dorm EXO K, kita senang akhirnya bisa ikut merayakan 100 hari Kai-Hana couple,” ucap Baekhyun.

Luhan melirik Kai yang berdiri di sebelahnya kemudian menggeleng pelan, “100 hari debut EXO, berarti 100 hari peringatan hubungan kalian juga, kkamjong. Jangan bilang, kau masih tidak ingat ?”

Bingo.

Kai mengusap bagian belakang kepalanya. Ia tidak ingat sama sekali bahwa hari itu adalah hari dimana hubungan ia dan Hana menginjak 100 hari juga. Harusnya ia ingat, karena hubungan keduanya dimulai ketika pesta perayaan debut EXO.

“Ayo minta maaf, kkamjong !” seru Nayeon tiba-tiba.

Wae ? Orang lupa wajar ‘kan ? Lagipula kita sibuk akhir-akhir ini, jadi aku tidak bisa mengingat hari tidak penting ini,” ucapan Kai berhasil membuat semuanya terdiam.

“Tidak penting ya ?” gumam Hana pelan –namun cukup bisa didengar oleh yang lainnya. Termasuk Kai.

Hana meremas pelan gelas karton yang masih berada di genggamannya. Ia sudah rela bangkit dari tidurnya untuk merayakan hari jadi mereka. Ia rela tidak istirahat walaupun dalam keadaan sakit parah hanya untuk melihat laki-laki bernama lengkap Kim Jongin itu. Dan Kai menganggap hari itu tidak penting ? Dimana Hana berubah status menjadi seorang kekasih visual EXO K itu untuk yang pertama kalinya. Karena ia sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun. Rasanya sangat sesak ketika Kai menganggap bahwa peringatan 100 hari jadi hubungan mereka tidak penting.

Ia bukanlah seorang gadis cengeng yang mudah menangis karena masalah besar sekali pun. Namun entah kenapa rasanya ia ingin pergi saja dari pesta pesta perayaan itu, memasuki kamarnya dan menangis. Menumpahkan rasa sesak karena ucapan Kai tadi.

“Aku pusing. Kalian lanjutkan saja pestanya, aku mau tidur dulu,” Hana meletakkan gelas karton miliknya –yang sudah tidak berbentuk lagi kemudian berjalan gontai menuju kamarnya.

“Kau jahat, kkamjong,” ujar Xiu Min seraya menggelengkan kepalanya.

“Jadi kau pikir 100 hari debut karirmu tidak penting juga ?” tanya Chanra menyelidik –penuh emosi, sementara Kris sudah menenangkan gadisnya itu agar tidak bertindak lebih.

“Hana sedang sakit parah, tahu ? Dia rela tidak tidur dan beristirahat karena menunggumu,” sahut Nayeon –semakin memojokkan Kai.

“Minta maaf sana,” titah Suho seraya menepuk pundak Kai pelan.

Kai baru saja akan menyetujui saran Suho ketika melihat Hana tiba-tiba terjatuh –sebelum sempat membuka pintu kamarnya. Gadis itu jatuh pingsan dan berhasil membuat Nayeon berteriak panik. Kai segera menerobos member EXO lainnya lalu menghampiri tubuh Hana yang terbaring lemah di atas lantai kayu.

“Joonmyun hyung, dia demam !” teriak Kai panik, mengangkat tubuh gadis itu kemudian bergegas membawanya ke dalam kamar.

Sedetik kemudian Suho sudah memasuki kamar itu dengan membawa sebuah mangkuk berisi air hangat dan sapu tangan. Bersama ke 10 member EXO lainnya ditambah Nayeon dan Chanra yang juga ikut memasuki kamar itu.

“Lanjutkan nanti saja pestanya. Kita tidak bisa bersenang-senang sendiri saat uri dongsaeng sakit seperti ini,” ujar Lay memecah keheningan. Dijawab gumaman setuju oleh semuanya.

Keurae. Aku akan mengantar Nayeon pulang sekarang,” balas Kyungsoo dan tanpa menunggu persetujuan yang lainnya, ia membawa Nayeon keluar kamar.

“Tapi kau janji akan menjaganya ‘kan ?” tanya Baekhyun meyakinkan.

“Aku masih berperasaan, hyung. Tenang saja, kalian bisa pulang sekarang,” jawab Kai seraya menatap member EXO satu per satu.

“Kita pulang sekarang, Jongin-ah,”

Kai mengangguk membalas ucapan Suho lalu memperhatikan punggung semua member EXO yang menghilang di balik pintu. Ia kembali memperhatikan wajah Hana yang terlihat sangat pucat. Kalau mengingat hari itu, mungkin ia akan membelikan sesuatu untuk diberikan pada Hana. Orang-orang bisa mengatainya bodoh sekarang. Ia sudah menyakiti perasaan Hana secara tidak langsung dengan mengucapkan kata ‘tidak penting’.

Kai memajukan sedikit tubuhnya. Ia menaruh kompresan di kening Hana lalu memperhatikan setiap kata yang keluar dari bibir gadis itu. Terdengar tidak jelas, tapi ia tahu bahwa Hana memanggil nama Jiho. Kakaknya. Dengan ragu Kai menggenggam tangan Hana yang terasa sangat dingin.

Mian, eh ? Hari ini sangat penting untukku, Han-ah. Maaf aku lupa tentang hari ini,” ujar Kai –dengan nada sangat pelan.

Perlahan kedua mata Hana itu terbuka. Kai terkesiap dan segera menarik tangannya –yang masih menggenggam tangan Hana. Tatapan Hana langsung tertuju ke arahnya yang tengah duduk di sisi tempat tidur.

“Sudah kubilang jaga kesehatan kenapa sih ? Aku tidak bisa mengawasimu setiap hari, Han-ah,” balas Kai, bernada sedikit tinggi.

“Aku sedang sakit, kkamjong. Tidak mood bertengkar denganmu, jadi kau pulang saja,” Hana beranjak bangkit dari posisi tidurnya lalu meletakkan kompresan di keningnya kembali ke dalam mangkuk. Bersandar pada kepala tempat tidur yang sudah dilapisi bantal sebelumnya.

“Kau mengusirku lagi ?” tanya Kai heran.

Wae ? Aku— Hatsyii ! Bisa melakukannya sendirian !” jawab Hana kesal, “Hari ini tidak penting ‘kan ? Kenapa kau masih peduli padaku hah ?”

Kai menghela napas panjang lalu menatap lekat-lekat gadis di depannya, “Peringatan 100 hari, atau 1000 hari itu tidak penting. Tidak peduli berapa detik, menit, jam, hari, atau pun tahun yang dilewati. Yang penting kita melewatinya bersama-sama, Han-ah.”

Hana terhenyak. Ia balas menatap Kai dengan kedua bola matanya. Ucapan Kai benar. Sangat benar malah. Ia yang bersikap terlalu kekanakkan karena hanya mengingat peringatan 100 hari hubungan mereka saja. Tidak mengingat semua kejadian yang sudah dilewati bersama-sama selama ini –walaupun Kai tidak ada romantisnya sama sekali. Tapi itulah sosok Kai yang ia cintai selama ini. Yang bersifat tidak peduli, sedikit manja, dan kadang bersifat manis –dengan merangkul atau mengacak rambutnya.

Mian. Aku terlalu kekanakkan tadi. Kau benar, Jongin-ah— Hatsyi !” Hana menyeka matanya yang berair. Entah karena bersin tadi atau terharu karena ucapan Kai. Ia sendiri masih bingung.

Dwaesseo,” Kai mengacak rambut Hana dengan kasar, “Sakitnya parah ya ? Kenapa tidak memberitahuku, Han-ah,”

“Biasanya juga kau datang sendiri ke apartemenku tanpa disuruh setiap harinya. Mau memberitahumu hari ini sebenarnya, tapi ‘mereka’ melarangku,” jawab Hana seraya mengerucutkan bibir dan merapikan kembali rambut panjangnya.

“Cish~, jadi kalian merencanakan ini semua ?”

“Aku tidak ikut-ikutan. Mereka tadi tiba-tiba datang membawa hiasan pesta untuk menghias ruang tengah apartemenku. Mereka akhirnya terpaksa mengubah rencana karena aku sakit,” Hana bergegas meraih tisu di nakas dekat tempat tidurnya lalu menutupi hidungnya yang terus berair.

Kai terbahak dan kemudian kembali mengacak rambut Hana –yang baru saja rapi, “Dimana pun kau selalu merepotkan banyak orang, tahu ? Besok mau masuk sekolah ?”

Molla. Kalau tidak lebih baik dari sekarang, aku tidak akan sekolah,” jawab Hana sedikit kesal. Ia berusaha menutupi detak jantungnya yang menggila karena tingkah laki-laki di depannya. Well, dan ditambah ia hanya berdua saja bersama Kai di dalam kamarnya, “Kau tidak mau pulang ?”

“Kenapa kau selalu mengusirku sih ?!” tanya Kai tidak terima.

“Ini sudah malam, hehe. A— aku mau istirahat,” Hana bergegas mengubah posisinya menjadi tidur, menarik selimut yang terlipat di bawah kakinya, menutupi tubuhnya hingga leher kemudian berbalik memunggungi Kai.

“Terserah kau saja, Han-ah. Istirahat yang cukup, ya ? Aku pulang dulu,” ucap Kai setelah menghela napas panjang. Ia beranjak dari sisi tempat tidur, menepuk puncak kepala gadis itu lalu melangkah keluar dari kamar gadisnya.

Hana membalikkan tubuhnya kembali. Memperhatikan pintu kamarnya yang tertutup –setelah Kai keluar dari kamarnya. Laki-laki itu benar-benar sempurna –sama seperti apa yang dibicarakan teman-temannya diluar sana. Tampan, tinggi, dan dance yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Walaupun kulit laki-laki itu sedikit hitam dan kadang bertingkah sangat menyebalkan, tapi itulah yang selalu Hana rindukan dari sosok Kai. Semoga hubungan mereka bisa semakin bertambah baik seiring detik yang dilewati. Masih banyak tersisa lembaran buku yang akan ia isi bersama laki-laki itu.

[KaiNa Piece End]

Advertisements

40 thoughts on “[KaiNa Piece] 100 Days

  1. Jung Hyun Mi says:

    ahaii
    kasian hananya sakitt T.T
    tapii aduhh\
    demi kolor sehun (?)
    kai so sweet bangett sih
    kata2 nya juga bijakk bangett
    jadi makin sukaa #cubitpipikai

  2. it'sme Min2 says:

    eih s’kkamjong jujur dikit napa sakit ato tau dengar’a pas blng ini bkn hari enting what the tapi krn b’akhir dgn senang saia maafin

  3. Ama Cho says:

    kkamjjong jahaaat..
    kasihan kan hana 😦
    tapi apa yang dikatakan kkamjjong benar..
    but, tetap sweet 🙂
    jadi ngirii..
    kkk~
    fighting!!!!!!

  4. hasna nabilah says:

    duhhh sama-sama gak peka sih yaaa, tapi lebih gak pekaan jongin sih-_- peringatan 100 hari gak penting-_- walaupun ada benernya jg sihhh. makin seneng liat couple ini, walaupun marahan tapi cepet baikan lagi hahahaah

  5. Bubble Gum says:

    kai tega bilang perayaan 100 hari tidak penting, tpi makna di balik kata itu bikin hana meleleh dan selalu diakhiri dengan manissss

  6. sy_sagita says:

    Sedikit kesel tadi saat kai bilang 100day hri jadi gg penting,,omg..kasian hana yg lagi sakit,,tpi stelah dengar pnjelasan kai,,so sweet,,smoga tmbah romantis,,

  7. natasya says:

    awalny nyesek2 gmna gtu waktu tau si kai ga ingt sm peringatan 100 harinya,to waktu baca kai ngmng se manis itu..beeew..haha…lucu sbnrny kyk ad ga nyangka aj si kai bs ngmng gtu an..hahaha

  8. Song hyun in says:

    Tadi-nya aku fikir 1 judul itu beda cerita tapi ternyata :v yg satu dan yg lain menyambung ini baru seruuu 😀 haha

  9. Dean says:

    aduh kai masa hari jadian aja sampe lupa gitu.. han a cepet semvuh yhh.. jangan sakit kelamaan cerobohnya juga klo bisa ilangin dhh..

  10. Khyunpawookie says:

    Progress perhatian kai ke hana tuh naeknya dkit2 yh tp gpp dkit2 mnjadi bukit haahahahha akrng bru awal mkin kdpannya ahhahaaha
    Seruuuu ishhhhh kecebhhh sukaaaaaa

  11. Nona Novi says:

    Td sempet nyesekk wkt kai gg inget dan malah bilang ini gg penting, sempet mau lemparin kai ke sungai han tapi berhubung di takut di kubur hidup* sma exo-l ya cuma mengumpat dalam hati aja ya 😂😂😂, jongiin jahatnya hana uda sakit tp masih aja kayak gituu ahhh mollaa 😡😡😡

  12. rahsarah says:

    sempet ikutan sedih pas kai ngoming tidak penting untuk acara 100 hari mereka jadian
    tapi ga nyangka kai bakalan ngmng se manis itu ke hanaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s